spot_imgspot_img
Senin 13 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 254

Drama Lima Set, Bandung bjb Tandamata Tekuk JPE di Sijalak Harupat

0
bjb Tandamata JPE fokusjabar.id
Drama Lima Set, Bandung bjb Tandamata Tekuk JPE di Sijalak Harupat

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Laga pembuka seri ketiga Proliga 2026 menjadi ujian fisik sekaligus mental bagi Bandung bjb Tandamata. Bermain di hadapan publik sendiri di GOR Sabilulungan, Sijalak Harupat, Kamis (22/1/2026) malam WIB, tim kebanggaan Jawa Barat itu harus bertarung hingga lima set sebelum akhirnya menundukkan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) dengan skor dramatis 3-2 (16-25, 25-22, 22-25, 25-18, 15-8).

Kemenangan krusial ini mengantarkan Bandung bjb Tandamata tetap bertahan di zona empat besar klasemen sementara sektor putri. Dari lima pertandingan, anak asuh Risco Herlambang Matulessy kini mengoleksi sembilan poin, hanya kalah rasio set dari Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia yang masih bertengger di puncak klasemen. Sementara JPE tertahan di posisi kelima dengan enam poin dari empat laga.

Baca Juga: Tuan Rumah, Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Seri Bandung

Awal Menjanjikan, Fokus Sempat Hilang

Bandung bjb Tandamata sejatinya tampil agresif sejak set pertama. Namun, kejar-kejaran poin membuat fokus tuan rumah sedikit goyah ketika skor imbang 16-16. Situasi tersebut dimanfaatkan JPE untuk mengunci set pembuka dengan skor 25-16.

Tak ingin kehilangan muka di kandang sendiri, Bandung bjb Tandamata bangkit di set kedua. Mereka langsung unggul cepat dan meski JPE sempat menyamakan skor di tengah set, Cindy Tiara Berliyan dan kolega mampu menjaga ketenangan hingga menutup set dengan kemenangan 25-22.

Saling Kejar Hingga Set Penentuan

Kepercayaan diri tuan rumah berlanjut di awal set ketiga. Keunggulan sempat melebar, namun JPE menunjukkan mental juara bertahan dengan perlahan mengejar dan membalikkan keadaan. Set ketiga pun kembali menjadi milik JPE dengan skor 25-22, membuat Bandung bjb Tandamata tertinggal 1-2.

Memasuki set keempat, tuan rumah tampil lebih solid. Serangan lebih rapi dan pertahanan yang disiplin membuat Bandung bjb Tandamata unggul nyaman dan menyamakan kedudukan lewat kemenangan 25-18.

Duel sengit akhirnya harus ditentukan di set kelima. Pada momen krusial ini, Bandung bjb Tandamata tampil dominan. Dukungan suporter menjadi energi tambahan hingga mereka menutup pertandingan dengan skor meyakinkan 15-8.

Modal Penting Jelang Laga Kontra GPP

Pelatih Bandung bjb Tandamata, Risco Herlambang Matulessy, mengakui laga tersebut menguras stamina para pemain, namun tetap bersyukur atas hasil positif yang diraih.

“Alhamdulillah kami bisa memenangkan pertandingan ini. Memang cukup menguras tenaga karena harus bermain lima set, tapi ini kemenangan penting. Sekarang fokus kami pemulihan sebelum menghadapi GPP hari Minggu,” ujarnya.

Kemenangan atas JPE ini juga memperpanjang catatan positif Bandung bjb Tandamata dalam duel kedua tim. Sejak Januari 2023, total 10 pertemuan telah terjadi, dengan enam kemenangan berhasil diraih Bandung bjb Tandamata, sementara sisanya menjadi milik JPE.

Hasil ini menjadi bekal berharga bagi tuan rumah untuk menatap laga berikutnya sekaligus menjaga asa melangkah ke final four Proliga 2026.

Tuan Rumah, Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Seri Bandung

0
Seri Bandung bjb Tandamata fokusjabar.id
Tuan Rumah, Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Seri Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bermodal performa yang terus menanjak di dua seri awal Proliga 2026, tim bola voli putri Bandung bjb Tandamata siap memanfaatkan status tuan rumah pada seri ketiga putaran pertama yang akan digelar di GOR Sibalulungan, Sijalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 22–25 Januari 2026.

Tak sekadar ingin sukses sebagai penyelenggara, tim kebanggaan Jawa Barat itu membidik target tinggi. Yakni, menyapu bersih kemenangan demi memperkuat posisi menuju final four sekaligus menjadi bekal penting jelang putaran kedua.

BACA JUGA: Misi Pertama Bandung bjb Tandamata Sukses, Jakarta Pertamina Enduro Ditekuk 3-2

Manajer Bandung bjb Tandamata, Asep Sukmana menilai grafik permainan tim terus menunjukkan progres positif. Baik dari sisi teknis maupun mental bertanding.

“Secara hasil kami cukup puas. Permainan dan mental pemain meningkat signifikan, meski masih ada evaluasi. Terutama komunikasi di lapangan. Bermain di kandang tentu jadi keuntungan, dan ini harus di maksimalkan untuk tampil optimal di hadapan publik sendiri,” ujar Asep.

Pada seri Bandung, bjb Tandamata di jadwalkan melakoni dua laga krusial. Masing-masing menghadapi Jakarta Pertamina Enduro (JPE), Kamis (22/1/2026) pukul 19.00 WIB dan Gresik Phonska Pupuk Indonesia (GPP), Minggu (25/1/2026) pukul 19.00 WIB.

“Kami berharap dua pertandingan ini bisa di menangkan. Tambahan poin sangat penting untuk menjaga peluang ke final four,” tegasnya.

Persaingan Ketat Klasemen

Hingga pekan ini, Bandung bjb Tandamata berada di posisi ketiga klasemen sementara sektor putri dengan koleksi 7 poin dari 4 pertandingan. Terpaut satu angka dari Jakarta Electric PLN di posisi kedua.

Sementara Gresik Phonska Pupuk Indonesia masih memimpin klasemen dengan raihan poin sempurna dari tiga laga.

Di bawahnya, Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Pertamina Enduro menempel ketat di posisi keempat dan kelima. Di susul Medan Falcons, serta Jakarta Livin Mandiri yang masih belum meraih poin.

Antisipasi Kekuatan Lawan

Pelatih Kepala Bandung bjb Tandamata, Risco Herlambang Matulessy, mengakui ambisi sapu bersih sejatinya hampir terwujud pada seri sebelumnya di Medan. Kali ini, ia menegaskan anak asuhnya harus lebih fokus dan disiplin.

Risco menyebut pihaknya sudah mempelajari kekuatan JPE yang kerap mengandalkan Megawati Hangestri Pertiwi serta dua legiun asing mereka, Wilma Salas dan Iana Shcherban.

“Pertamina punya motor serangan yang kuat. Kami sudah mempelajari pola mereka dan akan memaksimalkan dua middle blocker serta dua pemain asing kami untuk mengimbangi permainan,” tegas Risco.

Pelatih yang juga pernah menangani Timnas voli putri Indonesia itu menambahkan, pembinaan pemain muda terus digenjot untuk meningkatkan kepercayaan diri dan konsistensi.

“Kami tekankan untuk bermain lepas, melupakan hasil sebelumnya, dan fokus pada kemenangan di Bandung. Target kami jelas: empat besar,” ujarnya.

Dukungan Publik Jadi Energi Tambahan

Selain kesiapan teknis, dukungan suporter diharapkan menjadi suntikan moral bagi para pemain. Asep menilai atmosfer kandang harus menjadi motivasi, bukan tekanan.

“Antusiasme pencinta voli di Bandung sangat besar. Kami harap ini menjadi energi positif bagi pemain untuk tampil maksimal,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Calista Maya, yang menegaskan seluruh pemain telah mempersiapkan diri secara matang, baik melalui latihan maupun diskusi strategi.

“Kami belajar dari kesalahan seri sebelumnya. Sebagai tuan rumah, kami harus siap dan tampil lebih baik,” tegas outside hitter Bandung bjb Tandamata tersebut.

Calista juga menegaskan kesiapan dirinya untuk menjadi pembeda di lapangan demi mengamankan kemenangan di hadapan masyarakat Jawa Barat.

Rekor Pertemuan Berpihak ke bjb

Laga kontra JPE menjadi pertemuan pertama kedua tim musim ini. Sepanjang sejarah sejak Januari 2023, kedua tim telah bertemu sembilan kali, dengan Bandung bjb Tandamata unggul lewat lima kemenangan.

Pertemuan terakhir terjadi pada 15 Februari 2025, di mana Bandung bjb Tandamata sukses menang 3–1 (25-23, 25-20, 21-25, 28-26).

Legenda Ayam Sentul Ciamis, Sang Penentu Tahta Ciung Wanara

0
Legenda Ayam Sentul Ciamis fokusjabar.id
Legenda Ayam Sentul Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ketika dunia hobi ayam laga modern terpukau oleh Ayam Bangkok bernilai fantastis hingga miliaran rupiah, tanah Pasundan menyimpan kisah lain yang jauh lebih berharga dari sekadar nominal uang.

Dari Ciamis, lahirlah seekor ayam yang pernah menjadi penentu takdir sebuah kerajaan, Ayam Sentul, simbol keberanian dan legitimasi kekuasaan Kerajaan Galuh.

Ayam ini bukan hanya menang di arena, tetapi juga menjadi kunci kembalinya hak seorang putra mahkota yang terbuang. Namanya abadi dalam sejarah, jauh sebelum istilah “ayam mahal” terkenal dunia.

Baca Juga: Bangunan Lapuk Tak Mampu Tahan Cuaca Ekstrem, Warga Ciamis Mengungsi

Sabung Ayam yang Mengubah Sejarah Galuh

Sekitar tahun 732 Masehi, Kerajaan Galuh dipimpin Prabu Tamperan Barmawijaya, raja yang dikenal gemar menggelar sabung ayam sebagai hiburan istana. Di balik kemeriahan tradisi tersebut, tersimpan kisah kelam perebutan takhta.

Ciung Wanara atau Sang Manarah putra mahkota yang disingkirkan sejak bayi, kembali menuntut haknya. Bukan dengan perang terbuka, melainkan lewat sebuah tantangan berani yang mengguncang istana: adu ayam dengan taruhan setengah wilayah Kerajaan Galuh.

Duel Legendaris di Panyawungan

Di alun-alun kerajaan yang kini terkenal sebagai Situs Panyawungan, Karangkamulyan, dua ayam jantan bertemu.
Ayam raja, Si Kukut Jantur, terkenal besar dan tak terkalahkan. Sementara Ciung Wanara membawa ayam sederhana bernama Si Kakat Ranjang.

Sorak sorai berubah tegang. Dalam pertarungan hidup-mati yang menguras emosi, sejarah mencatat kejutan besar: ayam Ciung Wanara keluar sebagai pemenang.
Kemenangan itu menjadi titik balik. Taruhan ditepati, dan Ciung Wanara mendapatkan kembali hak atas setengah wilayah Galuh langkah awal menuju takhta yang sah.

Asal-usul Nama Ayam Sentul

Menurut budayawan Ciamis, Pandu Radea, kisah Ayam Sentul bermula sejak Ciung Wanara masih bayi. Saat dihanyutkan ke Sungai Citanduy, ia disertai dua butir telur ayam.
Salah satu telur menetas menjadi ayam jantan berbulu abu kekuningan, menyerupai warna buah sentul atau kecapi.

Ayam itulah yang kemudian terkenal sebagai Jalak Harupat, cikal bakal Ayam Sentul Ciamis ayam lokal dengan karakter berani dan kecerdasan alami.

Ayam Lokal dengan Kualitas Raja

Hingga kini, Ayam Sentul tetap menjadi kebanggaan masyarakat Ciamis. Tak hanya sarat nilai sejarah, ayam ini juga unggul secara fisik dan genetik:

  • Pertumbuhan cepat, ideal untuk budidaya
  • Daya tahan tinggi dan adaptif
  • Naluri kuat dan responsif
  • Varian warna eksotis, meliputi Sentul Kelabu, Geni, Emas, Abu, dan Batu

Jejak kejayaannya masih berwujud di Situs Karangkamulyan, tempat legenda itu bermula.
Di sana, Ayam Sentul tak sekadar kisah ia dikenang sebagai simbol martabat, perjuangan, dan identitas budaya masyarakat Galuh.

Ayam Sentul bukan hanya ternak. Ia adalah warisan sejarah yang hidup. Merawatnya berarti menjaga ingatan kolektif tentang keberanian dan keadilan.

(Abdul)

Diserang Babi Hutan Jelang Panen, Petani Muda Pangandaran Merugi Jutaan Rupiah

0
Petani Muda Pangandaran fokusjabar.id
Purkon (33), petani muda asal Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Nasib sial menimpa petani muda di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

Tanaman jagung yang tinggal menunggu masa panen justru porak-poranda setelah di serang kawanan babi hutan yang keluar dari hutan pada malam hari.

Lahan jagung seluas sekitar 700 bata milik Purkon (33) rusak akibat serangan tersebut. Tongkol jagung tampak berserakan di permukaan tanah, sebagian tanaman tercabut dan tidak bisa di selamatkan.

Baca Juga: Jembatan Sodongkopo Pangandaran, Proyek Mandek di Era Ridwan Kamil

Purkon mengungkapkan, serangan babi hutan terjadi sejak tiga hari terakhir. Meski sudah berupaya melakukan antisipasi, lokasi lahan yang jauh dari permukiman membuat pengawasan sulit di lakukan. Terutama pada malam hari.

“Kami sudah coba antisipasi, tapi babi hutan datangnya malam hari. Lahan ini jauh dari rumah, jadi sulit untuk di kontrol,” kata Purkon, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, serangan terjadi di empat titik berbeda dari lahan yang di kelolanya. Padahal, usia tanaman jagung sudah lebih dari dua bulan dan di perkirakan siap dipanen dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.

“Jagung sudah hampir panen, tinggal sebulan lagi. Tapi kami malah kena musibah diserang babi hutan yang sering datang malam hari,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, Purkon memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta. Kerugian itu cukup berat, terutama bagi petani muda yang baru merintis usaha pertanian secara mandiri.

Ke depan, ia bersama petani muda lainnya berencana berdiskusi dan meminta masukan dari petani senior untuk mencari solusi terbaik dalam mencegah serangan hama liar tersebut.

“Mudah-mudahan ada solusi supaya kawanan babi hutan tidak terus merusak tanaman kami,” pungkasnya.


(Sajidin)

Wali Kota Bandung Jawab Laporan TomTom dengan Roadmap Transportasi

0
Transportasi Bandung fokusjabar.id
Wali Kota Bandung M Farhan Jawab Laporan TomTom dengan Roadmap Transportasi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menanggapi hasil survei TomTom Traffic Index yang kembali menempatkan Kota Bandung sebagai salah satu kota dengan tingkat kemacetan tinggi.

Ia menilai, hasil survei tersebut justru menjadi pengingat sekaligus tantangan bagi Pemerintah Kota Bandung untuk menuntaskan persoalan lalu lintas secara komprehensif.

Menurut Farhan, kemacetan di Bandung belum sepenuhnya teratasi dan membutuhkan pembenahan berkelanjutan. Baik dari sisi infrastruktur maupun sistem manajemen lalu lintas.

Baca Juga: Pemprov Jabar Soroti Kredit Macet BUMN di Bank BJB, Gubernur Minta Ketegasan

“Survei TomTom ini menjadi tantangan bagi kami. Artinya, persoalan lalu lintas memang belum selesai dan harus terus kita benahi,” ujar Farhan, Jumat (23/1/2026).

Sebagai langkah awal, Pemkot Bandung akan memprioritaskan dua fokus utama. Yakni perbaikan infrastruktur jalan serta penyempurnaan sistem pengaturan lampu lalu lintas.

Sistem Automatic Traffic Control System (ATCS) akan berkembang dengan penerapan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Tujuannya agar pengaturan traffic light lebih adaptif terhadap kondisi lalu lintas di lapangan.

“Sudah saatnya pengaturan lampu lalu lintas di seluruh Kota Bandung memanfaatkan teknologi AI agar lebih efisien,” jelasnya.

Perkuat Transportasi Massal

Selain pembenahan infrastruktur dan sistem lalu lintas, Pemkot Bandung juga menyiapkan langkah strategis di sektor transportasi publik.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan akan menjalankan program Trans Metro Pajajara. Program tersebut sebagai bagian dari penguatan angkutan massal di kawasan Bandung Raya.

“Dalam waktu dekat akan ada program Trans Metro Pajajaran dari Dishub Jawa Barat,” ungkap Farhan.

Pemkot Bandung juga akan melakukan peninjauan ulang terhadap angkutan kota (angkot). Termasuk penataan trayek yang akan di fungsikan sebagai feeder. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan penerapan sistem Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung.

“BRT direncanakan melayani jalur timur–barat,” tambahnya.

Opsi Jangka Panjang: LRT Bandung

Untuk solusi jangka panjang, Farhan menyebut pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian terkait peluang pembangunan Light Rail Transit (LRT) Bandung dengan rute utara–selatan. Proyek ini diharapkan menjadi tulang punggung transportasi massal masa depan untuk mengurai kemacetan.

“Saya berharap baik BRT maupun LRT bisa berjalan dan saling melengkapi sebagai solusi jangka panjang kemacetan di Bandung,” pungkasnya.


(Yusuf Mugni)

Bendungan Leuwi Halang Jebol, Ganggu Irigasi 103 Hektar Sawah di Pameungpeuk Garut

0
Bendungan Leuwi Halang Garut fokusjabar.id
Bendungan Leuwi Halang di Kampung Pasantren RW 005, Desa Sirnabakti, Kecamatan Pameungpeuk Garut

GARUT,FOKUSJabar.id: Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Garut memicu luapan Sungai Cikaso dan menyebabkan kerusakan serius pada Bendungan Leuwi Halang di Kampung Pasantren RW 005, Desa Sirnabakti, Kecamatan Pameungpeuk.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam, 17 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB itu kini mengancam keberlangsungan sektor pertanian setempat.

Camat Pameungpeuk, Dadang Muhidin, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, kerusakan bendungan berdampak langsung pada terganggunya sistem irigasi yang selama ini menjadi sumber pengairan ratusan petani.

Baca Juga: Pemkab Garut Apresiasi Peran NU Jaga NKRI dan Islam Moderat

“Kerusakan ini sangat berpengaruh karena aliran irigasi ke area persawahan tidak lagi berjalan optimal,” ujar Dadang, Jumat (23/1/2026).

Aliran Irigasi Terganggu, 103 Hektar Sawah Terdampak

Kerusakan pada Bendungan Leuwi Halang di laporkan mencapai panjang sekitar 20 meter. Akibatnya, distribusi air ke lahan pertanian seluas 103 hektar menjadi terhambat.

Sejumlah blok persawahan yang terdampak di antaranya Blok Citereup, Blok Medong, Blok Taringgul, Blok Paas Hilir dan Blok Sawah Lega.

Kondisi ini di khawatirkan mengganggu jadwal tanam petani dan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi apabila tidak segera di tangani.

Pasca kejadian, pihak Kecamatan Pameungpeuk telah melakukan pemantauan di lokasi serta berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat untuk menindaklanjuti dampak kerusakan tersebut.

“Kami terus melakukan koordinasi lintas sektor. Perlu penanganan cepat agar dampaknya tidak meluas dan petani tidak semakin dirugikan,” tegas Dadang.

Ia berharap perbaikan permanen bendungan dapat segera direalisasikan sehingga fungsi irigasi kembali normal dan aktivitas pertanian masyarakat bisa berjalan seperti semula.


(Y.A. Supianto)

Pemkab Garut Apresiasi Peran NU Jaga NKRI dan Islam Moderat

0
Keterangan Foto: Pelaksanaan Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU yang dilaksanakan di Lapangan Desa Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jum'at (23/1/2026).
Keterangan Foto: Pelaksanaan Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU yang dilaksanakan di Lapangan Desa Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jum'at (23/1/2026).

GARUT,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Garut memberikan penghargaan tinggi terhadap kontribusi Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga persatuan bangsa serta konsistensinya merawat nilai-nilai Islam moderat (wasathiyah). Apresiasi tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-100 versi Masehi yang digelar di Lapangan Desa Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jumat (23/1/2026).

Staf Ahli Bupati Garut, Maskut Farid, yang hadir mewakili Pemerintah Daerah, menilai peran NU tidak hanya strategis dalam bidang keagamaan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial kemasyarakatan. Tema Harlah tahun ini, “Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat, untuk Garut Hebat Maslahat”, disebut sejalan dengan arah pembangunan daerah.

Baca Juga: Naik Status Jadi Institut, Karsa Husada Garut Perkuat Layanan dan Pendidikan Kesehatan

“Pemerintah Daerah sangat menyadari peran besar NU, mulai dari penguatan nilai keagamaan hingga dukungan terhadap pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik,” ujar Maskut dalam sambutannya.

Ia juga menyoroti peran NU di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, NU memiliki posisi strategis sebagai penjaga nilai moral dan penyeimbang informasi, terutama dalam membentengi generasi muda dari hoaks dan narasi provokatif.

PCNU Garut Tekankan Inklusivitas Kader

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut, KH. Atjeng Abdul Wahid, memberikan arahan kepada seluruh jajaran pengurus NU, mulai dari tingkat Ranting hingga Majelis Wakil Cabang (MWC). Ia menegaskan pentingnya menjaga sikap inklusif dan membangun kebersamaan dengan seluruh elemen masyarakat.

“Nahdlatul Ulama harus bisa bersama semua pihak. Baik yang di depan, belakang, kanan, maupun kiri kita, semuanya adalah saudara,” tegas KH. Atjeng dengan gaya bahasa Sunda yang membumi.

Menurutnya, perbedaan pandangan dan latar belakang justru menjadi kekuatan untuk saling berlomba dalam kebaikan atau fastabiqul khoirot. Bukan alasan untuk menciptakan sekat sosial.

Rangkaian Agenda Harlah NU di Garut

Peringatan Harlah NU di Pasirwangi ini menjadi penanda dimulainya rangkaian besar perayaan 100 tahun NU di Kabupaten Garut. KH. Atjeng mengungkapkan sejumlah agenda lanjutan yang akan digelar di berbagai lokasi strategis.

Pada 26 Januari 2026, PCNU Garut akan membuka Musyawarah Kerja (Musker) yang terpusat di SOR Garut bersama perwakilan seluruh MWC. Selanjutnya, puncak peringatan akan berlangsung pada 29 Januari 2026 melalui Apel Kader di Masjid Al Jabbar Mekarmukti.

Akan hadir ribuan peserta dalam apel Kader tersebut. Sekitar 2.800 kader NU yang telah lulus pendidikan dasar wajib hadir. Kemudian kehadiran jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Barat.

Momentum Harlah ini hrapannya menjadi penguat sinergi antara NU dan masyarakat. Kemudain juga pemerintah daerah dalam mewujudkan Garut yang maslahat dan berdaya saing.


(Y.A. Supianto)