BOGOR, FOKUSJabar.id : Kota Bandung tampil dominan pada pertandingan cabang olahraga (Cabor) boling Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jabar di lintasan Bogor Bowling Center, Jalan Bogor Nirwana Raya, Bogor Nirwana Residence (BNR), Kota Bogor, Rabu (10/10/2018). Setelah merebut dua medali emas di hari pertama, Kota Bandung kembali mendulang medali emas dari nomor double putri yang dipertandingkan Rabu (10/10/2018).
Pada hari pertama, Selasa (9/10/2018), Kota Bandung meraih medali emas dari nomor single putra dan single putri. Di nomor single putra, Rangga Dwichandra Yudhira menjadi yang terbaik setelah mencetak total pinfall 1229 mengalahkan atlet Kota Cirebon, Rustam Efendi dengan total pinfall 1195. Sedangkan di kelompok putri, Alisha Nabila menjadi yang terbaik dengan torehan total pinfall 1166 dengan average 194.33 terpaut 20 pin dari peraih medali perak asal Kabupaten Bandung Barat, Priyanka.
Di hari kedua, Alisha yang berpasangan dengan Shabira kembali meraih medali emas setelah mencetak total pinfall 2068 dari enam game yang digelar. Duo Alisha-Sabhira yang sebelumnya tertinggal dari duo atlet Kabupaten Bandung, Thalita Raisa-Arini Dramawati, hingga game keempat mampu menyusul di game kelima. Bahkan di game keenam, Alisha-Sabhira bisa mempertahankan keunggulan dan memastikan medali emas ketiga bagi Kota Bandung.

Duo Kabupaten Bandung harus puas meraih medali perak usai meraih total pinfall 1944. Sedangkan medali perunggu diraih tuan rumah Kabupaten Bogor melalui Allysa Nurazizah dan Mira Eka Annisa yang mencetak total pinfall 1922.
“Sebenarnya Alish main jelek hari ini dibanding kemarin, bahkan hingga game keempat sempat tertinggal sekitar 30 poin. Tapi di game kelima, Alhamdulillah bisa mengejar dan bisa bermain besar sehingga di game keenam tinggal mempertahankan,” kata Alisha seusai menjalani laga final nomor double putri di Bogor Bowling Center, Jalan Bogor Nirwana Raya, Bogor Nirwana Residence (BNR), Kota Bogor, Rabu (10/10/2018).
Suhu yang panas di tempat pertandingan, diakui Alisha, menjadi kendala tersendiri. Pasalnya, dalam pertandingan olahraga Boling seharusnya ketentuan suhu menjadi salah satu ketentuan yang harus ditepati.
“Kalau suhu terlalu panas, ini bisa berisiko pada cedera. Seperti jari bengkak atau sampai sobek. Selain itu, suhu panas bisa mengurangi tingkat kelembaban oli di lintasan. Apalagi kita bertandingan tiap hari,” tegasnya.
Sementara Shabira mengaku sangat bersyukur bisa meraih medali emas di nomor double putri. Dirinya berharap bisa kembali meraih medali emas dari nomor lain yang akan diikutinya.
“Saya hanya ingin memberikan yang terbaik saja. Soal meraih medali atau tidak, saya serahkan kepada Allah. Kalau memang rezekinya gak akan kemana,” tegasnya.
Technical Delegate cabang olahraga Boling Porda XIII Jabar, Darmadji menuturkan, cabang olahraga boling akan memperebutkan 11 medali emas. Mulai dari nomor single putra putri, double putra putri, double mix, trio putra putri, all event putra putri, dan master putra putri.
“Hingga saat ini sudah tiga nomor yang selesai dipertandingkan dan sekarang sedang berlangsung pertandingan di nomor double putra yang diikuti nomor double mix. Besok akan dimulai pertandingan untuk nomor trio selama dua hari. Dan pertandingan sendiri akan digelar sampai tangal 14 Oktober 2016,” pungkas Darmadji.
(Ageng/LIN)


