spot_imgspot_img
Selasa 24 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 49

Tinggal Tiga Rute! Segera Daftar Mudik Gratis via Sapawarga, Tersisa 660 Kursi

0
Segera Daftar! Sisa Tiket Mudik Gratis Jabar Tinggal 660
Segera Daftar! Sisa Tiket Mudik Gratis Jabar Tinggal 660

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Program mudik gratis 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat hampir terisi penuh. Dari total 3.040 kursi yang tersedia, kini hanya tersisa 660 kuota bagi masyarakat yang ingin ikut serta.

Antusiasme warga membuat sebagian besar rute ludes dalam beberapa pekan sejak awal pembukaan pendaftaran. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyebut hingga Selasa (3/3/2026) hanya tiga jalur yang masih memiliki kursi kosong.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Siapkan Jalur Darurat bagi Warga Jabar di Timur Tengah

“Rute Bandung–Sukabumi tersisa 288 kuota, Bogor–Pelabuhan Ratu 156 kuota, dan Bogor (Cileungsi)–Bandung 216 kuota,” ujar Dhani.

Sementara itu, rute lain seperti Bekasi–Tasikmalaya, Bandung–Solo, Bandung–Wonogiri, Bandung–Yogyakarta, Bekasi–Bandung, Bandung–Ciledug, Bandung–Semarang, Bandung–Sragen, Yogyakarta–Bandung, hingga Bekasi–Purbalingga telah penuh.

Pendaftaran berlangsung secara daring melalui aplikasi Sapawarga sejak 11 Februari dan akan tutup pada 12 Maret 2026. Calon peserta wajib mengisi data diri lengkap, termasuk nama, NIK, alamat, nomor Kartu Keluarga, tanggal lahir, serta memilih rute tujuan.

Setelah proses pendaftaran, peserta harus melakukan aktivasi tiket dan menentukan tanggal keberangkatan pada periode 1–12 Maret 2026. Tahapan ini menjadi syarat utama untuk mengamankan kursi.

Program ini terbuka bagi warga berdomisili di Jawa Barat yang hendak bepergian ke luar provinsi, maupun masyarakat luar daerah yang ingin pulang ke wilayah Jabar.

Pemprov menjadwalkan keberangkatan pada 13, 14, dan 15 Maret 2026 dengan titik awal dari Terminal Leuwipanjang Bandung, Terminal Cikarang, dan Kota Bekasi. Sebanyak 74 bus akan melayani para pemudik.

Melalui fasilitas ini, pemerintah berharap masyarakat dapat merayakan momen Lebaran dengan aman, nyaman, dan tanpa beban biaya transportasi besar. Selain membantu ekonomi warga, penggunaan bus secara kolektif juga harapannya mampu menekan kepadatan kendaraan pribadi saat arus mudik.

(Jingga Sonjaya)

Dedi Mulyadi Siapkan Jalur Darurat bagi Warga Jabar di Timur Tengah

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Ketfot: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka jalur komunikasi khusus bagi warga Jawa Barat yang berada di kawasan Timur Tengah. Langkah ini merespons meningkatnya ketegangan konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang menjadi sorotan dunia internasional.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan warga Jabar di wilayah terdampak. Ia meminta seluruh masyarakat tetap tenang dan selalu memperbarui informasi terkait kondisi keamanan setempat.

Baca Juga: BGN Respons Video Viral Menu MBG, Ajak Warga Laporkan Menu Tak Layak

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Jabar menyediakan hotline 082126030038 yang dapat dihubungi kapan pun. Saluran tersebut berfungsi untuk menerima laporan, permintaan bantuan, maupun pembaruan kondisi dari warga Jawa Barat di Timur Tengah.

“Kami ingin memastikan seluruh warga dalam keadaan aman. Semoga kita semua tetap sehat, nyaman, dan khusyuk berpuasa,” ujar Dedi, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, keberadaan hotline memudahkan pemerintah daerah memantau situasi sekaligus merespons cepat jika muncul kondisi darurat. Pemprov berupaya menjaga komunikasi aktif agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera terpetakan.

Selain langkah dari pemerintah daerah, perhatian juga datang dari perwakilan Indonesia di luar negeri. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran telah mengeluarkan imbauan resmi kepada warga negara Indonesia yang berada di Iran.

Intruksi Kewaspadaan dari KBRI

Melalui surat edaran tersebut, KBRI meminta WNI meningkatkan kewaspadaan serta segera mengambil langkah konkret untuk melindungi diri dan keluarga. Pihak kedutaan juga menginstruksikan warga untuk rutin menyampaikan informasi kondisi terkini melalui grup koordinasi yang telah Pemerintah siapkan.

KBRI menilai komunikasi aktif sangat penting agar perwakilan Indonesia dapat memetakan situasi secara akurat dan menentukan langkah perlindungan jika eskalasi konflik meningkat.

Selain itu, WNI diimbau mematuhi seluruh aturan serta arahan otoritas keamanan setempat guna meminimalkan risiko di tengah situasi yang dinamis.

Melalui koordinasi antara Pemprov Jawa Barat dan perwakilan Indonesia di luar negeri, pemerintah berharap warga Jabar maupun WNI lainnya di Timur Tengah tetap terlindungi dan memperoleh informasi yang jelas selama perkembangan konflik berlangsung.

(Jingga Sonjya)

BGN Respons Video Viral Menu MBG, Ajak Warga Laporkan Menu Tak Layak

0
Nasional, FOKUSJabar.id
Ketfot: Nanik usai menghadiri rapat koordinasi pelaksanaan MBG di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Surce Foto (inp.polri)

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Badan Gizi Nasional (BGN) membuka ruang selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lembaga tersebut meminta warga segera melaporkan jika menemukan menu yang dinilai tidak sesuai standar.

BGN menilai partisipasi publik sangat penting mengingat cakupan program yang terus meluas. Program MBG menyalurkan makanan bergizi bagi anak sekolah dan kelompok rentan melalui jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini tersebar di berbagai daerah.

Baca Juga: Singapura Siapkan Chingay Parade 2026 dengan Konsep Arena 360 Derajat

Dengan ribuan dapur telah beroperasi, pengawasan menyeluruh menjadi tantangan besar. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengakui jumlah pengawas internal belum sebanding dengan skala layanan.

“Kami hanya punya sekitar 70 pengawas di BGN. Sementara dapur yang berjalan sekarang sudah 24 ribu dan ke depan bisa lebih dari 30 ribu,” ujar Nanik usai menghadiri rapat koordinasi pelaksanaan MBG di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (3/3/2026).

Karena itu, BGN mendorong masyarakat untuk menyampaikan laporan secara detail. Warga yang mengunggah temuan di media sosial diminta mencantumkan informasi lengkap, mulai dari nama sekolah, lokasi SPPG, desa, kecamatan, hingga kabupaten serta waktu kejadian.

“Kami sangat terbantu kalau masyarakat mengunggah menu. Tapi tolong sebutkan lokasi lengkapnya. Hari itu juga langsung kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Laporan Masyarakat yang Akurat dan Faktual

BGN juga mengingatkan agar masyarakat tidak memviralkan kembali video lama yang tidak relevan dengan kondisi terkini. Laporan yang akurat dan faktual, menurut Nanik, akan langsung diverifikasi tanpa konsekuensi hukum bagi pelapor.

Jika tim menemukan pelanggaran standar mutu atau keamanan pangan, BGN memastikan akan bertindak tegas, termasuk menghentikan sementara operasional dapur terkait.

“Kalau menunya tidak sesuai standar, kami bisa suspend atau tutup dapurnya,” ujarnya.

Sejumlah dapur SPPG sebelumnya telah menjalani penghentian sementara untuk evaluasi sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan.

BGN juga memberi opsi bagi pihak yang tidak ingin terlibat dalam program MBG untuk menyampaikan pernyataan resmi penolakan. Namun lembaga itu menegaskan masih banyak calon penerima manfaat yang menunggu program tersebut.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, BGN berharap pengawasan berjalan lebih efektif dan kualitas layanan tetap terjaga sehingga tujuan awal meningkatkan asupan gizi masyarakat benar-benar tercapai.

(Jingga Sonjaya)

Bukit Panenjoan, Negeri di Atas Awan yang Siap Jadi Spot Paralayang Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana di bukit Panenjoan Pangandaran (Istimewa).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kabut tipis perlahan turun menyelimuti perbukitan saat pagi menyapa Bukit Panenjoan. Hamparan sawah hijau, aliran sungai yang membelah lembah, serta pepohonan rindang menciptakan lanskap yang memanjakan mata dari ketinggian.

Destinasi ini berada di Desa Kersaratu, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, hanya beberapa kilometer dari Pantai Pangandaran. Akses jalan menuju lokasi relatif mudah untuk kendaraan roda dua maupun roda empat lalui, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir soal perjalanan.

Baca Juga: Rumah Nek Cani Warga Ciparakan Pangandaran Dibongkar Untuk Gedung KDMP

Dari puncak bukit, wisatawan dapat menikmati panorama alam luas yang mengarah langsung ke birunya Samudera Hindia. Saat pagi hari, kabut putih kerap menyelimuti area perbukitan, menciptakan suasana bak negeri di atas awan. Menjelang sore, langit berubah jingga menghadirkan momen matahari terbenam yang memesona.

Pengunjung biasa menghabiskan waktu dengan menyeruput kopi hangat dan mencicipi jajanan dari pelaku UMKM setempat. Pada malam hari, gemerlap lampu memperindah suasana, menjadikan Bukit Panenjoan pilihan menarik untuk berkemah bersama keluarga atau sahabat.

Warga sekitar melihat potensi alam tersebut sebagai peluang untuk menggerakkan ekonomi lokal. Mereka terus mempercantik kawasan dengan menambah fasilitas sederhana agar pengunjung merasa nyaman.

Pengembangan Bukit Panenjoan Pangandaran

Salah satu warga Sidamulih, Asep Suhendar, mengaku terdorong mengembangkan Bukit Panenjoan agar lebih tertata dan menarik.

“Siapa saja boleh datang ke sini. Tempatnya nyaman, fasilitas ada, dan harganya terjangkau,” ujar Asep, Selasa (3/2/2026).

Ia juga aktif mempromosikan berbagai fasilitas dan keindahan panorama melalui media sosial untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Tak hanya sebagai destinasi rekreasi, Bukit Panenjoan juga mulai dilirik sebagai lokasi olahraga dirgantara. Anwar Permana, pelatih nasional paralayang asal Bogor, mengaku tertarik menjadikan bukit tersebut sebagai titik latihan dan penyelenggaraan event.

Menurut Anwar, dengan dukungan pemerintah daerah, timnya siap melakukan survei untuk mengkaji kelayakan lokasi terbang dan area pendaratan. Ia menyebut lapangan milik TNI Angkatan Udara atau kawasan Batu Hiu sebagai alternatif titik pendaratan.

Jika rencana itu terealisasi, Bukit Panenjoan berpotensi menarik atlet dan penghobi paralayang dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. Kehadiran event olahraga dirgantara diyakini dapat mendongkrak kunjungan wisata sekaligus memperkuat posisi Pangandaran sebagai destinasi alam unggulan.

Bukit Panenjoan kini bukan sekadar tempat menikmati pemandangan, melainkan ruang baru bagi tumbuhnya ekonomi, wisata, dan olahraga di Pangandaran.

(Sajidin)

Konflik Timur Tengah Memanas, Kantor Haji dan Umrah Ciamis Imbau Jemaah Tunda Umrah

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Kepala Kementrian haji dan umroh Kabupaten Ciamis Nana S

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis mengimbau warga yang berencana menunaikan ibadah umrah untuk menunda keberangkatan sementara waktu. Imbauan ini muncul menyusul situasi keamanan di Arab Saudi yang dinilai belum stabil akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis, Nana Supriatna, menyampaikan bahwa dinamika perang antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel berdampak pada kondisi keamanan regional, termasuk di Arab Saudi sebagai negara tujuan ibadah umrah.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Hantam Ciamis, BPBD Data Kerusakan di Empat Kecamatan

“Situasi keamanan di Arab Saudi saat ini tidak menentu. Kami mengimbau warga Ciamis yang akan berangkat umrah agar menunda dulu keberangkatannya sampai kondisi benar-benar kondusif,” ujar Nana, Rabu (4/3/2026).

Ia juga meminta jemaah asal Ciamis yang sudah berada di Arab Saudi untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan perwakilan resmi Pemerintah Republik Indonesia, seperti Konsulat Jenderal maupun KBRI setempat, guna memastikan perlindungan dan pemantauan kondisi mereka.

“Jemaah yang sudah berangkat sebelum konflik memanas harus rutin melapor dan berkomunikasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di sana,” tegasnya.

Data Jemaah Asal Ciamis

Nana mengakui, pihaknya belum memegang data detail jemaah umrah asal Ciamis yang saat ini berada di Arab Saudi. Data tersebut masih terpusat di tingkat nasional sehingga pemerintah daerah tidak memiliki akses langsung.

“Data jemaah umrah saat ini hanya tersedia di pusat. Daerah belum memiliki data rinci,” jelasnya.

Ke depan, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis bersama kantor kementerian di kabupaten/kota lain berencana mengusulkan mekanisme pendataan yang lebih terintegrasi. Nana menilai, akses data di tingkat daerah akan mempercepat respons jika terjadi situasi darurat yang melibatkan jemaah.

“Kami akan membahas hal ini bersama kantor kementerian haji dan umrah kabupaten/kota lainnya. Minimal daerah memiliki data jemaah yang kami rekomendasikan keberangkatannya,” pungkasnya.

Imbauan ini menjadi langkah preventif agar keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama di tengah situasi geopolitik yang belum stabil.

(Husen Maharaja)

Rumah Nek Cani Warga Ciparakan Pangandaran Dibongkar Untuk Gedung KDMP

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Nek Cani (80), warga Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaransaat mengosongkan rumahnya.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Rumah semi permanen milik Nek Cani (80), warga Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran terancam dibongkar karena berdiri di atas tanah milik desa. Pemerintah desa menyiapkan lahan tersebut untuk pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Pantauan di lokasi, Rabu (4/3/2026), suasana rumah tampak lengang. Sebagian besar perabotan sudah dipindahkan ke rumah anak dan tetangga terdekat sebagai persiapan pembongkaran.

Baca Juga: Berkah Ramadan untuk Nek Dinem, Polres Pangandaran Bangunkan Rumah Baru

Nek Cani menceritakan, ia membangun rumah sederhana itu pada 2011 saat lahan tersebut masih berupa hutan belantara. Ia bersama anak perempuannya membersihkan dan meratakan tanah demi mendirikan tempat berteduh.

“Dulu ini masih leuweung, belum rata seperti sekarang. Saya kerjakan sama anak. Saya juga sudah tua, hidup ikut anak,” ujar Nek Cani saat ditemui di kediamannya.

Sejak suaminya meninggal dunia, Nek Cani menjalani hari sebagai janda dan tinggal bersama cucunya di rumah tersebut. Selama belasan tahun, rumah itu menjadi saksi perjalanan hidupnya. Kini, ia harus merelakan bangunan itu berganti menjadi gedung milik pemerintah desa.

Meski berat, Nek Cani mengaku tidak menolak rencana pembangunan. Ia menyadari tanah tersebut bukan miliknya, melainkan aset desa. Namun, ia berharap pemerintah mempertimbangkan waktu pelaksanaan.

“Saya tidak menolak pembangunan pemerintah. Kalau bisa nanti dulu, karena di tempat lain juga masih ada yang belum membangun,” katanya.

Kompensasi Terhadap Nek Cani

Ia juga berharap pemerintah memberikan kompensasi atas biaya dan tenaga yang telah ia keluarkan saat membangun rumah tersebut.

Kepala Desa Ciparakan, Sarji, membenarkan rencana pembongkaran rumah Nek Cani. Namun, pelaksanaan di lapangan mengalami penundaan karena muncul kendala teknis.

Sarji menduga ada pihak lain yang ikut memengaruhi situasi sehingga proses pembongkaran menjadi tertunda. Padahal, menurutnya, pemerintah desa dan penghuni rumah sebelumnya telah menempuh mediasi dan mencapai kesepakatan.

“Permasalahan dengan penghuni sebenarnya sudah selesai, sudah ada komitmen dan kesadaran,” ujar Sarji.

Pemerintah desa berencana kembali melakukan pendekatan persuasif untuk memastikan proses berjalan kondusif. Selain itu, desa juga akan mengusulkan bantuan program rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi Nek Cani setelah pembongkaran.

Kini, di tengah rencana pembangunan gedung koperasi desa, kisah Nek Cani menghadirkan dilema antara kebutuhan pembangunan dan cerita panjang seorang lansia mempertahankan tempat tinggalnya.

(Sajidin)

Berkah Ramadan untuk Nek Dinem, Polres Pangandaran Bangunkan Rumah Baru

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Warga Pangandaran Nek Dinem saat di wawancara sejumlah wartawan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Raut bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Nek Dinem (82), warga Dusun Cihideung, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Setelah sempat kehilangan tempat tinggal akibat angin puting beliung, ia kini kembali memiliki rumah yang layak huni berkat bantuan jajaran Polres Pangandaran.

Beberapa waktu lalu, angin puting beliung merobohkan rumah semi permanen miliknya hingga rata dengan tanah. Peristiwa itu membuat sang Nenek terpukul. Beruntung, saat bencana terjadi ia tidak berada di dalam rumah.

Baca Juga: Dua Sapi Mati Terperosok Goa, Tabungan Kuliah Anak Petani Pangandaran Lenyap

“Saat itu saya sedang sakit dan menginap di rumah anak. Tahu-tahu rumah sudah hancur kena angin,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Melihat kondisi tersebut, Polres Pangandaran bergerak cepat. Kemudian jajaran kepolisian membangun kembali rumah sang Nenek melalui program sosial yang menyasar warga kurang mampu dan korban bencana.

Wakapolres Pangandaran, Kompol Usep Supian, menjelaskan pembangunan rumah tersebut menjadi bagian dari program bedah rumah inisiasi dari Kapolda.

“Program ini menyasar rumah tidak layak huni, termasuk warga yang terdampak bencana. Kemudian rumah Nenek menjadi salah satu prioritas kami,” kata Usep.

Ia menegaskan, kegiatan sosial itu mencerminkan komitmen Polri untuk hadir langsung membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di momentum bulan Ramadan.

“Semoga rumah ini membawa berkah, terlebih memberi kenyamanan bagi Ibu Dinem,” tambahnya.

Kepala Dusun Cihideung, Adang, turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polres Pangandaran. Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi warganya yang sempat kehilangan tempat tinggal.

“Saya sangat berterima kasih. Sekarang rumah kembali berdiri dan sudah layak Nenek huni ,” ucap Adang.

Bagi Nek Dinem, rumah baru itu bukan sekadar bangunan, melainkan harapan yang kembali tumbuh setelah bencana menerpa.

(Sajidin)