spot_imgspot_img
Minggu 22 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7716

Jet Tempur AS Jatuhkan Tangki Bensin, Jepang Geram

0
Menhan Jepang, Itsunori Onodera, meminta penjelasan setelah salah satu jet tempur AS menjatuhkan dua tangki bensin saat terbang di atas Danau Ogawara pada Selasa (20/2). (Reuters/Kim Kyung-Hoon)

JEPANG, FOKUSJabar.id: Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera meminta penjelasan setelah salah satu jet tempur Amerika Serikat menjatuhkan dua tangki bensin saat terbang di atas Danau Ogawara, Selasa (20/2/2018) waktu setempat.

“Kami meminta pihak AS menjelaskan apa yang terjadi dan apa penyebabnya. Kami juga sepenuhnya menuntut AS melakukan tindakan pencegahan,” kata Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera, sebagaimana dikutip The Straits Times.

Insiden ini bermula saat F16 lepas landas dari pangkalan udara Misawa di utara Aomori pada Selasa pagi. Tak lama setelah mengudara, jet tersebut mengalami kebakaran mesin.

“Militer AS mengatakan kepada kami mereka membuang dua tangki eksterior di Danau Ogawara di utara pangkalan udara Misawa. Pesawat itu kembali mendarat di pangkalan tersebut,” katanya.

Melalui pernyataan, militer AS sudah mengonfirmasi bahwa salah satu jet F16-nya “terpaksa membuang dua tangki bahan bakar eksternal ke daerah yang tidak berpenghuni” setelah mengalami kebakaran mesin.

“Keamanan awak pesawat dan warga lokal adalah prioritas nomor satu kami saat terbang. Kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menentukan akar masalah dan penyebab terjadinya insiden,” ujar Komandan 35th Fighting Wing, Kolonel R Scott Jobe, dilansir CNN.

(Agung)

Hakim Minta Ahok Hadiri Sidang Cerai

0
Setelah kembali tak hadir, Majelis Hakim PN Jakarta Utara meminta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok datang ke sidang menggugat cerai istrinya, Veronica Tan. (CNN/Pool/Ramdani)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara meminta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hadir dalam sidang menggugat cerai istrinya, Veronica Tan.

“Setelah pembuktian, majelis hakim berharap minta penggugat datang,” kata Pengacara Ahok, Josefina Syukur kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (21/2/2018).

Josefina mengatakan akan menyampaikan permintaan hakim tersebut kepada Ahok yang saat ini tengah menjalani hukuman penjara di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Barulah setelah itu pihaknya bisa memberi tahu apakah Ahok akan hadir atau tidak.

BACA JUGA:

KPU Kota Tasikmalaya Umumkan 45 Anggota DPRD 2024-2029

“Saya harus sampaikan ke Pak Ahok dulu karena ada permintaan (Majelis Hakim) ini,” ujar Josefina, seperti dikutip CNN.

Sidang cerai lanjutan Ahok-Vero akan dilaksanakan pada Rabu, 28 Februari 2018 di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Agenda persidangan adalah mendengarkan keterangan dua saksi yang dihadirkan pihak Ahok.

Ahok menggugat cerai istrinya dengan alasan orang ketiga dalam rumah tangga. Ada dua hal yang dituntut Ahok, yakni perceraian dan hak asuh anak.

(Agung/LIN)

Di Cina, Muncul Fenomena Striptis di Upacara Pemakaman

0
Seorang gadis tengah menghibur pada sebuah upacara pemakaman di China. Saat ini, pemerintah tengah getol memberantas fenomena striptis di upacara pemakaman karena dianggap tidak beradab.(Weibo via ABC News)

CINA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Cina melalui Kementerian Kebudayaan mengumumkan bakal menggelar operasi untuk memberantas sebuah fenomena memanggil gadis penghibur sebagai penari striptis di upacara pemakaman.

Dilansir The Telegraph Selasa (20/2/2018), Cina mulai melaksanakan operasi pertama pada 2006. Kemudian yang kedua dilakukan di 2015.

“Kami menyasar pertunjukkan cabul, vulgar, dan sarat pornografi di upacara pemakaman, pernikahan, atau merayakan Tahun Baru Cina,” ujar kementerian dalam rilis resmi, seperti dikutip Kompas.

BACA JUGA:

KPU Kota Tasikmalaya Umumkan 45 Anggota DPRD 2024-2029

Penggerebekan yang dilakukan kementerian dilaporkan menyasar 19 kota yang berada di empat provinsi; Henan, Anhui, Jiangsu, dan Hebei.

Media pemerintah, Global Times memberitakan, Beijing menjanjikan hadiah uang kepada masyarakat yang melaporkan adanya praktik striptis di pemakaman melalui nomor yang disediakan.

Namun, profesor media, Kuang Haiyan. mengatakan praktik itu tak lebih dari pemujaan terhadap kesuburan.

“Menurut interpretasi antropologi budaya, pertunjukkan erotis tersebut merupakan bentuk penyampaian permintaan agar keturunan orang yang meninggal itu bisa mendapat banyak anak,” kata Kuang.

(Agung/LIN)

Dapat Nilai Buruk, Dipusipda Kota Tasikmalaya Butuh Depo Arsip

0
erpustakaan Dan Arsip Untuk Mewujudkan Pembangunan SDM (fokusjabar-Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dipusipda) Kota Tasikmalaya terus melakukan pembenahan dan penataan kearsipan untuk menjamin keselamatan penyimpanan data dan arsip yang terus dipergunakan.

Untuk menuju hal itu, maka dibutuhkan infrastruktur yang mendukung, seperti tersedianya depo arsip.

Kepala Dipusipda Kota Tasikmalaya Oslan K Falah mengatakan, depo arsip sangat diperlukan untuk menunjang kegiatan di dinas tersebut. Dengan kata lain, Dipusipda sangat memerlukan sarana tersebut.

BACA JUGA:

KPU Kota Tasikmalaya Umumkan 45 Anggota DPRD 2024-2029

‘Kita sudah mengajukan ke Pemkot Tasikmalaya agar bisa terwujud, tetapi belum ada kepastian, karena keterbatasan anggaran. Untuk membangun depo arsip itu membutuhkan anggaran minimal Rp20 milyar,” kata Oslan di Aula Pertambangan, Komplek Perkantoran, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Rabu (21/2/2018).

Dia pun mengakui bahwa selama ini Dipusipda Kota Tasikmalaya mendapat nilai buruk dari Lake. Hal itu karena sistem penyimpanan arsip di beberapa OPD tidak tersimpan dengan baik, bahk ditumpuk seperti rongsokan.

“Saya berharap 2019 nanti bangunan depo arsip bisa dibangun, dengan begitu Dipusipda mampu mendapatkan penilaian baik dalam hal ketaatan terhadap dokumen dari Lake, sehingga kita termasuk 10 besar terbaik di Jawa Barat dalam pengelolaan kearsipan,” kata dia.

(Seda/LIN)

MUI Minta Masyarakat Tak Takut dengan Pemberitaan Penganiayaan Ustadz

0
Logo-MUI-Jabar (WEB)
Logo-MUI-Jabar (WEB)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap tokoh agama yang sempat meresahkan masyarakat beberapa waktu terakhir.

Demikian dikatakan Ketua MUI Jabar Rahmat Syafei dalam acara silaturahmi MUI dan DKM di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Rabu (21/2/2018).

“Waktu kasus ini rame, ada orang yang bilang jadi takut ke masjid. Dia bilang minta polisi jaga di setiap masjid,” kata Rahmat.

Menurut dia, kekhawatiran itu harus disikapi dengan kewaspadaan dan saling menjaga di masing-masing wilayah. Permintaan penjagaan dari polisi di setiap masjid itu sangat berat, mengingat petugas yang ada tidak akan cukup.

BACA JUGA:

KPU Kota Tasikmalaya Umumkan 45 Anggota DPRD 2024-2029

Kendati begitu, dia meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan tokoh agama agar tidak terjadi kebingungan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Harus diusut tuntas. Jangan sampai diputuskan gila, terus selesai,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengimbau masyarakat untuk menyeleksi setiap informasi yang datang melalui berbagai media. Jangan sampai terpancing dan terprovokasi oleh berita yang tidak jelas. Sebab, kata dia, jika tidak hati-hati bisa teradu domba.

“Ini permainan orang. Orang ini bisa siapa saja. Nah, itu tugas polisi,” pungkas dia.

(LIN)

Bawaslu Jabar: Paslon Tidak Boleh Kampanye di Pesantren

0
Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto Saat menerangkan Aturan ASN dilarang terlibat politik praktis di Pilkada 2018 (foto LIN)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mengingatkan pasangan calon agar tidak berkampanye di pesantren. Larangan ini sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Harminus Kotto mengatakan, berdasarkan peraturan itu kandidat dilarang berkampanye di tempat ibadah dan pendidikan. Dia pun menyebut pesantren sebagai tempat pendidikan sehingga tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik tersebut.

“Kampanye dilarang di tempat ibadah, begitupun di tempat pendidikan,” kata Harminus di Bandung, Rabu (21/2/2018).

Namun, dia tidak merinci larangan kampanye di pesantren meliputi hal apa saja. Sebab, dia menyebut di masa kampanye ini pasangan calon boleh datang ke pesantren selama tidak menyampaikan visi misi dan ajakan untuk memilih.

BACA JUGA:

KPU Kota Tasikmalaya Umumkan 45 Anggota DPRD 2024-2029

“Berarti siapa saja boleh datang ke pesantren, tetapi tidak boleh berkampanye,” tegas dia.

Lebih lanjut, dia mengaku belum menerima laporan adanya pelanggaran selama awal masa kampanye ini. Dari 27 kabupaten/kota di Jabar, Bawaslu Jabar belim menerima satu laporan pun terkait pelanggaran. Kendati begitu, pihaknya akan terus mengawasi selama masa kampanye berlangsung.

“Saya juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi,” katanya.

(LIN)

Dituding Antek Komunis, Hasan Tidak Khawatir

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jabar nomor urut 2 TB Hasanuddin (Kang Hasan) mengaku sudah mendapat serangan kampanye hitam.

Dia bahkan disebut sebagai antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

Demikian diungkapkan Hasan saat ditemui di kawasan Jalan Peta, Kota Bandung, Rabu (21/2/2018).

“Sudah ada (tuduhan PKI di media sosial). Tapi saya tidak khawatir. Yang baca paling ketawa,” kata Hasan.

Menurut dia, tuduhan itu tidak mendasar, apalagi dirinya pernah menjadi pejabat publik di bidang keamanan negara yang bertukas melindungi bangsa.

Dirinya pun lulusan Akmil 1974 yang berpengalaman dalam bidang Infanteri. Jabatan terakhir jenderal bintang dua itu adalah Sesmilpres Kemsetneg.

Kendati begitu, Hasan tidak secara spesifik darimana tuduhan itu datang, bahkan dirinya tidak akan memperpanjang urusan tersebut.

“Biarkan saja, saya tidak mau hal ini memperkeruh suasana,” kata dia.

Hasan pun memerintahkan rim pemenangan dan pendukungnya untuk tidak terprovokasi. Terlebih hanya akan membuat fokus sosialisasi terpecah.

“Saya perintahkan semua (tim pemenangan dan pendukung) untuk tenang dan tetap fokus dalam kampanye yang sehat sesuai aturan,” pungkasnya.

(LIN)