spot_imgspot_img
Rabu 8 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 214

Safari Ramadhan 2026 Jadi Ajang Strategis Promosi Produk Unggulan di Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Dicky Candra Negara bersama penyelenggara Yogya Desptore Pusat dan KPMI Tasikmalaya, saat prosesi Grand Opening Festival Safari Ramadhan 2026 (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kota Tasikmalaya kembali menegaskan posisinya sebagai magnet kegiatan usaha dan perdagangan di wilayah Priangan Timur melalui gelaran Festival Safari Ramadhan 2026. Pameran berskala besar ini resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, di Gedung Al Fath Building Center, Jalan Letnan Harun, Kecamatan Bungursari, Jumat (30/1/2026).

Festival yang akan berlangsung hingga 1 Februari 2026 tersebut menghadirkan ratusan produk unggulan, mulai dari fashion, kuliner, busana muslim, kosmetik, hingga perlengkapan kecantikan dari berbagai merek ternama.

Baca Juga: Warga Bantarsari Tasikmalaya Sulap Saluran Irigasi Jadi Kolam Lele Bernilai Ekonomi

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Tasikmalaya dengan Yogya Department Store Group. Mengusung tema “Ramadhan Ceria Bermakna”, dan disambut antusias masyarakat sejak hari pertama pembukaan.

Dorong Ekonomi Daerah dan Promosi Potensi Kota

Pembukaan festival ditandai dengan penekanan tombol sirine sebagai simbol dimulainya pameran terbesar Ramadhan di Tasikmalaya tahun ini. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara menyebut Tasikmalaya kini telah menjadi pusat peluang usaha yang strategis di kawasan Priangan Timur.

“Event seperti ini bukan sekadar pameran, tetapi juga ajang promosi potensi daerah. Tasikmalaya sudah menjadi pusat kegiatan wilayah. Sehingga wajar jika banyak pengusaha memilih kota ini sebagai lokasi event berskala besar,” ujarnya.

Ia meyakini festival tersebut akan menarik kunjungan masyarakat tidak hanya dari Tasikmalaya. Namun juga menarik masyarakat dari berbagai daerah lain seperti Bandung, Sumedang, Garut, Ciamis, Banjar hingga Pangandaran.

“Atas nama Pemerintah Kota Tasikmalaya, saya mengapresiasi Yogya Department Store dan KPMI yang telah menghadirkan event besar ini. Kehadiran pengunjung tentu akan berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Ajang Strategis Bagi Pelaku Usaha

Festival Safari Ramadhan menjadi ruang strategis bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pasar yang lebih luas. Momentum Ramadhan sangat tepat untuk meningkatkan transaksi sekaligus memperkuat jaringan bisnis.

“Kota Tasikmalaya terkenal sebagai Mutiara dari Priangan Timur. Sudah sepatutnya kita semua memiliki rasa memiliki terhadap kota ini sebagai episentrum perdagangan dan bisnis di kawasan ini,” tuturnya.

Ia berharap event tersebut mampu memberikan manfaat ganda, baik bagi masyarakat sebagai konsumen maupun bagi para pelaku usaha dan penyelenggara.

150 Tenant, Target Transaksi Tembus Rp1 Miliar

Sementara itu, Manager Marketing Yogya Department Store Pusat, Irsyad Raspati, mengungkapkan Festival Safari Ramadhan 2026 merupakan pameran berskala besar yang untuk pertama kalinya terselenggara di Kota Tasikmalaya oleh pihaknya.

“Kami menghadirkan sekitar 150 tenant dari berbagai sektor, mulai dari fashion, kuliner, busana muslim hingga kosmetik dan alat kecantikan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat sejak hari pembukaan sudah padat pengunjung,” ungkap Irsyad.

Ia menargetkan nilai transaksi selama empat hari pelaksanaan pameran dapat mencapai lebih dari Rp1 miliar. Berbagai program promosi pun telah siap, mulai dari diskon hingga 70 persen, hingga penawaran beli satu gratis satu.

“Harapannya, festival ini tidak hanya membantu promosi produk pelaku usaha. Namun juga memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan Ramadhan dengan harga terjangkau,” pungkasnya.

(Seda)

Pemkab Garut Raih Predikat Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman RI

0
pemkab garut ombusman@fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, diwawancara seusai memberikan arahan dalam acara Pengarahan dan Penyerahan Petikan Keputusan Bupati terkait penetapan Kepala UPT Puskesmas di Kecamatan Tarogong Kidul di Aula Kantor DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (30/1/2026)

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut sukses menorehkan prestasi gemilang di bidang tata kelola pemerintahan.

Pemkab Garut resmi meraih predikat opini “Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi” dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 yang di selenggarakan Ombudsman Republik Indonesia.

Pencapaian tersebut di konfirmasi melalui dokumen Ringkasan Eksekutif Opini Ombudsman RI yang di terbitkan di Jakarta pada Kamis (29/1/2026) kemarin.

Baca Juga: Pemkab Garut Segera ‘Ritual’ Penyatuan Mata Air

Penilaian yang di lakukan secara nasional ini bertujuan untuk memacu pemerintah pusat maupun daerah dalam meningkatkan standar layanan.

Fokus utama penilaian meliputi:

Kompetensi Pelaksana

Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam melayani masyarakat.

Sistem Perencanaan

Penerapan prinsip transparansi dan akuntabel dalam setiap program.

Pengelolaan Pengaduan

Kecepatan dan ketepatan respons terhadap keluhan publik.

Kepatuhan Pengawasan

Sejauh mana instansi mematuhi rekomendasi dari Ombudsman RI.

Proses evaluasi ketat ini di lakukan oleh tim Ombudsman selama periode September hingga November 2025. Hal itu untuk memastikan seluruh unit pelayanan publik berjalan sesuai regulasi dan bebas dari praktik maladministrasi.

Apresiasi Seluruh Jajaran

Menanggapi hasil tersebut, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengapresiasi seluruh jajarannya.

Menurut Dia, hasil ini merupakan buah dari komitmen kolektif di lingkungan Pemkab Garut.

Baca Juga: Pemkab Garut Hibahkan Aset untuk Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI

“Alhamdulillah kita mendapatkan penilaian kinerja tinggi dan tanpa maladministrasi. Itu adalah hasil kerja sama dari semua pihak,” ujar Syakur, Jumat (30/1/2026).

Pernyataan tersebut di sampaikan Syakur usai memberikan arahan dalam acara Penyerahan Petikan Keputusan Bupati terkait penetapan Kepala UPT Puskesmas di Kecamatan Tarogong Kidul.

Dia berharap, raihan ini menjadi motivasi bagi para pejabat fungsional dan unit pelayanan kesehatan untuk terus menjaga integritas dan kualitas layanan di lapangan.

(Y.A. Supianto)

Video Gangster Bawa Sajam Viral, Wali Kota Bandung Angkat Bicara

0
gengster bawa sajam wali kota bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan aparat kepolisian tengah melakukan pengejaran terhadap kelompok gangster yang terekam membawa senjata tajam di wilayah Bandung beberapa waktu lalu.

Para pelaku berhasil di identifikasi melalui teknologi pengenalan wajah milik polri.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penanganan kasus tersebut telah di bahas bersama jajaran kepolisian dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca Juga: Status Tersangka Tak Hentikan Erwin Ngantor di Balai Kota Bandung

“Sudah fix, Kepolisian Republik Indonesia sekarang di level Kapolres sudah memiliki software untuk fast recognition,” kata Farhan, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, teknologi pengenalan wajah tersebut memungkinkan polisi mengidentifikasi para pelaku dengan cepat berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial.

“Sudah di identifikasi wajah-wajah yang terekam di video itu dan nanti sedang di kejar serta akan di lakukan penindakan,”katanya

Farhan menegaskan, Pemkot Bandung mendukung penuh langkah kepolisian dalam menindak tegas aksi kriminal yang meresahkan masyarakat.

Farhan menegaskan, penanganan kasus tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi antara Pemkot Bandung dan jajaran kepolisian dalam menjaga keamanan kota.

Menurut Farhan, kerja sama itu bahkan di perkuat melalui penandatanganan tiga kesepakatan baru antara Pemkot Bandung dan Polrestabes Bandung guna menunjang pengamanan wilayah.

“Penegakan hukum harus luar biasa. Karena itu kerja sama Pemkot dengan Polrestabes sangat-sangat erat,” tegasnya.

Farhan juga menepis anggapan yang menyebut Bandung sebagai “Gotham City” akibat maraknya aksi kriminal. Ia menyebut dinamika keamanan kota besar harus di jawab dengan teknologi, kolaborasi, dan penindakan tegas.

Baca Juga: Polres Cimahi Minta Warga Waspada Longsor Susulan

“Dinamika keamanan kota besar harus di jawab dengan tekhnologi, kolaborasi, dan penindakan tegas,”jelasnya.

Farhan juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Kami ingin memastikan rasa aman warga Bandung tetap terjaga. Tidak ada toleransi terhadap aksi kekerasan dan premanisme,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Gasspool! Munggahan Ride HDCI Ciamis Raya Touring Yogyakarta

0
hdci ciamis raya touring yogyakarta@fokusjabar.id
Wali Kota Banjar Sudarsono melepas rombongan HDCI Ciamis Raya ke Yogyakarta.(Agus/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Aspek keamanan dan ketertiban berlalu lintas menjadi perhatian utama. Dalam kegiatan Munggahan Ride Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Ciamis Raya menuju Yogyakarta.

Hal itu di katakan Wali Kota Banjar Sudarsono saat pelepasan puluhan pengendara motor besar di Pendopo Kota Banjar, Jumat (30/1/2026), 

Sudarsono menegaskan bahwa kegiatan touring jarak jauh memiliki potensi risiko apabila tidak d ibarengi dengan kesadaran berlalu lintas yang tinggi.

Baca Juga: Jejak Dakwah Islam dan Petilasan Seorang Kiai di Kota Banjar

Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh peserta untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Menjaga kecepatan, serta mengutamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.

“Kegiatan komunitas seperti ini harus menjadi contoh tertib berlalu lintas. Keselamatan bukan hanya untuk peserta, tetapi juga bagi masyarakat yang di lalui sepanjang perjalanan,” katanya. 

Penekanan serupa di sampaikan Dandim 0613/Ciamis Letkol Inf Antonius Ari Widiono. Menurutnya, perjalanan lintas daerah membutuhkan koordinasi yang baik. Di siplin konvoi, serta kepemimpinan yang jelas di lapangan agar tidak menimbulkan gangguan keamanan. Maupun kemacetan di jalur yang di lalui.

“Pentingnya menjaga sikap dan etika berkendara, mengingat rombongan akan melintas di kawasan perkotaan. Hingga jalur antar daerah dengan karakter lalu lintas yang berbeda,” ujarnya. 

Keselamatan Jadi Prioritas

Sementara itu, PIC kegiatan dr Dino RC menjelaskan panitia telah menyiapkan standar operasional pengamanan selama perjalanan. Termasuk pengaturan formasi konvoi, jeda istirahat, serta komunikasi antarpeserta.

Baca Juga: Polres Banjar dan Pemkot Optimalkan Lahan Bantaran Sungai untuk Tanam Jagung Hibrida

Langkah tersebut di lakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan dan memastikan perjalanan berlangsung aman hingga tujuan.

“Keselamatan menjadi prioritas utama. Seluruh peserta di bekali arahan teknis dan di minta mematuhi aturan yang telah di sepakati bersama,” jelasnya.

Dukungan BRI Cabang Banjar juga di apresiasi sebagai bagian dari upaya menciptakan kegiatan komunitas yang tertib dan bertanggung jawab.

“Kegiatan ini di harapkan dapat menjadi contoh bahwa aktivitas hobi otomotif dapat berjalan. Seiring dengan kepatuhan terhadap hukum dan keselamatan berlalu lintas,” harap Dino.

(Agus) 

Satpol PP Ciamis Tertibkan Roda PKL Pelanggar K3

0
satpol pp ciamis PKL fokusjabar.id
Personel Satpol PP Kabupaten Ciamis saat menertibkan roda PKL

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Satpol PP Ciamis Jawa Barat (Jabar) menertibkan sejumlah roda Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di tempat terlarang di seputaran kota.

Kepala Satpol PP Ciamis, Ega Anggara Alqausar mengatakan, mereka ditertibkan karena melanggar Perda Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3).

BACA JUGA:

Pengendara Motor Tewas Tertabrak Mobil di Jalur Jalan Ciamis–Tasikmalaya

“Masih ada sejumlah pedagang yang berjualan di trotoar. Karenanya kami tertibkan,” katanya, Jumat (30/1/2026).

Menurut Ega, trotoar bukan  tempat jualan. Namun untuk [ara para pejalan kaki.

“Demi keamanan dan kenyamanan pejalan kaki, maka roda PKL kami tertibkan,” ungkap Dia.

Ega mengatakan, pihaknya masih melakukan tindakan persuasif dalam penertiban. Sebelumnya mereka di imbau agar tidak berjualan di tempat terlarang.

“Jika mereka membandel, Kami akan bertindak tegas sesuai aturan yang ada,” jelasnya.

Tak hanya roda pedagang, pihaknya juga menertibkan banner yang melintang di atas jalan raya dan di paku di pohon.

“Pemasangan banner yang melintang di atas jalan raya dan yang dipaku di pohon kami tertibkan juga,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Kader Posyandu di Baregbeg Ciamis Dapat Bantuan Laptop dari Anggota Fraksi PAN

Pihaknya mengimbau masyarakat Ciamis untuk selalu menjaga keindahan dan kebersihan. Terlebih, saat ini Kabupaten Ciamis di nobatkan sebagai peraih kota terbersih kategori kota kecil tingkat Asean.

“Menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah. Namun harus mendapat dukungan semua elemen. Termasuk masyarakat,” pungkas Ega.

(Husen Maharaja)

Status Tersangka Tak Hentikan Erwin Ngantor di Balai Kota Bandung

0
erwin masih ngantor di bale kota bandung@fokusjabar.id
Wakil Wali Kota Bandung Erwin.(Yusuf Mugni/fokusjabar.id)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa Wawalkot Erwin masih menjalankan tugas pemerintahan.

Dan tetap berkantor di Balai Kota Bandung, meski telah di tetapkan sebagai tersangka dan tengah menjalani proses hukum.

Farhan mengaku mengetahui aktivitas Erwin yang tetap ngantor. Namun, ia menyebut belum berkomunikasi langsung dengan yang bersangkutan.

Baca Juga: Polres Cimahi Minta Warga Waspada Longsor Susulan

“Saya belum komunikasi, tapi saya akan segera komunikasi karena kan beliau masih menjalani proses hukum,”kata Farhan Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, hingga saat ini belum ada dasar hukum yang mengharuskan Erwin di bebas tugaskan atau di nonaktifkan dari jabatannya.

“Belum di bebas tugaskan, belum mendapat izin untuk disidangkan, dan belum mendapat izin untuk ditahan. Jadi beliau masih harus melaksanakan tugas-tugasnya,” katanya.

Farhan menyebut, bahwa Pemerintah Kota Bandung juga belum menerima izin dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) terkait pemberhentian sementara maupun penahanan Wakil Wali Kota Bandung.

Baca Juga: KLH Perketat Pengawasan Cegah Longsor Susulan di Cisarua dan Lembang

“Belum dong, belum di nonaktifkan, belum berhenti sementara, belum di berikan izin untuk ada penahanan dari Menteri Dalam Negeri,”jelasnya.

Farhan memastikan, selama belum ada keputusan resmi, Erwin tetap berkewajiban menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

“Harus menjalankan tugas-tugas,” ujarnya.

Farhan menambahkan, terkait penugasan khusus, Erwin tetap memiliki pekerjaan yang melekat pada jabatannya.

“Tugasnya selalu ada, tidak pernah tidak ada. Kan ada beberapa yang memberikan tugas seperti beberapa satgas,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Jejak Dakwah Islam dan Petilasan Seorang Kiai di Kota Banjar

0
jejak islam di kota banjar@fokusjabar.id
Nyai Iming Juru Kunci petilasan Kiai Haji Hasan Husen menunjukan salah satu batu patilasan di Pasir Cabe.(Agus/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Petilasan Kiai Haji Hasan Husen yang berada di kawasan Pasir Cabe, tepatnya di Dusun Sukaharja, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, menyimpan jejak penting sejarah penyebaran agama Islam di wilayah tersebut.

Jejak dakwah tokoh agama itu hingga kini masih di jaga melalui tradisi lisan dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Hal tersebut di sampaikan Nyai Iming, juru kunci petilasan, yang telah merawat dan menjaga kawasan itu sejak awal tahun 2000-an.

Baca Juga: Polres Banjar dan Pemkot Optimalkan Lahan Bantaran Sungai untuk Tanam Jagung Hibrida

Ia menjelaskan, petilasan tersebut bukanlah makam, melainkan tempat singgah atau niis dalam istilah Sunda, yang di yakini menjadi lokasi Kiai Haji Hasan Husen beristirahat sekaligus melakukan siar agama Islam dalam perjalanan dakwahnya.

“Ini tempat singgah, tempat siar agama. Bukan makam,” ujar Nyai Iming saat di temui di lokasi petilasan, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, nama Pasir Cabe sejatinya bukan nama asli kawasan tersebut. Nama itu di gunakan pada masa lampau sebagai bentuk penyamaran untuk melindungi lokasi dan menjaga kesakralannya. Hingga kini, sejarah penamaan asli tempat tersebut belum sepenuhnya di buka ke publik.

“Yang aslinya bukan Pasir Cabe. Dulu di sembunyikan. Nanti kalau sudah waktunya, akan di buka dan di ceritakan,” katanya.

Tak Sembarangan Masuk

Nyai Iming juga menuturkan, tidak semua orang di perkenankan memasuki area inti petilasan. Hanya mereka yang memahami adab dan tujuan ziarah yang di perbolehkan, demi menjaga kebersihan, ketenangan, dan kesakralan kawasan tersebut.

“Keramaian itu harus di pelihara, jangan sampai di kotori. Ini tempat penyebaran agama, jadi harus benar-benar di jaga,” ujarnya.

Meski jumlah peziarah tidak banyak, sebagian masyarakat datang untuk mencari ketenangan batin. Suasana kawasan yang sejuk dan tenang di percaya mampu memberikan rasa damai bagi pengunjung yang tengah menghadapi persoalan hidup.

“Kalau orang Sunda bilangnya tiis, jadi hati tenang,” tuturnya.

Di dalam kawasan petilasan terdapat beberapa titik yang di yakini sebagai penyawangan atau tempat duduk, yang dulunya di gunakan untuk beristirahat dan mengamati wilayah sekitar.

Namun, identitas lengkap para leluhur yang di yakini menjaga kawasan tersebut belum dapat di sampaikan secara terbuka.

Nyai Iming menegaskan, keterbatasan informasi yang di bagikan saat ini di lakukan demi kehati-hatian. Ia masih berkoordinasi dengan sejumlah peneliti budaya dan sejarah agar informasi yang di sampaikan ke publik memiliki dasar yang kuat.

“Ini masih tahap dasar untuk penelitian. Belum waktunya di buka semua,” tegasnya.

Identitas Sejarah dan Budaya

Kepala Desa Karyamukti, Fikri Aditia, menyatakan bahwa keberadaan Petilasan Kiai Haji Hasan Husen merupakan bagian penting dari identitas sejarah dan budaya masyarakat desa.

Pemerintah desa, kata dia, mendukung penuh upaya pelestarian kawasan tersebut agar nilai sejarah dan religiusnya tetap terjaga.

“Petilasan ini bukan hanya situs budaya, tetapi juga bagian dari sejarah dakwah Islam di wilayah Karyamukti dan Kota Banjar. Kami sangat menghormati dan mendukung upaya pelestarian yang di lakukan juru kunci dan masyarakat,” ujar Fikri.

Ia menegaskan, pengelolaan kawasan petilasan harus di lakukan secara hati-hati dengan tetap mengedepankan kearifan lokal serta menjaga nilai kesakralan.

Baca Juga: PDI Perjuangan Kota Banjar Gelar Musancab Serentak

Karena itu, pemerintah desa bersikap selektif dalam membuka akses dan informasi kepada publik.

“Kami tidak ingin tempat ini hanya menjadi objek wisata biasa. Nilai spiritual dan sejarahnya harus tetap menjadi yang utama,” katanya.

Fikri juga membuka peluang kerja sama dengan peneliti budaya dan sejarah untuk menggali jejak dakwah Kiai Haji Hasan Husen secara akademis.

“Hasil kajian tersebut di harapkan dapat menjadi rujukan resmi dan sumber edukasi sejarah bagi generasi muda di masa mendatang,” harapnya.

(Agus)