spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 223

Sudah Legal tapi Belum Jalan Optimal, KDKMP di Ciamis Terkendala Lahan dan Pengurus

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Sejumlah pengurus KDMP saat berdiskusi di KDMP Muktisari Cipaku Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Meskipun Pemerintah Pusat telah meluncurkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) selama lebih dari satu tahun, sejumlah koperasi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, belum beroperasi secara optimal. Kendala ini tetap terjadi padahal seluruh unit tersebut telah mengantongi legalitas resmi.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Ciamis, Dadan Wiyadi, membeberkan bahwa beberapa desa masih belum memiliki bangunan fisik untuk gerai aktivitas usaha mereka.

Baca Juga: Karnaval Kreatif hingga Turnamen Olahraga, Kekompakan Karyawan RSUD Ciamis Bikin Meriah HUT RI

“Selain belum mempunyai bangunan ada juga beberapa pengurus yang sudah mengundurkan diri dengan berbagai alasan,” katanya.

Pemerintah Desa Kesulitan Sediakan Lahan

Dadan menjelaskan bahwa laporan yang masuk ke dinas menunjukkan masalah utama tertahannya operasional gerai adalah ketersediaan lahan. Pemerintah desa menghadapi tantangan dalam menentukan lokasi pembangunan gedung koperasi.

“Masih ada pemerintahan Desa yang kesulitan untuk mencarikan lokasi untuk membangun gedung koperasi sehingga progresnya terlambat,” jelasnya.

Ia mengingatkan agar seluruh KDKMP saling mendukung dan tidak menciptakan persaingan usaha yang merugikan sesama koperasi desa.

“Gali potensi desa masing masing kalau ada yang sama jangan saling menjatuhkan harga tetapi saling dukung,” jelas Dadan.

Koperasi Muktisari Manfaatkan Potensi Peternakan Lokal

Berbeda dengan wilayah yang masih terkendala, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Muktisari berhasil mencatatkan perkembangan usaha yang signifikan sejak awal peluncuran.

Ketua KDKMP Muktisari, Arie Mhirza, menjelaskan bahwa koperasinya fokus memajukan ekonomi desa dengan memanfaatkan sektor unggulan setempat.

“Potensi Desa Muktisari sebagai sentra Ayam Petelor sehingga kebutuhan jagung untuk pakan ternak itu masih terbuka lebar,” terangnya.

(Husen Maharaja)

Ketika Fiksi Rapijali Jadi Nyata, Pirman Menyusuri Batukaras hingga Sungai Cijulang Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: ‎Pirman, warga Kalipucang Pangandaran membaca novel Rapijali

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Masyarakat kini tidak hanya menikmati Batukaras lewat pesona pantai dan ombaknya, tetapi juga melalui untaian kata dalam buku.

Pirman, seorang warga Kalipucang, membawa novel Rapijali karya Dee Lestari dan membacanya di sebuah kedai kopi pinggir Pantai Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (15/8/2026). Bagi Pirman, Batukaras di dalam novel bukan sekadar kisah fiksi, melainkan tempat nyata yang ingin ia jelajahi langsung.

Baca Juga: Bikin Candu! Keindahan Senja di Pantai Barat Pangandaran

Napak Tilas Jejak Ping dari Kalipucang ke Sungai Cijulang

Awal perjalanan Pirman bermula saat ia meminjam trilogi Rapijali dari Perpustakaan Daerah Pangandaran. Keterangan lokasi yang ditulis Dee Lestari memicu rasa penasarannya hingga ia memutuskan menyusuri jalan dari Kalipucang menuju Batukaras dan Sungai Cijulang.

Setibanya di lokasi, ia menemukan novel Rapijali terpajang di kedai kopi setempat.

“Rasanya beda. Yang tadinya cuma dibayangin dari tulisan, sekarang bisa lihat langsung sungainya, pantainya,” kata Pirman.

Menjelajah Lokasi Fiksi hingga Bertemu Pegiat Lokal

Petualangan Pirman berlanjut dengan mencocokkan berbagai lokasi lain dalam novel, seperti SMAN 1 Parigi hingga Hotel Kinari yang menjadi tempat usaha keluarga tokoh Ping.

Saat berada di Batukaras, Pirman menyempatkan diri berdiskusi dengan pegiat Batukaras Surf Festival untuk mengonfirmasi karakter dalam buku.

“Katanya ya bisa jadi memang nyata tokohnya, hanya diceritakan jadi fiksi. Tapi tempat-tempat lain dipastikan memang ada,” ujarnya.

Penelusuran tersebut mengungkapkan fakta bahwa Dee Lestari pernah menetap cukup lama di Batukaras, sehingga membangun ikatan emosional yang kuat antara penulis dan latar ceritanya.

Sejarah Panjang Manuskrip Rapijali hingga Adaptasi Netflix

Dee Lestari mengawali cikal bakal Rapijali lewat naskah berjudul Planet Ping saat berusia 17 tahun. Setelah mengendap selama 27 tahun, manuskrip tersebut akhirnya berkembang menjadi karya trilogi popular.

Kisah ini menyoroti kehidupan Lovinka Alexander alias Ping, remaja pesisir Batukaras yang bermusik sebelum merantau ke Jakarta. Sungai Cijulang dan Batukaras memegang peranan kunci dalam membentuk karakter utama tersebut.

Kini cerita Rapijali siap melangkah ke ranah audio-visual melalui adaptasi serial orisinal Netflix dengan Batukaras sebagai latar utamanya.

Kehadiran novel dan serial ini menawarkan cara baru bagi publik untuk mengenal Batukaras. Tempat ini tidak lagi sekadar terkenal lewat destinasi selancar, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi seorang remaja yang mengejar mimpi musiknya.

Pirman menilai pengalaman mendatangi lokasi fisik memberikan cara pandang baru dalam menikmati karya sastra.

“Fiksi jadi terasa nyata. Batukaras yang di buku, sekarang ada di depan mata,” katanya.

(Sajidin)

Gaji Rp3 Juta Masuk Desil 9-10, Farhan Sebut Tukang Sapu Rp3,6 Juta Berarti Super Kaya

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyoroti perubahan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang memasukkan sejumlah warga kelas menengah Kota Bandung ke dalam desil 9 hingga 10.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pihaknya tengah mempelajari perubahan klasifikasi tersebut. Menurutnya, penetapan desil baru ini tidak menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat di lapangan secara akurat.

Baca Juga: Atasi Krisis Sampah, Pemkot Bandung Gandeng Danantara dan Kemenristek

Farhan menjelaskan bahwa Keputusan Menteri Sosial Nomor 79 Tahun 2025 menetapkan masyarakat berpenghasilan Rp3 juta ke atas masuk kategori super kaya.

“Nah, kita lagi menyusun ulang ini karena kita pengen tahu di Bandung ini yang tiba-tiba masuk ke desil-desil tinggi, kita lihat nanti verifikasi di lapangan,” kata Farhan, Sabtu (14/8/2026).

Tolok Ukur Penghasilan Rp3 Juta Dinilai Tidak Logis

Farhan menilai penentuan desil baru ini dapat memengaruhi kondisi keuangan masyarakat, terutama terkait beban cicilan hingga pajak. Pemkot Bandung perlu melakukan verifikasi faktual secara langsung.

“Saya kan mesti masuk ke wilayah-wilayah nih ya kan, bertemu dengan kelompok kelas menengah yang tiba-tiba menjadi kelas atas,” katanya.

Ia mengkritik indikator yang menganggap penghasilan Rp3 juta sebagai batas kategori sangat kaya, mengingat Upah Minimum Kota (UMK) Bandung saat ini berada di atas angka tersebut.

“Kita pengennya penghasilan semua tinggi kan? Tapi ketika Rp3 juta ke atas dianggap sebagai super kaya jadi mikir. Rasanya, UMK saja Rp4 juta lebih, berarti para tukang sapu yang dapat gaji Rp3,6 super kaya,” ucapnya.

Pemkot Bandung Jadwalkan Roadshow ke Jakarta

Guna menyelesaikan persoalan ini, Pemkot Bandung menjadwalkan kunjungan kerja ke Jakarta bersama instansi terkait, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Baperida, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Disdukcapil Kota Bandung.

“Itu tujuannya untuk kita bisa punya pengertian yang sama. Termasuk nanti akan ngomong juga ke Komisi 9 DPR RI, lalu ke Asosiasi Pemerintah Kota, lalu ke Kemendagri,” ungkapnya.

Ancaman Kemiskinan Mendadak dan Penurunan DAK

Farhan menegaskan bahwa evaluasi ini sangat penting agar warga yang membutuhkan perlindungan sosial tidak kehilangan haknya secara mendadak.

Lonjakan warga ke desil 9 dan 10 otomatis mencoret mereka dari daftar penerima bantuan sosial (bansos) dan berpotensi menurunkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk daerah.

“Jadi kalau misalkan semua pada masuk desil 10, berarti bansosnya kan berkurang. Berarti Dana Alokasi Khusus (DAK) akan turun. Jadi kita mesti ketemu nih dengan yang bikin statistiknya, kita akan adu argumen ilmiah statistik,” ujarnya.

Farhan mengkhawatirkan dampak sosial jika klasifikasi ekonomi ini terus berlanjut tanpa penyesuaian kondisi riil di daerah.

“Kasihan, karena artinya warga yang ketika desilnya naik, dia bansosnya enggak dapat, bantuannya enggak dapat. Jadi yang saya khawatirkan terjadi kemiskinan mendadak,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Karnaval Kreatif hingga Turnamen Olahraga, Kekompakan Karyawan RSUD Ciamis Bikin Meriah HUT RI

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketpot: Kegiatan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI yang digelar RSUD Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Puluhan peserta dari civitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ciamis meramaikan Korpri RSUD Ciamis Sportainment Series 2026 di halaman depan RSUD Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan bertema “Merdeka Dalam Sinergi, Sehat Dalam Harmoni” ini mencapai puncaknya pada Sabtu (15/8/2026).

Karnaval Kreatif Pukau Penonton dan Tim Juri

Panitia menampilkan acara puncak melalui parade karnaval yang menyuguhkan beragam kreasi peserta di hadapan tim juri serta penonton. Pendukung dan warga sekitar terus menyuarakan semangat saat perwakilan setiap unit menampilkan karya unik mereka.

Baca Juga: Kakek Renta Ini Diturunkan dari Mobil Lalu Ditinggalkan di Ciamis, Warga Langsung Lapor Polisi

Ketua Panitia Kegiatan, Rd. Aris Sukmayana, menjelaskan bahwa rangkaian Korpri RSUD Ciamis Sportainment sudah berlangsung sejak akhir Juli 2026.

“Pada hari ini telah terselenggara pemeriksaan kesehatan gratis, senam dan karnaval,” katanya, Sabtu (15/8/2026).

Rangkaian Turnamen Olahraga Selesai

Sebelum menggelar acara puncak, panitia melangsungkan berbagai turnamen olahraga yang melibatkan seluruh karyawan serta manajemen RSUD Ciamis.

“Sebelum acara puncak ini terselenggara kami pun telah mengadakan kegiatan voly bal, Badminton,Tenis meja dan para pemenangnya akan mendapat hadiah hari ini,” ucap Aris.

Direktur RSUD Ciamis Apresiasi Kekompakan Karyawan

Direktur RSUD Ciamis, dr. Bayu Yudiawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan civitas hospitalia yang menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ini.

“Teman-teman semua terimakasih banyak jadi terharu sebenarnya atas kekompakan dan support kegiatan Korpri ini. Merdeka dalam sinergi sehat dalam harmoni. Pada umumnya saya sangat apresiasi,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Kakek Renta Ini Diturunkan dari Mobil Lalu Ditinggalkan di Ciamis, Warga Langsung Lapor Polisi

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Kakek Renta Ini Diturunkan dari Mobil Lalu Ditinggalkan di Ciamis, Warga Langsung Lapor Polisi

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis merawat seorang pria tua renta setelah menerima penyerahan dari pihak Kepolisian Polres Ciamis Polda Jawa Barat. Petugas piket Dinsos Kabupaten Ciamis, Endang, mengonfirmasi kedatangan personel kepolisian yang membawa lansia tersebut, Sabtu (15/8/2026).

Warga Temukan Kakek Renta Turun dari Mobil

Pihak kepolisian membawa kakek tersebut setelah menerima laporan langsung dari masyarakat sekitar.

“Menurut Polisi pria tua itu diturunkan dari sebuah mobil dan langsung ditinggalkan ditempat itu,” kata Endang.

Baca Juga: Harga Beras di Pasar Manis Ciamis Merangkak Naik

Warga yang melihat kejadian tersebut segera melapor ke pihak Kepolisian Polres Ciamis. Polisi kemudian mengamankan lansia tersebut dan menyerahkannya ke pihak Dinsos untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Identitas Korban Terungkap dari KTP

Petugas berhasil mengidentifikasi identitas kakek tersebut melalui dokumen kependudukan yang ia bawa.

“Identitas pria itu berdasarkan Kartu Tanda Penduduk nya bernama Kusno Winarto warga Dusun Purwadadi Desa Cisumur Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap,” ucap Endang.

Koordinasi dengan Pemerintah Daerah Asal

Pihaknya menduga orang tidak bertanggung jawab telah membuang kakek tersebut. Saat ini petugas memberikan perawatan medis serta tempat beristirahat yang layak.

“Untuk saat ini kakek itu sedang beristirahat dan tadi saat kita tanya masih belum singkron,” jelasnya.

Pihak Dinsos Ciamis akan mengambil langkah lanjutan dengan menghubungi pemerintah daerah asal korban di Cilacap.

“Sekarang kakek itu belum bisa kita minta keterangan,” ungkap Endang.

(Husen Maharaja)

Bikin Candu! Keindahan Senja di Pantai Barat Pangandaran

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Kala senja di pantai barat Pangandaran, nampak matahari seakan tenggelam masuk ke dalam lautan.(fokusjabar.id/Nanang Yudi)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Keindahan panorama senja di upuk pantai barat Pangandaran memang bikin candu bagi para wisatawan. Serta membuat kagum setiap mata yang memandang ketika sang surya tenggelam seakan masuk ke dasar lautan.

Semilir angin dan ombak pun mengiringi kepergian sang mentari dengan hiasan warna keemasan di atas samudera. Yang terbentang luas tanpa batas memandang.

Pantai Pangandaran merupakan objek wisata dimana para pelancong. Bisa menyaksikan terbit matahari dari upuk timur dan seakan keluar dari dasar lautan.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Beruntun 3 Kendaraan di Cijulang Pangandaran

Begitu juga tenggelamnya mentari dikala senja datang menyambutnya malam yang begitu syahdu bagi para wisatawan yang menkkmati suasana pantai Pangandaran.

Berbagai macam permainan air mulai Jetsky, Banana Boat, Snokeling dan yang lainnya menambah rangkaian dalam kegiatan refresing di Pantai Pangandaran.

Berbagai Macam Kuliner Laut

Tidak hanya itu, berbagai macam kuliner hasil laut banyak ditemukan di area Pantai Pangandaran dengan pemandangan laut yang mempesona.

“Berwisata ke pantai pangandaran memang tidak pernah membosankan, dan seakan menjadi candu kalau tidak berkunjung ke sini. Sunset dan Sunrise membuat rindu di setiap waktu,” ungkap salah seorang wisatawan asal Tasikmalaya, Keysa, Sabtu (15/8/2026).

Pantai pangandaran, lanjut dia, selain refresing, para wisatawan juga bisa melihat tempat-tempat sejarah. Seperti Goa Jepang yang berada dekat dengan cagar alam.

“Jadi bisa menambah pengetahuan juga bagi para wisatawan. Khususnya bagi saya yang masih status pelajar,” jelas Siswi kelas 12 SMK Negeri 1 Kota Tasikmalaya ini.

Jembatan Jaya Perkasa

Berwisata ke Pantai Pangandaran. kata Keysa, seiring waktu semakin menyenangkan, apalagi adanya jembatan Sodongkopo yang viral jadi perbincangan publik.

Baca Juga: Sespimmen Polri Dukung Ketahanan Pangan Pangandaran

“Banyak pilihannya, kalau ingin berselancar kita bisa datang ke pantai batu karas, di sana surganya bagi para peselancar. Pemandangannya pun sangat begitu mempesona,” tuturnya.

Apalagi, dengan adanya jembatan Sodong kopo atau yang saat ini resmi diberi nama Jaya Perkasa. Menambah semakin cepat akses menuju pantai batu karas yang berada di Kecamatan Cijulang.

“Kita juga bisa mampir melakukan sholat di Masjid Jami Ar Rohman. Yaitu masjid dengan kubah berbentuk baret hijau yang di bangun oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subianto yang berada di Cijulang. Pokoknya berwisata ke Pangandaran selalu mengesankan dan tidak membosankan,” pungkasnya.

(Nanang Yudi)

Gempa M7,7 Guncang Flores, 5 Orang Meninggal Dunia 

0
gempa bumi NTT fokusjabar.id
Sejumlah bangunan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak parah (foto: cnn)

NTT, FOKUSJabar.id: Korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bertambah menjadi lima orang.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Flores dan memicu kerusakan bangunan. Jumlah korban itu disampaikan Gubernur NTT Melki Laka Lena berdasarkan laporan terbaru yang diterimanya pada Sabtu pagi.

Data tersebut mengalami perubahan dari laporan awal Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebelumnya, BNPB mencatat dua orang meninggal dunia dan satu warga mengalami luka-luka akibat gempa yang terjadi di kawasan Flores.

Baca Juga: Gempa M7,7 Guncang Flores NTT, Tsunami Sempat Terjadi dan Ribuan Warga Mengungsi

Perbedaan angka tersebut terjadi karena proses pencarian dan verifikasi korban masih berlangsung di berbagai titik terdampak.

Gempa utama terjadi pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA dengan pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Gempa Kedalaman 15 KM

BMKG mencatat gempa tersebut memiliki kedalaman 15 kilometer. Guncangan kuat terasa di sejumlah wilayah Flores dan menyebabkan kerusakan bangunan serta korban jiwa.

Laporan terbaru pemerintah daerah menyebut dua korban meninggal dunia berada di Kabupaten Sikka, sedangkan tiga korban lainnya berada di Kabupaten Manggarai.

Kelima korban diduga tertimpa reruntuhan bangunan ketika gempa berlangsung. Kendati demikian, pemerintah masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematian setiap korban sebelum menetapkan data secara lebih rinci.

“Berdasarkan informasi yang saya terima saat ini, jumlah korban meninggal sudah lima orang,” kata Melki di Kupang, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut menjadi pembaruan jumlah korban setelah sebelumnya BNPB menyampaikan angka yang lebih rendah. Pemerintah daerah masih menghimpun laporan dari wilayah terdampak untuk mengetahui kondisi masyarakat secara menyeluruh.

Melki mengatakan proses verifikasi belum selesai dan pemerintah masih perlu memastikan penyebab kematian para korban. Pemeriksaan tersebut dilakukan agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Tetapi, kami akan pastikan lagi penyebabnya karena apa,” ujar Melki.

Untuk memperoleh gambaran langsung mengenai dampak gempa, Melki menyatakan akan bertolak menuju Flores. Pemerintah Provinsi NTT juga menyiapkan pembaruan mengenai kondisi korban dan kerusakan setelah tim memperoleh informasi lapangan yang lebih lengkap.

“Siang nanti kami akan berangkat ke Flores dan sore nanti kami sampaikan update-nya lagi, mulai dari korban jiwa serta kerusakan,” tambah dia.

Kawasan Pelabuhan El Say

Sebelum jumlah korban bertambah menjadi lima orang, BNPB melaporkan dua korban meninggal dunia di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Kedua korban tersebut merupakan seorang laki-laki dan seorang perempuan.

Selain itu, satu warga dilaporkan mengalami luka-luka. Data awal tersebut masih bersifat sementara karena petugas terus melakukan verifikasi terhadap laporan yang masuk dari lokasi kejadian.

Pembaruan data korban berlangsung seiring dengan proses pencarian dan penanganan di wilayah terdampak. Tim gabungan memeriksa bangunan yang roboh atau mengalami kerusakan untuk memastikan tidak ada warga yang masih terjebak di bawah reruntuhan.

Kondisi tersebut membuat jumlah korban yang dilaporkan pada awal kejadian dapat berubah setelah seluruh wilayah terdampak selesai diperiksa.

Dampak gempa tidak hanya berupa korban jiwa. Sejumlah bangunan dan fasilitas umum di Flores dilaporkan mengalami kerusakan, sementara kondisi di beberapa wilayah masih dalam pendataan.

Sekitar 2.000 warga di Nagekeo juga melakukan evakuasi setelah gempa memicu peringatan dini tsunami. Pemerintah daerah bersama unsur penanggulangan bencana terus melakukan penanganan terhadap warga terdampak.

Peringatan Dini Tsunami

BMKG kemudian menyatakan peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan menunjukkan tidak terdapat lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan. Meski demikian, gempa susulan masih terpantau sehingga masyarakat diminta tetap berhati-hati.

“Peringatan dini tsunami sudah dinyatakan berakhir, namun gempa susulan masih terus terjadi. Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab, serta selalu memperbarui informasi dari saluran resmi BMKG,” tutur Nelly Florida Riama.

Penanganan di sejumlah lokasi dilakukan bersama oleh Pemerintah Provinsi NTT, BNPB, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, BMKG, dan berbagai unsur terkait.

Baca Juga: 81 Tahun Indonesia Merdeka, Saatnya Beralih dari Seremoni ke Aksi Nyata

Petugas melakukan pencarian serta evakuasi korban, memeriksa kondisi bangunan, mendata kerusakan, sekaligus memverifikasi laporan mengenai korban meninggal dan luka-luka.

Masyarakat juga diminta tidak memasuki bangunan yang rusak sebelum dinyatakan aman oleh petugas.

Hingga Sabtu, 15 Agustus 2026, pemerintah daerah melaporkan lima orang meninggal dunia akibat gempa M7,7, terdiri atas dua korban di Sikka dan tiga korban di Manggarai. Jumlah tersebut meningkat dari laporan awal BNPB yang mencatat dua korban meninggal.

Karena pendataan dan verifikasi masih berjalan, informasi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan masih dapat mengalami perubahan setelah tim menyelesaikan pemeriksaan langsung di wilayah terdampak. (Berbagai Sumber)

(Jingga Sonjaya)