spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8031

Lima Daerah Siap Bersaing di Cabor Softball Porda XIII Jabar Tahun 2018

0
Ilustrasi
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Setelah dipastikan dipertandingkan pada perhelatan Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat tahun 2018 di Kabupaten Bogor, Cabang Olahraga (Cabor) Softball akan diikuti lima tim putra dan empat tim putri.
Kelima tim putra dan empat tim putri tersebut berdasarkan hasil dari babak kualifikasi yang digelar Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Baseball Softball Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi) Jabar.
Sekretaris Umum Pengprov Perbasi Jabar, Arfan Julianto menuturkan, dipertandingkannya cabang olahraga softball di Porda XIII Jabar menjadi salah satu upaya pihaknya untuk meningkatkan prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2020 di Papua. Pasalnya, pada PON XIX tahun 2018, softball Jabar gagal mendulang medali.
‎”Untuk softball di PON XIX, gagal sumbang medali sedangkan cabang olahraga baseball meraih medali perunggu. Ini jadi salah satu evaluasi kepengurusan yang baru di Perbasasi Jabar untuk bisa berprestasi di PON XX. Salah satunya dengan memperbanyak kompetisi untuk mengasah kemampuan atlet,” ujar Arfan saat ditemui di lapangan softball Lodaya, Jalan Lodaya Kota Bandung, Minggu (29/7/2018).
Kelima tim putra dan empat tim putri yang akan berlaga di Porda XIII Jabar, berasal dari lima kota/kabupaten. Yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cirebon, Kota Bogor, dan tuan rumah Kabupaten Bogor. Hanya Kota Cirebon yang gagal menempatkan wakilnya di cabang olahraga softball putri.
“Dengan keikutsertaan lima ‎daerah, ini sudah sangat bagus bagi kita. Olahraga softball maupun baseball sendiri belum terlalu populer di masyarakat. Karena itu, kita terusa berupaya menggelar kompetisi dan salah satunya dengan dipertandingkan di Porda XIII Jabar tahun 2018 ini,” tuturnya.
‎Pada Porda XIII Jabar di Kabupaten Bogor, pertandingan cabang olahraga softball akan menggunakan sistem setengah kompetisi. Untuk babak selanjutnya, akan diterapkan sistem page system seperti layaknya di pertandingan softball atau baseball.
“Untuk venue sendiri, kita akan memiliki dua opsi. Yakni di lapangan softball di kawasan Sentul atau‎ di kawasan kampus IPB,” tambahnya.
Sedangkan untuk cabang olahraga baseball, pihaknya mencari kompetisi pengganti karena tidak dipertandingkan di Porda XIII Jabar. Salah satunya turnamen baseball ‘Piala Gubernur Jabar 2018’ yang sudah digelar pekan lalu di lapangan baseball SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik Kota Bandung.
“Bahkan untuk baseball, kita sudah menggelar seleksi untuk persiapan Pelatda PON XX Jabar jangka panjang selama 3 sampai 4 tahun. ‎Semoga saja dengan upaya sejak dini mempersiapkan atlet, prestasi baseball maupun softball Jabar di PON XX bisa meningkat dan meraih medali emas,” tegasnya.
(ageng/bam’s)

Kartu GPN Berikan Kemudahan Non Tunai

0
kartu GPN
Foto Seda

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: BI Perwakilan Tasikmalaya bersama unsur perbankan lainnya se-Tasikmalaya bersama-sama melakukan kick off gerakan kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di area parkir pusat perbelanjaan Plaza Asia Tasikmalaya, Minggu (29/7/2018).

Kampanye GPN berlangsung meriah di hadiri Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, Kepala BI Perwakilan Tasikmalaya, Heru Saptaji serta para Kepala Perbankan se-Tasikmalaya.

BACA JUGA:

CV Graha Kiara Sari Bantah Wanprestasi Investasi MBG di Sukarame Garut

Kampanye tersebut dalam rangka mensosialisasikan kepada masyarakat luas untuk menikmati keuntungan kartu ATM/Debit berlogo GPN. Masyarakat di minta segera mengganti kartu ATM lamanya ke ATM berlogo GPN.

Kepala BI Perwakilan Tasikmalaya, Heru Saptaji mengatakan, nasabah bank agar melakukan penukaran kartunya ke bank bersangkutan untuk di ganti kartu ATM yang telah berlogo GPN.

” Mulai hari ini, nasabah bank sudah bisa melakukan penukaran kartu ATM. Syaratnya, menunjukkan Buku Tabungan dan KTP. Ini sangat perlu, mengingat lebih efisiennya penggunaannya,” ungkap Heru.

Menggunakan kartu berlogo GPN, nasabah bank akan mendapatkan kemudahan dalam melakukan berbagai jenis transaksi pembayaran pada seluruh kanal pembayaran yang tersedia. Dengan begitu, meningkatkan efisiensi waktu dan biaya.

” Pengguna kartu ATM berlogo GPN akan lebih nyaman karena semua data lebih terjaga. Sehingga tidak perlu khawatir terhadap penyalahgunaan data oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Selain itu, biaya administrasi lebih murah dan efisien tanpa dikenakan biaya lisensi logo,” pungkasnya. 

(Seda/Bam’s)

Hanna Juara Djarum Sirnas Premier 2018

0
Djarum
Foto Seda

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Harapan pebulutangkis tunggal dewasa putri, Hanna Ramadini dari PB. Mutiara Cardinal Bandung juara di tanah kelahirannya, Tasikmalaya akhirnya terwujud.

Gadis yang dilahirkan di Kota Santri ini, keluar sebagai juara event Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Premier Li Ning Jawa Barat Open 2018.

BACA JUGA:

CV Graha Kiara Sari Bantah Wanprestasi Investasi MBG di Sukarame Garut

Dalam partai final, Hanna berhasil menundukan rival terberatnya, Asty Dwi Widyaningrum melalui pertarungan sengit tiga set, 19-21, 21-13, 21-18 di GOR Susi Susanti, Sabtu (28/7/2018) malam. Laga tersebut berlangsung selama 60 menit 42 detik.

“Alhamdulillah, akhirnya bisa juara di kota kelahiran, Tasikmalaya. Saya sangat bangga bisa bertanding dan juara di GOR Susi Susanti yang banyak menyimpan kenangan serta sejarah semasa kecil dulu,” kata Hanna, Minggu (29/7/2018).

Hanna mengaku, pada game pertama dirinya kurang tenang dan harus menyerah dari lawan. Namun, berkat modal semangat dan fokus serta berani tampil menyerang, akhirnya berhasil memenangkan game kedua dan ketiga.

Menurutnya, lawan tanding yang bertemu di babak final merupakan pemain unggulan sehingga dirinya sedikit kesulitan mengimbangi ritme permainannya.

” Dia bisa merusak pola permainan saya di game pertama. Masuk game kedua dan ketiga, saya berinisiatif tampil menyerang,” sebut Hanna.

Gelar juara Djarum Sirnas seri ketiga ini sambung mantan pemain Pelatnas Cipayung ini, dia persembahkan untuk ayahanda tercintanya, Wawan Setiawan.

“ Gelar juara ini saya persembahkan untuk Ayah yang selalu mengantar saat berlatih. Terima kasih Ayah dan kepada semua yang telah mendukung selama saya bertanding. Doa dan dukungan Ibu, keluarga, kerabat dan masyarakat Tasikmalaya menjadi salah satu kunci kemenangan saya,” pungkas Hanna.

(Seda/Bam’s) 

Pengusaha Ini Dipercaya PPP Maju di Pileg

0
pengusaha
Tuti Budiawati

GARUT, FOKUSJabar.id: Pengusaha Tuti Budiawati, wanita asli kelahiran Cidadap, Desa Tanggulun, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, 21 Desember 1981 lalu di percaya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nyalon Legislatif (Nyaleg) DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar XI (Kabupaten Garut dan Kabupaten/Kota Tasikmalaya).

Kepercayaan Partai berlambang Ka’bah pada dirinya bukan tanpa alasan. Selain memiliki segudang pengalaman dalam berbagai organisasi, dia juga sebagai Direktur PT Yuti Sagita Mandiri, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang design interior.

BACA JUGA:

Viral Temuan Capcay Basi, Dapur SPPG Banjarhara Pangandaran Belum Kantongi SLHS

Terlebih, Tuti Budiawati  di minta warga Kota Intan, khususnya masyarakat Dapil 2 yang meliputi Kecamatan Kadungora, Leles, Cibiuk, Leuwigoong, Cibatu, Balubur Limbangan, Selaawi, Kersamanah dan Kecamatan Malangbong untuk ikut bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Seiring tumbuhnya kepercayaan publik Garut dan PPP terhadap dirinya, membuat pengusaha yang sudah 18 tahun menggeluti bidang properti ini semakin mantap terjun ke panggung politik.

Tak hanya itu, perempuan cantik dan murah senyum ini mendapat amanat dari kedua orang tuanya agar selalu peduli kepada sesama.

Politik sambung dia merupakan salah satu jembatan untuk peduli sekaligus menyejahterakan masyarakat.

“ Sebagai anak yang berbakti, tentunya saya harus menjalankan amanat yang di berikan orangtua. Terlebih, sudah keinginan saya mendarmabaktikan kehidupan demi menyejahterakan rakyat. Ini sudah pilihan saya terjun ke dunia politik,” ungkap Tuti Budiawati, Minggu (29/7/2018).

Menurut Tuti, awalnya dia mencalonkan diri untuk DPRD Garut Dapil 2. Namun, para petinggi PPP, Wantimpres, Suharso Monoarfa dan Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy mengharuskan dirinya menjadi Caleg DPR-RI Dapil Jabar XI.

“ Alhamdulillah, saya mendapat kepercayaan dari para petinggi partai. Untuk itu, saya minta doa dan dukungannya dari masyarakat Dapil Jabar XI. Khususnya warga Kabupaten Garut untuk melangkah ke Senayan. Saya siap mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pungkas Tuti.

(Bam’s)

Pinjamkan Pemain ke Tim Lain, Ini Alasan Pelatih Persib

0
Gomez
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung meminjamkan dua pemainnya, Gian Zola dan Imam Arief Fadillah ke tim peserta Liga 1 2018. Yakni ke Persela Lamongan dan PSM Makassar.
Pelatih Persib, Mario Gomez membeberkan alasannya, kedua pemainnya jarang mendapatkan kesempatan bermain di Persib Bandung.
” Karena politik kita terkadang beberapa pemain tidak bisa bermain dan keterbatasan jumlah pemain yang harus tampil. Mereka dipinjamkan untuk menambah jam terbang bermain,” kata Gomez.
Gomez menambahkan, durasi peminjaman pemain tersebut sekitar enam bulan hingga satu tahun. Harapannya, mereka mendapatkan menit bermain lebih banyak dan permaianannya semakin matang.
“Kami lebih memilih meminjamkan pemain ke tim lain mungkin enam bulan sampai satu tahun. Setelah bisa berkembang mereka bisa kembali ke Persib. Jika mereka tidak bisa bermain di sini, saya berikan kesempatan untuk bermain di tim lain. Tapi ini demi Persib,” tegasnya.
(Arif/Bam’s) 

‎Persib Jadi Juara Paruh Musim

0
persib
ilustrasi (web)
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung menjadi juara paruh musim kompetisi Liga 1 2018 setelah mengoleksi 29 poin dari 17 pertandingan yang sudah dilakoninya pada putaran pertama.
Pelatih Persib, Mario Gomez menuturkan, hasil tersebut sesuai dengan targetnya. Meski begitu, perjalanan tim Maung Bandung di kompetisi Liga 1 2018 masih panjang, karena liga baru berjalan setengah musim.
“Ekspektasi kita adalah melanjutkan tren positif dan terus berkembang ini baru setengah musim,” kata Gomez.
Pelatih asal Argentina ini menambahkan, setelah putaran pertama, tim kebanggaan Bobotoh harus bekerja lebih keras lagi. Pasalnya, persaingan di putaran kedua akan semakin berat dan tim peserta lainnya pasti sudah mempersiapkan diri dengan matang.
“Kami perlu lebih bekerja keras lagi. Kami sedang berada di jalan baik, kami harus meningkat dan berkembang,” tegasnya.
(Arif/Bam’s) 

Masuk Musim Kemarau, Legislator NasDem Ini Imbau Warga Waspadai Scabies

0
Yusep Mulyana, (FOKUSJabar/Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Kudis (scabies) merupakan salah satu jenis penyakit kulit menular yang disebabkan oleh penyusupan tungau kecil ke dalam lapisan kulit luar.

Tungau Sarcoptes scabiei senang bersarang di lapisan kulit manusia. Tungau menggali terowongan dan bertelur di dalam kulit sehingga penderitanya merasa gatal dan kemerahan.

BACA JUGA:

Ormas GAS Dukung Langkah Wakil Bupati Garut Bongkar Pungli

Penyakit ini mudah menular. Baik dari manusia ke manusia maupun dari hewan ke manusia. Begitupun sebaliknya. Penyebarannya dapat secara langsung melalui sentuhan langsung dengan penderita maupun secara tak langsung melalui baju, seprai, handuk, bantal, air, atau sisir yang pernah digunakan penderita.

Oleh karena itu, anggota Komisi D DPRD Garut dari Partai NasDem, Yusep Mulyana mengimbau agar masyarakat agar tetap waspada. Caranya melalui pola hidup bersih.

” Masyarakat harus membiasakan pola hidup bersih,” kata Yusep kepada FOKUSJabar.id, Minggu (29/7/2018).

Menurut Yusep, Scabies akan menjangkit kepada masyarakat yang mengonsumsi air yang tidak layak atau biasa menggunakan air sungai dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

” Scabies muncul akibat mengonsumsi air yang tidak sehat,” imbuhnya.

Memasuki musim kemarau panjang ini, dia berjanji segera meminta Pemerintah Daerah (Pemda) memasok air bersih kepada seluruh pelosok pedesaan yang dinilai rawan air bersih saat musim kemarau.

Semisal wilayah Kecamatan Cibatu dan Sukawening. Saban musim kemarau, warga di kedua daerah tersebut kerap kesulitan mendapatkan air bersih.

” Cibatu dan Sukawening harus jadi perhatian serius pemerintah jelang musim kemarau,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)