spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 224

Harga Beras di Pasar Manis Ciamis Merangkak Naik

0
harga beras ciamis fokusjabar.id
Pedagang beras di pasar Manis Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Harga beras di Pasar Manis Ciamis Jawa Barat (Jabar) mulai menunjukan kenaikan. Per Sabtu (15/8/2026), beras paling murah di kisaran Rp14.500-15.000 per kg.

Sebelum mengalami kenaikan, harga beras paling murah Rp12.500-13.000 per kg.

BACA JUGA:

Perkuat Kinerja DPRD Ciamis, Ibnu Abdillah Resmi Dilantik

Menurut pedagang beras di PAasar Manis Ciamis, Azmi, kenaikan harga beras di picu akibat  stok dari petani saat ini berkurang karena sudah lewat masa panen.

“Pembelian dari petani cukup sulit karena stok mereka habis,” katanya.

Azmi menuturkan, karena stok padi di para petani berkurang bahkan di sebagian petani sudah habis, maka harga gabah pun melonjak.

“Ketika harga gabah naik, maka secara otomatis beras mengalami kenaikan,” ucapnya.

Selain harga beras, harga Ayam hidup yang di jual di sejumlah kandang mencapai Rp32.000 per kg.

BACA JUGA:

Tim Maung Sawal Kembali Beraksi di Ciamis, Patroli Malam Bakal Lebih Intensif

“Dua pekan yang lalu Saya beli ayam broiler hidup di kandang masih Rp 25.000 per kg. Hari ini sudah Rp 32.000 per kg,” kata Nani.

(Husen Maharaja)

Peringatan Hari Jadi ke-76, Pemkab Bekasi Gelar Sunatan Massal

0
Bekasi@fokusjabar.id
Pemkab Bekasi menggelar bakti sosial sunatan massal bagi 76 anak dari keluarga tidak mampu di Poliklinik Pemda Kabupaten Bekasi Cikarang Pusat, Sabtu (15/8/2026).(Web)

BEKASI, FOKUSJabar.id: Sebanyak 76 anak dari keluarga tidak mampu mengikuti kegiatan sunatan massal yang digelar Pemerintah Kabupaten Bekasi di Poliklinik Pemda Kabupaten Bekasi, Sukamahi, Cikarang Pusat, Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi.

Pelaksanaan sunatan massal ini juga bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Para peserta berasal dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi dan mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya sebagai bagian dari kegiatan bakti sosial pemerintah daerah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah, menyebut kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, terutama anak-anak yang berasal dari keluarga yang membutuhkan.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Bebaskan Denda Tunggakan PBB hingga 2025, Berlaku Agustus 2026

“Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76, kami dari Dinas Sosial melaksanakan bakti sosial berupa sunatan massal sebanyak 76 anak yang berasal dari seluruh Kabupaten Bekasi. Kami mengutamakan masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya.

Dukungan Dinsos, PMI dan Baznas

Pelayanan sunat dalam kegiatan tersebut didukung Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi melalui Poliklinik Pemda yang menyediakan tenaga kesehatan.

Pelaksanaan bakti sosial juga melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) serta Baznas Kabupaten Bekasi untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Manfaat yang diterima peserta tidak berhenti pada layanan sunat. Pemerintah daerah turut memberikan sejumlah bantuan kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut.

Bantuan yang diberikan mencakup uang, pakaian, perlengkapan salat, serta alat tulis.

“Di samping sunatan, kami juga memberikan bantuan berupa uang, pakaian, alat salat dan alat-alat tulis. Ini merupakan hadiah bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya anak-anak kita,” katanya.

Sebelum kegiatan berlangsung, Dinas Sosial Kabupaten Bekasi melakukan proses penjaringan peserta selama kurang lebih satu bulan. Tahap awal dilakukan dengan menyampaikan surat kepada pihak kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi.

Setelah itu, pekerja sosial masyarakat membantu melakukan penjangkauan dan pendataan terhadap anak-anak yang membutuhkan sekaligus berminat mengikuti program tersebut.

Prioritas Keluarga Kurang Mampu

Proses pendataan dilakukan agar bantuan dapat menyasar masyarakat yang menjadi prioritas. Anak-anak dari keluarga kurang mampu kemudian dihimpun dari berbagai kecamatan untuk mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Poliklinik Pemda Kabupaten Bekasi.

Menurut Alamsyah, minat masyarakat terhadap kegiatan sunatan massal sebenarnya cukup tinggi. Jumlah calon peserta yang berminat bahkan melebihi kuota yang disiapkan pemerintah daerah.

Namun, jumlah peserta akhirnya dibatasi menjadi 76 anak untuk menyesuaikan dengan usia Kabupaten Bekasi yang memasuki peringatan hari jadi ke-76.

“Antusiasmenya sebenarnya lebih banyak, tetapi karena kami ingin jumlahnya sesuai dengan usia Hari Jadi Kabupaten Bekasi, maka ditetapkan 76 peserta,” jelasnya.

Selain menjadi kegiatan sosial bagi masyarakat, pelaksanaan sunatan massal tersebut juga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan pemerintah daerah.

Aspirasi Masyarakat

Tujuannya yaitu untuk mengembangkan program serupa pada kesempatan berikutnya. Pemerintah membuka kemungkinan agar kegiatan sosial tidak hanya digelar ketika momentum hari jadi daerah berlangsung.

Alamsyah mengatakan aspirasi masyarakat yang menginginkan kegiatan serupa dilakukan kembali di luar rangkaian hari jadi menjadi masukan bagi pemerintah daerah. Menurutnya, kegiatan sosial secara berkelanjutan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Gelar Sidang Isbat Nikah Terpadu, 41 Pasangan Dapat Kepastian Hukum

“Itu menjadi masukan buat kami dan Pemda. Mudah-mudahan pada event berikutnya bisa ada kegiatan-kegiatan sosial yang tidak hanya dilaksanakan saat hari ulang tahun. Tentunya ini tidak bisa kita lakukan sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi,” tutupnya.

Sunatan massal bagi 76 anak tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi sekaligus HUT ke-81 Republik Indonesia.

Selain memberikan akses layanan kesehatan, kegiatan itu juga menghadirkan bantuan tambahan bagi peserta dan menjadi bentuk kolaborasi sejumlah unsur pemerintah serta lembaga sosial untuk membantu keluarga yang membutuhkan di Kabupaten Bekasi.

(Jingga Sonjaya)

Atasi Krisis Sampah, Pemkot Bandung Gandeng Danantara dan Kemenristek

0
Bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan pengembangan teknologi baru untuk mengatasi persoalan sampah. Program tersebut akan dikembangkan melalui kerja sama dengan Danantara dan Kementerian Riset dan Teknologi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, rencana tersebut menjadi salah satu tindak lanjut arahan Presiden mengenai penanganan sampah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pihak lainnya.

“Masalah sampah. Beliau sangat menekankan agar kerja sama antara pemerintah kota, kabupaten, dengan lembaga-lembaga penelitian, khususnya perguruan tinggi,” kata Farhan Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga: Bandung Kekurangan 36 Ribu APJ, Pemkot Gandeng Investor untuk Tambah Penerangan

Farhan menyebut, Pemkot Bandung sebelumnya telah menandatangani komitmen kerja sama pengembangan pengelolaan sampah di Legok Nangka. Pemkot juga telah menandatangani komitmen pengembangan bersama Danantara di Sarimukti dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, Pemkot Bandung tengah mengkaji metode pengolahan sampah yang akan diterapkan bersama Danantara dan Kementerian Riset dan Teknologi.

“Kita akan menyusuri dulu keadministrasiannya, lalu kami akan mempelajari, melakukan review, baik penerapan teknologinya maupun besaran biayanya. Nanti mudah-mudahan hari Senin sudah bisa kita umumkan,” jelasnya.

Menurutnya, teknologi yang disiapkan bukan teknologi yang sepenuhnya baru. Namun, metode penerapannya dinilai lebih efisien dan murah.

“Teknologinya sih enggak baru-baru banget, tapi metodenya yang baru. Metodenya jauh lebih efisien, lebih murah,” ungkapnya.

Adapun kapasitas pengolahan sampah yang direncanakan mencapai 50 hingga 300 ton per hari. Untuk tahap awal, Pemkot Bandung akan melakukan uji coba di satu titik.

Lokasi pengolahan membutuhkan lahan sekitar 5.000 meter persegi. Farhan mengatakan, pihaknya masih berkeliling mencari lokasi yang paling sesuai, khususnya di wilayah Bandung Timur.

“Belum tahu, masih keliling-keliling. Yang pasti mah Bandung Timur,” katanya.

Lokasi Tidak Mengganggu Masyarakat

Meski begit, pihaknya mengaku persoalan sosial menjadi pertimbangan utama dalam menentukan lokasi. Pemkot tidak ingin keberadaan fasilitas pengolahan sampah justru mengganggu aktivitas masyarakat di sekitarnya.

“Yang paling penting bukan 5.000 nya, yang paling penting bahwa akses ke sananya tidak mengganggu masyarakat. Karena itu yang jadi permasalahan, masalah sosialnya,” ucapnya.

Dalam skema pembiayaan, Danantara akan menanggung investasi pembangunan fasilitas, sementara Pemkot Bandung bertanggung jawab terhadap biaya operasional.

Baca Juga: Soroti Partisipasi Politik Masyarakat Baduy, Dosen UPI Raih Gelar Doktor

“Bagi dua. Jadi Danantara akan investasi, Kota Bandung akan membiayai operasional,” jelasnya.

Sementara untuk biaya pengolahan, Farhan memperkirakan berada di kisaran Rp250 ribu hingga Rp400 ribu per ton.

“Perkiraannya biaya per tonnya Rp250.000 sampai Rp400.000 per tonnya. Ya, itu pengolahannya. Kalau investasinya, nah itu Danantara yang tahu,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Gempa M7,7 Guncang Flores NTT, Tsunami Sempat Terjadi dan Ribuan Warga Mengungsi

0
gempa bumi NTT fokusjabar.id
Sejumlah bangunan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak parah (foto: cnn)

NTT, FOKUSJabar.id: Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Gempa yang kemudian di perbarui BMKG menjadi berkekuatan magnitudo 7,7 itu terjadi pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA.

Episentrum berada di laut pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

BACA JUGA:

Gempa Bumi di Bandung: Sekda Herman Suryatman Pantau Kesiapan Petugas di Posko Bencana

Guncangan yang tergolong kuat tersebut kemudian memicu peringatan dini tsunami bagi sejumlah wilayah pesisir.

Aktivitas tektonik Flores Back-Arc Thrust atau sesar naik busur belakang Flores menjadi penyebab gempa tersebut. Demikian di katakan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.

“Ini adalah mekanisme gempa yang di akibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores,” katanya di kutip antara, Sabtu (15/8/2026).

Zona tersebut di ketahui mempunyai potensi menghasilkan gempa dengan kekuatan hingga magnitudo 7,8–7,9. Wilayah yang sama juga mempunyai catatan sejarah gempa besar. Termasuk peristiwa pada 1992 yang menimbulkan kerusakan parah.

Guncangan tidak hanya di rasakan di sekitar pusat gempa. Sejumlah wilayah di Flores ikut merasakan dampaknya, dengan kawasan utara Flores seperti Nagekeo, Ngada, Manggarai, dan Sikka. Termasuk daerah yang mengalami dampak cukup besar.

Getaran juga terasa hingga Nusa Tenggara Barat serta beberapa wilayah di Sulawesi Selatan. Di sejumlah lokasi, bangunan mengalami kerusakan. Termasuk kawasan Pelabuhan Lorens Say di Maumere.

Petugas penyelamat pun di kerahkan untuk mencari dan mengevakuasi warga yang terdampak reruntuhan.

Selain guncangan, gempa tersebut memunculkan gelombang tsunami di sejumlah wilayah pesisir. Pemantauan BMKG menunjukkan gelombang terdeteksi di Sikka, Pelabuhan Kewapante, Flores Timur, Labuan Bajo, Dompu, Alor, Baubau, Bulukumba, hingga Kolaka.

BACA JUGA:

Gempa Bumi Garut: Pentingnya Pelatihan Mitigasi Bencana

Gelombang tertinggi mencapai 0,94 meter dan tercatat di Maurole, Ende pada pukul 05.27 WIB. Sementara itu, gelombang di Bulukumba mencapai 0,54 meter dan di Pelabuhan Kewapante tercatat 0,38 meter.

Setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi muka air laut, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB.

Keputusan tersebut di ambil setelah tidak di temukan lagi kenaikan muka air laut yang di nilai signifikan dan membahayakan masyarakat di wilayah pesisir terdampak.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan, pihaknya tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak.

Meski peringatan telah berakhir, masyarakat tetap di minta berhati-hati karena gempa susulan masih terjadi.

Informasi mengenai korban juga mengalami perubahan setelah laporan dari lapangan terus di terima dan di verifikasi.

Pada laporan awal, BNPB menyampaikan terdapat dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka setelah gempa berdampak di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan mengatakan, berdasarkan laporan pendahuluan Kodim Sikka, gempa bumi berdampak di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka.

Proses pendataan terhadap korban dan dampak gempa saat itu masih di lakukan oleh petugas.

Jumlah korban kemudian bertambah berdasarkan perkembangan informasi dari pemerintah daerah.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyampaikan bahwa sedikitnya lima orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

BACA JUGA:

Gempa Bumi Guncang Bandung dan Garut, BPBD Jawa Barat Lakukan Penanganan Cepat

Dua korban berada di Kabupaten Sikka, sedangkan tiga korban lainnya berada di Kabupaten Manggarai. Korban di duga tertimpa material bangunan akibat guncangan.

Sementara petugas masih melakukan verifikasi untuk memastikan kondisi serta penyebab kematian masing-masing korban.

“Berdasarkan informasi yang saya terima saat ini, jumlah korban meninggal sudah lima orang,” kata Melki.

Kerusakan akibat gempa juga di temukan pada sejumlah bangunan dan fasilitas di wilayah terdampak.

Laporan dari lapangan menyebut terdapat bangunan yang roboh serta kerusakan pada fasilitas pelabuhan dan sejumlah fasilitas umum.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di beberapa wilayah memilih melakukan evakuasi. Di Nagekeo, sekitar 2.000 warga mengungsi sebagai langkah antisipasi setelah peringatan dini tsunami di keluarkan.

Pemerintah dan petugas gabungan masih melakukan pendataan. Sehingga jumlah bangunan yang mengalami kerusakan dapat berubah apabila laporan baru masuk dari daerah.

Aktivitas gempa belum sepenuhnya berhenti setelah gempa utama. BMKG mencatat puluhan gempa susulan dengan kekuatan yang beragam.

Dalam pemantauan awal, sebanyak 37 gempa susulan tercatat. Termasuk dua gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang terjadi pada pukul 05.13 WIB dan 05.28 WIB.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di minta tetap memperhatikan informasi resmi dan berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya guncangan berikutnya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang menyebut gempa susulan dapat di ketahui secara pasti berdasarkan waktu tertentu.

Hingga saat ini, gempa bumi belum dapat di prediksi secara akurat berdasarkan waktu, lokasi dan kekuatannya.

Karena itu, masyarakat di minta mengandalkan informasi dari kanal resmi pemerintah dan tidak menyebarluaskan kabar yang belum di pastikan kebenarannya.

Warga yang berada di bangunan terdampak juga di imbau tidak kembali masuk sebelum kondisi bangunan di nyatakan aman.

Penanganan pascagempa di lakukan secara bersama oleh berbagai unsur. Pemerintah daerah, BNPB, BPBD, Basarnas, TNI, Polri serta BMKG terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah terdampak.

Upaya yang di lakukan meliputi pencarian dan evakuasi korban, pemeriksaan kondisi bangunan, pendataan kerusakan serta pemantauan aktivitas gempa susulan.

Masyarakat di wilayah pesisir juga tetap di minta mengikuti arahan petugas meskipun peringatan dini tsunami telah di nyatakan berakhir.

Perkembangan di lapangan masih terus di perbarui. Gempa M7,7 yang berpusat di sekitar Nagekeo tersebut telah memicu tsunami dengan ketinggian maksimum 0,94 meter dan menyebabkan sedikitnya lima orang meninggal dunia berdasarkan laporan pemerintah daerah terbaru.

BACA JUGA:

Garut Diguncang Gempa Bumi Tektonik M3,1

Sekitar 2.000 warga Nagekeo juga sempat mengungsi untuk mengantisipasi dampak tsunami.

Sementara itu, peringatan dini tsunami telah berakhir pada pukul 07.30 WIB, tetapi aktivitas gempa susulan membuat kewaspadaan masyarakat dan pemantauan petugas tetap di perlukan.

(Jingga Sonjaya)

Kronologi Kecelakaan Beruntun 3 Kendaraan di Cijulang Pangandaran

0
kecelakaan beruntun pangandaran fokusjabar.id
Kondisi ‎Mitsubishi Light Truck nomor polisi Z-9008-VA usai kecelakaan beruntun

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Kasat Lantas Polres Pangandaran Polda Jabar,, AKP Firman Hidayat mengungkap kronologi kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan pada Jumat (14/8/2026) kemarin.

‎Peristiwa yang menewaskan satu orang itu terjadi di Jalan Raya Cijulang, Dusun Binangun, Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.

‎BACA JUGA:

Sejak Juni Tak Ada Air, Warga Pangandaran Rela Tempuh 3 Km Demi Mandi dan Mencuci

‎Berikut kronologi lengkap kejadian berdasarkan keterangan awal petugas di lokasi:

‎1. Truk dari arah Parigi oleng

‎Mitsubishi Light Truck nomor polisi Z-9008-VA melaju dari arah Parigi menuju Cijulang. Saat melintasi Jalan Raya Cijulang di Dusun Binangun, truk diduga tiba-tiba kehilangan kendali.

‎2. Masuk jalur lawan dan tabrak Ayla

‎Karena hilang kendali, truk bergerak ke arah berlawanan. Di jalur tersebut melintas Daihatsu Ayla Z-1780-YI. Benturan keras pun terjadi antara truk dan Ayla.

‎3. APV dari belakang hantam Ayla

‎Tak berselang lama setelah tabrakan pertama, dari arah yang sama dengan Ayla muncul Suzuki APV Z-8962-WO. Karena jarak terlalu dekat, APV tidak bisa menghindar dan menabrak bagian belakang Daihatsu Ayla.

‎4. Korban dievakuasi

‎Benturan beruntun itu menyebabkan pengemudi Mitsubishi Light Truck meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

‎”Dua korban dibawa ke Puskesmas Cijulang dan satu di antaranya dirujuk ke RSUD Pandega. Satu korban lain juga mendapat perawatan di Puskesmas Cijulang,” ujar AKP Firman Sabtu, (15/8/2026).

‎AKP Firman mengatakan, petugas mengamankan ketiga kendaraan saat olah TKP.

BACA JUGA:

Bukan Sekadar Main di Pantai, Warga Pangandaran Justru Berburu “Harta Karun”

‎”Penyebab pasti masih dalam pendalaman. Sementara dugaan awal, Mitsubishi Light Truck kehilangan kendali saat melintas,” ujar AKP Firman.

‎Polisi juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian kejadian.

‎Polres Pangandaran mengimbau pengendara agar ekstra hati-hati saat melintasi jalur Cijulang yang banyak tikungan. Kecepatan diminta dikurangi dan kondisi kendaraan dipastikan aman.

(Sajidin)

IWO Ciamis Peringati HUT ke-14, Profesionalisme Jurnalistik jadi Penekanan

0
IWO Ciamis fokusjabar.id
Peringatan HUT IWO ke 14 Tahun

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Ciamis memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 dengan menggelar tasyakuran di Lembah Panyawangan, Kampus III Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jumat (14/8/2026).

Mengusung tema “IWO Berdampak terhadap Kebaikan Bangsa,” peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam mendorong profesionalisme wartawan sekaligus memastikan karya jurnalistik memberikan manfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Perkuat Kinerja DPRD Ciamis, Ibnu Abdillah Resmi Dilantik

Ketua IWO Kabupaten Ciamis, Heru Pramono mengatakan, usia 14 tahun menjadi momentum bagi organisasi untuk terus melakukan evaluasi dan memperkuat peran wartawan di tengah perubahan dunia informasi yang semakin cepat.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat masyarakat dapat memperoleh informasi dalam hitungan detik. Namun, kecepatan tersebut tidak boleh mengesampingkan akurasi dan kebenaran sebuah berita.

“Di usia ke-14 ini, kita tidak lagi bertanya siapa IWO, tetapi apa dampak IWO. Berdasarkan tema tahun ini, kita ingin menegaskan bahwa IWO harus berdampak terhadap kebaikan bangsa,” ujar Heru.

Ia menekankan, setidaknya ada tiga peran yang harus terus di jalankan insan pers. Salah satunya adalah membantu masyarakat menghadapi maraknya penyebaran informasi bohong atau hoaks.

Heru menegaskan, wartawan harus mengutamakan verifikasi sebelum menyampaikan informasi kepada publik.

“Kami memilih akurasi di atas kecepatan dan verifikasi di atas sensasi. Kami sadar, satu tulisan wartawan bisa menyelamatkan nama baik seseorang. Tetapi satu tulisan juga bisa menggugurkan atau merusak kehidupan seseorang,” katanya.

Selain melawan hoaks, pers juga memiliki fungsi kontrol sosial. Heru menilai, kritik yang di sampaikan melalui karya jurnalistik merupakan bagian dari upaya mengingatkan pemerintah maupun pihak terkait agar kebijakan yang di jalankan tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Kami mengkritik bukan untuk menjatuhkan. Kami mengawasi bukan untuk mencari musuh. Kami mitra pemerintah, bukan corong dan bukan lawan, tetapi mitra yang saling mengingatkan,” tegasnya.

BACA JUGA:

Tim Maung Sawal Kembali Beraksi di Ciamis, Patroli Malam Bakal Lebih Intensif

Ia juga mendorong wartawan agar tidak hanya menyajikan berita mengenai konflik, persoalan maupun peristiwa negatif. Pers harus mampu menghadirkan informasi yang mencerahkan, edukatif serta memberikan ruang bagi berbagai hal positif di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk implementasi tema HUT ke-14, IWO Kabupaten Ciamis berencana menginisiasi program penanaman pohon di lahan sekitar tiga hektare. Kegiatan tersebut akan melibatkan masyarakat dan petani setempat.

“Ini bagian dari IWO hadir memberikan dampak positif terhadap kemajuan bangsa,” ujarnya.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Enda menyampaikan apresiasi terhadap peran media dalam membantu pemerintah menangkal penyebaran informasi bohong.

“Jangan terlalu percaya kepada informasi, kecuali dari media-media yang terpercaya. Salah satu benteng pemerintah dalam mencegah penyebaran hoaks adalah karya dari rekan-rekan media,” ujar Enda.

Ia menjelaskan, keberadaan IWO tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi. Organisasi tersebut lahir pada 8 Agustus 2012 di Jakarta sebagai wadah bagi wartawan dan pemilik media siber dalam menghadapi perubahan industri media.

“Sekarang media online berkembang sangat pesat dan masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi melalui media online. Karena itu, masyarakat harus memilih media yang terpercaya agar informasi yang di peroleh tepat dan cepat,” katanya.

Enda menilai, tema “IWO Berdampak terhadap Kebaikan Bangsa” relevan dengan kondisi pers saat ini. Menurutnya, tuntutan kecepatan dalam pemberitaan harus tetap di imbangi dengan ketelitian dan akurasi agar media tidak justru menjadi sumber kegaduhan.

BACA JUGA:

Bukan Sekadar Mengibarkan Bendera, Ini Pesan Herdiat untuk 54 Paskibraka Ciamis

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ciamis dan insan pers. Kritik serta masukan dari media di butuhkan pemerintah sebagai bahan evaluasi dalam menjalankan pembangunan daerah.

“Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ciamis dengan insan pers. Terutama IWO berjalan dengan baik. Kami membutuhkan pemikiran dan kritik konstruktif dari insan pers untuk pembangunan,” pungkasnya.

(Mia)

Perkuat Kinerja DPRD Ciamis, Ibnu Abdillah Resmi Dilantik

0
DPRD Ciamis fokusjabar.id
Pengucapan sumpah dan janji Pengganti Antar Waktu Ibnu Abdillah

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Formasi keanggotaan DPRD Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) kembali lengkap setelah di laksanakannya pengucapan sumpah dan janji Pengganti Antar Waktu (PAW) dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD.

Prosesi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan lembaga legislatif menyusul kosongnya satu kursi anggota dewan.

BACA JUGA:

Bukan Sekadar Mengibarkan Bendera, Ini Pesan Herdiat untuk 54 Paskibraka Ciamis

Dalam rapat paripurna tersebut, Ibnu Abdillah Hammam Fauzi resmi di lantik sebagai Anggota DPRD Kabupaten Ciamis untuk sisa masa jabatan 2024–2029.

Ia menggantikan Dede Herli (alm) anggota DPRD dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Sebagai calon legislatif dengan perolehan suara terbanyak berikutnya pada Daerah Pemilihan (Dapil) Ciamis VI dalam Pemilu Legislatif 2024, Ibnu Abdillah berhak mengisi sisa masa jabatan hingga tahun 2029 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Prosesi pengucapan sumpah dan janji jabatan berlangsung khidmat di hadiri Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, pejabat Pemerintah serta tamu undangan lainnya.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan ucapan selamat kepada Ibnu Abdillah atas amanah yang di terimanya sebagai anggota DPRD.

BACA JUGA:

Lewat Dongeng Sunda, Anak-anak Ciamis Diajak Menelusuri Jejak Leluhur Galuh

“Jabatan sebagai wakil rakyat merupakan amanah besar yang harus di jalankan dengan penuh integritas, dedikasi serta tanggung jawab dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Bupati berharap, anggota DPRD yang baru di lantik dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas-tugas kedewanan serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara efektif, efisien dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sinergitas antara DPRD dan pemerintah daerah merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, kami berharap, saidara Ibnu Abdillah dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya serta terus memperjuangkan aspirasi masyarakat di Dapil maupun masyarakat Kabupaten Ciamis secara keseluruhan,” ujar Bupati.

BACA JUGA:

SDN 7 Ciamis Gelar Lomba Kaulinan Tradisional

Selain menjalankan fungsi legislasi, anggota DPRD juga memiliki tugas dalam fungsi penganggaran dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Ketiga fungsi tersebut di harapkan dapat di jalankan secara optimal guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Melalui pelantikan ini, DPRD Kabupaten Ciamis kembali memiliki formasi yang lengkap. Sehingga di harapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kelembagaan dalam membahas berbagai kebijakan strategis daerah.

“Kehadiran saudara Ibnu Abdillah sebagai anggota DPRD PAW di harapkan dapat membawa semangat baru dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Khususnya di Daerah Pemilihan Ciamis VI, sekaligus memperkuat kolaborasi antara legislatif dan eksekutif demi mendukung terwujudnya pembangunan Kabupaten Ciamis yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.

(Mia)