spot_imgspot_img
Jumat 2 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 49

Dukung Petani Ciamis, Rina Sa’adah Salurkan Traktor dan Pompa

0
Ciamis@fokusjabar.id
Penyerahan bantuan alsintan aspirasi dari, Anggota Komisi IV DPR RI periode 2024-2029 Rina Sa’adah, di Aula Dinas Pertanian Ciamis, Senin (21/09/2026).

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Anggota Komisi IV DPR RI periode 2024-2029, Rina Sa’adah kembali menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Ciamis.

Bantuan tersebut diserahkan di Aula Pertanian Ciamis, Senin (21/09/2026) sebagai bagian dari dukungan terhadap peningkatan produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam penyaluran kali ini, bantuan yang diterima petani antara lain 12 unit traktor dan 25 unit pompa air. Bantuan tersebut disalurkan kepada kelompok tani yang telah melalui proses verifikasi bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Di Ciamis tidak Ada Peredaran Beras Fortifikasi

Rina Sa’adah mengatakan, total bantuan sektor pertanian yang telah disalurkan dan masih dalam rangkaian program untuk Ciamis mencapai sekitar Rp2 miliar. Selain traktor dan pompa, bantuan tersebut mencakup mesin panen, mesin perontok, bibit dan berbagai sarana pendukung pertanian lainnya.

“Kami sudah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis. Kita salurkan kepada kelompok tani yang sudah terverifikasi sehingga penyalurannya bisa tepat sasaran,” ujar Rina.

Sarana Pendukung Pertanian

Menurut Rina, bantuan tidak berhenti pada penyerahan alsintan kali ini. Sejumlah program lain masih dalam proses finalisasi dan verifikasi, di antaranya irigasi tersier, embung serta sarana pendukung pertanian lainnya.

Ia mengatakan penerima bantuan ditentukan berdasarkan kebutuhan dan pengajuan pemerintah daerah.

“Penerimanya berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan ajuan dari pemerintah daerah,” katanya.

Rina menyebut bantuan pompa dan sarana irigasi menjadi penting di tengah kondisi kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air bagi lahan pertanian.

“Dengan adanya program bantuan pompanisasi, embung dan irigasi, mudah-mudahan bisa meringankan kondisi di Ciamis,” ujarnya.

Dukung Program Pemerintah

Ia menegaskan bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Penggunaan alat pertanian, menurutnya, diharapkan dapat membantu petani bekerja lebih mudah dan meningkatkan produktivitas.

Rina juga mengapresiasi kerja sama Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam proses pendataan dan verifikasi kelompok penerima bantuan.

Baca Juga: 10 Hektar Hutan Jati di Ciamis Terbakar, Damkar Kesulitan Padamkan Api di Lereng Terjal

Ia berharap seluruh bantuan dapat dimanfaatkan secara bersama-sama dan tidak dialihkan kepada pihak lain.

“Bantuan ini tentunya bisa dimanfaatkan oleh semua kelompok tani. Jangan dijual,” tegasnya.

Selain bantuan yang telah diserahkan, Rina menyebut sejumlah program pertanian lainnya masih berproses dan akan disalurkan setelah tahapan verifikasi selesai.

(Mia)

Bandara Husein Dibuka Lagi, Ini Harapan Pedagang Pasar Baru Bandung

0
Bandung@fokusjabar.id
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), Iwan Suhermawan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) berharap kembali dibukanya Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke kawasan Pasar Baru.

Ketua HP2B Iwan Suhermawan mengatakan, momentum kembali beroperasinya penerbangan internasional. Dari Bandara Husein perlu diikuti dengan pembenahan infrastruktur di sekitar Pasar Baru.

“Kebetulan karena hari ini kami berkesempatan langsung didatangi Pak Wali, saya minta kepada Bapak. Agar infrastruktur di sekitar Pasar Baru yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung. Segera diperbaiki,” kata Iwan di Pasar Baru Trade Center Kota Bandung, Senin (21/9/2026).

Baca Juga: Unpad dan BNI Perkuat Kolaborasi, Dorong Transformasi Digital dan Ekosistem Pendidikan

Menurutnya, Pemkot Bandung sebelumnya telah berkomitmen memperbaiki sejumlah jalan di sekitar Pasar Baru, termasuk penerangan jalan umum (PJU).

“Alhamdulillah, ketika ada pertemuan dengan Pak Wali sebulan yang lalu. Pak Wali berkomitmen untuk memperbaiki jalan-jalan di sekitar Pasar Baru, lalu penerangan umumnya juga. Kalau untuk bagian depan, itu akan menjadi tanggung jawab PT,” katanya.

Selain pembenahan infrastruktur, Iwan berharap ada layanan transportasi yang membawa wisatawan dari Bandara Husein langsung menuju Pasar Baru.

Dinas Pariwisata Manfaatkan Bandros

Ia mengusulkan agar layanan tersebut difasilitasi melalui Dinas Pariwisata dengan memanfaatkan Bandros.

“Kami nanti akan meminta arahan ke Pak Wali agar lewat Dinas Pariwisata ada penjemputan tamu dari Bandara Husein. Yang bisa langsung menuju Pasar Baru menggunakan Bandros,” ucapnya.

Menanggapi usulan tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan transportasi khusus. Dari Bandara Husein menuju Pasar Baru dapat menjadi peluang bisnis bagi Koperasi Angkutan Masyarakat (Kopamas).

“Saya rasa akan menarik juga kalau kita tawarkan kepada Kopamas. Mereka kan punya model bisnisnya sendiri,” kata Farhan.

Farhan mengatakan, layanan tersebut ke depan dapat dikembangkan dalam bentuk shuttle khusus dari Bandara Husein menuju Pasar Baru.

“Ke depannya nanti akan ada misalnya shuttle khusus dari Bandara ke Pasar Baru. Itu peluang yang sangat besar,” ujarnya.

Menurut Farhan, konsep dan model bisnis layanan tersebut dapat dibicarakan bersama pengelola Pasar Baru maupun para pedagang.

“Model bisnisnya bisa dibicarakan langsung dengan pengelola Pasar Baru atau dengan para pedagang. Karena bagaimanapun juga, hal ini akan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kita,” katanya.

Gagasan Para Pedagang

Selain akses transportasi, Farhan mengungkapkan adanya gagasan dari para pedagang. Untuk membangun pusat kuliner malam kelas dunia di sepanjang Jalan Otista, Pasar Baru, hingga Tegallega.

Gagasan tersebut, kata Farhan, telah dikomunikasikan dengan sejumlah perwakilan negara sahabat.

“Ada juga ide yang dibawa oleh teman-teman pedagang, yang salah satunya sudah dikomunikasikan dengan beberapa perwakilan negara sahabat. Idenya yaitu membangun pusat kuliner malam kelas dunia di sepanjang Jalan Otista Pasar Baru hingga ke Tegallega,” ungkapnya.

Oleh karna itu, pihaknya akan akan turun langsung meninjau kondisi fisik kawasan tersebut. Pembenahan jalan, PJU, hingga marka jalan akan disesuaikan dengan standar yang dibutuhkan saat BRT beroperasi.

Baca Juga: Jatinangor Music Fest 2026 Makin Seru, Booth BNI Bikin Mahasiswa Unpad Berburu Promo Rp46

“Saya akan turun langsung untuk melihat kondisi fisik di lapangan seperti apa. Perbaikan jalan, penerangan jalan umum (PJU), serta marka jalan juga akan disesuaikan agar memenuhi kualitas standar. Saat BRT (Bus Rapid Transit) beroperasi nanti,” katanya.

Farhan menambahkan, penataan trotoar di kawasan Otista hingga Tegallega juga mulai diarahkan mengikuti standar BRT.

“Trotoar dari ruas Otista Jalan Bunder sampai ke arah Tegallega sudah mulai disesuaikan dengan standar BRT. Ini merupakan bagian dari upaya kita dalam mewujudkan pembangunan fisik yang selaras. Dengan program pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kota,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Perbakin Tasikmalaya Siapkan Atlet Hadapi Porprov XV Jabar

0
Perbakin tasikmalaya fokusjabar.id
Resmi dilantik, Ketua Umum Pengkab PERBAKIN Kabupaten Tasikmalaya, H.Demi Hamzah Rahadian, SH, MH siapkan armada hadapi Porprov XV Jabar

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) Kabupaten Tasikmalaya langsung mematangkan persiapan atlet setelah resmi di lantik.

Fokus utama kepengurusan baru kini tertuju pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat yang di jadwalkan berlangsung November 2026.

BACA JUGA:

Polres Tasikmalaya Perketat Patroli Malam, Geng Motor hingga Balap Liar Jadi Sasaran

Pengkab Perbakin Kabupaten Tasikmalaya di lantik bersama lima pengurus kabupaten lainnya. Yakni Sukabumi, Cianjur, Bandung Barat, Garut dan Sumedang di InCoffe and Resto, Kabupaten Sumedang, Minggu (20/9/2026).

Pelantikan tersebut menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk melakukan konsolidasi sekaligus menyusun program pembinaan menjelang Porprov.

Ketua Harian Pengprov Perbakin Jawa Barat, Chepy Haryanto meminta seluruh pengurus yang baru di lantik segera bekerja dengan program pembinaan yang memiliki sasaran jelas dan terukur.

Menurutnya, pembinaan atlet harus di selaraskan dengan program Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di masing-masing daerah.

Koordinasi antara Perbakin dan KONI di nilai penting agar pembinaan atlet dapat berlangsung secara berkesinambungan.

“Program pembinaan harus mempunyai sasaran yang jelas dan selaras dengan KONI setempat. KONI merupakan organisasi yang menaungi seluruh cabang olahraga. Sehingga koordinasi harus terus di perkuat,” ujar Chepy.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dan pihak swasta untuk menunjang perkembangan olahraga menembak di Jawa Barat.

“Kita membutuhkan dukungan pemerintah untuk meningkatkan prestasi dan sponsor yang mempunyai kepedulian terhadap kemajuan cabang olahraga menembak,” katanya.

Pemetaan Atlet jadi Langkah Awal

Ketua Umum Pengkab Perbakin Kabupaten Tasikmalaya, Demi Hamzah Rahadian mengatakan, langkah awal kepengurusan baru adalah memetakan potensi atlet yang di miliki.

Pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun program persiapan menuju Porprov XV. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi intensitas latihan, kemampuan teknis dan mental atlet, kesiapan peralatan serta peningkatan kualitas pelatih.

BACA JUGA:

HUT ke-81 TNI, Kodim 0612/Tasikmalaya Kumpulkan 260 Kantong Darah untuk PMI

Pihaknya juga akan menentukan nomor pertandingan yang menjadi prioritas sekaligus menyusun target prestasi yang akan di bawa ke ajang olahraga tingkat Jawa Barat tersebut.

“Pelantikan memberikan legalitas kepada pengurus untuk segera bekerja. Agenda terdekat adalah Porprov XV Jawa Barat pada November 2026. Waktu yang tersedia harus di gunakan secara efektif untuk menyiapkan atlet dan organisasi,” kata Demi.

Demi menegaskan, kepengurusan baru membawa semangat “Tasik Membidik Nitik” dalam menghadapi Porprov XV Jawa Barat.

Menurutnya, semangat tersebut bukan sekadar slogan. Melainkan menjadi dorongan bagi jajaran Perbakin untuk mempersiapkan atlet secara matang dan menetapkan sasaran prestasi secara terukur.

“Kita tidak hanya ingin mengikuti pertandingan. Kita harus membidik target secara tepat dan mempersiapkan atlet untuk mempersembahkan hasil terbaik bagi Kabupaten Tasikmalaya,” tegasnya.

Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, konsolidasi organisasi, pemetaan atlet dan intensifikasi latihan menjadi pekerjaan yang harus segera di lakukan.

Pengurus Lama Dorong Soliditas

Dukungan terhadap kepengurusan baru turut di sampaikan Ketua Umum Pengkab Perbakin Kabupaten Tasikmalaya periode sebelumnya, Iwan Saputra.

Ia berharap, proses pembinaan atlet tetap berjalan secara berkesinambungan dengan menempatkan kepentingan atlet dan prestasi Kabupaten Tasikmalaya sebagai prioritas.

“Prestasi merupakan hasil dari proses panjang, kedisiplinan dan kesinambungan pembinaan. Saya berharap, seluruh unsur Perbakin Kabupaten Tasikmalaya bersatu mendukung atlet dan pengurus baru,” ujar Iwan.

Menurutnya, soliditas seluruh unsur organisasi menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi Porprov XV Jawa Barat.

“Kepentingan organisasi dan prestasi daerah harus di tempatkan di atas kepentingan pribadi,” tambahnya.

Dengan pelantikan tersebut, Perbakin Kabupaten Tasikmalaya kini memiliki waktu yang relatif terbatas untuk mematangkan persiapan.

Pembinaan, kesiapan atlet dan soliditas organisasi menjadi bagian penting yang akan menentukan langkah menuju Porprov XV Jabar.

(Farhan Kamil)

3 Pengurus DMI Umrah, Begini Pesan Sekda Garut

0
Sekda Garut fokusjabar.id
Sekda Garut, Nurdin Yana

GARUT, FOKUSJabar.id: Sekda Garut Jawa Barat (Jabar), Nurdin Yana melepas peserta ibadah umrah dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Lapangan Setda Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (21/9/2026).

Tiga pengurus DMI Kabupaten Garut yang di berangkatkan menunaikan ibadah umrah adalah Mochammad Hamdan Alfaruq (Marbot Masjid Jami Ar-Rohman/Sekretaris DMI Garut), Andrianto (Marbot Masjid Jami Al-Barokah /Wakil Ketua DMI Garut) dan Nu’man Nurkholis (Marbot Masjid Agung Garut).

BACA JUGA:

Bupati Garut Ajak Ormas Islam Perkuat Program Pemerintah

Keberangkatan mereka merupakan wujud sinergi dan bentuk kepedulian dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan terhadap para pegiat kemakmuran masjid.

Sekda Garut menyampaikan, bantuan umrah melalui program CSR ini merupakan bentuk keberpihakan dan penghargaan nyata bagi jajaran pengurus DMI yang terus mengabdi dari tingkat pusat hingga daerah.

“Itu saya kira posisi rill yang kita hadapi di depan mata kita. Tetapi sebetulnya yang terselip dalam itu semua, Allah SWT sudah menggerakan dan memberikan keberpihakan kepada orang-orang yang Allah berikan nilai lebih. Atas kuasa-Nya, teman-teman kita Pak Hamdan, Pak Andri, dan Pak Kholis ternyata di tingkatkan derajatnya oleh Allah SWT,” kata Sekda Garut.

Dia menegaskan, peristiwa ini menjadi pengingat (tazkirah) bagi seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat bahwa rezeki dan panggilan untuk beribadah ke Tanah Suci sepenuhnya berada di bawah kehendak Allah SWT.

“Ini menjadi tazkirah bagi kita semua. Mudah-mudahan besok lusa, Allah menggerakan kita semua untuk sampai dengan berbagai jalan yang di pilih Allah SWT,” katanya.

Sekda mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Garut menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah ke Tanah Suci kepada para jemaah umrah.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Kontribusi Mahasiswa di Desa

Ia juga meminta para peserta umrah untuk menyelipkan doa khusus bagi keselamatan dan kemajuan Kabupaten Garut selama berada di Makkah.

“Kita doakan mereka yang akan berangkat. Sebaliknya, kami minta doa teman-teman yang berangkat ke Makkah agar mendoakan Kabupaten Garut senantiasa dalam keadaan baik-baik saja,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Elit Parpol Buka Suara Soal Parliamentary Threshold 5 Persen

0
Parliamentary Threshold fokusjabar.id
foto: ilustrasi

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Wacana angka ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold) atau PT masih terus bergulir seiring revisi Undang-Undang Pemilu akan di bahas.

Sejumlah partai mengemukakan angka yang di anggap ideal, terbaru berkisar di 5-7 persen.

Angka usulan PT mencuat setelah pertemuan para pejabat teras partai koalisi pemerintah yang memiliki kursi parlemen belum lama ini.

BACA JUGA:

Fahri Hamzah Usul Seluruh Parpol di Kabinet Jokowi Dukung Prabowo

Sejumlah Partai Politik (Parpol) nonparlemen resisten terhadap kesepakatan kenaikan ambang batas parlemen menjadi lima persen yang di ambil oleh koalisi pendukung pemerintahan Prabowo Subianto.

Mereka mendesak agar Parliamentary Threshold di tiadakan. Kalaupun di berlakukan, cukup satu persen atau penetapan ambang batas berbasis suara sah di daerah pemilihan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Sugiono mengatakan, ada kesepakatan yang di capai dalam pertemuan tersebut.

Menurut Dia, sejumlah partai setuju dengan usulan angka PT 5 persen.

Ketum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mengatakan, komunikasi dengan lintas partai menunjukkan adanya pendapat yang berbeda. Yakni dari 5-7 persen.

“Parliamentary threshold dalam komunikasi kita dengan lintas partai memang ada yang menginginkan ada 5. 6 dan 7 persen. Di bawah itu juga ada,” kata Bahlil.

Soal angka PT 5 persen yang di sebut sudah di sepakati mayoritas parpol, Bahlil mengiyakan. Menurutnya, angka tersebut ideal.

BACA JUGA:

Ormas Laskar Prabowo 08 Soroti Garut Termiskin ke-2 di Jawa Barat

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh menginginkan PT menjadi 7 persen. Dia menilai, angka tersebut bisa membuat partai yang lolos seleksi lebih sedikit. Sehingga dapat mempermudah tata kelola demokrasi.

“Dari pemilu ke pemilu memang NasDem paling eager untuk menaikkan tingkat parliamentary threshold. Saya harus katakan sejujurnya memang itu. Karena memang pertimbangan kita adalah selected partai,” katanya.

Dia menegaskan, NasDem selalu konsisten terhadap kenaikan ambang batas parlemen. Meski begitu, tetap menghargai pandangan yang berbeda dari partai lain.

Di sisi lain, kondisi elektabilitas NasDem saat ini pun belum mencapai angka 7 persen dalam perhitungan ambang batas parlemen.

Dia mengaku rela jika memang NasDem tidak lolos ke parlemen ketika ambang batas di naikkan menjadi 7 persen.

“NasDem mengusulkan 7 persen walaupun kami baru mencapai 4 persen. Jadi NasDem mengikhlaskan kalau enggak masuk di parlemen karena PT tinggi.”

“Keinginan kami mementingkan kepentingan nasional ketimbang kepentingan partai,” ujarnya.

Demokrat Usul ‘Dapil Nasional’

Wakil Ketua Umum (Waketum) Demokrat, Dede Yusuf mengatakan, pihaknya mengusulkan konsep ‘Dapil Nasional’ atau national pool dalam penerapan pemilu anggota DPR RI.

Ia menekankan, sisa suara dari partai-partai yang lolos ambang batas bisa di kumpulkan untuk kemudian di tentukan sebagai kursi tambahan di DPR.

Dede kemudian menyinggung tentang penggabungan sisa suara (stembus accord) yang pernah di gunakan dalam Pemilu 1999. Ia berharap, pengkajian konsep tersebut dapat mengurangi sisa suara yang hangus.

“Itu sebabnya Demokrat sejak awal sudah mengusulkan konsep ‘Dapil Nasional’ (national pool). Di mana sisa suara rakyat dari partai-partai yang lolos threshold nanti akan di konversi menjadi dapil nasional. Sehingga tidak ada suara rakyat yang terbuang. Dulu pernah di lakukan model stembus accord,” ucapnya.

Kendati demikian usulan tersebut masih di kaji oleh partai. Ia pun menyinggung konsep seperti itu di gunakan di Selandia Baru hingga Jerman.

Anggota Komisi II DPR Fraksi PKB, Muhammad Khozin menjelaskan, usulan ini juga sejalan dengan semangat Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 116/PUU-XXI/2023 yang mengamanatkan penataan ulang ambang batas parlemen agar lebih rasional.

BACA JUGA:

Partai Golkar dan PKS Tolak Parliamentary Threshold Dihapus

“Angka 5 persen merupakan pandangan PKB dalam melihat desain sistem pemilu yang ideal, dengan tetap membuka ruang pembahasan bersama dalam proses penyusunan RUU Pemilu,” kata Khozin.

Ia mengkalkulasi, penerapan parliamentary threshold sebesar 5 persen di atas kertas berpotensi meloloskan sekitar tujuh hingga delapan partai politik ke Senayan.

Jumlah tersebut di nilai tidak jauh berbeda dengan konfigurasi hasil Pemilu 2024 yang menggunakan syarat ambang batas 4 persen.

Mengenai peluang hadirnya partai politik baru di parlemen dengan syarat yang lebih tinggi, Khozin menegaskan hal itu sangat bergantung pada strategi dan kerja-kerja elektoral masing-masing partai peserta pemilu.

(Bambang Fouristian/berbagai sumber)

Di Ciamis tidak Ada Peredaran Beras Fortifikasi

0
beras fortifikasi ciamis fokusjabar.id
Kantor Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Industri Kabupaten Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Industri Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar), Dadan Wiyadi menyebut, hingga kini pihaknya belum menemukan beras fortifikasi yang beredar maupun di jual para pedagang di wilayahnya.

Menurut Dia, berdasarkan informasi di daerah lain banyak di temukan beras fortifikasi yang beredar. Sehingga merugikan konsumen.

BACA JUGA:

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik dari Peredaran

“Kami telah berkoordinasi dengan Bulog. Alhamdulillah selama ini tidak ada distribusi beras fortifikasi di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Dadan menuturkan, untuk mencegah hal-hal di luar aturan. Termasuk pemalsuan memang perlu koordinasi lebih lanjut tentang beras fortifikasi dengan sejumlah instansi terkait.

“Koordinasi itu untuk menjaga hal-hal yang tidak sesuai peraturan,” ucapnya, Senin (21/9/2026).

Dadan menegaskan, beras fortifikasi melanggar aturan karena dalam kemasan di sebutkan ada tambahan vitamin dan mineral. Padahal berasnya beras biasa.

“Keterangan dalam kemasan berbeda dengan isinya. Sehingga jelas ini merugikan masyarakat karena harganya cukup tinggi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pemerintah mengambil tindakan terhadap 25 merek beras fortifikasi yang di temukan tidak memenuhi sejumlah ketentuan setelah menjalani pengawasan dan pengujian laboratorium.

Persoalan yang di temukan tidak hanya menyangkut kandungan vitamin dan mineral. Tetapi juga administrasi serta mutu produk yang tercantum dalam informasi kemasan.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman memastikan proses penarikan produk bermasalah tidak akan mengganggu ketersediaan beras premium di pasar.

BACA JUGA:

Curug Cinarimbang Ciamis, Pesona Air Terjun 50 Meter di Kaki Gunung Sawal yang Penuh Mitos

Pemerintah bahkan meminta Perum Bulog memperkuat pasokan beras premium ke jaringan ritel modern.

Temuan terhadap 25 merek itu sebelumnya diperoleh melalui pengawasan yang di lakukan pemerintah bersama pihak terkait.

Dari pemeriksaan tersebut, seluruh produk yang di uji di ketahui memiliki ketidaksesuaian kandungan vitamin dan mineral dengan klaim yang tercantum pada label.

Selain itu, terdapat produk yang mengaku sebagai beras premium, tetapi hasil pemeriksaan mutunya menunjukkan kategori medium hingga submedium.

(Husen Maharaja)

47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026

0
hotel dan resor Indonesia fokusjabar.id
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (foto: Kemenpar)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Sebanyak 47 hotel dan resor Indonesia berhasil masuk dalam daftar Michelin Keys 2026 yang di terbitkan Global MICHELIN Guide.

Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata karena menunjukkan semakin kuatnya pengakuan internasional terhadap industri hospitality Indonesia.

BACA JUGA:

Nikah Massal Gratis di Bandung, Pengantin Juga Dapat Honeymoon Hotel Berbintang

Jumlah tersebut sekaligus mencatatkan peningkatan di bandingkan tahun sebelumnya.

Pada Michelin Keys sebelumnya, terdapat 33 hotel dan resor Indonesia yang masuk daftar. Sedangkan pada edisi 2026 jumlahnya bertambah menjadi 47 properti.

Dengan capaian tersebut, Indonesia kini menjadi negara dengan jumlah hotel pemegang Michelin Keys terbanyak kedua di Asia Tenggara setelah Thailand.

Daftar Michelin Keys 2026 sendiri di publikasikan pada 18 September 2026 setelah melalui proses seleksi terhadap sekitar 9.000 properti dari berbagai negara di dunia.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menyebut, capaian tersebut mencerminkan perkembangan daya saing sektor hospitality Indonesia.

BACA JUGA:

Mess Pemda Ciamis Resmi Berubah Jadi Hotel Singacala untuk Tingkatkan PAD

Menurutnya, pengakuan di tingkat internasional juga dapat memberikan dampak terhadap penguatan citra pariwisata Indonesia secara lebih luas.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengelola dan insan hospitality yang terus konsisten menjaga standar kualitas,” ujar Widiyanti.

Dari 47 properti yang masuk dalam Michelin Keys 2026, sebanyak tiga hotel dan resor memperoleh penghargaan tertinggi. Yakni 3 Keys dengan kategori An Extraordinary Stay.

Ketiganya adalah Nihi Sumba di Sumba, Nusa Tenggara Timur, Amanjiwo di Magelang, Jawa Tengah dan Mandapa Ritz Carlton Reserve di Ubud, Bali.

Selanjutnya, terdapat 11 hotel dan resor yang mendapatkan 2 Keys atau An Exceptional Keys.

Daftar tersebut terdiri atas Amankila, The Sanchaya, The Apurva Kempinski Bali, Soori Bali, Capella Ubud, Four Season Hotel Jakarta, Bvlgari Resort Bali, Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, Buahan a Banyan Tree Escape, The Langham Jakarta, dan Raffles Bali.

Sementara itu, 33 hotel lainnya memperoleh 1 Key dengan kategori A Very Special Stay.

Properti yang masuk dalam kategori ini adalah Como Shambala Estate, Capung Sebali, Amandari, Viceroy Bali, Bisma Eight Ubud, Plataran Komodo Resort and Spa, Desa Potato Head Bali, Blue Karma Village.

Cap Koroso, Hotel Tugu Lombok, La Reserve 1785 Canggu, Lost Lindeberg, The Puri Villas and Spa, Revivo Wellness Resort Nusa Dua Bali, Nirjhara, Jimbaran Puri, A Belmond Hotel Bali, dan Samsara Ubud.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Pajak Hotel dan Restoran jadi Pembangunan Infrastruktur

Daftar penerima 1 Key juga mencakup The Ridge Bali, The Legian Seminyak, Raffles Jakarta, Hotel Le Temple Borobudur, The Dharmawangsa Jakarta, Four Season Resort Bali at Sayan.

Innit Lombok, Garrya Bianti Yogyakarta, The St. Regis Jakarta, The Ungasan Cliffton Resort, Jumaerah Bali, Desa Hay Canggu, Park Hyatt Jakarta, Taaktana Luxury Collection Resort and Spa Labuan Bajo, The Orient Jakarta: a Royal Hideaway Hotel serta The St. Regis Bali Resort.

Untuk dapat masuk dalam Michelin Keys 2026, hotel dan resor harus melewati proses seleksi yang mempertimbangkan sejumlah aspek.

Penilaian mencakup desain dan estetika bangunan, keselarasan arsitektur dengan lingkungan sekitar, konsistensi kualitas pelayanan, keramahan staf, karakter unik setiap properti, serta kontribusi dalam menghadirkan pengalaman lokal yang autentik bagi tamu.

Pengakuan internasional terhadap industri hospitality Indonesia juga terlihat dari daftar The 50 Best Hotels 2026.

Sebelumnya, tiga hotel Indonesia berhasil masuk dalam daftar tersebut. Yakni Desa Potato Head di Seminyak, Bali, Nihi Sumba di Nusa Tenggara Timur, serta Mandapa di Bali.

Desa Potato Head menempati posisi ke-21 dalam daftar tersebut. Properti yang berada di Seminyak, Bali, itu menawarkan perpaduan konsep hotel butik, beach club, pusat seni dan budaya, sekaligus membawa komitmen terhadap kelestarian lingkungan.

Nihi Sumba yang berada di Nusa Tenggara Timur menempati posisi ke-35.

Hotel tersebut memadukan konsep kemewahan kelas dunia dengan pelestarian budaya lokal, penggunaan arsitektur tradisional, serta komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, Mandapa, Bali, berada di peringkat ke-61. Properti tersebut menggabungkan standar pelayanan mewah kelas dunia dengan keindahan alam Ubud dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari pengalaman menginap para tamu.

Penilaian dan pemeringkatan dalam The 50 Best Hotels 2026 di lakukan berdasarkan ulasan serta analisis dari jaringan pakar global.

The 50 menghimpun pendapat ribuan pakar untuk memberikan peringkat dan penghargaan di bidang perhotelan.

BACA JUGA:

Grand Palma Pangandaran Rayakan HUT Ke-2, Hotel Syariah Bintang Empat Pertama di Pangandaran

Berbagai capaian tersebut menjadi momentum bagi pemerintah dan pelaku industri untuk terus menjaga standar kualitas hospitality Indonesia.

Menteri Pariwisata juga mendorong para pelaku pariwisata agar tidak berhenti pada pencapaian penghargaan. Tetapi menjadikannya sebagai dorongan untuk memperkuat daya saing sektor pariwisata.

“Mari kita manfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang unggul, berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Menteri Widiyanti.

Masuknya 47 hotel dan resor Indonesia dalam Michelin Keys 2026 menambah catatan pengakuan terhadap kualitas industri hospitality nasional di tingkat global.

Peningkatan jumlah properti di bandingkan tahun sebelumnya sekaligus menjadi gambaran perkembangan sektor perhotelan Indonesia dalam menghadirkan pengalaman menginap yang memenuhi standar internasional.

(Jingga Sonjaya)