spot_img
Senin 9 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7512

Ratusan Santri Mualaf Asal Timor Timur Hanya Makan Singkong

0
santri asal Timor Timur berpose di depan pondok pesantren (Foto IST)
santri asal Timor Timur berpose di depan pondok pesantren (Foto IST)

SUMEDANG, FOKUSJabar.id: Sebanyak 158 santri mualaf asal Timor timur di Kampung Babakan Mulia, Desa Gunung Manik, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, dalam kondisi memprihatinkan.

Mereka harus hidup dengan kondisi serba kekurangan makanan dan fasilitas pesantren yang apa adanya.

“Kami orang miskin. Kami rela berpisah dari keluarga kami di Timor timur demi Indonesia,” kata Hasan Basri, Kamis (15/3/2018).

Para Santri Mualaf asal Timor Timur mengumpulkan hasil kebun dari tetangga untuk diolah dan mereka makan (foto IST)
Para Santri Mualaf asal Timor Timur mengumpulkan hasil kebun dari tetangga untuk diolah dan mereka makan (foto IST)

Hasan Basri adalah seorang mualaf dari Timor timur sekaligus pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Latiful Muhtadin di Kampung Mualaf, Dusun Babakan Mulia, Desa Gunung Manik, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Pada 1 Januari 1995 silam, dia memutuskan memeluk Islam di tengah-tengah gejolak Timor timur yang ingin berpisah dari Republik Indonesia (RI).

Hingga akhirnya konflik itu mencapai puncak dan Timor timur memerdekakan diri, Hasan Basri memilih tetap menjadi warga negara Indonesia (WNI).

Pada 1999, dia dan sejumlah sanak saudara serta kawan sejawat hijrah ke Sumedang untuk mencari suaka. Di tahun itu pula Hasan Basri mendirikan pondok pesantren dan menampung anak-anak dari Timor timur untuk melanjutkan hidup.

“Sampai sekarang kadang-kadang kami sehari makan nasi lalu besoknya tidak makan nasi, dan hanya makan singkong pemberian dari kebun warga sekitar. Kadang-kadang juga anak-anak santri menunggu saya pulang hingga malam dan berharap membawa nasi baru bisa makan, “ungkap Hasan Basri, lirih.

Kini Hasan Basri memiliki tanggung jawab besar bagaimana agar 158 santri di pondoknya bisa hidup dan terus belajar. Dari 158 santri tersebut, 150 orang di antaranyaa anak-anak dari Timor timur dan sisanya dari Makassar, Palembang, Batak Kristen, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat seperti Garut dan Ciamis. Kebanyakan mereka sudah tinggal di pondok 3-17 tahun.

“Tapi kami sadar ini adalah salah satu bentuk perjuangan kami menegakkan Islam. Sudah menjadi keputusan kami untuk tetap tinggal dan mencintai Indonesia,” ungkap Hasan Basri.

Seiring berjalannya waktu, pondok pesantren yang dipimpinnya pun berkembang. Karena banyaknya santri dan anak-anak yang sudah tidak memiliki orangtua, maka pondoknya pun menjadi rumah panti asuhan serta terbuka untuk umum.

Perlahan Hasan Basri pun membangun masjid berukuran 7×10 meter dan asrama 19×29 meter yang hingga hari ini belum juga rampung, bahkan terhenti sejak beberapa tahun silam karena persoalan dana.

Terlalu banyak yang harus dipikirkan, sehingga dirinya harus memprioritaskan bagaimana anak-anak bisa makan dan melanjutkan pendidikan.

“Alhamdulillah sampai sekarang sudah ada 26 anak asuh kami yang menjadi mahasiswa di Universitas Kebangsaan. Untuk mereka pun saya harus membayar sedikitnya Rp17 juta per tahun untuk membayar kos-kosan di dekat kampus dan uang kuliah,” kata mantan aktivis dan tokoh muda Islam di Timor-timur itu.

Dia mengaku tidak pernah ada donatur tetap untuk pembangunan masjid dan pesantrennya.

Selama ini hanya mengandalkan dari dana perorangan yang peduli. Sumbangan dana dari pemerintah pun ada, namun pencairannya terlalu lama.

“Jadi kami akhirnya gali lubang tutup lubang untuk memenuhi kebutuhan para santri, karena sudah lewat 4-5 bulan dana dari pemerintah itu baru bisa cair,” tutur Hasan Basri.

(LIN)

Korban Pencabulan Tetap Sekolah, Ini Pesan Kadisdik Ciamis

0
Kepala Dinas Pendidikan Ciamis Wawan S Arifien

CIAMIS, FOKUSJabar.com : R (16) salah seorang siswi yang menjadi korban kasus dugaan pencabulan di SMPN 1 Sadananya Kabupaten Ciamis tetap masuk sekolah seperti biasanya, pada Kamis (15/3/2018). Untuk menjaga mental dan psikologisnya aktivitas dan kondisi siswi tersebut akan terus dipantau Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis.

“Kondisi psikologis siswi tersebut harus dijaga. Kami akan terus memantaunya langsung. Seluruh pelajar di SMP itu juga saya minta untuk semakin menumbuhkan jiwa kebersamaan dan tolong menolong sesamanya,” kata Wawan kepada FOKUSJabar.id melalui pesan singkat seusai melakukan pembinaan kepada jajaran guru dan seluruh pelajar di SMPN 1 Sadananya.

Pihak sekolah diimbau tidak terganggu oleh masalah tersebut dan tetap fokus pada persiapan UNBK.”Saya minta fokus ke UNBK yang pelaksanannya sebentar lagi. Musibah ini diambil hikmahnya saja, intinya kita harus semakin memperkuat karakter sebagai bangsa dan sebagai muslim,” kata Wawan.

Secara tegas Wawan juga mengutuk keras kepada guru yang bermasalah yang melakukan perbuatan yang tidak mencerminkan sebagai seorang guru. “Ketiga guru yang diduga bermasalah pada kasus tersebut tidak dibolehkan mengajar di SMP itu,” ujar Wawan.

Kepala SMPN I Sadananya Hj Lili Chauliyah MPd mengatakan, tiga oknum guru masing-masing N, Y, dan A yang diduga berbuat amoral kepada sisiwinya dan mencoreng nama baik sekolah sudah ditangani Kepolisian Resor (Polres) Ciamis.

“Kasus ini seperti nila setitik rusak susu sebelanga. Tapi kalau kita terfokus terus pada nilanya akan semakin rusak. Maka sekarang kami terus berfikir bagaimana menangani siswa R yang menjadi korban dan memperbaiki hal yang sudah tercoreng, masalah ini tidak usah diungkit-ungkit lagi,” kata Lili.
(DH)

Wakili TB Hasanuddin, Pengurus PAPPI Sambangi Rumah Gubuk di Purwakarta

0
Perwakilan Pengurus PAPPI Sambangi Gubuk di tepi Sungai Purwakarta (Foto IST)
Perwakilan Pengurus PAPPI Sambangi Gubuk di tepi Sungai Purwakarta (Foto IST)

PURWAKARTA,FOKUSJabar.id: Organisasi Perhimpunan Alumni Pendidikan Pasundan Indonesia (PAPPI) didirikan, salah satunya untuk memerangi kemiskinan. Hal itu pulalah yang menggerakkan pengurus PAPPI bersilaturahmi ke salah satu Gubuk di Bantaran Sungai, Kampung Cipicung, Kelurahan Tegal Munjul, Kabupaten Purwakarta.

Hal itulah yang menggerakan Pengurus PAPPI untuk bersilaturahmi ke Gubug Abah Onang (69), yang hidup di Bantaran Sungai, Kp. Cipicung 04/07 Kelurahan Tegal Munjul Kabupaten Purwakarta.

BACA JUGA:

Bojan Hodak Beberkan Kondisi Nick Kuipers

“Semestinya pemerintah hadir menyentuh kesulitan masyarakat, bukan hanya melaksanakan acara seremonial, apalagi mengabaikan permasalahan substansial seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan. Faktanya, Abah Onang sudah bertahun-tahun hidup dalam gubuk,” kata Perwakilan Pengurus PAPPI M Budianan mewakili Ketum PAPPI TB Hasanuddin (Hasan), Kamis (15/3/2018).

Adapun yang diberikan kepada Abah Onang, adalah inisiatif dari Ketum PAPPI dan perwakilan pengurus. Maka, mewakili Ketum PAPPI TB Hasanuddin, pihaknya memberikan bantuan untuk meringankan warga agar segera mendirikan rumah yang layak ditinggali.

Sementara itu, Abah Onang (69) mengatakan bahwa sudah terlalu lama dirinya hidup di atas gubuk. Dia mengaku gembira mendapat bantuan, terlebih sudah bertahun-tahun hidup di dalam gubuk.

“Musim hujan adalah pekan yang sulit, selain bocor, aliran sungai kadang naik akhirnya kebanjiran. Alhamdulillah mendapat bantuan,” kata Onang.

Sebelumnya, dalam deklarasi PAPPI bulan Februari 2018 lalu, Hasan terpilih sebagai Ketua Umum periode 2018-2023. Deklarasi yang digelar di Sasana Budaya Ganesha itu dihadiri ribuan peserta yang terdiri dari Alumni dan akademisi dari sejumlah sekolah di bawah Paguyuban Pasundan se-Indonesia.

(LIN)

Berkunjung ke Pasar Cisarua, Ridwan Kamil Dengarkan Keluhan

0
Cagub Jabar nomor urut 1 Ridwan Kamil (foto IST)
Cagub Jabar nomor urut 1 Ridwan Kamil (foto IST)

BOGOR, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jabar nomor urut 1 Ridwan Kamil berkunjung ke pasar Cisarua Kabupaten Bogor, Kamis (15/3/2018). Di pasar, Ridwan Kamil bertemu para pedagan dan pengunjung pasar yang mengadukan kondisi pasar yang karut marut hingga persoalan sengketa lahan di antara pedagang dan pengelola pasar.

“Jalan di pasar ini sempit, ke kiri dan ke kanan banyak yang parkir. Kalau ada mobil papasan, pasti macet. Akses keluar masuk pasar pun hanya melewati satu pintu,” kata Ace seorang pedagang sayur.

Dengan kondisi tersebut, kata Ace, pembeli jadi malas dan lebih suka belanja di depan. Pihaknya meminta agar kondisi tersebut bisa segera berakhir dan dibenahi.

Kepala Unit Pasar Cisarua, Kabupaten Bogor Mira mengatakan, sengketa yang terjadi bukan antara pedagang dan pengelola pasar, melainkan dengan Pasar Festival Cisarua.

“Jadi sebetulnya yang di depan itu awalnya Pasar Festival, setelah izinnya habis, mereka tetap berjualan dan pedagang yang berjualan di luar pun semakin banyak,” kata Mira.

Mira mengatakan, Pasar Cisarua sudah berdiri 27 tahun, bangunannya sudah banyak yang rusak dan kondisinya karut marut. Pihaknya berharap pasar ini direvitalisasi.

Mendengar keluhan tersebut, Ridwan Kamil siap menampung semua persoalan dan aspirasi para pedagang untuk dicarikan solusi yang tepat. Pertama, tentang kondisi pasar sudah tua, pedagang minta direnovasi, kedua masalah akses jalan menuju pasar, masalah ketertiban, dan permodalan juga minta dimudahkan.

“Ada juga masalah status tanah dan bangunan yang sebentar lagi habis masa pakainya dan pedagang minta dinegosiasikan agar status pedagang ini bisa langgeng,” kata Ridwan.

Jika dirinya terpilih menjadi gubernur Jabar, Ridwan Kamil berjanji akan menata dan menjadikan Pasar Cisarua sebagai pasar wisata. Karena pasar ini lokasinya di daerah yang sejuk, di Kota Bogor juga banyak didatangi wisatawan asing.

“Secara umum saya senang karena Pasar Cisarua ini rame, berada di daerah Bogor yang sejuk jadi tidak panas. Jadi kalau dipromosikan kepada turis, harusnya mantap. Tinggal kita dekor, bikin nyaman dan jadikan pasar ini sebagai pasar wisata,” kata dia.

(LIN)

Masuk ke Pasar Cibinong, Cagub Jabar TB Hasanuddin Kenalkan 7 Program Hasanah

0
Cagub Jabar TB Hasanuddin saat blusukan di Pasar Cibinong, KAbupaten Bogor (Foto IST)
Cagub Jabar TB Hasanuddin saat blusukan di Pasar Cibinong, KAbupaten Bogor (Foto IST)

BOGOR, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin (Kang Hasan) blusukan di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (15/3/2018). Kunjungan itu dilakukan untuk meninjau kestabilan harga bahan pokok di pasar tradisional.

Di sela blusukannya, Hasan menyampaikan tujuh program unggulan yang akan digulirkan dalam membangun daerah dan masyarakat Jabar. Salah satunya program Imah Reumpeg (Rumah Tegap) dengan menyiapkan Down Payment (DP) 1 persen dan cicilan rendah.

“Program Imah Rempeg ini merupakan langkah kita untuk menyejahterakan rakyat, yakni dengan menyediakan rumah yang aman dan nyaman untuk ditinggali,” kata Hasan.

Kaitannya dengan DP 1 persen, hal itu kata dia sinergis dengan program Presiden Joko Widodo yang akan diaplikasikan di Jawa Barat. Rencananya perumahan itu akan dibangun dengan aset-aset mili pemerintah daerah Jawa Barat yang tersebar di ribuan titik.

“Aset-aset Pemprov Jabar ini banyak, kenapa tidak kita gunakan untuk kepentingan rakyat,” jelas dia.

Selain Imah Reumpeg, Cagub yang berpasangan dengan Anton Charliyan ini pun mempunyai program BogaGawe, Jabar Sebeuh, Jabar Cageur, Sakola Gratis, Turkamling dan Budaya serta Molotot.com.

(LIN)

Vandalisme Menjadi Penghambat Ciamis Raih Adipura

0
Vandalisme Menjadi Penghambat Ciamis Meraih Adipura. (FOKUSJabar/Ibenk)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Aksi vandalisme keindahan kota yang sedang ditata Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk penilaian Adipura menjadi penghambatnya. Salah satu tempat yang menjadi sasaran corat-coret orang tidak bertanggung jawab itu adalah tugu atlet Si Obor yang berada di bundaran Stadion Galuh Ciamis.

Di tugu Si Obor itu terpampang tulisan “Hantu Adalah Kenangan,” dicoreti menggunakan cat pilox. Padahal hari ini adalah hari pertama Kabupaten Ciamis menjalani penilaian untuk Adipura.

“Vandalisme bisa mengancam Kabupaten Ciamis tidak mendapatkan Adipura karena itu mengganggu K3 (Kebersihan, Keamanan, dan Ketertiban). Penilaian Adipura hari ini dimulai,” ujar Kepala Bidang Kebersihan Persampahan dan Pertamanan, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Ciamis, Bayu Rukmana, saat dihubungi FOKUSJabar.id, Kamis (15/3/2018).

Sebenarnya, kata Bayu yang membuat coretan sehingga merusak keindahan tempat umum itu adalah orang kreatif yang mempunyai jiwa seni. Hanya saja tidak bisa bertanggung jawab karena tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya.

“Mereka, pelaku vandalisme itu punya seni tinggi cuma salah penempatan. Beberapa titik sasaran vandalisme orang tidak bertanggung jawab itu sudah kita hapus dan di cat ulang,” ucap Bayu.

Bayu mengaku sulit mengendalikan aksi vandalisme. Padahal dirinya sudah beberapa kali melakukan himbauan kepada warga agar menjaga keindahan tempat umum dengan tidak melakukan aksi vandalisme.

“Kita sudah melakukan himbauan. Tapi kan namanya juga manusia, ya begitu. Tapi upaya dari kita, berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan penindakan kalau ada pihak-pihak yang melakukan vandalisme,” kata Bayu.

(Ibenk/Bam’s)

Deddy Mizwar Siap Dorong Rotan Majalengka Berorientasi Ekspor

0
Cagub AJbar nomor urut 4 Deddy Mizwar saat berkunjung ke perajin Rotan di Majalengka (Foto IST)
Cagub AJbar nomor urut 4 Deddy Mizwar saat berkunjung ke perajin Rotan di Majalengka (Foto IST)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar akan mendorong potensi rotan Majalengka agar berorientasi ekspor.

Menurut dia, peluang besar menanti, tetapi menuntut para perajin rotan Majalengka untuk lebih meningkatkan kreativitas dan inovasi pengembangan produk agar bisa berdaya saing.

“Kreativitas dan inovasi produk harus semakin dikembangkan. Ini penting agar para perajin rotan Majalengka bisa berdaya saing,” jelas Deddy saat berkunjung ke perajin rotan Majalengka, Kamis (15/3/2018).

Deddy menyebut bahwa potensi kerajinan rotan Majalengka sangat besar untuk dikembangkan, terlebih Majalengka akan menjadi destinasi wisatawan, seiring dengan selesainya pembangunan bandara Kertajati. Kendati begitu, kata dia, potensi itu harus lebih digali lagi.

Tidak hanya masalah kreativitas dan inovasi saja, namun keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) pun harus lebih ditingkatkan, terlebih kompetisi usaha saat ini sangat ketat.

“Meningkatkan daya saing dengan keterampilan membuat kreasi rotan. Apalagi nanti pembangunan bandara internasional dan pelabuhan selesai dan terintegrasi, sehingga diperlukan SDM yang benar-benar handal,” kata dia.

Dengan beroperasinya bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban di Subang. Para perajin akan memiliki pintu untuk ekspor dan produknya memiliki daya saing.

“Insya Alloh ada pelabuhan Patimban 2020. Jadi tidak harus kirim lewat Tanjungpriok. Daya saing tadi karena transportasi lebih murah. Apalagi di Majalengka ada BIJB. Sehingga transportasi jadi lebih murah dan berdaya saing tinggi,” tutur Deddy.

Menurut dia, saat ini daya saing perajin belum kompetitif karena ongkos transportasi yang mahal. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya operasional dan ekspor.

“Masa ekspor harus ke jakarta dulu, artinya Jabar belum mandiri. Tapi ke depan membuat kemandirian Jabar, internasional airport ada di Majalengka, dan pelabuhan ada.
Kita harapkan nanti industri rotan bisa jauh lebih berkembang dan bisa jadi kunjungan wisata. SDM dan kualitas produk harus dikembangkan guna menyongsong peluang yang ada,” kata dia.

“Termasuk pengelolaanya, jangan-jangan ini jadi destinasi wisata, karena ada airport Majalengka. Kreativitas harus dikembangkan, harus beragam, makanya uji kelayakan kompetensi jadi penting, kalau enggak susah juga nantinya,” tambah Deddy.

Sementara itu koordinator perajin rotan Majalengka Kadi Kardi mengatakan, rotan di Majalengka saat ini sudah setaraf dengan pusat industri lainnya, seperti halnya kerajinan rotan Cirebon, Jogja dan Solo.

“Sekarang ini kerajinan rotan Majalengka sudah diakui. Hanya saja masalah SDM nya saja, karena tenaga kerja terampilnya masih kurang,” kata Kadi Kardi.

Pihaknya berharap ada dorongan dan perhatian dari pemerintah dalam mendorong pengembangan SDM perajin rotan di Majalengka. Apalagi kalau BIJB dan Pelabuhan selesai beroperasi.

“Tentunya ini harus ada dorongan dari pemerintah,” tegas dia.

(LIN)