spot_imgspot_img
Kamis 13 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 71

BMKG Prediksi Hujan di Pangandaran, Satpolairud Minta Nelayan Tingkatkan Kewaspadaan

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Perahu nelayan di Cikidang, Pangandaran (dokumen)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Pangandaran meminta warga pesisir meningkatkan kewaspadaan. Langkah ini merespon peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi lonjakan curah hujan sepanjang 26 Juli hingga 1 Agustus 2026.

Kasat Polairud Polres Pangandaran, AKP M. Anang Trie Sodikin membeberkan bahwa dinamika gelombang atmosfer sanggup memicu hujan di sejumlah daerah meski saat ini masih berada dalam periode musim kemarau. Wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Pangandaran, memicu peningkatan intensitas hujan pada 26–28 Juli 2026.

Baca Juga: “AI Bisa Menjawab, Tapi Tak Bisa Menggantikan Guru,” Gagasan Guru Pangandaran Ini Jadi Sorotan

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya nelayan, wisatawan, dan pelaku usaha wisata bahari, agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujar AKP Anang, Rabu (29/7/2026).

AKP Anang mendorong warga yang beraktivitas di sekitar pantai maupun perairan Pangandaran untuk rajin memeriksa pembaruan informasi cuaca resmi BMKG sebelum berlayar.

Ia menuntut warga mematuhi arahan petugas lapangan. Serta melarang keras nelayan memaksakan diri melaut jika kondisi ombak dan cuaca membahayakan keselamatan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di perairan,” tegasnya.

Satpolairud Polres Pangandaran berkomitmen mengintensifkan pemantauan kondisi perairan secara berkala. Pihaknya memperkuat koordinasi bersama instansi lintas sektor guna menyebarkan imbauan keselamatan kepada masyarakat luas.

Upaya preventif ini bertujuan menekan angka kecelakaan di laut sekaligus meminimalkan dampak buruk dari potensi cuaca ekstrem.

Petugas meminta warga segera memberikan laporan kepada aparat terdekat atau menghubungi kantor Satpolairud Polres Pangandaran. Tentunya apabila melihat potensi bahaya keselamatan di laut selama masa cuaca yang tidak menentu ini.

(Sajidin)

RSUD Ciamis Luncurkan Si Manis Ambulans, Layanan Ambulans Gratis Terintegrasi Call Center 112

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Sosialisasi Si Manis Ambulans di Aula Kelurahan Maleber

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis meluncurkan inovasi Si Manis Ambulans (Sistem Informasi dan Manajemen Layanan Ambulans Gratis bagi Masyarakat Miskin). Langkah strategis ini bertujuan mempercepat penanganan pasien dalam kondisi gawat darurat.

Pihak RSUD mengintegrasikan layanan ini dengan Call Center 112 Kabupaten Ciamis. Masyarakat kini cukup menekan satu nomor darurat untuk memperoleh pertolongan medis secara instan.

Baca Juga: Warung Makan di Banjarsari Ciamis Dibakar Orang Tak Dikenal?

Pihak rumah sakit mensosialisasikan program ini kepada para pemangku kepentingan di Aula Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

RSUD Ciamis menetapkan wilayah Kecamatan Ciamis sebagai lokasi pilot project pada tahap awal. Pemerintah daerah memproyeksikan sistem ini menjadi model pelayanan darurat yang bakal meluas ke wilayah lain.

Inovasi ini merupakan wujud implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Pemerintah Kabupaten Ciamis Tahun 2026 gubahan Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Ciamis, Rd. Aris Sukmayana.

Aris mengutarakan bahwa Si Manis Ambulans berfokus memberikan respons cepat pada situasi darurat medis. Program ini sekaligus mengikis hambatan warga kurang mampu dalam mengoperasikan layanan transportasi medis.

“Melalui Si Manis Ambulans kami ingin memastikan kehadiran rumah sakit pada saat masyarakat membutuhkan pertolongan paling mendesak. Jangan sampai ada warga yang terlambat mendapatkan pelayanan medis hanya karena terkendala biaya transportasi atau kesulitan mengakses layanan,” ujarnya.

Warga Bisa Menghunguni Call Center 112 Nonstop

Aris membeberkan keunggulan utama program ini yang terhubung langsung dengan Call Center 112 kelolaan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ciamis. Warga bisa menghubungi nomor tersebut selama 24 jam nonstop, lalu petugas memverifikasi laporan sebelum meneruskannya ke tim responder cepat RSUD Ciamis.

“Integrasi dengan Call Center 112 menjadi bagian penting dalam mempercepat alur pelayanan. Masyarakat cukup menghubungi satu layanan darurat, selanjutnya laporan akan diproses dan dikoordinasikan dengan tim RSUD Ciamis,” katanya.

Tim medis bergerak melakukan evakuasi dan memberikan penanganan awal pra-rumah sakit sesaat setelah menerima laporan masuk, sebelum membawa pasien menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ciamis.

Sistem digitalisasi turut memperkuat efektivitas Si Manis Ambulans melalui pertautan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Dinas Sosial. Pertautan data ini menjamin proses verifikasi penerima manfaat berlangsung cepat dan akurat.

Aris menyebutkan bahwa skema ambulans gratis ini memprioritaskan masyarakat kurang mampu yang terdaftar dalam kategori Desil 1 hingga Desil 5 data DTSEN.

“Digitalisasi ini membuat proses verifikasi lebih cepat, akurat, dan transparan. Dengan data yang terintegrasi, pelayanan dapat berjalan lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Evaluasi Pelayanan IGD RSUD Ciamis

Peluncuran Si Manis Ambulans menjawab hasil evaluasi pelayanan IGD RSUD Ciamis yang menekankan pentingnya respons waktu penanganan pasien. Keterbatasan akses transportasi serta biaya evakuasi selama ini menjadi kendala utama warga di lapangan.

Penanganan medis yang tanggap pada masa emas (golden period) terbukti memegang peran kunci dalam meningkatkan peluang keselamatan pasien sekaligus menekan risiko komplikasi berat.

Program ini mengusung prinsip “No Discrimination, Equal Access for Everyone”, yakni menjamin kesetaraan akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan warga tanpa memandang status sosial ekonomi.

Camat Ciamis, Iyus Sunardi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap terobosan kesehatan ini. Iyus menilai Si Manis Ambulans menjadi jawaban nyata atas kebutuhan transportasi darurat warga.

“Kami menyambut baik hadirnya Si Manis Ambulans di Kecamatan Ciamis. Program ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena menghadirkan kemudahan dan kepastian dalam memperoleh pertolongan medis,” ujarnya.

Iyus mendorong seluruh elemen perangkat daerah, fasilitas kesehatan, serta elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu menyukseskan program ini.

Pihak RSUD Ciamis bakal memantau dan mengevaluasi efektivitas Si Manis Ambulans secara berkala. Pemkab Ciamis berencana memperluas jangkauan layanan ini hingga mencakup tiga sampai empat kecamatan sekitar demi memperkuat sistem kegawatdaruratan daerah.

(Mia)

Wali Kota Banjar Luncurkan Bumi Masagi, 525 UMKM Terima Bantuan Modal Rp1 Juta

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Wali Kota Banjar Sudarsono menyerahkan bantuan Program Berdaya Lokal melalui penyaluran Bantuan Usaha Mikro Maju Adil Sejahtera Agamis dan Inovatif (Bumi Masagi). (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Wali Kota Banjar, Sudarsono meluncurkan Program Berdaya Lokal lewat penyaluran Bantuan Usaha Mikro Maju Adil Sejahtera Agamis dan Inovatif (Bumi Masagi). Dalam kesempatan yang sama, ia juga meresmikan Warung Inflasi BESTIE (Belanja Ekonomis Sembako Terjangkau, Stabilitas Harga Efektif Terkendali) Tahun 2026 di Galeri UMKM Sukma Kenanga Kota Banjar, Rabu (29/7/2026).

Skema Program Bumi Masagi mengucurkan bantuan modal usaha sebesar Rp1.000.000 kepada masing-masing dari 525 pelaku UMKM. Pemerintah menggelontorkan total anggaran mencapai Rp525 juta secara non-tunai melalui rekening bank penerima bekerja sama dengan Bank BJB Cabang Banjar.

Baca Juga: Mahasiswa KKN STISIP Bina Putera Banjar Dampingi UMKM Desa Neglasari Urus NIB, Sertifikat Halal dan Rebranding Produk

Pemerintah Kota Banjar juga memperkenalkan Warung Inflasi BESTIE, sebuah terobosan unggulan Dinas KUKMP Kota Banjar di sektor perdagangan.

Program ini menyajikan bahan kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih murah daripada tarif pasar. Program ini untuk mengendalikan stabilitas harga dan menjaga daya beli warga.

Sudarsono menegaskan Pemkot Banjar memegang komitmen kuat untuk memperkokoh fondasi ekonomi daerah berbasis kekuatan masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro.

“Program Bumi Masagi bukan sekadar bantuan modal usaha, tetapi merupakan bentuk investasi pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Sudarsono meluruskan bahwa hadirnya Warung Inflasi BESTIE tidak bertujuan menyaingi pedagang pasar tradisional maupun peritel swasta. Kehadiran program ini murni berfungsi sebagai instrumen kolaborasi pemerintah untuk mengintervensi pasar saat harga bahan pokok melonjak.

“Melalui Warung Inflasi BESTIE, pemerintah hadir memberikan solusi nyata dengan menyediakan kebutuhan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Seremonial acara tersebut turut merangkul kehadiran Wakil Wali Kota Banjar, Ketua DPRD Kota Banjar, perwakilan jajaran Forkopimda, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Banjar.

(Agus Purwadi)

Pemkot Bandung Siap Tertibkan Bangunan Liar, Farhan Tegaskan Tak Ada Toleransi

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJABAR.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya untuk menertibkan bangunan liar secara konsisten di seluruh penjuru kota. Langkah tegas ini merespon langsung instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meminta pemerintah daerah mengakselerasi penataan wilayah.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pihaknya tidak memberi ruang toleransi sedikit pun bagi keberadaan bangunan liar. Tim gabungan bakal menyasar setiap titik lokasi yang terbukti melanggar aturan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Alih Kelola, Ini Alasan Pemprov Jabar Ambil Teras Cihampelas

“Di mana ada bangunan liar, di situ harus ditertibkan. Itu pesan khusus dari gubernur,” kata Farhan, Rabu (29/7/2026).

Farhan menjelaskan bahwa aksi penertiban ini masuk dalam agenda penataan kota jangka panjang. Pemkot Bandung merangkul jajaran kepolisian guna memastikan proses penataan berjalan maksimal di lapangan.

Pihak Pemkot Bandung dan kepolisian mengintensifkan komunikasi harian untuk mengawal kebijakan ini. Kerjasama intensif ini tidak sekadar membidik masalah bangunan liar, melainkan juga mencakup aspek keamanan lingkungan secara menyeluruh.

“Soalnya sekarang komunikasi antara Pemkot dengan kepolisian berlangsung setiap hari karena kami mendapat tugas dari Pak Gubernur untuk melakukan penertiban bangunan liar dan berbagai titik penataan kota,” katanya.

Sinergi kuat Pemkot Bandung dan kepolisian sekaligus bertujuan menciptakan iklim keamanan yang kondusif. Selain mempercantik estetika kota, pemerintah ingin mengembalikan rasa aman warga saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Farhan mengutarakan bahwa Gubernur Jawa Barat rutin memantau perkembangan penataan Kota Bandung. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran aparatur Pemkot Bandung untuk bekerja ekstra, termasuk mengikis habis kejahatan jalanan seperti begal.

“Gubernur juga memantau hampir setiap hari. Kami memastikan persoalan begal dan rasa aman masyarakat harus kembali. Karena itu, Pemkot Bandung bersama kepolisian akan terus bekerja setiap hari agar rasa aman masyarakat bisa kembali,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Bukan Sekadar Alih Kelola, Ini Alasan Pemprov Jabar Ambil Teras Cihampelas

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Proses administrasi serah terima pengelolaan Teras Cihampelas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah rampung. Saat ini, proses tersebut tinggal menunggu penandatanganan kedua pihak (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJABAR.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera menyerahkan pengelolaan Teras Cihampelas kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Langkah pengalihan aset ini bertujuan mempercepat penataan ulang kawasan Cihampelas yang menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemprov Jabar.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah menyelesaikan seluruh berkas administrasi. Saat ini, proses pengalihan hanya menunggu penandatanganan dokumen serah terima resmi.

Baca Juga: Kabar Baik! Disnaker Bandung Buka 3.019 Lowongan Kerja di Job Fair 2026, Lulusan SMP hingga S2 Bisa Melamar

Farhan mengungkapkan bahwa Gubernur Jawa Barat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kawasan Cihampelas. Gubernur bahkan selalu mempertanyakan perkembangan kawasan tersebut setiap kali menggelar pertemuan dengannya.

“Setiap kali saya bertemu beliau, selalu ditanya, ‘Cihampelas bagaimana?,” kata Farhan, Rabu (29/7/2026).

Penyerahan wewenang pengelolaan ini membuka peluang penataan kawasan Cihampelas secara lebih terpadu dan terintegrasi.

Sebelumnya, Pemkot Bandung mengusulkan penyerahan wewenang pengelolaan Jalan Cihampelas kepada Pemprov Jabar demi menyederhanakan administrasi anggaran serta mencegah benturan kewenangan antarinstansi.

Pihak Pemprov Jabar menegaskan bahwa pengalihan aset Jalan dan Teras Cihampelas ini bertujuan mempercepat revitalisasi kawasan, sekaligus mencatatnya sebagai Barang Milik Daerah (BMD) tingkat provinsi.

Farhan menjamin tidak ada lagi hambatan teknis maupun administratif dalam proses pemindahan wewenang tersebut.

“Sudah rampung. Tinggal tanda tangan. Alhamdulillah,” katanya.

Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar bakal menjalin kolaborasi erat untuk menata ulang Teras Cihampelas seusai penandatanganan berkas serah terima.

Pemprov Jabar sebelumnya juga menyatakan kesiapan penuh untuk menangani opsi pembongkaran Teras Cihampelas sebagai bagian dari rencana besar penataan ulang kawasan.

(Yusuf Mugni)

“AI Bisa Menjawab, Tapi Tak Bisa Menggantikan Guru,” Gagasan Guru Pangandaran Ini Jadi Sorotan

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Suasana pelajar SMPN 1 Mangunjaya Pangandaran saat membaca buku

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: “Teknologi tidak pernah menentukan masa depan suatu bangsa. Manusialah yang menentukan bagaimana teknologi itu digunakan.”

Kutipan mendalam tersebut keluar dari mulut Dian Eka Purnamawati, S.Pd.Gr., seorang tenaga pengajar di SMP Negeri 1 Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga: Kronologi Dugaan Penipuan Berkedok Petugas PLN di Cimerak Pangandaran

Dian menilai pandangan tersebut terasa kian krusial saat lanskap pendidikan menghadapi serbuan pesat kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Kemampuan sistem AI saat ini sanggup memproses jawaban, merancang laporan, menerjemahkan bahasa, hingga menciptakan materi pembelajaran hanya dalam hitungan detik.

“AI membawa harapan sekaligus kekhawatiran. Di satu sisi membuka peluang meningkatkan kualitas pendidikan. Di sisi lain memunculkan ketergantungan berpikir, menurunnya kreativitas, hingga persoalan etika akademik,” ujar Dian, Rabu (29/7/2026).

Pendidik asal Pangandaran ini menegaskan bahwa publik seharusnya tidak lagi memperdebatkan kelayakan AI di dalam kelas. Hal paling utama mendesak untuk dibahas adalah tata cara penggunaan serta pemegang kendali atas teknologi tersebut.

“Sebab AI hanyalah alat. Sama seperti buku atau internet, dampaknya tergantung manusia yang menggunakannya,” katanya.

Bahaya Penggunaan AI Tanpa Pendampingan

Dian mengamati para peserta didik era sekarang yang tergolong Generasi Alpha sudah terbiasa berdampingan dengan AI. Mereka sanggup mengoperasikan sistem AI untuk memaparkan materi, menyelesaikan soal, sampai menyusun presentasi lewat satu instruksi perintah (prompt).

“Respons kita sering ekstrem. Ada yang menolak total karena takut siswa malas berpikir. Ada yang membiarkan tanpa batas. Padahal pelarangan sulit karena siswa tetap akses AI di luar sekolah. Penggunaan tanpa pendampingan juga berbahaya,” jelas Dian.

Ia menekankan pentingnya menempatkan AI sebatas mitra belajar, bukan pengambil alih proses menuntut ilmu. Para siswa wajib menyaring dan memverifikasi setiap output informasi dari AI sebelum memanfaatkannya.

Menghadapi gelombang teknologi ini, Dian mengusulkan peran baru bagi pendidik, yaitu sebagai arsitek pembelajaran.

“Seorang arsitek merancang fondasi, menentukan tujuan, memilih material. Guru juga begitu. Mungkin bukan lagi satu-satunya sumber informasi, tapi tetap satu-satunya yang mampu merancang pengalaman belajar yang bermakna,” ujarnya.

Ia merinci tiga pilar pembeda mendasar antara kecerdasan buatan dan sosok pendidik:

  1. AI mampu memberi jawaban, sedangkan guru mengajarkan cara menemukan makna.
  2. AI mampu menulis teks, sedangkan guru menanamkan nilai kejujuran dalam berkarya.
  3. AI mampu membuat slide presentasi, sedangkan guru menumbuhkan keberanian menyampaikan ide.

“Teknologi mempercepat proses. Hanya guru yang bisa memanusiakan pendidikan,” kata Dian.

Human-Centered AI Learning Architecture (HAILA)

Guna mengarahkan penggunaan teknologi ini, Dian merancang model Human-Centered AI Learning Architecture (HAILA). Konsep ini mengusung lima tahapan utama: Design, Guide, Verify, Reflect, dan Create.

Penerapan HAILA terlihat jelas pada mata pelajaran Bahasa Inggris, di mana siswa terlebih dahulu menyusun recount text secara mandiri sebelum meminta masukan perbaikan dari AI. Hasil draf tersebut kemudian menjadi bahan diskusi bersama guru.

Sementara pada pelajaran IPA, para siswa memformulasikan hipotesis awal berdasarkan pengamatan langsung, lalu membandingkannya dengan uraian penjelasan dari AI.

“Tujuannya agar AI jadi media refleksi, bukan jalan pintas. Yang berkembang bukan hanya pengetahuan, tapi juga berpikir kritis,” jelasnya.

Dian optimistis perubahan besar kualitas bangsa selalu bermula dari dinamika ruang kelas. Kedaulatan Indonesia membutuhkan SDM penguasa teknologi, sedangkan keadilan sosial menuntut pemerataan literasi AI bagi seluruh anak bangsa.

“AI bisa bantu sampaikan informasi. Tapi senyum guru, dorongan saat gagal, dan teladan sikap tidak bisa digantikan algoritma. Itu esensi pendidikan humanis,” tuturnya.

Di akhir penjelasannya, Dian menggarisbawahi bahwa laju perkembangan AI tidak mungkin terbendung. Hal paling krusial adalah memastikan guru tetap memegang kendali penuh atas penggunaan AI di lingkungan sekolah.

“Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh secanggih apa AI, tapi oleh seberapa bijaksana guru membimbing generasi muda menggunakannya,” pungkas guru SMPN 1 Mangunjaya itu.

(Sajidin)

Kabar Baik! Disnaker Bandung Buka 3.019 Lowongan Kerja di Job Fair 2026, Lulusan SMP hingga S2 Bisa Melamar

0
BANDUNG,FOKUSJabar.id
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung kembali membuka ribuan peluang kerja melalui Job Fair Future Connect 2026 yang menghadirkan 30 perusahaan dengan total 3.019 lowongan kerja -Ist- (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung menyediakan 3.019 lowongan kerja melalui Job Fair Future Connect 2026. Sebanyak 30 perusahaan meramaikan bursa kerja offline ketiga sepanjang tahun 2026 ini.

Masyarakat dapat menghadiri acara tersebut di Miko Mall, Jalan Raya Kopo, Cirangrang, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Kamis (30/7/2026). Pencari kerja dari latar belakang pendidikan SMP, SMA/SMK, Diploma, S1, hingga S2 memiliki peluang yang sama untuk melamar.

Baca Juga: Libas DPMM FC, Persib Amankan Tiket Semifinal Piala Presiden 2026

Ketua Tim Pasar Kerja Disnaker Kota Bandung, Ilham Mulyana menegaskan bahwa pihaknya sengaja mengubah pola pelaksanaan bursa kerja. Pihaknya kini memilih menggelar bursa kerja skala kecil secara berkala setiap bulan agar layanan makin dekat dengan masyarakat.

“Kalau tahun lalu dalam satu tahun hanya dua kali, berarti kesempatan masyarakat untuk bertemu dengan perusahaan juga hanya dua kali. Sekarang kami berupaya menggelarnya hampir setiap bulan. Skalanya memang lebih kecil, tetapi kami mendekatkan layanan ke masyarakat,” kata Ilham, Rabu (29/7/2026).

Pencari kerja yang pernah mengikuti kegiatan serupa tetap dapat mendaftar kembali. Pengguna yang sudah mengantongi akun aplikasi NEW BIMMA cukup melakukan login lalu memilih posisi yang sesuai.

Pemerintah Kota Bandung menghadirkan fitur job matching pada aplikasi NEW BIMMA untuk memudahkan proses rekrutmen. Fitur canggih ini menyelaraskan profil pelamar mulai dari riwayat pendidikan, keterampilan, pengalaman, hingga sertifikat dengan kebutuhan spesifik perusahaan.

“Semakin lengkap profil yang diisi, semakin akurat hasil job matching-nya. Perusahaan juga dapat melihat kandidat yang memiliki tingkat kecocokan tinggi, bahkan hingga 100 persen, lalu menghubungi kandidat tersebut untuk mengikuti proses rekrutmen,” jelasnya.

Kriteria Rekrutmen Perusahaan

Ilham mengingatkan bahwa kriteria rekrutmen perusahaan saat ini sudah mengutamakan keahlian praktis. Pihak manajemen tidak lagi berpatokan semata pada lembar ijazah formal.

“Saat ini perusahaan tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi yang pelamar miliki. Kompetensi tambahan menjadi nilai lebih yang sangat pelamar butuhkan dalam proses rekrutmen,” katanya.

Strategi pelaksanaan bursa kerja berkala ini membuahkan hasil nyata. Pihaknyamencatat lebih dari 500 warga Kota Bandung berhasil menembus dunia kerja melalui rangkaian bursa kerja sepanjang tahun 2026.

“Sampai saat ini sudah lebih dari 500 warga Kota Bandung yang berhasil mendapat pekerjaan. Belum termasuk peserta dari luar Kota Bandung karena memang tidak kami data secara khusus,” ungkapnya.

Fungsional Pertama Pengantar Kerja Disnaker Kota Bandung, Cahyadi Maulana meminta seluruh calon peserta untuk mendaftar lebih awal melalui aplikasi NEW BIMMA atau situs resmi Disnaker Kota Bandung. Aplikasi tersebut kini memuat fitur Ticketing Job Fair sebagai syarat masuk lokasi acara.

“Sekarang di NEW BIMMA sudah tersedia layanan Ticketing Job Fair yang menjadi tiket masuk ke acara job fair. Setelah peserta berada di lokasi, dapat langsung melamar ke perusahaan yang mereka tuju melalui aplikasi NEW BIMMA,” jelasnya.

Cahyadi meminta para pelamar memperbarui seluruh data pribadi pada aplikasi. Profil yang terisi lengkap akan berfungsi sebagai pengganti Curriculum Vitae (CV) digital yang langsung terbaca oleh tim rekrutmen.

“Profil di NEW BIMMA pada dasarnya seperti CV. Jadi, lengkapi data pendidikan, pengalaman, keterampilan, hingga sertifikat yang dimiliki agar perusahaan semakin tertarik,” ujarnya.

Fasilitas Pelatihan Keterampilan Berbasis Industri

Selain menggelar bursa kerja, Pemerintah hadir memfasilitasi ragam pelatihan keterampilan berbasis industri seperti public speaking dan digital marketing. Langkah ini bertujuan mengasah daya saing para calon tenaga kerja.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk memiliki kompetensi tambahan. Karena itu, pemerintah menyelenggarakan berbagai pelatihan berbasis kompetensi,” ucapnya.

Panitia penyelenggara menyajikan Coaching Clinic Ketenagakerjaan bagi para lulusan baru (fresh graduate). Sesi khusus ini membekali peserta mengenai tata cara penyusunan CV, teknik wawancara, hingga konsultasi psikologi untuk mengenali potensi diri.

“Kami menyiapkan satu sesi khusus Coaching Clinic Ketenagakerjaan. Di sana peserta akan mendapatkan materi tentang cara menyusun CV yang baik, persiapan saat bertemu HRD dan teknik menghadapi wawancara kerja. Hingga berbagai hal yang perlu menjadi perhatian dan persiapan sebelum memasuki dunia kerja,” pungkasnya.

Pencari kerja dapat mengunduh aplikasi NEW BIMMA atau mengakses disnaker.bandung.go.id untuk pendaftaran. Panduan langkah demi langkah pendaftaran juga tersedia di akun Instagram @bdg.disnaker.

(Yusuf Mugni)