spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 214

Kuda Bersayap Hingga Tikus Raksasa Turun ke Jalan, Warga Pangandaran Rayakan HUT ke-81 RI

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan anjing hitam raksasa di Desa Pananjung Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat berlangsung sangat meriah, Senin (17/8/2026).

Masyarakat menghadirkan deretan pernak-pernik dan patung unik sebagai wujud kreativitas menyemarakkan momentum 17 Agustus, melengkapi agenda upacara serta perlombaan tradisional.

Baca Juga: Libur HUT ke-81 RI, Ribuan Wisatawan Padati Pantai Pangandaran

Kemunculan patung anjing hitam raksasa yang diarak menuju tengah lapangan tempat warga berkumpul menjadi atraksi utama yang paling mencuri perhatian. Ukurannya yang megah dan mencolok menyedot perhatian antusias dari anak-anak maupun orang dewasa.

Warga Pangandaran juga memamerkan beragam patung fauna unik lainnya, seperti kuda bersayap, babi hutan, hingga tikus raksasa.

Masyarakat membuat seluruh pernak-pernik seni ini secara swadaya dengan mengandalkan semangat gotong royong antarwarga. Lapangan desa yang semula kaku kini bertransformasi menjadi ruang pameran seni terbuka yang menghibur.

“Ini hasil kreasi kita warga di Pananjung. Berkat gotong royong semuanya, alhamdulillah lancar dan meriah,” ujar salah satu warga, Kusnadi (48), Senin (17/8/2026).

Kusnadi menuturkan bahwa pembuatan ornamen hias ini menjadi ajang ekspresi warga untuk merayakan hari kemerdekaan melalui cara yang segar dan berbeda.

Camat Apresiasi Antusiasme Warga

Camat Pangandaran Mahfud Ghozali menyampaikan rasa syukur melihat tingginya partisipasi serta antusiasme masyarakat sepanjang rangkaian acara HUT ke-81 RI.

Ia mengapresiasi keahlian warga dalam merancang berbagai karya unik yang berhasil memberi warna khusus pada perayaan tahunan ini.

“Alhamdulillah, masyarakat di Pangandaran sangat antusias. Dan ini bukan hanya kali ini saja,” ujar Mahfud.

Peringatan 17 Agustus di Pangandaran terbukti menjadi wadah mempererat tali silaturahmi, menyalurkan bakat seni lokal, sekaligus menyajikan hiburan gratis bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Sajidin)

HUT ke-81 RI, Dedi Mulyadi Soroti 80 Ribu Warga Jabar yang Belum Punya Akses Listrik

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Gedung Sate, Kota Bandung usai upacara HUT RI, Senin 17 Agustus 2026.

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum evaluasi penting bagi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menyoroti pemerataan layanan dasar masyarakat, khususnya akses energi listrik.

Dedi menyampaikan pandangan tersebut seusai memimpin upacara peringatan HUT ke-81 RI tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (17/8/2026). Ia membeberkan fakta bahwa saat mulai menjabat Gubernur Jawa Barat pada 2025, sebanyak 500 ribu warga belum menikmati pasokan listrik.

Baca Juga: Aksi Spektakuler Tagana Tasikmalaya Bentangkan Merah Putih Raksasa di Derasnya Air Terjun Curug Payung

Pemprov Jabar sukses memangkas angka tersebut hingga tersisa sekitar 80 ribu jiwa pada pertengahan 2026. Pihaknya menargetkan penuntasan seluruh masalah krisis listrik daerah ini pada 2027.

Dedi menilai keberhasilan pembangunan nasional harus terukur dari pemenuhan kebutuhan vital warga, bukan semata-mata mengagungkan proyek fisik.

“Iya, kan kita harus jujur tentang keadaan kita. 81 tahun merdeka, layanan dasar pemerintah belum bisa berjalan secara efektif,” kata Dedi.

Ironi Lumbung Energi Jawa Barat

Dedi menyayangkan ketimpangan ini mengingat Provinsi Jawa Barat menampung berbagai infrastruktur pembangkit listrik raksasa, mulai dari PLTA, panas bumi (geothermal), hingga PLTS Terapung Cirata.

“Padahal Jabar itu pusatnya energi listrik. PLTA ada di sini, geothermal ada di sini, bahkan di Cirata sekarang ada PLTS. Nah, pembangunan ini selama ini sering kali mengabaikan daerah-daerah yang menjadi sumber produksi, sehingga daerah sumber produksi itu sering mengalami penderitaan,” kata Dedi.

Ia mengkritik sistem distribusi hasil daerah yang sering kali mengenyampingkan kesejahteraan warga lokal di area penghasil energi.

“Uang bagi hasilnya geser ke tempat lain. Di situ menghasilkan listrik, orang situnya terisolir, tapi listriknya enggak kebagian,” tutur Dedi.

Koreksi Tata Kelola Anggaran Daerah

Gubernur menginstruksikan perbaikan tata kelola keuangan daerah dengan memprioritaskan alokasi anggaran pada sektor kebutuhan pokok masyarakat.

“Nah, ini kan perspektif yang harus segera dibenahi dan diakui sebagai sesuatu yang harus dikoreksi dalam tata kelola keuangan daerah. Saya kan ngomongnya daerah per daerah,” tambahnya.

Penuntasan masalah ini membutuhkan sinergi erat antar-instansi, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga pemerintah desa.

Dedi optimis pembenahan ini akan rampung cepat melalui strategi realokasi anggaran yang tepat sasaran.

“Ya, kita harus segera terselesaikan. Kan saya bisa tuh nyelesaikan dalam waktu 2 tahun anggaran, kan bisa. Kemudian, layanan dasar yang lainnya juga nanti secara bertahap akan selesai. Akan selesai seiring dengan kebijakan-kebijakan realokasi yang terus kita tingkatkan. Dan yang paling utama adalah pemerintah, terutama penyelenggara kegiatan keuangan daerah, itu enggak boleh abaikan layanan dasar dengan mengutamakan aspek-aspek yang bersifat rutinitas,” jelas Dedi.

(Jingga Sonjaya)

Aksi Spektakuler Tagana Tasikmalaya Bentangkan Merah Putih Raksasa di Derasnya Air Terjun Curug Payung

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: Tampak Bendera Merah Putih berukuran 6 x 3 meter terbentang gagah di bawah derasnya aliran air Curug Payung, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (17/8/2026).

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Tasikmalaya berlangsung unik dan memukau. Forum Komunikasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya membentangkan Bendera Merah Putih raksasa berukuran 6 x 3 meter tepat di tebing dan curahan air Curug Payung, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Senin (17/8/2026).

Aksi heroik para relawan ini memadukan nilai kebangsaan dengan pesona alam Priangan Timur. Pemilihan Curug Payung membawa makna mendalam, di mana derasnya air terjun melambangkan tantangan zaman yang harus dihadapi dengan keteguhan jiwa.

Baca Juga: Warga Situ Cibeureum Tasikmalaya Ngamuk! Karaoke Bikin Resah, Ancam Tutup Permanen Warung Bandel

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adisetiya menegaskan bahwa perhelatan ini memuat pesan nasionalisme tinggi serta dedikasi tanpa batas dari personil kebencanaan.

“Pengibaran Sang Merah Putih di lokasi alam ini menjadi simbol semangat nasionalisme, kemudian persatuan, serta bentuk penghormatan setinggi-tingginya terhadap jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” ujar Jembar.

Perjuangan Menembus Medan Ekstrem

Proses pengibaran bendera ini menuntut kerja keras seluruh tim di lapangan. Para personil Tagana harus menaklukkan tingginya debit air serta licinnya batuan tebing demi membentangkan bendera negara hingga berkibar sempurna.

Ajak Warga Jaga Kelestarian Alam

Jembar menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan hubungan antara kelestarian lingkungan dan keselamatan manusia.

Menurutnya, pelestarian kawasan konservasi merupakan langkah utama dalam mitigasi bencana berbasis ekosistem. Langkah menjaga alam secara langsung akan melindungi warga dari ancaman bencana serta melestarikan kekayaan bumi bagi generasi penerus.

Melalui perayaan HUT ke-81 RI ini, FK Tagana Tasikmalaya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial. Terlebih saling membantu, serta membuktikan cinta tanah air lewat tindakan nyata di daerah masing-masing.

(Abdul Latif)

Warga Situ Cibeureum Tasikmalaya Ngamuk! Karaoke Bikin Resah, Ancam Tutup Permanen Warung Bandel

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: Suasana musyawarah warga Kampung Babakan bersama tokoh agama dan aparat keamanan di Kelurahan Tamanjaya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, saat menyepakati aturan tegas penutupan karaoke ilegal di kawasan Situ Cibeureum, Minggu (16/8/2026).

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Keindahan kawasan wisata Situ Cibeureum di Kelurahan Tamanjaya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya tercemar oleh aktivitas sejumlah warung remang-remang. Pengelola warung kerap memutar musik karaoke hingga memicu keresahan masyarakat sekitar.

Geram atas gangguan kenyamanan dan penurunan moral lingkungan, puluhan warga Kampung Babakan (RW 03) mengambil tindakan tegas. Puncaknya, warga menggelar forum aspirasi darurat, Minggu malam (16/8/2026).

Baca Juga: Spektakuler! 2.681 Bendera Merah Putih Berkibar di Bibir Kawah Gunung Galunggung Tasikmalaya

Forum Darurat Libatkan Tokoh Masyarakat dan Aparat

Pertemuan penting yang menghadiri 56 warga ini melibatkan deretan tokoh lintas elemen. Mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus pesantren, Karang Taruna, hingga Babinsa Kecamatan Tamansari turut mengawal jalannya musyawarah.

Kekesalan warga memuncak karena aktivitas karaoke tersebut sering memicu percekcokan serta maraknya dugaan peredaran minuman keras (miras).

“Terus terang pertemuan atau musyawarah seperti ini sudah beberapa kali digelar. Namun, hasilnya belum ada kejelasan sehingga masyarakat resah,” ungkap Ombik, penanggung jawab penyerapan aspirasi warga.

Sebelumnya, langkah penertiban kerap menemui jalan buntu karena keterbatasan regulasi formal. Babinsa Kecamatan Tamansari Ali menegaskan pentingnya payung hukum serta bukti lapangan agar proses penindakan berjalan sah secara administratif.

Sepakati Empat Poin Aturan Ketat

Melalui musyawarah yang solid, warga beserta aparat akhirnya merumuskan empat keputusan mutlak bagi seluruh pemilik warung di kawasan wisata Situ Cibeureum:

  • Larangan Karaoke: Pengelola warung, kios, maupun usaha sejenis dilarang keras menyediakan sarana musik karaoke.
  • Pembatasan Jam Operasional: Jam buka warung dibatasi secara ketat mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
  • Sanksi Penutupan Permanen: Pelanggaran terhadap aturan—termasuk jika ada pengunjung yang mengonsumsi miras—akan memicu penutupan tempat usaha secara permanen.
  • Rencana Pemasangan Portal: Warga merencanakan penutupan akses jalan serta pemasangan portal yang akan menjadi pembahasan pada pertemuan lanjutan.

Keputusan bersama ini menjadi acuan tegas bagi para pengelola usaha serta aparat penegak hukum demi mengembalikan keasrian kawasan Situ Cibeureum.

(Abdul Latif)

Spektakuler! 2.681 Bendera Merah Putih Berkibar di Bibir Kawah Gunung Galunggung Tasikmalaya

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama unsur masyarakat berdiri bersama di ketinggian 1.186 mdpl merayakan Rekor MURI pengibaran bendera terbanyak.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Tasikmalaya menorehkan catatan sejarah yang membanggakan.

Sebanyak 2.681 bendera Merah Putih berkibar serentak di bibir Kawah Gunung Galunggung, Senin (17/8/2026). Aksi spektakuler tersebut sukses memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Forum Komunikasi Peduli Alam dan Lingkungan Tasikmalaya (FKPAT) menginisiasi perhelatan ini untuk memadukan semangat nasionalisme dengan kepedulian terhadap kelestarian alam Priangan Timur.

Baca Juga: Dari Kanada ke Cikunir, Keluarga Campuran Rayakan HUT ke-81 RI dengan Kereta Kuda

Semangat Nasionalisme di Ketinggian 1.186 MDPL

Di tengah hembusan angin pegunungan serta suhu dingin pada ketinggian 1.186 meter di atas permukaan laut (mdpl), ribuan pencinta alam bersama unsur Forkopimda dan warga menapaki jalur pendakian. Warga Merah Putih tampak membentang indah menembus kabut tipis di sepanjang dinding kaldera Gunung Galunggung.

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyampaikan rasa haru dan syukur saat menghadiri langsung momen bersejarah di titik ikonik tersebut.

“Alhamdulillah sore ini kita berada di salah satu titik tertinggi di Kabupaten Tasikmalaya di bibir kawah Galunggung, sekaligus mengibarkan Bendera Merah Putih dan memecahkan rekor MURI sebanyak 2.681 bendera,” ungkap Cecep.

Pemerintah daerah mengartikan angka 2.681 bendera lebih dari sekadar angka rekor MURI. Lautan bendera ini menjadi hadiah istimewa untuk HUT ke-81 RI sekaligus pengingat pentingnya menjaga persatuan bangsa.

Pesan Kelestarian Alam dari Tanah Tasikmalaya

Pemerintah daerah dan komunitas lingkungan memanfaatkan momentum ini untuk menyuarakan pesan ekologis secara luas.

Cecep mengimbau seluruh pengunjung agar selalu menjaga kebersihan kawasan wisata alam Gunung Galunggung. Ia kemudian mengajak warga menjauhi kebiasaan membuang sampah sembarangan di area konservasi serta menjadikan Tasikmalaya sebagai pilar pemersatu bangsa.

Ketua FKPAT Miftah Rizky (Babol) turut mengekspresikan kebahagiaannya atas kelancaran agenda besar yang telah timnya rancang sejak beberapa bulan lalu.

“Sujud syukur pengibaran bendera Merah Putih terbanyak sekaligus rekor MURI berjalan lancar. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini untuk menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia,” tutur Babol.

(Abdul Latif)

Semarak HUT ke-81 RI di Ciamis, Warga RW 022 Pabuaran Ngebakso Gratis 1.000 Porsi

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Warga RW 022 Lingkungan Pabuaran Ciamis saat menyerbu Mie Bakso geratis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pengurus RW 022 Lingkungan Pabuaran, Kelurahan/Kabupaten Ciamis, Jawa Barat membagikan seribu porsi mie baso secara gratis kepada warga setempat. Aksi sosial ini berlangsung khusus untuk memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Ketua RW 022 Lingkungan Pabuaran Tantan Mulyana menjelaskan bahwa pendanaan kegiatan ini murni berasal dari budaya swadaya atau rereongan warga serta donasi para agnia.

Baca Juga: 3 Warga Binaan Lapas Ciamis Langsung Bebas Saat HUT RI, Herdiat Titip Pesan Menyentuh

“Biayanya dari Kas ke RW an yang dikumpulkan dari warga dan saat ini uang itu digunakan untuk kegiatan warga juga,” katanya.

Ajang Silaturahmi dan Wujud Rasa Syukur

Tantan menegaskan komitmen pengurus untuk mengembalikan dana kas daerah kepada masyarakat melalui program yang berdampak langsung. Selain seribu porsi baso, pengurus juga sempat menyajikan 700 porsi makan gratis sebelum acara puncak.

“Aksi berbagi makanan gratis ini tidak sekadar untuk memanjakan lidah warga melainkan sebagai bentuk wujud syukur atas nikmat Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa rangkaian pesta rakyat ini bertujuan menghadirkan suasana kemerdekaan yang makin semarak di tingkat lingkungan.

“Cita-cita kami adalah untuk selalu memberikan yang terbaik bagi seluruh warga Lingkungan Pabuaran,” jelasnya.

Tabur Doorprize dan Hadiah Karnaval

Kemeriahan perayaan HUT ke-81 RI di Lingkungan Pabuaran makin lengkap dengan pembagian beragam doorprize menarik bagi warga serta peserta karnaval.

“Kami juga telah memberikan apresiasi berupa hadiah untuk pemenang karnaval di setiap RT dan juga berbagai doorprize menarik untuk warga yang telah beruntung,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

WALI Kenakan Baju Adat NTT di HUT ke-81 RI, Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa

0
Nasional, FOKUSJabar.id
Vokalis band Wali, Fank mengenakan pakaian adat NTT. Sumber Gambar: Siaran langsung Sekretariat Negara.

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Grup musik WALI membawa pesan empati mendalam bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) saat memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. Seluruh personel WALI kompak mengenakan busana adat NTT pada sesi upacara penurunan Bendera Merah Putih, Senin (17/8/2026).

Langkah tersebut menjadi bentuk penghormatan dan simpati bagi warga NTT yang baru saja menerjang bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026). Musibah yang berpusat di kawasan Flores ini menelan korban jiwa, melukai puluhan warga, serta memaksa ribuan jiwa mengungsi.

Baca Juga: Gandeng Baznas Kota Bandung, Farhan Siapkan Skema Penyaluran Bantuan Bencana Gempa NTT

Vokalis WALI, Faank, menegaskan pesan solidaritas tersebut tepat sebelum grupnya melantunkan lagu nasional “Maju Tak Gentar”.

“Selamat sore, kami dari WALI Band pada sore hari ini kami menggunakan pakaian dari NTT sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara kami yang terdampak musibah di NTT,” ujar Faank di hadapan peserta upacara, Senin sore.

Ajak Seluruh Warga Doakan Pemulihan NTT

Faank lantas memanjatkan doa agar warga terdampak senantiasa memperoleh kekuatan mental serta fisik selama masa pemulihan pascabencana.

“Semoga semua saudara kita tetap kuat, segara bangkit dan pulih, karena kami sayang NTT,” ucapnya.

Aksi panggung WALI berlangsung di tengah rentetan gempa susulan yang masih melanda wilayah Flores. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa utama tektonik Flores Back-Arc terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Bencana ini memicu gelombang tsunami serta 1.624 gempa susulan hingga Senin (17/8/2026) siang.

Dampak Gempa capai Puluhan Korban Jiwa

Laporan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (16/8/2026) mencatat 54 korban meninggal dunia, 199 orang luka-luka, dan 9.963 warga terpaksa menempati posko pengungsian. Bencana ini mengguncang sedikitnya sembilan kabupaten dan satu kota di Provinsi NTT.

Suasana peringatan kemerdekaan di wilayah NTT pun berlangsung penuh keprihatinan. Pada momen yang sama, Wali Kota Kupang Christian Widodo turut mengenakan pakaian adat Manggarai saat memimpin upacara kemerdekaan sebagai lambang kepedulian terhadap warga Flores.

Melalui panggung utama Istana Merdeka, WALI tidak sekadar menyajikan hiburan musik kemerdekaan. Tetapi juga berhasil mengetuk kepedulian masyarakat luas untuk bersama-sama membantu proses pemulihan NTT.

(Jingga Sonjaya)