spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 43

Festival Kaulinan Lembur Ciamis Hadirkan Edukasi Budaya, Parenting, dan Permainan Tradisional

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Festival Kaulinan Lembur Ciamis Hadirkan Edukasi Budaya, Parenting, dan Permainan Tradisional

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Suara kawih kaulinan Sunda menggema memecah kesunyian Lembur Kaulinan Cibunar, Sakola Motèkar, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Sabtu (4/7/2026). Sebanyak 150 peserta dari berbagai kelompok usia mulai anak PAUD, pelajar, mahasiswa, hingga kalangan ibu-ibu larut dalam kegembiraan mengikuti Festival Kaulinan Lembur garapan Yayasan Sarasa Duduluran Salawasna.

Berbeda dengan selebrasi pada umumnya, panitia mengawali kegiatan lewat prosesi Medar Kaulinan. Agenda ini menyajikan permainan tradisional Sunda secara kolosal dengan iringan kawih kaulinan, seperti Oray-orayan, Surser, hingga Paciwit-ciwit Lutung. Kolaborasi apik dua kelompok seni tradisi, Swaranarasa dan Dangiang Gentra Wirahma Galuh, sukses menghidupkan suasana sebagai pengiring musik sekaligus pemandu gerak para peserta.

Baca Juga: Kecamatan Cijeungjing Sukses Pertahankan Gelar Juara Umum PORSADIN VIII Ciamis

Usai sesi kolosal, para peserta menyebar ke sejumlah pos permainan tradisional. Mereka menjajal langsung permainan sapintrong, egrang, bakiak, congklak, hingga bekles. Menariknya, pemandu pada setiap pos menyelipkan penjelasan mendalam mengenai makna filosofis permainan, seperti nilai gotong royong, sportivitas, ketelitian, keseimbangan, kebersamaan, dan kepemimpinan. Konsep edutainment ini berhasil memadukan hiburan dan edukasi moral yang menyenangkan.

Acara ini juga memikat perhatian kalangan akademisi. Rombongan mahasiswa dari Universitas Brawijaya, Universitas Pendidikan Indonesia (Bandung dan Tasikmalaya), Universitas Siliwangi, Universitas Perjuangan Tasikmalaya, serta Universitas Islam Darussalam Ciamis turut hadir untuk mempelajari praktik pemajuan kebudayaan berbasis masyarakat di kampung ini.

Petinggi daerah juga tampak menghadiri lokasi, antara lain Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis beserta Kepala Bidang Kebudayaan, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ciamis.

Pemerintah Daerah Layangkan Apresiasi Tinggi

Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dian Budiyana, memuji konsistensi Yayasan Sarasa Duduluran Salawasna dalam merawat kebudayaan daerah lewat cara-cara yang inovatif.

“Kegiatan Festival Kaulinan Lembur ini menjadi sesuatu yang luar biasa. Sebab kegiatan ini hadir sebagai pembeda di tengah arus modernisasi yang terus-menerus menggerus budaya dan tradisi kita. Upaya inovatif yang konsisten dilakukan ini kemudian mendapatkan perhatian dari banyak daerah. Sehingga peserta dan relawan yang hadir pun tidak hanya dari Ciamis, tetapi juga Tasikmalaya, Bandung, Sukabumi, Banjar, Pangandaran, dan daerah lainnya. Hal ini tentunya sangat pantas untuk diapresiasi oleh kami, karena Yayasan Sarasa Duduluran Salawasna telah mengharumkan nama baik Ciamis,” papar Dian.

Benteng Karakter Anak dan Solusi Mengurangi Ketergantungan Gawai

Ketua Pelaksana Kegiatan, M. Rizky Ramdani, memjelaskan Festival Kaulinan Lembur merupakan bagian dari ikhtiar panjang lembaganya dalam mengembangkan Lembur Kaulinan Cibunar sebagai ruang belajar budaya. Pihaknya memosisikan permainan tradisional bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan instrumen pendidikan yang adaptif untuk menjawab problem sosial anak-anak zaman sekarang.

Rizky menilai kaulinan barudak efektif menekan ketergantungan anak terhadap gawai dan memperluas interaksi sosial. Terlebih merangsang aktivitas fisik, serta mendekatkan kembali sang anak dengan ekosistem budayanya. Lewat permainan ini, anak-anak bergerak aktif, bekerja sama, dan mengasah kreativitas.

Selain itu, gerakan mandiri ini juga menerapkan metode parenting berbasis budaya. Panitia melibatkan para orang tua untuk ikut bermain dan bernyanyi bersama anak-anak mereka. Tunjuannya membangun kehangatan keluarga sekaligus menanamkan empati, disiplin, dan cinta budaya lokal sejak dini.

Kini, perjuangan mandiri yang berjalan bertahun-tahun tersebut mendapatkan suntikan dana segar dari negara. Lembaga ini berhasil meloloskan diri dalam Program Layanan Fasilitasi Bidang Kebudayaan kategori Dukungan Institusional dari Dana Abadi Kebudayaan (Dana Indonesiana). Stimulus ini menjadi energi baru untuk memperkuat tata kelola organisasi agar manfaat Lembur Kaulinan Cibunar dapat meluas dan menginspirasi daerah lain.

“Kami berharap apa yang tumbuh dari sebuah kampung kecil di Cibunar ini dapat menginspirasi lebih banyak komunitas. Bahwa permainan tradisional bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi dapat menjadi solusi masa kini. Dengan membangun karakter anak, memperkuat keluarga melalui parenting berbasis budaya dan menggerakkan masyarakat. Sekaligus menjaga kebudayaan tetap hidup di tengah arus modernisasi,” pungkas Rizky.

(Motekar)

Garut Borong Penghargaan PKJB 2026 Tingkat Jawa Barat

0
Garut PKJB 2026 fokusjabar.id
Bupati Garut saat menyerahkan penghargaan

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) menorehkan prestasi gemilang di tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menyerahkan secara simbolis sejumlah penghargaan tersebut saat apel gabungan di Lapangan Setda, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (6/7/2026).

BACA JUGA:

Pemkab Garut-Lapas Kelas IIB Tingkatkan Layanan Kesehatan Warga Binaan

Apresiasi pertama di berikan atas pencapaian Dekranasda Kabupaten Garut dalam ajang Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2026 yang di gelar pada 26-28 Juni 2026 di Trans Studio Mall dan Trans Convention Center, Bandung.

Dalam ajang bergengsi tersebut, Dekranasda Garut sukses menyabet Juara 3 Fashion Show se-Jawa Barat. Penghargaannya di serahkan kepada Ketua Dekranasda, Tinneke Hermina serta Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM), Ridwan Effendi.

BACA JUGA:

Raden Ayu Lasminingrat Inspirasi Wanoja Gatra

Selain itu, Kabupaten Garut juga membawa pulang penghargaan Juara Stand Terbaik Pameran PKJB 2026. Secara simbolis di terima oleh Zocha sebagai perwakilan Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Bupati Garut bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, rentetan prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa Garut memiliki potensi besar yang di akui secara objektif oleh pihak luar.

Bupati berharap, penghargaan ini dapat menjadi pemantik untuk terus mendorong kreasi-kreasi kerajinan di tengah masyarakat Garut.

Terkait kemenangan di bidang fashion show, ia berpesan agar momentum ini tidak hanya di maknai sebagai upaya berpenampilan rapi dan menarik di luar saja. Melainkan juga menanamkan kebiasaan tampil bersih dan tertata di lingkungan keluarga.

“Pesan saya, fashion show bukan hanya semata-mata kita menyiapkan diri untuk membuat orang bahagia karena dia melihat kita rapi, bersih, tertata dengan baik. Tolong penampilan itu bukan hanya untuk orang lain tapi untuk keluarga di rumah juga,” lanjutnya.

BACA JUGA:

Nelayan Pantai Santolo Garut “Ngarumat Sagara Ngamumule Budaya Basisir”

Tidak hanya di sektor kerajinan dan kreatif, Pemkab Garut juga menorehkan prestasi emas di bidang pelayanan publik.

Bupati Garut menyerahkan Penghargaan Gubernur Jawa Barat kepada Disdamkar Kabupaten Garut atas Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub Urusan Kebakaran Tahun 2025.

Dalam penghargaan ini, Disdamkarmat Garut berhasil meraih nilai sempurna dengan kategori Tuntas Paripurna.

“Saya berikan apresiasi kepada Damkar yang sudah selama ini mewujudkan kinerja yang sangat baik. Melayani masyarakat dengan cepat, sigap, efektif dan efisien. Sehingga masalah yang ada di masyarakat bisa di selesaikan,” ucapnya.

Menurut Bupati, keterbatasan sarana, prasarana, peralatan hingga kuantitas SDM yang di hadapi saat ini terbukti tidak menjadi penghalang bagi personel Damkar untuk tetap memberikan dedikasi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

(Bambang Fouristian)

Pemkab Garut-Lapas Kelas IIB Tingkatkan Layanan Kesehatan Warga Binaan

0
pemkab garut warga binaan fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut jalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB terkait peningkatan pelayanan dan pembinaan kesehatan Warga Binaan Pemasyarakatan.

Kesepakatan ini di kukuhkan melalui penandatanganan MoU oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Senin (6/7/2026).

BACA JUGA:

Nelayan Pantai Santolo Garut “Ngarumat Sagara Ngamumule Budaya Basisir”

Bupati Garut menegaskan, kerja sama ini merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab Pemda terhadap seluruh warga. Tak ter kecuali mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.

“Pemkab Garut akan membantu dalam memberikan pelayanan kepada warga binaan di Lapas,” kata Bupati.

Syakur menegaskan, pemenuhan hak kesehatan bagi warga binaan mutlak di berikan. Status hukum yang sedang di jalani tidak boleh menjadi pembatas untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak.

“Tentu saja, mereka itu adalah orang yang mengalami sebut saja satu permasalahan dan kita tidak boleh membiarkan apalagi menyangkut kesehatannya,” tegas Syakur.

BACA JUGA:

Raden Ayu Lasminingrat Inspirasi Wanoja Gatra

Bupati Garut menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk segera menindaklanjuti kesepakatan ini dengan aksi nyata di lapangan. Ia meminta agar pelayanan yang di lakukan secara optimal dan tanpa diskriminasi.

Melalui sinergi ini, di harapkan derajat kesehatan para warga binaan di Lapas Kelas IIB Garut dapat lebih terjamin. Baik dari segi pencegahan, pengobatan hingga pembinaan pola hidup sehat selama berada di dalam lembaga pemasyarakatan.

(Bambang Fouristian)

Tower yang Tewaskan Dua Pekerja di Banjar Akhirnya Dievakuasi, Seluruh Material Dibawa ke Polres

0
Banjar, FOKUSJabar,id
Caption: Petugas gabungan sedang membersihkan puing-puing tower. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan PLN Kota Banjar bergerak cepat mengevakuasi sisa material besi tower di halaman Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Banjar, Senin (6/7/2026).

Pihak BPKPD melayangkan permintaan evakuasi tersebut sebagai langkah lanjutan pasca-insiden robohnya tower saat proses pembongkaran beberapa hari lalu. Peristiwa nahas tersebut sebelumnya telah merenggut dua orang korban jiwa.

Baca Juga: Tower Bekas Aset Pemkot Banjar Ambruk, Dua Pekerja Tewas di Tempat

Sekretaris BPBD Kota Banjar, Asep Setiadi, membenarkan bahwa BPKPD mengirimkan permohonan bantuan secara resmi untuk membersihkan puing-puing besi yang masih berserakan di lokasi kejadian. Guna mempercepat proses, BPBD langsung menerjunkan personel bersama tim dari DLH dan PLN Kota Banjar.

“Kami menerima permohonan bantuan dari BPKPD untuk melakukan evakuasi material tower. Selanjutnya BPBD berkoordinasi dengan DLH dan PLN agar proses pembersihan dapat berjalan secara aman dan cepat,” ujar Asep.

Angkut Puing Menuju Markas Kepolisian

Di lapangan, para petugas bahu-membahu mengangkat potongan besi tower menggunakan kendaraan operasional serta berbagai peralatan pendukung. Tim gabungan mempercepat pembersihan ini agar lingkungan perkantoran kembali steril dan tidak mengganggu jalannya aktivitas pelayanan publik kepada masyarakat.

“Sisa material tower dibawa ke Polres Banjar. Material tersebut diamankan untuk kepentingan penyelidikan yang saat ini masih dilakukan oleh pihak kepolisian,” ungkap Asep.

Hingga saat ini, penyidik dari Polres Banjar masih mendalami insiden robohnya tower maut tersebut. Kendati demikian, pihak kepolisian belum merilis hasil penyelidikan resmi maupun menetapkan tersangka utama di balik peristiwa yang menewaskan dua pekerja itu.

(Agus Purwadi)

Pimpin Penguatan Karakter ASN, Dandim Tasikmalaya Minta Abdi Negara Jadi Benteng Penangkal Radikalisme

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Caption foto: Kodim 0612/Tasikmalaya sukses menggelar kegiatan Penguatan Karakter Kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun Anggaran 2026.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Tuntutan birokrasi yang semakin dinamis menuntut adanya penguatan mental dan ideologi yang kokoh dari para abdi negara.

Merespons tantangan besar tersebut, Kodim 0612/Tasikmalaya sukses menggelar agenda Penguatan Karakter Kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun Anggaran 2026.

Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., memimpin langsung agenda strategis ini di Aula Makodim 0612/Tasikmalaya, Jalan Otista No. 9, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Ramai Diserbu Wisatawan, Ampera Waterpark Tasikmalaya Tak Naikkan Harga Tiket

Pihak panitia mengusung tema “Melalui Penguatan Karakter Kebangsaan, Kita Perkokoh Aparatur Sipil Negara yang Solid, Berkarakter, dan Berintegritas” dalam kegiatan kali ini. Tema tersebut bertujuan memompa kembali semangat nasionalisme, wawasan kebangsaan, serta profesionalisme para pelayan masyarakat.

ASN Penggerak Persatuan, Bukan Sekadar Urusan Administrasi

Dalam arahannya, Dandim 0612/Tasikmalaya mengingatkan bahwa ASN mengemban posisi yang sangat strategis. Menurutnya, mereka bukan sekadar roda penggerak birokrasi, melainkan benteng pertahanan nilai-nilai bangsa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“ASN memiliki peran strategis sebagai perekat persatuan bangsa sekaligus pelayan publik. Oleh karena itu, setiap ASN harus memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi integritas, disiplin, loyalitas, serta mampu menjadi teladan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” tegas Letkol Czi M. Imvan Ibrahim.

Ia juga menambahkan bahwa pemahaman ideologi yang kuat menjadi fondasi krusial agar ASN tetap tegak lurus pada empat pilar kebangsaan. Keempat pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika selaku pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tiga Materi Esensial Pembuat Birokrasi Bersih

Guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat, pihak Kodim membekali para peserta dengan tiga materi esensial:

  • Nilai-Nilai Kebangsaan: Materi ini berfokus pada pendalaman wawasan nusantara dan rasa cinta tanah air demi menjaga persatuan sekaligus menangkal radikalisme.
  • Etika Pengabdian: Fokus utamanya menyasar penajaman moral, disiplin, dan tanggung jawab kerja demi meningkatkan pelayanan publik yang profesional dan bersih.
  • Soliditas dan Sinergitas: Sesi ini bertujuan membangun kolaborasi kuat antarlembaga (termasuk bersama TNI) guna mendukung efisiensi program pembangunan nasional.

Kodim 0612/Tasikmalaya berharap para ASN dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam tugas sehari-hari, sehingga performa pelayanan publik di Tasikmalaya semakin optimal.

Agenda ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Kodim 0612/Tasikmalaya dalam mendukung pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Sinergi yang erat antara TNI dan ASN ini harapannya mampu menjaga stabilitas nasional yang kondusif demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju.

(Abdul Latif)

Kecamatan Cijeungjing Sukses Pertahankan Gelar Juara Umum PORSADIN VIII Ciamis

0
CIAMIS, FOKUJSJabar.id
Ketfot: Penyerahan piala juara umum Kecamatan Cijeungjing

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kecamatan Cijeungjing kembali mengukir prestasi gemilang dalam dunia pendidikan keagamaan. Kafilah dari wilayah ini sukses mempertahankan gelar Juara Umum pada Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026.

Pencapaian manis tersebut mengukuhkan dominasi Cijeungjing yang berhasil merebut predikat Juara Umum untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Mereka sukses mengungguli Kecamatan Panumbangan yang harus puas di peringkat kedua, serta Kecamatan Rajadesa di posisi ketiga.

Baca Juga: Musim Kemarau di Ciamis, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai 5 Penyakit Akibat Kekeringan

Aula Pondok Pesantren Ar Risalah, Cijantung, Kabupaten Ciamis menjadi saksi bisu perjuangan para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) sepanjang kompetisi yang bergulir selama tiga hari, 3–5 Juli 2026 kemarin. Kemudian ajang ini menjadi panggung utama bagi para santri untuk unjuk gigi memamerkan bakat terbaik mereka di berbagai cabang olahraga dan seni keagamaan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, tim Kecamatan Cijeungjing berhasil mengamankan total 61 poin untuk mengunci posisi puncak klasemen akhir.

Rincian Medali Penentu Kemenangan Cijeungjing

Kafilah Cijeungjing mengumpulkan pundi-pundi poin kemenangan tersebut lewat sederet torehan prestasi para santrinya di berbagai bidang lomba, antara lain:

  • Juara I Tahfidz Juz Amma Putra
  • Juara II Tahfidz Juz Amma Putri
  • Juara Harapan III Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) Safinatunnaja Putra
  • Juara I Pidato Bahasa Indonesia Putra
  • Juara Harapan II Pidato Bahasa Arab Putra
  • Juara Harapan I MTQ Putra
  • Juara II Kaligrafi Putra
  • Juara III Kaligrafi Putri
  • Juara I Tenis Meja Single Putra
  • Juara I Tenis Meja Single Putri

Buah Kerja Keras dan Sinergi Bersama

Ketua Kafilah Kecamatan Cijeungjing, Jenal Mudakir, meluapkan rasa syukurnya atas dedikasi luar biasa para santri binaannya. Menurut Jenal, keberhasilan mereka dalam menjaga takhta juara umum merupakan buah dari kerja keras kolektif antara peserta, pembina dan pelatih. Terlebih peran seluruh elemen masyarakat yang aktif menghidupkan madrasah di Cijeungjing.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas amanah ini. Prestasi ini bukan hanya milik para juara, tetapi merupakan hasil kebersamaan seluruh kafilah, para ustaz dan ustazah, orang tua, serta semua pihak yang telah memberikan doa dan dukungannya,” ungkap Jenal, Senin (6/7/2026).

“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kemampuan, memperkuat akhlak, serta semakin mencintai Al-Qur’an dan ilmu keagamaan,” tambahnya.

Jenal juga menaruh harapan besar agar api semangat ini tetap menyala. Sehingga kemudian madrasah-madrasah diniyah di Kecamatan Cijeungjing mampu mempertahankan prestasi serupa pada gelaran PORSADIN mendatang.

“Saya berharap dengan kejuaraan ini, dapat terus melahirkan generasi santri yang berprestasi dan berkarakter. Terlebih mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi lagi,” pungkasnya penuh optimisme.

(Mia)

Musim Kemarau di Ciamis, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai 5 Penyakit Akibat Kekeringan

0
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Ciamis, dr Eni Rochaeni
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Ciamis, dr Eni Rochaeni

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis mulai mengalami krisis air bersih. Guna menjaga pasokan bagi warga, pemerintah daerah bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih ke beberapa titik terdampak, salah satunya di Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

Mengingat estimasi musim kemarau tahun 2026 ini berpotensi berlangsung cukup panjang, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis, Ani Supiani, mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat mulai mengubah pola konsumsi air harian.

Baca Juga: Mr Pulley Open Road Race Championship 2026 Ciamis jadi Magnet Pembalap Nasional

Pihak BPBD meminta warga menghemat penggunaan air bersih secara ketat. Selain itu, Ani mendorong warga agar aktif mencari titik-titik mata air alternatif yang masih mengalir di sekitar lingkungan mereka.

Waspada 5 Ancaman Penyakit Akibat Kekeringan

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis, dr. Eni Rochaeni, memberikan imbauan kesehatan demi keselamatan warga.

Menurut dr. Eni, kondisi lingkungan yang kering dan minimnya ketersediaan air bersih menciptakan ekosistem yang ideal bagi penyebaran sejumlah penyakit berbahaya. Pihak Dinkes memetakan lima penyakit utama yang wajib masyarakat waspadai:

  1. Diare dan Gangguan Pencernaan: Muncul karena warga terpaksa menggunakan air yang tidak higienis untuk konsumsi dan mencuci peralatan makan.
  2. Penyakit Kulit (Dermatitis/Scabies): Terjadi akibat berkurangnya frekuensi mandi warga serta penggunaan air tercemar untuk sanitasi diri.
  3. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): Dipicu oleh paparan debu yang meningkat di udara serta penurunan daya tahan tubuh akibat cuaca ekstrem.
  4. Demam Berdarah Dengue (DBD): Meskipun air terbatas, wadah penampungan air bersih (seperti ember) yang terbuka saat kemarau justru kerap menjadi tempat favorit nyamuk Aedes aegypti untuk bertelur.
  5. Dehidrasi dan Heat Exhaustion: Terjadi karena tubuh terpapar panas ekstrem secara berkepanjangan tanpa kecukupan asupan cairan.

Tips Menjaga Pola Aktivitas di Tengah Cuaca Ekstrem

Guna meminimalisir risiko gangguan kesehatan tersebut, dr. Eni meminta masyarakat menyesuaikan pola hidup harian melalui tiga langkah taktis berikut:

1. Manajemen Air Bersih

  • Prioritaskan Konsumsi: Alokasikan air bersih hanya untuk minum dan kebutuhan mendesak. Gunakan sumber air sekunder yang masih layak untuk keperluan lain seperti mencuci.
  • Masak Hingga Mendidih: Pastikan warga memasak air minum hingga mendidih sempurna guna membunuh kuman dan patogen.
  • Saring Air Keruh: Lakukan pengendapan atau penyaringan sederhana sebelum memasak air jika kondisinya terlihat keruh.

2. Higiene dan Sanitasi

  • Gunakan Hand Sanitizer: Jika persediaan air sangat menipis, manfaatkan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) sebagai alternatif pengganti cuci tangan konvensional.
  • Jaga Kebersihan Makanan: Hindari membeli makanan yang tidak tertutup atau jajanan pinggir jalan yang rentan terpapar debu.

3. Aktivitas di Luar Ruangan

  • Batasi Jam Puncak Panas: Hindari aktivitas fisik yang berat di luar ruangan antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB, saat suhu udara dan indeks UV mencapai titik tertinggi.
  • Rutin Minum Air: Minumlah air secara berkala dalam jumlah kecil namun sering tanpa harus menunggu rasa haus datang.
  • Gunakan Pelindung Fisik: Kenakan pakaian yang longgar dan berwarna terang, serta gunakan topi atau payung untuk menghalau sengatan matahari langsung.

Jaga Kelompok Rentan, Jangan Tunda ke Puskesmas

Pihak Dinas Kesehatan mengingatkan bahwa keselamatan dan kesehatan keluarga menjadi tanggung jawab bersama, terutama saat alam sedang tidak bersahabat.

“Kesehatan adalah aset utama, terutama saat lingkungan sedang tidak bersahabat. Saat air sulit didapat, keamanan air yang kita konsumsi menjadi tanggung jawab utama keluarga,” tegas dr. Eni.

Ia juga meminta warga untuk tidak ragu membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan jika mendapati gejala penyakit yang memburuk.

“Jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika anggota keluarga mengalami gejala lemas ekstrem, diare berkepanjangan, atau demam tinggi. Jangan menunggu kondisi memburuk, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia,” pungkasnya.

(IrfansyahRiza)