spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 254

35 Pohon Ditebang di Bandung, Pelaku Jalan Riau Didenda Rp100 Juta dan Wajib Sediakan 1.000 Bibit

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Pemerintah Kota Bandung Denda Pelaku Penebangan Pohon Dijalan Riau Rp100 juta serta Wajib Siapkan 1.000 Bibit Pohon (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menindaklanjuti kasus penebangan pohon di sejumlah titik di Kota Bandung. Dari total 35 pohon yang lenyap akibat penebangan liar, petugas telah mengantongi identitas pelaku penebangan di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Jalan Riau) serta menjatuhkan sanksi denda Rp100 juta dan kewajiban menyediakan 1.000 bibit pohon.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa Pemkot Bandung menguji penindakan terhadap pelaku penebangan pohon di Jalan Riau sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah (Perda).

Baca Juga: Tabrak Lari di Bandung Tewaskan Polisi, Farhan Sampaikan Duka dan Minta Pelaku Segera Ditangkap

“Kalau pelakunya sudah teridentifikasi dan sudah mendapat sanksi sesuai dengan Perda. Untuk yang di Jalan Riau,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (10/8/2026).

Farhan menjelaskan, berdasarkan laporan yang masuk kepadanya, pihak berwenang membebankan denda serta menuntut penyediaan 1.000 bibit pohon kepada pelaku sebagai bentuk ganti rugi.

“Kalau dari pernyataan Pak Jumhur, Pak Jumhur sudah dapat laporan juga, dendanya Rp100 juta dan penyediaan 1.000 bibit,” katanya.

Tanam Pohon Pengganti Setinggi 5 Meter dan Rencana Bongkar Trotoar

Selain mengeksekusi sanksi, Pemkot Bandung menyiapkan langkah cepat untuk mengganti pohon-pohon yang tumbang. Farhan menyebut pihaknya tengah memastikan ketersediaan bibit pohon unggulan dengan tinggi minimal lima meter.

“Penebangan pohon, insya Allah hari Selasa besok saya akan mendapatkan kepastian dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) mengenai ketersediaan bibit pohon yang tingginya minimal 5 meter,” ucapnya.

Menurut Farhan, penanaman pohon setinggi lima meter memerlukan pembongkaran trotoar secara teknis. Pemkot Bandung akan menyelaraskan agenda penanaman ini dengan rencana penataan trotoar di berbagai ruas jalan mulai September mendatang.

“Menanam pohon tinggi 5 meter itu nggak mungkin tanpa membongkar trotoar. Jadi melibatkan banyak pihak. Jadi mudah-mudahan sebelum September kita sudah bisa tanam,” jelasnya.

Lebih lanjut, Farhan menerangkan bahwa rencana pembenahan trotoar ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat. Pihaknya menempatkan perbaikan trotoar sebagai prioritas utama setelah kualitas permukaan jalan membaik.

“Karena pesan dari Pak Gubernur juga, jalan sudah lebih bagus, tetapi trotoar harus segera diutamakan. Maka mulai September kita akan bongkar trotoar,” ujarnya.

Lapor ke Tingkat Pusat dan Buru Pelaku di Tiga Lokasi Lain

Farhan menyampaikan bahwa dirinya telah melaporkan persoalan penebangan pohon di Bandung ini kepada jajaran pejabat di tingkat pusat.

“Saya sudah lapor juga kepada Menteri Lingkungan Hidup, Pak Jumhur. Terima kasih atas perhatian Pak Jumhur. Saya sudah melapor juga kepada Pak AHY sebagai Menko Infrastruktur,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Farhan juga mengontak pimpinan Komisi XXI DPR RI yang menaruh perhatian khusus terhadap kasus perusakan pohon di Kota Bandung.

Farhan menguraikan bahwa aksi penebangan pohon menyasar beberapa lokasi sekaligus. Selain Jalan Riau, aksi ini menyapu area Sawunggaling, Jalan Ir. H. Juanda, dan kawasan Cijerah.

“Yang di Sawunggaling belum ditindak, tapi sudah kita tandai. Yang di Ir. H. Juanda itu juga kita sudah tandai, tapi belum ditindak. Dan yang di Cijerah juga belum ditindak. Akan ada tindakan lanjutan,” jelasnya.

Untuk tiga lokasi tersebut, Farhan memastikan jajarannya masih menjalankan proses penyelidikan. Secara keseluruhan, aksi ini melenyapkan puluhan pohon di berbagai titik.

“Untuk yang tiga titik lagi, itu sedang dalam penyelidikan. Totalnya ada 35 pohon,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Bupati Garut Dorong Guntara dan Gemas Perkuat Akhlak Generasi Muda

0
bupati garut guntara dan gemas fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin di kunjungi Ketua dan jajaran Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Jawa Barat (Jabar), Senin (10/8/2026).

Pihaknya mengapresiasi atas di percayanya Kabupaten Garut sebagai tuan rumah penyelenggaraan Gebyar Ustadz Ustadzah Nusantara (Guntara) dan Gerakan Masjid Sakinah (Gemas).

BACA JUGA: Bupati Garut Lepas 32 Pramuka Penggalang ke Jamnas 2026

Guntara dan Gemas adalah kompetisi yang di laksanakan untuk mendorong bakat, minat dan potensi anak. Khususnya yang aktif di masjid.

Bupati Garut berharap, pembinaan generasi muda Islam dapat berjalan semakin masif. Sehingga berdampak pada peningkatan pemahaman keagamaan dan pembentukan akhlak mulia.

“Kegiatan ini di harapkan juga akan meningkatkan kualitas pemahaman agama dan akhlak dari generasi muda,” imbuhnya.

Ketua Umum DPW BKPRMI Jawa Barat, Oleh Soleh mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Garut atas penerimaan serta dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Terima kasih atas penerimaan dan kesediaan Kabupaten Garut untuk melaksanakan kegiatan BKPRMI yang bersifat Nasional di tingkat Jawa Barat,” ungkap Oleh Soleh.

BACA JUGA:

DLH Garut Dorong Anak jadi Penggerak Lingkungan Berkelanjutan

Dia menerangkan, rangkaian kegiatan yang akan di gelar meliputi Guntara dan Gemas yang di peruntukkan bagi anak-anak usia di bawah 6 tahun.

Puncak kegiatan di jadwalkan berlangsung pada 25 Agustus 2026 di Pendopo Garut dengan menghadirkan peserta dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Oleh Soleh mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Barat memberikan dukungan dan doa demi kelancaran kegiatan tersebut.

“Saya mengajak dan meminta dukungan serta doa kepada seluruh warga Jawa Barat untuk menyukseskan kegiatan BKPRMI dalam rangka membangun karakter generasi penerus yang berakhlakul karimah,” tutup Soleh.

(Bambang Fouristian)

Tabrak Lari di Bandung Tewaskan Polisi, Farhan Sampaikan Duka dan Minta Pelaku Segera Ditangkap

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung Senin (10/8/2026). (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya seorang anggota kepolisian yang menjadi korban kecelakaan tabrak lari usai melangsungkan patroli di Kota Bandung.

Farhan mengaku menyaksikan dampak kecelakaan tersebut tidak lama setelah peristiwa terjadi. Saat itu, ia bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung baru saja mengakhiri patroli pada Minggu subuh.

Baca Juga: PT Noor Abika Tours & Travel-BSI Tandatangani PKS

Farhan menjelaskan bahwa pihaknya menggelar patroli tersebut secara serentak bersama 151 kelurahan dan 30 kecamatan di seluruh wilayah Kota Bandung.

“Kalau saya kan patroli sapu-sapu bersama dengan 151 kelurahan dan 30 kecamatan. Keliling tuh. Pas turun, hampir jam setengah 6, kami melihat kecelakaan tersebut,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (10/8/2026).

Farhan menyayangkan peristiwa tragis tersebut karena korban merupakan sosok anggota kepolisian yang baru saja menuntaskan tugas patroli keamanan. Ia pun memanjatkan doa serta belasungkawa atas gugurnya petugas kepolisian tersebut.

“Kami sangat berduka atas gugurnya seorang petugas kepolisian yang baru selesai melakukan patroli bersama-sama kami,” katanya.

Farhan menegaskan bahwa Pemkot Bandung mempercayakan penuh proses pengungkapan kasus tabrak lari ini kepada jajaran kepolisian.

Ia menaruh harapan besar agar aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku tabrak lari serta menjatuhkan hukuman setimpal sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Yang kedua, kami juga menyerahkan 100 persen kepada kepolisian untuk mengungkap dan menindak pelakunya,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

PT Noor Abika Tours & Travel-BSI Tandatangani PKS

0
PT Noor Abika Tours & Travel fokusjabar.id
Dirut PT Noor Abika Tours & Travel, Rd. H. Holil Aksan Umarzen (ke-4 dari kanan)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Direktur Utama PT Noor Abika Tours & Travel, Holil Aksan Umarzen hadir dalam acara silaturahmi dan sinergi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersama Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Holil mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara BSI dan PIHK. Khususnya dalam pengembangan produk dan layanan ibadah Haji Khusus yang semakin profesional, aman, nyaman, transparan dan sesuai dengan prinsip syariah.

BACA JUGA:

Usai Juara Bersama Persib, Dedi Kusnandar Langsung Ibadah Haji

Dalam kegiatan tersebut di lakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) BSI dengan PIHK mengenai produk dan layanan ibadah Haji Khusus.

PT Noor Abika Tours & Travel menjadi salah satu PIHK yang turut menandatangani perjanjian kerja sama tersebut.

Berpengalaman Melayani Jemaah Sejak 1985

Keikutsertaan Noor Abika dalam kerja sama tersebut semakin memperkuat komitmen perusahaan yang telah memiliki pengalaman panjang dalam pelayanan perjalanan ibadah Haji dan Umrah sejak tahun 1985.

Selama lebih dari empat dekade, Noor Abika telah melayani masyarakat dalam perjalanan ibadah Haji dan Umrah dengan pengalaman yang terus di kembangkan mengikuti dinamika regulasi, kebutuhan jamaah serta perkembangan industri perjalanan ibadah.

“Sebagai PIHK, Noor Abika menempatkan pengalaman tersebut sebagai modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan membangun kepercayaan jamaah,” ungkap Holil.

Menurut Dia, pengalaman panjang harus berjalan seiring dengan inovasi dan penguatan tata kelola.

“Noor Abika telah melayani jamaah Haji dan Umrah sejak 1985. Pengalaman panjang ini tentu menjadi amanah sekaligus tanggung jawab untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan.”

“Dunia Haji dan Umrah terus berkembang. Sehingga PIHK juga harus terus beradaptasi dan membangun sinergi dengan mitra-mitra strategis,” imbuhnya.

Membangun Ekosistem Layanan yang Lebih Kuat

Menurut Holil, kerja sama antara BSI dan PIHK tidak semata-mata berkaitan dengan transaksi atau layanan perbankan. Tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem Haji Khusus yang lebih terintegrasi.

PIHK membutuhkan dukungan berbagai pihak. Termasuk lembaga keuangan syariah untuk menghadirkan layanan yang memberikan kemudahan dan rasa aman kepada jamaah.

BACA JUGA:

Kisah Nenek di Banjar, Ibadah Haji Demi Doakan Anak Depan Ka’bah

“Ini bukan sekadar penandatanganan PKS. Yang lebih penting adalah bagaimana kerja sama ini memberikan manfaat nyata kepada jamaah,” katanya.

“Jamaah harus menjadi pusat dari seluruh proses pelayanan,” Holil menegaskan.

Dia menilai, kolaborasi dengan BSI dapat menjadi peluang untuk mengembangkan berbagai layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan jamaah Haji Khusus, sekaligus memperkuat aspek keamanan, kemudahan, transparansi dan profesionalitas dalam pelayanan.

Pengalaman Harus Melahirkan Kepercayaan

Holil menegaskan, perjalanan panjang Noor Abika sejak 1985 bukan sekadar angka usia perusahaan. Tetapi merupakan bagian dari sejarah pelayanan kepada masyarakat yang harus terus di jaga.

Empat puluh tahun lebih pengalaman adalah sebuah perjalanan panjang. Tetapi yang paling penting bukan hanya berapa lama kita berdiri, melainkan seberapa besar kepercayaan masyarakat yang mampu kita jaga.

Dalam penyelenggaraan ibadah kepercayaan adalah amanah. Karena itu, Noor Abika berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan Haji Khusus dan Umrah dengan mengedepankan amanah, profesionalitas, kenyamanan, kepastian pelayanan serta kepatuhan terhadap regulasi.

Silaturahmi dan penandatanganan PKS BSI dengan PIHK di harapkan menjadi langkah awal bagi penguatan kolaborasi yang lebih luas dalam menghadirkan layanan Haji Khusus yang semakin berkualitas.

(Bambang Fouristian)

Pemkab Garut Siapkan SE Pencegahan dan Pengawasan Narkoba

0
Pemkab Garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Jawa Barat (Jabar) menyiapkan Surat Edaran (SE) untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.

“Kita siapkan SE pencegahan penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang,” kata Syakir saat audiensi dengan Aliansi Bela Anak Bangsa (ABAG) di Ruang Rapat Setda, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (10/8/2026).

BACA JUGA:

Jabar Jawara Ekspor 2026 Buka Peluang UMKM Garut Tembus Pasar Internasional

Audiensi tersebut turut di hadiri Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut, AKBP Hery Sudrajat, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bambang Hafidz, perwakilan Polres Garut, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

ABAG menyampaikan lima poin aspirasi untuk memperkuat perlindungan generasi muda. Di antaranya, penindakan tegas terhadap jaringan peredaran narkoba, penerbitan SE Bupati untuk memfasilitasi aduan masyarakat.

Tes urine berkala bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), peningkatan edukasi pencegahan di sekolah serta optimalisasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Bupati Garut menyambut baik masukan ABAG dan mendorong penguatan pencegahan melalui kerja sama lintas sektor.

Sebagai langkah awal, Pemkab Garut akan menerbitkan SE untuk ASN dan masyarakat untuk aktif memantau serta melaporkan indikasi penyalahgunaan obat terlarang kepada pihak berwenang.

Selain itu, sosialisasi dan edukasi pencegahan di sekolah juga akan di perkuat.

“Kita akan melakukan konsolidasi internal dan juga sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait dengan upaya pencegahan penyalahgunaan obat terkarang. Sejatinya sudah di laksanakan. Kita ingatkan lagi kepada seluruh masyarakat,” kata Bupati Garut.

Pemkab Garut bersama Polres juga tengah membahas wacana penerapan jam malam bagi anak sebagai salah satu upaya mengurangi tindak kriminalitas, penyalahgunaan obat dan minuman keras.

“Jam malam ini juga sebenarnya adalah inisiatif dari Pak Kapolres. Beliau ingin bersama-sama mengurangi tindak kriminalitas, penyalahgunaan obat, miras dan lain-lain. Salah satunya melakukan jam malam,” katanya.

Terkait pengawasan jalur distribusi, Syakur menjelaskan bahwa apotek resmi berada dalam pengawasan Dinas Kesehatan.

BACA JUGA:

Bupati Garut Lepas 32 Pramuka Penggalang ke Jamnas 2026

Ia menyebut, pelanggaran yang terbukti di lakukan apotek dapat berujung pada pencabutan izin.

“Biasanya obat itu tidak di apotek, karena apotek itu di awasi oleh Dinas Kesehatan. Jadi ketika ada kejadian penyalahgunaan perlakuan tidak sesuai, maka langsung di cabut izin apoteknya. Jadi biasanya bukan di apotek, di tempat-tempat ilegal,” ungkapnya.

Langkah tersebut di harapkan dapat memperkuat pencegahan, mempercepat pelaporan masyarakat serta melindungi generasi muda Garut dari penyalahgunaan narkoba, obat-obatan terlarang dan minuman keras.

(Bambang Fouristian)

Jabar Jawara Ekspor 2026 Buka Peluang UMKM Garut Tembus Pasar Internasional

0
Jabar Jawara Ekspor 2026 fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin (kanan)

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin membuka Capacity Building Jabar Jawara Ekspor 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat di Ballroom Hotel Santika Garut, Kecamatan Tarogong Kaler, Senin (10/8/2026).

Bupati Garut mengapresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih atas kepercayaan BI yang telah memilih Kabupaten Garut sebagai tuan rumah kegiatan pengembangan kapasitas bagi para pelaku usaha.

BACA JUGA:

Bupati Garut Lepas 32 Pramuka Penggalang ke Jamnas 2026

“Saya ucapkan terima kasih sudah menentukandan sudah mengajak wirausaha Garut untuk ikut dalam kegiatan ini,” kata Bupati Garut.

Dia menegaskan pentingnya keterlibatan wirausaha lokal dalam program ekspor.

Syakur berharap, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Garut dan BI Provinsi Jawa Barat dapat terus di kembangkan.

BACA JUGA:

Kerja Sama Lintas Sektor di Garut Matangkan “Gemar”

“Semoga ke depan makin banyak lagi kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Garut dengan Bank Indonesia perwakilan Jawa Barat,” ungkapnya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan mengapresiasi dukungan yang di berikan Pemerintah Kabupaten Garut.

Menurutnya, antusiasme dan fasilitasi pemerintah daerah mencerminkan komitmen dalam memajukan perekonomian berbasis masyarakat.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini UMKM di Garut dapat naik kelas dan tentu bisa ekspor untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” ungkap Junanto.

Melalui pelatihan dan pendampingan dalam Capacity Building Jabar Jawara Ekspor 2026, para pelaku UMKM Garut mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar serta menembus pasar internasional.

BACA JUGA:

DLH Garut Dorong Anak jadi Penggerak Lingkungan Berkelanjutan

Kegiatan ini juga di harapkan dapat membuka peluang bagi UMKM Garut untuk meningkatkan daya saing sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di daerah.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Lepas 32 Pramuka Penggalang ke Jamnas 2026

0
Bupati Garut Jamnas 2026 fokusjabar.id
Bupati Garut dan kontingen Jamnas 2026

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin melepas Kontingen yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) Tahun 2026 di Cibubur di Lapangan Apel Setda, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (10/8/2026).

Pada Jamnas 2026, Kabupaten Garut mengutus 32 anggota Pramuka Penggalang yang terbagi dalam dua regu putra dan putri. Masing-masing 16 orang.

BACA JUGA:

Bupati Garut Cek Rehabilitasi Jalan Limbangan–Selaawi

Kontingen tersebut di dampingi empat Pembina Pendamping yang terdiri atas dua putra dan dua putri serta dua Pimpinan Kontingen yang terdiri atas satu putra dan satu putri.

Bupati Garut mengucapkan selamat bertugas dan selamat jalan kepada seluruh rombongan Kwartir Cabang (Kwarcab) Garut.

Dia menegaskan, Jamnas merupakan agenda strategis yang memiliki makna luas. Terutama dalam menghimpun potensi para tunas bangsa.

“Bagi kami, Pramuka itu adalah salah satu wadah untuk menampung, mewadahi minat bakat para generasi muda,” katanya.

“Saya berharap, Gerakan Pramuka di sekolah itu semakin di intensifkan, semakin di perbanyak dari jumlah dan aspek kualitasnya,” Bupati Garut menambahkan.

Syakur menekankan pentingnya Pramuka sebagai sarana pembentukan life skill atau keterampilan hidup.

Menurutnya, pendidikan kepramukaan memberikan pembekalan yang nyata dan terukur melalui Tanda Kecakapan Khusus (TKK) sebagai bentuk sertifikasi keterampilan peserta didik.

Salah satu keterampilan mendasar yang di sorotnya adalah kemampuan mengolah makanan secara mandiri.

Keterampilan tersebut penting untuk membangun kemandirian generasi muda sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap makanan olahan yang berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Pajak Hotel dan Restoran jadi Pembangunan Infrastruktur

“Saya sampaikan, keterampilan yang paling sederhana itu mulai dari memasak. Kelihatannya sederhana, tapi anak sekarang kalau tidak di siapkan tahunya hanya makan olahan yang berpotensi tidak baik untuk kesehatan,” katanya.

Bupati Garut meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Garut untuk terus mendorong dan memperbanyak kegiatan kepramukaan di seluruh tingkatan sekolah.

Hal itu sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda Garut yang mandiri dan berdaya saing.

(Bambang Fouristian)