spot_imgspot_img
Minggu 22 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 48

Wafatnya Try Sutrisno, Wakil Ketua MPR RI Sampaikan Duka Cita

0
Try Sutrisno@fokusjabar.id
(Foto: mpr.go.id)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyampaikan duka cita atas wafatnya Try Sutrisno. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia periode 1993–1998, yang meninggal dunia pada usia 90 tahun. Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi bangsa.

Dalam pernyataannya, Ibas mengawali dengan doa, “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.”

Ia juga menyampaikan penghormatan mendalam atas pengabdian almarhum. “Berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Wapres Try Sutrisno. Sosok yang tidak hanya menjadi pemimpin nasional, tetapi juga teladan dalam menjaga nilai-nilai konstitusi,”.

Baca Juga: Biografi Singkat Wakil Presiden RI Ke-6, Try Sutrisno dan Perannya bagi Indonesia

“Dalam setiap pengabdiannya, beliau selalu memperjuangkan konstitusi negeri demi keadilan dan kemakmuran rakyat luas. Dedikasi tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan demokrasi dan kehidupan berbangsa kita.” ucap Ibas.

Menurut Ibas, warisan pemikiran dan semangat pengabdian almarhum menjadi tanggung jawab generasi penerus. Dan memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan pemikiran dan pengabdiannya.

“Apa yang telah di wariskan bukan hanya sejarah. Tetapi juga arah dan semangat untuk terus membangun Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan berpihak kepada rakyat. Semoga nilai-nilai perjuangan itu terus hidup dan menjadi inspirasi bagi kami, generasi anak bangsa,” ucapnya.

Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno Pejuang Sejati

Ia menegaskan peran almarhum sebagai tokoh bangsa juga pejuang sejati, patriot, dan nasionalis yang selalu berpikir untuk kemajuan negeri.

Ketulusan, keberanian, serta komitmen almarhum dalam mengabdi kepada bangsa dan negara merupakan warisan yang tak ternilai.

“Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, namun semangat juangnya akan terus hidup. Dalam setiap langkah pembangunan bangsa ke depan,” sebut anggota DPR RI Jawa Timur Dapil VII dari Fraksi Partai Demokrat ini.

“Allahummaghfirlahu warhamhu, wa’afihi wa’fu’anhu. Kami juga mendoakan agar keluarga besar Bapak Wakil Presiden Try Sutrisno. Di berikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan dalam menghadapi duka ini,” ucapnya.

Karier Tokoh Bangsa

Semasa hidupnya, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno merupakan lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat tahun 1959, Ia pernah menjabat sebagai. Kepala Staf Angkatan Darat (1986–1988), Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (1988–1993) kemudian menjadi Wakil Presiden RI.

Ibas turut hadir dalam upacara pemakaman kenegaraan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Prosesi berlangsung khidmat dengan penghormatan militer sebagai bentuk apresiasi atas jasa almarhum.

Baca Juga: Indonesia Berduka Atas Berpulangnya Mantan Wapres Try Sutrisno

Peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih di iringi Pasukan Pengamanan Presiden menuju liang lahad. Upacara tersebut menegaskan penghargaan negara atas pengabdian panjangnya.

Sejumlah tokoh nasional hadir, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Jusuf Kalla, dan Boediono, bersama pimpinan lembaga negara serta masyarakat.

Kepergian Try Sutrisno meninggalkan keteladanan dalam kepemimpinan dan komitmen pada konstitusi. Ibas menekankan bahwa nilai perjuangan almarhum akan terus menjadi inspirasi dalam membangun Indonesia yang adil dan sejahtera.

(Jingga Sonjaya) 

Menu MBG Berkutu di Rajapolah Tasikmalaya, Ketua DPRD: Tutup Saja Dapurnya

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Kolase: Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Budi Ahdiat dan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepulloh.(Dokumen)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Menyikapi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) jenis kurma berkutu di Pesangrahan yang di sajikan dapur Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggungjaya di Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Budi Ahdiat menegaskan bahwa jika benar menu MBG jenis kurma berkutu maka lebih baik dapur SPPG tersebut di tutup saja.

“Cukup dapur itu saja, kalau memang begitu tutup saja. Jangan merusak dapur yang bagus dan masalah ini menjadi isu nasional,” ungkap Budi Ahdiat, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga: Waduh! Menu MBG Berkutu di Rajapolah Tasikmalaya

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepuloh mengaku kecewa dengan dapur SPPG di Rajapolah yang menyajikan menu MBG dengan kurma yang berkutu.

“Jelas kecewa, dan harus di evaluasi secara menyeluruh.
Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya dan Kecamatan semestinya harus bergerak untuk kroscek ke SPPG tersebut,” tegasnya.

Dengan Satgas MBG yang turun langsung ke SPPG yang bersangkutan di Rajapolah yaitu untuk memastikan benar atau tidaknya kejadian menu MBG yang menyajikan kurma berkutu.

“Kalau memang benar terjadi menu MBG kurma berkutu, maka jelas harus ada sanksi yang di berikan sesuai aturan yang ada,” tuturnya.

Ada Apa Ketua Satgas MBG Tak Respon?

Sedangkan, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tasikmalaya, Ruby Azhara saat di konfirmasi melalui WhatAap terkait adanya laporan menu MBG berkutu di Rajapolah, hingga berita ini publis belum juga memberikan keterangan.

Sebelumnya, Tasikmalaya Progressive Society (TPS) mendapat laporan. Bahwa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pesangrahan Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya berkutu dan tidak layak di konsumsi.

“Menu MBG yang di sajikan oleh salah satu dapur SPPG di Rajapolah, jenis kurma ada kutunya. Juga tidak layak untuk di konsumsi. Katanya makanan bergizi tapi tidak higienis,” ungkap Ketua Tasikmalaya Progressive Society (TPS), Dadi Abidarda, Selasa (3/3/2026).

Terkait hal tersebut, lanjut Dadi, mungkin di karenakan kurangnya pengawasan dari pihak Satgas MBG. Selain itu bisa saja dapur SPPG yang menyajikannya tidak memikirkan higienis tapi keuntungan ekonomi saja.

“Kalau targetnya tidak mencari keuntungan yang lebih, pastinya tidak akan memberikan menu MBG yang di dalamnya sudah ada kutu. Bahkan menurut laporan ada belatungnya juga, ini videonya juga ada kurma ada kutunya,” tegasnya.

Satgas MBG Kemana Saja?

Dengan demikian, Dadi meminta adanya evaluasi dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Juga Satgas MBG terhadap dapur-dapur SPPG yang nakal dan tidak higienis.

Baca Juga: Selain PBG, Ratusan Dapur MBG di Tasikmalaya Tak Kantongi IPAL

“Satgas MBG seharusnya cepat bergerak, katanya ada kordinator wilayah di tiap Kecamatan. Tapi mana kerja mereka, tetap saja terjadi menu MBG yang tidak di harapkan,” tuturnya.

Selain itu, Dadi juga berharap Satgas MBG bersama seluruh korwilnya, kroscek terhadap seluruh dapur SPPG. Yang berada di wilayahnya masing-masing, jangan hanya namanya saja yang ada.

“Coba cek itu menu MBG sampai tidak di angka Rp10 ribu per porsi?, selanjutnya ingatkan juga. Bahwa dapur SPPG mayoritas belum memiliki IPAL dan PBG, beri pemahaman dong malu sama rakyat,” ucap Dadi Abidarda.

(Nanang Yudi)

Polres Tasikmalaya Turun Tangan Stabilkan Harga, Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Singaparna

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Pasar Murah yang digelar Polres Tasikmalaya di halaman Masjid Baiturrahman Singaparna, diserbu masyarakat (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Lonjakan harga kebutuhan pokok selama Ramadan mendorong jajaran Polres Tasikmalaya bergerak cepat. Institusi kepolisian itu menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di halaman Masjid Agung Baiturrahman Singaparna, Selasa (3/3/2026), untuk membantu warga mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Sejak dibuka, ratusan warga langsung memadati lokasi. Mereka mengantre di sejumlah stan sembako yang menawarkan harga di bawah pasaran. Dalam waktu singkat, berbagai komoditas ludes terjual.

Baca Juga: Sambut Ramadan 1447 H, JNE Hadirkan Promo Mudik, Diskon Ongkir hingga Aksi Sosial Lewat Program “BERGEMA”

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, menegaskan bahwa GPM menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tertekan.

“Kami melihat daya beli masyarakat menurun akibat kenaikan harga. Karena itu, kami menghadirkan komoditas pangan murah dan berkualitas agar warga tidak terbebani,” ujarnya.

Ia menambahkan, jajaran kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif membantu stabilitas ekonomi daerah. Melalui pasar murah ini, pihaknya ingin memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyediakan sembilan komoditas utama dengan harga kompetitif. Beras SPHP dijual Rp11.500 per kilogram, minyak goreng Rp15.000 per liter, daging sapi Rp140.000 per kilogram, daging ayam Rp54.000 per dua kilogram, telur ayam Rp28.000 per kilogram, cabai Rp50.000 per kilogram, bawang merah dan putih Rp36.000 hingga Rp40.000 per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.

Sinergi Antara Polisi dan Masyarakat

GPM ini juga menindaklanjuti arahan Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, yang mendorong penguatan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Antusiasme warga terlihat jelas. Wiwin (30), salah seorang pembeli, mengaku sangat terbantu dengan selisih harga yang cukup signifikan.

“Alhamdulillah sangat membantu. Saya beli beras, telur, dan minyak goreng karena harganya lebih murah dibanding pasar,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut selama Ramadan agar masyarakat kecil tetap bisa memenuhi kebutuhan dapur dengan harga yang lebih bersahabat.

Melalui langkah ini, Polres Tasikmalaya tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi di bulan suci.

(Seda)

Cap Go Meh 2577 di Hok Tek Bio Ciamis, Harmoni Imlek dan Ramadan Berpadu Hangat

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Foto: atraksi Barongsai dan Liong dari Grup Koi Suci Semarang

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Perayaan Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kelenteng Hok Tek Bio Ciamis, Selasa (3/3/2026), menghadirkan suasana berbeda. Hari ke-15 yang menjadi penutup rangkaian Imlek tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan, sehingga nuansa perayaan terasa lebih hangat dan penuh toleransi.

Sejak pukul 15.00 WIB, warga mulai memadati area kelenteng. Banyak pengunjung memanfaatkan momen tersebut untuk ngabuburit sambil menyaksikan atraksi Barongsai dan Liong dari Grup Koi Suci Semarang. Tabuhan tambur menggema, berpadu sorak penonton yang antusias menyambut setiap gerakan lincah para pemain.

Baca Juga: Warga Serbu GPM Polres Ciamis, Bahan Pokok Dijual di Bawah Harga Pasar

Ketua Makin Ciamis, Andi Senjaya, menjelaskan bahwa Cap Go Meh bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Konghucu.

“Cap Go Meh merupakan hari ke-15 atau penutup Tahun Baru Imlek. Tradisi di kelenteng selalu menghadirkan barongsai sebagai simbol kebahagiaan sekaligus penolak bala,” ujarnya.

Ia menambahkan, barongsai dalam tradisi Tionghoa berkaitan dengan kisah kilin, makhluk mitologi pembawa pertanda baik. Sementara liong atau naga melambangkan kekuatan dan semangat hidup.

“Liong bagi kami simbol kekuatan dan kebesaran,” katanya.

Panitia menyesuaikan seluruh rangkaian acara dengan suasana Ramadan. Mereka mengatur agenda makan bersama setelah waktu berbuka sebagai bentuk penghormatan kepada umat Islam yang menjalankan puasa.

“Kami sudah berkoordinasi dan tetap menghargai saudara Muslim. Buka bersama juga kami lakukan setelah azan magrib,” jelas Andi.

Kirab Gotong Toa Pe Kong

Memasuki malam hari, kemeriahan berlanjut dengan kirab Gotong Toa Pe Kong yang mengelilingi sejumlah ruas jalan di sekitar kelenteng, mulai dari Jalan Ampera, Jalan RE Martadinata, Jalan Yos Sudarso, hingga Jalan Pemuda sebelum kembali ke titik awal. Atraksi Barongsai dan Liong kembali tampil pukul 21.00 WIB, lalu rangkaian acara ditutup dengan ibadah Shang Yuan pada pukul 23.00 WIB.

Bagi warga, Cap Go Meh bukan hanya tontonan budaya, tetapi juga ruang kebersamaan. Fabiola Finda Utami (33), warga Maleber Ciamis, datang bersama anaknya untuk menyaksikan pertunjukan sambil menunggu waktu berbuka.

“Anak saya suka liong, jadi sekalian lihat. Seru banget walaupun sempat agak takut. Tahun lalu saya tidak sempat datang, sekarang senang bisa ikut meramaikan,” tuturnya.

Menurutnya, suasana tahun ini terasa lebih istimewa karena perayaan berlangsung beriringan dengan Ramadan.

“Sekalian ngabuburit, jadi makin ramai. Keren sekali,” katanya.

Cap Go Meh 2577 di Ciamis pun menjadi gambaran nyata harmoni budaya. Tradisi Tionghoa dan suasana Ramadan berjalan berdampingan dalam semangat saling menghormati dan menjaga kebersamaan.

(Mia)

Dua Sapi Mati Terperosok Goa, Tabungan Kuliah Anak Petani Pangandaran Lenyap

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Evakuasi dua sapi milik Eman warga Desa Cimerak, Kabupaten Pangandaran di dalam goa (istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ujian berat menimpa Eman Rukmana, warga Dusun Cidadap, Desa Cimerak, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Di saat ia menabung harapan untuk menyekolahkan anaknya ke bangku kuliah, dua ekor sapi miliknya justru mati setelah terperosok ke lubang goa di kebunnya sendiri, Minggu (1/3/2026) lalu.

Bagi Eman, sapi bukan sekadar ternak. Dua sapi berukuran besar itu menjadi tabungan hidup, hasil kerja keras bertahun-tahun, sekaligus sandaran masa depan sang anak. Ia merawatnya setiap hari dengan telaten, sambil menyimpan mimpi suatu saat bisa menjualnya untuk biaya pendidikan.

Baca Juga: Kapolres Pangandaran Tinjau Pembangunan Rutilahu, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Musibah terungkap saat pagi masih basah oleh embun. Sekitar pukul 08.00 WIB, istri Eman berjalan ke kandang yang berada cukup jauh dari rumah, di area kebun milik mereka. Ia hendak memberi pakan seperti biasa. Namun sesampainya di sana, kandang sudah kosong.

“Sekitar jam 08.00 istri saya ke kandang untuk memberi pakan. Tapi dua sapi sudah tidak ada,” ujar Eman, Selasa (3/3/2026).

Kecurigaan pertama mengarah pada pencurian. Namun Eman memilih menelusuri jejak telapak kaki sapi yang masih tampak jelas di tanah. Ia mengikuti jejak itu hingga menemukan sebuah lubang goa tak jauh dari kebun.

“Saya lihat bekas telapak kaki, lalu kami ikuti. Di situ ada lubang jalur goa. Ternyata kedua sapi saya ada di sana,” katanya.

Medan di sekitar goa cukup curam dan sempit. Kedua sapi itu terperosok dan terjepit di dalamnya. Satu ekor mati di tempat, sementara satu lainnya masih hidup namun dalam kondisi terhimpit.

Gotong Royong Warga Melakukan Evakuasi

Eman segera meminta bantuan warga. Puluhan tetangga berdatangan dan bergotong royong melakukan evakuasi. Di tengah kebun yang sunyi, suasana haru bercampur tegang menyelimuti proses penyelamatan.

Warga bergantian menarik tubuh sapi menggunakan alat penderek manual. Ruang goa yang sempit menyulitkan gerak. Setiap tarikan membutuhkan tenaga ekstra dan kesabaran panjang.

“Goanya kecil dan dalam, itu yang membuat kami kesulitan. Satu sapi mati di tempat, satu lagi masih hidup,” jelas Eman.

Karena posisi yang terdesak dan kondisi hewan yang semakin lemah, warga akhirnya menyembelih sapi yang masih hidup di dalam goa agar tidak semakin tersiksa sekaligus mempermudah proses evakuasi.

“Yang masih hidup kami dahulukan. Kalau yang sudah mati itu paling besar jadi lebih sulit. Terima kasih kepada warga yang sudah membantu,” ucapnya lirih.

Proses evakuasi berlangsung berjam-jam. Asep, salah satu warga yang ikut membantu, datang sekitar pukul 09.00 WIB setelah menerima kabar.

“Kami langsung ke lokasi dan bantu evakuasi. Sapinya besar-besar jadi susah. Sekitar pukul 13.31 WIB baru selesai,” katanya.

Di balik keberhasilan mengangkat bangkai dan daging sapi dari dasar goa, tersimpan kepedihan mendalam. Dua sapi itu menjadi rencana utama Eman untuk membiayai pendidikan anaknya ke jenjang lebih tinggi.

“Itu rencananya untuk modal anak kuliah. Tapi kami tetap bersabar. Mudah-mudahan ada rezeki lagi supaya anak saya tetap bisa sekolah lebih tinggi,” ujarnya.

Harapan itu memang sempat terperosok bersama sapi-sapinya. Namun semangat Eman belum runtuh. Ia memilih bangkit, menata kembali rencana, dan menggenggam doa agar masa depan anaknya tetap menemukan jalan.

(Sajidin)

Sambut Ramadan 1447 H, JNE Hadirkan Promo Mudik, Diskon Ongkir hingga Aksi Sosial Lewat Program “BERGEMA”

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kegiatan Bagi-bagi Takjil JNE dengan anak-anak Yatim Piatu untuk saling berbagi di Kantor JNE Pusat (ist JNE)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Menyambut Ramadan 1447 H, JNE kembali menghadirkan beragam program spesial bagi masyarakat. Momentum bulan suci ini dimanfaatkan perusahaan logistik nasional tersebut untuk memperkuat semangat berbagi melalui tema “BERGEMA” (Bergerak Bersama untuk Sesama).

Melalui program ini, JNE mengajak pelanggan ikut menyebarkan kebahagiaan lewat promo pengiriman, aktivasi digital, hingga kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

Baca Juga: Waduh! Menu MBG Berkutu di Rajapolah Tasikmalaya

Promo Kirim Motor untuk Pemudik

Sebagai dukungan bagi masyarakat yang ingin mudik tanpa repot membawa kendaraan, JNE menghadirkan promo spesial melalui layanan JTR (JNE Trucking). Pelanggan bisa menikmati cashback Rp200.000 untuk pengiriman sepeda motor kategori <130cc, >130cc–200cc, dan >200cc–300cc dengan rute Sumatera (Bandar Lampung dan Palembang), Jawa, serta Bali.

Promo ini berlaku saat arus mudik pada 5–18 Maret 2026 dan arus balik pada 23–29 April 2026.

THR untuk Member JLC dan Diskon Ongkir

JNE juga memanjakan member JNE Loyalty Card (JLC) melalui program THR JLC. Pelanggan memperoleh double point untuk pengiriman layanan YES dan Reguler tujuan nasional dengan minimal transaksi Rp250.000 selama periode 1–20 Maret 2026.

Tak hanya itu, JNE memberikan diskon ongkir 30 persen untuk pengiriman reguler dalam kota di wilayah Jawa dan Bali pada 22–24 Maret 2026.

SVP Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, menegaskan bahwa Ramadan menjadi momen tepat untuk memperkuat kedekatan dengan pelanggan melalui berbagai kemudahan layanan.

Bazar Ramadan hingga Diskon 35 Persen

Ramadan tahun ini juga semakin semarak dengan kehadiran program Pasangan Oleh-oleh Nusantara (PESONA) lewat Bazar Ramadan JNE yang berlangsung pada 11–13 Maret 2026 di Kantor Pusat JNE, Jalan Tomang Raya No 11, Jakarta Barat.

Bazar ini menyediakan sembako, kue kering, makanan ringan, dan aneka camilan. Selain itu, PESONA menghadirkan Festival Jajanan Pesona (FJP) dengan diskon 35 persen untuk lebih dari 100 produk selama periode 23 Februari–4 Maret 2026.

Program THR JNE Roket hingga Potongan 80 Persen

Layanan JNE Roket juga ikut memeriahkan Ramadan dengan program THR berupa potongan ongkir hingga 80 persen menggunakan kode promo THRROKET2026. Program ini berlaku di 54 kota di seluruh Indonesia pada 23 Februari–8 Maret 2026.

Harmoni Ramadan dan Aksi Sosial

Sebagai wujud syukur, JNE menggelar kegiatan “Harmoni Ramadan” dengan buka puasa bersama Yayasan Yatim Baitul Hilmi di Jakarta. Acara tersebut menghadirkan tausiyah dari Habib Isa Al Kaff serta penampilan Vikri and My Magic & Friends.

JNE juga menyiapkan door prize bernilai puluhan juta rupiah. Kemudian Grand Prize berupa ibadah umrah bagi karyawan yang disebut Ksatria dan Srikandi JNE.

Sepanjang Ramadan, JNE turut menjalankan program berbagi takjil, buka puasa bersama anak yatim. Serta menyalurkan bantuan CSR ke berbagai yayasan panti asuhan di seluruh kantor cabang di Indonesia.

Memasuki usia ke-35 tahun, JNE terus menguatkan semangat Connecting Happiness. Melalui tema BERGEMA, perusahaan ingin memastikan setiap pelanggan merasakan kemudahan dalam mengirimkan paket sekaligus menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat luas.

(Seda)

Kapolres Pangandaran Tinjau Pembangunan Rutilahu, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Kapolres Pangandaran Tinjau Pembangunan Rutilahu, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari menunjukkan komitmen nyata kepedulian sosial dengan turun langsung meninjau pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Pangandaran, Selasa (3/3/2026).

AKBP Ikrar mengunjungi rumah Dinem (81), buruh tani warga Dusun Cihideung, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang. Ia juga mendatangi rumah Karsodi (74) dan Konih (54), buruh harian lepas yang tinggal di Dusun Cipari, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih.

Baca Juga: Bupati Pangandaran Tinjau Korban Bencana di Padaherang 

Selama sepekan, jajaran Polres Pangandaran mengerjakan pembangunan rutilahu tersebut. Kapolri beserta jajaran Polda Jabar akan menggelar peresmian serentak pada 4 Maret 2026.

Dalam peninjauan itu, Kapolres bersama sejumlah pejabat utama, termasuk Kasat Binmas AKP Didi Sutardi. Ia memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus memverifikasi langsung kondisi rumah penerima bantuan.

“Kami turun langsung untuk melihat kondisi bangunan dan memastikan penerima bantuan benar-benar memenuhi kriteria. Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu meringankan beban sosial masyarakat,” ujar Ikrar.

Ketiga penerima bantuan hidup dalam kondisi ekonomi terbatas. Di usia senja, Dinem dan Karsodi masih mengandalkan pekerjaan sebagai buruh tani dan buruh harian untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sementara Konih juga bertahan dengan penghasilan tidak tetap. Kondisi rumah mereka sebelumnya memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan segera agar lebih aman dan layak huni.

Program rutilahu ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan dinas sosial setempat. Sinergi tersebut memastikan aspek administrasi, teknis pembangunan, hingga validasi penerima berjalan transparan dan tepat sasaran.

Melalui program ini, Polres Pangandaran menegaskan peran institusi kepolisian sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, sekaligus mitra sosial yang aktif meningkatkan kesejahteraan warga.

(Sajidin)