spot_img
Senin 24 Juni 2024
spot_img
More

    Mutasi Atlet Cederai Pembinaan Olahraga

    BANDUNG,FOKUSJabar.id : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung berharap objektifitas dari tim Pokja Mutasi KONI Jabar dalam melakukan verifikasi mutasi atlet yang terjadi menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII Oktober 2018 mendatang.
    Berdasarkan verifikasi tim Pokja Mutasi, hingga saat ini, sebanyak 366 kasus mutasi terjadi menjelang pelaksanaan multieven olahraga terakbar di Jabar ini.
    “Kami tidak kaget dengan jumlah mutasi atlet yang membludak menjelang Porda Jabar XIII karena kita pun sudah memiliki datanya melalui tim kita sendiri. Tapi yang terpenting, tim pokja ini harus bersikap objektif dalam menentukan rekomendasi keputusan terkait mutasi atlet ini. Apakah memenuhi syarat atau tidak,” ujar Ketua Umum KONI Kota Bandung, Aan Johana saat ditemui di sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Selasa (20/2/2018).
    Aan berharap gelaran multieven tingkat daerah seperti Porda ini menjadi ajang pembuktian pembinaan olahraga yang sudah dilakukan setiap kota/kabupaten dalam tiga tahun terakhir. Pihaknya pun menyayangkan jika pada setiap pelaksanaan Porda Jabar selalui ‘dihiasi’ dengan mutasi atlet yang berlimpah.
    “Lalu Porda ini mau dibawa ke arah mana, ke ajang prestasi atau hanya prestise sesaat saja. Saya pikir, mutasi ini hanya untuk kepentingan sesaat. Atlet ini pindah hanya pada saat ada pelaksanaan multievent dan kepentingannya jelas untuk membantu daerah tertentu meraih juara. Akhirnya esensi Porda sebagai ajang evaluasi pembinaan olahraga di daerah tidak tercapai, justru yang muncul iming-iming bonus dan hal lain diluar kaidah pembinaan olahraga,” terangnya.
    Dengan jumlah kasus mutasi yang terus meningkat, Aan mengaku jika proses pembinaan olahraga yang dilakukan oleh beberapa daerah pun akan tercederai. Jalan pintas untuk mencapai prestise juara umum di ajang Porda Jabar pun menjadi langkah yang diambil daerah tertentu, dengan mengesampingkan proses pembinaan.
    “Fenomena mutasi di setiap pelaksanan Porda Jabar XIII ini jelas mengabaikan kaidah-kaidah sportivitas dan pembinaan yang selama dilakukan beberapa daerah termasuk kami untuk beri memberikan kontribusi prestasi olahraga ke provinsi hingga nasional,” tegasnya.
    Aan pun meminta KONI Jabar untuk jeli menyikapi kasus mutasi yang terjadi menjelang pelaksanaan Porda Jabar XIII.
    “Jadi selain objektif dalam memverifikasi kasus mutasi atlet, KONI Jabar pun harus membuat peraturan tegas untuk mencegah potensi munculnya atlet-atlet ‘siluman’ yang tiba-tiba tampil di Porda Jabar XIII pada Oktober 2018 mendatang tanpa melalui proses pendaftaran administrasi sebelumnya,” pungkasnya.
    (Ageng/Vetra)

    Berita Terbaru

    spot_img