spot_imgspot_img
Jumat 2 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 53

HUT ke-81 TNI, Kodim 0612/Tasikmalaya Kumpulkan 260 Kantong Darah untuk PMI

0
Tasukmalaya, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: HUT ke-81 TNI dilaksanakan dengan kegiatan donor darah di Makodim Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kodim 0612/Tasikmalaya merayakan HUT ke-81 TNI melalui aksi nyata yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat. Rangkaian bakti sosial terpadu tersebut mewarnai area Makodim 0612/Tasikmalaya pada Minggu (20/9/2026) sejak pukul 07.30 WIB.

Ratusan warga memadati lokasi acara bersama gabungan personel pertahanan, kepolisian, pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan. Mereka bahu-membahu menyukseskan agenda kemanusiaan bagi warga Kota dan Kabupaten Tasikmalaya ini.

Baca Juga: Ini Pesan Wakil Wali Kota Tasikmalaya di 10 Tahun N-Max X-Max

Wujud Pelayanan Sosial Gratis untuk Masyarakat

Bakti sosial ini menghadirkan beragam fasilitas kesehatan dan bantuan sosial tanpa memungut biaya dari warga. Panitia menyajikan empat layanan utama: donor darah terpadu, pengobatan umum gratis, khitanan massal, serta pembagian paket sembako.

Aksi Donor Darah Himpun 260 Kantong untuk PMI

Aksi donor darah menyedot perhatian terbanyak dengan pendaftaran 300 calon pendonor secara sukarela. Tim medis yang menjalankan pemeriksaan awal berhasil meloloskan 260 orang untuk mendonasikan darah mereka.

Tim medis terpaksa menunda 40 calon pendonor demi menjaga keselamatan kesehatan. Kendala kesehatan tersebut mencakup:

  • Kadar Hemoglobin (HB) Tinggi: 9 orang
  • Kadar Hemoglobin (HB) Rendah: 8 orang
  • Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi): 6 orang
  • Tekanan Darah Rendah (Hipotensi): 4 orang
  • Konsumsi Obat-obatan: 10 orang
  • Faktor Medis Lainnya: 3 orang

Panitia berhasil mengumpulkan total 260 labu darah dengan rincian:

  • Golongan Darah O: 108 labu
  • Golongan Darah A: 67 labu
  • Golongan Darah B: 55 labu
  • Golongan Darah AB: 30 labu

Petugas langsung menyerahkan seluruh kantong darah ini kepada Palang Merah Indonesia (PMI) setempat demi menjaga ketersediaan stok darah fasilitas kesehatan Tasikmalaya.

Senyum Warga Lewat Pengobatan Gratis dan Sembako

Layanan pengobatan umum gratis juga memikat 275 pendaftar yang memanfaatkan pemeriksaan kesehatan dini dan pengambilan obat gratis.

Di sudut lain, 36 anak mengikuti khitanan massal dengan penuh sukacita. Panitia juga menyalurkan 300 paket sembako secara langsung kepada warga kurang mampu untuk meringankan beban ekonomi keluarga.

Kolaborasi Kuat Lintas Sektor di Tasikmalaya

Aparat pertahanan, tenaga medis, dan elemen masyarakat menguatkan kolaborasi demi kelancaran baksos ini. Tim gabungan penanggung jawab terdiri atas 28 personel Kodim 0612/Tasikmalaya, kemudian 10 personel Poskes/Denkesyah, 2 personel Puskesmas/Dinas Kesehatan, serta 10 personel PMI Tasikmalaya.

Jajaran TNI, Polri, Satpol PP, Persit Kartika Chandra Kirana, dan PIA Ardhya Garini Lanud Wiriadinata turut meramaikan acara. Deretan organisasi kemasyarakatan seperti FKPPI, PPM, Pemuda Pancasila (PP), AMS, dan Gibas juga ikut mengawal kegiatan hingga selesai.

Melalui momentum HUT ke-81 TNI ini, Kodim 0612/Tasikmalaya membuktikan komitmen untuk terus mempererat kemanunggalan TNI bersama rakyat serta menghadirkan solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

(Abdul Latif)

Stadion Galuh Ciamis Jadi Rumah Bersama, PSGC dan Persikotas Bangun Kolaborasi Sepak Bola Priangan Timur

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: PSGC Ciamis dan Persikotas Tasikmalaya jalin kerjasama

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Stadion Galuh Ciamis kini mengemban peran baru yang semakin vital. Kebanggaan warga Tatar Galuh tersebut tidak hanya menyajikan laga PSGC Ciamis, tetapi juga siap menampung Persikotas Tasikmalaya yang bakal melakoni persaingan sengit di Liga 3.

Kemitraan strategis antara PSGC Ciamis dan Persikotas Tasikmalaya menandai babak baru ini. CEO PSGC Ciamis Herdiat Sunarya dan CEO Persikotas Tasikmalaya Ecep Suwardaniyasa memimpin langsung kolaborasi lintas daerah tersebut.

Baca Juga: NPCI Ciamis Kenalkan Cabor Bola Voli Duduk di Haornas 2026

Kesepakatan utama kedua pihak menetapkan Stadion Galuh sebagai home base resmi Persikotas Tasikmalaya selama mengarungi kompetisi Liga 3.

Lebih dari Sekadar Berbagi Markas

Kedua klub tidak sekadar berbagi fasilitas stadion. Mereka mengusung visi jauh lebih besar, yakni memperkuat ekosistem sepak bola yang saling menopang di kawasan Priangan Timur.

CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya, menegaskan kelayakan Stadion Galuh untuk menggelar laga tingkat nasional, baik Liga 2 maupun Liga 3.

“Alhamdulillah, kita baru selesai melakukan pembicaraan dengan CEO Persikotas. Intinya, ada kerja sama yang baik dari sisi pembinaan atlet termasuk home base. Stadion Galuh alhamdulillah dipandang layak untuk menggelar kompetisi, baik Liga 2 maupun Liga 3,” ujar Herdiat, Minggu (20/9/2026).

Dongkrak UMKM dan Sektor Perhotelan Ciamis

Herdiat meyakini kehadiran Persikotas di Ciamis bakal menyuntikkan efek positif bagi warga lokal. Setiap pertandingan berpotensi memicu pusaran ekonomi baru, terutama menyasar para pelaku UMKM dan pemilik perhotelan.

“Kita kan masih satu daerah. Kita tidak melihat untung ruginya, tetapi multiplier effect-nya. Dengan adanya keramaian dan kegiatan di Ciamis, insyaallah bisa meningkatkan perekonomian UMKM dan perhotelan. Mudah-mudahan ini membawa manfaat besar untuk masyarakat Ciamis,” katanya.

Garap Industri Olahraga hingga Sport Tourism

Jangkauan kerja sama PSGC dan Persikotas merambah ke berbagai sektor kunci. Kedua pihak membidik pembinaan pemain muda, pemusatan latihan bersama, laga uji coba, hingga pengembangan industri olahraga kawasan.

Kedua manajemen juga membuka peluang menggelar turnamen pramusim secara berbarengan. Agenda ini bertujuan menguji kesiapan tim sekaligus memacu geliat sport tourism di Priangan Timur.

Di tribun penonton, Balad Galuh (pendukung PSGC) dan Tasikmania (pendukung Persikotas) siap merajut hubungan yang jauh lebih harmonis melalui kampanye perdamaian serta nilai-nilai sportivitas.

Sambutan Hangat CEO Persikotas Tasikmalaya

CEO Persikotas Tasikmalaya, Ecep Suwardaniyasa, menyambut gembira kebaikan PSGC Ciamis yang mau berbagi markas. Ia menganggap pemanfaatan Stadion Galuh sebagai pijakan awal menuju kolaborasi yang lebih luas.

“Ini merupakan awal yang sangat bagus untuk kolaborasi masa depan sepak bola Priangan Timur, terutama atas diterimanya Persikotas menempati Stadion Galuh sebagai home base,” ungkap Ecep.

Ecep turut melayangkan apresiasi mendalam kepada warga Ciamis dan para pendukung setia PSGC.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Ciamis dan segenap suporter Laskar Singacala. Momen ini menjadi penanda hubungan baik ke depan antara Laskar Singacala dengan Laskar Wiradadaha,” lanjutnya.

Ia menambahkan, hubungan kemitraan ini menjangkau potensi-potensi tersembunyi yang bisa berkembang bersama.

“Kerja sama ini tidak hanya strategis dalam hal pelaksanaan kompetisi, tetapi juga merambah ke aspek pembinaan, pengembangan potensi sport tourism, hingga pengolahan potensi pemain muda yang bisa dikolaborasikan di antara kedua klub,” tegasnya.

Sinergi PSGC dan Persikotas menjadi bukti nyata bahwa dua klub bertetangga mampu saling menopang demi menciptakan masa depan sepak bola yang lebih berkelanjutan.

(Mia)

NPCI Ciamis Kenalkan Cabor Bola Voli Duduk di Haornas 2026

0
NPCI Ciamis fokusjabar.id
Ketua NPCI Kabupaten Ciamis, Oman Heryadi

CIAMIS, FOKUSJabar.id: National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Ciamis turut mendukung kampanye Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (Gemar) dalam rangka peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Alun-alun Ciamis, Minggu (20/9/2026).

Kehadiran NPCI dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan olahraga bagi penyandang disabilitas kepada masyarakat. Salah satu yang ditampilkan yakni sitting volleyball atau bola voli duduk.

BACA JUGA:

Hadapi Porprov Jabar, KONI Ciamis Siapkan 210 Atlet

Ketua NPCI Kabupaten Ciamis, Oman Heryadi mengatakan, pihaknya rutin di libatkan dalam berbagai kegiatan Haornas.

Pada kegiatan kali ini, pihaknya sengaja membawa cabang olahraga yang di nilai unik dan belum banyak di kenal masyarakat.

“Alhamdulillah, setiap tahun kami selalu di undang dan di libatkan dalam kegiatan Haornas. Apalagi sekarang temanya Gemar. Jadi kami juga ikut mendukung. Kebetulan yang kami tampilkan kali ini adalah bola voli duduk,” ujar Oman.

Menurutnya, sitting volleyball memiliki karakteristik berbeda karena di mainkan dalam posisi duduk dan dapat di ikuti atlet dengan klasifikasi disabilitas tertentu. Termasuk penyandang amputasi kaki.

“Kalau tenis meja, bulu tangkis atau renang mungkin sudah cukup di kenal. Tapi kalau sitting volleyball ini mungkin masih jarang di lihat masyarakat. Karena itu kami pilih untuk di perkenalkan di kegiatan Gemar,” katanya.

Dorong Penyandang Disabilitas Berani Berolahraga

Oman mengatakan, salah satu tantangan yang masih di hadapi NPCI adalah mengenalkan keberadaan olahraga disabilitas kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas.

Menurutnya, masih ada keluarga yang merasa minder atau belum mengetahui bahwa penyandang disabilitas memiliki wadah untuk mengembangkan kemampuan melalui olahraga.

BACA JUGA:

Kemenpora Lirik Ciamis, Gemar jadi Momentum Kebangkitan Olahraga

“Ini menjadi tugas kami untuk terus menyampaikan kepada masyarakat. Terutama keluarga yang mempunyai anak atau anggota keluarga dengan disabilitas. Kami ingin memberikan motivasi, paling tidak supaya mereka tahu bahwa ada wadah olahraga khusus untuk disabilitas,” ujarnya.

NPCI Ciamis juga terus menjalin sinergi dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai salah satu sumber untuk menjaring calon atlet muda.

Oman menyebut, terdapat sekitar 24 SLB yang menjadi bagian dari jejaring pembinaan NPCI di Kabupaten Ciamis.

“Di situlah salah satu dasar kami untuk mendapatkan calon-calon atlet yang nantinya bisa kami bina dan didik untuk masa depan,” katanya.

Tak Ada Batas Usia Maksimal

Oman menjelaskan, untuk bergabung dalam pembinaan NPCI terdapat ketentuan usia minimal bagi atlet pelajar. Yakni 12 tahun. Sementara untuk batas usia maksimal tidak di tentukan selama atlet masih mampu mengikuti latihan dan pertandingan.

“Kalau untuk pelajar, minimal 12 tahun. Untuk batas maksimal tidak ada. Selama atletnya masih mampu dan mau berjuang, masih bisa ikut,” jelasnya.

Ia mengatakan, pertandingan olahraga disabilitas menggunakan sistem klasifikasi berdasarkan kondisi dan jenis disabilitas atlet. Dengan sistem tersebut, atlet akan bertanding dengan peserta yang berada dalam klasifikasi yang sesuai.

“Pertandingannya berdasarkan klasifikasi. Misalnya di tenis meja ada kelas tertentu, jadi atlet akan bertanding dengan atlet yang berada di kelas disabilitas yang sama. Klasifikasi itu sudah di tentukan oleh classifier, baik di tingkat Jawa Barat maupun nasional,” katanya.

Terbuka bagi Atlet Baru

NPCI Ciamis juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas yang ingin mengenal dan menekuni olahraga prestasi.

Oman menyebut, masyarakat dapat datang langsung ke sekretariat NPCI Kabupaten Ciamis di Stadion Prabu Linggabuana untuk mendapatkan informasi mengenai pembinaan dan cabang olahraga yang tersedia.

“Kalau ada yang ingin bergabung, dengan senang hati kami terbuka. Bisa datang ke sekretariat NPCI di Stadion Prabu Linggabuana atau berkoordinasi dengan teman-teman NPCI yang ada di Ciamis,” pungkasnya.

(Mia)

Hadapi Porprov Jabar, KONI Ciamis Siapkan 210 Atlet

0
KONI Ciamis Porprov Jabar fokusjabar.id
Ketua Koni Ciamis, Endang Sutrisna

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ciamis memastikan persiapan kontingen menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat terus di matangkan.

Sebanyak 210 atlet di siapkan untuk memperkuat kontingen Ciamis pada ajang olahraga tingkat Jawa Barat tersebut.

BACA JUGA:

Kemenpora Lirik Ciamis, Gemar jadi Momentum Kebangkitan Olahraga

Ketua Umum KONI Kabupaten Ciamis, Endang Sutrisna mengatakan, persiapan kontingen sejauh ini berjalan baik. Termasuk dari sisi pendataan atlet.

“Insyaallah Ciamis sudah siap. Data semuanya sudah masuk. Bahkan pendataan kita termasuk yang pertama dan paling baik. Jadi tidak ada masalah terkait atlet yang akan mengikuti pelaksanaan,” ujar Endang usai mengikuti kegiatan Haornas di Alun-Alun Ciamis, Minggu (20/9/2026).

Ia mengatakan, kesiapan tersebut di dukung oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui pembinaan olahraga prestasi.

“Dukungan dari pemerintah daerah terhadap KONI sangat luar biasa. Dalam situasi seperti ini, pemerintah daerah tetap memberikan support kepada kami,” katanya.

Endang menyebut, kontingen Ciamis yang di persiapkan untuk Porprov terdiri dari sekitar 300 tim dengan 210 atlet.

Tak Pasang Target Muluk

Terkait target prestasi, Endang mengatakan, KONI Ciamis tidak ingin memasang target yang terlalu tinggi. Fokus saat ini adalah memastikan atlet dan cabang olahraga melakukan persiapan sebaik mungkin.

“Target Kita tidak bisa bilang sekarang harus 10 besar. Yang jelas, kita akan berusaha maksimal,” ujarnya.

BACA JUGA:

Ciamis Masuk 9 Kabupaten/Kota Pilot Project Gemar Kemenpora

Menurut Endang, potensi olahraga prestasi di Ciamis terus berkembang. Pembinaan atlet juga tetap berjalan meski menghadapi berbagai kondisi dan keterbatasan.

“Potensi olahraga di Ciamis sangat besar. Walaupun dengan situasi seperti sekarang. Olahraga terus tumbuh dan berkembang. Alhamdulillah, saya yang membina olahraga prestasi juga melihat perkembangannya luar biasa,” katanya.

Ia berharap, seluruh atlet yang di persiapkan dapat tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik untuk Kabupaten Ciamis di ajang Porprov Jawa Barat.

(Mia)

Adam Alis Incar 3 Poin dari Kandang Persijap Jepara

0
adam alis persijap fokusjabar.id
Adam Alis (foto: Ilustrasi)

JEPARA, FOKUSJabar.id: Adam Alis menegaskan, Persib Bandung memiliki modal positif untuk meraih poin sempura pada laga lanjutan Super League 2026/2027 kontra Persijap Jepara, Minggu (20/9/2026) malam.

Menurut pemain bernomor punggung 16, modl positif Persib adalah kemenangan atas FC Seoul di ajang AFC Champions League Two.

BACA JUGA:

Baru Pulang dari Seoul, Marc Klok Tetap Bidik Kemenangan Persib atas Persijap Jepara

“Kemenangan atas FC Seoul menjadi suntikan motivasi bagi skuad Persib untuk kembali mendapatkan hasil maksimal di kompetisi domestik,” ungkap Adam Alis.

Seperti di ketahui, tim kebanggaan Bobotoh berhasil membawa pulang kemenangan 1-0 dari markas FC Seoul, Rabu, 16 September 2026.

Hasil tersebut tidak hanya memberikan tiga poin di kompetisi Asia. Namun juga meningkatkan kepercayaan diri para pemain.

“Kemenangan atas tim asal Korea Selatan cukup menaikan mental. Mudah-mudahan kami bisa terus mendapat hasil maksimal untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya,” harap Adam.

Meski membawa modal kemenangan dari Korea Selatan, Adam menyadari pertandingan menghadapi Persijap tidak akan mudah.

Laskar Kalinyamat di kenal memiliki kekuatan ketika bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini. Terlebih dukungan suporter tuan rumah akan menjadi tantangan tersendiri bagi Pangeran Biru.

Karena itu, di tuntut untuk segera mengalihkan fokus dari kompetisi Asia ke persaingan Super League.

Adam menilai, kemenangan di Seoul harus menjadi energi positif. Namun konsentrasi seluruh pemain tetap di arahkan pada pertandingan di Jepara.

BACA JUGA:

Persib Bandung vs Persijap, Igor Tolic: Situasi tidak Ideal

Dengan bekal kemenangan di level Asia serta motivasi untuk memperbaiki catatan pertemuan tersebut, Adam berharap mampu menjaga konsistensi performa dan membawa pulang hasil maksimal dari Jepara.

Di sisi lain, Kapten Persib Bandung, Marc Klok juga mengusung target kemenangan saat merumput di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.

Langkah skuad Maung Bandung tergolong tidak mudah. Pasalnya, para pemain baru saja menyelesaikan perjalanan udara yang cukup panjang dari Seoul, Korea Selatan.

Kendati mengantongi waktu persiapan yang relatif singkat, Klok enggan menjadikan kelelahan fisik sebagai alasan.

Gelandang naturalisasi tersebut menegaskan, seluruh pemain Persib menyatukan tekad demi mengamankan tiga poin penuh di markas lawan.

(Bambang Fouristian)

Kemenpora Lirik Ciamis, Gemar jadi Momentum Kebangkitan Olahraga

0
Kemenpora Ciamis fokusjabar.id
Tenaga Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Heru Komarudin

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis mulai mendapat perhatian dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui pelaksanaan Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (Gemar) yang di gelar dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas), Minggu (20/9/2026).

Kegiatan yang di pusatkan di Alun-alun Ciamis tersebut menjadi momentum untuk kembali mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA:

Ciamis Masuk 9 Kabupaten/Kota Pilot Project Gemar Kemenpora

Staf atau Tenaga Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Heru Komarudin mengatakan, pihaknya berharap Gemar yang di laksanakan di Ciamis tidak berhenti pada momentum Haornas, tetapi dapat terus berlanjut.

“Harapannya, program Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar ini bisa terus berlanjut di Kabupaten Ciamis. Tujuannya satu, bagaimana meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui olahraga,” ujar Heru.

Menurut Heru, kegiatan seperti ini penting karena olahraga tidak harus selalu di lakukan dengan fasilitas khusus. Masyarakat dapat memanfaatkan ruang publik yang sudah tersedia untuk beraktivitas fisik.

“Harapannya, olahraga bisa lebih di nikmati oleh masyarakat. Khususnya warga Kabupaten Ciamis dengan memanfaatkan fasilitas jalan,” katanya.

Perhatian Kemenpora terhadap kegiatan di Ciamis juga terlihat dari upaya mengenalkan kembali olahraga tradisional kepada masyarakat.

BACA JUGA:

Olahraga Tradisional jadi Daya Tarik Haornas 2026 di Ciamis

Dalam kegiatan Gemar, sejumlah permainan tradisional seperti egrang dan bakiak turut di mainkan. Permainan yang dahulu lekat dengan kehidupan anak-anak tersebut kini mulai jarang di temui.

Heru menilai, perkembangan media sosial justru bisa menjadi peluang untuk memperkenalkan kembali olahraga tradisional kepada generasi muda.

“Dengan adanya media sosial sekarang, sebenarnya olahraga tradisional ini bisa hidup lagi. Dulu waktu kita kecil, permainan seperti ini menjadi bagian dari keseharian,” ungkapnya.

Ia menyebut, perubahan kebiasaan akibat perkembangan teknologi membuat sejumlah permainan tradisional mulai di tinggalkan.

“Dengan adanya gadget, sekarang permainan seperti egrang ataupun bakiak itu sudah mulai di tinggalkan,” ujarnya.

Karena itu, Gemar di harapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama. Tetapi juga menjadi pengingat bahwa aktivitas fisik dapat di lakukan dengan cara yang sederhana.

“Harapannya, ini bisa mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa olahraga itu sebenarnya mudah dan juga murah,” pungkasnya.

(Mia)

Ciamis Masuk 9 Kabupaten/Kota Pilot Project Gemar Kemenpora

0
Gemar Kemenpora fokusjabar.id
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Dian Budiana

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis masuk dalam daftar sembilan kabupaten/kota di Jawa Barat yang menjadi pilot project Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (Gemar) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia.

Program tersebut di gelar bersamaan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Alun-alun Ciamis, Minggu (20/9/2026).

BACA JUGA:

Olahraga Tradisional jadi Daya Tarik Haornas 2026 di Ciamis

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang datang dari berbagai kelompok usia.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Dian Budiana mengatakan, terpilihnya Ciamis dalam sembilan daerah pilot project menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap upaya daerah dalam menggerakkan masyarakat untuk berolahraga.

“Alhamdulillah, kegiatan ini juga di hadiri langsung oleh Kementerian, Pak Heru sebagai Staf Ahli Kemenpora bersama jajaran. Ini menunjukkan bahwa Ciamis di nilai sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang cukup konsisten dalam mengajak masyarakat untuk aktif berolahraga,” ujar Dian.

Gemar di harapkan tidak berhenti pada kegiatan Haornas saja. Gerakan tersebut perlu terus di kembangkan agar aktivitas olahraga menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehari-hari.

Antusiasme masyarakat pun terlihat sejak kegiatan di mulai pukul 06.00 WIB. Peserta yang hadir berasal dari berbagai kelompok usia. Mulai dari anak-anak hingga lansia. Termasuk komunitas olahraga dan penyandang disabilitas.

“Pesertanya berbaur. Mulai dari anak TK, SD sampai lansia. Komunitas dan lembaga olahraga juga ikut. Termasuk teman-teman disabilitas yang tergabung dalam NPCI. Alhamdulillah, semuanya antusias mengikuti kegiatan,” katanya.

Gemar di Ciamis juga tidak hanya di isi dengan senam bersama. Sejumlah olahraga tradisional turut di kenalkan sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali permainan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Beberapa di antaranya, lari balok, egrang, sumpitan, bakiak, lompat tali, hingga olahraga masyarakat seperti bola bekles.

“Jadi bukan hanya senam. Kita juga mengenalkan berbagai olahraga tradisional kepada masyarakat. Harapannya, olahraga seperti ini bisa kembali di kenal dan di minati,” ujar Dian.

BACA JUGA:

Peringati Haornas 2026, Sekda Ciamis Ajak Masyarakat Aktif dan Bugar

Ia mengatakan, olahraga tradisional bisa menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik yang sederhana dan menyenangkan bagi masyarakat.

“Kita ingin kegiatan seperti ini bisa di lakukan secara berjenjang. Nanti tidak hanya di pusat Ciamis, tetapi kita akan koordinasikan juga dengan para camat untuk melihat kecamatan mana yang memungkinkan menggelar kegiatan serupa,” katanya.

Menurut Dian, perluasan kegiatan olahraga masyarakat juga menjadi bagian dari upaya melihat sejauh mana partisipasi masyarakat dalam bidang keolahragaan.

“Ini juga penting untuk melihat bagaimana partisipasi masyarakat dalam olahraga. Ada indeks yang di gunakan untuk mengukurnya. Itu kita laporkan secara berkala,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan Gemar dapat menjadi awal bagi berkembangnya aktivitas olahraga masyarakat hingga ke berbagai kecamatan di Kabupaten Ciamis.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi cikal bakal dan nantinya bisa di laksanakan juga di setiap kecamatan di Kabupaten Ciamis,” pungkasnya.

(Mia)