CIMAHI, FOKUSJabar.id : Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Dani Bastiani meminta masyarakat mewaspadai dan mengkonfirmasi pemberitaan terkait potensi gempa Sesar Lembang.
Masyarakat pun di minta harus memastikan ke ahlinya jika menerima informasi gempa akibat Sesar Lembang tersebut.
” Pemberitaan di media perlu di akui membuat masyarakat was-was. Tapi di satu sisi memang di perlukan untuk meningkatkan kewaspadaan. Seperti yang menyebut kalau 94 sekolah di KBB akan terdampak, memang akhirnya menjadi kabar yang mengagetkan,” ujarnya.
Perihal informasi Dani menjelaskan, masyarakat dapat menanyakannya ke BMKG, ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Badan Geologi apabila menerima informasi tentang gempa Sesar Lembang.
Sementara itu, peneliti kebencanaan geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Igan S. Sutawidjaja, banyak masyarakat yang menelan informasi mentah mengenai potensi gempa yang bisa di hasilkan dari pergerakan Sesar atau Patahan Lembang.
Saat ini, banyak informasi yang beredar di media sosial atau dalam pemberitaan yang menyebutkan jika pergerakan Sesar Lembang bisa menghasilkan gempa hingga magnitudo 7 sampai 8 SR.
“Masyarakat justru di buat khawatir dengan pemberitaan yang beredar. Memang berpotensi bahaya dan merusak, hanya saja kekuatannya saya kira tidak akan sampai sebesar itu. Mungkin di bawah 6 Skala Richter,” ujar Igan.
Langkah konkret yang perlu dilakukan sekarang, yakni menyiapkan masyarakat agar tanggap bencana dan tidak panik ketika bencana gempa itu terjadi.
“Karena yang menjadi penyebab banyak korban jiwa ketika gempa itu justru reruntuhan bangunan. Pemerintah perlu menyiapkan rambu-rambu kebencanaan, seperti jalur evakuasinya kemana, larangan berdiri di dekat gedung, atau bahkan simulasi bencana,” tegasnya.
(Achmad Nugraha/Bam’s)


