spot_imgspot_img
Sabtu 21 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7742

Tarung Derajat Kota Bandung ‎Bertekad Pertahankan Juara Umum Porda Jabar XIII

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Tim tarung derajat Kabupaten Bogor dan tim Kota Bandung melakukan latih tanding yang digelar 9-11 Februari 2018, tim tarung derajat bisa menguji kemampuan atlet serta mengetahui kekuatan tim lawan di Porda Jabar XIII tahun 2018 mendatang.

Kepala Pelatih tim tarung derajat Kota Bandung, Yayan Hartayan menuturkan, kegiatan latih tanding jadi ajang percobaan ‎bagi para atlet sekaligus mematangkan persiapan menuju Porda Jabar XIII. Momen latih tanding segitiga bersama Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bandung pun menjadi salah satu alat evaluasi bagi timnya.

“Keberhasilan di babak kualifikasi tidak bisa menjadi patokan utama kita untuk babak kualifikasi. Dengan latih tanding ini, kita bisa evaluasi atlet kita sekaligus mengetahui kekuatan lawan kita di Porda Jabar XIII nanti. Terutama Kabupaten Bogor ‎yang tidak tampil di babak kualifikasi,” ujar Yayan saat ditemui di Bandung, Senin (12/2/2018).

Yayan menuturkan, sebenarnya pada saat ini pihaknya belum mengagendakan program latih tanding bagi atletnya. Namun kesempatan untuk menjajal kekuatan tim Kabupaten Bogor tidak mau disia-siakan begitu saja.

“‎Jadi program latih tanding ini sebenarnya inisiasi dari Kabupaten Bogor karena mereka tidak mengikuti babak kualifikasi. Program latih tanding ini jelas kami sambut baik sebagai ajang evaluasi atlet kami,” terangnya.

‎Yayan mengaku, dengan kegiatan latih tanding ini, pihaknya bisa mengukur kemampuan atlet sendiri serta atlet pesaing dari daerah lain. Keberhasilan di babak kualifikasi, tidak bisa dijadikan acuan untuk kembali meraih juara umum pada saat Porda Jabar XIII digelar di Kabupaten Bogor pada Oktober 2018 mendatang.

“Kami ingin mempertahankan titel juara yang diraih di babak kualifikasi saat meraih enam medali emas, karena itu harus terus dilakukan evaluasi sehingga lebih baik. Dan latih tanding pun kita manfaatkan sebaik mungkin‎,” pungkasnya.

(Ageng/DAR)

Akademi Dibentuk, Ini Harapan Manajemen Persib

0
ilustrasi (web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S Taryono menuturkan, Akademi Persib sengaja dibuat sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan sepak bola di Indonesia.

Selain akan diasah kemampuannya dalam bermain sepak bola, menurut Kuswara, peserta Akademi Persib yang berusia 10 hingga 16 tahun juga akan mendapatkan pembinaan mengenai sportivitas. Sehingga, diharapkan jebolan dari Akademi Persib selain memiliki kualitas, juga memiliki sikap sportif dan tangung jawab.

“Peserta didik akan diasah kemampuan dalam bersepkbola, baik skill ataupun teknik. Akademi Persib akan mengedapankan spotivitas, seperti team work, kedisiplinan, kegigihan dan rasa saling menghormati antar sesama,” kata Kuswara, Senin (12/2/2018).

BACA JUGA:

Gempa Garut Terjadi akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Kuswara juga berharap, pemain dari Akademi Persib ini bisa menjadi generasi penerus tim Persib. Pasalnya selain akademi, Persib juga memiliki Diklat sehingga pembinannya berjenjang.

“Jadi sambungan, Akademi, Diklat, syukur-syukur bisa berlanjut ke Persib senior,” harapnya.

(Arif/Vetra)

Kedepan, Akademi Persib Akan Gunakan Kurikulum Akademi Inter

0
ilustrasi (web)
BANDUNG,FOKUSJabar.id: Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S Taryono menuturkan, Akademi Persib menjalin kerja sama dengan Akademi Inter dalam pembinaan para pesepakbola muda.
Rencananya, legenda Inter Milan, Javier Zanetti yang menjabat sebagai Internazionale Vice President akan hadir bersama pelatih Inter Academy untuk mengikuti acara launching akademi Persib yang akan berlangsung di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (13/2/2018).
“Persib merasa bersyukur dan bangga dengan adanya kerjasama itu. Kemudian akademi Persib adalah sebagi bentuk kerjasama dengan Inter Milan akademi,” ucap Kuswara, Senin (12/2/2018).
Kedepan, lanjutnya,  akademi Persib juga akan menggunakan kurikulum yang digunakan oleh Akademi Inter.
“Jadi nanti bukan hanya menghadirkan Zanetti dan staf pelatih Inter Akademi, tapi kedepan Akademi Persib akan menggunakan kurikulum yang berbasis di Inter yakni Centro Sportivo Giacinto Fachetti, Italia,” ucapnya.
(Arif/Vetra)

Kota Tasikmalaya Punya Potensi Datangkan Wisatawan

0
Payung Geulis Tasikmalaya (web)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhamad Yusuf menegaskan bahwa Kota Tasikmalaya belum bisa bersaing dengan daerah-daerah lain dalam bidang kepariwisataan. Hal itu karena wilayah di Kota Tasikmalaya tidak dilengkapi destinasi wisata yang bisa diunggulkan dan memiliki daya jual, seperti Pantai Pangandaran dan Gunung Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya.

“Kota Tasik sebetulnya bukan kota tujuan wisata tapi merupakan wilayah transit.Jadi kita tidak bisa maksimal mendatangkan kunjungan wisata,” kata Yusuf saat membuka Musrenbang Sektoral Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya di RM Baraya Sunda, Jalan BKR nomor 7 Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Senin (12/02/2018).

Suasana MUsrembang Disporabudpar Tasikmalaya (Foto Seda)
Suasana MUsrembang Disporabudpar Tasikmalaya (Foto Seda)

Kendati begitu, pihaknya optimistis bahwa sejumlah potensi lokal, seperto kuliner, bordir dan industri kreatif lainnya bisa dikelola maksimal sebagai daya tarik mendatangkan investor ke Kota Tasikmalaya.

BACA JUGA:

Gempa Garut Terjadi akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Sementara itu, Kepala Disporabudpar Undang Hendiana mengatakan bahwa banyak potensi lain yang dimiliki Kota Tasikmalaya yang bisa dikelola maksimal untuk menarik wisatawan datang.

“Kota Tasikmalaya punya potensi dan karakter yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Intinya bagaimana kita menciptakan Kota Tasikmalaya sebagai daerah tujuan bagi wisatawan” kata dia.

(Seda/Vetra)

Tarung Derajat Kabupaten Bogor Incar Juara Porda Jabar XIII

0
ilustrasi. (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Tim tarung derajat Kabupaten Bogor menjajal kemampuan tim Kota Bandung dan Kabupaten Bandung dalam kegiatan uji tanding. Kegiatan sendiri digelar selama tiga hari pada Jumat-Minggu (9-11/2/2018) di GOR BPPT, Jalan Cianjur Kota Bandung.

Bendahara Pengcab Keluarga Olahraga Tarung Derajat ‎(Kodrat) Kabupaten Bandung sekaligus Panitia Uji Tanding, Neneng Nurhasanah menuturkan, pelaksanan uji tanding dengan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung sendiri untuk menguji kemampuan atletnya menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII pada Oktober 2018. Pasalnya, sebagai tuan rumah, tim Tarung Derajat Kabupaten Bogor memiliki keuntungan lolos langsung tanpa melalui babak kualifikasi.

“Karena itu, kami membutuhkan ajang ‎untuk menguji kemampuan atlet kami. Dan kami pilih Kota Bandung serta Kabupaten Bandung sebagai lawan latih tanding karena keduanya merupakan juara dan runner up babak kualifikasi,” ujar Neneng saat ditemui di Bandung, Senin (12/2/2018).

Sebagai tuan rumah Porda Jabar XIII, lanjut Neneng, target menjadi juara umum di cabang ‎olahraga tarung derajat menjadi harga mati. Untuk itu, menjajal kekuatan tim tarung derajat Kota Bandung dan Kabupaten Bandung menjadi salah satu ajang yang penting.

“Kota Bandung dan Kabupaten Bandung itu kan yang terkuat di babak kualifikasi, jadi kami harus menguji atlet kita dengan yang terkuat sehingga target juara umum bisa tercapai. Dari hasil uji tanding ini, nanti akan kita evaluasi kekurangan dan kelebihan kita maupun lawan,” tegasnya.

‎Untuk Porda Jabar XIII sendiri, tim tarung derajat Kabupaten Bogor dihuni sebanyak 27 atlet atau komposisi full tim. Mereka akan turun di semua nomor pertandingan yakni di 19 nomor pertandingan.

“Jadi kalau saat babak kualifikasi, Kota Bandung bisa meraih enam medali emas dan menjadi juara, maka kita akan rebut semua. Kita akan berupaya sekuat tenaga untuk menjadi juara umum di cabang olahraga tarung derajat saat Porda Jabar XIII nanti sesuai dengan target yang ditetapkan,” tegasnya.

(Ageng/Vetra)

Rumah Rata dengan Tanah, Korban Kebakaran Mengungsi

0

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kebakaran yang menghanguskan tiga rumah petak di Dusun/Desa Jelat Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis pada Senin (12/2/2018) siang, mengharuskan korban untuk mengungsi ke rumah kerabat terdekatnya.

Kepala Desa Jelat Darsono mengatakan, rumah para korban kebakaran saat ini tidak bisa ditempati lagi karena rata dengan tanah. Akibatnya, keluarga korban kini mengungsi.

BACA JUGA:

Gempa Garut Terjadi akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

“Sambil menunggu pembangunan kembali untuk sementara para korban mengungsi di rumah kerabatnya,” terangnya, Senin (12/2/2018).

Menurut Darsono, kejadian kebakaran yang menghanguskan tiga rumah tersebut terjadi saat ketiga rumah itu ditinggal para penghuninya.

“Menurut laporan yang diterima kejadian kebakaran itu diduga dari konsleting listrik,” katanya.

Selain menghangus ratakan ketiga rumah yang kebetulan posisinya satu atap, lanjut Darsono, kebakaran itu juga menghangsukan harta benda milik korban.

“Seluruh harta korban termasuk satu buah sepeda motor ikut terbakar karena saat kejadian rumah itu dalam keadaan kosong ditinggal penghuninya untuk beraktifitas sehari-hari,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Vetra)

Galeri Investasi di Pasar ‎Cikurubuk Diharapkan Bisa Tingkatkan Literasi Pasar Modal

0

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kehadiran galeri investasi BEI di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya diharapkan bisa meningkatkan literasi atau pemahaman masyarakat terhadap investasi pasar modal dan menjadikan pasar modal Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

Pembukaan galeri investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya ditandai dengan penandatangangan MoU antara Direktur Utama PT BEI, Tito Sulistio, Direktur Utama PD Pasar Resik Kota Tasikmalaya, Asep Safari, Direktur Utama Reilance, Anita dan Dekan Fakultas Ekonomi Unsil, Beben Bahrain, Senin (12/2/2018).

BACA JUGA:

Gempa Garut Terjadi akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Direktur PT BEI, Tito Sulistio menuturkan, pada tahun 2017, nett penjualan di pasar modal Indonesia oleh investor asing mencapai Rp40 triliun. Namun pada saat ini, transaksi di pasar modal Indonesia sudah mulai didominasi investor dalam negeri.

“Galeri investasi ini diharapkan bisa meningkatkan literasi saham sekaligus investor pasar modal dalam negeri. Galeri investasi di pasar ini menjadi yang pertama di‎ Indonesia, kalau di perguruan tinggi sudah ada sekitar 350 galeri yang tersebar di Indonesia,” ujar Tito saat ditemui di sela-sela peresmian Galeri Investasi BEI di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Senin (12/2/2018).

Kehadiran galeri investasi BEI di Pasar Cikurubuk sendiri, diharapkan menjadi sarana mobilisasi investasi dana jangka panjang ‎bagi para pedagang, masyarakat, hingga pengusaha di wilayah Priangan Timur. Selain itu, perusahaan daerah seperti PD Pasar Resik pun bisa menjadi emiten baru di bursa saham.

‎”Termasuk kerjasama dengan Unsil dimana mahasiswa bisa menjadi investor sekaligus emiten di masa depan. Untuk itu, mari kita jaga kepercayaan ini karena ini yang pertama dan keberadaan galeri investasi semoga ada gunanya bagi masyarakat,” tegasnya.

Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional II Jabar, Chandra Nyata Kusumah menuturkan, ‎literasi keuangan masyarakat Jabar pada saat ini ada peningkatan keuangan menjadi 60 persen. Namun‎ mayoritas, literasi tertinggi masih di sektor perbankan dan pasar modal masih rendah hanya sekitar empat persen.

“Jadi peningkatan edukasi pasar modal ini sangat penting karena ‎‎perkembangan pasar modal sendiri terus meningkat positif. Kehadiran galeri investasi ini sangat kita apresiasi dan semoga dapat menjadi literasi subsektor jasa keuangan khususnya investasi di pasar modal lebih baik,” tuturnya.

‎Sementara itu, Direktur Utama Reliance Securitas, Anita menuturkan, galeri investasi BEI di Pasar Cikurubuk ini untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terkait investasi psar modal. Tak hanya itu, galeri investasi ini pun menjadi literasi dan edukasi bagi mahasiswa Unsil yang akan menjadi bibit investor maupun emiten di masa depan.

‎”Galeri ini bisa jadi proyek percontohan dan titik tolak BEI di Indonesia bagaimana mengembangkan masyarakat Indonesia keseluruhan. Ini menjadi upaya ‎agar masyarakat bisa berkembang dan bisa menikmati pasar modal dengan tujuan akhir bagaimana pasar modal jadi tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya.

(Ageng/Vetra)