spot_img
Senin 9 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7510

Gomez Sebut Pemain Muda Alami Perkembangan

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung diperkuat pemain muda untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2018 yang akan mulai bergulir pada 23 Maret mendatang.

Menurut pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez, setelah berlatih sekitar tiga bulan, pemain muda yang dimilikinya mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Namun, ada pula yang harus ditingkatkan lagi.

” Ada yang meningkat tajam dan ada juga yang perlahan,” kata Gomez di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (16/3/2018).

Persib sendiri mengambil beberapa pemain muda dari Diklat Persib. Salah satunya, Indra Mustafa. Menurutnya, pemain yang baru dipromosikan ke tim senior, masih membutuhkan waktu untuk mengembangkan kualitasnya.

” Kita juga Puja dan Indra dan pemain muda lainnya. Mereka punya kemampuan merata dan masih butuh waktu untuk meningkatkan kemampuannya,” jelas Gomez.

(Arif/Bam’s)

Sebelum Bertanding Lawan Arema, Gomez Pantau Seluruh Pemainnya

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez menuturkan, seluruh pemainnya memiliki peluang untuk diturunkan saat menghadapi Arema FC pada pertandingan uji coba di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (18/3/2018).

Meski begitu, pelatih berusia 61 tahun ini masih memantau kesiapan pemainnya. Termasuk yang masih muda, karena pertandingan uji coba tersebut disiapkan untuk melihat perkembangan pemainnya sebelum liga 1 2018.

” Tergantung mereka. Jika mereka mampu menunjukkan perkembangan, tentu mereka akan mendapat kesempatan, tapi jika tidak (mampu), tidak mungkin kami mainkan karena kami berlaga di liga super,” kata Gomez, Jumat (16/3/2018).

Persib sendiri memiliki beberapa pemain muda untuk tampil di Liga 1 2018. Karena, tim peserta Liga 1 harus memiliki pemain U-23 sebanyak tujuh orang.

“Kami memang memasukkan bebereapa pemain muda ke tim untuk liga nanti, tapi semuanya kembali bergantung kepada kemampuan mer‎eka sendiri,” jelasnya.

(Arif/Bam’s)

UPT Pendidikan Baregbeg Salurkan Bantuan Peralatan Sekolah

0
UPTD Pendidikan Baregbeg Salurkan Bantuan Peralatan Sekolah. (FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis menyalurkan bantuan kebutuhan sekolah kepada Julia (9) dan Lia (12), siswa Sekolah Dasar Jelat yang rumahnya terkena musibah kebakaran.

” Sebagai bentuk kepedulian kami kepada mereka, hari ini memberikan bantuan peralatan sekolah,” kata Kepala UPT Pendidikan Keca,atan Baregbeg, Dedi Koesmana, Jumat (16/3/2018).

Menurut Dedi, bantuan tersebut bersumber dari dana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis.

” Bantuan ini dari Baznas yang digulirkan melalui Dinas Pendidikan untuk siswa yang terkena musibah,” ucapnya.

Adapun bantuan yang diberikan berupa tas gendong, buku dan keperluan lainya.

” Atas nama Dinas Pendidikan, saya ucapkan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Ciamis yang telah peduli terhadap dunia pendidikan,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Mapag: Perbup 43 Tahun 2016 Bentuk Kesewenang-wenangan Kepala Daerah

0
senior peneliti mapag,haryono , (Foto : Bambang)

GARUT, FOKUSJabar.id : Ketua Masyarakat Peduli Garut (Mapag), Haryono menegaskan, lahirnya Peraturan Bupati (Perbup) no43 tahun 2016 tentang Kedudukan dan Susunan Organisasi PDAM Tirta Intan merupakan bentuk kesewenang-wenangan Kepala Daerah karena melanggar peraturan di atasnya.

” Lihat saja isinya terutama pasal 10 tentang Ketentuan Peralihan,” kata Haryono kepada FOKUSJabar, Jumat (16/3/2018).

Dari awal prosesnya sudah menyalahi aturan. Dimana Perbup bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) No6 Tahun 2010 tentang Struktural PDAM Tirta Intan Garut dan PP No 54 Tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

” Dan perlu diingat juga, jabatan Dewan Pengawas tidak bisa menjadi Direktur. Begitupun sebaliknya,” ungkap Haryono.

Untuk itu, pihaknya mendorong DPRD Garut untuk menggunakan Hak Interpelasi. Artinya, bukan menjatuhkan Bupati tapi meminta keterangan tentang kebijakan strategis yang berdampak luas.

” DPRD harus punya nyali untuk menggunakan haknya,” sebut Haryono.

Pimpinan DPRD sudah melayangkan nota pimpinan kepada Penjabat Bupati, namun tetap harus ditinjau sejauh mana tanggapannya.

(Andian/Bam’s)

Ini Tujuan Persib Uji Coba Lawan Arema

0
BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pada pertandingan uji coba, Persib Bandung akan berhadapan dengan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (18/3/2018).
Menurut pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez, pertandingan uji coba tersebut merupakan laga pamungkas Maung Bandung sebelum tampil di kompetisi Liga 1 2018.
Selain itu, Gomez juga akan melihat perkembangan seluruh anak asuhnya.
” Kami akan pantau taktik penguasaan bola dan membaca permainan lawan tim penghuni Liga Super selama 90 menit,” kata Gomez, Jumat (16/3/2018).
Tim pelatih juga masih memantau dua pemain seleksi berposisi center bek.
(Arif/Bam’s)

Ini Langkah Politik PKB Garut Pascatidak Dikabulkannya Gugatan PASTI di PTTUN

0
PKB

GARUT, FOKUSJabar.id : Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Garut akan segera menentukan sikap mendukung Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Garut periode 2019-2024.

Pernyataan tersebut menyusul tidak dikabulkannya gugatan Pasangan Agus Supriadi Teh Imas (PASTI) di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN), Rabu (14/3/2018) kemarin.

Rapat pleno digelar  di Sekretariat PKB. Salah satu agendanya membahas Pilkada Garut. Artinya, PKB Garut harus memiliki sikap yang jelas dalam mendukung Paslon Bupati dan Wakil Bupati Garut.

” Kami menerima masukan dulu dari seluruh kader dan pengurus partai untuk menentukan sikap politik pada Pilkada Garut,” kata Sekretaris DPC PKB Garut, Subhan Rohmansyah melalui sambungan telpon, Jumat (16/3/2018).

Menurut dia, hingga kini  DPC PKB Garut belum memutuskan untuk mencabut usungan terhadap PASTI. Alasannya, mesti bertemu dulu dengan Imas Aan Ubudiyah selaku Bakal Calon (Balon) Wakil Bupati Garut dari PKB.

” Kami akan melakukan pertemuan dulu dengan Teh Imas,” ungkap Subhan.

Secara politik, PKB memiliki suara yang sangat bagus dan bisa diperhitungkan. Namun, jika memang nantinya mencabut usungan dan keluar dari koalisi dengan Demokrat, keputusannya ada di Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

” Kami akan lapor ke DPP apa yang dihasilkan dalam pertemuan dengan Teh Imas nanti. Dan meminta DPP segera memutuskan bagaimana arah partai kedepannya,” terang dia.

Subhan mengaku, pihaknya telah melakukan komunikasi politik dengan beberapa Paslon. Diantaranya, Iman Alirahman-Dedi Hasan dan Agus Hamdani-Pradana Aditya Wicaksana.

” Kami akan sodorkan kedua Paslon yang telah menjalin komunikasi tersebut,”  pungkas Subhan.

(Andian/Bam’s)

Polres Ciamis Rilis Kronologis Kasus Oknum Guru Cabul

0
pencabula

CIAMIS, FOKUSjabar.co.id : Satreskrim Polres Ciamis merilis kronologis kasus pencabulan yang melibatkan tiga guru SMPN Sadananya Kabupaten Ciamis. Dalam rilis itu terungkap korban pertama kali digarap di rumah guru Nin yang tinggal di Perum B Regency Sukajadi Kecamatan Sadananya pada akhir Januari 2018.

Awalnya korban berinisial R diajak temannya bernama Agung jalan-jalan ke Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya. Setelah bermain mereka mampir ke rumah Hilda yang masih teman satu SMP.

Lalu mereka bertiga pergi ke rumah gurunya berinisial Nin, tapi Agung berubah pikiran tak ikut bersama korban dan Hilda ke rumah gurunya Nin. Tapi karena kedua siswi itu tak tahu rumah guru Nin, mereka berkunjung ke rumah Abd alias Abd di Maleber Ciamis.

Abd mengantarkannya ke rumah Nin, di daerah Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya. Namun, sesampainya di rumah guru Nin guru Abd pulang. Kepada guru Nin korban curhat tentang laptop milik keluarganya yang digadaikan ke orangtua temannya bernama Pasha. Korban minta guru Nin menjelaskan kepada keluarganya bahwa memang benar laptop itu sudah digadaikan.

Guru Nin menyanggupi permintaan anak didiknya dan menelepon salah satu keluarga korban dan menjelaskan bahwa laptop memang digadaikan. Diyakinkan guru NIn, salah seorang keluarga korban menjanjikan akan mengirim uang sebesar Rp 850 ribu untuk menebus laptop tersebut yang digadikan kepada Pasha. Setelah yakin akan ditebus guru Nin mengajak korban dan Hilda untuk menemui Pasha untuk urusan laptop itu. Ketika mereka mau berangkat tiba-tiba guru Ab datang lagi.

Lalu guru Nin meminjam motor guru Ab untuk pergi ke rumah rumah Pasha. Aehnya guru Nin malah meninggalkan korban bersama Ab di rumah, guru Nin malah pergi dengan Hilda. Padahal yang punya urusan dengan Pasha adalah korban.

Guru Ab menunggu di ruang tamu bersama korban dan anak guru Nin bernama Cipta (13). Guru dan murid itu terlibat ngobrol di ruang tamu. Kepada seorang guru, korban berkeluh kesah mulai dari soal penyakit. Korban mengeluh soal penyakit yang dideritanya yang sudah 7 bulan tak kunjung sembuh.

Mendengar keluh kesah siswinya, Ab simpati ingin membantu pengobatan. Saat itu juga menawarkan pengobatan dengan cara spiritual. Akal bulusnya jalan, guru Abd meminta korban untuk duduk di pangkuannya. Ab merayu korban untuk diobat dengan cara duduk di pangkuan, tapi korban menolak.

Gagal dengan cara pertama, guru Ab yang memang nafsu syahwatnya sudah memuncak memutar otak untuk melampiaskan hawa nafsunya, tapi di rumah ada anak guru Nin. Agar leluasa menyuruh Cipta beli kopi ke warung. Setelah rumah sepi, Guru Ab menarik tangan korban ke kamar guru Nin dengan kasar. Rupanya nafsu guru Ab sudah tak tahan lagi. korban didorong hingga terjatuh di tumpukan baju.

Apa daya korban yang masih berusia 15 tahun tak kuasa menahan nafsu gurunya sendiri. Sebenarnya Cipta yang disuruh beli kopi sudah datang ke rumah dan sempat memergoki guru dan muridnya berhubungan intim, namun Cipta tak kuasa melarang guru bejat itu. Sementara korban tekulai lemah setelah guru agama itu puas melampiaskan hawa nafsunya.

Beberapa saat kemudian guru Nin yang dikabarkan menemui Pasha, datang ke rumahnya. Ab nyeletuk kepada guru Nin,” R (inisial korban) gak mau, Nin. Dia gak kaya yang lainnya,”.

Mendengar perkataan guru Abd, guru Nin langsung menjawab sembari pandangannya mengarah kepada korban, “Cium dulu atuh. Ini mah bentuk sayang anak ke orangtua,”. Perkataan guru Nin itu tentunya ditujukan kepada korban.

Lantas guru Ab menyerahkan uang sebesar Rp. 800 ribu kepada korban. Kemudian uang itu oleh korban diberikan ke guru Nin untuk menebus laptop. Sekira pukul 17.00 WIB, guru Abd pulang ke rumahnya. Sementara guru Nin mengantarkan korban ke rumah orangtuanya.

(Ibenk/DAR)