spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8024

Kota Bandung Pimpin Klasemen Sementara Raihan Medali Popda XII Jabar Tahun 2018

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kontingen Kota Bandung langsung memimpin dalam perolehan medali sementara Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Jawa Barat tahun 2018 di hari ketiga pelaksanaan, Selasa (31/7/2018). Hingga pukul 19.00 WIB, Kota Bandung sudah mengoleksi 18 medali emas, 14 medali perak, dan 19 medali perunggu.

Kabupaten Bandung Barat menguntit Kota Bandung di posisi runner up dengan raihan 7 medali emas, 9 medali perak, dan 8 medali perunggu. Sementara peringkat tiga ‎dihuni Kabupaten Bandung dengan raihan 5 medali emas, 9 medali perak, dan 10 medali perunggu.

Komandan Kontingen Popda XII Kota Bandung, Komarudin mengaku sangat bersyukur dengan raihan para atlet pelajar Kota Bandung hingga hari ketiga pelaksanaan multieven olahraga tingkat pelajar se-Jabar ini. Perjuangan para atlet, pelatih dan ofisial di setiap cabang olahraga menjadikan Kota Bandung sebagai pimpinan klasemen sementara Popda XII Jabar tahun 2018.

“Ini patut kita apresiasi, meski tetap mewaspadai kebangkitan dari kontingen lain. Keberhasilan ini semoga bisa terus bertahan hingga Popda XII Jabar selesai dan Kota Bandung tampil sebagai juara umum,” ujar Komarudin saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (31/7/2018).

Keberhasilan Kota Bandung menjadi pemuncak klasemen sementara, lanjutnya, tidak terlepas dari sumbangsih beberapa cabang olahraga yang sudah menyelesaikan pertandingan dan atau babak final di beberapa nomor. Yakni cabang olahraga Tarung Derajat yang sudah menyelesaikan pertandingan dengan manasbihkan Kota Bandung sebagai juara umum dengan raihan 6 medali emas, 3 medali perak dan 6 medali perunggu.

Lalu dari cabang olahraga renang yang sudah menyelesaikan pertandingan di 12 nomor dimana Kota Bandung berhasil meraih 8 medali emas, 3 medali perak dan 3 medali perunggu. Kemudian di cabang olahraga Atletik yang sudah mengelar 11 nomorpertandingan dan Kota Bandung pun menyabet 2 medali emas, 3 medali perak dan 4 medali perunggu.

“Untuk dua medali emas lainnya, disumbangkan dari cabang olahraga karate dan senam. Untuk karate disumbangkan dari nomor kata perorangan putri dan cabang olahraga senam dari nomor beregu artistik putri,” terangnya.

Komarudin yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Bandung ‎menambahkan, peluang Kota Bandung untuk menambah medali emas masih terbuka lebar. Pasalnya, beberapa cabang olahraga yang menjadi andalan Kota Bandung masih belum memasuki babak final dan memperebutkan medali emas.

“Seperti di Taekwondo yang baru memulai pertandingan pada hari esok hari, Rabu (1/8/2018). Lalu di renang yang masih ada peluang kita menambah medali emas, dan juga di beberapa cabang olahraga lain,” tegasnya.

Hingga Selasa (31/7/2018) pukul 19.00 WIB, sebanyak 69 medali emas, 69 medali perak dan 97 medali perunggu sudah disebar dari total 284 medali emas, 284 medali perak, dan 420 medali perunggu. Dari total 27 kota/kabupaten peserta Popda XII Jabar, hampir semua kontingen sudah meraih medali, baik emas, perak maupun perunggu, kecuali Kabupaten Pangandaran.

(ageng)

Dominasi Kota Bandung di Popda XII Jabar Berlanjut di Cabor Renang

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kota Bandung berhasil mendominasi raihan medali di cabang olahraga renang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Jabar tahun 2018 pada hari pertama, Selasa (31/7/2018). Dari 12 nomor yang dipertandingkan di babak final, Kota Bandung berhasil meraih delapan medali emas ‎pada laga yang digelar di kolam renang Prestasi KONI Jabar, komplek olahraga Pajajaran, Jalan Pajajaran Kota Bandung.

Kota Bandung mengawali dominasi di kolam renang prestasi KONI Jabar, setelah mengawinkan medali emas di nomor 400 meter gaya bebas. Di kelompok putra, medali emas diraih Rashief Amila Yaqin dengan catatan waktu 4 menit 16.34 detik. Sedangkan di kelompok putri, medali emas diraih perenang Kota Bandung, Prada Hanan Farmandini yang mencatatkan waktu tercepat 4 menit 34:44 detik.

Pada laga final berikutnya yakn‎I di nomor 50 meter gaya punggung, perenang Kota Bandung, Farrel Armandio Tangkas secara mengejutkan mencatatkan waktu terbaik 27.88 detik mengalahkan perenang Kabupaten Bogor, Azel Zelmi yang mencatatkan waktu 28.20 detik.

‎Setelah gagal meraih medali emas di nomor 50 meter gaya bebas yang diraih perenang asal Garut, Hazkia Yunaira dengan catatan waktu 33.12 detik dan nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra yang diraih Azel Zelmi (Kabupaten Bogor), Kota Bandung kembali mendulang medali emas di nomor 100 meter gaya kupu-kupu‎ putri. Yakni atas nama Adinda Kusuma Ningrum yang mencatatkan waktu 1 menit 04.73 detik mengalahkan perenang KBB, Elza Nurul Septiaanty yang mencatatkan waktu 1 menit 09.44 detik.

‎Kota Bandung pun kembali mengawinkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas di hari pertama, Selasa (31/7/2018). Untuk kelompok putra, disumbangkan Rashief Amila Yaqin ‎mengalahkan rekannya, Ernest Fabian Wijaya dan kelompok putri melalui Prada Hanan Farmandini usai mengalahkan perenang Kabupaten Subang, Virgin Silvia Natan.

‎Sedangkan dua medali emas terakhir Kota Bandung yakni dari nomor estafet 4×100 meter gaya bebas putra dan putri. Di kelompok putra, Kota Bandung meraih medali emas usai mengalahkan kuartet Kota Cirebon dan Kabupaten Bogor yang menempati posisi tiga. Dan di kelompok putri, kuartet perenang Kota Bandung mengalahkan kuartet perenang dari

Pelatih Renang Popda XII Kota Bandung, Aam Nuryaman‎ menuturkan, hasil raihan medali pada hari pertama sudah sesuai dengan prediksi awal. Perenang Kota Bandung mampu memperlihatkan performa yang maksimal dan meraih medali emas sesuai dengan estimasi awal pihaknya.

“Untuk target, kita berharap bisa mengulang sukses Popda XI tahun 2016 lalu di Kabupaten Bogor saat kita meraih juara umum dengan raihan medali emas sekitar 20 keping. Dan untuk Popda XII Jabar tahun 2018 ini, kita pun menargetkan minimal 20 medali emas dari total 38 nomor yang dipertandingkan,” tegas Aam saat ditemui di sela-sela laga final cabang olahraga renang Popda XII Jabar, Selasa (31/7/2018).

(ageng)

Kota Depok Pimpin Raihan Medali di Cabor Karate Popda XII Jabar

0
(FOKUSJbar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kota Depok untuk sementara memimpin perolehan medali di cabang olahraga Karate Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Jabar tahun 2018 yang digelar di GOR Pajajaran, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Selasa (31/7/2018). Dari empat medali emas yang diperebutkan di hari pertama, Kota Depok berhasil meraih dua medali emas.

Dua medali emas bagi Kota Depok, disumbangkan dari nomor kata perorangan putra atas nama Boy Nikcolas Bryan Siahaan yang mengalahkan atlet pelajar Kabupaten Purwakarta, Yudha Fadillah Pratama di babak final. Satu medali emas lainnya disumbangkan dari nomor kata beregu putra atas nama Boy Nickolas-Izza-Yehezkiel yang di babak final mengalahkan trio karateka pelajar putra asal Kabupaten Purwakarta.

Sementara dua medali emas lainnya, masing-masing diraih Kota Bandung dan Kota Bekasi. Kota Bandung meraih medali emas melalui Navita Azzahra di nomor kata perorangan putri usai mengalahkan Ratna Esya Wulandari dari Kabupaten Cianjur. Sedangkan Kota Bekasi berhasil mendulang medali emas dari nomor kata beregu putri usai mengalahkan tim Kabupaten Cianjur di babak final.

Manager Tim Karate Popda XII – Kota Bandung, Erick M Zaki Anggara menuturkan, ‎raihan satu medali emas di hari pertama kejuaraan sudah sesuai prediksi pihaknya. Dirinya pun cukup yakin dengan target lima medali emas yang diusung.

“Masih ada 11 nomor yang belum dipertandingkan di nomor kumite. Kita cukup yakin bisa mencapai target raihan medali yang sudah dicanangkan,” ujar Erick saat ditemui di GOR Pajajaran, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Selasa (31/8/2018).

Technical Delegate Cabang Olahraga Karate Popda XII Jabar, Arif Hadiana menuturkan, pertandingan diikuti oleh 258 atlet karate pelajar yang membela 27 kota/kabupaten di Jabar. Mereka akan bertanding di 15 nomor pertandingan yang terdiri dari empat nomor kata (jurus) dan 11 nomor kumite (tarung) selama tiga hari hingga Kamis (2/8/2018).

“Kejuaraan ini menjadi ajang seleksi bagi tim Jabar sebagai persiapan untuk Popnas XV tahun 2019 di Papua. Selain itu, dari kejuaraan ini, kita menghimpun data base atlet junior di Jabar sebagai pelapis bagi atlet senior,” tegas Arif.

(ageng)

Bantu Tingkatkan Pendapatan Pajak Kendaraan, Pemkab Ciamis Berikan Mobil ke Samsat

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Bantu tingkatkan pendapatan pajak kendaraan bermotor (PKB), Pemerintah Kabupaten Ciamis memberikan bantuan mobil ke Samsat Ciamis. Demikian disampaikan Bupati Ciamis Iing Syam Arifien, Selasa (31/7/2018).

Iing berharap, bantuan mobil operasional itu bisa membantu meningkatkan pendapatan pajak kendaraan. Saat ini Pemkab Ciamis sangat terbantu dengan dana dari Provinsi dan pusat untuk pelaksanaan pembangunan.

“Pemasukan yang dapat terima Pemkab Ciamis dari PKB saja mencapai 30 persen,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Samsat Ciamis Hendra mengaku sangat terbantu dengan tambahan satu unit mobil bantuan dari Pemkab Ciamis itu.

“Mobil bantuan ini bisa menambah pelayanan kami terhadap masyarakat,” jelas dia.

(Husen Maharaja/LIN)

Kota Bandung Raih Juara Umum Tarung Derajat‎ Popda XII Jabar

0
Tarung Derajat (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kota Bandung juara umum Cabang Olahraga (Cabor) Tarung Derajat Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Jawa Barat tahun 2018 yang berakhir di Youth Center SPOrT Jabar, Jalan Arcamanik Kota Bandung, Selasa (31/7/2018). Kota Bandung berhasil meraih enam medali emas, tiga medali perak, dan enam medali perunggu dari total 17 nomor yang dipertandingkan.

Dari 10 partai yang diikuti, enam partai final berhasil direbut atlet Kota Bandung, yakni di nomor tarung bebas putra kelas 49,1-53 kg atas nama ‎Nabiel Arya Pasya, nomor tarung bebas putri kelas 43,1-46 kg atas nama Desi Restiani, Raisya Amalia Noerfalah di nomor tarung bebas putri kelas 52,1-55 kg, dan Jihan Yulia Afandi di nomor tarung bebas putri kelas 55,1-58 kg.

Dua medali emas terakhir disumbangkan trio Nadhira Khalafirizka-Nadya Nuraini S-Salsaloka Nuari Malik dari nomor seni gerak kelas rangkaian gerak (ranger) putri dan dari nomor seni gerak kelas gerak tarung (getar) putra atas nama M Nabil Putra-Naufal Azid.

‎Capaian enam medali emas pada Popda XII Jabar tahun 2018 menjadi lompatan terbesar tim Tarung Derajat pelajar Kota Bandung. Terlebih di Popda XI Jabar /2016 di Kabupaten Bogor, Kota Bandung hanya meraih satu medali perak dan dua medali perunggu.

“Raihan enam medali emas ini sudah melampaui target empat medali emas yang sudah kita canangkan. Ini jadi pencapaian luar biasa,” kata Koordinator Tim Tarung Derajat Kota Bandung Popda XII Jabar, Yayan Hartayan saat ditemui usai laga, Selasa (31/7/2018).

(Ageng/LIN)

Bursa Cawapres, Aher Yakin Masih Bisa Berubah

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) yang juga kader PKS Ahmad Heryawan (Aher) sangat menghormati hasil Ijtima Ulama yang merekomendasikan Majelis Syuro PKS Salim Assegaf Al Jufri untuk dipasangkan dengan Prabowo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Menurut Aher, konstalasi politik penetapan figur yang layak mendampingi Prabowo di Pilpres 2019 masih terbuka lebar untuk berubah.

“Kita tunggu ujungnya seperti apa, mudah mudahan ujungnya bagus dan  semoga menghadirkan calon yang bisa menjadi pemenang di 2019. Saya dalam posisi menunggu,” kata Aher di Unpad, Selasa (31/7/2018).

Menurut dia, suasana dalam konstalasi politik hari ini harus diciptakan lebih nyaman sehingga, mekanisme partai yang berjalan tetap harus ditaati. Seluruhnya mentaati mekanisme partai, meskipun dirinya berada di posisi pertama pada pemilihan internal.

Dia menegaskan, dinamika politik menjelang pendaftaran pasangan Capres-Cawapres 2019 masih rawan untuk berubah. Terlebih pembicaraan di internal koalisi belum menciptakan satu kesepakatan.

“Kita tunggu sampai hari ini, tentu pembicaraannya terus berlangsung antara partai koalisi, sisi persaingan sudah terlihat, mulai tersisih, mudah – mudahan terus berlangsung seperti itu sampai akhir, meskipun namanya perubahan masih tetap akan terjadi,” tutur dia.

Sebelumnya, Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional telah merekomendasikan nama Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Assegaf Al Jufri dan Ustaz Abdul Somad untuk dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Muhammad Martak meyakini hasil rekomendasi tersebut akan dipertimbangkan oleh lima partai koalisi, yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, PBB dan Partai Berkarya.

“Saya rasa ini hasil rekomendasi yang akan kita sampaikan, Insya Allah akan dipertimbangkan walaupun setiap partai memiliki hak menentukan ke mana dan dengan siapa mereka akan menentukan siapa capres dan cawapres-nya,” kata Yusuf di Menara Peninsula, Jakarta Barat.

 

(Ibenk/LIN)

Sibuk, Aher Bisa Raih Gelar Doktor

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Mantan Gubernur Jawa Barat  Ahmad Heryawan (Aher) resmi menyandang gelar doktornya dan mengikuti wisuda Strata 3 (S3) Unpad di Gedung Sanusi Hardjadinata, Jalan Dipatiukur No 35, Kota Bandung, Selasa (31/7/2018). Aher mengaku tidak membayangkan dirinya bisa menyelesaikan S3. Terlebih, kata dia, saat S1 saja terkendala biaya pendidikan.

“Saya termasuk orang yang tidak bisa membayangkan kalau bisa mengenyam pendidikan hingga S3. Karena dulu S1 saja sudah luar biasa. Sehingga ketika teman-teman yang lain beranjak ke S2 saya mikir-mikir dulu biaya dari mana,” kata Aher di Unpad.

Di tahun 1999, kata Aher, dirinya masuk ke dunia politik. Kemudian di masa reformasi menjadi  anggota DPRD DKI Jakarta hampir dua periode hingga 2008.
“Ternyata dengan kesibukan lain-lain, banyak macam kesibukan, saya melanjutkan sekolah, Alhmdulillah periode pertama Gubernur Jabar melanjutkan S2 di IPB dan sudah selesai,” kata Aher.
Kemudian, melanjutkan S3 di Unpad dan selesai pada 9 Mei 2018 kuliah di Unpad selama dua tahun tiga bulan. Sudah sidang promosi doktor lalu dinyatakan lulus dan sekarang baru menjalankan Wisuda.
“S3 saya selesaikan 2,3 tahun.  Ada teman saya 2 tahun 1 bulan. Tidak mudah kan ya. Tapi saya sisihkan waktu di hari Sabtu, diusahanakan tidak ada pertemuan apa pun di hari Sabtu pada saat itu,” tutur dia.
(Ibenk/LIN)