spot_imgspot_img
Senin 6 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 188

Distribusi Program MBG di Talegong Garut Semrawut? Kinerja SPPI Disoal

0
MBG Talegong fokusjabar.id
SPPG Datarpari Desa Mekarmulya

GARUT, FOKUSJabar.id: Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Talegong Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) memicu kritik tajam dari sejumlah kalangan masyarakat.

Hal tersebut menyusul adanya temuan pengiriman makanan ganda ke sekolah yang sama pada Selasa (3/2/2026) lalu.

BACA JUGA:

SPPG Cisewu II Dapat “Surat Cinta” dari Penerima Program MBG

Mereka menilai buruk dan lemahnya koordinasi serta pengaturan distribusi antarpihak. Yakni, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Datarpari Desa Mekarmulya Kecamatan Talegong, Ojat K mengungkapkan, sebuah sekolah di Desa Mekarwangi menerima kiriman menu MBG dari dua dapur sekaligus. Yakni Dapur Datarpari dan Selaawi.

“Dapur Datarpari sebenarnya sudah berjalan dua minggu melayani sekolah di Desa Mekarwangi dan sebagian Selaawi. Namun tiba-tiba ada pengiriman lagi dari dapur lain ke lokasi yang sama,” tegas Ojat.

Kritik Atas Manajemen Distribusi

Ojat menilai, insiden tersebut menunjukkan ketidaksiapan manajemen dalam pemetaan wilayah layanan.

Menurutnya, jika terdapat dapur baru yang mulai beroperasi, seharusnya di arahkan untuk menyisir wilayah yang belum tersentuh program. Seperti Desa Mekarmukti guna mencapai pemerataan yang sebenarnya.

“Kalau tujuannya pemerataan, prioritasnya harus sekolah yang belum kebagian. Ini justru menumpuk di wilayah yang sudah jelas-jelas terlayani. Manfaat program jadi tidak maksimal dan cenderung boros,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Sinkronkan Program Jalan, Bupati Garut Temui Ditjen Bina Marga di Jakarta

Selain masalah teknis, Ojat juga menyoroti proses pengambilan keputusan di tingkat Kecamatan Talegong yang melibatkan unsur Forkopimcam dan kepala desa.

Dia menyayangkan ketidakhadiran penanggung jawab (PIC) Dapur Datarpari dalam musyawarah tersebut. Sehingga keputusan di anggap tidak representatif.

Kejanggalan lain yang di temukan adalah terkait dokumen berita acara hasil musyawarah yang disinyalir tidak di bubuhi stempel resmi. Meski sudah ditandatangani oleh pejabat setempat.

“Secara administrasi ini patut di kaji ulang karena hanya tanda tangan tanpa cap resmi. Kami berharap evaluasi menyeluruh segera di lakukan agar program ini benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Menanggapi polemik tersebut, Koordinator SPPI Kecamatan Talegong, Rosidin menyatakan, pihaknya tengah melakukan langkah-langkah penanganan.

Saat di mintai keterangan soal kesemrawutan distribusi, Dia mengaku sedang melakukan koordinasi internal.

“Mohon izin pak, saya lagi koordinasi masalah ini,” singkat Rosidin melalui sambungan telpon.

(Y.A. Supianto)

Ketahuan Nikah Siri, Pegawai PPPK Kota Bandung Mundur

0
PPPK Kota Bandung fokusjabar.id
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bandung, Evi Hendarin

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) berinisial G resmi mengundurkan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

G mengundurkan diri karena istrinya MAP mengungkap kasus perselingkuhan hingga praktik pernikahan siri dengan perempuan lain viral di media sosial.

BACA JUGA:

Dedi Mulyadi Usul Ruas Jalan Nasional Dikelola Pemprov Jabar

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bandung, Evi Hendarin mengatakan, persoalan tersebut telah selesai seiring adanya surat pengunduran diri dari yang bersangkutan.

“Terakhir saya menerima laporan dari DPKP bahwa yang bersangkutan sudah mengundurkan diri. Suratnya juga sudah ada,” kata Evi, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, status G sebagai PPPK paruh waktu otomatis gugur setelah mengajukan pengunduran diri. Dengan demikian, sanksi disiplin kepegawaian tidak lagi dapat di jatuhkan.

“Iya, karena sudah mengundurkan diri, sanksinya gugur. Yang bersangkutan mengundurkan diri sebagai PPPK paruh waktu,” ucapnya.

Evi menjelaskan, seandainya yang bersangkutan tidak mengajukan pengunduran diri, maka opsi pemecatan tetap terbuka sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kalau tidak mengundurkan diri, tentu kita lihat dulu prosesnya. Waktu itu kita juga menunggu laporan dari DPKP selaku OPD pembina kepegawaian,” katanya.

Bahkan, ia menegaskan, Pegawai berinisial G tersebut sudah melakukan penguduran diri pada Januari kemarin.

Oleh karena itu, pihakmya mengingatkan seluruh ASN  termasuk PPPK, untuk selalu menjaga perilaku dan menaati aturan disiplin.

BACA JUGA:

Ancaman Krisis Sampah Mulai Menghantui Kota Bandung

“Intinya ketika kita menjadi ASN, kita terikat dengan PP Nomor 94 tentang Disiplin ASN. Di situ ada koridor tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” ujarnya.

Evi menambahkan, hukuman disiplin ASN sendiri, terbagi dalam tiga kategori, yakni ringan, sedang, dan berat, tergantung tingkat pelanggaran yang dilakukan.

“Kalau melanggar, konsekuensinya jelas ada hukuman disiplin, mulai dari ringan, sedang, hingga berat,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Korban Peluru Nyasar Siswa SMKN 4 Banjar Dirawat di RSHS

0
Peluru Nyasar SMKN 4 Banjar fokusjabar.id
Kepala SMKN 4 Banjar, Tina Nurhayati

BANJAR, FOKUSJabar.id: Ananda Putra Pratama warga Dusun Girimulya Desa Neglasari Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Jawa Barat (Jabar) karena terkena peluru nyasar yang bersarang di bagian dadanya.

Dia merupakan siswa kelas XII jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Banjar.

BACA JUGA:

Polres Banjar dan Satpol PP Bersihkan Wana Wisata Situ Mustika

Demikian di ungkapkan Kepala SMKN 4 Banjar, Tina Nurhayati. Dia mengaku prihatin dengan apa yang di alami anak didiknya.

Menurutnya, kejadian yang menimpa Ananda harus di jadikan pelajaran bagi semua siswa SMKN 4 Banjar agar lebih hati-hati saat bermain. Baik di dalammaupun luar sekolah.

“Ananda siswa kami. Kami prihatin atas kejadian itu. Ini harus jadi pelajaran bagi semua siswa,” ungkapnya, Kamis (5/2/2026).

Pihaknya mendapatkan informasi soal kejadian yang menimpa Ananda pada Senin (2/2/2026) malam. Informasinya, Ananda sudah di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar.

“Pihak sekolah tahu kejadian itu pada Senin malam saat di rawat di RSUD Banjar,” kata Dia.

Tina mengatakan, semua pembiayaan Ananda di tanggung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Sekarang biaya Ananda selama di rawat di RSHS di tanggung semuanya oleh Pak Gubernur,” ujarnya.

Meski demikian, pihak sekolah memiliki inisiatif untuk mengumpulkan donasi. Nantinya akan diserahkan ke Ananda ketika sudah pulang dari RSHS.

BACA JUGA:

ASN Banjar Diduga Terlibat Penggelapan Dana BPJS Rp187 Juta

“Tadinya dana yang terkumpul untuk biaya pengobatan Ananda. Sehubungan di tanggung Pak Gubernur,  hasil dari donasi akan diberikan ketika sudah pulang ke rumah,” paparnya.

Menurut Tina, Ananda siswa yang memiliki kepribadian baik dan rajin. Kesehariannya baik kepada guru maupun kepada siswa.

Dia berharap, Ananda cepat sembuh dan pulih kembali seperti sedia kala.

“Ananda ini anak baik. Semoga cepat sembuh,” pungkasnya.

(Agus)

Indahnya Mentari Pagi di Laut Pangandaran

0
mentari pangandaran@fokusjabar.id
Matahari di atas laut pangandaran.(Nanang Yudi/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pagi yang menyapa, hadirkan indahnya mentari yang menghiasi langit laut Pangandaran. Kehangatan pun tercipta dan membangunkan jiwa serta pikiran yang kembali represh.

Deru ombak yang menghantam bebatuan di pantai timur pangandaran, menjadi semangat akan perjuangan hidup yang tidak akan pernah ada hentinya.

Angin pun mengiringi seakan tidak mau lepas dari bayang-bayang ombak yang mencium bibir pantai yang di penuhi dengan pasir yang terhampar.

Baca Juga: Padaherang Jumlah Penduduknya Tertinggi di Kabupaten Pangandaran  

“Suasananya cerah, mentari pun memberikan senyumnya yang terbaik bagi ummat manusia dan seluruh pengisinya,” ungkap Ahmad salah seorang wisatawan asal Tasikmalaya, Kamis (5/2/2025).

Pantai Pangandaran, menurutnya, merupakah sebuah anugerah dari yang maha kuasa. Karena di tempat tersebut, para wisatawan bisa menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari.

“Sunset dan sunrise yang membuat rindu ingin selalu berkunjung ke pantai pangandaran. Dan itu moment yang begitu indah, pada saat datangnya pagi dan senja tiba,” ucapnya.

Dan tentunya, kata Ahmad, berbagai macam permainan seperti banana boat, Jetski begitu memanjakan jiwa, sehingga suasana kembali represh.

“Juga banyak permainan lainnya yang bisa di sewa untuk keliling pantai pangandaran. Pokoknya memang selalu bikin kangen dan candunya luar biasa,” tuturnya.

Apalagi, lanjut dia, kuliner dengan khas berbagai macam ikan laut membuat lidah ketagihan, dan mengobati perut yang tengah keroncongan.

Baca Juga: Polemik Limbah, DLHK Pangandaran Akan Panggil Ratusan Pengelola Hotel

“Dah kulinernya enak-enak, Hotel dan penginapan sangat mudah. Jadi paket komplit di pantai pangandaran ini. Sekali lagi bikin candu,” tegasnya.

Selain pantai pangandaran, Ahmad menambahkan, wisatawan bisa menikmati objek wisata lainnya. Apalagi, ikon baru Kabupaten Pangandaran yang sedang viral yaitu jembatan Sodongkopo.

“Ikon baru Kabupaten Pangadaran kan ada Jembatan Sodongkopo, Masjid Jami Ar Rohman yang desainnya unik, juga ada lagi yaitu tugu Panser ketiganya ada di Cijulang,” pungkasnya.

(Nanang Yudi)

Sawit di Tambaksari dan Rancah Ditanam di Tanah Milik Warga

0
sawit ciamis fokusjabar.id
Pohon Kelapa Sawit yang ditanam warga di wilayah Kecamatan Tambaksari

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kepala Dusun Pohat Desa Karangpaninggal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar), Sadin membenarkan bahwa di wilayahnya ada warga yang menanam kelapa Sawit.

Menurut Dia, pihaknya tidak pernah di mintai izin soal penanaman kelapa Sawit.

BACA JUGA:

Bukan Komoditas Unggulan, 150 Hektar Lahan Warga di Ciamis Ditanami Sawit

Sadin mengatakan, warga yang menanam pohon sawit di atas lahan milik mereka. Bukan tanah negara atau milik pemerintahan Desa Karangpaminggal.

“Benar, ada sejumlah pemilik lahan yang menanam pohon Sawit di wilayah Dusun Pohat,” katanya.

Informasi yang berkembang, bibit pohon sawit yang di tanam dari seseorang.

“Saya tidak tahu perjanjiannya seperti apa antara pemilik lahan dengan si-pemberi bibit sawit. Mereka tidak melaporkan atau minta izin,” ucapnya.

Kabarnya, warga Kecamatan Rancah juga ada menanam pohon sawit.

“Kami belum mempunyai data berapa luas lahan yang di tanami kelapa sawit di wilayah Kecamatan Rancah,” singkat Camat Rancah, Nia Kurnia.

(Husen Maharaja)

Polres Banjar dan Satpol PP Bersihkan Wana Wisata Situ Mustika

0
Wana Wisata Situ Mustika fokusjabar.id
Personel Polres Banjar sedang membersihkan sampah

BANJAR, FOKUSJabar.id: Puluhan personel Polres Banjar bersama Satpol PP turun langsung membersihkan Wana Wisata Situ Mustika di Karangpanimbal Kecamatan Purwaharja.

Kegiatan korve bersama ini  fokus pada pengumpulan sampah di sepanjang jalur pejalan kaki, area gazebo dan tepi danau.

BACA JUGA:

Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Mekarharja Kota Banjar

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Republik Indonesia dan Kapolda Jawa Barat agar seluruh objek wisata di bersih, tertata dan nyaman bagi pengunjung.

Personel Polres Banjar bekerja sistematis, menyapu daun kering, mengumpulkan sampah plastik serta menata fasilitas yang berserakan. Sehingga area wisata terlihat rapi dalam waktu singkat.

Selain membersihkan, petugas juga berinteraksi langsung dengan pengunjung dan pedagang. Mereka memberikan imbauan untuk menjaga kebersihan serta membuang sampah pada tempatnya.

Pendekatan humanis ini sekaligus menjadi edukasi langsung bagi masyarakat untuk ikut berperan menjaga kebersihan lingkungan.

Kapolres Banjar, AKBP Tyas Puji Rahadi menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar formalitas. Namun aksi nyata di lapangan.

“Kami hadir langsung untuk memastikan Situ Mustika bersih, nyaman dan aman bagi masyarakat sesuai instruksi pimpinan,” katanya Kamis (5/2/2026).

Sinergi antarpersonel dari berbagai satuan Polres Banjar, termasuk Samapta, Sat Lantas, Binmas dan Polsek setempat, bersama Satpol PP berjalan solid.

BACA JUGA:

ASN Banjar Diduga Terlibat Penggelapan Dana BPJS Rp187 Juta

“Area kerja dibagi secara terstruktur sehingga seluruh sudut lokasi tersentuh dan setiap kegiatan dapat dilaksanakan secara efisien,” ungkap Kapolres.

Wana Wisata Situ Mustika kini terlihat lebih bersih dan nyaman, siap menyambut wisatawan, sekaligus menegaskan kepedulian Polres Banjar terhadap kebersihan, kenyamanan, dan keamanan publik.

(Agus)

Duh! 305 Ikan Dewa Mati di Cigugur Kuningan

0
Ikan Dewa Kuningan fokusjabar.id
Ikan Dewa (foto: web)

KUNINGAN, FOKUSJabar.id: 305 Ikan Dewa mati massal di Balong Keramat, kawasan wisata Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat (Jabar).

Mengutip tribunjabar.id, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar menuju lokasi untuk memastikan langkah penanganan serius terhadap ikon wisata religi tersebut.

BACA JUGA:

BPBD Jabar Gerak Cepat Tanggulangi Longsor di Enam Desa Kuningan

Menurut Bupati, hingga hari ketujuh sejak pertama kali terpantau pada 29 Januari 2026, tercatat sebanyak 305 ekor ikan dewa di temukan mati.

Dian mengatakan, fenomena kematian Ikan Dewa  tidak bisa di anggap remeh.

Dia meminta seluruh perangkat daerah bekerja berdasarkan data teknis untuk menyelamatkan ekosistem kolam keramat tersebut.

“Fenomena ini harus di tangani secara serius dan komprehensif. Kita bertindak berdasarkan data yang akurat, bukan asumsi,” ungkapnya.

Salah satu instruksi utamanya, penyediaan kolam karantina khusus untuk memisahkan ikan yang sakit serta normalisasi sirkulasi air masuk dan keluar.

Bupati juga mempertimbangkan opsi pengurasan total kolam untuk pemulihan ekosistem.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, A. Taufik Rohman mengatakan, kondisi memprihatinkan dari ikan-ikan yang mati.

Berdasarkan pengamatan lapangan, di temukan gejala klinis yang mengarah pada serangan parasit.

“Ikan tampak lemas, ada luka kemerahan di tubuh, insang pucat memutih hingga sisik yang mudah terlepas. Kami juga menemukan adanya infeksi cacing jangkar pada kulit, insang dan rongga mulut ikan,” kata Taufik.

BACA JUGA:

Mudik Lebaran 2024, Layanan Kesehatan di Kuningan Siaga 24 Jam

Sebagai langkah awal, tim teknis telah memusnahkan bangkai ikan secara aman dan melakukan stabilisasi kualitas air menggunakan garam krosok serta tumbuhan daun kipahit untuk menekan laju infeksi.

Perwakilan Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jawa Barat, Hari menyebutkan, situasi di Cigugur sudah masuk kategori gawat darurat.

Menurutnya, pengobatan di kolam utama yang sangat luas akan berjalan tidak efektif.

“Di perlukan kolam instalasi darurat untuk isolasi. Saat ini, sampel ikan sudah kami ambil untuk pemeriksaan laboratorium. Hasilnya akan keluar maksimal dalam tiga hari. Kami berharap, negatif dari penyakit karantina,” ujar Hari.

Pemerintah daerah kini tengah menyiapkan rekomendasi teknis untuk pengurasan dan pengeringan kolam guna memperbaiki kualitas air yang diduga telah tercemar berat.

(Bambang Fouristian)