spot_imgspot_img
Kamis 9 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 225

Kemendagri dan Pemkab Garut Gelar Seminar Nationalism Goes to School

0
seminar fokusjabar.id
Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri RI resmi membuka Seminar Nationalism Goes to School Tahun 2026 di Gedung Pendopo Garut, Rabu (28/1/2026)

GARUT, FOKUSJabar.id:  Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri RI resmi membuka Seminar Nationalism Goes to School Tahun 2026 di Gedung Pendopo Garut, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat fondasi karakter dan jiwa nasionalisme di kalangan generasi muda di tengah gempuran arus digital.

Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan Ditjen Polpum Kemendagri, Sri Handoko Taruna. Membuka langsung acara yang merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut.

Baca Juga: Pemkab Garut Siapkan Regulasi Lembaga Penyiaran Lokal

Denga mengusung tema “Berprestasi Tanpa Kehilangan Empati”, seminar ini menargetkan para pelajar sebagai pilar masa depan bangsa.

Penguatan Karakter di Era Digital

Dalam arahannya, Sri Handoko menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan (agent of change). Ia meyakini bahwa sekecil apa pun langkah yang di ambil untuk membina wawasan kebangsaan akan berdampak besar bagi kemajuan negara.

“Kami berharap para siswa mampu menjadi agen perubahan yang membagikan hal positif ke lingkungan terkecilnya. Tujuannya adalah mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul secara akademis. Tetapi memiliki empati dan jiwa nasionalisme yang kuat,” ujar Handoko.

Garut Sebagai Lokus Pembinaan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyambut positif langkah Kemendagri yang memilih Kabupaten Garut sebagai lokasi pembinaan ideologi.

Menurutnya, tantangan generasi saat ini jauh lebih kompleks karena tumbuh di dunia digital yang seolah tanpa batas.

Nurdin menilai, kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi pada pelajar. Harus di barengi dengan tatanan nilai kebangsaan agar mereka tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Baca Juga: Putri Karlina Tekankan Pentingnya Skala Prioritas Pembangunan

“Di tengah kemajuan teknologi, mereka (pelajar) memiliki kemampuan koordinasi yang luar biasa. Masuknya Ditjen Polpum dalam memberikan tatanan nasionalisme ini sangat tepat agar teknologi di gunakan secara bijak,” jelas Nurdin.

Pemerintah Kabupaten Garut berharap melalui seminar ini, para pelajar dapat lebih bijak dalam bersosial media. Dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Acara di tutup dengan sesi diskusi interaktif. Di mana para pelajar berkesempatan berdialog langsung dengan para pakar mengenai tantangan kebangsaan di masa kini.

(Y. A. Supianto)

Wali Kota Bandung Belum Terima Surat Panggilan Dari Kejari

0
Wali Kota Bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan Pemerintah Kota Bandung akan patuh terhadap seluruh proses hukum terkait rencana pemanggilan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung.

Farhan mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pemanggilan resmi dari Kejari. Meski begitu, ia menegaskan sikap Pemkot Bandung yang menghormati kewenangan aparat penegak hukum.

“Kita pasti patuh. Sampai sekarang belum ada surat dari Kejari, masih menunggu. Penegak hukum memiliki hak dan kewenangan untuk memanggil siapa saja yang di anggap memiliki keterkaitan dalam perkara. Itu yang harus di hormati,” kata Farhan Rabu (28/1/2026).

Baca Juga: Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemkot Bandung Tunggu Modifikasi Cuaca BNPB

Farhan memastikan, akan bersikap kooperatif jika keterangannya memang di butuhkan dalam proses penegakan hukum. 

“Yang jelas, saya akan menghormati dan kooperatif jika keterangan di butuhkan,”ucapnya.

Baca Juga: Ini Langkah Pemkot Bandung Antisipasi Naiknya Debit Air Cikapundung

Sebelumnya, Kejari Kota Bandung membuka peluang memeriksa Wali Kota Bandung terkait penanganan perkara dugaan penyalahgunaan wewenang yang tengah di tangani penyidik.

Kejari menegaskan pemeriksaan di lakukan sesuai kebutuhan penyidikan dan prosedur hukum yang berlaku.

(Yusuf Mugni)

PDI Perjuangan Kota Banjar Gelar Musancab Serentak 

0
pdi perjuangan kota banjar@fokusjabar.id
Ketua DPC PDIP Kota Banjar Nana Suryana memimpin Musancab serentak di seluruh Kecamatan di Kota Banjar

BANJAR, FOKUSJabar.id: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Banjar secara serentak menggelar. Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di seluruh Kecamatan periode 2026 – 2031. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Banjar Nana Suryana mengatakan, bahwa Musancab ini merupakan kekuasaan tertinggi. Dalam Partai di tingkat Kecamatan yang di hadiri oleh utusan-utusan Ranting Parpol.

Musancab lanjut dia, di lakasanakan lima Tahun sekali atau dalam periode tertentu sesuai peraturan Partai.

Baca Juga: SMAN 1 Banjar Perkenalkan Perguruan Tinggi Lewat Education Fair Campus

“Hari ini Musancab di gelar serentak di seluruh Kecamatan,” ungkap Nana Suryana, Rabu (28/1/2026).

Selain itu, Nana menjelaskan, bahwa Musancab merupakan bagian dari upaya pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Banjar. Dalam menjalankan amanat Kongres dan Rakernas PDI Perjuangan.

“Kami menjalankan ini sesuai amanat dan hari ini Musancab di Kota Banjar rampung,” tegasnya. 

Baca Juga: Lebih 20 Tahun Tak Ada Pengadaan, Mobil Damkar Banjar Terperosok Saat Bertugas

Seluruh Ketua PAC PDI Perjuangan yang terpilih dalam Musancab serentak ini. Kata Nana, di harapkan menjadi penggerak utama dalam membesarkan partai.

Tidak hanya itu, Nana juga mengajak kepada seluruh pengurus DPC, PAC, Ranting dan anak Ranting. Untuk tetap solid dalam memenangkan Pemilu mendatang.

“Kita harus tetap solid untuk membesarkan PDI Perjuangan di Kota Banjar,” pungkas mantan Wakil Wali Kota Banjar ini.

(Agus)

FKP RKPD 2027, Langkah Pemkab Ciamis Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

0
pemkab ciamis@fokusjabar.id
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.(Mia/fokusjabar.id)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Demi menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida). Membuka ruang dialog melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. 

Forum ini menjadi wadah penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah berdasarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Di Aula Adipati Angganaya Bapperida Kabupaten Ciamis, Rabu (28/1/2026).

Forum Konsultasi Publik RKPD Ciamis 2027 di laksanakan secara hybrid dan di hadiri oleh Bupati Ciamis, Ketua DPRD Kabupaten Ciamis. Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Penjelasan Sekretaris Disdik Ciamis Soal Tes Kemampuan Akademik

Jajaran perangkat daerah, unsur kecamatan, para kepala desa, instansi vertikal. BUMD/BUMN, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga dan organisasi masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, H. Nanang Permana, M.H dalam sambutannya menegaskan pentingnya penyusunan RKPD yang terarah dan selaras dengan dokumen perencanaan jangka menengah daerah.

“RKPD Tahun 2027 harus di susun secara terarah, terukur, dan selaras dengan RPJMD. Sehingga program pembangunan yang di rencanakan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Ciamis,” ujar Ketua DPRD Ciamis.

Sementara itu Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya dalam sambutannya menegaskan Forum Konsultasi Publik tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial. Melainkan harus mampu melahirkan perencanaan pembangunan yang berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Forum konsultasi publik ini jangan hanya menjadi kegiatan seremonial. Tetapi harus menghasilkan perencanaan pembangunan yang berkualitas dan benar-benar di butuhkan masyarakat,” ujar Bupati Ciamis.

Menurutnya, di tengah keterbatasan anggaran daerah, seluruh perangkat daerah di tuntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun program prioritas.

“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, saya berharap seluruh perangkat daerah bisa lebih kreatif dan inovatif. Dalam menentukan program prioritas agar memberikan dampak dan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Ciamis,” tambahnya.

Paparan Sekda Ciamis

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T dalam paparannya menyampaikan arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2027 telah di rumuskan. Dalam Rancangan Awal RKPD dan di selaraskan dengan program nasional.

“Arah kebijakan pembangunan Kabupaten Ciamis Tahun 2027 telah kami rumuskan dalam Rancangan Awal RKPD. Termasuk bentuk dukungan daerah terhadap program-program nasional,” kata Sekda Ciamis.

Ia menambahkan, Forum Konsultasi Publik menjadi ruang strategis untuk menyempurnakan dokumen perencanaan melalui masukan dari berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga: Manfaat Kwarran Purwadadi Ciamis Harus Bisa Dirasakan Masyarakat

“Masukan dari seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar RKPD yang di susun benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah dan masyarakat,” jelasnya.

Forum Konsultasi Publik RKPD Ciamis 2027 juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Serta Bappeda Provinsi Jawa Barat yang memaparkan regulasi penyusunan RKPD Tahun 2027 dan arah kebijakan pembangunan Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan di tutup dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan oleh perwakilan perangkat daerah kabupaten, kecamatan, instansi vertikal. Serta lembaga dan organisasi masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama dalam penyusunan RKPD Kabupaten Ciamis Tahun 2027.

(Mia)

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemkot Bandung Tunggu Modifikasi Cuaca BNPB

0
pemkot bandung@fokusjabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Menjadikan Modifikasi Cuaca Sebagai Bagian Dari Strategi Pengendalian Risiko Bencana Hidrometeorologi Di Tengah Tingginya curah hujan yang berpotensi memicu banjir dan longsor

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bandung Raya.

Salah satunya dengan menunggu pelaksanaan modifikasi cuaca yang di koordinasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, modifikasi cuaca sebagai bagian dari strategi pengendalian risiko bencana hidrometeorologi. Di tengah tingginya curah hujan yang berpotensi memicu banjir dan longsor.

Baca Juga: Ini Langkah Pemkot Bandung Antisipasi Naiknya Debit Air Cikapundung

“Kita juga sedang menunggu jadwal modifikasi cuaca. Modifikasi cuaca ini di koordinasikan oleh BNPB,”kata Farhan di Menara BJB Jalan Naripan Kota Bandung Rabu (28/1/2026).

Farhan menjelaskan, hingga saat ini Pemkot Bandung masih menunggu kepastian jadwal pelaksanaan modifikasi cuaca untuk wilayah Bandung Raya.

Pasalnya, modifikasi cuaca di lakukan secara bertahap dan mencakup wilayah yang cukup luas, khususnya di Provinsi Jawa Barat.

“Kita menunggu jadwal pelaksanaan untuk wilayah Bandung Raya, karena Provinsi Jawa Barat. Memiliki banyak titik yang perlu di lakukan modifikasi cuaca,” katanya.

Menurutnya, penentuan lokasi dan waktu modifikasi cuaca sepenuhnya menjadi kewenangan BNPB. Dengan mempertimbangkan kondisi cuaca terkini, tingkat kerawanan bencana, serta prioritas daerah yang membutuhkan penanganan segera.

Selain menunggu pelaksanaan modifikasi cuaca, Pemkot Bandung juga terus menjalankan langkah-langkah mitigasi lainnya.

Baca Juga: Pemkot Bandung Fokus Benahi Ratusan Titik Drainase

Upaya tersebut meliputi pemantauan wilayah rawan banjir dan longsor, memastikan kesiapsiagaan petugas di lapangan. Serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Farhan berharap, kombinasi upaya mitigasi di daerah dan dukungan modifikasi cuaca dari pemerintah pusat. Dapat meminimalkan dampak cuaca ekstrem serta menjaga keselamatan warga Kota Bandung.

“Saya berharap dengan kombinasi upaya mitigasi dan dukungan modifikasi cuaca. Dampak cuaca ekstrem dapat di minimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

SMAN 1 Banjar Perkenalkan Perguruan Tinggi Lewat Education Fair Campus

0
sman 1 banjar campus@fokusjabar.id
Stand kampus pada acara Education Fair Campus di SMAN 1 Banjar.(Agus/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: SMAN 1 Banjar menggelar Education Fair Campus (EFC). Kegiatan EFC di gelar sebagai wadah strategis bagi siswa kelas XII untuk mengenal dunia perguruan tinggi secara lebih dekat.

Kepala SMAN 1 Banjar Bambang Sukarsono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hasil inisiatif para alumni yang memiliki kepedulian terhadap masa depan adik-adik kelasnya.

“Education Fair Campus ini sudah memasuki pelaksanaan yang keempat. Kegiatan ini merupakan inisiatif para alumni yang memiliki dedikasi dan kepedulian untuk memotivasi adik-adiknya agar siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkap Bambang Rabu (28/1/2026). 

Baca Juga: Lebih 20 Tahun Tak Ada Pengadaan, Mobil Damkar Banjar Terperosok Saat Bertugas

Kata Bambang, EFC memiliki peran penting karena membuka ruang komunikasi langsung antara siswa dan pihak perguruan tinggi. Selama ini, informasi mengenai kampus dan jurusan lebih banyak di peroleh siswa melalui media sosial.

“Melalui kegiatan ini, siswa bisa bertanya langsung kepada perguruan tinggi. Mereka bisa mengetahui seperti apa jurusannya, bagaimana sistem perkuliahan, hingga menyesuaikan pilihan dengan minat dan kemampuan mereka,” katanya.

Lanjut Bambang, pada pelaksanaan tahun ini sebanyak 36 perguruan tinggi turut ambil bagian. Untuk memaksimalkan interaksi, kegiatan di bagi ke dalam dua hari pelaksanaan.

“Kampus yang hadir pun tidak hanya berasal dari Jawa Barat, tetapi juga dari luar daerah,” jelasnya. 

Pelaksanaan Education Fair Campus di nilai semakin relevan karena bertepatan dengan tahapan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Pilihan Pendidikan lanjutan

Saat ini, SMAN 1 Banjar memiliki 426 siswa kelas XII yang tengah bersiap menentukan pilihan pendidikan lanjutan.

“Momentum ini sangat tepat karena sedang berlangsung proses seleksi jalur prestasi. Kami berharap siswa tidak bingung dalam menentukan pilihan jurusan maupun perguruan tinggi,” harap Bambang.

Baca Juga: Darurat Fiskal Daerah, Pemkot Banjar Kembali Pangkas TPP ASN dan P3K

Terkait data lulusan, Bambang mengungkapkan bahwa berdasarkan catatan Bimbingan Konseling (BK), lebih dari 90 persen siswa SMAN 1 Banjar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Namun, masih terdapat kendala dalam pendataan lulusan secara menyeluruh.

“Masih ada lulusan yang tidak melaporkan pilihannya ke sekolah, terutama yang masuk perguruan tinggi swasta atau langsung bekerja. Ini yang menjadi tantangan kami ke depan,” pungkasnya.

(Agus)

Aktivis Walhi Soroti Dugaan Pencemaran Limbah Hotel di Pangandaran

0
walhi pencemaran dugaan limbah hotel Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Genangan limbah yang mengalir ke Pantai Barat Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bale Rahayat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat menyoroti tajam dugaan pencemaran limbah hotel yang di buang ke laut di Pantai Barat Pangandaran.

Anggota Walhi Jabar, Dede Supriyadi mengaku prihatin atas beredarnya video viral yang memperlihatkan dugaan aliran limbah berbau menyengat yang mengarah ke kawasan Pantai Barat Pangandaran, salah satu ikon wisata unggulan Jawa Barat.

Dede menegaskan, Pantai bukan hanya ruang wisata, tetapi juga ruang hidup ekosistem pesisir dan sumber penghidupan masyarakat.

Baca Juga: Harga Kambing Terjun Bebas, Peternak di Pangandaran Kian Terjepit

” Jika benar terjadi pembuangan air limbah hotel tanpa pengolahan memadai hingga mencemari laut, maka ini adalah bentuk kelalaian serius terhadap perlindungan lingkungan hidup,” ujar Dede kepada FOKUSJabar.id melalui keterangan tertulis Rabu, (28/1/2026).

Oleh karena itu, aktivis lingkungan tersebut menyatakan sikap tegasnya.
1. Dugaan ini tidak boleh dianggap sepele.

“Air yang berubah warna, berbau, dan mengalir langsung ke laut adalah indikasi awal adanya potensi pelanggaran baku mutu air limbah. Ini harus segera diverifikasi secara ilmiah, bukan sekadar klarifikasi administratif,” tegasnya.

2. Tanggung jawab ada pada pelaku usaha dan pemerintah.
Menurut Dede, Setiap hotel WAJIB memiliki dan mengoperasikan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) sesuai standar.

Dia mengatakan, Jika limbah tetap mencemari, maka ada dua kemungkinan.

“Pertama, sistem pengolahan tidak berjalan. Kedua pengawasan pemerintah lemah. Keduanya sama-sama membahayakan lingkungan,” ujarnya.

3. Ini bukan hanya soal bau, tapi ancaman ekologis.

Menurut aktivitas lingkungan itu, limbah cair yang masuk ke laut bisa menyebabkan penurunan kualitas air laut serta gangguan biota pesisir.

“Selain itu, berisiko kesehatan bagi wisatawan serta kerusakan citra pariwisata Pangandaran jangka panjang,” kata dia.

4. Pemerintah tidak boleh menunggu viral baru bertindak.
Dede menegaskan, pengelolaan lingkungan bukan sistem pemadam kebakaran.

“Jika benar masalah ini sudah lama terjadi, maka ada kegagalan pengawasan yang harus dievaluasi,” tegasnya.

Tuntutan ke Pemkab Pangandaran

Walhi juga menuntut dan mendesak beberapa poin kepada pemerintah setempat, serta para pelaku usaha.

1. DLH Kabupaten & Provinsi segera turun lapangan melakukan uji kualitas air dan penelusuran sumber limbah.

2. Hasil uji laboratorium diumumkan terbuka ke publik.

Baca Juga: Viral di TikTok, Bau Limbah Hotel Cemari Pantai Barat Pangandaran

3. Jika terbukti melanggar, berikan sanksi tegas sesuai UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

4. Lakukan audit IPAL seluruh hotel di kawasan Pantai Pangandaran.

5. Hentikan sementara pembuangan yang terindikasi mencemari
Penegasan.

“Lingkungan bukan korban pembangunan pariwisata. Jika laut rusak, wisata akan mati. Jika pengawasan lemah, pelanggaran akan berulang. Pangandaran harus bersih bukan hanya di brosur, tapi juga di air lautnya,” pungkasnya.

(Sajidin)