spot_imgspot_img
Senin 6 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 191

Dedi Mulyadi Usul Ruas Jalan Nasional Dikelola Pemprov Jabar

0
dedi mulyadi fokusjabar.id
Gubernur jabar, Dedi Mulyadi

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) usul kepada Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) untuk menyerahkan pengelolaan beberapa jalan nasional ke Pemprov atau Kabupaten/Kota.

Menurut Dedi Mulyadi, upaya trsebut untuk memberikan respons cepat pada perbaikan jalan nasional yang rusak yang lokasinya berada di pusat kota.

BACA JUGA:

Ancaman Krisis Sampah Mulai Menghantui Kota Bandung

Dia mengatakan, tidak memiliki wewenang untuk memperbaiki jalan dengan klasifikasi jalan nasional meski kerusakannya terlihat jelas di depan mata. Bahkan menyebabkan kecelakaan.

KDM mengaku, telah mengusulkan agar beberapa jalan nasional. Terutama yang ada di kawasan ibu kota Pemerintahan Daerah Provinsi Jabar serta kabupaten/kota diserahkan pengelolaannnya ke tingkat provinsi atau kabupaten/kota.

“Jalan dari Pasteur ke Kota Bandung itu kan jalan nasional. Nah, pada 2026 ini kami akan rekonstruksi memakai APBD Provinsi, nanti akan MoU dengan Kemen PU,” kata Dedi Mulyadi.

Rencana tersebut akan menambah beban anggaran bagi Pemprov Jabar dan kabupaten/kota. Namun, hal itu tidak menjadi beban.

Selain jalan di Bandung, Dedi Mulyadi juga akan memperbaiki jalan di pantai utara Jabar (Pantura).

(Bambang Fouristian)

Pemain Anyar Persib Bandung Berpeluang Tampil kontra Malut

0
Pemain anyar persib bandung fokusjabar.id
Pemain anyar Persib Bandung (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung berpeluang menurunkan pemain anyarnya pada pertandingan kandang Super League 2025/2026 menghadapi Malut United.

Seperti diketahui, pada bursa transfer paruh musim 2025/2026 Persib Bandung mendatangkan dua pemain. Yakni, Layvin Kurzawa dan Dion Markx.

BACA JUGA:

Ini Kesan Layvin Kurzawa saat Dikenalkan Persib Bandung

Selain itu, Persib juga membawa pulang Dedi Kusnandar, setelah masa peminjamannya di Bhayangkara FC berakhir usai putaran pertama kompetisi Super League 2025/2026.

Menurut pelatih Persib, Bojan Hodak, pemain baru skuad Maung Bandung berpeluang untuk tampil pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jumat (6/2/2026).

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan, karena akan memantau kondisi dan kesiapan seluruh anak asuhnya hingga menjelang pertandingan.

“Kita akan lihat, itu tergantung (kondisi). Dedi kondisi baik-baik saja dan Dion juga.Tapi kita akan lihat nanti mereka akan main atau tidak,” ucapnya.

Dion Markx sendiri merupakan pemain berdarah Indonesia Belanda, menurut Bojan Hodak, bek muda ini merupakan pilar berkualitas.

Meski demikian, di usianya yang muda Dion Markx masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Namun, Bojan Hodak merasa optimis dia akan menjadi pemain masa depan Persib.

“Dion adalah pemain muda, saya tahu dia dan dia punya kualitas. Tentu saja dia masih perlu beradaptasi dengan liga di sini, dan saya rasa dia akan bagus untuk masa depan Persib,” tegasnya.

(Arif)

Bek Anyar Persib Bandung Dion Markx Pilih Nomor 44

0
Dion Markx persib fokusjabar.id
Dion Markx (foto: persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bek anyar Persib Bandung, Dion Markx memilih nomor punggung 44. Menurut Dia, angka tersebut memiliki beberapa makna.

Dion Markx menyebut, nomor tersebut sebelumnya Dia kenakan dalam debutnya.

BACA JUGA:

Dedi Kusnandar dan Dion Markx Sudah Berlatih Bersama Persib

“Saat debut di klub sebelumnya, saya pakai 25 dan debut di Timnas Indonesia saya pakai 19. Jika ditambahkan menjadi 44,” ungkap Dion Markx.

Selain itu, angka 4 di sepakbola identik dengan pemain bertahan. Dia memilih 44 karena angka 4 untuk musim ini sudah ada di punggung Julio Cesar.

“Nomor 4 itu biasanya bertahan. Dan begitu juga dalam sistem pertahanan. Saya lihat 44 kosong dan saya tanpa ragu memilihnya,” pungkas Dion.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Dion Markx siap bersaing dengan para pemain bertahan lain untuk mendapatkan tempat di tim besutan Bojan Hodak.

Tak hanya itu, Dion Markx juga mengaku tak ada keraguan menerima tawaran dari Persib Bandung.

Menurut Dia, saat bergabung bersama tim nasional Indonesia U23, dirinya sudah mulai mengikuti perkembangan kompetisi di Indonesia.

“Persib Bandung adalah klub besar dan sarat prestasi, juara dua kali beruntun. Tentu saya sangat senang dengan tawaran ini,” ungkap Dion.

Dion menyebut, pelatih Bojan Hodak yang langsung menghubunginya kala itu.

“Saat itu, dia menjelaskan apa saja sisi kelebihan saya dan apa saja yang perlu saya perbaiki untuk kebutuhan tim nanti,” ungkap pemain berusia 20 tahun ini.

(Bambang Fouristian)

Gerakan Pramuka Kwartir Pamarican Ciamis Gelar Orientasi Mabigus

0
kwaran ciamis@fokusjabar.id
Kwartir gerakan Pramuka Pamarican

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Pamarican menyelenggarakan kegiatan Orientasi Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) se-Kwartir Ranting Pamarican.

Kegiatan tersebut berlangsung di Bumi Perkemahan (Buper) Pangangonan Desa Cibadak Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis,Jawa Barat.

Orientasi Mabigus kali ini mengusung tema “Meningkatkan Kapasitas Peran Mabigus dalam Kegiatan Pramuka di Kwartir Ranting Pamarican”.

Baca Juga: Pemkab Ciamis Apresiasi Tradisi Adat Warga Jelang Ramadan

Dengan tujuan yaiyu memperkuat pemahaman, dan peran strategis Mabigus, dalam Pembinaan Pendidikan Kepramukaan di Tingkat Gugus Depan.

Ketua Gerakan Pramuka Kwaran Pamarican Baehaqi mengatakan, orientasi Mabigus merupakan sarana penting. Untuk meningkatkan pemahaman tugas pokok dan fungsi Mabigus dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan Pramuka.

“Orientasi Mabigus ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Mabigus, dan Pembina Gugus Depan. Sehingga Pendidikan Kepramukaan dapat berjalan lebih terarah, efektif dan berkelanjutan,” ungkapnya, Rabu (4/2/2026).

Baehaqi menuturkan, kegiatan orientasi diikuti oleh sekitar 59 Pangkalan Gugus Depan dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, hingga MA yang berada di wilayah Kecamatan Pamarican.

” Sejumlah narasumber kompeten dihadirkan dalam kegiatan itu di antaranya Kak Dr. H. Rahmat Hidayat, selaku Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Waka Binawasa) Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.

Selain itu lanjut dia, hadir juga Kak Asep S Kodari selaku Ketua Mabiran Kecamatan Pamarican. Serta Kak Uju Suparman, unsur relawan kebencanaan wilayah Ciamis Selatan. 

Diskusi dan Materi

Baehaqi melanjutkan, Diskusi dan penyampaian materi dipandu oleh moderator Kak Ernawati yang juga merupakan pengurus Gerakan Pramuka Kwarran Pamarican.

Baca Juga: Jalan Rawan Kecelakaan Usai Banjir, Damkar Ciamis Turun Tangan

“Materi Orientasi mencakup penguatan peran Mabigus dalam pembinaan Pramuka, Strategi Pengelolaan Gugus Depan, hingga Peran Kepramukaan Dalam Kesiapsiagaan Bencana,”jelasnya

Baehaqi berharap, melalui kegiatan Orientasi tersebut peran Mabigus semakin optimal dalam mendukung pembinaan generasi muda. Melalui Gerakan Pramuka sekaligus memperkuat karakter, kepemimpinan dan kepedulian sosial peserta didik di lingkungan Sekolah.

” Kami harap kegiatan ini bisa memperkuat karakter generasi muda atau peserta didik sekolah,”pungkasnya.

(Husen Maharaja) 

Ancaman Krisis Sampah Mulai Menghantui Kota Bandung

0
krisis sampah bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ancaman krisis sampah mulai menghantui Kota Bandung, setelah seluruh insinerator di hentikan operasinya dan muncul rencana pengurangan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti hingga 20 persen.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, seluruh insinerator yang sebelumnya di gadang-gadang menjadi solusi pengolahan sampah kini tidak lagi dapat di gunakan sesuai instruksi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

“Insinerator sudah 100 persen di hentikan semuanya, dan beberapa sudah di segel. Selain itu, juga ada kemungkinan yang sangat besar pengiriman ke TPA Sarimukti akan di kurangi sampai 20 persen lagi,” kata Farhan di Balai Kota Bandung Rabu (4/2/2026).

Baca Juga: Kang Farhan! Pengelolaan Sampah di Bandung Kulon Lumpuh Total

Farhan mengaku, hingga saat ini pemerintah kota belum menerima kepastian kapan kebijakan pengurangan pengiriman sampah tersebut mulai di berlakukan. Meski demikian, Pemkot Bandung di minta untuk bersiap mengantisipasi dampak terburuk.

“Belum tahu mulai kapan. Tapi kita siap-siap antisipasi. Makanya rapim tadi, khusus bahas sampah kalau 20 persen itu tidak bisa kita kirim, kita mau di kemanakan,” ucapnya.

Farhan menjelaskan, sebelumnya Pemkot Bandung sempat merencanakan pemanfaatan insinerator sebagai solusi untuk mengolah sampah yang tidak tertampung di TPA. Namun rencana tersebut batal karena terbentur regulasi.

“Kan tadinya mau kita olah melalui insinerator. Tapi nggak boleh,”ungkapnya.

Dalam kondisi keterbatasan tersebut, pihaknya kini mencari berbagai alternatif yang harus di tentukan dalam waktu singkat. Ia menargetkan solusi itu sudah jelas dalam waktu sepekan.

Baca Juga: Insinerator Disegel, Sampah Kota Bandung Mulai Menumpuk

“Kita sedang mencari alternatif-alternatif lain yang mesti selesai dalam waktu seminggu ini, sudah ketahuan mesti di apain,”katanya.

Salah satu langkah utama yang akan di perkuat adalah pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Program Gerakan Kurangi, Pilah, dan Olah Sampah atau Gaslah akan di dorong lebih masif.

“Salah satunya yang paling utama adalah melibatkan semua anggota masyarakat, terutama lewat program Gaslah,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Hujan Deras Picu Longsor di Sukaresmi Garut, Akses Jalan Terputus

0
longsor garut@fokusjabar.id
Bencana tanah longsor di Kampung Cihaneut, Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi pada Selasa (03/02/2026) petang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.25 WIB tersebut mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) ambruk dan menimbun akses jalan warga.

GARUT, FOKUSJabar.id: Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut. Menyebabkan bencana tanah longsor di Kampung Cihaneut, Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi pada Selasa (03/02/2026) petang.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.25 WIB tersebut mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) ambruk dan menimbun akses jalan warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, mengonfirmasi. Bahwa pihaknya telah menerjunkan Unit Reaksi Cepat (URC) ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan asesmen dampak kerusakan.

Baca Juga: SPPG Cisewu II Dapat “Surat Cinta” dari Penerima Program MBG

“Kami menerima laporan pada Rabu dini hari dan segera mengirimkan tim ke lapangan. Berdasarkan hasil kaji cepat, longsor di picu oleh hujan deras sejak siang hari yang menyebabkan tanah menjadi jenuh. Akibatnya, TPT sepanjang 20 meter dengan tinggi 4 meter ambruk,” ujar Aah Anwar Saefulloh dalam keterangan resminya, Rabu (04/02/2026).

Analisis Teknis dan Dampak

Aah menjelaskan, selain faktor cuaca, di temukan beberapa kelemahan teknis pada konstruksi TPT yang baru di bangun tersebut.

Di antaranya adalah ketiadaan struktur penguatan (pembesian/kolom), tidak adanya saluran drainase yang memadai. Serta kemiringan dinding yang terlalu curam (mencapai 85 derajat).

Dampak dari kejadian ini meliputi:


• Akses Transportasi: Jalan lingkungan tertutup material tanah dan bebatuan sepanjang 20 meter dengan ketebalan mencapai 2 meter.

• Kerusakan Properti: Dua unit rumah milik warga bernama Ipin dan Darmin terdampak material longsor pada bagian halaman.

• Ancaman Susulan: Sebanyak lima unit rumah (milik Amas, Darmin, Ipin, Ade Hidayat, dan Dedi). Yang di huni total 23 jiwa kini dalam posisi terancam jika terjadi longsor susulan.

Meski tidak ada korban jiwa, BPBD Garut terus mengimbau warga untuk tetap waspada. Terutama bagi keluarga yang memiliki balita dan anak sekolah di lokasi terdampak.

Baca Juga: SPPG Cisewu II Distribusikan MBG Perdana untuk 8 Sekolah

Saat ini, warga bersama unsur Forkopimcam, perangkat desa, dan tokoh masyarakat tengah bergotong royong membersihkan material longsor.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Sukaresmi dan Dinas Perkim untuk langkah tindak lanjut. Kebutuhan mendesak saat ini adalah terpal untuk menutup mahkota longsoran guna mencegah air masuk kembali ke celah tanah. Serta bantuan logistik untuk warga yang bekerja bakti,” tambah Aah.

Pihak BPBD juga merekomendasikan adanya kajian teknis lebih lanjut dari dinas terkait untuk pembangunan kembali struktur penahan tanah. Yang lebih permanen dan aman bagi pemukiman di bawahnya.

(Y.A. Supianto)

Waduh! Pengelolaan Sampah di Bandung Kulon Lumpuh Total

0
bandung@fokusjabar.id
Penyegelan mesin insinerator di TPS Baturengat, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon membuat pengelolaan sampah di lokasi tersebut lumpuh total

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Krisis sampah kembali menghantui Kota Bandung. Penyegelan mesin insinerator di TPS Baturengat, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon membuat pengelolaan sampah di lokasi tersebut lumpuh total.

Tanpa alat pemusnah sampah, tumpukan sampah terus menggunung dan memicu keluhan warga sekitar.

Pengelola mesin Motah TPS Baturengat, Risman Jabrig (44) mengaku kebingungan menghadapi situasi ini. Sejak insinerator tidak boleh lagi di operasikan, ia dan para petugas tidak memiliki pilihan selain menumpuk sampah sementara waktu.

Baca Juga: Insinerator Disegel, Sampah Kota Bandung Mulai Menumpuk

“Hancur, sekarang saya kena demo warga. Mau bergerak, takut kena hukum. Ya gimana lagi, jadi menumpuk,” kata Risman saat di temui di lokasi Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, sampah yang biasanya bisa di olah setiap hari kini tidak lagi tertangani dengan optimal. Pengangkutan terhambat, sementara volume sampah terus bertambah.

“Sampah tidak keangkut. Kita juga takut. Tapi ya ini juga kita pilih untuk mengurangi keluhan warga. Kita atasi sedikit-sedikit. Karena kami tidak bisa memusnahkan sampah, akhirnya di tumpuk dulu,”ucapnya.

Risman menyebut langkah penumpukan sementara itu di lakukan sesuai arahan pemerintah. Namun sebagai pekerja lapangan, ia mengaku tidak memahami persoalan hukum di balik penyegelan insinerator.

“Itu kan arahannya Pak Menteri, katanya lebih baik menumpuk dulu. Mungkin beliau punya solusi lain. Saya kurang paham, karena kami tidak mengerti masalah hukum atau undang-undang. Kami cuma pekerja sampah yang tahunya solusi lapangan,”ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya hanya ingin mematuhi aturan yang berlaku meski dampaknya cukup berat di lapangan.

“Ya ikut aturan saja. Kita mematuhi aturan. Karena kita warga Indonesia yang baik, mentaati aturan saja. Kalau kata pemerintah begitu, ya oke, siap, kita taat,” katanya.

Pemerintah Segera Beri Solusi

Meski demikian, Risman berharap pemerintah pusat maupun Pemerintah Kota Bandung segera memberikan solusi konkret agar pengelolaan sampah di TPS Baturengat bisa kembali berjalan.

“Saya mohon kepada Pak Menteri, dinas terkait di Kota Bandung, dan Pak Wali Kota, untuk secepatnya memberikan solusi di sini. Jangan sampai kami terbengkalai seperti ini. Tolong carikan solusi agar kami bisa kembali berjalan menangani sampah,” ucapnya.

Risman mengungkapkan, sebelum insinerator di segel pengolahan sampah di TPS Baturengat berjalan sangat efektif. Dalam satu bulan, mesin tersebut mampu mengolah hingga 150 ton residu sampah.

Baca Juga: Jadi Tersangka, Wawalkot Bandung Tetap Kerja Dalam Pengawasan Kemendagri

“Sangat efektif. Untuk sampah organik, kita olah lagi jadi pupuk dan kebutuhan maggot. Anorganiknya seperti rongsok, itu kita manfaatkan lagi untuk nambah-nambah penghasilan kami di sini,” jelasnya.

Kini, seluruh sistem yang sudah berjalan tersebut terhenti total. Petugas TPS hanya bisa menunggu kebijakan baru dari pemerintah agar masalah penumpukan sampah tidak semakin parah.

“Kami hanya ingin ada kepastian dan solusi cepat. Karena kalau di biarkan, warga yang paling terdampak,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)