spot_imgspot_img
Kamis 26 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 72

Wali Kota Bandung Soroti Rendahnya Partisipasi Petugas Gaslah di Kebon Gedang

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Minimnya keterlibatan warga dalam berbagai program pemberdayaan mencuat dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-85 di Kelurahan Kebon Gedang, Jumat (27/2/2026). Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian Muhammad Farhan, yang menilai partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan program pemerintah di tingkat lingkungan.

Sorotan muncul setelah Ketua RW 06 menyampaikan keluhan terkait rendahnya keikutsertaan warga, termasuk belum adanya masyarakat yang bersedia menjadi petugas Gaslah. Farhan menegaskan persoalan ini tidak bisa dibiarkan karena berdampak langsung pada efektivitas pelaksanaan program kewilayahan.

Baca Juga: Kasus Korupsi PJU Cianjur, PN Bandung Didemo Mahasiswa

“Kita sedang melihat persoalan secara langsung. Ketua RW 06 tadi menyampaikan partisipasi dan pemberdayaan warga masih rendah, bahkan belum ada yang bersedia menjadi petugas Gaslah,” ujar Farhan.

Untuk mencari akar masalah, Farhan memastikan Pemerintah Kota Bandung akan melakukan pendalaman bersama DPRD Kota Bandung. Ia ingin memastikan apakah rendahnya minat warga berkaitan dengan pendekatan program yang belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami akan mendalami RW 06 lebih jauh. Bisa jadi program pemerintah kurang menarik atau kurang menyentuh kebutuhan warga,” katanya.

Selain isu partisipasi, forum tersebut juga membahas pelaksanaan Program Prakarsa yang berbasis pendataan hingga tingkat RW. Farhan menyebut pendataan rutin menjadi instrumen penting untuk memantau perubahan kondisi sosial dan ekonomi warga.

“Tiga bulan ke depan kita akan melakukan pendataan ulang,” ungkapnya.

Fondasi Utama dalam Menyusun Kebijakan

Menurut Farhan, pembaruan data menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran, mengingat kondisi masyarakat dapat berubah dalam waktu relatif singkat.

Dalam kesempatan yang sama, Farhan memaparkan capaian kepesertaan BPJS Kesehatan di wilayah Kebon Gedang. Berdasarkan data 2025, dari 1.534 warga RW 08, sebanyak 619 orang telah terdaftar sebagai peserta BPJS dengan tingkat keaktifan mencapai 78,45 persen.

“Angkanya sudah cukup baik, tapi target kita minimal 80 persen,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan keaktifan kepesertaan BPJS berbanding lurus dengan penguatan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Bandung.

“Semakin tinggi tingkat keaktifan, semakin kuat UHC. Artinya, tidak boleh ada warga Bandung yang tidak mendapatkan layanan kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, persoalan sanitasi turut menjadi perhatian. Hasil pendataan menunjukkan masih ada dua rumah yang belum memiliki septic tank. Pemkot Bandung memastikan persoalan tersebut segera ditangani melalui program intervensi yang tersedia.

Pemkot Bandung menegaskan pembaruan data dan intervensi kewilayahan akan terus berjalan secara berkelanjutan. Siskamling Siaga Bencana tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi kebijakan berbasis aspirasi warga.


(Yusuf Mugni)

OJK Restui Merger Empat BPR Priangan Timur, Perkuat Daya Saing dan Pembiayaan UMKM

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati, saat menyerahkan surat keputusan Terkait penggabungan empat Bank BPR di Kantor OJK Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya resmi memberikan persetujuan penggabungan empat Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah Priangan Timur ke dalam satu entitas, yakni PT BPR Nusamba Tanjungsari, yang berkedudukan di Kabupaten Sumedang.

Persetujuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-15/D.03/2026 tertanggal 20 Februari 2026. Melalui keputusan itu, empat BPR resmi melebur, yaitu PT BPR Nusamba Sukaraja, PT BPR Nusamba Plered, PT BPR Nusamba Singaparna, serta PT BPR Mitra Harmoni Indramayu.

Baca Juga: Kapolda Jabar Kunjungi Pesantren Cipasung Tasikmalaya, Perkuat Sinergi Ulama–Polri

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menjelaskan bahwa merger ini menjadi bagian dari agenda konsolidasi industri perbankan nasional yang berkelanjutan. Langkah tersebut bertujuan memperkuat struktur permodalan, meningkatkan daya saing, serta menjaga ketahanan BPR dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor riil, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Proses penggabungan telah melalui seluruh tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Termasuk penilaian permodalan, tata kelola, manajemen risiko, hingga perlindungan konsumen,” ujar Nofa, Jumat (27/2/2026) sore.

Menurutnya, penggabungan empat BPR ini telah memenuhi standar regulasi yang berlaku. Sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan daerah.

Memperkuat Perlindungan dan Kepercayaan Nasabah

Dengan efektifnya merger tersebut, seluruh hak dan kewajiban masing-masing BPR yang melebur secara otomatis beralih kepada PT BPR Nusamba Tanjungsari sebagai entitas penerima penggabungan. OJK memastikan nasabah tetap dapat bertransaksi seperti biasa tanpa perubahan hak maupun kewajiban.

“OJK mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan percaya terhadap layanan industri BPR. Konsolidasi ini justru kami arahkan untuk memperkuat perlindungan dan kepercayaan nasabah,” tegasnya.

Nofa menambahkan, OJK Tasikmalaya akan terus mendorong penguatan kelembagaan BPR melalui konsolidasi dan transformasi. Tujuannya agar industri keuangan semakin efisien, kompetitif, dan berdaya tahan, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Ia juga memaparkan kinerja BPR dan BPR Syariah di wilayah Priangan Timur sepanjang 2025 yang menunjukkan tren positif. Total aset tercatat tumbuh 3,81 persen secara tahunan menjadi Rp3,56 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 2,71 persen menjadi Rp2,51 triliun, sementara penyaluran kredit naik 5,62 persen hingga mencapai Rp2,81 triliun.

“Fungsi intermediasi tetap berjalan baik dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) yang terjaga dalam batas terkendali,” pungkasnya.


(Seda)

Kapolda Jabar Kunjungi Pesantren Cipasung Tasikmalaya, Perkuat Sinergi Ulama–Polri

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan foto bersama dengan Pimpinan Ponpes Cipasung KH. Ubaidillah Ruhiyat, saat bersilaturahmi ke Ponpes (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA FOKUSJabar.id: Nuansa sejuk dan khidmat Ramadhan menyertai kunjungan kerja Rudi Setiawan, Kapolda Jawa Barat, ke Pondok Pesantren Cipasung, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (27/2/2026).

Kedatangan jenderal bintang dua yang akrab disapa “Lodaya Satu” itu disambut langsung oleh Pimpinan Ponpes Cipasung, Ubaidillah Ruhiyat. Pertemuan berlangsung hangat dan substantif, menegaskan komitmen bersama antara kepolisian dan ulama untuk menjaga ketenteraman masyarakat selama bulan suci.

Baca Juga: Orangtua Siswa di Margalaksana Tasikmalaya Keluhkan Roti MBG Berjamur

Dalam dialognya, Kapolda menyampaikan apresiasi atas kiprah Ponpes Cipasung yang telah berdiri sejak masa penjajahan dan konsisten melahirkan tokoh-tokoh berkontribusi bagi bangsa. Ia menilai santri memegang peran strategis dalam merawat persatuan dan kesatuan nasional.

Kapolda juga menekankan pentingnya akhlakul karimah dan karakter kebangsaan bagi santri. Menurutnya, kecintaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi fondasi kuat bagi terciptanya Jawa Barat yang aman dan Indonesia yang kokoh.

“Kami ingin terus mendekatkan diri dengan ulama, tokoh agama, dan para santri yang berkarakter kebangsaan kuat. Ketika santri mencintai NKRI dan mengutamakan persatuan, Jawa Barat semakin indah dan Indonesia makin kuat,” ujar Rudi Setiawan.

Ia menambahkan, peran ulama dan pesantren terbukti besar dalam membangun peradaban bangsa. Karena itu, kepolisian memberi apresiasi atas kontribusi aktif para kiai, santri, dan lembaga pesantren dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kesiapan Polda Jabar Jelang Arus Mudik 2026

Pada kesempatan yang sama, Kapolda memaparkan kesiapan Polda Jabar menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Ia menjelaskan strategi pelayanan dengan menggandeng Dewan Masjid Indonesia Jawa Barat untuk mengoptimalkan masjid-masjid besar di jalur arteri sebagai Pos Pelayanan Mudik.

“Di pos masjid, kami siapkan layanan bagi pemudik, termasuk hidangan berbuka dan sahur yang sehat,” katanya.

Ia menyebut memilih menu sederhana seperti kukusan agar berkesan, menyehatkan, dan mendukung kenyamanan pemudik saat beristirahat serta beribadah.

Menanggapi hal itu, KH Ubaidillah Ruhiyat menyambut positif program strategis tersebut. Ia juga menitipkan harapan agar santri Cipasung yang bercita-cita menjadi anggota Polri mendapat fasilitasi yang baik.

“Insya Allah sinergi dan kolaborasi terus kita perkuat. Kami berharap santri yang ingin menjadi polisi dapat terfasilitasi. Polisi berlatar santri akan lebih humanis dan masyarakat cintai,” tuturnya.

Usai silaturahmi, Kapolda Rudi Setiawan bersama jajaran Pejabat Utama Polda Jabar melanjutkan pemantauan jalur provinsi Tasikmalaya–Garut via Salawu untuk memastikan kesiapan infrastruktur menjelang puncak arus mudik Lebaran 1446 Hijriah.


(Seda)

Ramadhan Jadi Ladang Rezeki, Pasutri Ciamis Bertahan Puluhan Tahun Olah Kolang Kaling

0

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Setiap datangnya bulan suci Ramadhan, pasangan suami istri Ade Suryaman (53) dan Yani (53) kembali menekuni usaha musiman mengolah biji buah aren menjadi kolang kaling. Aktivitas ini sudah mereka jalani puluhan tahun di Lingkungan Awirarangan, Kelurahan Linggasari, Kabupaten Ciamis.

Bagi pasangan ini, Ramadhan tidak hanya menjadi waktu meningkatkan ibadah, tetapi juga momentum mencari penghasilan tambahan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dari hasil penjualan kolang kaling, mereka memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari membeli pakaian Lebaran, membayar zakat fitrah, hingga mencukupi keperluan sehari-hari.

Baca Juga: Ratusan Pelajar, Lansia dan Jurnalis Ciamis Ikut Pesantren Ramadan

Sejak pagi hingga menjelang siang, Ade dan Yani bekerja tanpa henti. Yani tampak cekatan memisahkan biji aren yang telah direbus dan matang ke dalam wadah, sementara Ade sibuk memotong tandan buah aren sebelum memasukkannya ke dalam dandang perebusan.

“Alhamdulillah, sejak tahun 2018 saya bersama istri fokus mengolah kolang kaling setiap Ramadhan,” ujar Ade, Jumat (27/2/2026).

Ade mengungkapkan, tantangan terbesar saat ini terletak pada ketersediaan bahan baku. Pohon aren yang dulu banyak di sekitar kampung kini semakin langka.

“Dulu pohon aren berbuah banyak dan mudah kita dapatkan. Sekarang sudah sangat jarang,” katanya.

Meski permintaan pasar tetap tinggi setiap Ramadhan, kelangkaan bahan baku membuat harga kolang kaling ikut menyesuaikan. Ade mematok harga Rp8.000 per kilogram untuk pembelian dalam jumlah besar, sementara penjualan eceran mencapai Rp10.000 per kilogram.

Karena pasokan buah aren terbatas, Ade dan Yani tidak memproduksi kolang kaling dalam jumlah besar sekaligus. Mereka memilih mengolah sesuai pesanan agar bahan baku tetap tersedia.

“Kalau melihat stok aren di kebun, paling hanya cukup sampai pertengahan bulan puasa,” tuturnya.


(Husen Maharaja)

Mobil Boks Terbakar di Kawasan Wisata Pangandaran, Barang Ritel Hangus 70 Persen

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: kondisi saat warga berusaha memadamkan api mobil bok yang terbakar. di Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepanikan sempat menyelimuti kawasan wisata Pangandaran ketika sebuah mobil boks pengangkut barang ritel terbakar di Jalan Bulak Laut, tepat di depan Pasar Wisata Pantai Pangandaran, Jumat (27/2/2026) siang.

Api mulai terlihat sekitar pukul 13.30 WIB. Warga dan pedagang yang berada di sekitar lokasi langsung berhamburan mendekat dan berupaya menjinakkan api dengan peralatan seadanya. Namun, kobaran api dengan cepat melalap isi boks kendaraan hingga sebagian besar barang tidak terselamatkan.

Baca Juga: Kodim Pangandaran dan Gandara Group Tebar Takjil di Jalur Padat Ramadan

Tak berselang lama, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Pangandaran tiba di lokasi. Petugas segera melakukan pemadaman dan pendinginan agar api tidak kembali menyala.

Petugas Damkar Pos 2 Pangandaran, Arief Sebastian, menjelaskan bahwa timnya menerima laporan sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.

“Mobil berhasil kami selamatkan, tetapi sekitar 70 persen barang di dalam boks sudah hangus terbakar,” ujar Arief.

Ia menduga kebakaran bermula dari korsleting arus listrik pada kendaraan. Setelah proses pemadaman selesai, petugas mengamankan kendaraan beserta sisa barang untuk penanganan lebih lanjut.

Saksi mata, Agus Mulyana, menyebut kebakaran terjadi saat sopir dan kernet menurunkan barang ritel berupa makanan ringan.

“Waktu itu sedang menurunkan barang. Tiba-tiba asap tebal keluar dari bagian belakang boks,” kata Agus.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, kebakaran sempat memicu kemacetan lalu lintas di jalur wisata yang ramai dilalui pengunjung.


(Sajidin)

Orangtua Siswa di Margalaksana Tasikmalaya Keluhkan Roti MBG Berjamur

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Menu MBG untuk 5 hari dan roti yang sudah berjamur dari SPPG Dapur Sukma 1.(Dokumen Pribadi)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Aktivis eksponen 96 Dadi Abidarda mengaku menerima keluhan dari orangtua siswa salah satu SD Negeri di Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya terkait roti Makan Bergizi Gratis (MBG) kondisinya berjamur dan tidak layak untuk di konsumsi.

“Saya juga aneh, MBG kok di berikannya lima hari sekali. Apalagi roti MBG berjamur dan tidak layak untuk di konsumsi, bukan malah bergizi anak-anak kalau seperti begini,” ungkap Dadi Abidarda, Jumat (27/2/2026).

Menurut informasi, kata Dadi, bahwa MBG dengan roti yang berjamur dan tidak layak di konsumsi berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sukma Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga: Ratusan Dapur MBG di Kabupaten Tasikmalaya Belum Kantongi Izin PBG

“MBG yang di berikan ke siswa SD di Margalaksana di antaranya ada roti, pisang, jeruk apel, susu sekolah dan telur empat buah. Dan ini untuk lima hari,” jelasnya.

Seharusnya, Dadi mengatakan, MBG yang tujuannya supaya anak-anak sekolah mendapat gizi yang baik, justru malah medapatkan makanan yang tidak sesuai bahkan tidak layak untuk di konsumsi.

“Maka kami berharap Satgas MBG turun tangan untuk mengawasi segala bentuk kegiatan dapur MBG. Sehingga yang di terima oleh KPM berupa makanan segar dan bernutrisi bukan jamuran,” ucapnya.

Satgas MBG Harus Serius Mengawasi

Selain itu, Dadi juga mempertanyakan terkait dasar SPPG dalam membagikan MBG kepada siswa-siswi kenapa lima hari sekali.

“Yang menjadi pertanyaan kenapa tidak tiap hari MBG di berikan kepada siswa-siswi Sekolah, tapi ini malah lima hari sekali. Ini PR juga bagi Satgas MBG,” tegasnya.

Baca Juga: Berkas Dugaan Skandal Proyek PUPR Kota Tasikmalaya Diserahkan ke Kejati

Sekali lagi, Dadi menegaskan dengan terjadinya temuan roti MBG yang berjamur dan tidak layak di konsumsi. Maka, Satgas MBG harus benar-benar serius mengawasi keberlangsungan operasional SPPG.

Satgas MBG tentunya harus menjalankan fungsinya, jangan kesannya justru menunggu keluh kesah dari masyarakat. Ulah tuk cing (di bentuk cicing-red),” pungkasnya.

Sementara, pengelola SPPG Dapur Sukma, Moch. Iqbal Aulia Akbar saat di konfirmasi melalui WhatAap terkait menu MBG khususnya roti yang berjamur dan tidak layak di konsumsi. Hingga berita ini publis belum memberikan keterangan.

(Nanang Yudi)

Hadeuh! Kondom Bekas Berserakan di Banjar Water Park

0
Banjar Water park fokusjabar.id
Kondom Bekas Berserakan di Banjar Water Park. (Foto: Istimewa).

BANJAR, FOKUSJabar.id: Kondisi Banjar Water Park (BWP) di Kota Banjar kini memprihatinkan. Warga menemukan kondom bekas dan botol minuman keras berserakan di area yang seharusnya menjadi ruang publik ramah keluarga dan olahraga.

Dugaan pun muncul, lokasi tersebut di jadikan tempat prostitusi terselubung pada malam hari.

BACA JUGA:

Pembangunan PLTS 100 MW Kota Banjar di Lahan Sengketa?

“Saya lagi olahraga. Eh liat botol miras sama kondom berserakan di sini,” kata seorang warga, Manan, Jumat (27/2/2026).

Manan mengaku, dulu kawasan Banjar Water Park nyaman untuk berolahraga. Namun kini, suasana berubah drastis.

“Kondisi BWP sekarang jauh banget sama dulu. Untuk olahraga saja dulu nyaman banget, sekarang kotor banyak sampah berserakan,” ucapnya.

Tamparan untuk ‘Kota Bersih’

Ketua Sapma PP Kota Banjar, Irwan Herwanto menilai, temuan sampah kondom, botol miras hingga limbah plastik di BWP menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kota Banjar.

Ironisnya, Banjar baru saja menerima penghargaan sebagai Kota Bersih Tingkat Nasional 2025.

“Bagaimana mungkin pemerintah membanggakan penghargaan kota bersih. Sementara di rumah sendiri di suguhi pemandangan menjijikkan berupa sampah kondom dan botol miras? Ini bukan sekadar sampah biasa, ini sampah moral,” tegas Irwan.

BACA JUGA:

Penyidikan Jilid II Bergulir, Kejari Banjar Periksa 19 Saksi Kasus Tunjangan DPRD

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan lebar antara prestasi administratif dan fakta sosiologis di lapangan. Lemahnya pengawasan keamanan dan ketertiban membuat fasilitas publik yang di bangun dengan uang rakyat berubah fungsi menjadi lokasi aktivitas negatif.

Bersih di Atas Kertas, Kotor di Lapangan

Irwan menambahkan, penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup terasa hambar ketika titik vital di pusat kota justru menjadi sarang limbah sisa maksiat.

“Bersih secara administratif tidak ada gunanya jika secara sosiologis area publik tidak aman dan tidak nyaman,” ujarnya.

Ia mendesak pemerintah tidak hanya sibuk memoles citra di atas kertas.

“Bersihkan juga Kota Banjar dari sampah moral, atau kembalikan saja penghargaan kota bersih itu. Faktanya kita belum bersih dari hal-hal mendasar yang merusak tatanan sosial,” tutupnya.

(Budiana Martin)