spot_imgspot_img
Senin 6 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 190

ASN Banjar Diduga Terlibat Penggelapan Dana BPJS Rp187 Juta

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Ilustrasi WEB

BANJAR,FOKUSJabar.id: Dugaan penggelapan dana Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS Ketenagakerjaan) menyeret seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Banjar berinisial E.

ASN tersebut menjabat sebagai Fungsional Pengantar Kerja dan di duga terlibat dalam pencairan dana santunan senilai Rp187 juta tanpa sepengetahuan keluarga penerima manfaat.

Dana tersebut seharusnya menjadi hak ahli waris almarhum Rahmat Ramdani, anak buah kapal asal Lingkungan Tanjungsukur, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman yang meninggal dunia setelah terjatuh di perairan Selat Bali.

Baca Juga: SAPMA PP dan GMNI Desak DPRD Banjar Benahi Sistem Pengelolaan Sampah

Inspektur Daerah Kota Banjar, Agus Muslih, membenarkan adanya dugaan keterlibatan E dalam proses pencairan dana BPJS tersebut. Inspektorat langsung memanggil pihak-pihak terkait untuk di mintai keterangan sekaligus menuntut pengembalian dana kepada keluarga korban.

“Kami sudah memanggil seluruh pihak yang terlibat dan meminta agar dana itu segera di kembalikan kepada ahli waris,” ujar Agus, Rabu (4/2/2026).

Selain E, kasus ini juga menyeret Ketua RT setempat berinisial R serta seorang anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) berinisial I.

Ketiganya di duga memiliki peran dalam proses pencairan dana yang tidak di ketahui oleh keluarga korban.

Setelah laporan di sampaikan kepada Wali Kota Banjar dan di tangani Inspektorat, para pihak menyatakan kesanggupan mengembalikan dana. Hingga kini, R telah mengembalikan Rp11 juta dan E mengembalikan Rp45 juta. Sementara itu, I masih memiliki kewajiban pengembalian sekitar Rp75 juta.

Agus menegaskan bahwa fokus utama Inspektorat saat ini memastikan seluruh dana kembali ke tangan keluarga korban. Menurutnya, setelah pengembalian dan tidak menimbulkan kerugian negara, penanganan mengarah pada penyelesaian administratif.

“Karena sudah ada pengembalian uang dan tidak ada kerugian negara, Inspektorat fokus pada proses pemulihan hak keluarga korban,” tegasnya.

Proses Disiplin Tetap Berjalan

Meski demikian, proses disiplin terhadap ASN E tetap berjalan. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar, Sri Hidayati, menyatakan sanksi akan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.

“Kami menunggu Laporan Hasil Pemeriksaan dari Inspektorat. Setelah itu, kami membentuk tim dan memutuskan sanksi sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Sri.

Lurah Hegarsari, Angga Tripermana, menjelaskan bahwa kasus ini bermula ketika keluarga korban mengurus klaim santunan ke kelurahan. Pihak kelurahan kemudian mengarahkan keluarga ke Disnaker dengan pendampingan dari I.

“Keluarga korban diantar oleh E bersama R dan I. Seluruh biaya perjalanan ditanggung perusahaan tempat almarhum bekerja,” jelas Angga.

Namun, dalam perkembangannya, keluarga korban justru mengetahui dana BPJS belum mereka terima. Penelusuran ke BPJS Ketenagakerjaan dan pihak bank mengungkap bahwa dana telah cair tanpa pemberitahuan kepada ahli waris.

R mengaku menerima sejumlah uang dari I tanpa penjelasan rinci. Setelah mengetahui sumber dana tersebut, ia langsung mengembalikannya. Meski warga masih memberi ruang karena kinerjanya selama inii baik, pihak kelurahan tetap menjatuhkan surat peringatan pertama dan kedua kepada Ketua RT tersebut.

Sementara itu, I resmi diberhentikan dari keanggotaan LPM Kelurahan Hegarsari sejak Januari 2026 setelah indikasi keterlibatannya dalam penggelapan dana semakin menguat.

(Budiana Martin)

SAPMA PP dan GMNI Desak DPRD Banjar Benahi Sistem Pengelolaan Sampah

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Ketua SAPMA PP Kota Banjar Irwan Herwanto menyampaikan persoalan sampah

BANJAR,FOKUSJabar.id: Persoalan pengelolaan sampah di Kota Banjar kembali mengemuka. Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Banjar bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Banjar mendatangi DPRD Kota Banjar untuk menyuarakan keresahan mereka. Audiensi berlangsung di Aula Singa Perbangsa, Rabu (4/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua organisasi kepemudaan itu memaparkan sejumlah temuan lapangan. Mereka menyoroti keterbatasan armada pengangkut sampah serta kondisi kendaraan kebersihan yang tidak lagi layak beroperasi. Situasi ini, menurut mereka, secara langsung memengaruhi kualitas pelayanan kebersihan dan lingkungan warga.

Baca Juga: Modus Pecah Kaca Terjadi lagi di Kota Banjar, Korbannya ASN

Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kota Banjar, Irwan Herwanto, menegaskan bahwa audiensi ini bertujuan mendorong pemerintah daerah dan DPRD agar segera mengambil langkah konkret. Ia menilai persoalan sampah tidak bisa ditangani secara setengah-setengah.

“Pengelolaan sampah membutuhkan kebijakan yang jelas dan dukungan anggaran yang serius. Pemerintah harus memastikan armada kebersihan dalam kondisi layak supaya pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” kata Irwan.

Senada dengan itu, Ketua GMNI Kota Banjar, Septian Lestari, menekankan peran mahasiswa dan organisasi kepemudaan sebagai pengawal kepentingan publik. Ia meminta DPRD tidak membiarkan aspirasi ini berhenti sebatas forum diskusi.

“Kami ingin ada keberlanjutan. Aspirasi ini harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan program nyata, bukan sekadar catatan audiensi,” ujar Septian.

Perencanaan yang Matang dan Dukungan Anggaran

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjar, Cecep Dani Supian, mengakui bahwa pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi daerah. Ia menyebut persoalan persampahan menyentuh berbagai aspek, dari hulu hingga hilir.

“Persampahan merupakan persoalan sistemik. Mulai dari edukasi masyarakat, manajemen pengelolaan, hingga kesiapan sarana dan prasarana. Semua itu membutuhkan perencanaan matang dan dukungan anggaran,” jelas Cecep.

Cecep menambahkan, DPRD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menindaklanjuti masukan tersebut. Dalam waktu dekat, DPRD mendorong solusi jangka pendek melalui penyesuaian anggaran untuk perbaikan armada kebersihan.

“Untuk jangka menengah dan panjang, kami membuka ruang pembahasan pengembangan TPA serta penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” pungkasnya.

(Agus)

Disdikpora Pangandaran Janjikan Umrah Gratis bagi GTK Berprestasi Nasional

0
Pangandaran, FOKUSJAbar.id
Poto: Kepala Disdikpora Pangandaran, Soleh Supriadi.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran menyiapkan hadiah umrah gratis bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang mampu mengharumkan daerah di tingkat nasional.

Program ini menjadi bentuk nyata apresiasi pemerintah daerah terhadap dedikasi dan prestasi insan pendidikan.

Kepala Disdikpora Pangandaran, Soleh Supriadi, menyampaikan komitmen tersebut secara terbuka sebagai motivasi bagi seluruh GTK di wilayah Pangandaran.

Ia menegaskan bahwa kesempatan umrah terbuka bagi siapa pun yang menorehkan prestasi nasional, tanpa memandang jabatan.

Baca Juga: Padaherang Jumlah Penduduknya Tertinggi di Kabupaten Pangandaran  

“Siapa saja, baik guru maupun tenaga kependidikan. Mulai dari pengawas, kepala sekolah hingga unsur lainnya selama berprestasi di tingkat nasional, saya berjanji menghadiahi umrah,” ujar Soleh, Rabu (4/2/2026).

Menurut Soleh, apresiasi ini bertujuan menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan.

Ia menilai penghargaan nonmateri seperti umrah mampu menjadi dorongan moral yang kuat bagi tenaga pendidik.

Soleh juga menjelaskan bahwa pembiayaan program umrah tidak menggunakan anggaran resmi pemerintah daerah. Seluruh biaya berasal dari hasil patungan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pangandaran.

“Kami sepakat bersama para kepala bidang, sekretariat dan sekretaris dinas untuk iuran bersama sebagai bentuk dukungan bagi guru dan tenaga kependidikan berprestasi,” ungkapnya.

Kedisiplinan dan Profesionalisme Guru

Selain memberikan apresiasi, Soleh menekankan pentingnya kedisiplinan dan profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar.

Ia mengingatkan agar tidak ada lagi tenaga pendidik yang mengabaikan modul ajar maupun jam pembelajaran.

“Mulai sekarang, guru sudah harus berada di sekolah pukul 06.30 WIB dan baru di perbolehkan pulang pukul 14.00 WIB. Tidak boleh lagi ada pembelajaran yang di abaikan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan potensi terjadinya malpraktik dalam dunia pendidikan apabila guru tidak menjalankan tugas sesuai metode dan kompetensi. Soleh menilai kesalahan pendekatan pembelajaran dapat berdampak buruk bagi perkembangan peserta didik.

“Malpraktik tidak hanya terjadi di dunia kedokteran. Dalam pendidikan juga bisa terjadi. Misalnya, masalah yang dihadapi siswa tidak ditangani dengan pendekatan yang tepat,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Soleh menekankan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari keteladanan guru. Ia menilai sikap dan perilaku guru akan menjadi contoh utama bagi siswa di lingkungan sekolah.

“Bagi siswa, guru adalah orang tua kedua. Apa yang mereka lihat dan rasakan di sekolah akan membentuk karakter mereka,” pungkasnya.

(Sajidin)

Dedi Mulyadi Usul Ruas Jalan Nasional Dikelola Pemprov Jabar

0
dedi mulyadi fokusjabar.id
Gubernur jabar, Dedi Mulyadi

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) usul kepada Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) untuk menyerahkan pengelolaan beberapa jalan nasional ke Pemprov atau Kabupaten/Kota.

Menurut Dedi Mulyadi, upaya trsebut untuk memberikan respons cepat pada perbaikan jalan nasional yang rusak yang lokasinya berada di pusat kota.

BACA JUGA:

Ancaman Krisis Sampah Mulai Menghantui Kota Bandung

Dia mengatakan, tidak memiliki wewenang untuk memperbaiki jalan dengan klasifikasi jalan nasional meski kerusakannya terlihat jelas di depan mata. Bahkan menyebabkan kecelakaan.

KDM mengaku, telah mengusulkan agar beberapa jalan nasional. Terutama yang ada di kawasan ibu kota Pemerintahan Daerah Provinsi Jabar serta kabupaten/kota diserahkan pengelolaannnya ke tingkat provinsi atau kabupaten/kota.

“Jalan dari Pasteur ke Kota Bandung itu kan jalan nasional. Nah, pada 2026 ini kami akan rekonstruksi memakai APBD Provinsi, nanti akan MoU dengan Kemen PU,” kata Dedi Mulyadi.

Rencana tersebut akan menambah beban anggaran bagi Pemprov Jabar dan kabupaten/kota. Namun, hal itu tidak menjadi beban.

Selain jalan di Bandung, Dedi Mulyadi juga akan memperbaiki jalan di pantai utara Jabar (Pantura).

(Bambang Fouristian)

Pemain Anyar Persib Bandung Berpeluang Tampil kontra Malut

0
Pemain anyar persib bandung fokusjabar.id
Pemain anyar Persib Bandung (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung berpeluang menurunkan pemain anyarnya pada pertandingan kandang Super League 2025/2026 menghadapi Malut United.

Seperti diketahui, pada bursa transfer paruh musim 2025/2026 Persib Bandung mendatangkan dua pemain. Yakni, Layvin Kurzawa dan Dion Markx.

BACA JUGA:

Ini Kesan Layvin Kurzawa saat Dikenalkan Persib Bandung

Selain itu, Persib juga membawa pulang Dedi Kusnandar, setelah masa peminjamannya di Bhayangkara FC berakhir usai putaran pertama kompetisi Super League 2025/2026.

Menurut pelatih Persib, Bojan Hodak, pemain baru skuad Maung Bandung berpeluang untuk tampil pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jumat (6/2/2026).

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan, karena akan memantau kondisi dan kesiapan seluruh anak asuhnya hingga menjelang pertandingan.

“Kita akan lihat, itu tergantung (kondisi). Dedi kondisi baik-baik saja dan Dion juga.Tapi kita akan lihat nanti mereka akan main atau tidak,” ucapnya.

Dion Markx sendiri merupakan pemain berdarah Indonesia Belanda, menurut Bojan Hodak, bek muda ini merupakan pilar berkualitas.

Meski demikian, di usianya yang muda Dion Markx masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Namun, Bojan Hodak merasa optimis dia akan menjadi pemain masa depan Persib.

“Dion adalah pemain muda, saya tahu dia dan dia punya kualitas. Tentu saja dia masih perlu beradaptasi dengan liga di sini, dan saya rasa dia akan bagus untuk masa depan Persib,” tegasnya.

(Arif)

Bek Anyar Persib Bandung Dion Markx Pilih Nomor 44

0
Dion Markx persib fokusjabar.id
Dion Markx (foto: persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bek anyar Persib Bandung, Dion Markx memilih nomor punggung 44. Menurut Dia, angka tersebut memiliki beberapa makna.

Dion Markx menyebut, nomor tersebut sebelumnya Dia kenakan dalam debutnya.

BACA JUGA:

Dedi Kusnandar dan Dion Markx Sudah Berlatih Bersama Persib

“Saat debut di klub sebelumnya, saya pakai 25 dan debut di Timnas Indonesia saya pakai 19. Jika ditambahkan menjadi 44,” ungkap Dion Markx.

Selain itu, angka 4 di sepakbola identik dengan pemain bertahan. Dia memilih 44 karena angka 4 untuk musim ini sudah ada di punggung Julio Cesar.

“Nomor 4 itu biasanya bertahan. Dan begitu juga dalam sistem pertahanan. Saya lihat 44 kosong dan saya tanpa ragu memilihnya,” pungkas Dion.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Dion Markx siap bersaing dengan para pemain bertahan lain untuk mendapatkan tempat di tim besutan Bojan Hodak.

Tak hanya itu, Dion Markx juga mengaku tak ada keraguan menerima tawaran dari Persib Bandung.

Menurut Dia, saat bergabung bersama tim nasional Indonesia U23, dirinya sudah mulai mengikuti perkembangan kompetisi di Indonesia.

“Persib Bandung adalah klub besar dan sarat prestasi, juara dua kali beruntun. Tentu saya sangat senang dengan tawaran ini,” ungkap Dion.

Dion menyebut, pelatih Bojan Hodak yang langsung menghubunginya kala itu.

“Saat itu, dia menjelaskan apa saja sisi kelebihan saya dan apa saja yang perlu saya perbaiki untuk kebutuhan tim nanti,” ungkap pemain berusia 20 tahun ini.

(Bambang Fouristian)

Gerakan Pramuka Kwartir Pamarican Ciamis Gelar Orientasi Mabigus

0
kwaran ciamis@fokusjabar.id
Kwartir gerakan Pramuka Pamarican

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Pamarican menyelenggarakan kegiatan Orientasi Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) se-Kwartir Ranting Pamarican.

Kegiatan tersebut berlangsung di Bumi Perkemahan (Buper) Pangangonan Desa Cibadak Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis,Jawa Barat.

Orientasi Mabigus kali ini mengusung tema “Meningkatkan Kapasitas Peran Mabigus dalam Kegiatan Pramuka di Kwartir Ranting Pamarican”.

Baca Juga: Pemkab Ciamis Apresiasi Tradisi Adat Warga Jelang Ramadan

Dengan tujuan yaiyu memperkuat pemahaman, dan peran strategis Mabigus, dalam Pembinaan Pendidikan Kepramukaan di Tingkat Gugus Depan.

Ketua Gerakan Pramuka Kwaran Pamarican Baehaqi mengatakan, orientasi Mabigus merupakan sarana penting. Untuk meningkatkan pemahaman tugas pokok dan fungsi Mabigus dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan Pramuka.

“Orientasi Mabigus ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Mabigus, dan Pembina Gugus Depan. Sehingga Pendidikan Kepramukaan dapat berjalan lebih terarah, efektif dan berkelanjutan,” ungkapnya, Rabu (4/2/2026).

Baehaqi menuturkan, kegiatan orientasi diikuti oleh sekitar 59 Pangkalan Gugus Depan dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, hingga MA yang berada di wilayah Kecamatan Pamarican.

” Sejumlah narasumber kompeten dihadirkan dalam kegiatan itu di antaranya Kak Dr. H. Rahmat Hidayat, selaku Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Waka Binawasa) Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.

Selain itu lanjut dia, hadir juga Kak Asep S Kodari selaku Ketua Mabiran Kecamatan Pamarican. Serta Kak Uju Suparman, unsur relawan kebencanaan wilayah Ciamis Selatan. 

Diskusi dan Materi

Baehaqi melanjutkan, Diskusi dan penyampaian materi dipandu oleh moderator Kak Ernawati yang juga merupakan pengurus Gerakan Pramuka Kwarran Pamarican.

Baca Juga: Jalan Rawan Kecelakaan Usai Banjir, Damkar Ciamis Turun Tangan

“Materi Orientasi mencakup penguatan peran Mabigus dalam pembinaan Pramuka, Strategi Pengelolaan Gugus Depan, hingga Peran Kepramukaan Dalam Kesiapsiagaan Bencana,”jelasnya

Baehaqi berharap, melalui kegiatan Orientasi tersebut peran Mabigus semakin optimal dalam mendukung pembinaan generasi muda. Melalui Gerakan Pramuka sekaligus memperkuat karakter, kepemimpinan dan kepedulian sosial peserta didik di lingkungan Sekolah.

” Kami harap kegiatan ini bisa memperkuat karakter generasi muda atau peserta didik sekolah,”pungkasnya.

(Husen Maharaja)