spot_imgspot_img
Kamis 13 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 77

SMKN 2 Ciamis Jadi Sekolah Pertama Tuan Rumah Gerakan Pangan Murah DKPP Jawa Barat

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: DKPP Jabar Bawa Gerakan Pangan Murah ke Sekolah, SMKN 2 Ciamis Jadi Lokasi Perdana

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat meluncurkan inovasi segar dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menggandeng lingkungan sekolah. SMKN 2 Ciamis mencatatkan diri sebagai sekolah pertama di Kabupaten Ciamis yang menjadi tuan rumah ajang ini, Selasa (28/7/2026).

Langkah menerjunkan GPM ke lingkungan sekolah ini menjadi strategi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperluas jangkauan bahan pangan terjangkau, terutama bagi para orang tua murid.

Baca Juga: FKIP Universitas Galuh Bekali 277 Mahasiswa PLP Sebelum Terjun Mengajar di Sekolah

Kepala UPTD Balai Perbibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Potong Ciamis, Vidi Wulandari, mewakili Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Jabar, menyebut konsep ini sebagai terobosan baru untuk mendekatkan pasokan pangan murah ke masyarakat.

“Kami berkolaborasi secara lintas sektoral, tidak hanya dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya kami juga telah bekerja sama dengan Bapenda Provinsi Jawa Barat maupun kepolisian. Tahun ini di Ciamis menjadi yang pertama kami bekerja sama dengan sekolah,” ujar Vidi.

Vidi menjelaskan bahwa pihak sekolah memegang peran strategis karena sanggup merangkul masyarakat luas lewat jaringan wali murid.

“Pelaksanaan GPM di sekolah merupakan upaya untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para orang tua siswa yang menjadi sasaran utama kegiatan,” katanya.

Panitia memilih SMKN 2 Ciamis lantaran mengantongi dukungan penuh dari pengelola sekolah dan warga sekitar. Selain itu, area pasar murah berada terpisah dari gedung kelas sehingga kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan kondusif.

Antusiasme SMKN 2 Ciamis Menggelar Gerakan Pangan Murah

Sebelum mengeksekusi kegiatan, DKPP Jabar sudah menjalin koordinasi bersama Pemkab Ciamis dan instansi terkait. Tingginya antusiasme pihak sekolah menjadi alasan utama yang menetapkan SMKN 2 Ciamis sebagai proyek percontohan di sektor pendidikan.

Dalam ajang ini, warga menyerbu berbagai komoditas kebutuhan pokok yang dijual di bawah harga pasar. Panitia menyuplai sekitar 4 ton bahan pangan, mulai dari beras SPHP, beras premium, beras poktan, Minyakita, minyak goreng premium, gula pasir, telur, tepung terigu, daging ayam, hingga aneka sayur dan buah segar.

Vidi menegaskan bahwa program GPM ini bergulir di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

“Tidak menutup kemungkinan Kabupaten Ciamis akan kembali mendapatkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah apabila ada usulan dari pemerintah daerah kepada Provinsi. Beberapa daerah lain juga sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan serupa karena melihat tingginya antusiasme masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai bahan evaluasi harian, DKPP Jabar mencatat angka pasokan dan hasil penjualan. Penjualan yang habis terjual menjadi bukti nyata bahwa warga sangat membutuhkan program ini sekaligus mengindikasikan daya beli masyarakat yang masih terjaga.

Lewat GPM, pemerintah membidik stabilitas harga, mengendalikan laju inflasi daerah, serta menjamin keterjangkauan pangan bagi masyarakat menengah ke bawah.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Ciamis, Undang Tatang Hidayat, mengaku bangga atas kepercayaan Pemprov Jabar. Karena menunjuk sekolahnya sebagai lokasi perdana GPM di lingkungan pendidikan.

“Alhamdulillah, SMK Negeri 2 Ciamis ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyelenggarakan kegiatan Gerakan Pangan Murah atau operasi pasar murah,” katanya.

Undang menilai pasar murah ini mengalirkan manfaat besar bagi keluarga siswa dan warga sekitar sekolah.

“Mudah-mudahan masyarakat di lingkungan sekitar dapat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Harapan kami, warga sekolah dapat memanfaatkan kesempatan ini. Termasuk para orang tua siswa yang bisa menitipkan kepada anaknya untuk berbelanja di sini,” ungkapnya.

“Kami juga telah menyampaikan informasi kepada desa-desa sekitar agar masyarakat dapat hadir,” pungkas Undang.

(Mia)

FKIP Universitas Galuh Bekali 277 Mahasiswa PLP Sebelum Terjun Mengajar di Sekolah

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Peserta PLP FKIP Universitas Galuh Ciamis Tahun Akademik 2025/2026 Semester Genap

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis menyelenggarakan Pembekalan Peserta Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kelas 1, 2, dan 3 Unigal ini menjadi fondasi awal bagi para mahasiswa sebelum mengajar langsung dan beradaptasi di lingkungan sekolah.

Baca Juga: FKIP Universitas Galuh Terjunkan 277 Mahasiswa PLP, Perkuat Kerja Sama dengan BKPSDM Ciamis

Dekan FKIP Universitas Galuh, Dr. Asep Amam, membuka agenda pembekalan ini secara resmi. Dalam pengarahannya, ia memacu semangat para peserta agar memanfaatkan momen PLP untuk mengasah kompetensi sebagai calon pendidik profesional.

“PLP bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang belajar yang sesungguhnya. Jadikan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan mengajar, memperkuat karakter, menjaga etika profesi, serta membawa nama baik Universitas Galuh di sekolah tempat praktik,” pesannya.

Asep mengajak seluruh calon guru ini menyerap ilmu dari para guru pamong serta dosen pembimbing sepanjang masa praktik di lapangan.

“Ikutilah setiap proses dengan sungguh-sungguh. Bangun komunikasi yang baik, tunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas. Sehingga pengalaman PLP menjadi bekal berharga ketika nanti menjadi guru,” tambahnya.

Dua Skema Program Utama

Ketua BPT PLP FKIP Universitas Galuh, Sri Maryati, melaporkan bahwa sebanyak 277 mahasiswa dari tujuh program studi mengikuti program PLP semester ini.

“Peserta PLP tahun ini berjumlah 277 mahasiswa, terdiri atas 59 mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, 25 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, 15 mahasiswa Pendidikan Akuntansi, 12 mahasiswa Pendidikan Biologi, 20 mahasiswa Pendidikan Matematika, 17 mahasiswa Pendidikan Sejarah, dan 130 mahasiswa Pendidikan Jasmani,” ujar Sri Maryati.

Sri menjelaskan bahwa panitia membagi penempatan peserta ke dalam dua skema program utama.

“Sebanyak 224 mahasiswa mengikuti Program PLP FKIP yang ditempatkan di tujuh sekolah tingkat SMA, MAN, dan SMK. Sedangkan 53 mahasiswa lainnya mengikuti program kerja sama dengan BKPSDM. Mereka akan melaksanakan praktik di 18 sekolah tingkat SD dan SMP,” jelasnya.

Rinciannya, Program FKIP menyalurkan 50 mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, 15 Pendidikan Bahasa Inggris, 15 Akuntansi, 17 Pendidikan Matematika, 10 Pendidikan Biologi, 13 Pendidikan Sejarah, serta 104 Pendidikan Jasmani.

Sementara itu, Program BKPSDM menerjunkan 9 mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, 10 Pendidikan Bahasa Inggris, 3 Pendidikan Matematika, 2 Pendidikan Biologi, 4 Pendidikan Sejarah, dan 25 Pendidikan Jasmani.

Guna menggembleng kesiapan para mahasiswa, panitia menyajikan tiga materi pembekalan. Dr. Ida Nuraida membawakan materi Penguatan Kurikulum Merdeka yang Terinternalisasi dengan Panca Waluya untuk menanamkan karakter peserta didik.

Pemateri kedua, Dr. Yeni Wijayanti, mengulas Budaya Lingkungan Persekolahan guna membekali mahasiswa pemahaman tentang etika kerja dan adaptasi. Pemateri terakhir, Sri Maryati, memaparkan panduan teknis pelaksanaan, tata tertib, hingga mekanisme pelaporan PLP.

Melalui pembekalan ini, FKIP Universitas Galuh memproyeksikan kesiapan matang bagi para mahasiswa dari segi akademik, etika, dan sikap. Pihak kampus optimistis mereka sanggup memberikan kontribusi positif bagi sekolah mitra dan dunia pendidikan.

(Mia)

Arema FC Tundukkan Tampines Rovers 2-1, Gustavo Henrique Cetak Brace di Piala Presiden 2026

0

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Arema FC sukses mengamankan kemenangan krusial atas klub asal Singapura, Tampines Rovers, dengan skor tipis 2-1 pada laga kedua Grup A turnamen pramusim Piala Presiden 2026.

Penyerang Arema FC, Gustavo Henrique, borong dua gol (brace) untuk menyegel kemenangan Singo Edan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Selasa (28/7/2026). Sementara itu, Dylan menyumbang gol tunggal untuk Tampines Rovers.

Baca Juga: Disambut Umuh Muchtar, Mariano Peralta Siap Bikin Persib Makin Tajam

Usai laga, pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui bahwa anak asuhnya memeras keringat cukup keras demi memetik hasil maksimal pada laga ini.

Marcos Santos menganggap Tampines Rovers sebagai lawan tangguh yang menyulitkan timnya sepanjang pertandingan dengan determinasi tinggi.

“Pertandingan yang sulit. Tampines adalah tim yang kuat, memiliki kecepatan tinggi, tidak pernah menyerah, dan merupakan tim yang sangat terorganisasi dengan baik,” kata Marcos Santos usai laga.

Marcos menjelaskan bahwa Arema FC saat ini masih berproses merakit kekuatan tim, mengingat pengurus mendatangkan sejumlah pilar baru menjelang kompetisi musim 2026/2027.

Selain penyesuaian komposisi, ia menyoroti tingkat kebugaran fisik para pemain yang belum menyentuh level puncak. Meski demikian, timnya menunjukkan grafik permainan yang kian menanjak.

“Sementara kami masih dalam proses membangun kembali tim, dengan para pemain baru yang kondisi fisiknya belum ideal,” ujar Marcos.

“Meski begitu, mereka sudah mulai menunjukkan respons yang positif. Seperti Gustavo yang mencetak dua gol berkat dua assist dari Dalberto Careca. Grup Arema semakin kuat dan tim ini terus berkembang dari pertandingan ke pertandingan,” jelasnya.

Kemenangan atas Tampines Rovers ini sekaligus memecah kebuntuan Singo Edan dengan mengemas tiga poin pertama. Pada laga pembuka pramusim sebelumnya, Arema FC sempat menelan kekalahan dari Persib Bandung.

(Arif)

Pemkab Pangandaran Anggarkan Rp250 Juta agar IPAL Komunal Pantai Barat Segera Beroperasi

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Penampakan IPAL Komunal (dokumen).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran meluncurkan langkah lanjutan untuk menggenjot proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal di depan Hotel Horison, Pantai Barat Pangandaran. Tahun ini, pemerintah daerah mengucurkan anggaran khusus guna memasang Sambungan Rumah (SR) agar fasilitas tersebut dapat beroperasi.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran, Dede Tatang Sujana, menjelaskan kebutuhan dana pemasangan SR mencapai Rp250 juta.

Baca Juga: Tak Ada Dapur MBG di Pangandaran yang Ditutup, Koordinator Pastikan 55 SPPG Tetap Aktif

“Tahun sekarang Alhamdulillah teranggarkan sama ibu bupati kembali buat pemasangan SR. Anggarannya Rp250 juta,” ujar Dede Tatang di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2026).

Dede Tatang juga membenarkan bahwa IPAL Komunal yang sebelumnya menelan biaya pembangunan sekitar Rp600 juta itu belum berfungsi secara maksimal.

“Iya betul belum bisa berfungsi,” katanya.

Proyek ini menghadapi berbagai kendala sejak awal pengerjaan, termasuk aksi penolakan dari warga sekitar.

“Karena pindah titik lokasi. Tadinya di sebelah sini, lalu beralih ke sebelah sini karena warga keberatan makanya pindah titik lokasi, jadi harus membongkar paving blok,” ungkap Dede Tatang.

Sebelumnya, fasilitas IPAL komunal di depan Hotel Horison Pos 1 Pantai Barat Pangandaran tersebut memang terindikasi belum beroperasi secara fungsional.

Padahal, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami sempat menyampaikan optimisme tinggi. Bahwa menurutnya pembangunan IPAL itu bakal menjelma menjadi proyek percontohan (pilot project) pengelolaan limbah yang ideal di kawasan wisata.

Melalui anggaran tambahan untuk pemasangan SR tahun ini, Pemkab Pangandaran berharap IPAL Komunal di Pantai Barat segera mendatangkan manfaat nyata. Serta menekan pencemaran lingkungan di kawasan wisata.

(Sajidin)

Prestasi Gemilang! Kontingen MTs Ciamis Sabet 8 Medali di Ajang MOSAIC 2026 Jabar

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Istimewa (Kontingen Madrasah Ciamis Raih 8 Medali di MOSAIC 2026)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kontingen madrasah asal Kabupaten Ciamis kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat Provinsi Jawa Barat pada ajang Mathematics, Social, and Science Competition (MOSAIC) 2026.

Bersaing ketat dengan peserta jenjang MTs/SMP se-Jawa Barat, para siswa asal Ciamis sukses memboyong delapan medali. Raihan tersebut mencakup 1 medali emas, 3 medali perak, dan 4 medali perunggu.

Baca Juga: Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jalankan KKN di Ciamis, Fokus Pengelolaan Sampah Desa

Siswa-siswi dari sejumlah madrasah tsanawiyah negeri di Kabupaten Ciamis mengukir prestasi ini pada cabang Matematika, Science (IPA), dan Sosial (IPS).

Erlangga Pramudita dari MTs Negeri 8 Ciamis menyumbang medali emas pada bidang Sosial. Sementara itu, tiga siswa lainnya merebut medali perak, yakni Pranaja Muhammad Aryasatya dari MTsN 15 Ciamis (Matematika), Rezi Satria Fadli dari MTsN 10 Ciamis (Science), serta Raffardhan Bintang Athalla Aryanto dari MTsN 10 Ciamis (Science).

Empat medali perunggu berhasil dikumpulkan oleh Raska Azfar Haidar dari MTsN 15 Ciamis (Matematika), Asri Destiani dari MTsN 9 Ciamis (Matematika), Cucu Sylvi Daryati dari MTsN 9 Ciamis (Sosial), dan Fayra Alifiatuzahra dari MTsN 15 Ciamis (Sosial).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Asep Lukman Hakim, melayangkan apresiasi tinggi kepada para siswa, guru pembimbing, kepala sekolah, hingga orang tua murid yang menyokong keberhasilan ini.

Kualitas Madrasah Ciamis

Asep menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan kualitas madrasah di Kabupaten Ciamis sanggup melahirkan peserta didik unggul, baik dari segi akademik maupun pembentukan karakter.

“Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras para siswa, dedikasi guru pembimbing, dukungan kepala madrasah, serta doa dan peran orang tua,” ungkap Asep, Selasa (28/7/2026).

“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peraih medali yang telah mengharumkan nama Kabupaten Ciamis dan madrasah,” tambahnya.

Ia memendam harapan besar agar raihan ini menyulut motivasi siswa madrasah lainnya untuk terus memacu semangat belajar. Terlebih berani menjajal kompetisi akademik.

“Semoga prestasi ini tidak berhenti sampai di sini. Jadikan keberhasilan ini sebagai penyemangat untuk terus belajar dan berinovasi. Selanjutanya meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

“Kementerian Agama Kabupaten Ciamis akan terus mendorong peningkatan mutu pendidikan madrasah. Harapannya agar mampu melahirkan generasi yang cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

(Mia)

Mahasiswa KKN STISIP Bina Putera Banjar Dampingi UMKM Desa Neglasari Urus NIB, Sertifikat Halal dan Rebranding Produk

0
Banjar, FOKUSjabar.id
Caption: Mahasiswa dan pelaku UMKM di Desa Negalsari. Banjar (istimewa/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STISIP Bina Putera Banjar melancarkan program pemberdayaan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar.

Mereka memfasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Halal, hingga mempercantik tampilan (rebranding) produk lokal. Langkah ini membidik peningkatan daya saing serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi pertanian dan agroindustri.

Baca Juga: Perumdam Tirta Anom Banjar Lakukan Perawatan Besar, Distribusi Air Bersih Sementara Dihentikan

Program aksi ini mengejawantahkan tema KKN, yakni “Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Potensi Pertanian dan Agroindustri Di Kota Banjar.” Lewat pendampingan intensif, mahasiswa KKN membantu pelaku usaha memegang izin legalitas resmi sebagai pondasi utama pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Selain mengawal penerbitan NIB lewat sistem Online Single Submission (OSS), mahasiswa membimbing para pemilik UMKM menempuh proses Sertifikat Halal. Legalitas ini membukakan pintu bagi para pelaku usaha untuk menembus etalase pasar modern, menyuplai pengadaan pemerintah, hingga menguasai platform digital.

Tidak berhenti pada dokumen legalitas, tim KKN merevolusi tampilan produk UMKM lewat perbaikan desain kemasan, pembuatan logo anyar, penyusunan rincian label, serta penataan strategi pemasaran digital. Upaya ini mendongkrak citra produk agar memiliki nilai tambah dan mengerek harga jual.

Mayoritas produk UMKM di Desa Neglasari bersumber dari panen pertanian dan pengolahan pangan lokal. Oleh karena itu, penajaman identitas merek menjadi strategi kunci agar produk lokal sanggup menembus persaingan pasar tanpa mengikis ciri khas daerah.

Lahirnya UMKM Terpercaya dan Berdaya Saing Tinggi

Sinergi erat antara mahasiswa KKN STISIP Bina Putera Banjar, Pemerintah Desa Neglasari, pelaku usaha, dan instansi terkait ini menargetkan lahirnya UMKM terpercaya dan berdaya saing tinggi. Kepemilikan NIB dan Sertifikat Halal mempermudah pelaku usaha menyerap akses pembiayaan, pelatihan, serta kemitraan bisnis yang lebih luas.

Ketua Kelompok KKN STISIP Bina Putera Banjar Desa Neglasari, Iin Sarwin, menegaskan bahwa kemajuan ekonomi warga tidak hanya bertumpu pada besarnya kapasitas produksi, melainkan juga pada legalitas usaha, mutu kemasan, dan daya pikat produk.

“Kami ingin UMKM Desa Neglasari tidak hanya mampu memproduksi hasil pertanian dan olahannya, tetapi juga memiliki identitas usaha yang kuat, legalitas yang lengkap, serta kemasan yang menarik sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan nilai jual produk. Melalui pendampingan ini, kami berharap UMKM dapat naik kelas dan menjadi penggerak ekonomi lokal,” kata Iin pada Selasa (28/7/2026).

Sementara itu, Kepala Desa Neglasari, Setiaman, menyampaikan apresiasi tinggi atas aksi nyata para mahasiswa KKN. Menurutnya, pendampingan ini mendorong transformasi UMKM menuju tata kelola usaha yang lebih profesional.

“Kami ucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN STISIP Bina Putera Banjar yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Neglasari. Tentunya dalam mendampingi para pelaku UMKM. Program ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal. Serta inovasi kemasan produk agar UMKM kami semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Melalui kemitraan ini, STISIP Bina Putera Banjar dan Pemdes Neglasari optimistis produk-produk unggulan desa sanggup menjelma menjadi mesin penggerak ekonomi warga.

Dengan legalitas utuh, jaminan halal, dan kemasan modern, produk agroindustri lokal berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas. Sekaligus mendongkrak kesejahteraan para pelaku UMKM.

(Agus Purwadi)

Tak Ada Dapur MBG di Pangandaran yang Ditutup, Koordinator Pastikan 55 SPPG Tetap Aktif

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
oto: Dapur SPPG Bagolo Pangandaran (dokumen)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Pangandaran memutus kekhawatiran publik dengan memastikan 55 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya tetap mengalirkan layanan secara normal. Puluhan dapur tersebut tersebar merata di 10 kecamatan se-Kabupaten Pangandaran.

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Pangandaran, Gugun, mengonfirmasi kondisi operasional tersebut melalui pesan WhatsApp, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: Pelebaran Jalan Pantai Barat Pangandaran Berdampak pada Penebangan Pohon, Pemkab Siapkan Pengganti

“Jumlah SPPG operasional 55. Enggak ada yang tutup,” kata Gugun.

Gugun menjamin tidak ada satu pun dapur SPPG yang menghentikan aktivitas memasak. Seluruh unit dapur saat ini aktif mengolah serta mendistribusikan santapan gizi demi menyokong program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa di Pangandaran.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) melancarkan aksi penertiban masif terhadap ratusan dapur SPPG yang membangkang dari aturan regulasi. Langkah tegas ini memproyeksikan pengawasan ekstra ketat terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional di berbagai daerah.

Selain membekukan operasional dapur bermasalah, BGN menjatuhkan sanksi disiplin keras kepada para pegawai yang terbukti menabrak aturan harian.

Kepala BGN, Sudaryono, mengumumkan secara langsung kebijakan penertiban besar-besaran ini saat memimpin konferensi pers di Jakarta pada Senin (27/7/2026). Ia menegaskan langkah penindakan ini sebagai batu pijakan untuk membenahi total tata kelola internal BGN.

“Ada 833 dapur yang kami suspend hari ini,” kata Sudaryono.

Penutupan Ratusan Dapur SPPG

Langkah pembekuan operasional ini menyasar pelbagai wilayah di Tanah Air. Tim BGN menyegel 98 dapur SPPG di kawasan Sumatera serta 424 dapur di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, NTB, NTT, hingga Papua. Sementara itu, 311 dapur yang terkena sanksi berdomisili di kawasan Jawa dan Madura.

Sudaryono menginstruksikan pemutusan total alokasi dana serta menahan pencairan pembayaran kepada pengelola dapur yang terbukti sengaja mengabaikan Standard Operating Procedure (SOP).

Tim BGN mengendus pelbagai bentuk pelanggaran berat di lapangan. Temuan tersebut mencakup cara penyajian makanan yang tidak higienis, kemunculan kasus keracunan massal, kemerosotan mutu sajian di bawah standar gizi, hingga buruknya penataan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

(Sajidin)