spot_imgspot_img
Kamis 9 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 223

50 Korban Longsor Cisarua KBB Ditemukan

0
Korban Longsor Cisarua KBB fokusjabar.id
Proses pencarian korban longsor Cisarua KBB

KBB, FOKUSJabar.id: Hingga hari kelima Tim gabungan melakukan upaya pencarian besar-besaran untuk menemukan 80 warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang di laporkan hilang tertimbun longsor.

Duka mendalam masih menyelimuti lokasi bencana seiring bertambahnya jumlah jenazah yang berhasil di evakuasi tim gabungan.

BACA JUGA:

MDMC Garut Kirim Personel Spesialis SAR ke Lokasi Longsor Cisarua KBB

Mengutip tribunjabar.id, Incident Commander bencana longsor Cisarua, Ade Zakir mengatakan, hasil verifikasi terbaru lintas instansi menunjukan 158 warga terdampak langsung longsor.

80 orang di nyatakan hilang di duga tertimbun material longsor. 50 korban sudah di temukan.

78 orang di nyatakan selamat dan 50 Kantong Jenazah telah dievakuasi dari lokasi. 35 teridentifikasi dan 15 dalam proses DVI.

“Dari 50 bodypack yang dibawa Basarnas, 35 jenazah sudah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI. Sedangkan 15 lainnya masih dalam proses,” kata Ade Zakir.

Bencana longsor ersebut memporakporandakan permukiman di tiga kampung. Berdasarkan data teknis, terdapat 48 rumah warga berstatus rusak berat serta satu bangunan mushala hancur.

Ketiga wilayah tersebut, Kampung Pasirkuning (RT05/11), Pasirkuda (RT01/10) dan Kampung Babakan Cibudah (RT06/07).

BACA JUGA:

DVI Polri Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Cisarua KBB

Selain warga yang hilang, jumlah pengungsi di posko utama Desa Pasirlangu juga meningkat. Rasa trauma dan ancaman longsor susulan membuat warga meninggalkan rumah mereka.

“Saat ini tercatat ada 564 jiwa dari 186 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi di posko Desa Pasirlangu,” ungkap Ade.

Menurut Dia, fokus utama tim gabungan saat ini adalah mempercepat pencarian 80 warga yang masih hilang.

(Bambang Fouristian)

Bupati Ciamis Sebut Regulasi Jelas, Pengisian Wabup Tinggal Keputusan Partai Pengusung

0
ciamis@fokusjabar.id
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kekosongan jabatan Wakil Bupati Ciamis yang telah berlangsung selama satu tahun kembali menjadi sorotan. Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menegaskan secara regulasi, mekanisme pengisian jabatan tersebut sebenarnya tidak menemui kendala berarti.

Herdiat menekankan, keberadaan wakil bupati bukan sekadar pelengkap struktur pemerintahan, melainkan elemen penting untuk mempercepat pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Baca Juga: Ciamis Siap Masuk Tahap Awal Program Sekolah Rakyat

“Kalau ditanya butuh atau tidak wakil bupati, jawabannya sangat dibutuhkan. Wilayah Ciamis luas, jumlah penduduknya besar, tentu tidak bisa saya tangani sendiri,” ujar Herdiat.

Terkait proses pengisian jabatan, ia menjelaskan regulasi yang digunakan masih mengacu pada aturan lama. Meski demikian, pemerintah daerah diberi ruang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan aktual.

Menurutnya, pemerintah pusat telah memberikan sinyal positif secara lisan. Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada pemerintah daerah.

“Regulasinya ada dan jelas. Kewenangan pengusulan itu Pemprov serahkan ke daerah, tinggal bagaimana kesiapan politiknya,” jelasnya.

Bola Panas Kini di Tangan Parpol Pengusung

Namun demikian, Herdiat menegaskan waktu pengajuan pengisian jabatan wakil bupati sepenuhnya bergantung pada dinamika dan kesepakatan partai politik.

“Kapan mau berlanjut, itu urusan partai politik. Mau besok, minggu depan, atau bulan depan, kami siap memproses,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Ciamis, lanjut Herdiat, telah bersikap terbuka dan siap menjalankan prosedur administratif kapan pun pengambilan keputusan politik berlangsung.

Selain isu struktural pemerintahan, Herdiat juga menyinggung tantangan sosial yang masih Ciamis hadapi, khususnya angka kemiskinan yang saat ini berada di kisaran 7,4 persen.

“Target kita idealnya maksimal 5 persen, bahkan lebih baik kalau bisa di bawah itu,” tegasnya.

Dengan luas wilayah, besarnya jumlah penduduk, serta agenda pengentasan kemiskinan yang masih membutuhkan perhatian serius, Herdiat menilai kehadiran wakil bupati akan sangat membantu dalam penguatan koordinasi, pengawasan, dan percepatan program pembangunan.

Ia pun berharap seluruh pihak, terutama partai politik, dapat segera mengambil langkah konkret demi optimalisasi roda pemerintahan.

“Dari sisi kebutuhan pemerintahan, wakil bupati itu sangat penting,” pungkasnya.

(Adhmia Raudhia)

Musrenbang Bungursari Tasikmalaya Jadi Ajang Aspirasi Warga, Jalan Rusak Jadi Sorotan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Musrenbang RKPD 2027 tingkat Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya dibuka langsung Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan keluhan sekaligus harapan terkait kondisi lingkungan dan infrastruktur wilayah.

Musrenbang yang digelar di Aula Utama Kantor Kecamatan Bungursari tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Evi Silviany, sejumlah anggota DPRD di antaranya Kepler Sianturi, Cahyawandana, dan Enan Suherlan, jajaran pimpinan OPD, perwakilan organisasi, serta masyarakat.

Baca Juga: SPPG Cinta Abadi 1 Hadir di Tasikmalaya, Dapur Gizi Megah Berstandar Premium

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya menegaskan pentingnya kejujuran dan transparansi dalam proses perencanaan pembangunan. Ia meminta agar pemilahan seluruh usulan secara jelas, mana yang dapat APBD Kota Tasikmalaya buayai dan mana yang harus berlanjut ke tingkat provinsi maupun pemerintah pusat.

“Usulan harus tersampaikan secara terbuka dan realistis, supaya masyarakat tidak merasa mendapat harapan palsu. Warga perlu tahu mana yang bisa direalisasikan dan mana yang belum bisa,” ujarnya.

Jalan Rusak Jadi Keluhan Utama Warga

Salah satu persoalan yang mencuat dalam forum tersebut adalah kondisi Jalan Cipeuteuy–Sukalaksana yang telah lama menjadi warga. Jalan tersebut sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan dan kini menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Bungursari.

“Kita akan komunikasikan persoalan ini dengan pemerintah provinsi maupun pusat untuk mencari solusi terbaik, karena ini sudah menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” katanya.

Ia juga menyoroti karakter wilayah Kota Tasikmalaya yang secara administratif berstatus kelurahan, namun masih memiliki nuansa pedesaan. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan pola pembangunan yang lebih terukur dan tepat sasaran.

“Saya selalu sampaikan hal ini saat kunjungan kerja ke kementerian di Jakarta. Kita tidak memiliki Alokasi Dana Desa (ADD), dan itu menjadi tantangan tersendiri,” ungkapnya.

Dorong Inovasi Pembangunan Wilayah

Sebagai upaya mendorong pertumbuhan wilayah Bungursari, Ia mengusulkan sejumlah gagasan strategis, seperti pembangunan Sekolah Rakyat, arboretum, hingga terminal agro. Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut dapat menciptakan titik keramaian baru sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Kita harus kreatif dan inovatif agar wilayah ini berkembang, perekonomian meningkat, dan daya beli masyarakat ikut terangkat,” tambahnya.

DPRD Soroti Aktivitas Galian C

Menanggapi persoalan infrastruktur, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Evi Silviany, menyampaikan kerusakan Jalan Cipeuteuy–Sukalaksana telah lama warga usulkan melalui berbagai audiensi, baik ke pihak kecamatan maupun DPRD.

Menurut Evi, perbaikan jalan tersebut akan sulit bertahan jika aktivitas penambangan galian C di wilayah Bungursari masih terus berjalan.

“Kalau galian C masih beroperasi, jalan yang diperbaiki pasti akan rusak kembali. Jadi, penanganannya harus menyeluruh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kerusakan jalan terpicu oleh aktivitas angkutan pasir menggunakan truk bermuatan berat yang melebihi kapasitas jalan.

“Membangun jalan ini tidak bisa setengah-setengah. Aktivitas penambangan harus berhenti terlebih dahulu agar perbaikan bisa optimal dan bertahan lama,” tegasnya.

Evi pun meminta agar aktivitas galian C di Bungursari segera tutup. Sehingga proses perbaikan jalan dapat segera terealisasi demi kenyamanan dan keselamatan warga.

(Seda)

Disebut Bukan Ibu Kota Galuh, Warga dan Budayawan Kawali Ciamis Bereaksi Keras

0
Budayawan Unigal Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketpot: Budayawan muda Ciamis Ilham Purwa

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejumlah tokoh budaya dan masyarakat di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyatakan keberatan keras terhadap sebuah narasi yang mencuat di salah satu media daring. Tulisan tersebut menyulut emosi warga karena menyebut ibu kota Kerajaan Galuh berada di Baregbeg, bukan di Kawali.

Tokoh-tokoh Kawali menilai penyusunan narasi tersebut tanpa dasar kajian ilmiah yang memadai dan cenderung bersifat opini sepihak. Padahal, selama ini Kawali sebagai pusat Kerajaan Galuh berdasarkan berbagai literatur sejarah serta bukti-bukti otentik yang ada di lapangan.

Baca Juga: Ciamis Siap Masuk Tahap Awal Program Sekolah Rakyat

Salah seorang budayawan Kawali, Fahmi, menegaskan masyarakat Kawali tidak bisa menerima klaim yang bertentangan dengan fakta sejarah.

“Saya sebagai warga Kawali tidak menerima narasi yang menyebut ibu kota Kerajaan Galuh berada di Baregbeg. Itu bertentangan dengan kajian sejarah yang selama ini kami pahami,” ujar Fahmi, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, tulisan tersebut terkesan menggiring opini publik agar mempercayai sesuatu yang belum memiliki dasar keilmuan yang jelas.

“Kalau memang ada klaim bahwa Baregbeg adalah ibu kota Kerajaan Galuh, seharusnya melalui penjelasan secara ilmiah dan akademis, bukan sekadar asumsi,” tegasnya.

Diminta Tenang, Namun Kritik Dinilai Wajar

Perwakilan budayawan Ciamis, Sopyan, menilai reaksi warga Kawali merupakan hal yang wajar. Menurutnya, masyarakat tentu akan tersinggung jika identitas sejarah daerahnya dipatahkan tanpa argumen yang kuat.

“Saya kira kemarahan warga Kawali itu beralasan. Namun tetap kami imbau agar menyikapinya dengan tenang dan bijak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa selama ini berbagai kajian dan literatur sejarah justru menguatkan posisi Kawali sebagai pusat Kerajaan Galuh.

Akademisi Ingatkan Etika Penulisan Sejarah

Akademisi sekaligus pegiat budaya Ciamis, Ilham Purwa, menekankan informasi sejarah yang layak publish harus melalui proses ilmiah yang sistematis. Ia menyebut setidaknya terdapat empat tahapan utama dalam rekonstruksi sejarah.

“Yakni heuristik atau pengumpulan sumber, kritik dan verifikasi sumber, interpretasi fakta, serta historiografi atau penulisan sejarah. Tanpa tahapan ini, data yang tersampaikan ke publik rawan menimbulkan kesalahpahaman,” jelasnya.

Ilham menambahkan, posisi Kawali sebagai pusat Kerajaan Galuh sangat kuat, karena telah melalui berbagai kajian akademis serta bukti otentik yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini harus menjadi catatan bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi sejarah, supaya tidak melahirkan opini liar yang lemah secara akademik,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Ciamis Siap Masuk Tahap Awal Program Sekolah Rakyat

0
Ketpot: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, FOKUSJabar.id
Ketpot: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus mengupayakan agar daerahnya dapat masuk dalam tahap awal pembangunan Program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial Republik Indonesia. Program tersebut menjadi salah satu prioritas nasional dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Keseriusan Pemkab Ciamis ditunjukkan melalui pengiriman surat resmi kepada Menteri Sosial RI, yang kemudian ditindaklanjuti dengan komunikasi langsung antara Bupati Ciamis, Herdiat Subarya, dan Menteri Sosial.

Baca Juga: Gotong Royong dan Digitalisasi, Kunci Penurunan Stunting di Ciamis

Bupati Ciamis, Herdiat Subarya, mengatakan surat tersebut merupakan bentuk silaturahmi sekaligus pernyataan komitmen pemerintah daerah agar Ciamis dapat terlibat sejak tahap pertama pelaksanaan program.

“Kami bersilaturahmi dan menyampaikan harapan. Karena pada tahap awal Ciamis belum termasuk. Kita berharap Ciamis bisa masuk tahap pertama, dan alhamdulillah respons Pak Menteri sangat baik,” ujar Herdiat, Rabu (28/1/2026).

Syarat Utama: Lahan Harus Clear and Clean

Dalam komunikasi tersebut, Herdiat menyampaikan pesan Menteri Sosial yang menekankan pentingnya kesiapan lahan sebagai syarat utama pembangunan Sekolah Rakyat.

“Pak Menteri menyampaikan, tolong tanahnya segera selesaikan clear and clean paling lambat dua bulan. Ada daerah yang sudah masuk tahap pertama, tetapi lahannya belum siap. Jika Ciamis bisa menyelesaikan dalam dua bulan, insya Allah tahun ini bisa mulai membangun,” tuturnya.

Menurut Herdiat, pernyataan tersebut menjadi kabar baik sekaligus tantangan bagi Pemkab Ciamis untuk segera menuntaskan persoalan administrasi dan legalitas lahan.

“Ini sebenarnya peluang besar bagi Ciamis. Tinggal bagaimana kita mampu menyelesaikan persyaratan lahan tersebut,” jelasnya.

Panjalu Jadi Opsi Lokasi

Pemkab Ciamis telah menyiapkan beberapa alternatif lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, salah satunya di Kecamatan Panjalu. Di wilayah tersebut tersedia sejumlah bidang tanah dengan total luasan lebih dari 50 hektare, meskipun tersebar di beberapa titik.

Namun demikian, Herdiat menegaskan pengajuan lahan harus memenuhi ketentuan pemerintah pusat, termasuk tidak masuk dalam kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Salah satu syaratnya tidak boleh berada di kawasan LP2B. Kalau masuk LP2B, lahan itu tidak bisa dalam kategori clear and clean,” tegasnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemkab Ciamis optimistis dapat memenuhi persyaratan dari pemerintah pusat agar program Sekolah Rakyat segera terealisasi di wilayah Tatar Galuh.

(Husen Maharaja)

Alih Fungsi Hutan di Gunung Cikuray Tingkatkan Risiko Longsor, BPBD Garut Peringatkan Warga

0
Garut, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, H. Aah Anwar Saefuloh, memimpin peninjauan lapangan di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) kawasan Gunung Cikuray, Kecamatan Cigedug, pada Rabu (28/01/2026).

GARUT,FOKUSJabar.id: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya potensi bencana tanah longsor di kawasan Gunung Cikuray, Kecamatan Cigedug. Peringatan ini menyusul penemuan alih fungsi hutan lindung menjadi lahan pertanian yang berisiko tinggi terhadap keselamatan lingkungan dan warga di sekitarnya.

Peringatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Garut, H. Aah Anwar Saefuloh sampaikan saat memimpin peninjauan langsung ke kawasan Gunung Cikuray pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut, Rabu (28/01/2026).

Baca Juga: Pemkab Garut Siapkan Regulasi Lembaga Penyiaran Lokal

Dalam inspeksi lapangan itu, tim gabungan yang terdiri dari Inspektorat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, Perhutani, unsur Asisten Daerah I, serta pemerintah desa dan kecamatan menemukan perubahan signifikan pada bentang alam. Kawasan yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air dan penahan tanah kini terdominasi tanaman sayuran produktif.

“Kami melihat langsung kondisi di lapangan. Banyak kawasan hutan yang fungsinya sudah berubah dan tidak lagi berperan sebagai hutan lindung,” ungkap Aah Anwar di sela peninjauan.

Vegetasi Berkurang, Risiko Longsor Meningkat

Menurut BPBD, berkurangnya vegetasi tegakan di lereng Gunung Cikuray dapat mempercepat aliran air permukaan dan melemahkan struktur tanah. Kondisi ini berpotensi memicu longsor, terutama saat intensitas hujan tinggi.

BPBD Garut menyoroti tiga aspek krusial yang perlu segera mendapat perhatian serius. Pertama, perlunya kajian risiko bencana untuk memetakan potensi longsor akibat degradasi fungsi hutan. Kedua, evaluasi terhadap penerapan regulasi kehutanan, khususnya terkait Hutan Desa Pemberdayaan Kebijakan (HDPK) dan program Perhutanan Sosial, yang masih membutuhkan pengawasan ketat di lapangan. Ketiga, penguatan edukasi kepada masyarakat agar memahami dampak jangka panjang alih fungsi lahan terhadap keselamatan lingkungan.

Temuan Dilaporkan ke Pimpinan Daerah

Seluruh hasil peninjauan lapangan tersebut akan diinventarisasi dan dilaporkan kepada pimpinan daerah sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, termasuk langkah-langkah darurat perlindungan lingkungan.

Aah Anwar menegaskan, mitigasi bencana harus berjalan sejak dini, salah satunya dengan mengembalikan fungsi alam sebagaimana mestinya.

“Kami berharap dapat meminimalisir risiko bencana. Kami mengajak masyarakat di kawasan Cikuray untuk kembali menjaga alam. Jangan sampai alih fungsi lahan ini justru berujung pada bencana yang merugikan kita semua,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

DPC PPP Kota Cirebon Setuju Uu Ruzhanul Ulum jadi Plt Ketua DPW Jabar

0
DPC PPP Kota Cirebon fokusjabar.id
Sekretaris DPC PPP Kota Cirebon, Tunggal Dewananto (dewa)

KOTA CIREBON, FOKUSJabar.id: Sekretaris DPC PPP Kota Cirebon, Tunggal Dewananto (Dewa) setuju dengan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menunjuk Uu Ruzhanul Ulum menjadi Plt Ketua DPW Jawa Barat (Jabar).

“Kami setuju Pak Uu jadi Plt Ketua DPW PPP Jabar. Ini sebuah bukti kesolidan dan komitmen dalam menjalankan keputusan yang di ambil oleh pimpinan pusat,” ungkap Dewa.

BACA JUGA:

Uu Ruzhanul Ulum Plt Ketua DPW PPP Jabar, DPC PPP Kuningan Fatsun SK DPP

Pihaknya optimistis keputusan Ketua Umum (Ketum), Muhamad Mardiono bisa membawa kebaikan bagi partai dan masyarakat Jawa Barat.

“Sebagai kader dan pengurus kami sangat menghormati keputusan DPP menunjuk Pak Uu sebagai Plt Ketua DPW PPP Jabar. Saya yakin bisa membawa kebaikan,” ucap Dewa, Rabu (28/1/2026).

Menurut Dia, siap menjalankan agenda partai sebagai bentuk kepatuhan kepada keputusan pimpinan.

“Kami siap menyambut dan melaksanakan perintah Pak Uu saat konsolidasi dan kunjungan ke daerah,” tegas Sekretaris DPC PPP Kota Cirebon.

Sebagai kader militan, Dewa menghormati Pepep Syaiful Hidayat yang posisinya digantikan Uu Ruzhanul Ulum.

“Kami sangat hormat kepada Pak Pepep dan Pak Uu Ruzhanul Ulum. Apapun tugas partai pasti Saya lakukan,” ucap Dewa.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Ketua DPC PPP Kuningan, Toto Taufikurrahman Kosim fatsun terhadap keputusan DPP terkait penunjukan Plt Ketua DPW Jabar.

“Sebagai kader dan pengurus di bawah DPW PPP Jabar, kami sangat menghormati keputusan DPP yang telah menunjuk Pak Uu sebagai Plt,” kata Toto.

BACA JUGA: Putri Karlina: Terima Kasih Pengurus dan Kader PPP

Menurut Dia, apapun bentuk kegiatan partai tentu menjadi kepatuhan bagi kader di tingkat daerah.

Sebagai informasi, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono menetapkan Uu Ruzhanul Ulum sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat (Jabar), Senin (26/1/2026).

Uu Ruzhanul Ulum merupakan mantan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat periode 2018–2023.

(Bambang Fouristian)