spot_imgspot_img
Rabu 7 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 188

DPMPTSP Bandung Terbitkan 6.000 Izin per Pekan, PBG dan SLF Masih Jadi Kendala

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Kepala DPMPTSP Kota Bandung Eric Mohamad Atthauriq (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung mencetak catatan impresif dalam pelayanan publik. Lembaga ini menerbitkan sekitar 5.000 hingga 6.000 dokumen perizinan setiap pekannya. Sistem daring (online) bahkan memproses otomatis sekitar separuh dari total permohonan tersebut.

Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Eric Mohamad Atthauriq, menjelaskan bahwa sistem otomatis melayani jenis izin berisiko rendah. Salah satu contohnya mencakup penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

Baca Juga: Kelurahan Empangsari Tasikmalaya Resmi Jadi Ikon Toleransi Jabar?

“Secara rutin setiap minggu kami melaporkan kepada Wali Kota,” kata Eric, Sabtu (22/8/2026).

Meski demikian, pemohon belum bisa mendapatkan beberapa jenis izin secara instan melalui sistem. Izin seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) masih membutuhkan verifikasi teknis serta pemeriksaan langsung di lapangan.

Eric menyebut tahapan survei lokasi menjadi penyebab utama durasi penerbitan izin memakan waktu lebih lama. Keterbatasan jumlah personel serta membludaknya volume permohonan memicu antrean pada tahapan ini.

“Proses perizinan yang paling lama keluar adalah izin yang memerlukan survei lapangan, seperti Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan PBG,” katanya.

Instruksi Wali Kota: Pangkas Hambatan Survei Lapangan

Menanggapi kendala tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan langsung mengambil langkah tegas. Ia memerintahkan DPMPTSP bersama Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Disciptabintar) untuk mengevaluasi total mekanisme verifikasi lapangan.

Farhan menyampaikan arahan penting ini saat menghadiri ajang Investor Day. Eric mengungkapkan bahwa jajarannya sedang merancang terobosan baru untuk menyederhanakan, bahkan menghapus tahapan verifikasi yang tidak krusial.

“Pada acara Investor Day, Pak Wali Kota mengamanatkan kepada kami dan Disciptabintar untuk mengeliminasi proses survei lapangan agar lebih cepat,” ucapnya.

Langkah percepatan ini menjadi kunci utama untuk memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi para pemohon izin. Penyederhanaan birokrasi ini harapannya mampu mendongkrak gairah investasi di Kota Bandung secara signifikan.

Sabet Penghargaan Kategori Top 6 Nasional

Kerja keras DPMPTSP Kota Bandung dalam membenahi sistem pelayanan berbuah manis. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian instansi ini.

DPMPTSP Kota Bandung sukses menembus nominasi enam besar layanan perizinan terbaik tingkat kota se-Indonesia. Tim penilai dari pusat bahkan sudah turun langsung menguji performa pelayanan di lapangan.

“Dua minggu lalu, DPMPTSP Kota Bandung mendapat apresiasi dari Kementerian Investasi/BKPM dan masuk nominasi enam besar tingkat kota se-Indonesia. Penilaian dan peninjauan langsung dari tim kementerian juga telah dilakukan,” ungkapnya.

Eric menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Service Level Agreement (SLA). Hal ini bertujuan agar masyarakat maupun investor mendapatkan kepastian waktu dan prosedur saat mengurus izin.

Ia optimistis penyederhanaan verifikasi lapangan bakal melipatgandakan kecepatan layanan tanpa mengabaikan kelayakan teknis dan aturan hukum.

“Karena kendala survei lapangan ada pada keterbatasan SDM dan tingginya volume pemohon,” pungkasnya.

(Yusuf ugni)

Ribuan Pelajar Serbu Tasikmalaya! PORSENI Madrasah Jabar 2026 Bangkit Lagi Setelah 9 Tahun

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Keterangan foto: Suasana pembukaan PORSENI tingkat Jawa Barat 2026 di Lapangan Dadaha Kota Tasikmalaya, 5.800 siswa siap beraksi.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ribuan pelajar terbaik dari berbagai penjuru Jawa Barat memadati Kota Tasikmalaya sejak Sabtu (22/8/2026). Kedatangan para kontingen ini membawa atmosfer ceria dan penuh semangat di seluruh penjuru kota.

Ajang bergengsi Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 resmi memulai kompetisinya. Gelaran akbar ini menghadirkan 5.800 peserta yang mencakup atlet, official, serta ketua kontingen dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Seluruh kontingen bersaing ketat demi memboyong gelar juara umum.

Baca Juga: OJK Tasikmalaya Ungkap Marak Penipuan Scam Love

Momen Kebangkitan Usai Vakum 9 Tahun

Kemeriahan PORSENI tahun ini terasa kian istimewa bagi seluruh peserta. Ketua Panitia PORSENI, Ujang Dani, menegaskan bahwa perhelatan ini mencatatkan sejarah baru setelah sekian lama terhenti.

“Terakhir PORSENI digelar tahun 2017 dan setelah itu vakum. Dulu diinisiasi oleh KKM, nah sekarang diinisiasi oleh PGM bekerja sama dengan Kanwil dan KKM. Jadi, ini pertama kalinya kembali digelar di Jabar dengan format kolaborasi,” ujar Ujang saat memberi keterangan di Kompleks Olahraga Dadaha, Sabtu (22/8/2026).

Skema kolaborasi baru ini sukses membakar antusiasme peserta dari seluruh daerah di Jawa Barat.

Ajang Unjuk Talent: Cabang Olahraga hingga Kaligrafi

Panitia menggelar rangkaian acara dari tanggal 21 hingga 24 Agustus 2026. Kompetisi ini mempertemukan bakat-bakat terbaik dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Para peserta berlomba pada beberapa kategori unggulan:

  • Cabang Olahraga: Futsal, bola voli, tenis meja, dan bulu tangkis.
  • Cabang Seni & Keagamaan: Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Hifzil Quran (MHQ), pidato bahasa (Indonesia & Inggris), serta seni kaligrafi.

Panitia membagi lokasi pertandingan ke beberapa titik strategis di Kota Tasikmalaya. Lokasi tersebut meliputi MAN 2 Cieunteung untuk cabang seni MI, MAN 1 Awipari untuk olahraga dan seni MTs, serta kawasan Dadaha dan Jalan BKR.

Semangat Swadaya dan Target Tinggi Tuan Rumah

Aksi gotong royong mewarnai perjalanan PORSENI 2026. Seluruh kontingen mengurus kebutuhan akomodasi secara mandiri. Para peserta menyewa hotel, pondok pesantren, rumah warga, hingga gedung sekolah di sekitar Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, Kota Tasikmalaya membawa ambisi besar sebagai tuan rumah. Lewat persiapan matang, kontingen tuan rumah memasang target untuk mengulang kejayaan mereka pada ajang PORSENI Guru Madrasah terdahulu.

Keberanian Tasikmalaya mengambil peran tuan rumah berawal dari kesiapan daerah saat wilayah lain belum menyatakan kesanggupan dalam rapat koordinasi PW PGM dan Kanwil Kemenag.

Selain mengejar raihan medali, perhelatan ini bertujuan mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus mencetak bibit-bibit juara yang siap membawa nama harum Jawa Barat di tingkat nasional.

Kabupaten atau kota mana yang bakal memboyong piala juara umum tahun ini? Mari kita saksikan terus aksi memukau para bintang muda madrasah di Tasikmalaya!

(Abdul Latif)

Polres Pangandaran Tanam Bawang Putih Dikritik HMI

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Kabid Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda PTKP HMI Komisariat Pangandaran, Bayu Firman.(Istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Pangandaran melayangkan kritik terhadap keterlibatan Polres Pangandaran dalam Gerakan Nasional Penanaman Bawang Putih Serentak di Bukit Nalangsa, Dusun Cigorowek, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar, Rabu (19/8/2026).

‎HMI menilai, program seremonial demi mengejar Rekor MURI nasional tersebut tidak selaras dengan kondisi geografis dan kebutuhan riil masyarakat Kabupaten Pangandaran.

‎Kabid Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda PTKP HMI Komisariat Pangandaran, Bayu Firman menyatakan, pemaksaan komoditas bawang putih di wilayah Langkaplancar tidak rasional secara sains pertanian atau agroklimatologi.

Baca Juga: SPBU Babakan Pangandaran Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya

‎”Berdasarkan data Kementerian Pertanian, bawang putih lokal membutuhkan ketinggian di atas 1.000 mdpl dengan suhu dingin stabil agar bisa memekarkan umbi secara optimal. Sementara lokasi penanaman di Langkaplancar hanya berada di ketinggian 680 mdpl,” tegas Bayu dalam keterangan resminya, Sabtu (22/8/2026).

‎Menurutnya, memaksakan penanaman skala mikro di dataran rendah demi menggugurkan kewajiban laporan ke pusat adalah inefisiensi anggaran operasional yang tidak berdampak nyata pada hajat hidup petani lokal.

Menollak Visi Swasembada Pangan Prabowo Subianto

‎HMI Pangandaran menegaskan tidak menolak visi Swasembada Pangan Presiden Prabowo Subianto. Namun mengkritisi metode eksekusinya di daerah yang di nilai mengabaikan kearifan lokal. 

‎”Petani kita di Langkaplancar hari ini tidak kekurangan orang untuk mencangkul. Melainkan tercekik oleh kelangkaan pupuk subsidi dan permainan harga spekulan,” tambah Bayu.

‎Ia menyebut, pilar utama pangan Pangandaran adalah sektor padi, kelapa, kapulaga dan perikanan laut, bukan bawang putih.

‎”Sangat ironis ketika anggaran operasional negara begitu mudah mengalir untuk memobilisasi seremoni pejabat di kebun bawang. Sementara petani kecil harus berdarah-darah mengantre pupuk murah di lapangan,” ujarnya.

‎Guna menghadirkan kritik yang membangun, HMI Komisariat Pangandaran melayangkan 3 desakan rasional kepada Polres dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

‎Menuntut Kapolres beserta jajaran mengalihkan energi personel dari aktivitas bercocok tanam seremonial menjadi aksi konkret memberantas mafia pupuk subsidi.

Sapu Bersih Praktik Pungli

Juga menyapu bersih praktik pungli di jalur distribusi pangan atau wisata Pangandaran.

Ketersediaan pupuk murah adalah kunci ketahanan pangan yang sesungguhnya yang di butuhkan rakyat.

‎Mendesak sinergi program ketahanan pangan nasional di Pangandaran di sesuaikan dengan geografi wilayah.

Jika ada pemetaan lahan tidur, dorong penanaman padi gogo atau komoditas lokal yang sudah pasti menghidupi dapur warga.

Baca Juga: Disparbud Pangandaran Siapkan Jurus Khusus Sedot Kembali Turis Asing

Serta berikan hak kelola lahan tersebut secara berkeadilan kepada petani penggarap miskin, bukan di kendalikan lewat rantai komando aparat.

‎Menolak birokratisasi dan pendekatan keamanan di ruang kelola agraria sipil. HMI mendesak penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan PPL sipil.

Serta mendorong Polres bersinergi dengan dinas terkait membangun infrastruktur fisik yang mendesak. Seperti pipanisasi pengairan atau sumur bor di area persawahan Langkaplancar yang rawan kekeringan.

(Sajidin)

Kelurahan Empangsari Tasikmalaya Resmi Jadi Ikon Toleransi Jabar?

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Keluaran Empangsari Kota Tasikmalaya siap menjadi ikon toleransi di Jawa Barat.(Istimewa)

TASIKMALAYAFOKUSJabar.id: Pagi yang cerah di Kelurahan Empangsari, Kota Tasikmalaya, Sabtu (22/8/2026), mendadak terasa begitu hangat dan penuh warna. Ribuan warga dari berbagai latar belakang keyakinan, suku, dan budaya tumpah ruah memadati jalanan dalam balutan semangat kebersamaan yang luar biasa.

​Bukan sekadar ajang olahraga pagi biasa, perhelatan bertajuk Jalan Santai dan Toleransi ini menjelma menjadi panggung raksasa persaudaraan. Di tengah dinamika zaman modern, Empangsari kembali membuktikan bahwa perbedaan bukanlah tembok pemisah, melainkan simpul kuat yang merajut ikatan kebangsaan.

​Kehadiran Tokoh Lintas Sektoral dan Pemuka Agama

​Acara akbar ini menarik perhatian luas karena dihadiri langsung oleh jajaran pejabat penting tingkat regional hingga lokal. Tampak hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, M.Si., bersama Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., MBA.

Baca Juga: OJK Tasikmalaya Ungkap Marak Penipuan Scam Love

​Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran deretan tokoh penting lainnya, antara lain, Kabag TU Kanwil Kemenag Jabar H. Muhammad Nur Rochmat Robi, M.Pd.Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya Dr. H. Akhmad Buhaeti, S.Ag., M.Si. Kepala Bidang Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Jabar Dr. H. Agus Sutisna, M.Pd.

Hadir pula Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, S.H., M.Si., beserta anggota DPRD Evi Silviani. ​Jajaran Forkopimda meliputi Dandim dan Kapolres Tasikmalaya. ​Para tokoh agama serta perwakilan komunitas lintas iman, mulai dari Nahdlatul Nahdlatul Ulama hingga pengurus gereja.

​Semua elemen masyarakat tersebut tampak berjalan berdampingan, mengirimkan pesan kuat tentang indahnya hidup berdampingan secara damai.

​Empangsari Resmi Menjadi Pelopor Kelurahan Toleran Jabar

​”Saya bangga semua bisa datang menyaksikan bagaimana rukun itu adalah wajib bagi kita. Karena kemerdekaan tanpa kerukunan, maka kita tentunya tidak ada apa-apanya,” ungkap H. Dudu Rohman penuh penekanan di hadapan ribuan peserta.

​Melihat energi positif dan komitmen kuat yang ditunjukkan oleh warga, Kakanwil Kemenag Jabar melontarkan gagasan besar yang langsung disambut riuh tepuk tangan. Secara resmi, ia mencanangkan Kelurahan Empangsari sebagai pelopor kawasan harmonis di Jawa Barat.

​Pencanangan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi tertinggi kepada Lurah Empangsari, Kesbangpol, jajaran DPRD, Kemenag Kota Tasikmalaya, serta seluruh tokoh masyarakat yang bahu-membahu menyukseskan agenda penuh makna ini.

Inisiatif luar biasa ini diharapkan mampu bergema luas dan menjadi role model bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia.

​Suasana Hangat, Humanis, dan Penuh Keakraban

​Nuansa kekeluargaan semakin terasa manakala H. Dudu Rohman turun langsung menyapa warga, khususnya anak-anak kecil yang ikut ambil bagian. Suasana berubah cair tatkala ia melemparkan pertanyaan spontan berhadiah kepada anak-anak yang berulang tahun tepat pada hari pelaksanaan acara.

Baca Juga: Panaskan Mesin Politik 2029, PKB Kota Tasikmalaya Garap Pengurus Tingkat RT

​Aksi humanis ini sontak mengundang senyum haru dari para orang tua dan penonton yang memadati area panggung utama.

​Menutup rangkaian kegiatan, Kakanwil mengingatkan kembali bahwa merawat kerukunan adalah wujud nyata rasa syukur atas anugerah kemerdekaan.

​”Semoga kebersamaan kita ini menjadi kebersamaan yang bisa menjadikan kita rukun. Salam rukun bagi kita semua,” pungkasnya penuh hikmat.

(Abdul Latif)

SPBU Babakan Pangandaran Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Penampakan ‎SPBU Babakan Pangandaran Terbakar.(Istimewa)

‎PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum SPBU 34.46313 di Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran mengalami kebakaran pada Jumat (21/8/2026) kemarin sekitar pukul 17.40 WIB.

‎Peristiwa itu sempat membuat panik warga dan pengendara yang berada di sekitar lokasi. Kepulan asap hitam terlihat membumbung tinggi, disusul kobaran api di salah satu jalur pengisian BBM.

‎Berdasarkan keterangan pegawai SPBU, kebakaran diduga bermula setelah seorang pengendara selesai mengisi BBM menggunakan galon air mineral.

Baca Juga: Disparbud Pangandaran Siapkan Jurus Khusus Sedot Kembali Turis Asing

‎Saat sepeda motor hendak dinyalakan, diduga terjadi korsleting yang memicu api. Api kemudian menyambar bahan bakar hingga menyebabkan kebakaran di area pengisian.

‎Kondisi sepeda motor matik yang terbakar nyaris ludes dilalap api. Dari foto yang beredar, bagian bodi motor sudah hangus. Kendaraan itu hanya menyisakan rangka, roda, serta bagian mesin belakang yang gosong.

‎Terlihat juga bekas pikulan yang digunakan untuk menyeret sepeda motor itu menjauh dari area mesin pengisian BBM. Tak lama setelah kejadian, motor yang terbakar sudah tidak berada di lokasi SPBU.

‎”Enggak lama setelah kejadian, motor yang ikut terbakar sudah tidak ada di lokasi kejadian,” kata Tasimin, warga Babakan, Kecamatan Pangandaran.

‎Pasca insiden, operasional SPBU dihentikan sementara. Penghentian itu membuat sejumlah konsumen yang hendak mengisi BBM, baik pengendara motor maupun mobil, terpaksa memutar balik.

‎Pihak pengelola SPBU bersama Pertamina saat ini masih melakukan evaluasi menyeluruh. Terutama terkait penerapan prosedur operasional standar SOP dalam pengisian BBM menggunakan wadah selain tangki kendaraan, seperti galon.

Keteledoran Penerapan SOP

‎Koordinator SPBU Babakan, Toto mengakui adanya keteledoran dalam penerapan SOP pengisian BBM menggunakan galon saat insiden terjadi.

‎”Memang ada keteledoran dalam SOP. Di lapangan ini kan faktor manusianya juga ada,” ujar Toto kepada wartawan di SPBU Babakan, Sabtu (22/8/2026).

‎Untuk mengantisipasi kejadian lanjutan dan mendukung proses penyelidikan, jajaran kepolisian memasang garis polisi atau police line di area pulau pompa nomor 4. 

Baca Juga: Polres Pangandaran Amanakan Terduga Pelaku KDRT

‎Area itu merupakan titik terjadinya insiden kebakaran yang diduga dipicu korsleting pada sepeda motor saat mengisi BBM menggunakan galon.

‎Pemasangan police line membuat area lokasi kejadian untuk sementara tidak dapat digunakan sebelum proses pemeriksaan dan evaluasi selesai.

‎Pihak pengelola SPBU bersama Pertamina juga masih melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan dan prosedur pelayanan sebelum operasional kembali dibuka.

(Sajidin)

Bupati Garut Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Klinik Utama Armina

0
Bupati Garut Klinik Armina fokusjabar.id
Bupati garut dan Helmi Budiman

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin meresmikan Klinik Utama Armina di Jalan Raya Samarang, Desa Cintarakyat, Kecamatan Samarang, Sabtu (22/8/2026).

Syakur berharap, klinik Utama Armina dapat memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat. Khususnya dalam upaya menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI/AKB) di wilayah Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Dari Garut Selatan Pemuda Bersatu Desa Tegalega Dukung Kondusivitas Nasional

Bupati Garut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Pembina Klinik Utama Armina, Helmi Budiman atas inisiatif menghadirkan fasilitas kesehatan bagi masyarakat.

“Karena kita ini masih menghadapi tantangan dalam bidang penurunan AKI/AKB. Di sini juga ada satu wilayah, saya sebut Sukakarya AKI-nya tinggi dan bayinya tinggi. Sehingga kita berharap bahwa ada alternatif bagi masyarakat untuk segera mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Bupati Garut.

Selain memperluas akses pelayanan kesehatan, keberadaan Klinik Utama Armina juga menambah kapasitas tempat tidur rawat inap di Kabupaten Garut.

Bupati menilai, kontribusi fasilitas kesehatan swasta di perlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Pembina Klinik Utama Armina, Helmi Budiman menjelaskan, klinik utama berdasarkan regulasi terbaru memiliki cakupan pelayanan yang lebih fleksibel dan dapat membuka berbagai bidang pelayanan spesialis.

Klinik Utama Armina memenuhi syarat minimal dengan menyediakan dua dokter spesialis. Salah satunya dokter spesialis anak yang berfokus pada penanganan tumbuh kembang anak.

Terkait kerja sama dengan BPJS Kesehatan, proses perizinan masih di tempuh. Setelah izin di terbitkan, Klinik Utama Armina akan melayani pasien peserta BPJS Kesehatan.

“Di sini spesialis 2, karena syarat minimal klinik utama ini 2 spesialis. Rawat inap ada. BPJS di Klinik Cisanca, saya belum mendapatkan izin dari BPJS. Jadi ini belum BPJS karena proses untuk mendapatkan izin BPJS itu lama. Di sini ada 18 bed,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Pemkab Garut-Kota Sue Machi Jepang Jajaki Kerja Sama Ekspor Kopi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan, kehadiran Klinik Utama Armina membantu mengurangi kepadatan pelayanan di rumah sakit lain. Khususnya bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya, Kecamatan Samarang.

“Karena di wilayah Kecamatan Samarang sendiri, terutama di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya itu memang kematian bayinya masih cukup tinggi. Sehingga dengan adanya Klinik Armina ini sudah memudahkan, sangat membantu dan mempercepat pelayanan,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Saddil Ramdani: Terima Kasih Keluarga Besar Persib Bandung

0
saddil Ramdani persib fokusjabar.id
Saddi Ramdani

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung memberikan bantuan dan dukungan kepada orang tua Saddil Ramdani yang tempat tinggalnya di  Desa Barangka Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara mengalami musibah kebakaran pada Jumat (14/8/2026) lalu.

“Terima kasih buat keluarga besar Persib Bandung yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada orang tua saya,” ungkap Saddil Ramdani.

BACA JUGA:

Marc Klok Fokus Bawa Persib Tatap Laga Kualifikasi ACL 2

Perlu di ketahui, rumah milik ayah kandung Saddil ludes di lalap api dan mengalami kerusakan parah. Terutama pada bagian dalam dan belakang bangunan.

mengutip persib.co.id, sebagai bentuk kepedulian, rekan-rekan setim Saddil kemudian berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk membantu meringankan beban keluarganya.

Saddil mengapresiasi kepada seluruh keluarga besar Persib Bandung. Termasuk manajemen dan rekan-rekan setim yang telah memberikan bantuan.

“Terima kasih sebesar-besarnya. Terutama kepada Pak Bos, Pak Umuh (Manajer Persib, Umuh Muchtar), dan teman-teman rekan tim yang sudah mendonasi dan membantu kebakaran yang berada di Muna Barat,” ungkapnya.

Menurut Saddil, perhatian dan bantuan yang di berikan keluarga besar Persib tidak hanya membantu proses pemulihan kondisi keluarganya. Tetapi juga memberikan kekuatan bagi orang tua dan keluarganya di kampung halaman.

BACA JUGA:

Bobotoh Bisa Miliki Jersey Terbaru Persib Lewat PO, Ini Pilihan Paketnya

“Saya sangat mengapresiasi apa yang menjadi bantuan. Saya dan orang tua, keluarga, sangat terbantu oleh apa yang sudah di berikan oleh teman-teman semua. Sekali lagi saya dan keluarga berterima kasih atas bantuannya,” tutup Saddil.

(Bambang Fouristian)