spot_imgspot_img
Jumat 2 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 48

Ciamis Masuk 5 Besar CKG Jawa Barat, 501.900 Warga Sudah Jalani Cek Kesehatan

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. Rizali Sofiyan saat menyampaikan laporan dalam kegiatan monitoring tracking TB terintegrasi CKG di Aula Setda Ciamis, Senin (21/9/2026).

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis mengukir prestasi gemilang dalam menjalankan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tingkat Provinsi Jawa Barat. Ratusan ribu warga Ciamis antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan, termasuk program pelacakan kasus Tuberculosis (TB) secara terintegrasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. Rizali Sofiyan, mengonfirmasi angka partisipasi masyarakat yang memuaskan tersebut. Capaian ini merujuk pada data resmi pemeriksaan lapangan hingga pekan ini.

Baca Juga: Herdiat Apresiasi Konsistensi Rina Sa’adah Bantu Sektor Pertanian Ciamis

“Untuk Ciamis, alhamdulillah pada saat ini kami masuk ke dalam lima besar pencapaian CKG di Provinsi Jawa Barat,” kata Rizaldi dalam kegiatan monitoring tracking TB terintegrasi CKG di Aula Setda Ciamis, Senin (21/9/2026).

Kejar Target 50 Persen Populasi Ciamis

Dinas Kesehatan mencatat total penduduk Ciamis saat ini mencapai 1.274.058 jiwa. Pihaknya membidik sasaran pemeriksaan sebesar 50 persen dari total populasi, atau setara 637.029 orang.

Sejauh ini, tim medis lapangan berhasil melayani 501.900 warga. Angka tersebut merepresentasikan 39,39 persen dari keseluruhan target sasaran daerah.

Beberapa wilayah mencetak rekor jumlah peserta CKG terbanyak, antara lain:

  • Kecamatan Ciamis: 34.124 orang
  • Kecamatan Rajadesa: 31.975 orang
  • Kecamatan Cipaku: 31.705 orang
  • Kecamatan Banjarsari: 27.456 orang

Daftar Puskesmas dengan Persentase CKG Tertinggi

Jika menilik persentase capaian terhadap target lokal, jajaran Puskesmas menunjukkan kinerja luar biasa. Puskesmas Cidolog memimpin posisi puncak dengan persentase sebesar 63,20 persen.

Puskesmas Jatinagara mengekor di posisi kedua dengan 60,39 persen, lalu Rajadesa sebesar 58,05 persen. Sementara itu, Puskesmas Cieurih mengumpulkan 55,28 persen dan Kawali menyumbang 53,92 persen.

Dinas Kesehatan berkomitmen memperluas jangkauan CKG dengan menggabungkan layanan di Puskesmas, Posyandu, Posbindu, Pustu, hingga fasilitas kesehatan tingkat desa.

“Sehingga diharapkan cakupan screening meningkat, terduga diperiksa diagnostik, kasus TB ditemukan dan segera diobati,” ujarnya.

Apresiasi dari Kementerian Kesehatan RI

Keberhasilan Jawa Barat dan Ciamis memantik perhatian dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Octavianus, memberikan pujian atas kerja keras seluruh tenaga medis di lapangan.

“Jawa Barat menjadi salah satu daerah dengan capaian CKG yang tinggi secara nasional. CKG tidak hanya berfungsi sebagai pemeriksaan kesehatan umum, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menemukan penyakit menular seperti TB sejak dini,” pungkasnya.

(Mia)

Bupati Garut Siap Dukung Program Bioethanol

0
Bupati Garut Bioethanol fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Program Bioethanol di Jalan Pengadegan Selatan, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

Kehadiran  Bupati menandai kesiapan Kabupaten Garut untuk mengambil peran dalam mendukung ketahanan energi nasional, menyusul capaian di sektor ketahanan pangan.

BACA JUGA:

Bupati Garut Ajak Ormas Islam Perkuat Program Pemerintah

Bupati Garut menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Menteri Pertanian terkait program strategis pemerintah tersebut.

Menurutnya, Garut memiliki potensi bahan baku yang memadai karena di kenal sebagai kabupaten penyumbang jagung terbanyak di Jawa Barat.

“Tadi kami mendapatkan informasi bahwa ada peluang di bangunkan pabrik bioethanol dan juga pabrik singkong. Sehingga masyarakat Garut lebih bersemangat lagi untuk menanamnya dan ujungnya adalah meningkatkan ketahanan energi,” ucap Bupati Garut.

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Kabupaten Garut mendapatkan peluang untuk di bangunkan pabrik bioethanol serta pabrik singkong.

Kehadiran fasilitas pengolahan tersebut di harapkan dapat mendorong masyarakat memperluas budidaya singkong dan jagung, sekaligus membuka lapangan kerja baru.

“Kami sangat mendukung dan berharap bahwa ini bisa terealisasi. Terima kasih Pak Menteri, Pak Sekneg dan juga Pak Presiden yang sudah mengerti apa yang kami butuhkan,” lanjutnya.

Sebagai langkah konkret, Kabupaten Garut saat ini telah mengelola sekitar 60 ribu hektar lahan untuk ketahanan pangan dan berencana menambah alokasi seluas 15 ribu hektar khusus untuk penanaman jagung yang di dedikasikan bagi bahan baku energi.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Kontribusi Mahasiswa di Desa

Keyakinan tersebut di dasari oleh budaya bertani jagung yang telah mendarah daging di tengah masyarakat.

Selain komoditas jagung, pemerintah daerah juga mengalokasikan sekitar 12 ribu hektar lahan untuk pengembangan bioethanol berbahan baku singkong.

Pemerintah Kabupaten Garut menyambut rencana tersebut dengan optimisme. Melalui kemudahan yang di berikan pemerintah pusat, termasuk pemanfaatan kawasan perhutanan untuk ketahanan pangan.

Pemkab Garut siap berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Kehutanan apabila di perlukan penambahan luas lahan demi kelancaran program strategis nasional tersebut.

“Tentu harus optimisme. Tadi kami akan di berikan kemudahan-kemudahan. Termasuk mengenai kawasan perhutanan untuk ketahanan pangan,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Harapan Baru Reaktivasi KA Banjar-Cijulang Pangandaran

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Ilustrasi by web

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Jumlah kunjungan wisatawan ke enam destinasi yang dikelola Pemerintah Kabupaten Pangandaran mencapai sekitar 4,9 juta kunjungan sepanjang 2025.

‎Pemerintah Kabupaten Pangandaran berharap angka tersebut kembali meningkat seiring rencana reaktivasi jalur kereta api Banjar-Cijulang.

‎Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Dadan Sugistha mengatakan, jalur kereta tersebut nantinya dapat menjadi alternatif transportasi bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Pangandaran.

Baca Juga: Kereta Api Aktif Lagi, Hotel Pangandaran Harus Siap Tampung Wisatawan

‎”Enam destinasi yang dikelola Pemda tahun kemarin 2025 sekitar 4,9 juta wisatawan,” ujarnya Senin, (21/9/2026).

‎Menurutnya, reaktivasi kereta berpotensi memberikan kemudahan akses menuju Pangandaran. Namun, peningkatan kunjungan harus diikuti kesiapan berbagai sektor pariwisata.

‎”Iya, pasti mudah-mudahan bisa. Tapi betul kita juga harus siap. Harus dibarengi oleh kesiapan kita,” katanya.

‎Salah satu yang disiapkan adalah destinasi wisata. Pemkab Pangandaran akan mengembangkan destinasi yang selama ini tingkat kunjungannya masih rendah.

‎Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada wisatawan sekaligus memperpanjang lama tinggal mereka di Pangandaran.

Baca Juga: KA Banjar-Cijulang Direaktivasi, Ini Target Disparbud Pangandaran

‎Selain destinasi, kesiapan hotel juga menjadi perhatian. Hotel diharapkan mampu menampung wisatawan dalam jumlah lebih besar, termasuk menyediakan fasilitas pertemuan untuk mendongkrak kunjungan pada hari kerja.

‎Pemkab juga melihat reaktivasi jalur kereta sebagai peluang investasi di sektor pariwisata, khususnya pembangunan hotel dan properti.

‎”Ini tantangan kita, investasi nanti. Membuka supaya investor-investor, terutama properti hotel, semakin banyak di Pangandaran,” ujarnya.

(Sajidin)

Reaktivasi Bandara Husein, Momentum Hidupkan Kembali Pasar Baru Bandung

0
Bandung@fokusjabar.id
Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung diharapkan menjadi momentum untuk kembali menggairahkan aktivitas perdagangan di Pasar Baru Trade Center. (FokuJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung diharapkan menjadi momentum untuk kembali menggairahkan aktivitas perdagangan di Pasar Baru Trade Center.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menilai keduanya memiliki keterkaitan erat dalam mendukung pergerakan wisatawan dan aktivitas ekonomi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Bandara Husein dan Pasar Baru sejak lama memiliki hubungan yang erat. Menurutnya, terhentinya operasional bandara turut berdampak terhadap aktivitas perdagangan di Pasar Baru.

Baca Juga: Bandara Husein Dibuka Lagi, Ini Harapan Pedagang Pasar Baru Bandung

“Dari dulu kita meyakini bahwa Bandara Husein dan Pasar Baru memiliki ‘hubungan darah’. Artinya, kalau operasional Bandara Husein dihentikan, Pasar Baru akan kehabisan darah,” kata Farhan di Pasar Baru Trade Center Kota Bandung Senin (21/9/2026).

Kini, setelah Bandara Husein kembali direaktivasi, Pemkot Bandung menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan potensi kunjungan wisatawan dapat ikut menggerakkan aktivitas perdagangan.

Intruksi Presiden Prabowo Subianto

Farhan menyebut, reaktivasi Bandara Husein merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto sejak 25 Mei lalu. Ia pun menyampaikan apresiasi atas kebijakan tersebut.

“Sekarang bandara sudah direaktivasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sejak 25 Mei lalu memberikan instruksi reaktivasi, salah satunya untuk Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung,” ucapnya.

Menurut Farhan, dibukanya kembali bandara harus diikuti kesiapan sektor perdagangan, khususnya Pasar Baru. Pemkot Bandung kini mencari berbagai solusi agar aktivitas perdagangan di kawasan tersebut kembali bergeliat.

“Reaktivasi ini tentu harus kita jawab dengan langkah nyata setelah pembukaan ini. Hal yang kita lakukan sekarang adalah mengaktifkan kembali Pasar Baru dan mencari berbagai solusi perdagangan, karena bagaimanapun aktivitas perdagangan harus terus berjalan,” katanya.

Farhan mengingatkan, kedatangan wisatawan tidak akan memberikan dampak maksimal apabila pusat perdagangan tidak siap. Pedagang perlu memastikan ketersediaan barang, kualitas produk, hingga daya tarik Pasar Baru bagi calon konsumen.

“Tanpa kesiapan pedagang, akan percuma jika turis datang tetapi melihat suasana sepi, barang tidak ada, atau tidak ada produk yang bagus. Oleh karena itu, kita harus siap menangkap potensi para calon konsumen,” ungkapnya.

Di tengah upaya menghidupkan kembali Pasar Baru, Pemkot Bandung juga menghadapi persoalan terkait kelanjutan kerja sama pengelolaan antara Perumda Pasar dan pihak ketiga, PT Munara.

Farhan mengatakan, Pemkot Bandung telah menemukan akar persoalan dalam perjanjian kerja sama yang dibuat sebelum pandemi COVID-19. Kondisi pandemi kemudian membuat pelaksanaan kerja sama tersebut menghadapi situasi yang luar biasa.

Peninjauan Ulang Perjanjian

“Pemerintah Kota Bandung, khususnya Wali Kota selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), telah menemukan akar permasalahan dari perjanjian yang dibuat sebelum masa pandemi COVID-19. Saat pandemi terjadi, situasi menjadi sangat luar biasa. Aturan dalam kerja sama tersebut terlampau ketat sehingga sulit menemukan solusi yang fleksibel. Masalah ini sedang terus dibicarakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Farhan mengatakan, tidak menutup kemungkinan perjanjian tersebut ditinjau ulang. Hasil pembahasan nantinya dapat mengarah pada penyusunan adendum maupun opsi masuknya investor baru.

“Bukan tidak mungkin ke depan akan dilakukan peninjauan ulang (review) terhadap perjanjian tersebut, yang berujung pada penyusunan adendum atau opsi masuknya investor baru. Namun hal itu masih bergantung pada hasil pembahasan,” jelasnya.

Baca Juga: Unpad dan BNI Perkuat Kolaborasi, Dorong Transformasi Digital dan Ekosistem Pendidikan

Di sisi lain, Farhan mengimbau para pedagang Pasar Baru tidak hanya menunggu peningkatan kunjungan wisatawan. Pedagang diminta terus berkreasi dan menghadirkan inovasi serta produk-produk baru.

Dengan begitu, ketika wisatawan berkunjung ke Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara, Pasar Baru diharapkan mampu menjadi salah satu tujuan perdagangan dengan menawarkan produk berkualitas dan harga terjangkau.

“Pada saat yang sama, saya mengimbau para pedagang untuk tetap berkreasi serta menghadirkan inovasi dan produk-produk baru. Dengan demikian, saat turis berkunjung, Pasar Baru tetap konsisten menawarkan produk berkualitas dengan harga terjangkau. Hal itulah yang paling penting,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Kereta Api Aktif Lagi, Hotel Pangandaran Harus Siap Tampung Wisatawan

0
Pangandaran@fokusjabar.id
web

‎PANGANDARAN FOKUSJabar.id: Rencana reaktivasi jalur kereta api Banjar-Cijulang tak hanya disambut dari sisi transportasi, tetapi juga dari pihak pengelola hunian.

‎Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga mulai memikirkan kesiapan sektor perhotelan menghadapi potensi peningkatan kunjungan wisatawan.

‎Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran menilai hotel menjadi salah satu sektor yang harus bersiap jika akses kereta menuju Pangandaran nantinya kembali beroperasi.

Baca Juga: KA Banjar-Cijulang Direaktivasi, Ini Target Disparbud Pangandaran

‎Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Dadan Sugistha mengatakan kesiapan hotel tidak hanya menyangkut jumlah kamar.

‎Fasilitas pertemuan seperti aula berkapasitas besar juga dinilai penting untuk menarik kegiatan rapat, seminar dan berbagai agenda lainnya, terutama pada hari kerja.

‎”Hotel-hotel kaitan dengan persiapan mereka menampung jumlah wisatawan yang banyak, terutama apalagi weekday,” ujar di temui di ruang kerjanya Senin, (21/9/2026).

‎”Tempat-tempat untuk pertemuan, untuk rapat, seminar dan sebagainya. Mudah-mudahan bisa menunjang,” sambungnya.

‎Menurutnya, saat ini kunjungan wisatawan ke Pangandaran masih lebih banyak terkonsentrasi pada akhir pekan. Karena itu, keberadaan kereta diharapkan bisa membuka peluang peningkatan kunjungan pada hari kerja.

‎Selain kesiapan hotel, Pemkab Pangandaran juga melihat rencana reaktivasi jalur tersebut sebagai peluang investasi.

‎Pemerintah daerah berharap semakin banyak investor yang tertarik menanamkan modal, terutama di sektor hotel dan properti pariwisata.

Baca Juga: Antara Doa Ibu dan Beban Bupati Pangandaran

‎”Ini tantangan kita, investasi nanti. Membuka supaya investor-investor, terutama properti hotel, semakin banyak di Pangandaran,” katanya.

‎Namun, peningkatan wisatawan juga harus diikuti kesiapan destinasi. Pemkab berencana mengembangkan sejumlah destinasi yang selama ini belum banyak dikunjungi wisatawan.

‎Dengan bertambahnya pilihan destinasi, wisatawan diharapkan tidak hanya berkunjung dalam waktu singkat, tetapi bisa memperpanjang lama tinggal di Pangandaran.

(Sajidin)

Herdiat Apresiasi Konsistensi Rina Sa’adah Bantu Sektor Pertanian Ciamis

0
Ciamis@fokusjabar.id
Herdiat Apresiasi Konsistensi Rina Sa’adah Bantu Sektor Pertanian Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengapresiasi konsistensi anggota Komisi IV DPR RI periode 2024-2029, Rina Sa’adah. Dalam membantu pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Ciamis.

Apresiasi tersebut disampaikan Herdiat saat menghadiri serah terima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Kepada kelompok tani di Kabupaten Ciamis, (21/09/2026) di Aula Pertanian Ciamis.

Herdiat mengatakan Rina Sa’adah bukan sosok yang asing bagi masyarakat Ciamis. Menurutnya, Rina telah beberapa kali datang ke Ciamis dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian.

Baca Juga: Dukung Petani Ciamis, Rina Sa’adah Salurkan Traktor dan Pompa

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, kami mengucapkan selamat datang kepada Ibu Rina Sa’adah beserta tim. Ibu Rina ini tidak asing lagi bagi kita karena sudah banyak sekali membantu Ciamis. Melalui aspirasi masyarakat yang ditindaklanjuti di bidang pertanian,” kata Herdiat.

Ia menyebut bantuan yang disalurkan sangat dibutuhkan petani. Terlebih Kabupaten Ciamis tengah menghadapi kondisi kemarau dengan keterbatasan ketersediaan air di sejumlah wilayah.

Herdiat meminta para penerima memanfaatkan bantuan tersebut untuk menunjang kegiatan pertanian. Terutama pompa air yang dapat digunakan untuk mengairi sawah maupun lahan pertanian lainnya.

“Manfaatkan alat dan pompanisasi ini untuk mengairi sawah atau kebun bapak ibu semua. Jangan sampai tanaman kekurangan air atau mati karena tidak ada hujan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang diserahkan antara lain 12 unit traktor dan 25 unit pompa air. Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok tani yang telah melalui proses verifikasi.

Pesan Bupati Ciamis

Herdiat juga mengingatkan para penerima agar menjaga dan menggunakan bantuan sesuai peruntukannya. Ia menegaskan alsintan yang diterima tidak untuk dijual maupun digadaikan.

“Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Jangan dijual atau digadaikan,” tegasnya.

Menurut Herdiat, penggunaan alsintan bukan hanya membantu petani menghadapi persoalan tenaga kerja dan ketersediaan air. Tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong modernisasi pertanian.

Ia berharap penggunaan mesin pertanian dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Mengurangi ketergantungan terhadap tenaga manual serta meningkatkan kualitas hasil pertanian.

“Jangan hanya mengandalkan tenaga manual, tetapi harus mulai beralih dari manual ke mesin dan teknologi,” katanya.

Selain persoalan pertanian, Herdiat juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan sumber air. Ia menilai keberlanjutan sektor pertanian sangat berkaitan dengan kondisi lingkungan.

Ia mencontohkan berkurangnya sumber air di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Cikadongdong yang berada di sekitar Gunung Sawal. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pengingat agar masyarakat menjaga hutan dan melakukan penghijauan.

“Kalau menebang satu pohon, tanam sepuluh. Penghijauan juga penting agar pertanian ini berkelanjutan,” ujarnya.

Bantuan Sektor Pertanian

Sementara itu, Rina Sa’adah mengatakan total bantuan sektor pertanian. Yang telah disalurkan dan masih dalam rangkaian program untuk Kabupaten Ciamis mencapai sekitar Rp2 miliar.

Bantuan tersebut tidak hanya berupa traktor dan pompa, tetapi juga mencakup mesin panen. Mesin perontok, bibit serta sejumlah sarana pertanian lainnya.

Rina mengatakan penyaluran bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis dan diberikan kepada kelompok tani yang telah terverifikasi.

“Kami sudah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis. Jadi kita salurkan kepada kelompok tani yang sudah terverifikasi sehingga penyalurannya bisa tepat sasaran,” ujar Rina.

Baca Juga: Di Ciamis tidak Ada Peredaran Beras Fortifikasi

Ia menambahkan sejumlah bantuan lain masih dalam proses finalisasi, termasuk irigasi tersier dan embung. Penerima bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta usulan pemerintah daerah.

Rina berharap bantuan tersebut dapat membantu petani menghadapi kondisi kemarau sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan bantuan sarana pertanian. Ia berharap petani Ciamis dapat semakin mudah dalam menjalankan usaha tani dan meningkatkan produktivitas.

(Mia)

KA Banjar-Cijulang Direaktivasi, Ini Target Disparbud Pangandaran 

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Dadan Sugistha.(fokusjabar.id/Sajidin)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Rencana reaktivasi jalur kereta api Banjar-Cijulang diharapkan membawa dampak besar bagi sektor pariwisata Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

‎Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran menilai keberadaan jalur tersebut nantinya dapat menjadi alternatif transportasi bagi wisatawan sekaligus mempermudah akses menuju sejumlah destinasi wisata.

‎Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Dadan Sugistha mengatakan pihaknya sangat mendukung rencana reaktivasi tersebut.

Baca Juga: Antara Doa Ibu dan Beban Bupati Pangandaran

‎”Reaktivasi itu menjadi pilihan moda transportasi bagi wisatawan yang akan ke Pangandaran. Tentunya kami sangat mendukung karena nanti akan mempermudah dan mempercepat wisatawan yang akan menuju Pangandaran,” ujar Dadan di ruang kerjanya Senin, (21/9/2026).

‎Menurutnya, kemudahan akses tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga membuat wisatawan lebih lama berada di Pangandaran.

‎Untuk itu, Pemkab Pangandaran akan mendorong pengembangan destinasi wisata yang saat ini tingkat kunjungannya masih relatif rendah.

‎”Kita juga nanti mengembangkan destinasi-destinasi yang saat ini tingkat kunjungannya masih sedikit. Tentunya nanti kita tingkatkan, kembangkan,” katanya.

‎Pengembangan destinasi tersebut dilakukan agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan tempat yang dapat dikunjungi.

‎Dengan semakin banyak pilihan, wisatawan diharapkan tidak hanya menghabiskan waktu satu hari di Pangandaran.

‎”Pengembangan destinasi itu dalam rangka memberikan pilihan ketika ada wisatawan dan dengan harapan lama tinggal wisatawan itu juga meningkat. Mudah-mudahan nanti minimal tiga hari,” ujarnya.

Baca Juga: Sebelum Jadi Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami Pernah Jual Keripik Sukun hingga Tidur di Masjid

‎Selain itu, reaktivasi kereta juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan pada hari kerja atau weekday.

‎Selama ini, kunjungan wisatawan ke Pangandaran masih banyak bertumpu pada akhir pekan.

‎”Kunjungan di weekday kita masih sedikit, masih bertumpu pada weekend. Mudah-mudahan dengan adanya reaktivasi, di weekday-nya juga meningkat,” katanya.

(Sajidin)