spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 73

Bikin Kaget, 82 Rumah Liar Berdiri di Area TPU Pandu Bandung, 100 KK Jadi Penghuninya

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Bangunan Liar di TPU Pandu Kota Bandung (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal menertibkan bangunan liar yang berdiri di area tempat pemakaman umum (TPU), termasuk kawasan TPU Pandu.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa aturan melarang keras keberadaan bangunan liar di atas lahan pemakaman.

Baca Juga: Tragedi Ledakan LPG Bandung, 2 Anak Kini Yatim Piatu Setelah Kehilangan Kedua Orang Tua

Kendati demikian, pihak pemkot akan menjalankan proses penertiban secara bertahap dengan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan serta kenyamanan para peziarah.

“Pada prinsipnya tidak boleh ada bangunan liar berdiri di atas lahan pemakaman. Penertiban berlangsung bertahap demi kemanusiaan dan kenyamanan penziarah,” kata Farhan di Pendopo Jalan Dalem Kaum Kota Bandung, Rabu (16/9/2026).

82 Rumah Liar Berdiri di Area TPU Pandu

Farhan mengungkapkan bahwa petugas mencatat keberadaan 82 rumah liar yang dihuni sekitar 100 kepala keluarga (KK) di area Makam Pandu. Bahkan, beberapa KK menempati satu bangunan rumah yang sama.

“Di area Makam Pandu saja terdapat 82 rumah liar yang penghuninya sekitar 100 KK. Satu rumah penghuninya bisa beberapa KK,” katanya.

Fenomena Bangunan Liar Marak di Berbagai TPU Kota Bandung

Farhan menjelaskan bahwa fenomena pemukiman liar di area pemakaman tidak hanya terjadi di TPU Pandu. Pihaknya juga menemukan kondisi serupa di hampir seluruh TPU yang tersebar di wilayah Kota Bandung.

“Kasus serupa terjadi di hampir seluruh TPU di Kota Bandung,” ujarnya.

Farhan memastikan bahwa petugas akan menertibkan seluruh bangunan liar di kawasan makam tanpa terkecuali. Terlebih Ia mengimbau warga untuk tidak lagi memanfaatkan area pemakaman sebagai hunian.

“Seluruh bangunan liar di atas makam akan ada penertiban, kemudian warga tidak boleh lagi tinggal di sana,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Tragedi Ledakan LPG Bandung, 2 Anak Kini Yatim Piatu Setelah Kehilangan Kedua Orang Tua

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ledakan gas LPG di Kelurahan Sindangjaya, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, menewaskan pasangan suami istri (pasutri), Senin 17 Agustus lalu. Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam karena dua anak korban kini harus kehilangan kedua orang tua mereka.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya sang ibu yang menyusul suaminya. Sang ayah telah terlebih dahulu meninggal dunia di lokasi kejadian saat ledakan terjadi.

Baca Juga: Persib Bandung Vs Seoul FC, Ini Harapan Farhan

“Kami sangat berduka atas meninggalnya ibu dari keluarga tersebut kemarin, menyusul sang ayah yang meninggal saat kejadian,” kata Farhan di Pendopo Jalan Dalem Kaum Kota Bandung, Rabu (16/9/2026).

Bahaya Udara Beracun Bagi Korban Luka Bakar

Farhan menjelaskan bahwa kondisi fatal pada korban luka bakar tidak hanya bersumber dari luka luar yang tampak di permukaan kulit. Hirupan dan resapan udara beracun ke dalam tubuh turut memicu dampak yang sangat serius bagi keselamatan jiwa korban.

“Korban luka bakar umumnya fatal bukan hanya karena luka luar, melainkan akibat banyaknya udara beracun yang terserap ke dalam tubuh,” katanya.

Dua Anak Menjadi Yatim Piatu, Satu Korban Masih Jalani Perawatan

Tragedi ini menyebabkan dua anak korban kini harus menyandang status yatim piatu. Tim medis Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung masih merawat sang kakak secara intensif.

Sementara itu, pihak keluarga telah mengambil alih pengasuhan adik korban yang masih berusia beberapa bulan.

“Saat ini kita jadi ditinggalkan oleh dua anak yatim piatu, yang satu kakaknya masih dirawat di rumah sakit,” ungkapnya.

Pemkot Bandung dan RSHS Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan

Farhan memastikan bahwa Pemerintah Kota Bandung bersama RSHS terus menanggung seluruh biaya perawatan korban.

“Seluruh biaya pengobatan masih kami cover bekerja sama dengan RSHS. Kami memastikan penanganan korban yang masih dirawat berjalan dengan sangat baik,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Pernah Jadi Lokasi Syuting Mak Lampir, Goa Parat di Pangandaran Simpan Makam 2 Penyebar Islam

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan Goa Parat di Pangandaran

PANGANDARN,FOKUSJabar.id: Lorong gelap membentang di dalam Goa Parat, kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pananjung, Kabupaten Pangandaran.

Cahaya dari mulut goa perlahan menghilang saat pengunjung berjalan semakin jauh ke dalam. Dinding goa menampilkan keindahan stalaktit dan stalakmit yang terbentuk alami dari tetesan air selama ratusan tahun.

Baca Juga: Nonton Film Anak hingga Bagi Souvenir, Intip Keseruan Khitanan Massal di Hotel Grand Palma Pangandaran

Goa ini menawarkan daya tarik lebih dari sekadar destinasi wisata di kawasan Pantai Pangandaran. Kedalaman sekitar 50 meter dari pintu masuk menyimpan dua makam yang diyakini warga sebagai makam tokoh penyebar agama Islam di Pangandaran.

Masyarakat mengenali kedua tokoh tersebut sebagai Pangeran Kasepuhan atau Syech Ahmad dan Pangeran Kanoman atau Syech Muhammad.

Anggota BKSDA TWA Cagar Alam Pangandaran, Hadiat Kelsaba, membenarkan keberadaan dua makam bersejarah tersebut.

“Dalam cerita yang berkembang di masyarakat disebut sebagai ksatria pada masa masuknya Islam ke Pangandaran. Namun tidak ada yang mencatat tanggal atau kapannya meninggal kedua tokoh tersebut,” kata Hadiat, Rabu (16/9/2026).

Kisah Keluarga Bangsawan Mesir dan Asal-usul Nama Goa Parat

Hadiat menuturkan bahwa cerita tutur masyarakat menghubungkan keberadaan makam di Goa Parat dengan perjalanan keluarga bangsawan asal Mesir ke Tanah Jawa.

Keluarga Pangeran Maja Agung, Pangeran Sumenda, Pangeran Kasepuhan, serta Pangeran Kanoman menjadikan Goa Parat sebagai lokasi bersemedi pada masa lalu.

Pangeran Maja Agung merupakan ayah dari Syech Ahmad dan Syech Muhammad, sedangkan Pangeran Sumenda adalah kakak dari Pangeran Maja Agung.

Pangeran Maja Agung menugaskan kedua putranya untuk menyebarkan ajaran Islam. Keduanya diyakini menguasai kesaktian dari 10 jimat bernama “konca kaliman”.

Angin membawa perjalanan Pangeran Kasepuhan dan Pangeran Kanoman hingga tiba di TWA Cagar Alam Pananjung.

Pangeran Maja Agung yang merindukan kedua anaknya meminta bantuan Pangeran Raja Sumenda untuk mencari keberadaan mereka. Petunjuk spiritual akhirnya mengarahkan pencarian hingga menemukan keduanya di dalam Goa Parat.

Meskipun demikian, cerita lokal tidak mencatat tujuan pengembaraan kedua pangeran tersebut berikutnya.

“Jadi makam tersebut sengaja penduduk Pangandaran buat saat itu, yang pernah menerima ajarannya dengan tujuan untuk mengenang kedua panutannya yang kepergiannya tidak mereka ketahui,” ungkap Hadiat.

Bekas Lokasi Syuting Sinetron Legendaris dan Rumah Satwa Liar

Goa Parat menyimpan kisah unik lain di luar sejarah penyebaran Islam. Tim produksi sinetron legendaris Misteri Gunung Merapi yang populer dengan karakter Mak Lampir pernah menggunakan goa ini sebagai lokasi pengambilan gambar.

Kata “parat” sendiri memiliki arti tembus, meski Hadiat mengaku tidak mengetahui pihak yang pertama kali memberi penamaan tersebut.

“Cuma sudah sejak lama mendapat sebutan Goa Parat ataupun Goa Keramat,” ujarnya.

Pengunjung dapat menyaksikan bentukan batuan alami berupa stalaktit, stalakmit, serta lorong-lorong sempit di sepanjang goa.

Landak Jawa (Hystrix javanica) turut menghuni lorong-lorong alami Goa Parat. Satwa pengerat berduri keras ini memanfaatkan lorong goa sebagai tempat berlindung tanpa perlu menggali sarang baru.

Petualangan menyusuri Goa Parat menyajikan perpaduan antara keindahan batuan alam, cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun, makam penyebar Islam, serta keberadaan satwa liar di habitat aslinya.

(Sajidin)

Nonton Film Anak hingga Bagi Souvenir, Intip Keseruan Khitanan Massal di Hotel Grand Palma Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Suasana sunatan masal di hotel Grand Palma Pangandaran By Horison

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Hotel Grand Palma Pangandaran By Horison menampilkan pemandangan berbeda, Rabu (16/7/2026) pagi. Belasan anak laki-laki bersama orang tua mereka memadati hotel bintang empat tersebut untuk mengikuti acara sunatan massal.

Sebanyak 15 anak dari lingkungan sekitar hotel berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini. Panitia mengumpulkan para peserta di satu ruangan khusus sebelum memulainya prosesi khitan.

Baca Juga: Molor 8 Bulan, Proyek KNMP Rp10,6 Miliar di Pangandaran Masih Menggantung Tanpa Serah Terima

Manajemen hotel memberikan pengarahan awal kepada para peserta dan orang tua. Selanjutnya, tim medis memeriksa kondisi kesehatan setiap anak untuk memastikan kesiapan mereka.

Panitia menyediakan layar monitor yang memutar film anak-anak demi meredakan rasa cemas para peserta. Tayangan hiburan tersebut berhasil menemani anak-anak selagi menanti giliran khitan.

Suasana ruangan mendadak riuh ketika prosesi khitan berlangsung. Tangisan, jeritan, hingga aksi beberapa anak yang mengamuk mewarnai jalannya acara.

Usai menjalani khitan, setiap anak menerima bingkisan menarik dari panitia. Masing-masing peserta membawa pulang tas berisi alat tulis, makanan, serta sertifikat Khitanan Massal 2026 sebelum pulang bersama orang tua.

Bentuk Kepedulian Hotel Terhadap Warga Sekitar

Pegawai hotel, Arke, menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah sekitar.

“Target anak itu di angka 15 anak. Dan momen ini baru pertama kali. Ya, semoga kegiatan ini menjadi berkah bagi kita semua,” ujar Arke kepada wartawan di sela kesibukannya.

Arke menegaskan bahwa aksi sosial ini mencerminkan kepedulian manajemen hotel terhadap masyarakat sekitar. Pihaknya berencana menggelar agenda serupa secara berkala pada masa mendatang.

“Sunatan massal ini diprioritaskan bagi warga yang kurang mampu. Insyaallah, ke depannya kita akan laksanakan kegiatan sosial seperti ini,” katanya.

Orang Tua Peserta Sambut Antusias Program Khitan Gratis

Salah satu orang tua peserta, Darmawati (45), menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, program ini sangat meringankan beban ekonomi keluarga yang membutuhkan.

“Ini besar manfaatnya, apalagi bagi warga yang kurang mampu. Kebetulan anak saya sudah berusia 3,5 tahun dan mau disunat. Main ke hotel sambil sunatan,” ucap Darmawati.

(Sajidin)

Molor 8 Bulan, Proyek KNMP Rp10,6 Miliar di Pangandaran Masih Menggantung Tanpa Serah Terima

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan bangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah pusat masih membiarkan nasib Proyek Strategis Nasional (PSN) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, menggantung.

Proyek senilai sekitar Rp10,6 miliar dari APBN Tahun Anggaran 2025 tersebut belum mengalami proses serah terima kepada Pemerintah Desa Karangjaladri maupun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Baca Juga: Curi Bunga Anggrek Terekam Video hingga Viral, Pria di Pangandaran Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Padahal, masa kontrak pekerjaan telah berakhir sejak 31 Desember 2025. Kondisi ini menandakan proyek tersebut sudah mengalami keterlambatan hingga delapan bulan.

Pantauan pada Rabu (16/9/2026) menunjukkan bangunan KNMP berdiri kokoh dan siap memfasilitasi aktivitas warga. Namun, persoalan utama berfokus pada kejelasan status penyelesaian fisik dan jadwal resmi operasional proyek.

Kepala Desa Minta Kepastian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan

Kepala Desa Karangjaladri, Eris Darmawan, mengungkapkan bahwa pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) belum menjalin koordinasi lanjutan mengenai serah terima dan pengelolaan KNMP.

“Hingga detik ini belum ada koordinasi dari pihak KKP maupun PPK terkait serah terima dan pengelolaan,” kata Eris.

Eris mengaku belum mengetahui skema penyerahan kelak, apakah tertuju langsung kepada pemerintah desa atau melalui KDMP.

“Belum ada kepastian kapan akan diresmikan, kapan diserahterimakan, dan kapan mulai dioperasionalkan,” ujarnya.

Fasilitas Pabrik Es Membutuhkan Pekerjaan Tambahan

Eris menyebutkan bahwa kesiapan fisik bangunan KNMP sudah mencapai 99 persen. Namun, fasilitas pabrik es masih memerlukan pengerjaan lebih lanjut agar dapat berfungsi optimal.

“Kecuali untuk pabrik es, itu harus disiapkan mesin karena harus mengambil air laut langsung. Jadi harus ada pekerjaan tambahan,” jelasnya.

Pihak desa telah mengajukan usulan pekerjaan tambahan tersebut. Langkah ini bertujuan agar KNMP benar-benar berfungsi maksimal sebagai pusat kegiatan nelayan setempat.

Desa Karangjaladri Enggan Menanggung Beban Kekurangan Proyek

Pemerintah Desa Karangjaladri menegaskan sikap menolak proses serah terima jika masih ada pekerjaan yang tersisa.

“Kita juga nggak mau ketika sudah menerima kemudian masih ada kekurangan dan pihak kami yang terbebani. Jadi memang harus 100 persen bisa digunakan,” tegas Eris.

Ia menambahkan bahwa pemerintah desa bersiap menerima proyek ini setelah seluruh pengerjaan selesai secara menyeluruh. Kendati demikian, pihaknya akan memeriksa ulang seluruh dokumen pendukung terlebih dahulu.

“Tentu kita harus pelajari dulu berita acaranya. Jadi ketika memang belum ada yang selesai, ya bereskan dulu. Setelah clear, beres 100 persen, baru kami akan tanda tangani,” pungkasnya.

(Sajidin)

Laga PSGC vs Sumsel United Bebas Asap Rokok, Petugas Bakal Sweeping Ketat Penonton di Pintu Masuk

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dr. Rizali Sofiyan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah melarang keras masyarakat merokok di lingkungan maupun area dalam Stadion Galuh Ciamis saat laga PSGC melawan Sumsel United, Sabtu (19/9/2026) mendatang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. Rizali Sofiyan, menyampaikan penegasan ini pada Rabu (16/9/2026).

Rizali menjelaskan bahwa aturan larangan merokok tersebut mengacu pada regulasi resmi penyelenggara. Pihaknya wajib menerapkan aturan tersebut secara ketat di lapangan.

Baca Juga: Rela Terbang Bandung-Seoul, Bobotoh Siap Bikin Stadion Piala Dunia Seoul Membiru

“Aturan itu merupakan aplikasi dari aturan kawasan tanpa rokok (KTR),” katanya.

Sanksi Tegas Mengintai Penonton yang Melanggar

Rizali mengimbau seluruh suporter untuk mematuhi aturan demi mengindari sanksi saat laga berlangsung.

“Sanksi bagi yang melanggar larangan itu memang ada,” ucapnya.

Pemeriksaan Barang Bawaan di Pintu Masuk

Petugas loket akan memperketat pengawasan di pintu masuk demi mencegah penonton membawa rokok ke dalam area Stadion Galuh.

“Petugas tiket akan memeriksa saat penonton masuk stadion dan apabila ditemukan membawa rokok akan terkena sanksi,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Waspada Cuaca Terik dan Angin Kencang, Dua Kebakaran Lahan Melanda Ciamis dalam Sehari

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Personel Damkar pos WMK Banjarsari saat memadamkan api dilahan hutan yang terbakar

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Personel Damkar Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari berhasil memadamkan api yang membakar lahan kebun milik Jajang. Kebakaran tersebut melanda wilayah Dusun Talang Banteng, Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Seseorang dengan gangguan jiwa (ODGJ) meretas dugaan kuat sebagai penyebab kebakaran lahan tersebut. Ia sengaja membakar sampah lalu meninggalkan lokasi begitu saja tanpa mematikan api.

Laporan cepat dari warga membuat petugas bertindak sigap. Hasilnya, api gagal menjangkau area pemukiman penduduk yang berada tidak jauh dari tempat kejadian.

“Alhamdulillah api tidak meluas karena kecepatan pemilik lahan yang melaporkan kejadian itu ke pos WMK Banjarsari,” kata Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, pada Rabu (16/9/2026).

Hutan Bambu 2 Hektar di Pamarican Turut Terbakar

Trisyanto menuturkan bahwa petugas langsung menerima laporan kebakaran baru tak lama usai menyelesaikan pemadaman di Desa Sidarahayu. Kali ini, si jago merah membakar kawasan hutan bambu di wilayah Kecamatan Pamarican.

“Luas lahan hutan bambu di wilayah Kecamatan Pamarican yang terbakar ditaksir sekitar dua hektar,” ucapnya.

Waspadai Gesekan Bambu Kering saat Cuaca Terik

Trisyanto mengingatkan bahwa cuaca terik dan hembusan angin kencang meningkatkan risiko kebakaran secara signifikan. Oleh karena itu, masyarakat harus terus meningkatkan kewaspadaan.

“Gesekan rumpun bambu kering bisa juga memicu api sehingga terjadi kebakaran,” ungkapnya.

(Husen Maaraja)