spot_imgspot_img
Selasa 28 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 358

John Herdman Nonton Laga Persib Bandung versus Persija?

0
John Herdman fokusjabar.id
John Herdman (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Timnas Indonesia asal Inggris, John Herdman di kabarkan akan menyaksikan pertandingan Persib Bandung kontra Persija Jakarta.

Duel panas pekan ke-17 Super League 2025/2026 tersebut digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Minggu (11/1/2026) sore.

BACA JUGA:

Bungkam Harapan Timnas Indonesia, Ini Kata Pelatih Timnas Irak

Mengutip bolasport.com, John Herdman tiba di Indonesia bersama keluarganya. Waktu luang tersebut peluang bagi John menyaksikan pertandingan Maung Bandung kontra Macan Kemayoran.

Selain itu, jarak Jakarta-Bandung juga tidak terlalu jauh. Terlebih, saat ini sudah ada kereta cepat, Whosh.

John Herdman bisa pergi dan langsung pulang selepas menyaksikan pertandingan tersebut.

Pelatih baru Timnas Indonesia ini tidak akan sia-sia menyaksikan pertandingan Persib kontra Persija. Pasalnya, di dua klub tersebut banyak pemain berlabel timnas.

Pemain Persib berlabeltimnas yakni, Beckham Putra Nugraha, Thom Haye, Marc Klok dan Eliano Reijnders. Sementara di Persija, Rizky Ridho, Jordi Amat dan Witan Sulaeman.

Belum lagi ada pemain U-23 yang bisa juga dipantau oleh John. Yakni, Arlyansyah Abdulmanan, Dony Tri Pamungkas, Rayhan Hannan, Robi Darwis dan Kakang Rudianto.

BACA JUGA:

Kalah 1-0 dari Irak, Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026

Perlu diketahui, John Herdman bukan hanya ditunjuk menjadi pelatih timnas Indonesia senior. Namun juga dipercaya menjadi pelatih timnas U-23 Indonesia.

(Bambang Fouristian)

Soal Wacana Pilkada Dipilih DPRD, Ini Perintah Megawati

0
megawati pilkada fokusjabar.id
Ketum PDI-P, Megawati Soekarnoputri (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri gelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Sabtu-Senin (10-12/1/2026).

Salah satu agenda dalam Takernas, menentukan sikap partai terkait wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD.

BACA JUGA:

Ketum PDI-P Buka Suara Soal Kerusakan Lingkungan

Mengutip republika, Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto mengatakan, Ketum telah meminta para kadernya untuk menjaga betul prinsip kedaulatan yang dihasilkan dari reformasi.

Menurut dia, Pilkada secara langsung merupakan salah satu bentuk kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpinnya.

“Ini tidak hanya memperkuat legitimasi pemimpin. Namun juga tanggung jawab pemimpin untuk menghasilkan program-program sesuai dengan aspirasi rakyat,” kata Hasto.

Menurut Dia, PDI-P belum menentukan sikap secara resmi terkait wacana tersebut.

“Kami akan bahas dalam Rakernas,” ungkapnya.

Hasto menyebut, pihaknya telah mengundang berbagai kelompok dari internal partai untuk melakukan pembahasan isu tersebut.

Masukan dari berbagai pihak diharapkan dapat menghasilkan keputusan politik yang menjaga demokrasi dengan melibatkan partisipasi rakyat secara luas.

BACA JUGA:

Gagal Seleksi, Khairun Nisa Nekat jadi Pramugari Gadungan

Meski begitu, Dia masih belum mau mengungkapkan sikap resmi PDI-P. Sikap tersebut nantinya akan dijelaskan secara detail beserta alasan filosofis yang melatarbelakanginya. Termasuk sikap partai mengenai manajemen penyelenggaraan Pemilu.

“Itu semua akan menjadi bagian dari rekomendasi Rakernas. Jadi belum diputuskan,” tegas Hasto.

Hasto menegaskan, PDI-P tidak akan pernah mengingkari semangat dari reformasi. Pasalnya, reformasi dilahirkan untuk menciptakan rakyat yang berdaulat.

“PDI-P tidak pernah mengingkari semangat reformasi. Karena reformasi itu lahir dari suatu kristalisasi perjuangan yang luar biasa, pengorbanan para mahasiswa agar rakyat berdaulat,” tutup Hasto.

(Bambang Fouristian)

3 Kecamatan di Ciamis Diterjang Cuaca Ekstrem

0
cuaca ekstrem ciamis fokusjabar.id
Pohon tumbang menimpa rumah

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sejumlah rumah di tiga Kecamatan di Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.

Kejadian pohon tumbang menimpa dua rumah di Desa Kertaharja Kecamatan Cijeungjing.

BACA JUGA:

Jadi Penyebab Banjir, Damkar Rancah Ciamis Bersihkan Gorong-gorong

Kedua rumah tersebut masing masing milik Sahidin dan Sar’an warga Dusun Cilemor.

Sementara kejadian bencana alam akibat cuaca ekstrem di wilayah Kecamatan Baregbeg ada 10 bangunan rumah mengalami kerusakan. Salah satunya, pemilik rumah harus mengungsi.

Tercatat juga kejadian bencana alam di Kecamatan Cipaku. Tepatnya di Desa Mekarsari ada dua rumah yang terdampak.

“Jumlah total rumah yang terdampak akibat cuaca ekstrem ada 14 unit,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, Minggu (11/1/2026).

Menurut Ani, dari total 14 unit rumah, 1 di antaranya rusak berat, rusak sedang (dua unit) dan rusak ringan 11 unit.

“Jumlah jiwa yang terdampak ada 20 orang,” ucapnya.

BACA JUGA:

Petugas dan Warga Binaan Lapas IIB Ciamis Tes Urine, Ada Apa?

Ani menuturkan, pascaterjadinya bencana alam, sebagian rumah sudah dilakukan penanganan. Dan kejadian itu sudah dilaporkan kepada pimpinan.

“Pemilik rumah yang mengungsi ada dua jiwa akibat cuaca ekstrem,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

KONI Kota Tasikmalaya Ingin Cabor Padel Masuk Induk Organisasi

0
padel kota tasikmalaya fokusjabar.id
Atlet Padel Kota Tasikmalaya (foto: Seda)

TASIKMALAYA ,FOKUSJabar.id: Event Kejuaraan Padel New Cup 2026 Kota Tasikmalaya berlangsung di Gedung olahraga Indoor Padel Well.

Ketua KONI Kota Tasikmalaya, Anton Suherlan mengatakan, Olahraga Padel sangat digemari dan digandrungi masyarakat. Mulai dari generasi z hingga orang tua.

BACA JUGA:

Balad Galuh Beri Warning Puncak Masih Rentan, PSGC Diminta Fokus Jelang Putaran Ketiga

“Olahraga ini perkembangannya cukup pesat dan cepat. Oleh karena itu, event-event kejuaraan seperti Padel New Cup 2026 harus rutin digelar,” kata Anton Suherlan.

Menurut Dia, Padel di Kota Tasikmalaya belum memiliki asosiasi dan belum terdaftar di KONI. Namun demikian, pihaknya memberikan dukungan agar semakin berkembang dan bisa memberikan prestasi terbaik.

“Kami akan dorong teman-teman yang konsen di cabor Padel agar bekerja lebih baik untuk membentuk keorganisasian. Yakni, Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI). Dengan begitu bisa terdaftar di KONI,” ungkapnya.

padel kota tasikmalaya fokusjabar.id
Ketua KONI Kota Tasikmalaya

Dia menyebut, Padel salah satu olahraga potensial yang perlu dikembangkan. Pasalnya memiliki penggemar yang cukup tinggi. Sehingga perlu dikelola dengan baik agar bisa mencetak prestasi.

“Target kita ke depan, cabor Padel segera memiliki keorganisasian resmi. Sehingga bisa masuk dan terdaftar di KONI,” katanya.

BACA JUGA:

Libas Persikota Tangerang 3-0, PSGC Melaju ke Puncaki Klasemen Grup B Liga Nusantara

“Sejauh ini saya melihat, keinginan temen-temen komunitas Padel di Kota Tasikmalaya sangatfokus dalam memajukan Padel,” Dia menambahkan.

Menurut Anton, saat ini sarana dan prasarana Padel sudah cukup mumpuni. Di Kota Tasikmalaya terdapat 11 lapangan yang berstandar. Termasuk atlet-atletnya sudah cukup banyak.

“Pak Wali juga menaruh atensi tinggi agar olahraga Padel bisa dikembangkan dan bisa memiliki organisasi resmi,” katanya.

“Saya melihat sendiri. Olahraga Padel di Kota Tasikmalaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan bisa memberikan prestasi bagi daerah,” pungkasnya.

BACA JUGA:

Satria Muda Bandung Siap Tempur di IBL 2026, Djordje Jovicic Ungkap Kekuatan Tim

Sebagai informasi, Padel adalah olahraga raket asal Meksiko. Ini berbeda dengan olahraga yang dikenal di Amerika Serikat dan Kanada sebagai tenis dayung.

Padel biasanya dimainkan dalam nomor ganda di lapangan tertutup yang berukuran sepertiga lapangan tenis.

(Seda)

Ketum PDI-P Buka Suara Soal Kerusakan Lingkungan

0
Ketum PDI-P fokusjabar.id
Ketum PDI-P (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Ketum PDI-P), Megawati Soekarnoputri menyampaikan kritik keras terhadap arah kebijakan negara yang dinilai telah melembagakan kerusakan lingkungan.

Kritik keras Megawati disampaikan saat peringatan HUT ke-53 PDI-P sekaligus pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Jakarta, Sabtu (10/1/2026) kemarin.

BACA JUGA:

Ketua DPC PDI-P Garut Bantu 2 Lansia Korban Kebakaran di Sukawening

Mengutip kompastv, Ketum PDI-P menegaskan rangkaian bencana ekologis. Termasuk yang melanda Sumatera.

Menurut Dia, bencana alam tersebut bukan semata-mata kehendak alam. Namun konsekuensi langsung dari pilihan kebijakan.

Ketum PDI-P fokusjabar.id
(foto: web)

Megawati mengatakan, bencana hidrometeorologi yang menewaskan ribuan orang dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi harus dibaca sebagai peringatan sejarah.

Kerusakan alam yang terjadi saat ini merupakan akumulasi dari kebijakan pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan dan keselamatan rakyat.

BACA JUGA:

Lagi, Aceh Utara Diterjang Banjir

“Bencana yang terjadi. Khususnya di Sumatera, bukan hanya kehendak alam. Tapi akibat dari ulah manusia,” kata Ketum PDI-P.

Megawati secara tegas menyatakan, kerusakan ekologis tidak terjadi secara kebetulan. Dia menyoroti peran regulasi dan kebijakan yang memberi ruang luas bagi eksploitasi SDA atas nama pembangunan dan investasi.

“Kita harus berani jujur. Kerusakan ini juga dilembagakan oleh kebijakan,” ucap Megawati.

Megawati menyebut, UU dan peraturan yang memberikan konsesi besar kepada korporasi telah membuka jalan bagi deforestasi masif, perampasan wilayah adat serta penghancuran ekosistem penyangga kehidupan.

Pembangunan semacam ini dinilai menyingkirkan rakyat kecil yang justru menanggung dampak paling berat ketika bencana terjadi.

“Ini bukan pembangunan. Melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban,” tegas Megawati.

(Bambang Fouristian)

BMKG: Gelombang Tinggi Terjadi di Sejumlah Perairan Indonesia

0
perairan indonesia fokusjabar.id
Ilustrasi gelombnag tinggi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia, Minggu-Rabu (11-14/1/2026).

Mengutip kompastv, BMKG mengimbau nelayan, operator kapal dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan.

BACA JUGA:

Cuaca Ekstrem Ancam Bandung, BMKG: Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Selain itu, mereka harus menyesuaikan aktivitas pelayaran demi menghindari risiko kecelakaan laut.

Berdasarkan analisis sinoptik BMKG, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6-25 knot.

Sementara di Indonesia bagian selatan, angin dominan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan lebih tinggi. Yakni, 8-30 knot.

BMKG mencatat, kecepatan angin tertinggi di Laut Arafuru yang turut berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di kawasan timur Indonesia.

Peringatan Dini Gelombang Tinggi 

Dalam periode peringatan dini tersebut, gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di berbagai perairan strategis.

Wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi:

Selat Malaka bagian utara

Samudra Hindia barat dan selatan Indonesia mulai dari Aceh hingga Bali dan Nusa Tenggara Barat

Selat Karimata

Laut Jawa bagian barat, tengah dan timur

Laut Bali

Laut Sumbawa

Laut Flores

Selat Makassar bagian selatan dan tengah

Laut Maluku

Laut Seram

Samudra Pasifik utara Maluku dan Papua

BACA JUGA:

Fenomena Petir dalam Awan Bikin Heboh Warga Garut, Ini Imbauan BMKG

BMKG menilai kondisi ini berisiko bagi pelayaran skala kecil hingga menengah. Terutama di perairan terbuka yang langsung berhadapan dengan angin kencang.

Sementara itu, gelombang tinggi 2,5–4 meter berpeluang terjadi di wilayah:

Laut Natuna Utara

Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur

Laut Banda

Laut Arafuru bagian barat, tengah dan timur

Perairan-perairan tersebut dinilai paling rawan terdampak gelombang tinggi akibat kombinasi angin kencang dan kondisi laut terbuka.

BMKG meminta aktivitas pelayaran di wilayah tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati. Bahkan menunda keberangkatan jika kondisi tidak memungkinkan.

BMKG menjelaskan, kondisi gelombang dan angin tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Perahu nelayan berpotensi mengalami gangguan keselamatan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Kapal tongkang berisiko saat kecepatan angin di atas 16 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Sementara kapal feri berisiko pada kecepatan angin di atas 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter.

BACA JUGA:

BMKG Prediksi Cuaca Pangandaran Berawan Tebal, BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

Oleh karena itu, BMKG mengimbau nelayan dan operator kapal untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca maritim terbaru, memastikan kesiapan kapal dan alat keselamatan serta tidak memaksakan pelayaran saat kondisi cuaca memburuk.

(Bambang Fouristian)

Rumah Nek Uti di Sukaluyu Ambruk, Bupati Garut Kemana?

0
rumah nekuti ambruk fokusjabar.id
Kondisi dapur rumah Nek Uti

GARUT, FOKUSJabar.id: Kisah keluarga miskin yang rumahnya ambruk memang sangat menyedihkan. Hal itu dialami warga RT02/10 Kampung Sukasirna Desa Sukaluyu Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Nek Uti (76).

Jumat (9/1/2026) kemarin, janda tua ini terkena musibah. Dapur rumahnya ambruk dan bagian atapnya beterbangan disapu angin kencang yang disertai hujan deras.

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Garut Tanam Pohon di Lapang Paris

Biaya hidup sehari-hari Nek Uti bergantung pada anak-anaknya yang penghasilannya sangat terbata dan dari bantuan pemerintah.

Kejadian tersebut menunjukkan betapa sulitnya hidup sebagai keluarga miskin di Kabupaten Garut.

Dia tidak hanya harus menghadapi kesulitan ekonomi. Namun juga harus berjuang untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Kronologi kejadian

Nek Uti menerangkan, saat hujan deras disertai angin kencang Dia dan cucunya berada di ruang tengah. Tak lama kemudian terdengar suara benda jatuh dari bagian belakang rumahnya.

rumah nekuti ambruk fokusjabar.id
Nek Uti

“Pas hujan ageung, Emak nuju di ruang tengah. Teu lami kadangu suanten ngagebru sareng cai hujan lebet ka bumi (saat hujan deras lagi di ruamg tengah. Tidak lama kemudian terdengar suara ambruk dan air hujan masuk ke rumah),” kisah Nek Uti.

Sebagai pendukung Syakur Putri (Santri), Dia berharap, Bupati dan Wakil Bupati Garut memberikan bantuan untuk merehabilitasi rumahnya agar layak ditempati.

BACA JUGA:

3 Kecamatan di Kabupaten Garut Diterjang Bencana

Ketua RW10 Kampung Sukasirna, Rosadi gerak cepat mengevakuasi janda tua dan cucunya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami bersama warga langsung membersihkan puing-puing bangunan dan menutup atap agar air hujan tidak masukkedalam rumah,” kata Rosadi kepada FOKUSJabar, Sabtu (10/1/2025).

Demi kenyamanan korban, pihaknya tidak menunggu bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Garut. Dia Bersama warga dan donator gotong royong memperbaiki dapur rumah Nek Uti.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu dan menyumbangkan tenaga, pikiran dan materi. Khususnya Bos Rully yang tak pernah bosan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan,” ungkap Rosadi.

Ketua RW berambut gondrong ini menyebut, hingga saat ini belum ada bantuan dari Pemda Garut.

“Belum ada bantuan dari pemerinta. BPBD Garut dan Pemdes Sukaluyu baru sebatas meninjau,” kata Rosadi.

BACA JUGA:

Rumah Ambruk dan Pohon Tumbang Terjadi di Sukaluyu Garut

Dia mengaku, bantuan donator dan swadaya masyarakat belum sepenuhnya mencukupi. Karenanya, Rosadi berharap Pemda Garut melalui BPBD atapun Dinas Sosial segera menggulirkan bantuan.

“Mudah-mudahan Pemkab Garut segera memberikan bantuan pernaikan rumah,” pungkas Rosadi.

(Andian/Bambang Fouristian)