spot_imgspot_img
Rabu 7 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 191

Dispar Ciamis Giatkan Konsep Wellness Tourism untuk Wisatawan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Sekdis Pariwisata Kabupaten Ciamis Dian

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggencarkan pengembangan konsep wellness tourism atau wisata kebugaran. Inovasi ini menyajikan pengalaman berlibur yang tidak hanya menghibur, melainkan juga menyegarkan kondisi fisik dan mental para pengunjung.

Nikmati Udara Segar dan Olahraga Ringan Tanpa Kebisingan

Baca Juga: Sumur Ciasihan Kampung Adat Kuta Ciamis, Mata Air Abadi yang Dipercaya Penuh Karomah

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis Dian menjelaskan bahwa wisatawan diajak menyatu dengan alam melalui beragam aktivitas fisik ringan. Kegiatan tersebut mencakup jalan santai, relaksasi, hingga menghirup udara bersih jauh dari polusi serta hiruk-pikuk kendaraan.

“Wellness tourism ini lebih kepada bagaimana orang bisa berlibur sambil menjaga kesehatan. Jadi bukan sekadar datang lalu berfoto tetapi menikmati suasana yang tenang, berjalan kaki, olahraga dan menghilangkan kepenatan,” kata Dian, Jumat (21/8/2026).

Proyeksi Destinasi Kebugaran: Situ Wangi Hingga Air Terjun Cibeureum

Pemerintah Daerah telah memetakan beberapa kawasan potensial sebagai pusat wellness tourism. Lokasi prioritas tersebut meliputi Situ Wangi yang sudah memiliki jogging track, wilayah Sukamantri, Cireong, hingga rute trekking alami menuju curug di area Cibeureum sebelum Batu Panjang.

Dian menegaskan bahwa masyarakat makin menggemari konsep wisata kesehatan ini. Indikator keberhasilan tersebut terlihat dari lonjakan jumlah pengunjung di kawasan bernuansa asri.

“Minat masyarakat terhadap konsep wisata itu terus meningkat karena terlihat dari bertambahnya jumlah pengunjung di beberapa lokasi yang menawarkan suasana alami dan aktivitas olahraga ringan,” ucap Dian.

Musim Kemarau Buka Peluang Wisata Alternatif

Kunjungan wisatawan ke Situ Wangi mengalami grafik kenaikan yang signifikan. Warga memanfaatkan momen pagi dan sore hari, khususnya saat akhir pekan, untuk berolahraga sembari menikmati panorama danau.

Memasuki musim kemarau, Dinas Pariwisata Ciamis optimistis mampu memanfaatkannya sebagai momentum emas. Pihaknya menangkap peluang bisnis dari tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas luar ruangan.

“Saat musim kemarau yang mulai terasa, sektor pariwisata Ciamis justru menemukan peluang baru. Jika wisata air tetap bertahan maka camping, trekking, dan wellness tourism kini menjadi alternatif yang semakin diminati wisatawan yang ingin menikmati alam dengan cara berbeda,” pungkas Dian.

(Husen Maharaja)

Sumur Ciasihan Kampung Adat Kuta Ciamis, Mata Air Abadi yang Dipercaya Penuh Karomah

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Sumur Cikahuripan yang berada di Kampung Adat Kuta Ciamis air nya tidak pernah kering

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sumur Ciasihan yang berada di kawasan Kampung Adat Kuta, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memiliki daya tarik serta keistimewaan tersendiri bagi masyarakat setempat. Sumur ini dipercayai warga memiliki karomah yang dapat membantu memuluskan hajat atau keinginan bagi siapa saja yang datang dan berdoa kepada Allah SWT di lokasi tersebut.

Selain sakral dan warga meyakini memiliki nilai spiritual, Sumur Ciasihan juga menjadi tumpuan utama sumber air bersih bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Kampung Adat Kuta.

Baca Juga: Ciamis Perkuat Program Rutilahu, 561 Rumah Dapat Bantuan Bedah Rumah

Meski musim kemarau melanda kawasan setempat, debit air di Sumur Ciasihan seolah tak terpengaruh. Kondisi airnya tidak pernah surut maupun kering meskipun terus-menerus warga gunakan untuk memenuhi kebutuhan harian.

Masyarakat Kampung Adat Kuta pun menyikapi keberadaan mata air ini sebagai anugerah yang tak terhingga dari Sang Pencipta.

“Alhamdulillah mata air sumur Cikahuripan itu tidak pernah kering walaupun musim kemarau melanda cukup panjang,” ujar Kepala Dusun Kampung Adat Kuta, Didi Sardi, Jumat (20/8/2026).

Didi menjelaskan, nama Cikahuripan memiliki arti “air kehidupan”. Secara filosofis, makna tersebut sangat relevan dengan kenyataan di lapangan. Di mana mata air ini terus mengalir dan menjadi penopang utama kelangsungan hidup warga setempat.

“Karena mata air Cikahuripan sangat penting bagi kebutuhan warga Kampung Adat Kuta. Mereka pun sangat peduli dengan kelestarian alam di lingkungan itu. Tentu dengan menjaganya dari kerusakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab,” pungkas Didi.

(Husen Maharaja)

Pemkot Bandung Gandeng Danantara dan Kementerian Bangun Fasilitas Olah Sampah di Gedebage

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan pengembangan fasilitas pengolahan sampah berkapasitas hingga 300 ton per hari di Tempat Pengolahan Sampah Organik dan Sirkular (TPSOS) Gedebage. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung menyiapkan terobosan baru untuk mengikis ketergantungan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Pemkot Bandung berkolaborasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) guna membangun fasilitas pengolahan sampah berkapasitas 300 ton per hari di Gedebage.

Kerja sama ini resmi berdiri lewat penandatanganan komitmen bersama di Balai Kota Bandung, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Faunaland Gandeng Lembaga Asal India Olah Bandung Zoo Jadi City Zoo Modern

Solusi Jangka Pendek Selagi Menunggu TPA Legok Nangka

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa proyek ini menjadi jawaban atas tantangan pengelolaan sampah mandiri di tingkat kota. Bandung saat ini masih bergantung penuh pada fasilitas TPA milik Pemprov Jawa Barat, seperti Sarimukti dan Legok Nangka.

“Di hari Jumat siang ini telah ada kesepakatan bersama, komitmen bersama antara Pemerintah Kota Bandung dengan PT Danantara Development Management Fund dan Kementerian Dikti, Sains dan Teknologi. Dalam hal ini kami akan membangun satu fasilitas pengolahan sampah dengan menggunakan sebuah teknologi yang baru,” ujar Farhan.

Ia menyebut pembangunan TPA Legok Nangka masih memakan waktu sekitar tiga tahun. Pihaknya sengaja mempercepat proyek Gedebage agar bisa beroperasi pada akhir 2026 atau awal 2027.

“Waktu itu Pak Gubernur memberikan pekerjaan rumah. Sambil menunggu tiga tahun Legok Nangka jadi, kalian bisa bikin apa? Nah, ini salah satu terobosan yang kami lakukan,” kata Farhan.

“Terus terang Kota Bandung itu satu-satunya ibu kota provinsi yang tidak punya TPA. Jadi kami sangat tergantung kepada TPA-TPA provinsi, baik yang di Sarimukti maupun yang sekarang sedang berlangsung pembangunannya di Legok Nangka,” tambahnya.

Teknologi Canggih Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Bebas Bau

Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santosa menjelaskan bahwa sistem ini mengusung konsep desentralisasi. Pengolahan sampah berlangsung di wilayah terdekat tanpa harus diangkut jauh ke TPA.

Fasilitas Gedebage bakal mengolah sampah menjadi Solid Recovered Fuel (SRF), yakni bahan bakar bernilai kalor tinggi untuk kebutuhan industri pabrik hingga boiler. Sistem ini menggunakan teknologi tertutup guna mencegah bau menyebar ke pemukiman warga.

“Ini adalah solusi yang kita sebut desentralisasi. Artinya tidak perlu membawanya ke TPA, tempat penimbunan akhir, tapi kita selesaikan di regional masing-masing,” tutur Sigit.

“Kita pastikan teknologi yang kita pilih adalah teknologi yang ter-contained dan ter-capture sehingga tidak ada bau yang mengganggu lingkungan sekitarnya,” lanjutnya.

Proyek percontohan ini menelan perkiraan nilai investasi sebesar Rp50 miliar hingga Rp60 miliar.

Dukungan Perguruan Tinggi dan Target Pilot Project

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto menegaskan keterlibatan perguruan tinggi untuk menguji riset pengolahan sampah organik maupun nonorganik. Pengolahan sampah organik memanfaatkan metode maggot, sedangkan sampah khusus diproses menjadi SRF.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, dari perguruan-perguruan tinggi melakukan berbagai kajian untuk mendukung percepatan penyelesaian sampah yang ada di berbagai wilayah Indonesia,” jelas Brian.

Ia berharap keberhasilan pilot project di Gedebage dapat direplikasi ke seluruh Sub Wilayah Kota (SWK) di Bandung serta menjadi percontohan nasional.

“Ini tahap awal, sebagai pilot project. Kalau ini bisa berhasil, kita berharap setiap SWK juga bisa berjalan pembangunannya. Sehingga penyelesaian sampah di Kota Bandung ini harapannya bisa terselesaikan dan akan menjadi percontohan untuk daerah-daerah lain,” pungkas Brian.

(Yusuf Mugni)

Faunaland Gandeng Lembaga Asal India Olah Bandung Zoo Jadi City Zoo Modern

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Pemeriksaan Gajah oleh Dr. Yaduraj Khadpekar, dokter hewan spesialis gajah, Vantara India -Ist- (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Faunaland bersiap mengambil alih pengelolaan Bandung Zoo dengan mengusung konsep city zoo modern yang memprioritaskan kesejahteraan satwa, konservasi, edukasi, serta kenyamanan pengunjung.

Guna memantapkan persiapan, Faunaland menggandeng Vantara lembaga konservasi ternama asal India untuk saling berbagi pengetahuan serta memperkuat standar perawatan satwa.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Buka Suara Soal Sentimen Negatif Proyek BRT

Dokter Hewan Asal India Periksa Gajah Sumatra Koleksi Bandung Zoo

Tim pakar Vantara menggelar kunjungan lapangan langsung ke lokasi Bandung Zoo. Mereka meninjau berbagai fasilitas sekaligus berdiskusi dengan tim Faunaland mengenai program nutrisi, kesehatan satwa, pengayaan lingkungan (enrichment), hingga layanan veteriner.

Dokter hewan Vantara, Dr. Yaduraj Khadpekar, yang ahli dalam perawatan gajah, memeriksa langsung kondisi Salma, gajah Sumatra koleksi Bandung Zoo.

Modal Pengalaman Konservasi Perkotaan di Ancol dan Cibubur

CEO Faunaland Danny Gunalen menyampaikan bahwa rekam jejak mengelola taman satwa di kawasan perkotaan menjadi fondasi kuat dalam merancang masa depan Bandung Zoo.

“Selama ini Faunaland telah mengembangkan pendekatan konservasi urban melalui Faunaland Ancol dan Faunaland Buperta Cibubur. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi kami dalam mempersiapkan pengelolaan Bandung Zoo yang juga berada di tengah kota,” ujar Danny, Jumat (21/8/2026).

Danny mengapresiasi kemitraan strategis bersama Vantara yang memiliki keahlian global di bidang ilmu kedokteran hewan, genetika, hingga epidemiologi. Vantara sendiri baru saja meresmikan Vantara University di Jamnagar, India, pada April 2026 sebagai pusat riset satwa liar.

“Kolaborasi dengan Vantara memberikan perspektif dan pengalaman tambahan yang dapat semakin memperkaya pendekatan tersebut,” kata Danny.

Prioritaskan Kesejahteraan Satwa Tanpa Menghilangkan Kedekatan Warga

Danny menegaskan bahwa kebun binatang modern wajib mengutamakan standar hidup satwa ketimbang sekadar menyajikan wahana rekreasi.

“Bagi kami, kebun binatang modern bukan sekadar soal fasilitas atau pengalaman pengunjung. Yang lebih penting adalah memastikan satwa dirawat dengan baik, mendapatkan nutrisi yang tepat, memiliki lingkungan yang sesuai dan mendapatkan layanan veteriner yang memadai,” ungkap Danny.

Faunaland berkomitmen menjaga keterikatan emosional warga Bandung dengan kebun binatang bersejarah tersebut sembari mendongkrak kualitas pengelolaannya.

“Bandung Zoo memiliki hubungan yang sangat dekat dengan masyarakat Bandung. Kami ingin mempertahankan kedekatan tersebut sekaligus meningkatkan standar pengelolaannya,” tutur Danny.

“Kesejahteraan satwa, konservasi dan edukasi akan menjadi bagian penting dari perjalanan Bandung Zoo berikutnya,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Disparbud Pangandaran Siapkan Jurus Khusus Sedot Kembali Turis Asing

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Wisatawan asing ke Pantai Batukaras, Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran meracik strategi promosi baru guna memikat kedatangan wisatawan mancanegara (wisman). Langkah ini menjadi respon Pemkab untuk mengembalikan gairah kunjungan turis asing seperti masa kejayaan pariwisata era 1980-an hingga akhir 1990-an.

Data Bapenda Tunjukkan Tren Positif Kunjungan Wisman

Baca Juga: Motor Dilaporkan Hilang di Pangandaran, Polisi Cari hingga Perbatasan, Ternyata Ada di Garasi Rumah

Kepala Disparbud Kabupaten Pangandaran Dadan Sugista mengungkapkan bahwa angka kunjungan wisatawan asing memang belum menyamai rekor dekade 1990-an. Meski begitu, catatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menunjukkan adanya tren kenaikan bertahap selama beberapa tahun terakhir.

“Beberapa tahun ini lagi ramai lagi, berdasarkan data dari Bapenda,” kata Dadan, Jumat (21/8/2026).

Guna menjaga momentum tersebut, Pihaknya siap merancang program pemasaran berskala internasional.

“Rencana akan ada promosi khusus untuk menarik wisatawan asing ke Pangandaran,” ujarnya.

Pantai Batukaras Jadi Destinasi Favorit Peselancar Dunia

Dadan menyebut Pantai Batukaras tetap memegang peranan sebagai tujuan utama para turis asing. Daya tarik ombak yang konsisten menjadikannya pusat aktivitas olahraga selancar (surfing) kelas dunia.

Mengenai turis yang menetap lama di lokasi tersebut, Pihaknya menyerahkan urusan pencatatan domisili kepada dinas terkait.

“Kalau yang menetap di sana, kita tidak ada datanya. Itu biasanya di Kesbangpol,” tutur Dadan.

Rencana Rinci Pendataan Negara Asal Wisatawan

Pihaknya mengakui bahwa data Bapenda saat ini sebatas merekam total angka kedatangan tanpa memperinci negara asal turis.

“Adapun data yang di Bapenda itu hanya sebatas jumlah kunjungan saja, tidak secara spesifik mendata asal negara mereka,” jelas Dadan.

Oleh sebab itu, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Bapenda untuk mempertajam pendataan. Informasi kewarganegaraan para turis ini sangat vital sebagai pijakan merumuskan arah promosi yang presisi dan efektif.

“Nanti kita akan berkoordinasi dengan Bapenda tentunya,” pungkas Dadan.

(Sajidin)

Wali Kota Bandung Buka Suara Soal Sentimen Negatif Proyek BRT

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Proyek Pembangunan BRT di Jalan Jakarta Kota Bandung (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui bahwa pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya masih memetik respons negatif dari warga. Ia menegaskan komitmennya untuk mengevaluasi seluruh proses pengerjaan demi memastikan infrastruktur tersebut membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Deteksi Keluhan Kemacetan dan Kondisi Lapangan Berantakan

Baca Juga: Presale Tiket Konser Andrea Bocelli Resmi Buka, Ada Diskon 20 Persen dan Cicilan 12 Bulan!

Pemkot Bandung telah menerima laporan tertulis terkait hasil inspeksi proyek di lapangan. Jajaran Pemkot bahkan sudah mendeteksi berbagai keluhan warga—termasuk kemacetan parah—sejak 14 Agustus 2026.

“Untuk hasil pengecekan BRT, saya sudah mendapatkan laporan tertulis. Keluhan-keluhan mengenai kemacetan memang sudah kita deteksi sejak 14 Agustus yang lalu,” ujar Farhan di Laswi Heritage Kota Bandung, Jumat (21/8/2026).

Farhan menyayangkan kondisi beberapa titik proyek yang tampak semrawut. Pihak kontraktor beralasan aksi pencurian kerangka besi menjadi pemicu berantakannya area pengerjaan, namun Farhan menolak alasan tersebut.

“Ada satu konten yang menunjukkan kondisi yang berantakan. Salah satu alasan dari para kontraktor adalah karena kerangka besinya dicuri. Tetapi buat saya, itu bukan alasan,” tegas Farhan.

Komitmen Evaluasi dan Jaminan Layanan Transportasi Maksimal

Farhan menekankan pentingnya pembuktian fungsi BRT. Pihak pelaksana wajib menuntaskan pembangunan fisik sekaligus menjamin kualitas pelayanan angkutan umum bagi warga Kota Bandung.

“Yang paling penting adalah bagaimana BRT ini harus betul-betul membuktikan bersama-sama bahwa BRT memberikan manfaat untuk warga Bandung,” terangnya.

Secara terbuka, ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul selama proyek berlangsung.

“Sekarang, terus terang, mohon maaf pisan, BRT ini masih dipersepsikan dengan sangat negatif di mata warga Bandung,” tuturnya.

Pemkot Bandung berjanji terus mengawal seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, konstruksi, hingga pemanfaatan armada secara optimal.

“Untuk itu, saya berkomitmen sebagai Wali Kota untuk bekerja keras bersama-sama dengan pihak BRT, memastikan bahwa proses perencanaan, pembangunan, dan pemanfaatan BRT ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi seluruh warga Kota Bandung,” pungkas Farhan.

(Yusuf Mugni)

Panaskan Mesin Politik 2029, PKB Kota Tasikmalaya Garap Pengurus Tingkat RT

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya H Wahid sudah menyiapkan strategi dalam menghadapi pemilu 2029.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tasikmalaya mengambil langkah taktis guna menyongsong agenda politik tahun 2029. Partai ini memilih fokus mengukuhkan struktur organisasi hingga ke level Rukun Tetangga (RT) lewat gelaran Musyawarah Ranting (Musran) secara berjenjang.

Tahapan Musran Jadi Sarana Konsolidasi Akar Rumput

Baca Juga: Polres Tasikmalaya Pererat Sinergi Bersama Pokja Wartawan

Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Wahid, S.Pd., menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi kunci utama dalam memanaskan mesin partai pasca-Muscab.

“Setelah Muscab dan kepengurusan baru DPC selesai, kami melaksanakan Musran, mulai dari musyawarah ranting sampai ke tingkat RT. Alhamdulillah, kami bisa bertemu dengan pengurus baru ranting. Ini bagian dari upaya memanaskan mesin politik menghadapi 2029,” ujar Wahid, Jumat (21/8/2026).

PKB Terapkan Tes Wawancara dan Batasan Usia Maksimal 40 Tahun

PKB Kota Tasikmalaya menerapkan mekanisme ketat dalam menjaring jajaran pengurus. Partai menggelar tahapan pra-Musran berupa sesi wawancara guna menguji kelayakan calon kader.

Kriteria utama menyasar figur yang aktif di tengah masyarakat, baik pada sektor keagamaan, sosial, kepemudaan, maupun pemerintahan. PKB menetapkan syarat batas usia maksimal 40 tahun bagi para calon pengurus.

“Karena di PKB tidak boleh hanya datang ketika dibutuhkan. Kami melihat siapa saja yang aktif di masyarakat… Salah satu kriterianya juga maksimal usia 40 tahun,” kata Wahid.

Prosedur ini sekaligus berfungsi sebagai wadah penggemblengan kader, pelatihan, serta pendalaman AD/ART sebelum penyerahan Surat Keputusan (SK) resmi.

Fokus Bangun Jaringan Kuat Ketimbang Terburu-buru Bahas Pilkada

Mengenai persiapan Pilkada, Wahid memilih memprioritaskan penguatan basis massa di tingkat bawah. Menurutnya, fondasi organisasi yang kokoh otomatis melahirkan kekuatan politik yang nyata.

“Kalau urusan Pilkada, itu ketika mesin politik sudah berjalan. Jejaring kita punya sampai tingkat RT, RW. Ketika kita punya kekuatan gerakan ke bawah dan jaringan yang kuat, dengan kekuatan politik apa pun bisa kita lakukan,” tegas Wahid.

Meskipun demikian, Wahid masih merahasiakan nama kandidat yang bakal diusung PKB pada kontestasi mendatang. “Mohon doanya saja,” pungkasnya.

(Abdul Latif)