spot_imgspot_img
Rabu 14 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Polres Tasikmalaya Klaim Tuntaskan Seluruh Laporan Orang Hilang dalam Kurang dari 24 Jam

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di balik angka statistik, ada kecemasan keluarga yang menanti kepastian. Dalam kurun dua bulan terakhir, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Tasikmalaya mencatatkan capaian luar biasa dalam menjaga keselamatan warganya.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya berhasil membongkar seluruh laporan kasus orang hilang dengan tingkat keberhasilan 100 persen. Seluruh aduan masyarakat tersebut tuntas dalam kurun waktu kurang dari 24 jam sejak penerbitan laporan resmi.

Baca Juga: Festival Sastra Langgam 2026 Hadir di Tasikmalaya, Ada Perayaan 70 Tahun Godi Suwarna

Capaian ini merupakan buah dari kesigapan personel di lapangan serta penerapan sistem penanganan terpadu yang presisi.

Kolaborasi Kunci: Kecepatan Informasi dan Koordinasi Lintas Sektor

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, menegaskan bahwa detik-detik awal setelah penerimaan laporan merupakan masa paling krusial. Kecepatan polisi bertindak sangat bergantung pada keterbukaan dan kelengkapan informasi awal dari pihak keluarga korban.

“Kunci penanganan kasus orang hilang yang paling utama adalah kecepatan dan kelengkapan informasi dari pihak keluarga, termasuk riwayat maupun latar belakang korban. Seluruh capaian ini berkat arahan dan instruksi langsung dari Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi agar anggota bergerak cepat,” tegas AKP Heru Samsul Bahri pada Rabu (14/10/2026).

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, menambahkan bahwa jaringan koordinasi lintas wilayah menjadi benteng utama dalam melacak keberadaan para korban.

“Kami tidak ragu berkoordinasi dengan stakeholder terkait maupun satuan di tingkat polda. Melalui tindakan yang cepat dan tepat, keselamatan para korban dapat diprioritaskan,” ungkap Aiptu Josner.

Tiga Dinamika Kasus Menonjol: Jejak Digital Hingga Drama Rekayasa

Selama dua bulan belakangan, dinamika laporan orang hilang yang masuk ke Polres Tasikmalaya menyuguhkan ragam latar belakang unik:

1. Pelacakan Remaja Bantarkalong Hingga Lantai 33 Apartemen PIK 2

Kasus pertama melibatkan DL (16), remaja perempuan asal Kampung Simpang, Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong. DL menghilang sejak Jumat (2/10/2026) usai berpamitan membeli makanan.

Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya bergerak cepat berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya hingga menemukan jejak korban. Pada Minggu (12/10/2026) dini hari pukul 00.30 WIB, petugas menemukan DL dalam kondisi selamat di lantai 33 Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang, Banten. Polisi kini menempatkan korban di safe house untuk pendampingan psikologis.

2. Terjerat Game Online Mobile Legends dan Pinjol

Kasus kedua menimpa CM (23), mahasiswi asal Kampung Cinerang, Desa Taraju, yang menghilang usai pamit mengerjakan skripsi.

Penyelidikan mendalam mengarahkan petugas hingga ke Lampung. Tim menemukan korban di sebuah hotel bersama pria berinisial JCP (31), tenaga honorer asal Rajabasa, Bandar Lampung. Keduanya saling mengenal melalui gim Mobile Legends.

Pelaku berpura-pura lajang dan menjanjikan pernikahan, lalu memanfaatkan data identitas korban untuk menguras pinjaman online (pinjol). Polisi kini menjerat JCP dengan Pasal 454 dan/atau Pasal 450 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

3. Rekayasa Penyekapan Akibat Konflik Rumah Tangga

Drama paling menyita perhatian datang dari TS (38), ibu rumah tangga warga Kecamatan Salopa. Sempat menghilang lima hari, TS memicu kepanikan keluarga usai mengirim pesan rekayasa kepada suaminya. Ia mengaku menjadi korban penculikan dan penyekapan di Bekasi.

Analisis jejak digital melalui log masuk akun Facebook mengarahkan petugas ke sebuah kontrakan di Sumedang pada Rabu (26/8/2026). TS akhirnya mengakui bahwa klaim penyekapan tersebut murni rekayasa untuk menghindari suami usai terlibat perselisihan rumah tangga. Polisi memulangkan TS usai pemeriksaan kesehatan demi penyelesaian konflik secara kekeluargaan.

Komitmen Perlindungan Tanpa Kompromi

Tingkat keberhasilan 100 persen dalam waktu kurang dari 24 jam ini menegaskan komitmen kuat Polres Tasikmalaya dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Sinergi antara analisis data, teknologi pelacakan digital, dan kolaborasi cepat lintas wilayah menjadi kunci utama penegakan hukum yang responsif dan humanis di wilayah hukum Polres Tasikmalaya.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru