spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7898

Kota Bandung Mendapat Kuota 790 Formasi Penerimaan CPNS 2018

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menyetujui kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Kota Bandung sebanyak 790 formasi. Dari angka tersebut, mayoritas merupakan formasi untuk tenaga pendidikan dan kesehatan.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung, Dadang Supriatna mengatakan, penerimaan CPNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui dua mekanisme pendaftaran. Yakni melalui mekanisme khusus dan mekanisme umum.

Mekanisme khusus, bagi pelamar untuk formasi tenaga K2 yakni sebanyak 23 orang. Selain itu, ada juga formasi yang lulus cumlaude di jurusan dan perguruan tinggi negeri yang akreditasinya A sekitar 40 orang.

” Ketiga adalah untuk penyandang disabilitas, kuotanya 1 persen atau delapan orang,” ujar Dadang saat ditemui di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Selasa (18/9/2018).

Dadang menambahkan, Pemkot Bandung sebenarnya mengusulkan sebanyak 848 formasi untuk pembukaan seleksi CPNS tahun 2018 ini. Namun, Kemenpan RB hanya menyetujui 790 formasi saja.

Proses pendaftaran CPNS sendiri, berbasis dalam jaringan atau online. Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung tidak menerim berkas pendaftaran.

“Semuanya ‘paperless’ melalui daring atau online. Tidak ada penyampaian berkas melalui BKPP Kota Bandung,” tegasnya.

Untuk pendaftaran CPNS Kota Bandung sendiri, akan dibuka dari mulai 19 September 2018 hingga 3 Oktober 2018. Seleksi CPNS Kota Bandung akan dipusatkan di lokasi yang sama dengan Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Karawang, Kota Bandung, Kabupaten Subang, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sukabumi.

“Pelaksanaan tes untuk Kota Bandung dan beberapa kota/kabupaten lain dilaksanakan di SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

HSL 2018 Menjadi Upaya Selamatkan Generasi Muda dari Pengaruh Buruk Game

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Project Director High School League (HSL) 2018, Gisma ‘Melon’ Priayudha menuturkan, gelaran liga e-Sports bagi para pelajar menjadi upaya dalam menyelamatkan generasi muda Indonesia. Keberhasilan Indonesia meraih medali emas di cabang olahraga eksebisi Asian Games 2018, e-Sports menjadi tantangan untuk terus mempertahankan prestasi tersebut.

“Dengan masuk sebagai cabang olahraga yang dipertandingan di Asian Games 2018 kemarin, meski hanya eksebisi, semakin memotivasi kita untuk menyelamatkan generasi muda sehingga kita siapkan liga e-Sports ini. Melalui HSL ini, generasi muda yang memiliki minat dan bakat dalam dunia game atau digital menjadi memiliki target dan mereka bisa berkompetisi. Kecanduan game itu kalau tidak ada kontrol dan tidak punya target,” ujar Gisma saat ditemui di Arion Swiss Bell Hotel, Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung, Selasa (18/9/2018).

Gisma mengaku, dirinya sendiri merupakan salah satu dari ‘korban’ game-game online yang mulai berkembang di tahun 2009. Berbekal dari pengalaman tersebut, anak muda yang akrab disapa Melon ini pun tidak ingin pengalaman buruk yang menimpanya dirasakan oleh generasi muda lain.

“Dengan target yang jelas, maka generasi muda akan lebih disiplin mempersiapkan diri mencapai target tersebut. Tidak ketergantungan atau menjadi kecanduan terhadap game, karena e-Sports ini membutuhkan serta menuntut fisik prima, konsentrasi tinggi, disiplin, kerjasama tim, sportivitas, hingga kecerdasan dalam berstrategi,” terangnya.

Dengan nilai-nilai tersebut, lanjutnya, maka dipilih kategori siswa SMA sebagai peserta HSL ini sehingga bisa mengembangkan diri lebih baik kedepan melalui keikutsertaan mereka dalam liga e-Sports ini. Melalui nilai-nilai yang terkandung dalam e-Sports, para generasi muda, khususnya siswa SMA, akan didorong memiliki kecakapan manajerial, analisa dan komunikasi bagi yang meminati profesi manager tim, pengamat, serta komentator pertandingan hingga keuntungan secara ekonomi.

“HSL ini menawarkan hadiah yang tidak sedikit dengan total senilai Rp1,2 miliar dalam bentuk beasiswa, kurikulum eSports, subsidi ekstrakurikuler, dan dukungan perlengkapan untuk laboratorium e-Sports sekolah,” tambahnya.

HSL 2018 akan mempertandingkan DOTA 2 sebagai gim utama. Dipilihnya DOTA 2 karena gim Real Time Strategy ini dapat mendorong pemain untuk meningkatkan kemampuan kerjasama, kekompakan, pengambilan keputusan, strategi, sportivitas, dan disiplin. Pertandingan HSL 2018 sendiri akan diadakan setiap Sabtu dan Minggu sehingga tidak mengganggu jadwal sekolah atau belajar.

“Setiap musim kompetisi akan berlangsung selama satu semester. Untuk setiap tim, maksimal berjumlah 10 orang siswa dan satu sekolah hanya diperbolehkan mengirim satu tim,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Relawan PMI Siap ” Rawat ” Citarum

0
(HUMAS JABAR)

PURWAKARTA, FOKUSJabar.id : Menteri Sosial (Mensos), Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut bahwa kebersihan Sungai Citarum sebagai urat nadi Jawa Barat merupakan harga mati.

” Selagi kerusakan lingkungan ini bisa berimplikasi terhadap bencana sosial, maka kita siap membantu. Termasuk, mendukung program Citarum harum,” ujar Mensos pada acara pembukaan Temu Karya Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) di Waduk Jatiluhur, Purwakarta.

Agus menerangkan, dalam misi kemanusiaan, peran para relawan PMI tak hanya melulu mengurusi soal korban bencana alam. Akan tetapi, kerusakan lingkungan yang jadi tanggung jawab bersama, juga termasuk tugas para relawan PMI di dalamnya.

“Maka momen temu karya ini sangat tepat. Sebab, lokasinya persis di bibir Waduk Jatiluhur,” kata Agus.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menyebut, seluruh pihak bisa mendukung atas terealisasinya program Citarum Harum. Termasuk, para relawan PMI yang memiliki tugas mewujudkan kesejahteraan sosial.

Sementara, misi Citarum Harum, juga merupakan misi kemanusiaan yang erat hubungannya dengan kesejahteraan sosial.

Maka, lanjut Uu, Pemerintah bersama PMI, beserta seluruh pemangku kepantingan, wajib berupaya demi kesejahteraan masyarakat, khususnya terkait revitalisasi sungai Citarum ini.

“Kepalangmerahan, perannya sangat besar. Di Jawa Barat peran PMI sangat terasa oleh masyarakat, PMI sangat membantu Pemerintah membantu persoalan kemanusiaan,” kata Uu.

Karena itulah kata Uu, momentum Temu Karya menjadi sarana untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Uu berpesan, supaya PMI selalu sukses dan eksis dalam melaksanakan misi- misi kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Temu Karya Relawan PMI, Muhammad Muas, mengaku, dari 5.790 relawan yang hadir. Pihaknya akan menurunkan sekitar 1.000 relawan untuk bergerak di program Citarum Harum.

“Beberapa diantaranya, dengan membersihkan sampah, tanam pohon, dan membuat bio pori,” ujarnya.

Adapun kegiatan Temu Karya Relawan PMI sendiri, akan berlangsung tanggal 17-22 September 2018. Pun pada kegiatan yang bertepatan dengan peringatan HUT PMI ke -73 ini, adalah sebagai momentum untuk menjunjung tinggi solidaritas dan semangat kepahlawanan para relawan.

“Relawan adalah sebuah nilai yang universal, menolong sesama, adalah wujud paling sederhana,” katanya.

(Bam’s)

HSL 2018, Liga e-Sports Pertama di Indonesia Salurkan Minat dan Bakat Pelajar SMA

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pasca keberhasilan Indonesia meraih medali emas Asian Games XVIII/2018, semakin menguatkan e-Sports sebagai salah satu cabang olahraga. Untuk melanjutkan prestasi yang sudah ditorehkan sekaligus menjadi upaya menyelamatkan generasi muda akibat kecanduan games, maka digelar sebuah kompetisi e-Sports bertajuk ‘High School League (HSL) 2018’.

Presiden HSL 2018, Stevanus mengatakan, High School League (HSL) 2018 merupakan sebuah liga e-Sports pertama di Indonesia yang diperuntukan bagi para pelajar SMA di seluruh Indonesia. HSL sendiri bertujuan untuk mencetak bibit-bibit baru atlet e-Sports Indonesia yang berasal dari dunia pendidikan nasional.

“e-Sports ini kan jenis oIahraga yang relatif baru di kalangan masyarakat luas, terutama di kalangan sekolah. Karena itu, kami gelar liga e-Sports sebagai upaya mensosialisasikan jenis olahraga baru ini sekaligus mencetak bibit baru atlet e-Sports di Indonesia. Apalagi dengan keberhasilan Indonesia di ajang Asian Games 2018 kemarin dimana atlet e-Sports Indonesia, Ridel Yesaya Sumarandak atau BenzerRidel meraih medali emas usai mengalahkan atlet e-Sports China, Lcoip dalam pertarungan game Clash Royale dengan skor 3-1,” ujar Stevanus saat memberikan keterangan kepada wartawan di Arion Swiss Bell Hotel, Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung, Selasa (18/9/2018).

Stevanus menambahkan, e-Sports sendiri menawarkan banyak peluang bagi para atletnya. Selain dari sisi prestasi, juga dari sisi aktualisasi diri, sportivitas dan pembangunan mental, hingga dari sisi ekonomi. Pasalnya, e-Sports saat ini telah mampu membangun diri sebagai industri dengan valuasi yang besar.

“e-Sports merupakan olahraga adu kecepatan dan kecerdasan dalam berstrategi, konsentrasi serta reflek yang perlu didukun kondisi fisik yang prima pula. Secara industri, e-Sports pun menjadi olahraga yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan ekonomi digital jika dikelola secara profesional. Dan kami yakin jika dunia pendidikan merupakan mitra yang tepat bagi eSports dalam mencari bibit-bibit generasi muda untuk cabang olahraga ini. Karena itu lah, kami menggelar turnamen e-Sports ini khusus bagi kalangan pelajar atau dunia pendidikan,” terangnya.

Pakar psikoiogi olahraga seklaigus Wakil Ketua Bidang Psikologi KONI Jabar, Ardanti R Widyastuti menuturkan, prestasi emas Indonesia di cabang olahraga eSports yang dieksibisikan di Asian Games 2018 menjadikan kita semakin optimis sekaligus tertantang untuk terus meningkatkan prestasi Indonesia di tingkat dunia. e-Sport sendiri merupakan cabang olahraga yang masuk dalam kategori mindsport dan memiliki potensi mengharumkan bangsa di level internasional sekaligus menawarkan peluang baru bagi generasi muda.

“Melalui e-Sports yang sangat dekat dengan penggunaan teknologi digital, generasi muda bisa mengembangkan minat dan bakatnya, meningkatkan kecerdasan kreatifnya, meningkatkan kemampuan dalam menyusun strategi dan menganalisa, serta membangun budaya positif seperti kedisiplinan serta gaya hidup sehat berkat karakterisitik dan nilai-nilai olimpisme yang terkandung di dalam eSports,” tutur Ardanti.

Ardanti berharap, HSL 2018 dan kegiatan serupa bisa semakin mengedukasi keluarga dan dunia pendidikan Indonesia terhadap pentingnya optimalisasi pemanfaatan kemajuan teknologi untuk mendukung torehan prestasi dan kompetensi anak di masa depan. Sportivitas, kedisiplinan, konsentrasi tinggi, kecerdasan dalam berstrategi dan dalam bersinergi dengan tim, hingga kecakapan manajerial, analisa dan komunikasi bagi yang meminati profesi manager tim, pengamat, serta komentator pertandingan, adalah nilai-nilai edukasi yang dapat dipertimbangkan orang tua maupun sekolah dalam mendorong anak atau siswa meminati eSports.

“Tapi tentunya dengan tidak melepaskan fungsi pengawasan dan kontrol agar prestasi anak atau siswa menjadi optimal,” tegasnya.

HSL 2018 sendiri akan digelar melalui babak kualifikasi di delapan kota di Indonesia. Khusus untuk wilayah Jabar, babak kualifikasi akan digelar Immortal iCafe, Bandung dan di RedFox iCafe, Bogor. Selain itu, babak kualifikasi pun akan digelar di enam GeForce-Certified iCafe di enam kota di Indonesia yakni Highgrounds dan BarracX Jakarta , Poseidon Solo, Three Kingdoms Surabaya, Hardcore Malang, Noblenation iCafe Medan, dan GIX Makassar.

Pendaftaran peserta HSL 2018 sendiri sudah dibuka secara online di situs resmi HSL (www.ihsl.id) hingga 12 Oktober 2018. Bracket turnamen akan diumumkan pada 14 Oktober 2018 dilanjutkan dengan pelaksanaan babak kualifikasi dan seleksi daerah pada 20 Oktober sampai 18 November 2018. Tim SMA yang lolos dari babak kualifikasi, akan berkompetisi di turnamen tingkat nasional hingga babak final yang akan digelar di High Grounds, Jakarta pada 15-16 Desember 2018.

(ageng/bam’s)

Steatmen Sekretaris Komisi A tak Terbantahkan, Bupati Garut Segera Terbitkan SK Penugasan Guru Honorer

0
Bupati Garut kabulkan tuntutan pendemo (Foto Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Pernyataan mantan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut, Djajat Darajat yang menyebut bahwa guru honorer illegal dan tidak sah memberikan nilai berbuntut panjang.

Steatmen tersebut muncul ketika para guru honorer menuntut Pemerintah Daerah (Pemda) Garut menerbitkan SK Penugasan.

Sebelum terjadi aksi “ Jihad Guru,” dengan tegas Bupati Garut, Rudy Gunawan menyatakan tidak akan menerbitkan SK Penugasan karena berpotensi melanggar PP No48 tahun 2005.

Menindaklanjuti pernyataan Bupati, Komisi A DPRD Garut selanjutnya melakukan konsultasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Hasilnya kata Sekretaris Komisi A DPRD Garut, Dadang Sudrajat, SK penugasan secara regulasi sudah diberikan ruang oleh Peraturan Sekjen (Persekjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No1 tahun 2018. Dimana, semua honorer yang mengajar di sekolah negeri harus diberi SK oleh Kepala Dinas Pendidikan sebagai bagian dari Pemda.

“ Hari ini, tuntutan teman-teman guru honorer terkait SK Penugasan dikabulkan Pak Bupati yang mengacu pada Permendibub No8 tahun 2017. Sebagaimana diubah Permendikbud No1 tahun 2017 dan Persekjen Kemendikbud No1 tahun 2018,” kata Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Garut.

Dadang menyebut, permasalahan SK Penugasan sudah selesai. Dimana paling lambat per tanggal 1 Oktober 2018, para guru honorer sudah menerimanya.

Selanjutnya, jika Bupati Garut tidak konsisten dengan pernyataannya, pihaknya akan langsung menggunakan hak-hak anggota DPRD.

“ Jika Pak Bupati tidak konsisten, tentunya kami akan menggunakan hak-hak kami selaku anggota DPRD,” tegas Dadang.

(Andian/Bam’s)

Gubernur Jabar Resmi Launching “Jabar Quick Respon”

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) resmi meluncurkan Jabar Quick Respon di Gedung Sate, Selasa (18/9/2018). Program ini diluncurkan untuk membantu warga yang memerlukan bantuan dalam waktu cepat.

Jabar Quick Response adalah program pertama yang diresmikan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat. Program tersebut adalah sistem yang dibuat untuk membantu masyarakat yang sedang dalam keadaan darurat dan perlu penanganan cepat.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari saat Launching QUICK RESPONSE (IST)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari saat Launching QUICK RESPONSE (IST)

“Memperbaiki tata cara negara menolong warganya. Hari ini kita launching Jabar Quick Response supaya bisa menolong warga Jabar yang sedang emergency (darurat). Jadi kata kuncinya emergency,” kata Emil di Gedung Sate, Kota Bandung.

Melalui program ini, masyarakat bisa dengan mudah memanfaatkan layanan baru tersebut. Masyarakat cukup melaporkan status keadaan atau kondisi darurat yang dialami melalui media sosial, baik instagram, twitter dan facbook atau bisa juga dengan mengirim SMS ke nomor 0811135777.

“‎Bisa melaporkan diri sendiri atau melaporkan saudaranya, tetangganya. Contoh kecil kekurangan tidak bisa makan, kita kirim nanti secepatnya. Ada rumah runtuh kita bangun secepatnya, jadi yang emergency-emergency. Nah bisa lapornya dari berbagai media. Yang tidak medsos bisa SMS, yang punya medsos bisa via twitter, instagram, facbook,” jelas dia.

Kaitannya dengan anggaran, lanjut dia, akan disiapkan dengan berbagai sumber. Mulai dari anggaran pemerintah dan anggaran yang berasal dari sumber-sumber lain seperti dana CSR dan lainnya.

“Sumber pendanaan bisa dari mana saja, kalau sifatnya program (dananya) lewat pemerintah, kalau sifatnya kemanusiaan bisa dari dana zakat, infaq, sodaqoh, dana CSR. Nanti dikelola secara profesional,” ucapnya.

(LIN)

Bupati Garut Setujui Empat Tuntutan, Ketua DPP Fagar: Ini Buah Perjuangan Bersama

0
Bupati Garut kabulkan tuntutan pendemo (Foto Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Bupati Garut, Rudy Gunawan mengabulkan empat tuntutan yang disampaikan ribuan guru honorer dalam aksi “ Jihad Guru.”

Menurut Ketua DPP Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) Garut, Cecep Kurniadi, kesiapan Bupati menerbitkan SK Penugasan per 1 Oktober 2018 merupakan hasil perjuangan kita bersama.

” Keberhasilan ini merupakan perjuangan seluruh guru honorer. Termasuk dukungan dari PGRI dan semua pihak,” sebut Cecep.

Bupati Garut menyetujui empat tuntutan yang kita suarakan. Yakni, penerbitan SK Penugasan, pencopotan Plt Kadisdik, Djajat Darajat, mengajukan pencopotan Permenpan No36 dan 37 serta melayangkan surat ke Presiden RI terkait revisi UU ASN.

“ Kita sekarang bisa bernafas lega karena Pak Bupati menyetujui empat tuntutan yang kita suarakan. Dengan begitu, segala bentuk hak guru honorer bisa diperoleh. Seperti PPG dan tunjangan sertifikasi,” ungkapnya.

Sebelumnya FOKUSJabar.id mengabarkan, Bupati Garut berjanji akan menerbitkan SK Penugasan per 1 Oktober 2018.

Pada prosesnya nanti, pihaknya bersama DPRD akan melakukan konsultasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Mmbudsman.

” Kami akan terbitkan SK Penugasan pada awal bulan Oktober 2018,” kata Rudy Gunawan.

Selain mengabulkan permohonan penerbitan SK Penugasan, Rudy juga akan melayangkan surat pencabutan Permenpan tersebut sekaligus mengusulkan revisi UU ASN No5.

“ Kami akan layangkan surat ke Pak Presiden terkait pencabutan batas usia pengangkatan CPNS untuk guru honorer usia di atas 35 tahun,” ungkapnya.

(Andian/Bam’s)