spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 94

Aksi Heroik Damkar Ciamis Selamatkan Kucing dari Sumur Sedalam 9 Meter di Pawindan

0
CIAMIS,FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Personel Damkar UPTD Ciamis saat mengevakuasi Kucing dalam sumur milik warga di Dusun Pasirpeuteuy Desa Pawindan Ciamis

CIAMIS,FOKUSjabar.id: Personel UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciamis menuntaskan aksi penyelamatan seekor kucing dari dasar sumur sedalam sembilan meter di Dusun Pasirpeuteuy, Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). Kucing milik warga bernama Nana Sobana tersebut selamat setelah dua hari terjebak di tempat gelap itu.

Suara Kucing Sempat Dikira Makhluk Gaib

Pemilik rumah dan warga sekitar sempat mendengar rintihan dari dalam sumur selama dua hari berturut-turut. Namun, warga awalnya mengira suara misterius itu bersumber dari makhluk gaib.

Baca Juga: Jelang Laga Perdana PSGC Ciamis vs Persikad Depok, Balad Galuh Minta Pemain Tampil dengan Hati

Setelah menyadari bahwa suara tersebut berasal dari seekor kucing yang membutuhkan pertolongan, warga langsung menghubungi pihak UPTD Damkar Ciamis pada pagi hari sekitar pukul 09.30 WIB.

Tujuh Personel Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Rd Ega Anggara Alqausar, melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, mengonfirmasi penerimaan laporan darurat tersebut dari warga Pasirpeuteuy. Petugas piket langsung merespons cepat panggilan pertolongan ini.

“Mendapat permintaan bantuan itu personel piket Damkar UPTD Ciamis langsung menuju lokasi kejadian,” katanya, Jumat (11/9/2026).

Trisyanto mengerahkan tujuh personel penyelamat beserta satu unit armada mobil Damkar menuju lokasi untuk mengeksekusi proses evakuasi. Petugas menggunakan peralatan khusus untuk turun ke sumur yang sempit dan dalam tersebut.

“Alhamdulillah saat ini Kucing berhasil dievakuasi dari dalam sumur dalam kondisi hidup,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Jelang Laga Perdana PSGC Ciamis vs Persikad Depok, Balad Galuh Minta Pemain Tampil dengan Hati

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketua Balad Ga;uh Ciamis Dian Ghozin

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Suporter selalu membawa antusiasme dan ekspektasi tinggi menjelang laga perdana tim kesayangan. Kelompok suporter Laskar Singacala siap mengawal perjuangan PSGC Ciamis saat bertandang ke markas Persikad Depok di Stadion Pakansari Bogor, Sabtu (12/9/2026).

Ketua Umum DPP Balad Galuh, Ghozin, menilai laga pembuka ini sebagai tolok ukur utama persiapan tim mengarungi musim baru. Menurutnya, PSGC Ciamis wajib mengamankan kemenangan mutlak dari kandang lawan.

Baca Juga: Igor Tolic Takjub Lihat Ribuan Bobotoh Padati GBLA Jelang Persib vs Persija

“Meraih tiga poin atau kemenangan di laga awal sangat penting untuk membangun kepercayaan diri tim dan menetapkan nada positif apalagi dipertandingan ke dua dan ke three kita sebagai tuan rumah,” ujar Ghozin saat memberi keterangan.

Menanti Kejuaraaan dan Aksi Pemain Anyar

Pendukung setia Laskar Singacala menaruh rasa penasaran tinggi terhadap performa para rekrutan baru. Ghozin meminta para pemain menyatukan visi dengan strategi pelatih serta melupakan hasil kurang memuaskan pada laga uji coba sebelumnya.

“Kami percaya padamu dan Kami tahu kau bisa melakukannya,” tegas Ghozin untuk membakar semangat para pemain.

Pesan Menyentuh: Bermainlah Demi Lambang di Dada

Ghozin mengingatkan seluruh anggota skuad agar tidak sekadar bertanding, tetapi juga menjaga kehormatan klub tempat mereka bernaung. Ia menekankan pentingnya rasa kekeluargaan dalam tubuh PSGC Ciamis.

“Kami berharap para pemain bukan hanya mencari rizqi di sini, akan tetapi ada lambang di dada yang harus terjaga yaitu PSGC Ciamis. Bermain lah dengan hati karena kalau sudah di PSGC kita berbicara Sodara dan kekeluargaan. Semoga hasil poin penuh bisa Laskar Singacala raih,” tuturnya.

(Irfansyah)

Irfan Hakim Jadi Juri, Bos Koi Hartono Soekwanto Ramaikan Kontes Short Body dan Bogel di Bandung

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Irfan Hakim Menjadi Juri Kontes Koi Unik Pertama di Dunia

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Masyarakat Kota Bandung akan menyambut kehadiran presenter populer Irfan Hakim pada Minggu, 13 September 2026. Ia menjadwalkan dua agenda penting sekaligus dalam satu hari di Kota Kembang. Kehadiran Hartono Soekwanto dan Oghel Zulvianto turut melengkapi keseruan rangkaian acara tersebut.

Aksi Lari Pagi Seru di Car Free Day Dago

Irfan Hakim mengawali kegiatannya dari kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Dago pada pagi hari. Ia mengajak Matilda untuk menikmati suasana segar Bandung sambil berlari pagi. Pak Hartono dan Oghel Zulvianto juga meramaikan momen olahraga bersama warga lokal ini.

BANDUNG, FOKUSJabar.id
Irfan Hakim mengawali kegiatannya dari kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Dago pada pagi hari, mengajak Matilda untuk menikmati suasana segar Bandung bersama Pak Hartono dan Oghel Zulvianto

Menilai Kontes Koi Unik Pertama di Dunia

Setelah menyelesaikan agenda olahraga, rombongan langsung bergerak menuju Gedung Setia Bintang Graha di Jalan Terusan Jakarta No. 140, Antapani Tengah. Lokasi ini menggelar kompetisi koi paling spektakuler. Panitia mencatat ajang ini sebagai pertandingan pertama di dunia yang secara khusus mempertandingkan varian Short Body dan Bogel.

Irfan Hakim memegang peran sentral sebagai juri utama dalam kontes bersejarah tersebut. Keterlibatan Hartono Soekwanto bersama BOSKOI makin menambah bobot gengsi kompetisi ini. Para pecinta koi dari berbagai daerah siap menyaksikan keseruan penjurian dari dekat.

Sejarah Baru di Dunia Koi Indonesia


Dunia perikanan hias Indonesia mencatat sejarah baru melalui ajang kontes 27th ZNA Bandung Chapter 2026. Panitia meresmikan Variety Shortbody Class sebagai salah satu kategori perlombaan resmi. Pameran berskala nasional ini berlangsung di Gedung Setia Bintang Graha Antapani pada 11–13 September 2026.

Irfan Hakim mengemban amanah sebagai juri khusus untuk Variety Shortbody Class. Hartono Soekwanto menginisiasi kelas unik ini guna menggairahkan ragam varietas koi di Indonesia.

“Pertandingan ikan-ikan koi shortbody dan bogel di 27th ZNA Bandung Chapter 2026 merupakan yang pertama kali di dunia. Ini akan menjadi ajang adu cantik ikan-ikan itu,” ujar Hartono Soekwanto.

Kategori ini menilai koi bertubuh padat serta pendek namun tetap proporsional. Bentuk tubuhnya yang menggemaskan menarik perhatian para penghobi koi tanah air. Irfan Hakim menjalankan tugas menilai peserta pada Minggu (13/9/2026).

Panitia membuka berbagai kelas kompetisi berdasarkan ukuran, mulai dari 1–12 sentimeter hingga 61–65 sentimeter. Peserta membawa berbagai varietas unggulan seperti Gosanke, Sakura, Tsubaki, Botan, Fuji, hingga jenis Ume.

Ajang ini menyediakan berbagai gelar prestisius, mulai dari Super Mini Champion hingga Grand Champion. Untuk Variety Shortbody Class, biaya pendaftaran berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu sesuai ukuran ikan. Panitia menyediakan hadiah uang tunai serta penghargaan Best in Size bagi para pemenang.

(Irfansyah)

Bazmut Bandung Tawarkan Sembako 20 Persen Lebih Murah

0
Bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat meninjau langsung Bazar Murah Bandung Utama (Bazmut) di Lapangan Puter, Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung Jumat (11/9/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bazar Murah Bandung Utama (Bazmut) yang di gelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di serbu masyarakat.

Sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, Minyakita, dan telur di jual sekitar 20 persen lebih murah di bandingkan harga pasaran.

Program yang berlangsung selama dua pekan tersebut di gelar di 30 kecamatan dengan melibatkan Perum Bulog, pelaku UMKM sektor pertanian, distributor pangan, perajin, hingga mitra ritel modern.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Bazmut merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Baca Juga: Farhan Ikuti Imbauan Kapolda Jabar, Bobotoh Diminta Tak ke GBK

“Hari ini di Lapangan Puter kita menggelar Bazar Murah Bandung Utama. Bazar Murah ini digelar selama dua minggu berturut-turut. Tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap barang-barang murah yang kita subsidi,” kata Farhan usai mengunjungi Bazmut di Lapangan Puter, Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, Bazmut tidak semata-mata di gelar untuk mengendalikan inflasi. Program tersebut juga bertujuan memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih ringan.

“Terpenting saat ini adalah memastikan distribusi barang kebutuhan pokok ke Kota Bandung tetap lancar dan melimpah. Karena kondisi harga di Kota Bandung sangat bergantung pada distribusi,” katanya.

Sejumlah komoditas yang tersedia di Bazmut di antaranya beras SPHP, telur, daging ayam, sayur-mayur, dan Minyakita. Khusus beras SPHP, pemerintah memberikan subsidi melalui Bulog. Sedangkan komoditas lainnya mendapatkan dukungan berupa potongan harga dari distributor dan pelaku usaha.

Farhan memastikan, ketersediaan bahan pokok di Kota Bandung secara umum masih aman dan tidak mengalami kelangkaan. Meski demikian, pasokan beras premium saat ini lebih terbatas karena tingginya permintaan masyarakat.

“Kalau di tanya apakah beras langka, tidak. Beras tersedia. Tetapi untuk beras premium memang sedang lebih sulit di temukan karena mekanisme pasar dan permintaannya tinggi. Sementara beras SPHP di kendalikan pemerintah sehingga tetap tersedia,” jelasnya.

Serentak 30 Kecamatan

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, Bazmut di laksanakan di seluruh 30 kecamatan.

Pada hari terakhir, bazar di gelar serentak di Kecamatan Coblong, Cidadap dan Bojongloa Kaler.

Menurut Ronny, beras, Minyakita, dan telur menjadi komoditas yang paling banyak diburu masyarakat.

“Yang paling banyak di cari masyarakat itu beras, Minyakita, dan telur. Saat ini kebutuhan protein yang paling terjangkau bagi masyarakat adalah telur,” kata Ronny.

Ronny mengungkapkan, antusiasme warga terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai rata-rata 200 hingga 250 orang di setiap titik bazar.

Baca Juga: Halte BRT di Tengah Jalan Picu Kemacetan, Farhan Angkat Bicara

Secara keseluruhan, jumlah pengunjung Bazmut selama pelaksanaan program di perkirakan mencapai sekitar 7.000 orang. Dari sisi transaksi, omzet Bazmut hingga Kamis (10/9/2026) telah mencapai Rp1,9 miliar.

Dengan tambahan tiga titik bazar pada hari terakhir, total omzet diperkirakan menembus Rp2,2 miliar.

“Untuk omzet sampai hari kemarin mencapai Rp1,9 miliar. Dengan tambahan tiga titik hari ini, kurang lebih total omzetnya mencapai Rp2,2 miliar,” ucapnya.

(Yusuf Mugni)

Farhan Ikuti Imbauan Kapolda Jabar, Bobotoh Diminta Tak ke GBK

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut positif rencana Bobotoh diperbolehkan hadir langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, saat Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta pada 12 September 2026 mendatang. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memilih mengikuti imbauan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan tokoh Persib Umuh Muchtar agar Bobotoh tidak datang langsung ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, saat Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Ia pun mengajak Bobotoh menghormati arahan keamanan tersebut meski sebelumnya PSSI telah mempersilakan suporter untuk hadir langsung di SUGBK.

“Imbauan dari orang tua kita, Pak Haji Umuh, imbauan dari pimpinan keamanan tertinggi, Pak Kapolda, mari kita ikuti bersama,” kata Farhan di Lapangan Puter, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jumat (11/9/2026).

Baca Juga: Halte BRT di Tengah Jalan Picu Kemacetan, Farhan Angkat Bicara

Farhan mengaku, sebenarnya ingin menyaksikan langsung laga klasik Persib kontra Persija di SUGBK. Namun, ia memilih mengurungkan niat tersebut dan mengikuti arahan keamanan.

“Walaupun PSSI sudah mempersilakan, saya juga pengin pisan, gitu ya, sudah lama nggak ke GBK. Tapi kalau ternyata Kapolda dan Pak Haji Umuh menyarankan tidak, ya sudah, kita bonjovi,” ucapnya.

Farhan juga memastikan Pemerintah Kota Bandung tidak mewajibkan wilayah menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) laga Persib kontra Persija.

Terkait kemungkinan nobar di tingkat kecamatan, Farhan mengatakan masih akan berkoordinasi dengan para camat. Ia belum memastikan apakah nobar akan digelar di sejumlah wilayah Kota Bandung.

Baca Juga: Igor Tolic Takjub Lihat Ribuan Bobotoh Padati GBLA Jelang Persib vs Persija

“Ya, tidak ada kewajiban di wilayah. Mungkin saya akan umumkan nanti, besok. Saya lihat dulu. Banyak nobar di kecamatan-kecamatan? Belum tentu. Saya ngobrol heula dengan para camat,” ujarnya.

Farhan sendiri memastikan akan menyaksikan pertandingan dari rumah. Ia juga mengajak Bobotoh yang tidak hadir langsung di GBK untuk tetap memberikan dukungan kepada Persib dari tempat masing-masing.

“Saya nonton di rumah aja, bonjovi. Bobotoh, lalajo TV,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Anwar Warga Cijulang Pangandaran Hilang, Terakhir Terdeteksi di Bali

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Data diri Anwar (istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Rasa cemas menyelimuti keluarga Samsudin di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Anaknya, Anwar di laporkan hilang sejak Minggu (6/9/2026) sore dan hingga kini belum di ketahui keberadaannya.

‎Anwar terakhir kali pamit meninggalkan rumah sekitar pukul 15.00 WIB. Sejak saat itu, nomor teleponnya tidak bisa di hubungi. Upaya pencarian pun langsung di lakukan keluarga.

‎Berbekal informasi dari Ilham, teman Anwar, keluarga mendapat petunjuk bahwa Anwar sempat terlihat di Terminal Cijulang pada sore hari itu. Dari situlah keluarga mulai melacak keberadaan Anwar melalui sinyal telepon selulernya.

Baca Juga: Polres Pangandaran Latih 37 Siswa Terkait Pencegahan Kejahatan Siber

Hasil pelacakan menunjukkan Anwar sempat berada di dua wilayah di Yogyakarta, yakni Sleman dan Bantul. 

‎Tidak ingin menunggu lama, Samsudin kemudian mengutus anaknya, Fadil, untuk menyusul ke Bantul. Sayangnya, setelah mencari ke beberapa titik, Fadil pulang dengan tangan kosong. Anwar tidak di temukan.

‎Upaya pelacakan tidak berhenti di situ. Beberapa hari kemudian, sinyal ponsel Anwar kembali terdeteksi. Kali ini lokasinya jauh, di Pulau Bali. 

‎Namun hingga Kamis (10/9/2026), keluarga belum berhasil melakukan kontak langsung dengan Anwar. Kondisi dan keberadaannya pun masih misterius.

‎Karena khawatir, Samsudin akhirnya memutuskan melaporkan peristiwa ini ke SPKT Polres Pangandaran.

Laporan di terima pada Kamis, 10 September 2026 pukul 15.37 WIB oleh Piket Pamapta II, IPDA Saring.

Baca Juga: 344 Pelajar SD di Pangandaran Ikut Olahraga Tradisional

‎Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui jajarannya memastikan laporan tersebut akan di tindaklanjuti sesuai prosedur. Pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk membantu pencarian.

‎”Harapan kami hanya satu, Anwar bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga,” ujar AKBP Ikrar Potawari Jumat, (11/9/2026).

‎Hingga berita ini diturunkan, keluarga masih menunggu kabar dan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

‎(Sajidin)

Halte BRT di Tengah Jalan Picu Kemacetan, Farhan Angkat Bicara

0
Bandung@fokusjabar.id
Pembangunan halte on corridor Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah ruas jalan Kota Bandung memicu kemacetan. Kondisi itu terjadi karena halte dibangun di tengah ruas jalan dan membuat ruang lalu lintas menyempit.

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pembangunan halte on corridor Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah ruas jalan Kota Bandung memicu kemacetan. Kondisi itu terjadi karena halte di bangun di tengah ruas jalan dan membuat ruang lalu lintas menyempit.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kemacetan akibat pembangunan halte tersebut sebenarnya sudah di prediksi sejak awal.

“Hal itu sudah di duga sebelumnya. Jadi, saya sedang berkoordinasi mengenai bagaimana cara meminimalkan kemacetan agar pengerjaannya tidak menimbulkan kemacetan,” kata Farhan di Taman Puter, Kelurahan Sadang Serang, Kota Bandung Jumat (11/9/2026).

Baca Juga: Mahasiswa KKN Universitas Nurtanio Edukasi Pencegahan Perundungan di Desa Ciluncat

Menurutnya, kemacetan tersebut hanya bersifat sementara. Proses pembangunan halte di targetkan rampung maksimal dalam waktu dua minggu.

“Namun, ini hanya bersifat sementara dan pengerjaannya akan cepat. Menurut kabar, paling lama memakan waktu dua minggu. Setelah itu lalu lintas akan lancar, persis seperti yang di Jalan Jakarta,” katanya.

Salah satu halte yang menjadi sorotan berada di kawasan Cicadas, Jalan Ahmad Yani. Berbeda dengan halte di Jalan Jakarta yang di lengkapi jembatan penyeberangan orang (JPO), halte di Cicadas menggunakan pelintasan sebidang.

Lahan Terlalu Sempit

Farhan mengatakan, penggunaan pelintasan sebidang di sebabkan keterbatasan lahan untuk membangun JPO.

“Kenapa tidak di buatkan JPO? Karena lahannya terlalu sempit untuk JPO. Maka dari itu, akhirnya di buatlah perlintasan sebidang,” ucapnya.

Meski begitu, Farhan memastikan kondisi tersebut akan terus di pantau untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

“Kita akan amati terus karena saya tidak mau sampai terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Selain keselamatan, Farhan juga menyoroti akses bagi penyandang disabilitas. Desain halte dengan lantai yang tinggi di nilai berpotensi menyulitkan kelompok tersebut.

“Itu sebabnya sekarang saya sedang bolak-balik ke Jakarta terus, ke Kementerian Perhubungan dan Bappenas, untuk memastikan bahwa secara teknis ini memungkinkan dan tidak mengganggu keseharian masyarakat secara berat,” jelasnya.

Opsi Pelebaran Jalan

Terkait opsi pelebaran jalan untuk mengakomodasi halte BRT, Farhan mengatakan hal itu tidak memungkinkan karena trotoar di kawasan tersebut sudah terbangun.

“Tidak bisa, soalnya trotoarnya sudah jadi,” katanya.

Selain Cicadas, pembangunan halte on corridor BRT juga berlangsung di kawasan Stasiun Hall dan Pasar Baru. Farhan menyebut terdapat 28 halte on corridor yang dibangun di sejumlah titik di Kota Bandung.

“Total semuanya ada 28,” ujarnya.

Farhan juga mengakui sosialisasi kepada masyarakat terkait pembangunan halte BRT masih perlu diperluas. Ia meminta pihak BRT lebih masif menyampaikan informasi kepada warga.

“Saya meminta pihak BRT untuk melakukan sosialisasi lebih masif ke seluruh warga. Karena yang tahu teknis pengerjaannya adalah BRT,” ungkapnya.

Menurut Farhan, sosialisasi juga harus menyasar pengelola parkir dan pedagang yang terdampak pembangunan.

Dorong BRT Berikan Informasi

Sebagai perwakilan warga, Farhan mengaku terus mendorong pihak BRT memberikan informasi mengenai tahapan pembangunan serta rekayasa lalu lintas yang diterapkan.

“Sebagai wakil warga, tentu kita akan protes terus. ‘Pak, ini bagaimana? Kenapa kita tidak diberi tahu? Kenapa kita tidak diberi jalur alternatif?’ Nah, ini yang terus kami lakukan untuk menekan BRT agar memberikan sosialisasi yang lebih luas,” ucapnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kemacetan selama pembangunan, Dinas Perhubungan (Dishub) akan melakukan pengaturan lalu lintas di setiap titik pengerjaan.

Baca Juga: Penjualan Mobil BYD di Jabar Tembus 12 Ribu Unit

“Bagaimanapun juga kami akan mengatur sedemikian rupa. Kemacetan memang tidak terhindarkan ketika ada pengerjaan di pinggir atau tengah jalan, pasti macet,” katanya.

Farhan menambahkan, petugas akan disiapkan untuk mengatur lalu lintas sejak pagi hingga malam guna meminimalkan dampak pembangunan terhadap pengguna jalan.

“Harusnya nanti akan ada petugas di setiap titik, saya akan atur sedemikian rupa,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)