spot_imgspot_img
Selasa 24 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7688

Paslon di Pilwalkot Bandung 2018 Berkesempatan Melakukan 338 Kali Kampanye Tatap Muka

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Setiap pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Bandung 2018-2023 yang akan bertarung di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bandung mendapatkan jatah melakukan kampanye terbatas dan tatap muka sekitar 338 kali.

Hal ini seiring dengan zonasi yang diterapkan oleh KPU Kota Bandung pada pelaksanaan kampanye Pilwalkot Bandung 2018.

Ketua KPU Kota Bandung, Rifqi Alimubarok menuturkan, pihaknya menerapkan enam zonasi sesuai dengan daerah pemilihan (dapil) pada Pemilihan legislatif (Pileg) bagi setiap paslon dalam melaksanakan kampanye terbatas dan tatap muka di Pilwalkot Bandung 2018. dalam satu hari, setiap paslon mendapatkan kesempatan untuk melakukan kampanye terbatas di dua zona.

“Di satu zona itu, hanya satu paslon yang berhak melakukan kampanye dan kalau ada paslon yang berkampanye di lokasi yang bukan jadwal zona mereka sesuai ketetapan KPU maka itu merupakan pelanggaran kampanye secara administrasi. Setai paslon pun bebas memilih di kecamatan mana akan berkampanye asalkan berada dalam zona yang ditetapkan. Setiap paslon pun wajib melaporkan jadwal kampanye mereka kepada kami dan ditembuskan ke Panwas serta kepolisian,” ujar Rifqi saat ditemui di kantor KPU Kota Bandung, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Kamis (1/3/2018).

Dengan enam pembagian zona kampanye dan tiga pasangan calon yang bertarung di Pilwalkot Bandung 2018, maka satu pasangan calon mendapatkan kesempatan berkampanye di dua zona yang berbeda. Dengan jumlah hari kampanye sebanyak 119 hari, maka satu pasangan calon di Pilwalkot Bandung 2018 mendapatkan kesempatan untuk berkampanye terbatas dan tatap muka sebanyak 338 kali.

“Saya pikir jumlah itu sudah sangat mencukupi bagi setiap paslon untuk menyampaikan visi dan misi mereka,” tambahnya.

Selain kampanye terbatas dan tatap muka, KPU Kota Bandung pun memberikan kesempatan bagi setiap pasangan calon untuk melakukan kampanye terbuka atau rapat umum yang dilakukan di lapangan terbuka. Pada kampanye rapat umum tersebut, setai pasangan calon diperbolehkan membawa massa yang banyak dengan atribut kampanye dan menghadirkan juru kampanye.

“Untuk lokasinya, kita siapkan tiga tempat yakni di lapangan Tegallega, lapangan Sidolig, dan di Ujungberung. Setiap pasangan calon mendapatkan kesempatan satu kali menggelar rapat umum dan digelar dalam satu bulan satu kali yakni di bulan Maret, April dan Mei. Dengan demikian, jika ada pasangan calon yang memilih lokasi yang sama pun tidak akan terjadi bentrok masa kampanye,” terangnya.

Untuk pelaksanaan debat publik, lanjut Rifqi, rencananya akan digelar satu kali sebulan. Yakni pada bulan Maret, April, dan Mei, dimana satu kali debat publik akan dilakukan di stasiun TV lokal dan dua kali debat publik di stasiun TV nasional.

“Jadi sebelum bulan Ramadhan tiba, kampanye terbuka dan debat publik pun sudah selesai dilaksanakan. Dan masyarakat bisa lebih khsuyuk melaksanakan ibadah puasa,” tambahnya.

Sementara itu, hingga hari ini, pihaknya belum menerima pengaduan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh setiap pasangan calon yang akan bertarung di Pilwalkot Bandung 2018. Meski demikian, berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan KPU, pihaknya menemukan beberapa pelanggaran kecil yang dilakukan pasangan calon.

“Pelanggaran kecil yang dilakukan itu salah satunya memasang alat peraga kampanye atau bahan kampanye di tempat ibadah yang memang sudah dilarang. Kalau untuk sanksi, hanya penurunan APK atau bahan kampanye tersebut. Dan untuk kampanye melalui media sosial, setiap pasangan calon diwajibkan melaporkan akun mereka di masing-masing media sosial seperti di twitter, facebook, atau instagram. Setiap pasangan calon pun hanya dibatasi memiliki maksimal lima aku di masing-masing media sosial tersebut dan itu yang kita awasi, kalau-kalau ada ujaran kebencian. Kalau itu ditemukan, itu urusannya dengan bagian cyber criome di kepolisian,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

KPU Kota Bandung Dapat Hibah Anggaran dari Pemkot Bandung Sebesar Rp55 Milyar

0
KPU Kota Bandung Dapat Hibah Anggaran dari Pemkot Bandung Sebesar Rp55 Miliar. (FOKUSJabar/ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah mencairkan anggaran bagi KPU Kota Bandung untuk melaksanaan tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bandung tahun 2018. Hal tersebut diungkapkan Ketua KPU Kota Bandung, Rifqi Alimubarok.

“Anggaran Pilwalkot Bandung 2018 untuk KPU Kota Bandung sudah bisa dicairkan oleh Pemkot Bandung sebesar Rp55 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk melaksanakan setiap tahapan Pilwalkot Bandung di tahun 2018 hingga proses pemungutan dan perhitungan suara,” ujar Rifqi saat ditemui di kantor KPU Kota Bandung, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Kamis (1/3/2018).

Anggaran yang diterima tersebut, lanjut Rifqi, diluar anggaran yang dihibahkan Pemkot Bandung bagi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bandung maupun anggaran keamanan. Sebelumnya, di tahun 2017, Pemkot Bandung pun sudah menggelontorkan dana bagi KPU sebesar Rp7 miliar.

“Jadi jika ditambah dengan anggaran tahun 2018 ini, Pemkot Bandung sudah mengucurkan anggaran bagi KPU Kota Bandung sekitar Rp62 miliar. Kenapa anggaran untuk tahun 2017 sangat jauh dibanding tahun 2018, karena tahapannya juga jauh lebih sedikit dibanding tahun 2018,” terangnya.

Dana hibah Pemkot Bandung di tahun 2018 sendiri, diakui Rifqi akan digunakan untuk kegiatan tahapan Pilwalkot Bandung 2018. Mulai dari honor tujuh petugas KPPS yang bertugas di 4462 TPS di Kota Bandung, pembuatan Alat Peraga Kampanye (APK), pembuatan bahan kampanye, iklan kampanye di media massa, hingga pengadaan logistik proses pemungutan dan perhitungan suara.

“Jadi anggaran sebesar Rp55 miliar itu akan kami pergunakan untuk semua proses tahapan Pilwalkot 2018 hingga tahapan perhitungan suara. Mudah-mudahan dengan anggaran yang sudah diberikan Pemkot Bandung, semua tahapan di Pilwalkot Bandung 2018 bisa berjalan dengan baik dan kami amanah menggunakannya,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Kuasa Hukum PASTI: Berkas Gugatan Lengkap  dan Optimistis Dikabulkan

0
Hari Ini Sidang Gugatan PASTI di PTTUN. (FOKUSJabar/Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Sidang perdana gugatan Pasangan Agus Supriadi Teh Imas (PASTI) atas penetapan Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta sudah digelar, Kamis (1/3/2018).

Menurut Kuasa Hukum PASTI, Cecep Suhardiman, agenda sidang tersebut pemeriksaan berkas gugatan.

“ Alhamdulillah, berkas gugatan dinyatakan lengkap dan tidak ada yang dikoreksi ,” sebut Cecep yang juga Pengacara Buni Yani.

Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada KPU Garut (tergugat) untuk menanggapi atau memberikan jawaban pada agenda sidang kedua, Senin (5/3/2018) mendatang. Lalu, dilanjutkan dengan agenda pembuktian surat, saksi-saksi fakta.

Selanjutnya Selasa-Rabu (6-7/3/2018) masih menghadirkan saksi-saksi dan ahli dari penggugat serta para saksi dari tergugat.

“ Agenda sidang hari Selasa-Rabu mendatang menghadirkan para saksi dari penggugat dan tergugat,” sebut Cecep.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, anggota DPRD Garut dari Fraksi Partai Demokrat, Dadang Sudrajat meminta seluruh kader Demokrat, PKB dan Partai Berkarya, relawan, serta para “pangrojong” bersabar menunggu keputusan PTTUN.

” Persidangan PTTUN akan berlangsung selama 15 hari kerja. Kami optimis PTTUN akan mengabulkan gugatan PASTI,” kata Dadang yang juga Sekretaris Komisi A DPRD Garut penuh optimis.

Pihaknya sudah menyiapkan alat bukti, saksi dan saksi ahli yang memenuhi persyaratan sehingga gugatan PASTI dikabulkan.

” PTTUN merupakan lembaga peradilan yang independen dan profesional sehingga para hakim akan memutuskan secara adil dan objektif,” terangnya.

Dadang menjelaskan, logika hukum akan kita sampaikan dalam persidangan yang didukung bukti-bukti kebenaran. Keadilan akan menyingkirkan kedzoliman yang selama ini menimpa PASTI.

Untuk itu, para pendukung PASTI beserta para partai pengusung dan pendukung dapat terus bersama.

” Allah SWT maha adil dan maha berkehendak. Kita akan hadapi semua permasalahan dengan kesabaran, beretika, cerdas dan berdoa,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

Sekretaris Komisi A Optimistis Sidang Gugatan PASTI Dikabulkan PTTUN

0
Hari Ini Sidang Gugatan PASTI di PTTUN. (FOKUSJabar/Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Hari ini sidang pertama gugatan Pasangan Agus Supriadi Teh Imas (PASTI) di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN). Gugatan tersebut ditempuh untuk memperoleh keadilan.

Demikian diungkapkan Politisi Demokrat, Dadang Sudrajat. Menurut dia, kini Kuasa Hukum PASTI tengah berjuang untuk memperoleh keadilan.

” Ya, hari ini sidang pertama gugatan PASTI di PTTUN,” kata Dadang melalui sambungan telpon, Kamis (1/3/2018).

Sekretaris Komisi A DPRD Garut ini meminta seluruh kader Demokrat, PKB dan Partai Berkarya, relawan, serta para “pangrojong” bersabar menunggu keputusan PTTUN.

” Persidangan PTTUN akan berlangsung selama 15 hari kerja. Kami optimis PTTUN akan mengabulkan gugatan PASTI,” imbuhnya.

Pihaknya sudah menyiapkan alat bukti, saksi dan saksi ahli yang memenuhi persyaratan sehingga gugatan PASTI dikabulkan.

” PTTUN merupakan lembaga peradilan yang independen dan profesional sehingga para hakim akan memutuskan secara adil dan objektif,” terangnya.

Dadang menjelaskan, logika hukum akan kita sampaikan dalam persidangan yang didukung bukti-bukti kebenaran. Keadilan akan menyingkirkan kedzoliman yang selama ini menimpa PASTI.

Untuk itu, para pendukung PASTI beserta para partai pengusung dan pendukung dapat terus bersama.

” Allah SWT maha adil dan maha berkehendak. Kita akan hadapi semua permasalahan dengan kesabaran, beretika, cerdas dan berdoa,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

Dandim 0613 Ciamis Minta Donor Darah Harus Jadi Gaya Hidup

0
Kodim 0613 Ciamis Gelar Donor Darah Untuk Membantu Sesama Yang Membutuhkan. (FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dandim 0613 Ciamis Letkol Arm Reza Nur Patria mengatakan, donor darah harus dijadikan gaya hidup karena dengan melakukan donor darah secara rutin bisa menjaga kesehatan. Dandim mengatakan hal itu saat kegiatan donor darah bertempat di Aula Makodim 0613 Ciamis. jalan Jendral Ahmad Yani Ciamis. Kamis (1/3/2018).

“Kegiatan donor darah yang dilaksanakan ini hasilnya disumbangkan melalui PMI untuk disalurkan kepada yang membutuhkan,”ucapnya.

Reza melanjutkan, untuk kegiatan donor darah saat ini selain diikuti anggota kodim juga diikuti oleh Polisi Militer dan Yonif 323/Raider.

“Gelaran donor darah hari ini dalam rangka ulang tahun Kartika Chandra Kirana,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Lobi Politik Golkar-PAN Garut Santai tapi Serius

Sementara itu Tete staf UTD PMI Ciamis mengaku, stok darah di PMI untuk minggu ini aman namun untuk minggu depan belum bisa memastikanya karena kebutuhan akan darah sangat tinggi.

“Kalau kebetulan stok darah di PMI habis untuk memenuhi yang membutuhkan darah bisa dari keluarga pasen,” jelasnya.

(Husen Maharaja/DAR)

Aher Temui Warga Cirebon yang Kebanjiran

0
Aher Temui Warga Cirebon yang Terdampak Banjir. (HUMAS JABAR)

KOTA CIREBON, FOKUSjabar.co.id: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengunjungi loksi banjir di RW 09 Kesunean Selatan Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Kota Cirebon. Aher menyelidiki penyebab banjir.

“Salah satu penyebabnya alamiah karena musim hujan, curah hujan tinggi. Disaat yang sama juga kita harus mengevaluasi juga keseluruhan penyebabnya, supaya kalau kita selesaikan maka paling tidak, tidak ada faktor kesalahanan manusia,” kata Aher didampingi Pjs. Walikota Cirebon Dedi Taufik.

Aher mengatakan bahwa curah hujan di Cirebon sekitarnya berada pada level tinggi saat ini. Apabila curah hujan di level 30-35 mililiter per detik, sudah termasuk kategori hujan lebat. Namun, kondisi yang terjadi saat ini curah hujannya mencapai 237 mililiter per detik. Ini bisa diartikan hujan untuk satu bulan diguyur dalam waktu hitungan hari atau seminggu.

“Karena hujan itu sudah termasuk hujan ngagebret (hujan lebat) kalau sudah masuk ke 30 sampai dengan 35 mililiter per detik. Tapi ini kan sudah 237 mililiter per detik, bayangkan. Jadi hujan untuk sebulan diempatharikan atau diseminggukan, itu persoalannya,” jelas Aher.

Tak hanya faktor alamiah, faktor kesalahan manusia dan nonstruktural juga jadi penyebab lain persoalan banjir. Pada kesempatan ini, Aher meminta masyarakat agar tetap bisa menjaga lingkungan alam, seperti tidak buang sampah sembarangan atau ke sungai. Selian itu, normalisasi daerah aliran sungai juga penghijauan kembali kawasan hutan mutlak harus terus dilakukan. Untuk itu, Aher meminta kepada jajarannya serta pihak kabupaten/kota terkait terus berkoordinasi.

“Pada saat yang sama juga secara tegas nonstruktural, yaitu penghijauan hutan. Meskipun kalau saya sebut penghijauan hutan Kuningan itu sudah hijau kawasan hutannya, tapi harus lebih dihijaukan lagi,” pinta Aher.

“Yang kedua, embung-embung perlu dipelihara terus. Dan yang ketiga, badan sungai pun perlu dinormalisasi. Termasuk perilaku buang sampah yang masih terjadi di masyarakat, sehingga buang sampah pun menjadi bagian dari penyebab banjir. Karena akhirnya sungai kan yang harusnya luas dan lebar, tapi mampet gara-gara sampah, lalu airnya meluap dan terjadi banjir,” pungkasnya.

Sumarni (19), salah satu warga RW 09 Kesunean Selatan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Kota Cirebon mengatakan banjir yang terjadi di rumahnya mencapai kedalaman lutut orang dewasa. Banjir ini kiriman dari Kuningan dan sudah terjadi hampir sebulan. Namun, kondisi saat ini sudah surut.

“Senin kemarin masih (banjir). Banjirnya kiriman dari Kuningan. Sudah hampir sebulan ini banjirnya,” tukas Sumarni.

Sementara itu, ditemui ditempat yang sama, Kepala BPBD Kota Cirebon Agung Sedijono mengungkapkan, bahwa banjir Cirebon terjadi karena luapan sungai dan rob. Sementara jumlah warga terdampak di RW 9 Kesunean Selatan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk berjumlah tiga RT terendam dengan jumlah 90 kk atau 400-an jiwa.

“Banjirnya karena hujan lebat, rob, dan di sungai banyak hambatan. Dan terlalu lebat hujan di hulu,” ujar Agung.

Saat ditanya mengenai bantuan, Agung mengaku Pemkot Cirebon melalui Dinas Sosial telah koordinasi lewat bantuan bencana. Karena jumlah titik rawan banjir di Cirebon bertambah, secara keseluruhan jumlah kk terdampak mencapai 500 kk dengan jumlah mencapai 2.500-an jiwa.

“Bantuan pemkot sedang diproses. Tapi kalau dari CSR BJB tadi kirim 500 pax. Di RW 9 tadi akan kita salurkan dalam waktu cepat,” akui Agung.

Agung menambahkan, Kota Cirebon per 1 Desember 2017-31 Mei 2018 telah berstatus Siaga Darurat Bencana. Diperkirakan intensitas hujan masih akan tinggi hingga akhir Maret. “Sekarang juga bisa dibilang puncak (musim hujan) menurut BMKG,” ungkap Agung.

Terkait banjir ini, Pemkot dan Pemkab Cirebon juga Pemkab Kuningan telah rapat koordinasi. Hasilnya mereka sepakat akan bekerjasama melalukan normalisasi sungai.

“Kemarin sudah rapat koordinasi Pemkab Kuningan, Kabupaten dan Kota Cirebon. Kita sudah bersepakat masing-masing berbuat sesuatu. Terutama BBWS Cimanuk. Mereka punya program jangka pendek untuk pembukaan sumbatan. Jadi sungai-subgai yang jadi wewenangnya akan dilakukan pembersihan. Tentu sesuai anggaran yang ada. PU Kota juga lakukan pembersihan, karena di aliran sungai ini sampah, dan lain-lain,” papar Agung. (DAR)

Bekasi Lumbung Golkar, Deddy-Dedi Optimistis Raih 70 Persen Suara

0

BEKASI, FOKUSJabar.id: Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi optimistis meraih 70 persen suara masing-masing di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Terlebih kota kabupaten itu lumbung suara Golkar.

Demikian disampaikan Cagub nomor 4 Deddy Mizwar (Demiz) di sela kampanyenya di Pasar Baru, Kota Bekasi, Kamis (1/3/2018).

“Insya Alloh 70 persen lah di Bekasi. Semua, kabupaten dan kota (Bekasi),” kata Demiz.

Keyakinan itu realistis kareba Bekasi adalah basos suara Partai Golkar salah satu partai pengusung Deddy-Dedi di Pilgub Jabar 2018.

Hal itu pun terbukti dengan Wali Kota dan Bupati Bekasi yang berasal dari Partai Golkar.

“Barangkali akan mendapat keuntungan juga kita, basisnya sama, Kabupaten Bekasi Golkar, Kota Bekasi Golkar. Calonnya dari kita juga Golkar dan dari Demokrat. Menguntungkan. Makanya Insya Alloh 70 persen. Insya Allah menang (secara keseluruhan di Jawa Barat) 54 persen,” jelas Demiz.

Keyakinan Demiz pun karena dirinya dan keluarga adalah warga Bekasi, sehingga domisilinya itu dihafapkan menjadi magnet bagi pemilih Bekasi untuk memilihnya.

Sementara di sela kunjungannya ke pasar itu, seperti biasa Demiz menjadi buruan pedagang dan warga untuk berswafoto. Dengan ramah, Demiz melayani permintaan mereka sambil sesekali mempromosikan agar mereka memilih nomor empat saat pencoblosan Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang.

Di sana, dia tidak menerima keluhan berarti dari para pedagang maupun warga. Demiz pun menyatakan bahwa ke depan Pemprov Jabar bisa memberikan bantuan untuk perbaikan pasar.

“Kalau butuh bantuan, kita kasih bantuan. Tergantung kebutuhannya apa, nanti diminta oleh kabupaten/kota (diajukan ke Pemprov Jawa Barat),” ungkap Demiz.

Demiz masih akan berada di Kota dan Kabupaten Bekasi untuk berkeliling dan bersilaturahmi dengan warga Bekasi hingga Jumat (2/3/2018).

(LIN)