spot_imgspot_img
Minggu 22 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7720

Minimalisasi Laka di Tanjakan Emen, Komisi IV DPRD Jabar Minta Solusi Dua Dinas

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Menindaklanjuti tragedi kecelakaan maut di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang beberapa waktu lalu, Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan rapat bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Bina Marga Jabar, di Gedung DPRD Jabar, Senin (19/2/2018).

Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah langkah penanggulangan pasca-kecelakaan maut itu.

Adapun sejumlah langkah itu, di antaranya rencana pembangunan Jalur Lingkar Subang dan beberapa fasilitas pendukung lalu lintas lainnya.

Kadis Bina Marga Jabar M Guntoro mengaku sudah mempersiapkan beberapa alternatif untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan di lokasi itu.

Diharapkan jalur alternatif sepanjang 7 kilometer mampu meminimalisasi kecelakaan serta mendongkrak perekonomian di wilayah Subang dan sekitanya.

“Terlebih Kabupaten Subang selama ini menjadi favorit kunjungan wisata di Jabar,” kata Guntoro.

Sekretaris Dishub Jabar Andreas Wijanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan langkah cepat penanganan pasca-kecelakaan maut di Tanjakan Emen atau diganti menjadi Tanjakan Aman itu.

Adapun langkah jangka pendeknya, yakni pembuatan marka jalan, seperti pita kejut di jalur rawan yang menghubungkan KBB dan Subang.

Kemudian langkah jangka panjang yang akan dilakukan, yakni pemasangan perlengkapan jalan,
pembuatan escape way, pemasangan/penempatan CCTV, pembuatan lajur khusus sepeda motor serta pembinaan dan sosialisasi pengusaha angkutan umum termasuk kepada para pengemudi.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Ali Hasan mengapresiasi usulan-usulan terkait langkah-langkah penanggulangan dan pencegahan pasca-kecelakaan maut yang terjadi di Tanjakan Aman oleh Dishub dan Dinas Bina Marga Jabar.

“Penanggulangan dan pencegahan dalam jangka pendek harus menjadi prioritas, mengingat penanggulangan jangka panjang masih terbentur persoalan anggaran,” kata Ali.

Pihaknya berharap, anggara pencegahan dan penanggulangan ini tidak hanya terpusat di jalur Tanjakan Aman saja. Terlebih terdapat 13 jalur rawan kecelakaan di Jabar yang harus menjadi perhatian bersama.

Meskipun dari 13 jalur rawan tersebut hanya 2 yang menjadi kewenangan Pemprov Jabar dan 11 lainnya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.

(LIN)

Demiz Segera Bergerilia ke Daerah-daerah di Jabar

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar memastikan segera bergerilia ke daerah-daerah di Jawa Barat untuk pemenangan di Pilgub Jabar 2018. Bahkan, kata dia, saat ini mulai dibahas daerah kampanye.

“Mau dirapatkan. Lokasinya dibagi, minggu ini di mana, minggu depan di mana, minggu selanjutnya di mana, kita atur,” kata dia.” kata Demiz di Posko Pemenangan, Jalan Karangsari, Kota Bandung, Selasa (20/2/2018).

Menurut dia, pembagian itu tentunya akan dibedakan dengan lokasi kampanye Dedi Mulyadi, terlebih Jabar memiliki daerah sangat luas, sehingga membutuhkan mobilitas dari keduanya. Bahkan kata dia, dengan wakilnya tersebut, diperkirakan hanya akan bertemu dan berkampanye bersama sebanyak lima kali.

“Debat publik, kemudian rapat akbar, selebihnya nggak ketemu, mungkin ketemunya di pelantikan,” kata dia disambut gelak tawa.

Dia pun akan menganalisis daerah yang minim dukungan terhadap DM4 Jabar dan segera melakukan kampanye. Makanya per pekannya dibahas.

Sementara itu, terkait lokasi debat akbar, dia mengatakan tidak bisa membicarakan hal ini saat ini. Pasalnya, hal tersebut merupakan bagian dari strategi kampanye.

“Nanti ada waktunya kita kasih tau, karena lokasi ini gaboleh di kasih tau dulu,” pungkasnya.

(LIN)

Mutasi Atlet Cederai Pembinaan Olahraga

0
183 Atlet Ikuti Kejurprov Panjat Tebing Kelompok Umur, Bogor Kuasai Nomor Speed WR Junior. (FOKUSJabar/web)
BANDUNG,FOKUSJabar.id : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung berharap objektifitas dari tim Pokja Mutasi KONI Jabar dalam melakukan verifikasi mutasi atlet yang terjadi menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII Oktober 2018 mendatang.
Berdasarkan verifikasi tim Pokja Mutasi, hingga saat ini, sebanyak 366 kasus mutasi terjadi menjelang pelaksanaan multieven olahraga terakbar di Jabar ini.
“Kami tidak kaget dengan jumlah mutasi atlet yang membludak menjelang Porda Jabar XIII karena kita pun sudah memiliki datanya melalui tim kita sendiri. Tapi yang terpenting, tim pokja ini harus bersikap objektif dalam menentukan rekomendasi keputusan terkait mutasi atlet ini. Apakah memenuhi syarat atau tidak,” ujar Ketua Umum KONI Kota Bandung, Aan Johana saat ditemui di sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Selasa (20/2/2018).
Aan berharap gelaran multieven tingkat daerah seperti Porda ini menjadi ajang pembuktian pembinaan olahraga yang sudah dilakukan setiap kota/kabupaten dalam tiga tahun terakhir. Pihaknya pun menyayangkan jika pada setiap pelaksanaan Porda Jabar selalui ‘dihiasi’ dengan mutasi atlet yang berlimpah.
“Lalu Porda ini mau dibawa ke arah mana, ke ajang prestasi atau hanya prestise sesaat saja. Saya pikir, mutasi ini hanya untuk kepentingan sesaat. Atlet ini pindah hanya pada saat ada pelaksanaan multievent dan kepentingannya jelas untuk membantu daerah tertentu meraih juara. Akhirnya esensi Porda sebagai ajang evaluasi pembinaan olahraga di daerah tidak tercapai, justru yang muncul iming-iming bonus dan hal lain diluar kaidah pembinaan olahraga,” terangnya.
Dengan jumlah kasus mutasi yang terus meningkat, Aan mengaku jika proses pembinaan olahraga yang dilakukan oleh beberapa daerah pun akan tercederai. Jalan pintas untuk mencapai prestise juara umum di ajang Porda Jabar pun menjadi langkah yang diambil daerah tertentu, dengan mengesampingkan proses pembinaan.
“Fenomena mutasi di setiap pelaksanan Porda Jabar XIII ini jelas mengabaikan kaidah-kaidah sportivitas dan pembinaan yang selama dilakukan beberapa daerah termasuk kami untuk beri memberikan kontribusi prestasi olahraga ke provinsi hingga nasional,” tegasnya.
Aan pun meminta KONI Jabar untuk jeli menyikapi kasus mutasi yang terjadi menjelang pelaksanaan Porda Jabar XIII.
“Jadi selain objektif dalam memverifikasi kasus mutasi atlet, KONI Jabar pun harus membuat peraturan tegas untuk mencegah potensi munculnya atlet-atlet ‘siluman’ yang tiba-tiba tampil di Porda Jabar XIII pada Oktober 2018 mendatang tanpa melalui proses pendaftaran administrasi sebelumnya,” pungkasnya.
(Ageng/Vetra)

Gunung Sampah Setinggi 15 Meter di Mozambik Longsor, 17 Orang Tewas

0
Sebanyak 17 orang tewas akibat gunung sampah longsor di Mozambik, Senin (19/2/2018). (EPA via BBC)

MOZAMBIK, FOKUSJabar.id: Sedikitnya17 orang tewas dan puluhan orang lainnya terluka akibat longsor dari tumpukan sampah yang menggunung di Hulene, Maputo, Mozambik, Senin (19/2/2018) waktu setempat.

Melansir BBC, Selasa (20/2018), gunung sampah setinggi 15 meter itu longsor karena hujan deras yang melanda wilayah tersebut. Sedikitnya lima rumah yang berada di sisi pinggir juga hancur.

Sementara itu petugas berusaha keras melakukan pencarian terhadap korban selamat.

Juru bicara layanan darurat, Leonilde Pelembe menduga masih banyak korban yang terjebak di tumpukan sampah.

“Informasi yang kami terima dari pejabat lokal menyebutkan jumlah orang yang tinggal di rumah itu lebih banyak dari jumlah korban tewas yang tercatat,” kata Leonilde, seperti dikutip Kompas.

Lokasi pembuangan sampah menjadi rumah bagi penduduk miskin di Mozambik. Mereka membangun rumah semi permanen dengan memanfaatkan sampah.

(Agung)

Islandia Bahas RUU Larangan Sunat bagi Anak Laki-laki

0
ilustrasi (web)

ISLANDIA, FOKUSJabar.id: Parlemen Islandia tengah membahas rancangan undang-undang (RUU) tentang pelarangan sunat bagi anak laki-laki.

Dilansir dari BBC, Selasa (20/2/2018), isi RUU itu menyebutkan bahwa siapa pun yang memotong sebagian atau seluruh dari alat vital anak laki-laki bukan berdasarkan pertimbangan medis bisa dijatuhi hukuman 6 tahun penjara.

Para penyusun RUU menganggap bahwa sunat bagi anak laki-laki merupakan pelanggaran terhadap hak anak.

BACA JUGA:

KPU Kota Tasikmalaya Umumkan 45 Anggota DPRD 2024-2029

Salah satu anggota parlemen Islandia yang mengajukan RUU ini, Silja Dogg Gunnarsdottir mengatakan pelarangan sunat bukan tentang kebebasan beragama atau berkeyakinan.

“Setiap orang punya hak beragama, tetapi hak anak berada di atas hak beragama,” kata Silja.

Namun, kelompok keagamaan dan tokoh lintas agama mengecam keras RUU tersebut.

Imam Ahmad Seddeeq, pengurus Pusat Kebudayaan Islam Islandia mengatakan, sunat merupakan bagian dari keyakinan umat Islam.

“Saya yakin RUU bertentangan dengan kebebasan beragama,” kata Seddeeq, seperti dikutip Kompas.

(Agung/Vetra)

Protes Aturan Senjata, Para Pelajar Berbaring di Depan Gedung Putih

0
Para pelajar melakukan unjuk rasa di depan Gedung Putih memprotes aturan pengendalian senjata, Senin (19/2/2018). (AP Photo)

AMERIKA SERIKAT, FOKUSJabar.id: Sekelompok pelajar melakukan aksi berbaring di depan Gedung Putih, sebagai upaya memprotes aturan pengendalian senjata di Amerika Serikat, Senin (19/2/2018) waktu setempat.

Aksi protes pelajar itu digelar sebagai buntut dari insiden penembakan sekolah di Florida pada pekan lalu.

“Apakah saya selanjutnya?” begitu tulisan yang tertera pada papan yang mereka bawa.

Tulisan itu merujuk pada kemungkinan para pelajar lain menjadi korban selanjutnya dari penembakan massal di sekolah.

“Kenapa kami harus dibiarkan hidup dalam ketakutan, mengetahui suatu hari nanti hal serupa bisa terjadi kepada kami,” teriakan para peserta unjuk rasa.

Whitney Bowen (16) dan temannya membentuk kelompok remaja untuk reformasi senjata, mengorganisir aksi protes tersebut.

“Saya berharap ini menjadi titik balik dari semua insiden yang terjadi. Saya dan teman saya sangat terinsipirasi dari peristiwa di Parkland, Florida,” kata Whitney, seperti dikutip Kompas.

(Agung/Vetra)

Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor Jadi Tujuan Utama Mutasi Atlet jelang Porda Jabar XIII

0
Atlet pelajar lolos seleksi Popnas (foto: Ageng)
Atlet pelajar lolos seleksi Popnas (foto: Ageng)
BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor menjadi dua daerah terbanyak yang menjadi tujuan mutasi atlet menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII, Oktober 2018 mendatang. Hingga saat ini, jumlah mutasi yang berhasil diverifikasi oleh Tim Pokja Mutasi KONI Jabar mencapai 366 kasus mutasi.
“Dari 366 kasus mutasi yang berhasil kami verifikasi, ada tiga daerah yang menjadi tujuan utama atlet pindah. Yakni Kota Bekasi, tuan rumah Kabupaten Bogor dan yang ketiga juara bertahan Porda Jabar XII, Kabupaten Bekasi,” ujar Ketua Tim Pokja Mutasi Porda Jabar XIII, Agus Salide saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Selasa (20/2/2018).
Sebelumnya, pihaknya memprediksi jika tuan rumah Porda Jabar XIII Kabupaten Bogor akan menjadi daerah utama tujuan atlet melakukan mutasi. Namun berdasarkan verifikasi yang dilakukan, ternyata Kota Bekasi yang menjadi daerah terbanyak melakukan mutasi atlet.
“Ada sebanyak 74 kasus mutasi atlet yang berhasil kami verifikasi dengan daerah tujuan ke Kota Bekasi. Dan dari angka tersebut, sebanyak 53 pengajuan mutasi atlet melibatkan atlet-atlet yang berasal dari luar provinsi Jabar,” tambahnya.
Agus menjelaskan,  untuk kasus mutasi dengan tujuan Kabupaten Bogor mencapai 29 kasus. Dari total kasus mutasi atlet menuju Kabupaten Bogor, sebanyak 12 kasus mutasi melibatkan atlet yang berasal dari luar provinsi Jabar dan 17 kasus merupakan perpindahan atlet yang berasal dari kota/kabupaten di Jabar.
“Sementara untuk Kota Bogor, ada 28 ajuan mutasi yang 16 diantaranya dari luar provinsi Jabar. Sedangkan untuk Kota Bandung, sebanyak 21 atlet mengajukan untuk pindah ke kota/kabupaten lain dan sembilan atlet yang masuk ke Kota Bandung,” tuturnya.
Untuk cabang olahraga sendiri, dari 366 kasus mutasi yang sudah diverifikasi, sepak takraw menjadi cabang olahraga yang terbanyak yang melakukan mutasi atlet. Tercatat sebanyak 66 atlet melakukan mutasi di cabang olahraga sepaktakraw dan mayoritas berasal dari luar provinsi Jabar yakni dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
“Selain sepak takraw, di cabang olahraga catur, loncat indah, dan panahan pun terjadi mutasi atlet yang cukup banyak,” tambahnya.
Terkait keputusan diterima atau tidak mutasi tersebut, Agus mengaku jika pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada kebijakan Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin. Pihaknya hanya bertugas untuk melakukan verifikasi dari setiap cabang olahraga terkait mutasi atlet. Apakah sesuai dengan aturan dan tahapan yang sudah ditetapkan atau tidak.
“Mutasi atlet memang tidak dilarang, namun tidak dianjurkan. Silakan mutasi, tapi tetap harus ditempuh aturan dan tahapannya. Dan untuk ajang multieven tingkat daerah seperti Porda, idealnya sih mengutamakan atlet-atlet hasil pembinaan sendiri sehingga bisa diketahui proses pembinaan atlet di daerah tersebut berjalan atau tidak. Apalagi harus ‘membeli’ atlet dari luar provinsi yang dipastikan menggelontorkan dana yang tidak sedikit dan hanya untuk meraih prestasi di satu even saja seperti Porda tapi tidak memberi kontribusi bagi Jabar,” tegasnya.
(Ageng/Vetra)