spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 213

Bukan Sekadar Upacara HUT RI, Ini 7 Program Prioritas Viman untuk Masa Depan Kota Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan, menjadi inspektur upacara, dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 RI di Lapangan Dadaha Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menggelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 RI di Lapangan Upacara Dadaha, Senin (17/8/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat di bawah naungan cuaca mendung ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara, Ketua DPRD H. Aslim, serta ribuan peserta dari jajaran Forkopimda, ASN, pelajar, TNI-Polri, hingga organisasi kemasyarakatan.

Baca Juga: Aksi Spektakuler Tagana Tasikmalaya Bentangkan Merah Putih Raksasa di Derasnya Air Terjun Curug Payung

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan bertindak langsung sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, Viman mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum 81 tahun kemerdekaan untuk menguatkan pengabdian kepada publik.

“Di usia 81 tahun ini, Indonesia telah membuktikan ketangguhannya. Kita sudah melewati berbagai ujian zaman. Dan hari ini kita kembali menghadapi problematika dunia yang tidak pasti,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan, Senin (17/8/2026).

Ia menegaskan bahwa seluruh program pembangunan harus bermuara pada kepentingan rakyat demi menjaga amanat tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

“Apapun program strategisnya, muaranya adalah untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Dukung Asta Cita dan Paparkan 7 Program Unggulan

Pemkot Tasikmalaya menyatakan komitmen penuh menyukseskan program prioritas pusat dalam agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, kemudian Koperasi Desa Merah Putih, serta penanganan stunting.

Guna mendukung visi Tasikmalaya sebagai Kota Industri, Jasa, dan Perdagangan yang Religius, kemudian Inovatif, Maju, dan Berkelanjutan 2025-2029, Viman merumuskan tujuh program prioritas daerah:

  • Tasik Gemas: Gerakan masyarakat sehat.
  • Tasik Pintar: Peningkatan kualitas pendidikan.
  • Tasik Religius: Penguatan nilai keimanan.
  • Tasik Pelak: Penguatan UMKM dan ekonomi kerakyatan.
  • Tasik Melayani: Peningkatan kualitas birokrasi yang ramah.
  • Tasik Resik: Menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
  • Tasik Nyaman: Menjamin keamanan dan tertiban umum.

“Ketujuhnya program prioritas tersebut adalah ikhtiar konkret pemerintah daerah. Ini bukan sekadar jargon, tapi ini harus dapat mewujudkannya dengan nyata,” paparnya.

Silaturahmi Bersama Veteran di Gedung Creative Center

Usai memimpin upacara, Wali Kota Viman Alfarizi melangsungkan acara Riung Mumpulung bersama para pejuang kemerdekaan di Gedung Creative Center (GCC) Komplek Dadaha.

Didampingi Ketua TP-PKK Kota Tasikmalaya dr. Elvira Kamarrow Putri, Viman mengajak generasi muda meneladani patriotisme para veteran.

“Kami pemerintah daerah terus mempererat hubungan silaturahmi dengan para tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan/veteran guna mendorong pembangunan, terlebih kesejahteraan masyarakat Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.

(Seda)

Tak Pernah Kering Meski di Ketinggian, Mata Air Cikahuripan Jadi Daya Tarik Tersembunyi Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Salah seorang warga saat membasuh muka di Pancuran Cikahuripan Jayaraksa Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kawasan Jembatan Merah di Dusun Cipeuteuy, Desa Jayaraksa, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menyimpan daya tarik alam yang memikat. Hanya berjarak beberapa meter dari lokasi tersebut, berdiri sebuah sumber mata air alami yang warga sebut “Pancuran Cikahuripan”.

Posisi Pancuran Cikahuripan berada tepat di tepi jalan utama penyeberangan. Pengendara dari arah Desa Jayaraksa menuju Desa Janggala akan menemukan mata air ini di sebelah kiri jalan, atau di sebelah kanan jika datang dari arah sebaliknya.

Baca Juga: Semarak HUT ke-81 RI di Ciamis, Warga RW 022 Pabuaran Ngebakso Gratis 1.000 Porsi

Secara kasat mata, keberadaan air ini tergolong unik karena terletak di area ketinggian namun terus mengalirkan air melimpah tanpa pernah kering. Sebagian masyarakat yang mempercayai hal mistik meyakini mata air ini membawa karamah serta aura gaib.

Pemerintah Desa Jayaraksa merancang regulasi khusus berupa papan imbauan di area lokasi demi menjaga kesucian serta kelestarian lingkungan mata air.

Pihak desa mewajibkan setiap pengunjung maupun pengendara mematuhi lima aturan utama berikut:

  • Mengucapkan Salam: Pengendara atau pejalan kaki wajib menyampaikan salam saat melintasi area mata air.
  • Penggunaan Bijak: Pengunjung harus memanfaatkan air Cikahuripan secara bijak dan secukupnya.
  • Menjaga Kelestarian: Warga dilarang keras merusak ekosistem di sekitar lingkungan Cikahuripan.
  • Melindungi Tanaman: Pengunjung tidak boleh mengganggu atau merusak pepohonan yang tumbuh di sekitar mata air.
  • Mekanisme Izin: Setiap rencana pembenahan fasilitas lingkungan wajib mengantongi izin pemerintah desa terlebih dahulu.

Seorang warga, Uza, mengakui kesegaran alami mata air ini usai menyusuri tanjakan dari arah Jembatan Merah menuju Desa Jayaraksa.

“Air Pancuran Cikahuripan ini sangat menyegarkan sekali apalagi saat cuaca panas begini,” kata Uza, Senin (17/8/2026).

(Husen Maharaja)

Momen HUT ke-81 RI di Pangandaran, Citra Pitriyami Buka-Bukaan Soal Efisiensi Anggaran

0
PANGANDARAN, FOKUSJabar.id
‎Poto: Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama para padukan suara

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menegaskan bahwa momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia harus memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Citra usai memimpin jalannya upacara peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Pangandaran, Senin (17/8/2026).

Baca Juga: Kuda Bersayap Hingga Tikus Raksasa Turun ke Jalan, Warga Pangandaran Rayakan HUT ke-81 RI

“Pokoknya di hari kemerdekaan ini tentu masyarakat Indonesia harus benar-benar merdeka. Tentu warga Kabupaten Pangandaran bisa makin sejahtera,” kata Citra.

Strategi Hadapi Keterbatasan Fiskal

Dalam amanatnya, Citra memaparkan fakta lapangan terkait terbatasnya kemampuan fiskal daerah yang harus menjawab tingginya ekspektasi pembangunan masyarakat.

“Menata infrastruktur daerah bukan sekadar membangun. Memperbaiki fasilitas kesehatan bukanlah sekadar diperbaiki. Selama saya memimpin, ada keputusan yang harus diambil dalam kondisi yang tidak selalu ideal,” ujar Citra dalam pidatonya.

Pihaknya mengatasi tantangan anggaran ini melalui langkah penataan efisiensi belanja serta pelunasan kewajiban daerah secara bertahap.

“Karena itu kami berupaya dengan cara, menata keuangan, melakukan efisiensi. Alhamdulillah secara bertahap mulai diperbaiki, menyelesaikan kewajiban daerah. Terus mendorong pendapatan daerah. Hasilnya ruang fiskal mulai kita perkuat,” ucapnya.

Pendapatan Sektor Wisata Tembus Target

Pemerintah daerah menempatkan sektor pariwisata sebagai pilar utama penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penataan tata kelola dan pengawasan ketat terbukti berhasil mendongkrak penerimaan retribusi.

“Pariwisata merupakan penopang pendapatan kita. Kita punya potensi besar. Maka dari itu kami perbaiki sistem pengelolaannya dan memperkuat pengawasan,” kata dia.

Pemkab Pangandaran mencatat realisasi retribusi pariwisata periode Januari hingga Juli 2026 telah menyentuh angka Rp46,56 miliar.

“Angka ini belum setahun berjalan, sudah mencapai target tahunan lebih dari yang sebelumnya, tahun 2025,” ujarnya.

Kunjungan Wisatawan Melonjak

Sektor pariwisata daerah juga menunjukkan lonjakan grafik kunjungan yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, Pangandaran mencatat 2,5 juta kunjungan wisatawan. Sementara pada periode Januari hingga Agustus 2026, angka kunjungan telah menembus 2,6 juta orang.

Capaian positif ini menjadi modal berharga bagi Pemkab Pangandaran untuk memperkuat ruang fiskal sekaligus membiayai berbagai program pembangunan daerah.

(Sajidin)

Duka Gempa NTT Warnai HUT ke-81 RI, 68 Orang Meninggal dan 213 Luka

0
NASIONAL, FOKUSJabar.id
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Salah satu rumah warga terlihat rusak parah setelah terdampak guncangan gempa.

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia , Senin (17/8/2026) berlangsung penuh keprihatinan. Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berjuang menghadapi masa darurat bencana pascagempa bumi tektonik yang mengguncang kawasan Flores.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat aktivitas sesar naik (thrust fault) ini sebelum akhirnya mencabut status tersebut pada pukul 07.30 WIB.

Baca Juga: Gandeng Baznas Kota Bandung, Farhan Siapkan Skema Penyaluran Bantuan Bencana Gempa NTT

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terbaru per Senin (17/8/2026) terkait dampak kerugian jiwa akibat bencana tersebut.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan rincian jumlah korban meninggal dunia dan luka-luka dalam pers konferensi.

“Data yang kami peroleh hingga saat ini (korban jiwa) sebanyak 68 jiwa,” ujar Berton.

Laporan resmi BNPB mencatat 68 warga meninggal dunia serta 213 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Manggarai menjadi area paling terdampak dengan jumlah korban tertinggi, disusul Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Ende, Manggarai Barat, dan Ngada. Pihaknya mengonfirmasi sudah tidak menerima laporan adanya warga yang hilang.

BMKG Catat Ribuan Gempa Susulan

Aktivitas seismik di wilayah Flores masih relatif tinggi. Pemantauan BMKG hingga Senin (17/8/2026) pukul 11.00 WIB mencatat 1.624 kali gempa susulan dengan rentang magnitudo 1,3 hingga 6,2.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa intensitas gempa susulan akan berangsur meluruh dan melemah secara bertahap.

“Ya, sampai dengan jam 7 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2, yang terkecil 1,3, dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa,” katanya.

Polri Kerahkan Anjing K9 dan Logistik Darurat

Pemerintah terus memperkuat penanganan lapangan untuk memulihkan akses listrik, air bersih, pasokan BBM, dan jaringan komunikasi. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberangkatkan 10 anjing pelacak K9 beserta 21 personel ke Labuan Bajo menggunakan pesawat CN-295.

Polri turut mendistribusikan 2,5 ton bantuan logistik berisi perlengkapan SAR, obat-obatan, tenda, makanan, serta alat komunikasi. Langkah ini melengkapi penerjunan 137 personel gabungan Brimob, DVI, dan Dokkes yang telah beroperasi sebelumnya.

Presiden Prabowo Ajak Doa Bersama di Istana

Peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta turut menyelipkan momen solidaritas nasional. Presiden Prabowo Subianto memimpin doa bersama untuk keselamatan seluruh korban bencana di Indonesia.

“Serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatera, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan wilayah-wilayah Indonesia lainnya,” kata Prabowo.

Hingga saat ini, proses distribusi bantuan puluhan armada truk Polri beserta tim pendamping psikologis terus bergerak menjangkau posko-posko pengungsian di Flores.

 (Jingga Sonjaya)

Kuda Bersayap Hingga Tikus Raksasa Turun ke Jalan, Warga Pangandaran Rayakan HUT ke-81 RI

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan anjing hitam raksasa di Desa Pananjung Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat berlangsung sangat meriah, Senin (17/8/2026).

Masyarakat menghadirkan deretan pernak-pernik dan patung unik sebagai wujud kreativitas menyemarakkan momentum 17 Agustus, melengkapi agenda upacara serta perlombaan tradisional.

Baca Juga: Libur HUT ke-81 RI, Ribuan Wisatawan Padati Pantai Pangandaran

Kemunculan patung anjing hitam raksasa yang diarak menuju tengah lapangan tempat warga berkumpul menjadi atraksi utama yang paling mencuri perhatian. Ukurannya yang megah dan mencolok menyedot perhatian antusias dari anak-anak maupun orang dewasa.

Warga Pangandaran juga memamerkan beragam patung fauna unik lainnya, seperti kuda bersayap, babi hutan, hingga tikus raksasa.

Masyarakat membuat seluruh pernak-pernik seni ini secara swadaya dengan mengandalkan semangat gotong royong antarwarga. Lapangan desa yang semula kaku kini bertransformasi menjadi ruang pameran seni terbuka yang menghibur.

“Ini hasil kreasi kita warga di Pananjung. Berkat gotong royong semuanya, alhamdulillah lancar dan meriah,” ujar salah satu warga, Kusnadi (48), Senin (17/8/2026).

Kusnadi menuturkan bahwa pembuatan ornamen hias ini menjadi ajang ekspresi warga untuk merayakan hari kemerdekaan melalui cara yang segar dan berbeda.

Camat Apresiasi Antusiasme Warga

Camat Pangandaran Mahfud Ghozali menyampaikan rasa syukur melihat tingginya partisipasi serta antusiasme masyarakat sepanjang rangkaian acara HUT ke-81 RI.

Ia mengapresiasi keahlian warga dalam merancang berbagai karya unik yang berhasil memberi warna khusus pada perayaan tahunan ini.

“Alhamdulillah, masyarakat di Pangandaran sangat antusias. Dan ini bukan hanya kali ini saja,” ujar Mahfud.

Peringatan 17 Agustus di Pangandaran terbukti menjadi wadah mempererat tali silaturahmi, menyalurkan bakat seni lokal, sekaligus menyajikan hiburan gratis bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Sajidin)

HUT ke-81 RI, Dedi Mulyadi Soroti 80 Ribu Warga Jabar yang Belum Punya Akses Listrik

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Gedung Sate, Kota Bandung usai upacara HUT RI, Senin 17 Agustus 2026.

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum evaluasi penting bagi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menyoroti pemerataan layanan dasar masyarakat, khususnya akses energi listrik.

Dedi menyampaikan pandangan tersebut seusai memimpin upacara peringatan HUT ke-81 RI tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (17/8/2026). Ia membeberkan fakta bahwa saat mulai menjabat Gubernur Jawa Barat pada 2025, sebanyak 500 ribu warga belum menikmati pasokan listrik.

Baca Juga: Aksi Spektakuler Tagana Tasikmalaya Bentangkan Merah Putih Raksasa di Derasnya Air Terjun Curug Payung

Pemprov Jabar sukses memangkas angka tersebut hingga tersisa sekitar 80 ribu jiwa pada pertengahan 2026. Pihaknya menargetkan penuntasan seluruh masalah krisis listrik daerah ini pada 2027.

Dedi menilai keberhasilan pembangunan nasional harus terukur dari pemenuhan kebutuhan vital warga, bukan semata-mata mengagungkan proyek fisik.

“Iya, kan kita harus jujur tentang keadaan kita. 81 tahun merdeka, layanan dasar pemerintah belum bisa berjalan secara efektif,” kata Dedi.

Ironi Lumbung Energi Jawa Barat

Dedi menyayangkan ketimpangan ini mengingat Provinsi Jawa Barat menampung berbagai infrastruktur pembangkit listrik raksasa, mulai dari PLTA, panas bumi (geothermal), hingga PLTS Terapung Cirata.

“Padahal Jabar itu pusatnya energi listrik. PLTA ada di sini, geothermal ada di sini, bahkan di Cirata sekarang ada PLTS. Nah, pembangunan ini selama ini sering kali mengabaikan daerah-daerah yang menjadi sumber produksi, sehingga daerah sumber produksi itu sering mengalami penderitaan,” kata Dedi.

Ia mengkritik sistem distribusi hasil daerah yang sering kali mengenyampingkan kesejahteraan warga lokal di area penghasil energi.

“Uang bagi hasilnya geser ke tempat lain. Di situ menghasilkan listrik, orang situnya terisolir, tapi listriknya enggak kebagian,” tutur Dedi.

Koreksi Tata Kelola Anggaran Daerah

Gubernur menginstruksikan perbaikan tata kelola keuangan daerah dengan memprioritaskan alokasi anggaran pada sektor kebutuhan pokok masyarakat.

“Nah, ini kan perspektif yang harus segera dibenahi dan diakui sebagai sesuatu yang harus dikoreksi dalam tata kelola keuangan daerah. Saya kan ngomongnya daerah per daerah,” tambahnya.

Penuntasan masalah ini membutuhkan sinergi erat antar-instansi, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah desa.

Dedi optimis pembenahan ini akan rampung cepat melalui strategi realokasi anggaran yang tepat sasaran.

“Ya, kita harus segera terselesaikan. Kan saya bisa tuh nyelesaikan dalam waktu 2 tahun anggaran, kan bisa. Kemudian, layanan dasar yang lainnya juga nanti secara bertahap akan selesai. Akan selesai seiring dengan kebijakan-kebijakan realokasi yang terus kita tingkatkan. Dan yang paling utama adalah pemerintah, terutama penyelenggara kegiatan keuangan daerah, itu enggak boleh abaikan layanan dasar dengan mengutamakan aspek-aspek yang bersifat rutinitas,” jelas Dedi.

(Jingga Sonjaya)

Aksi Spektakuler Tagana Tasikmalaya Bentangkan Merah Putih Raksasa di Derasnya Air Terjun Curug Payung

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: Tampak Bendera Merah Putih berukuran 6 x 3 meter terbentang gagah di bawah derasnya aliran air Curug Payung, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (17/8/2026).

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Tasikmalaya berlangsung unik dan memukau. Forum Komunikasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya membentangkan Bendera Merah Putih raksasa berukuran 6 x 3 meter tepat di tebing dan curahan air Curug Payung, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Senin (17/8/2026).

Aksi heroik para relawan ini memadukan nilai kebangsaan dengan pesona alam Priangan Timur. Pemilihan Curug Payung membawa makna mendalam, di mana derasnya air terjun melambangkan tantangan zaman yang harus dihadapi dengan keteguhan jiwa.

Baca Juga: Warga Situ Cibeureum Tasikmalaya Ngamuk! Karaoke Bikin Resah, Ancam Tutup Permanen Warung Bandel

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adisetiya menegaskan bahwa perhelatan ini memuat pesan nasionalisme tinggi serta dedikasi tanpa batas dari personil kebencanaan.

“Pengibaran Sang Merah Putih di lokasi alam ini menjadi simbol semangat nasionalisme, kemudian persatuan, serta bentuk penghormatan setinggi-tingginya terhadap jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” ujar Jembar.

Perjuangan Menembus Medan Ekstrem

Proses pengibaran bendera ini menuntut kerja keras seluruh tim di lapangan. Para personil Tagana harus menaklukkan tingginya debit air serta licinnya batuan tebing demi membentangkan bendera negara hingga berkibar sempurna.

Ajak Warga Jaga Kelestarian Alam

Jembar menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan hubungan antara kelestarian lingkungan dan keselamatan manusia.

Menurutnya, pelestarian kawasan konservasi merupakan langkah utama dalam mitigasi bencana berbasis ekosistem. Langkah menjaga alam secara langsung akan melindungi warga dari ancaman bencana serta melestarikan kekayaan bumi bagi generasi penerus.

Melalui perayaan HUT ke-81 RI ini, FK Tagana Tasikmalaya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial. Terlebih saling membantu, serta membuktikan cinta tanah air lewat tindakan nyata di daerah masing-masing.

(Abdul Latif)