Kabar Billy dan Wildan Gabung Borneo Dibenarkan Fernando Soler
Tingkatkan Pelayanan, bjb Tasikmalaya Terus Berbenah
Kepala Cabang bank bjb Tasikmalaya Aan Yuhanda mengatakan bahwa setiap awal bulan, nasabah selalu mendatangi tempat pelayanan, baik di KCP, kantor kas termasuk ATM secara bersamaan. Alhasil selalu terjadi antrean di lokasi.
“Antrean itu terjadi karena setiap tanggal 1, setiap nasabah yang didominasi ASN menerima gaji, dan mendatangi bjb hanya untuk mengambil gaji, bahkan hanya mengecek saldo,” kata Aan, Rabu (4/7/2018).
Kemudian kaitannya dengan keluhan nasabah terkait gangguan hingga sering kehabisan saldo di ATM , pihaknya akan menambah layanan jaringan serta membenahi segala kekurangan.
” Kita sudah buka kantor kas Sutisna Senjaya, termasuk penambahan ATM di komplek perkantoran dan komplek Balai Kota Tasikmalaya. ATM di Sutsen dan Purbaratu. Itu semua kami lakukan untuk mendekatkan layanan dan menjawab berbagai keluhan nasabah di lapangan, ” jelas dia.
Pihaknya pun tidak berhenti memberikan dan memperbaiki layanan karena layanan itu merupakan komitmen.
BACA JUGA: Kerukunan Istri bank bjb Bagi 100 Paket Sembako
” Layanan itu kita nomor satukan, dan sampai saat ini Kantor Cabang tujuh unit KCP, enam kantor kas serta 30 mesin ATM yang tersebar di Kota Tasikmalaya dengan jumlah nasabah mencapai 23 ribu orang,” jelas Aan.
(Seda/LIN)
Persib Tunggu Pertandingan Babak 12 Besar
Media officer Irfan Suryadireja menuturkan, pihaknya menunggu kejelasan status pertandingan tersebut. Karena secara tim, Persib sudah siap dan menggelar uji coba lapangan, Rabu (4/7/2018).
Status pertandingan tersebut akan ditentukan oleh PSSI, apakah akan dijadwal ulang atau PSKC dinyatakan kalah WO.
BACA JUGA: Umuh Pastikan Febri Tak Hengkang dari Persib
“Untuk statusnya apakah ini dijadwal ulang atau gimana kita belum tahu dan itu dikembalikan kepada PSSI,” ucapnya.
Irfan menuturkan bahwa pertandingan tersebut batal digelar karena tidak mendapatkan izin dari pihak keamanan. Pasalnya, di hari yang sama bertepatan dengan penghitungan suara Pilkada 2018.
“Yang pasti karena tidak adanya izin keramaian dari kepolisian. Saya belum tahu masalah teknisnya tapi intinya karena izin dari polisi tidak ada,” jelasnya.
(Arif/LIN)
Iriawan: Kemenag Masih Belum Siap Kertajati Jadi Bandara Pemberangkatan Haji

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, M. Iriawan mengungkapkan bahwa Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) masih belum siap jika calon jemaah haji diberangkatkan dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka.
Namun, katanya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan terus berupaya agar BIJB Kertajadi bisa memberangkatkan calon jemaah haji.
“Kita selaku Pemerintah Daerah mempunyai keinginan untuk memberangkatkan calon jemaah haji dari Kertajarti,” kata Iriawan saat meninjau proses daftar ulang calon siswa baru di SMA Negeri 5 Bandung, Selasa (3/7/2018).
Dia juga mengungkapkan, seluruh pihak terkait seperti Kementerian Perhubungan (Kemenghub) dan Direktorat Imigrasi RI sudah mau membantu dan menyiapkan segala kekurangan di Bandara Kertajati.
“Kami sudah ketemu Menhub, sudah akan membantu baik kelancaran angkutan udara maupun biaya yang kurang, dari Imigrasi juga sudah siap. Ini ada yang belum siap dari Kemenag, tapi kita maksimalkan agar tetap bisa berangkat,” ujarnya.
Iriawan menjelaskan, beberapa yang menjadikan Kemenag belum siap memberikan kepastian kepada BIJB Kertajati diantaranya, belum adanya Embarkasi di wilayah Majalengka atau Indramayu.
“Sehingga jika embarkasi tidak steril, nantinya akan menjadi masalah panjang yang berakibat merusak hubungan yang sudah dirintis Kemenag dengan Pemerintah Arab Saudi. Karena berkaitan dengan kemudahan calon jemaah haji yang pergi itu akan terganggu,” ucapnya.
(Ibenk/Bam’s)
Masa Penerimaan Siswa Baru, Iriawan Imbau Orangtua Waspada

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, M. Iriawan mengimbau orangtua siswa agar tidak tergiur tawaran oknum yang mengaku dapat meloloskan calon siswa baru ke sekolah yang diinginkan dengan mudah.
Terlebih, jika oknum tersebut merupakan guru atau tenaga kependidikan dari Dinas Pendidikan setempat yang mengaku memiliki kuota kursi bagi siswa baru.
” Pada orangtua siswa percayakan rekruitmen kepada kami. Kita bekerja dengan maksimal. Kemudian jangan tergiur kepada janji-janji yang akan mencoba terus membantu anaknya supaya lolos,” ujar Iriawan saat meninjau proses daftar ulang di SMA Negeri Bandung, Selasa (3/7/2018).
Tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Jawa Barat sudah dibuka pada 4-9 Juni 2018. Selanjutnya calon peserta didik yang diterima wajib melakukan daftar ulang mulai hari Senin pada tanggal 2-4 Juli 2018, sesuai Petunjuk Teknis PPDB Tahun Pelajaran 2018/2019.
Sementara, bagi calon peserta didik yang belum diterima pada jalur non-NHUN (Nilai Hasil Ujian Nasional) dapat mendaftar kembali pada sekolah yang sama atau sekolah lain yang diminati melalui jalur NHUN pada tanggal 5-10 Juli 2018 dengan cara mendatangi sekolah yang dituju dengan membawa dokumen persyaratan yang telah ditentukan.
Iriawan memastikan, PPDB di Jabar sudah berjalan dengan lancar tanpa ada kecurangan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Dia menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi apa pun terkait dengan kecurangan PPDB.
” Kami akan terus meninjau ke beberapa sekolah dan Dinas Pendidikan di beberapa kabupaten/kota di Jabar guna memastikan kelancaran PPDB,” pungkasnya.
(Ibenk/Bam’s)







