spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8025

Tak Jadi Gubernur, Kegiatan Sosial Aher Tetap Padat

0
penghapusan imb Pon 2016 fokusjabar.id
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ahmad Heryawan (Aher) mengaku masih menjalani aktivitas padat, seperti saat bertugas sebagai Gubernur Jawa Barat (Jabar), bedanya tanpa pengawalan protokoler, maupun sekretaris dan ajudan pribadi.

“Saya pikir setelah berhenti menjadi gubernur kegiatan saya akan berkurang, ternyata tidak,” kata Aher di Unpad Bandung, Selasa (31/7/2018).

Waktu menjadi Gubernur Jabar, ungkap Aher, kegiatan terbagi menjadi dua, sosial dan pemerintahan. Dia mengambil jadwal setengah kegiatan sosial dan pemerintahan. Tapi sekarang, katanya, semuanya kegiatan sosial.

“Sekarang kan rata-rata kegiatan sosial yang ada. Kita ambil seluruhnya, ternyata ya cukup menyibukkan juga disamping juga kegiatan-kegiatan kemandirian seperti di rumah,” ujarnya.

Aher juga bercerita tentang susahnya pindahan dari Gedung Pakuan ke rumah kontrakannya. Waktu itu, ungkap Aher, saat pindahan suasana menjelang lebaran, sehingga pindahan dari rumah dinas ke rumah kontrakan tanpa dibantu oleh asisten rumah tangga (pembantu).

“Ini suasananya unik sekali, karena waktu itu mau lebaran, pindah rumah dari rumah dinas ke rumah pribadi tapi belum jadi, akhirnya cari kontrakan. Pada posisi mau lebaran pembantu-pembantu kita pada pulang kan ya. Kemudian rumah pindah kan kelihatan, uh, betapa dahsyatnya. Di situ kita kembali menjadi manusia seperti apa adanya,” ungkap Aher.

Bahkan, kata dia, setelah selesai bertugas sebagai Gubernur Jabar dua periode (2008-2013 dan 2013-2018) dirinya mencuci pakaian dan masak sendiri.

“Nggak percaya kan kalau saya nyuci. Ada yang pakai mesin cuci, ada juga manual (pakaian) yang kecil-kecil. Pokoknya waktu itu masak mudah. Kalau urusan masak saya paling jago, masak yang tidak terlalu lembek, tidak terlalu keras saya jagoan,” pungkasnya.

Dia juga mengungkapkan, pada tahun 2019 mendatang, jika tidak masuk bursa calon presiden dan calon wakil presiden (capres/cawapres) dia akan mencalonkan diri menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) dari Partai Keadilan Sejagtera (PKS) untuk daerah pilihan (Dapil) 2, Bandung dan Bandung Barat.

(Ibenk/LIN)

Puluhan Pengguna Narkoba Rawat Jalan, Wali Kota Tasikmalaya Nyatakan Perang

0
Peran serta masyarakat untuk memutus rantai peredaran narkoba (fokusjabar-seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Kota Tasikmalaya yang dikenal religius menjadi sasaran para bandar dan pengedar Narkoba. Peredarannya, sudah merambah ke berbagai kalangan. Mulai dari orang dewasa hingga pelajar dan mahasiswa.

Karenanya, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya harus bekerja ekstra membendung dan memutus mata rantai peredarannya.

Berdasarkan data dari BNN Kota Tasikmalaya, hingga pertengahan 2018, BNN berhasil menangkap puluhan orang yang positif sebagai pemakai barang haram tersebut.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Tasikmalaya, Giman Sugyaman menegaskan, narkoba merupakan musuh kita semua. Oleh karenanya, seluruh elemen masyarakat harus berperan penting untuk melawan sekaligus mencegah peredaran dan penggunaan narkoba.

” Kami terus gencar melakukan gerakan-gerakan untuk memutus rantai peredaran narkoba. Salah satunya, menangkap para pelaku dan pemakainnya,” ungkap Giman saat acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Aula Balekota Tasikmalaya, Selasa (31/7/2018).

Menurutnya, para pemakai maupun pengedar narkoba susah dikenali. Terlebih, keterbatasan personel di lapangan. Untuk itu, dibutuhkan peran aktif dari masyarakat dengan melaporkan ke BNN jika mengetahui ada barang-barang yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal dan lingkungan sekitar.

” Sampai pertengahan tahun 2018, sedikitnya 30 orang yang terlibat narkoba telah kami tangkap. Mereka sudah menjalani rawat jalan. Setiap minggu, wajib dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter BNN Kota Tasikmalaya,” terangnya.

Dia mensinyalir bahwa pengguna narkoba masih banyak yang berkeliaran karena belum terendus jejaknya.

” Kami tidak akan berhenti melakukan berbagai upaya pencegahan agar peredaran dan penggunaan narkoba di Kota Santri dengan membentuk Satgas Narkoba di tingkat Kelurahan, Dengan begitu, Kota Tasikmalaya bebas narkoba dan tidak lagi dijadikan tempat peredaran Narkoba,” tegas Giman.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman tak menampiknya bahawa pola peredaran narkoba sudah masif dan terstruktur. Karenanya butuh peran dari semua pihak untuk perang melawan narkoba.

” Narkoba adalah kejahatan luar biasa yang akan menghancurkan dan menghabiskan generasi muda. Secara otomatis menghancurkan masa depan bangsa. Mari kita bersatu memerangi narkoba,” ajak Wali Kota.

Wali Kota menambahkan, peredaran narkoba dilakukan melalui berbagai penjuru dan dengan cara-cara tertentu.

” Mereka masuk melalui dunia hiburan, olahraga, sekolah, pelajar, seni budaya dan berbagai  kelompok masyarakat dengan pola yang masif,” pungkasnya.

(Seda/Bam’s)

Krisis Air Bersih, Polres Ciamis Bantu Warganya

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Polres Ciamis bekerjasama dengan BPBD dan PDAM Kabupaten Ciamis memberikan bantuan air bersih pada warga Dusun Sukaharja, Desa Petirhilir, Kecamatan Baregbeg, Selasa (31/7/2018).

Dusun Sukaharja merupakan daerah krisis air bersih saat musim kemarau tiba.

Menurut Kapolres Ciamis, AKBP. Bismo Teguh Prakoso, pemberian bantuan air bersih tersebut sebagai bentuk kepedulian polisi kepada warga.

” Hari ini, kami salurkan air bersih di Dusun Sukaharja Desa Petirhilir,” katanya.

Senin (30/7/2018) kemarin, pihaknya telah memberikan bantuan air bersih di Kecamatan Pamarican.

” Daerah itu memang sangat membutuhkan air bersih,” ucapnya.

Bismo berjanji, pihaknya juga akan membantu masayakat yang membutuhkan air bersih.

” Bantuan ini akan kami lakukan tidak berbatas waktu dan daerah. Semuanya akan mendapatkannya,” ujar Bismo.

Ketua RW02 Dusun Sukaharja, Ucen mengucapkan terimakasih kepada Polres Ciamis yang telah memberi bantuan air bersih. Selama ini lanjut dia, untuk memenuhi kebutuhan air, warga mengambilnya dari sungai yang jarak tempuhnya cukup jauh.

“Atas nama warga, kami ucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diberikan Polres Ciamis. Bantuan pasokan air bersih ini sangat membantu sekali,” singkat Ucen.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Polres Ciamis Amankan Lima Penjual Miras dari Pangandaran

0
ilustrasi (web)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Polres Ciamis berhasil mengamankan 5 penjual miras dari wilayah hukum Polsek Pangandaran. Bersama penjual polisi juga menyita  barang bukti puluhan botol miras dari berbagai merk.

Inilah miras yang disita tersebut: 63 botol Kilin, 8 botol Arak Merah, 4 botol arak berukuran kecil, 2 arak hitam, 1 botol Gilbey dan 1 botol merk Chaptain Morgan.

“Semua miras itu hasil  oprasi pekat yang dilaksanakan di wilayah hukum Polsek Pangandaran jajaran kami telah amankan 5 orang yang menjual miras,” kata Kapolres Ciamis AKBP. Bismo Teguh Prakoso. Selasa (31/7/2018).

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

Bismo mengatakan, kelima orang yang kedapatan menjual Miras tersebut berhasil dijaring saat Polisi menggelar oprasi Pekat

“Yang menjadi sasaran oprasi kami kali ini yaitu peredaran gelap narkotik, penjualan Miras dan pekat,” ucapnya.

Bismo melanjutkan, adapun hasil oprasi yang berhasil disita dari penjual miras tersebut ada 63 botol Kilin, 8 botol Arak Merah, 4 botol arak berukuran kecil, 2 arak hitam, 1 botol Gilbey dan 1 botol merk Chaptain Morgan.

“Semua barang haram itu sudah kami sita untuk dimusnahkan setelah proses hukum terhadap penjualnya mempunyai ketetapan hukum,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/DAR)

Pelatih PS TIRA Kecewa dengan Wasit 

0
Pelatih PS TIRA, Nil Maizar (Foto Web)
BANTUL, FOKUSJabar.id : PS TIRA harus mengakui keunggulan tim tamu Persib Bandung dengan skor 2-3 pada laga pekan ke-18 kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (30/7/2018).
Pelatih PS TIRA, Nil Maizar menilai, pertandingan tersebut berlangsung ketat dan sangat enak untuk disakikan oleh pecinta sepakbola. Namun, keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Persib di menit injury time membuatnya merasa dirugikan.
” Pertandingan menarik dan enak ditonton. Persib sama PS TIRA jual beli serangan, cuma saya sedikit keputusan wasit menit 93 penalti. Itu saya katakan sama pemain tak pantas untuk dikasih sama PS TIRA,” katanya.
Nil Maizar berharap, kejadian serupa tidak kembali terulang, karena hal tersebut sangat merugikan dan bisa merusak sepakbola Indonesia. Sehingga, pihaknya meminta adanya ketegasan dari operator dan PSSI terkait kinerja wasit.
“Kalau begini sepak bola kita ya kasihan anak-anak muda, PS TIRA itukan rata-rata umur 21 tahun semua dihancurkan dengan kelakuan wasit.  Dia harus diam, tadi saya tanya saya belum lihat videonya, nanti saya lihat videonya,” ungkapnya.
(Arif/Bam’s) 

Kalahkan PS TIRA, Skuad Persib dapat Bonus 

0
manajer Persib Umuh Muchtar. (foto web)
BANTUL, FOKUSJabar.id : Persib kembali meraih kemenangan pada pertandingan tandang kompetisi Liga 1 2018. Kali ini tim Maung Bandung menaklukkan PS TIRA 3-2 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (30/7/2018) malam kemarin.
Manajer Persib, Umuh muchtar mengaku kondisinya belum bugar. Meski begitu, dia memksakan diri untuk hadir langsung mendampingi skuad Maung Bandung.
” Saya sedikit sakit dan baru datang. Tapi harus mendukung mereka,” kata Umuh.
Kemenangan yang diraih Persib pada pertandingan tersebut membuat tim Maung Bandung tetap berada di puncak klasemen. Sebagai bentuk apresiasi, Umuh juga memberikan bonus kepada tim kebanggaan Bobotoh. Harapannya, performa mereka tetap terjaga.
“Saya sudah janji memberikan bonus kepada mereka makanya saya datang lah,” jelasnya.
(Arif/Bam’s) 

Patrich Cetak Dua Gol, Pelatih Persib Nilai Positif

0
BANTUL, FOKUSJabar.id : Persib Bandung tidak diperkuat beberapa pemain andalannya pada laga perdana putaran kedua Liga 1 2018 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (30/7/2018).
Pada laga yang dimenangkan Persib dengan skor 3-2 ini, tim kebanggaan Bobotoh tidak diperkuat oleh Ezehciel Ndouassel, Bojan Malisic, Hariono dan Febri Hariyadi.
Meski begitu, menurut pelatih Persib Mario Gomez, pemain yang diberikan kepercayaan tampil dipertandingan tersebut bisa menjawab kepercayaannya dengan bermain maksimal.
“Pemain lokal bermain sangat baik dan percaya diri. Komunikasi antar pemain bagus, Mereka fight,” tegas Gomez.
Dua dari tiga gol Persib pada laga tersebut dicetak pemain anyar, Patrich Wanggai. Menurut Gomez, performa Wanggai cukup bagus dan bisa menampilkan kualitasnya sebagai striker tajam.
“Supardi, Patrich bermain bagus. Meski tanpa Eze pemain lokal juga bagus. Patrich bermain bagus,” jelasnya.
(Arif/Bam’s)