spot_imgspot_img
Selasa 13 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8130

Liburan, Made Jaga Kebugaran dengan Buang Keringat

0
ilustrasi (web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id : Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez memberikan waktu libur kepada pemainnya sekitar dua pekan, setelah melakoni laga tandang kontra PSMS Medan di Stadion Teladan, Medan, Selasa (5/6/2018).

Waktu libur yang diberikan pelatih asal Argentina ini dimanfaatkan oleh penjaga gawang Persib, I Made Wirawan untuk berlibur bersama keluarganya.

Meski begitu, penjaga gawang asal Bali ini tetap melakukan program latihan secara mandiri untuk menjaga kebugarannya. Agar pada saat kembali berlatih kondisinya tidak terlalu menurun.

“Liburan ada sama keluarga. Tapi tetap setiap harinya harus ada kegiatan, buang keringat saja. Supaya tidak drop saat kembali latihan bersama,” kata Made dikutip laman Persib.

Beberapa aktivitas yang biasa dilakukan oleh penjaga gawang bernomor punggung 78 ini yakni Jogging dan gym, dengan begitu dia berharap kondisinya tetap bugar.

“Kalau tidak jogging paling gym. Intinya cari keringat saja di sela waktu luang libur setiap harinya,” ucap Made.

(Arif)

Membaiknya Infrastruktur Jalan Picu Kelancaran Mudik

0
Waras Wasisto (web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id : Ketua Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat Waras Wasisto menilai arus mudik lebaran 2018 lebih lancar dan baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu, kata dia, biaa dilihat dari tidak terjadinya kemacetan parah di jalur mudik.

Selain itu hingga H-3 lebaran atau Selasa (12/6) pun tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang cukup serius.

“Alhamdulillah arus mudik kali ini berjalan lancar. Saya mengucapkan selamat mudik kepada warga Jawa Barat yang berlebaran di kampung halamannya masing-masing,” kata Waras di Bandung, Selasa (12/6).

Menurut dia, lancarnya arus mudik kali ini tidak lepas dari persiapan serius yang dilakukan pemerintah.

Dia menilai bahwa semua instansi baik pemerintah maupun swasta sangat mendukung kelancaran arus mudik.

Waras mengatakan, semakin membaiknya infrastruktur jalan juga membuat arus mudik berjalan lancar.

Pembangunan sejumlah ruas jalan tol baru, lanjut Waras, sangat memberikan dampak positif bagi kelancaran arus mudik.

Tidak hanya itu, Bendahara DPD PDIP Jabar itu pun menyebut bahwa lancarnya arus mudik kali ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang memperpanjang masa cuti bersama.

“Panjangnya masa cuti bersama berdampak positif bagi lancarnya arus mudik. Warga memiliki banyak pilihan waktu untuk mudik, sehingga kendaraan tidak menumpuk pada satu waktu tertentu,” jelas dia.

(LIN)

Jelang Pencoblosan, Dukungan Terus Mengalir untuk Deddy-Dedi

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jabar nomor urut 4 Deddy Mizwar kembali mendapat dukungan dari kelompok masyarakat untuk Pilgub Jabar 27 Juni mendatang.

Kali ini dukungan datang dari keluarga besar LSM Gerakan Masyarakat Bersatu (GMB), di Kampunh Bojongkoneng,
Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupateb Bandung.

Kedatangan Deddy Mizwar ke kediaman Ketua Umum GMB Nova Sofyan pun disambut meriah, Senin (11/6/2018).

Demiz mengaku senang, terlebih semakin mendekati hari pencoblosan, semakin banyak dukungan yang ditujukan untuk dirinya dan pasangan.

“Alhamdulillah, semakin mendekati hari pencoblosan, semakin membanjir dukungan. Saya lihat LSM GMB ini dengan keluarganya bisa lebih dari satu juta orang ya,” kata Demiz, usai petertemuan.

Tidak hanya LSM GMB, organisasi lain pun punya kecenderungan sama dalam menyatakan sikapnya.

Selama ini organisasi-organisasi masyarakat cenderung diam, tetapi setelah melihat perkembangan setiap pasangan calon, baru bisa memutuskan soal dukungan politiknya.

“Belakangan mereka mulai memutuskan. Kemarin di Kota Bandung ada empat organisasi yang sudah memastikan dukungan untuk Deddy-Dedi.Kemudian nanti ada organisasi Pemuda PBB (Partai Bulan Bintang) yang akan menyatakan dukungan serupa.

Dalam kesempatan itu, Demiz berpesan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya. Terlebih golput tidak akan membawa perubahan positif yang berdampak pada kehidupan masyarakat.

Demikian diungkapkan Demiz saat warga menyampaikan harapan soal pendidikan, kesehatan,kebutuhan pokok dan lapangan pekerjaan.

“Itulah kenapa gak boleh golput. Jangan apatis terhadap politik agar menghasilkan kebijakan positif bagi kehidupan masyarakat itu sendiri. Sekolah nggak mungkin gratis semua, swasta juga ada yang nggak mau nerima BOS. Namun secara bertahap mungkin pendidikan bisa gratis,” papar Demiz.

Dia menegaskan bahwa sesuai dengan sembilan program unggulan Deddy-Dedi untuk membangun Jabar 2018-2023.

Pasangan ini pun menargetkan agar tidaj ada anak dari keluarga kurang mampu tidak sekolah.

” Bunyi visi pendidikan tersebut adalah pembangunan ruang kelas baru, unit sekolah baru, peningkatan kesejahteraan guru, dan pemerataan kesempatan layanan pendidikan hingga perguruan tinggi. Jangan sampai ada anak yang tidak bisa sekolah hanya karena orangtuanya nggak mampu,” tegas Demiz.

Kaitannya dengan kesehatan, Demiz menuturkan bahwa tingkat kesehatan masyarakat ditentukan oleh kualitas lingkungan, termasuk gaya hidup dan kualitas gizi anak.

Dia meminta setiap organisasi masyarakat, termasuk LSM GMB mengawal kebijakan pemerintah terkait derajat kesehatan masyarakat.

“Meskipun sekolah gratis, tetapi anak-anak nggak mau sekolah karena gizinya tidak dipenuhi, sama aja bohong. Jadi gizi juga harus terpenuhi agar ada semangat menuntut ilmu,” kata dia.

(LIN)

OKP Brigez Ciamis Lanjutkan Berhizrah

0
(FOKUSJabar/Riza M Irfansyah)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: OKP Brigez DPW Ciamis gelar aksi amal dengan berbagi takzil. Sedikitnya 1.200 paket makanan pembuka puasa di sebar di lima titik. Yakni, lampu merah Lokasana, Tonjong, Etom, Ramona dan lampu merah Kodim, Senin (11/6/2018).

Setelah berbagi takjil, sebanyak 550 anggota Brigez se-Kabupten Ciamis berbuka puasa di Gedung Golkar bersama Calon Bupati (Cabup) Ciamis, Iing Syam Arifin.

Sekjen Brigez DPW Ciamis, Bian Lazuardi menyebut, kegiatan tersebut sebagai bentuk kreasi anggota Brigez, hijrah ke jalan yang lebih baik.

BACA JUGA:

Putri Karlina Sidak Pasar Andir Soal Stok LPG 3 Kg

” Dengan di selenggarakannya acara ini, kami mengajak pemuda-pemudi, khususnya anggota Brigez  selangkah lebih baik dan menjadi suri tauladan bagi pemuda-pemudi creatif, inovatif dan inspiratif,” ungkapnya.

Cabup Ciamis No2, Iing Syam Arifin mengapresiasi kegiatan OKP Brigez Indonesia DPW Ciamis.

“ Tentu ini kegiatan yang positif dan harus dilanjutkan. Pemuda harus produktif dan bermanfaat bagi orang lain,” kata Iing.

Iing mengucapkan terima kasih kepada OKP Brigez yang telah memberikan dukungan kepada dirinya melanjutkan pembangunan di Ciamis bersama Oih Burhanudin.

“ Mari kita sama-sama bangun Ciamis demi kemajuan dan kemasalahatan umat. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam membangun daerah,” pungkas Iing Syam Arifin.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)

Stok Gas Elpiji di Kota Bandung Hingga Lebaran Aman

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan persediaan gal elpiji untuk wilayah Kota Bandung aman hingga hari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah. Hal tersebut diungkapkan Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin usai melakukan peninjauan persediaan gas elpiji di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) Pertamina Terminal BBM Bandung Grup Ujungberung, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, beberap[a waktu lalu.

“Alhamdullilah stok (gas elpiji) aman. Produksi melebihi biasanya sehingga bisa sampai setelah Idul Fitri. Jadi persediaan bagi masyarakat aman,” ujar Solihin, Senin (11/6/2018).

Meski demikian, Solihin meminta masyarakat untuk membeli gas elpiji sesuai dengan peruntukkannya. Bagi masyarakat mampu diminta untuk menggunakan tabung gas ukuran 12 kg. Pasalnya, gas 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu.

“Bukan melarang masyarakat ekonomi mampu untuk membeli elpiji 3 kg karena itu sudah jelas dan ada labelnya bagi masyarakat miskin. Pemerintah sudah membagi-bagi berdasarkan kemampuannya,” tambahnya.

Sales Executive LPG Rayon VIII Domestik Gas, Donny Brilianto menuturkan, ada kenaikan konsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadan. Berdasarkan data, konsumsi masyarakat Kota Bandung sebanyak 88.000-93.000 tabung per hari di luar bulan suci Ramadhan. Namun pada saat Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri diprediksi mengalami peningkatan.

“Di bulan Ramadan dan menjelang lebaran, permintaan pasokan gas elpiji 3 kg mengalami kenaikan. Kita tambah 22 persen jumlah produksi dari biasanya. Meski demikian, kita pastikan persediaan aman terkendali,” ujar Donny.

Donny menambahkan, dibandingkan tahun sebelumnya, ada perubahan meski tidak signifikan. Karena tanggal libur tahun ini jauh lebih panjang, masyarakat lebih banyak menggunakan gas elpiji.

“Untuk tahun ini, kami prediksi sedikit lebih banyak karena liburnya juga lebih banyak. Tahun kemarin 20 persen kalau tahun sekarang 22 persen dari produksi 88.000 tabung per hari,” terangnya.

Terkait keluhan masyarakat mengenai tabung gas 3 kg yang dinikmati masyarakat menengah ke atas, pihaknya memberikan solusi bagi masyarakat untuk berpindah ke tabung 5,5 kg ataupun 12 kg. Hal tersebut sudah disampaikan kjepada masyarakat sejak Mei 2018 lalu.

“Caranya dengan menukarkan 2 tabung gas 3 kg kosong dengan tabung gas 5,5 kg kosong tanpa biaya. Dengan demikian, percepatan migrasi masyarakat akan lebih cepat,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

H-4 Lebaran, Lalu Lintas di Nagreg Ramai Lancar

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: H-4 Idul Fitri, jalur Nagreg, Kabupaten Bandung terpantau lancar. Tidak ada sendatan yang berarti, sebaliknya kendaraan pemudik melaju lancar dengan kecepatan rata-rata 40-60 kilometer per jam.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan bahwa hasol pantauan hingga pukul 19.25 WIB di Pos Nagreg, aru lalu lintas dari arah Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya lancar.

“Dari arah sebaliknya pun lancar. Arus lalu lintas didominasi roda dua dan empat,” kata Dedi di Bandung, Senin (11/6/2018).

Dedi mengatakan bahwa kepadatan lalu lintas hanya terjadi di beberapa titik, terutama di sejumlah pabrik di kawasan Rancaekek.

Kepadatan terjadi akibat adanya sejumlah angkutan kota (angkot) yang berhenti di sembarang tempat menunggu bubaran pekerja pabrik. Terlebih masih banyak pabrik di kawasan tersebut yang belum meliburkan karyawannya.

Kendati begitu, kemacetan bisa diatasi karena petugas banyak yang berjaga di kawasan itu. Tampak pula sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang membantu aparat kepolisian mengatur lalu lintas.

(LIN)

Pemkot Bandung Bertekad Bersihkan Moko di Jalan Diponegoro

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan akan terus menindak para pelanggar yang berjualan dengan mobil toko (moko) di sepanjang Jalan Diponegoro Kota Bandung. Berdasarkan pemantauan FOKUSJabar, sejumlah moko masih aktif berjualan di sepanjang Jalan Diponegoro Kota Bandung yang merupakan zona merah atau kawasan dilarang berjualan.

“Kita terus siagakan petugas di kawasan Diponegoro, apalagi kemacetan disana sudah padat sekali. Namun mereka kucing-kucingan, saat kami cek ke lapangan mereka tidak menjajakan dagangannya tapi pada saat kita lengah mereka kembali berjualan. Kita ingin bersihkan moko di Jalan Diponegoro karena itu melanggar,” ujar Kepala Seksi Pengaturan Transportasi Bidang Pengendalian dan Ketertiban Dishub Kota Bandung, Khairul Rijal, Senin (11/6/2018).

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya bersama tim gabungan akan terus menggencarkan penindakan pelanggaran dengan menggelar operasi. Selain melibatkan tim dari Dishub Kota Bandung, penertiban akan melibatkan Satpol PP Kota Bandung, polisi dan TNI. Selain moko, tim gabungan pun akan menindak kendaraan yang parkir di tenpat terlarang.

Rizal menduga, pedagang yang memanfaatkan mobil pribadi untuk berjualan sudah mengetahui rencana penertiban. Sehingga saat petugas ke lapangan melakukan operasi penindakan, kerap tidak ditemukan moko yang berjualan di sepanjang Jalan Diponegoro.

“Berdagang dengan menggunakan moko itu melanggar tiga poin peraturan daerah (Perda). Pertama, melanggar Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang tentang Penyelenggaraan Perhubungan dan Retribusi di Bidang Perhubungan, lalu pelanggaran zona larangan parkir di sepanjang Jalan Diponegoro, dan pelanggaran terhadap Perda Nomor 3 Tahun 2005 karena moko berjualan di zona merah atau kawasan terlarang untuk kegiatan berdagang,” terangnya.

Selain itu, para pedagang moko ini pun melanggar peruntukkan kendaraan. Pasalnya mobil pribadi digunakan untuk menjajakan dagangannya. Tak hanya itu, keberadaan moko di sepanjang Jalan Diponegoro pun menjadi salah satu penyebab kemacetan di sepanjang Jalan Diponegoro yang berdampak pada kepadatan di sepanjang Jalan Layang Pasopati.

“Kami minta mereka taat aturan sebelum kita menerapkan tindakan yang lebih tegas,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)