spot_imgspot_img
Rabu 1 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7621

Terkait Tarif Transportasi Online, Menhub Temui Aplikator

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan melakukan mediasi dengan pihak aplikator dan perwakilan driver online terkait kebijakan rasional tarif di Kantor Staf Presiden, Rabu (28/3/2018), Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan aksi unjuk rasa para pengemudi ojek online beberapa waktu lalu.

“Tadi pengemudi ojek online sudah diterima, kami sudah mendengarkan apa yang menjadi keluhan mereka. Sesuai dengan arahan Pak Presiden, hari kita tindaklanjuti. Rencananya akan dilakukan mediasi sore ini jam 16.00 WIB,” ujar Menhub Budi usai mendampingi Presiden dalam pertemuan dengan lima orang perwakilan pengemudi ojek online, seperti dilansir PRFM.

Dalam pertemuan tersebut, pengemudi ojek online mengeluhkan tarif per kilometer yang terlalu rendah, yaitu hanya Rp 1.600 per kilometer. Padahal sebelumnya, tarif per kilometer sempat mencapai Rp 4.000. Penurunan tarif ini dianggap merugikan para pengemudi. Mereka kemudian mengusulkan tarif dapat naik menjadi Rp 2.500 per kilometer.

“Tarifnya kemurahan, sekarang itu Rp 1.600 per kilometer. Jadi 6 kilometer itu baru dapat Rp 10.000, jadi mereka merasa kurang. Mereka mengusulkan tarifnya jadi Rp 2.500 per kilometer,” tambahnya.

Lewat mediasi, Menteri Perhubungan berharap dapat menemukan jalan tengah tanpa merugikan kedua belah pihak, baik aplikator penyedia jasa layanan ojek online maupun para pengemudi.

“Semoga dengan mediasi yang akan dilakukan dapat menghasilkan jalan tengah yang baik dan tidak merugikan kedua belah pihak,” tutupnya.

(Agung)

Mayat Pedagang Asongan Ditemukan di Jalan Braga

0
(foto kapolsek Sumur bandung)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Mayat seorang pria ditemukam di Braga, setelah pintu perlintasan kereta, Rabu (28/3/2018) pagi. Menurut Kapolsek Braga Kompol Abdul Kholik, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat pada pukul 08.15 WIB.

“Jadi berasal dari laporan warga sekira pukul 08.15 WIB, ada warga yang menyampaikan laporan ke Polsek Sumur Bandung perihal penemuan sesosok mayat di TKP tersebut, kemudian atas laporan tersebut petugas Polsek Sumur Bandung langsung di bawah pimpinan Kapolsek mendatangi TKP untuk mengecek, kemudian melaksanakan olah TKP, termasuk memasang police line,” kata Abdul seperti dilansir PRFM.

Abdul mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Inafis Polrestabes Bandung dan tim dokter, tidak ditemukan luka di tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan fisik, hasil pemeriksaan luar tidak ada luka, tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kejahatan,” tambahnya.

“Dan ternyata esok harinya (hari ini-red) sekira jam 8 tadi, korban sudah ditemukan tergeletak di TKP,” ujarnya.

Korban sendiri berinisial DI yang berusia 56 tahun. “Sehari-hari memang yang bersangkutan berjualan kopi gendong asongan gitu,” sebutnya.

Jasad korban kini berada di RS Bhayangkara Sartika Asih untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Selain itu, pihak keluarga yang berada di Cianjur pun sudah dihubungi untuk menjemput korban.

(Agung)

Ini Janji Cagub No4 untuk Pendidikan di Jawa Barat

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menegaskan, setiap warga negara berhak mendapatkan akses pendidikan. Maka, pemerintah harus hadir dan memberikan jaminan pendidikan terhadap rakyatnya.

“Sebagai contoh di Pangandaran. Sudah mulai pembangunan perguruan tinggi negeri dan swasta. Tujuan pemerintah adalah memberikan akses mudah pendidikan bagi setiap warganya,” terang dia, Rabu (28/03/2018).

Sebagai langkah memudahkan akses pendidikan pasangan calon nomor urut 4, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi memiliki program mendekatkan sarana pendidikan pada masyarakat, dengan membangun sekolah baru.

“Kita lihat seberapa banyak sekolah yang ada di pelosok daerah Jawa Barat. Ini harus seimbang antara tingkat SD, SMP dan SMA. Apalagi perguruan tinggi ini harus terus di dorong agar masyarakat mendapar akses mudah dalam mendapatkan pendidikan,” katanya.

(Boip/Bam’s)

Istri Cagub Deddy Mizwar Keturunan Galuh

0
Istri Cagub Demiz Keturunan Galuh. (FOKUSJabar/Husan Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Calon Gubernur nomor urut 4, Deddy Mizwar melakukan ziarah ke makam leluhur keluarga di pemakaman Bupati Galuh Pertama, Dusun Cigadung, Desa Imbanagara, Kecamatan/Kabupaten Ciamis.

Menurut Deddy Mizwar, kedatanganya ke makam leluhur keluarga istrinya tersebut untuk bertaqziah qubur mendoakan leluhurnya yang telah mendahuluinya.

“Saya datang kesini untuk berdoa kepada kakek buyut istri saya,” katanya, Rabu (28/3/2018).

Deddy mengatakan, taqziah kubur yang dilaksanakanya tersebut sudah biasa dilakukanya bersama keluarganya.

“Saya dan keluarga bukan hanya kali ini berziarah ke makam leluhur, tapi sudah sering,” katanya.

Deddy menyebut, istrinya adalah keturunan Raja Galuh ke-16 dalam silsilah keluarganya.

“Istri saya ini memang keturunan Galuh ke 16 atau Bupati Pertama Galuh Ciamis,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Soal Ancaman OPM, Menhan Nyatakan RI Siap Perang

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku tidak gentar dengan ultimatum perang yang dikeluarkan oleh Gerakan Separatis Operasi Papua Merdeka (OPM).

Melansir CNN, Rabu (28/3/2018), Ryamizard mengatakan kekuatan militer Indonesia lebih kuat dibandingkan kekuatan militer OPM.

“Mereka (OPM) ajak perang? Ya perang aja. Orang ajak perang masa makan soto sih,” kelakar Ryamizard di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (28/3).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menyebut ultimatum perang ini merupakan tugas TNI karena sudah mengancam keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pokoknya kalau keselamatan bangsa kemudian kedaulatan rakyat, keutuhan bangsa terganggu itu urusan tentara,” kata Ryamizard.

Sebelumnya, pada 27 Februari 2018, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM, mengunggah video yang berisikan ultimatum perang di akun resminya. Adapun salah satu tuntutan TPNPB adalah agar PT Freeport dan seluruh perusahaan asing ditutup.

(Agung)

Kanada akan Melegalkan Ganja pada Akhir September

0
ilustrasi (web)

KANADA, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kanada bersiap untuk melegalkan mariyuana atau ganja pada akhir musim panas ini, meski keputusan tersebut ditentang kalangan konservatif.

Sekretaris Parlemen bagi Menteri Keamanan Publik Mark Holland mengatakan bahwa Kanada akan dapat membeli ganja mulai akhir September.

“Kami bekerja sama erat dengan Senat, dan kami merasa yakin, dalam kerangka waktu akhir musim panas kita akan melihat rezim yang mengendalikan dan melegalisasi ganja,” kata Holland, seperti dilansir CNN, Rabu (28/9/2018).

Warga Kanada telah membahas legalisasi ganja sejak partai liberal mengajukan platform legalisasi. Selanjutnya, pemerintah akan menyelidiki undang-undang mariyunana tersebut di Komite Senat. Tenggat waktu legislasi di Senat adalah 7 Juni mendatang.

Pemerintah federal Kanada memberi waktu bagi aparat provinsi untuk menciptakan infrastruktur ganja sendiri. Hal ini berarti mempersiapkan polisi lokal dan memutuskan batasan penjualan mariyuana dan konsumsinya.

(Agung)

‘Profesor Halal’ Indonesia Terima Penghargaan King Faisa

0
'Profesor Halal' Indonesia Terima Penghargaan King Faisal Prof. Dr. Irwandi Jaswir berhasil menyabet penghargaan bergengsi di dunia Arab dan Islam 'King Faisal International Prize 2018' yang diserahkan Raja Salman di di Hotel Faisaliyah, Riyadh, pada Senin (26/3). ( Ist/KBRI Riyadh)

ARAB SAUDI, FOKUSJabar.id: Ilmuwan asal Indonesia, Prof. Dr. Irwandi Jaswir uang terkenal sebagai ‘ Profesor Halal’ berhasil meraih penghargaan bergengsi di dunia Arab dan Islam ‘King Faisal International Prize 2018’.

Irwandi menyabet penghargaan dalam kategori Pelayanan Kepada Islam (Service to Islam). Penghargaan disampaikan langsung oleh Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud dalam sebuah acara megah yang diselenggarakan di Hotel Faisaliyah, Riyadh, pada Senin (26/3/2018) lalu.

Duta Besar RI merangkap Wakil Tetap Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Agus Maftuh Abegebriel, yang turut hadir sebagai undangan menyatakan kebanggaannya yang luar biasa.

“Sebagai wakil Pemerintah Indonesia di Arab Saudi, saya merasa sangat bangga dan terharu karena setelah sekian lama baru kali ini ada anak bangsa yang kembali memperoleh penghargaan dari Yayasan Raja Faisal. Hebatnya lagi penghargaan ini diserahkan langsung oleh Raja Arab Saudi,” kata Agus Maftuh seperti diliansir CNN, Rabu (28/3).

Profesor Irwandi, pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 48 tahun yang lalu, dinilai berkontribusi besar dalam pengembangan Halal Science, yang berkat penemuannya akan mempermudah ummat Islam dalam mendeteksi unsur haram pada makanan atau produk lainnya seperti obat dan kosmetik.

Profesor Irwandi Jaswir adalah orang kedua setelah Dr. Mohammad Natsir (Perdana Menteri ke-5 Indonesia) yang menerima penghargaan yang seringkali disebut “Nobel” dalam dunia Arab dan Islam.

(Agung)