spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7980

Ketua Koni Jabar Kembali Nyalon, FJN : Ini Melanggar UU SKN dan PP 16/2007

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sejumlah cabang olahraga, badan fungsional dan tokoh olahraga Jabar yang tergabung dalam Forum Jabar Ngahiji (FJN) mempertanyakan keputusan Ahmad Saefudin yang akan kembali maju sebagai calon Ketua KONI Jabar 2018-2025.

Mereka menilai bahwa Ahmad melanggar aturan yang tercantum dalam UU nomor 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (KSN), terlebih Ahmad Saefudin adalah anggota TNI aktif.

Praktisi hukum sekaligus mantan Ketua Bidang Hukum KONI Jabar Agus Sihombing menuturkan, pasal 40 UU SKN‎ mengamanatkan jika pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga provinsi, dan komite olahraga kabupaten/kota bersifat mandiri dan tidak terikat jabatan struktural dan jabatan publik.

Ketentuan di pasal 40 UU SKN tersebut, diperjelas dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 tahun 2007 tentang penyelenggaraan keolahragaan. Dalam PP tersebut dijelaskan di pasal 56 ayat 3 jika yang dilarang itu adalah yang memegang suatu jabatan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang PNS dan militer dalam memimpin satuan organisasi negara atau pemerintahan.

“Satuan organisasi itu antara lain, jabatan eselon di departemen atau lembaga pemerintahan non departemen. ‎Lalu di ayat 4 pun ditegaskan kembali jika seseorang yang memegang jabatan publik yang diperoleah melalui suatu proses pemilihan langsung,” tutur Agus di Bandung, Senin (20/8/2018).

‎Dengan begitu, Brigjren Ahmad Saefudin otomatis tidak bisa lagi menjabat Ketua KONI Jabar. Bahkan aturan yang termaktub dalam UU maupun PP itu tidak bisa direduksi dengan sebuah surat izin dari pimpinan.

“‎Karena itu, persyaratan sebagai calon Ketua Umum KONI Jabar 2018-2023 itu harus taat dan patuh pada aturan. Terutama UU nomor 3 tahun 2005 tentang SKN dan PP nomor 16 tahun 2007 tentang penyelenggaraan olahraga. Dua aturan itu jangan hanya menjadi dasar sebuah surat keputusan, tapi diterapkan dengan benar,” terangnya.

Koordinator FJN Irwan K Soedrajat mengaku sempat mengingatkan yang bersangkutan untuk tidak melanggar aturan yang sudah ada. Irwan pun mengatakan bahwa saat mencalonkan Ketua KONI 2014 lalu, yang bersangkutan tidak memiliki surat izin dari pimpinannya.

“Saya dengar akan ada lagi Musprov pada September 2018 nanti, maka saya ingatkan kepada Cabor, badan fungsional, dan anggota KONI Jabar untuk tidak lagi mengulang kesalahan dengan melanggar UU SKN maupun PP. Saat Musprov 2014 pun, beliau tidak mengantongi surat izin tapi hanya rekomendasi saja dari pimpinannya,” ujar Irwan.

Pihaknya menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menjegal Ahmad Saefudin untuk kembali mengemban jabatan Ketua KONI Jabar. Dia hanya mengingatkan semua pihak untuk taat dan patuh pada aturan.

“Silakan kalau Pak Ahmad mau maju kembali, hanya saja jangan melanggar aturan. Kalau masih tercatat sebagai TNI aktif dan memegang jabatan militer, ya jangan memaksakan dan melangar aturan. Surat izin tidak bisa mereduksi atau mengesampingkan undang-undang,” tuturnya.

(Ageng/LIN)

Kenalkan Tim Optimalisasi dan Sinkronisasi, Emil-Uu Gelar Rakor di Gedung Sate

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) terpilih Ridwan Kamil (Emil)-Uu Ruzhanul Ulum ikut rapat koordinasi bersama Pj Gubernur Jabar M Iriawan di ruang Papandayan, Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (20/8/2018).

Emil menjelaskan bahwa rapat tersebut untuk memperkenalkan tim optimalisasi dan sinkronisasi guna menyamakan persepsi terkait program yang akan dibawanya ke Jabar.

“Saya memperkenalkan tim bersama Pak Uu. Rapat ini ada dasar hukumnya, Permendagri Nomor 22 yang memberikan ruang kepada kepala daerah terpilih untuk melakukan sinkronisasi program,” kata dia.

Tim yang dibawa, kata Emil, adalah gabungan dari partai politik, tim pakar serta akademisi.

“Ada dukungan juga dari kawan-kawan,” jelas dia.

Dalam pekan ini, Emil dan UU pun akan memperkenalkan website untuk membuka interaksi bersama masyarakat Jabar melalui digital.

“Jadi masyarakat yang ingin berkontribusi melakukan pembangunan selama lima tahun ke depan, mau seperti apa ,nanti ada website nya,” kata dia.

(Ibenk/LIN)

Emil: OPD Harus Punya Gagasan Baru Per tahun

0
Gubernur Jabar terpilih Ridwan Kamil saat diwawancarai (foto Ibenk)
Gubernur Jabar terpilih Ridwan Kamil saat diwawancarai (foto Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat (Jabar) terpilih Ridwan Kamil (Emil) mengungkapkan bahwa setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jabar harus inovatif demi kemajuan warga Jabar.

Dengan dasar inovasi tersebut, pihaknya memerintahkan setiap OPD agar membuat satu gagasan baru dalam satu tahun.

“Iya kata dasarnya inovasi. Artinya kami akan perintahkan OPD ngasih gagasan setiap tahun minimal satu. Kalau ada 20 OPD berarti ada 20 gagasan,” kata Emil usai menghadiri rapat koordinasi di ruang Papandayan, Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (20/8/2018).

Emil pun meminta agar standarisasi kinerja pegawai di Pemprov Jabar dan daerah lainnya meningkat.

“Tadi disampaikan di misi kelima bahwa standarisasi pelayanan publik seperti SAKIP masih buruk di kota-kota lain. Kinerja ASN-nya harus terukur dan produktif,” tegasnya.

Dia beralasan, jika ASN di Jabar mempunyai inovasi dan selalu membuat gagasan yang kreatif demi kemaslahatan warga Jabar, maka program pembangunan yang sudah disusunnya akan terwujud.

“Kita semangat harus menjadi provinsi yang juara. Mengalahlan provinsi-provinsi lain,” tegas dia.

(Ibenk/LIN)

Lotus Kita Desak Pemerintah Tetapkan Gempa Lombok sebagai Bencana Nasional

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sebagai salah satu komponen bangsa peduli Ibu dan Anak, Yayasan Lotus Kita mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan bencana Gempa Lombok menjadi Bencana Nasional.

Jumlah pengungsi yang semula sekitar 352.793 orang, terus bertambah karena kekhawatiran adanya gempa susulan. Korban yang sebelumnya tercatat 436 orang terus meningkat, bangunan yang runtuh terus meluas, termasuk adanya ancaman longsor. Fasilitas kesehatan dan sarana pemerintahan sudah tidak berfungsi optimal.

Ketua Yayasan Lotus Kita Ilah Holilah menyatakan, sejak gempa darat berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) pada 29 Juli 2018, berikut gempa susulan 6 Agustus 2018 hingga kemarin dengan kekuatan magnitude 7 SR membuat pelayanan kurang optimal.

Penanganan logistik maupun layanan kesehatan sudah tidak berfungsi dengan baik, terlebih dengan banyaknya korban luka, apalagi pengurus Lotus Kita untuk misi kemanusiaan pun menjadi korban.

“Kita butuh keputusan Presiden menyatakan bencana nasional. Hal itu agar dapat menggerakkan seluruh sektor pemerintahan. Kita harus bertindak cepat selamatkan anak-anak, Ibu-ibu dan Lansia yang paling banyak menjadi korban di Lombok, ” kata Ilah Holilah dalam keterangan persnya, Senin (20/8/2018).

Menurut dia, BNPB sebagai perwakilan Pemerintah Pusat sudah berupaya maksimal menjalankan tugasnya.

Jumlah bantuan dari seluruh Indonesia pun terus mengalir, namun Pemerintah Daerah tidak mampu menyalurkan bantuan untuk menjangkau masyarakat secara merata di lokasi pengungsian.

Informasi lapangan menyebutkan, jika mengandalkan Pemerintah Daerah distribusi bantuan akan tersendat dan hanya sampai di kecamatan.

Selain itu, lanjut Ilah Holilah, laporan langsung dari lapangan menunjukkan bahwa kualitas dan intensitas gempa yang sudah lebih dari 800 kali sudah memberi efek non teknis yang mungkin selama ini tidak masuk dalam kategori bencana nasional.

“Trauma, rasa takut dan tak aman yang luar biasa tentu lebih dahsyat dampaknya daripada tidak berfungsinya pemerintahan sebagai salah satu syarat bencana nasional,” kata dia.

Dia menegaskan bahwa penetapan bencana Nasional atas gempa Lombok sangat penting. Karena perbedaan status bencana dan komando tentu akan berpengaruh pada kecepatan penanggulangan dampak.

“Dengan komando dari Presiden, kami yakin bisa memaksimalkan keselamatan saudara kita khususnya generasi muda di Lombok,” jelas dia.

Sebagai komponen masyarakat yang turut peduli, Yayasan Lotus Kita pun mengajak Organisasi Masyarakat untuk bersama-sama menggelar Istighosah Nasional seraya menengadahkan tangan memohon ampunan pada Tuhan Yang Kuasa dan mendoakan agar warga Lombok dilindungi dan tetap kuat menghadapi musibah ini.

“Momentum Idul Qurban, kita minta seluruh masjid dan penyelenggara Salat Idul Adha untuk berdoa bersama demi keselamatan saudara kita di Lombok,” pungkasnya.

(LIN)

Dipercaya Mengandung Keramat, Batu Tapak Putri Diserbu Peziarah

0
Foto Husen
CIAMIS, FOKUSJabar.id : Batu Tapak Putri yang berada di belantara hutan Kaki Gunung Sawal, Dusun Cipaku Girang, Desa/Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, disaat malam-malam tertentu kerap dikunjungi para peziarah.

Menurut juru kunci Gunung Sawal, Adri, para peziarah memohon doa kepada Allah SWT agar mengabulkan apa yang menjadi hajatnya.

“Pada malam Senin apalagi malam Jumat Kliwon, ada saja peziarah yang datang ke tempat ini,” katanya, Senin (20/8/2018).

Adri bercerita, konon menurut kabar bahwa Batu Tapak Putri merupakan tempat peristirahatan seorang putri raja yang suci bernama Nyi Putri Marahmah Galih.

” Karena kesuciannya, semua doa yang dipanjatkanya selalu dikobul. Karenanya, banyak peziarah yang datang ke sini,” beber dia.

Setelah berdoa lanjut Adri, para peziarah menapakan kakinya ke bekas telapak putri. Bagi mereka yang masuk, apa yang menjadi hajatnya akan terkobul,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Warga Desa Buana Mekar Ciamis Terima Dua Hewan Kurban dari Polsek dan Koramil 1304 Panumbangan

0
Foto Husen

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Polsek Panumbangan dan Koramil 1304 Panumbangan, serahkan dua hewan kurban (kambing) kepada masyarakat Desa Buana Mekar, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis.

Menurut Kapolsek Panumbangan, AKP. T Ruhiadi Widodo, pemberian hewan kurban kepada warga Desa Mekar Buana sebagai bukti bahwa pihaknya bersama Koramil Panumbangan sangat peduli terhadap masyarakat.

” Kami telah berikan dua hewan kurban untuk warga Desa Buana Mekar,” katanya.

Kedua hewan kurban tersebut diterima Kepala Desa.

Widodo melanjutkan, ibadah kurban merupakan perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim untuk membuktikan ketaatan terhadap perintah-Nya dengan mengorbankan Ismail putra tersayangnya untuk disembelih.

“Atas ketaatan Nabi Ibrahim kepada perintah Allah SWT, saat putranya akan disembelih, Sang maha pencipta menggantinya dengan seekor Domba yang gemuk dan sehat,” ucapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Ghozali Dukung Perjuangan Indonesia di Asian Games 2018 

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Timnas Indonesia U-23 saat ini sedang berjuang di Cabang Olahraga (Cabor) Sepakbola Asian Games 2018, dan akan melakoni pertandingan pamungkas Grup A menghadapi Hong Kong di Stadion Candrabhaga, Bekasi, Senin (20/8/2018) malam.
Gelandang Persib Bandung, Ghozali Siregar mengaku sangat antusias mendukung Timnas di ajang multi event empat tahunan ini dari kampung halamannya di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.
Selain sepakbola, Ghozali juga memantau perjuangan atlet Indonesia lainnya melalui layar kaca.
“ Pasti. Saya di sini pantau terus Indonesia di Asian Games. Sama keluarga dan saudara,” kata Ghozali dikutip laman Persib.
Pemain yang menyumbangkan lima assist ini berharap, seluruh atlet Indonesia khususnya untuk sepakbola yang diperkuat rekannya Febri Hariyadi bisa meraih hasil maksimal.
“Kita doakan. Semoga Febri dan Timnas kita bisa mencapai target di Asian Games 2018 ini,” pungkasnya.
(Arif/Bam’s)