spot_imgspot_img
Sabtu 4 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 172

Laga Penuh Drama di Sriwedari, PSGC Ciamis Pastikan Promosi Liga 2

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
LIGA 2 PSGC Ciamis menjadi tim terakhir yang meraih tiket promosi ke Championship. Setelah menang, Surce : Instagram Nusaliga

CIAMIS,FOKUSJabar.id: PSGC Ciamis memastikan satu tiket promosi ke Liga 2 Indonesia musim depan setelah melewati duel penuh drama melawan Persiba Bantul. Laskar Singacala menang lewat adu penalti dengan skor 4-2 pada laga play off promosi yang berlangsung di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (7/2/2026).

Sejak peluit awal berbunyi, PSGC Ciamis langsung tampil agresif. Anak asuh Heri Kiswanto menekan lini pertahanan Persiba Bantul dan berupaya menguasai permainan. Namun, rapatnya barisan belakang Persiba membuat peluang PSGC belum membuahkan hasil di menit-menit awal.

Baca Juga: Akademi Persib Putri U-15 Imbang Dengan Goal Aksis

Tekanan berkelanjutan akhirnya membuahkan gol pada menit ke-23. Berawal dari tendangan sudut, Shahih Elang Rishandy berdiri tanpa pengawalan dan menanduk bola ke gawang Persiba Bantul. PSGC unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Persiba Bantul meningkatkan intensitas serangan. Tim asuhan Susanto mencoba memanfaatkan skema umpan panjang untuk membongkar pertahanan PSGC, namun disiplin lini belakang Laskar Singacala mampu meredam setiap ancaman.

Persiba akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-40. Melalui situasi serupa, Fachrizal memanfaatkan sepak pojok dengan sundulan keras yang menggetarkan gawang PSGC. Skor berubah menjadi 1-1.

Laga semakin terbuka. Jual beli serangan terjadi hingga menit akhir babak pertama. PSGC Ciamis kembali unggul tepat sebelum turun minum. Sidang Iskus lolos dari jebakan offside dan sukses menuntaskan peluang setelah menerima umpan dari sisi kiri. Gol tersebut membawa PSGC memimpin 2-1 hingga jeda.

Tempo Tinggi dan Duel Sengit

Memasuki babak kedua, Persiba Bantul langsung mengambil inisiatif menyerang. Tekanan demi tekanan diarahkan ke pertahanan PSGC, namun penjaga gawang M. Ridho tampil solid di bawah mistar.

PSGC Ciamis beberapa kali mencoba keluar melalui serangan balik cepat. Peluang emas sempat tercipta, tetapi penyelesaian akhir belum menemui sasaran.

Kerja keras Persiba Bantul akhirnya berbuah hasil pada menit ke-72. Sandi Samosir menyambut tendangan pojok dengan sundulan keras yang gagal dihalau kiper PSGC. Gol tersebut membuat skor kembali imbang 2-2.

Sisa waktu babak kedua diwarnai tempo tinggi dan duel sengit. Kedua tim sama-sama menekan demi mencetak gol penentu, namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2-2. Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan waktu.

Pada extra time, PSGC Ciamis dan Persiba Bantul kembali saling menyerang. Meski intensitas permainan tetap tinggi, solidnya lini pertahanan kedua tim membuat tidak ada gol tercipta hingga babak tambahan berakhir.

Penentuan pemenang akhirnya dilakukan melalui adu penalti. Dalam momen krusial tersebut, dua penendang Persiba Bantul gagal menjalankan tugasnya. Sebaliknya, seluruh algojo PSGC Ciamis tampil tenang dan sukses mengeksekusi penalti.

Adu penalti berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan PSGC Ciamis. Hasil ini memastikan Laskar Singacala promosi ke Liga 2 Indonesia musim depan sekaligus menutup perjuangan panjang mereka dengan manis.

Comeback BTS 2026, Musik dan Budaya Menyatu di Jantung Kota Seoul

0
Comeback BTS 2026, Seoul Jadi Panggung Seni dan Musik
Comeback BTS 2026, Seoul Jadi Panggung Seni dan Musik

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Musim semi 2026 akan menjadi momen istimewa bagi Kota Seoul. Grup K-pop global BTS menghadirkan comeback yang tak sekadar merilis album, tetapi juga mengubah ruang-ruang publik ibu kota Korea Selatan menjadi panggung budaya interaktif berskala dunia.

Melalui proyek bertajuk “BTS The City Arirang Seoul”, BTS berkolaborasi dengan Pemerintah Metropolitan Seoul untuk menyajikan pengalaman seni dan musik yang menyatu dengan lanskap kota. Program ini berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 20 Maret hingga 12 April 2026.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Keuangan Jeffrey Epstein dari Epstein Files

Dalam periode tersebut, berbagai landmark ikonik Seoul berfungsi sebagai medium ekspresi kreatif. BTS dan pemerintah kota menghadirkan perpaduan musik modern dengan nilai budaya tradisional. Sekaligus mengajak warga dan pengunjung melihat Seoul sebagai ruang seni yang hidup dan dinamis.

Pada hari perilisan album Arirang, beberapa ikon kota seperti Sungnyemun Gate dan N Seoul Tower akan menampilkan visual kreatif berskala besar. Tayangan ini menggabungkan unsur tradisi Korea dengan sentuhan modern khas BTS, menciptakan pengalaman budaya yang dapat dinikmati langsung oleh publik.

Tak hanya landmark utama, kawasan pusat kota juga akan berubah menjadi galeri seni terbuka. Jalanan, dinding, hingga tangga kota akan dihiasi karya visual yang terinspirasi dari lirik lagu dan elemen musik BTS. Hal itu memungkinkan masyarakat berinteraksi langsung dengan karya seni di ruang publik.

Puncak rangkaian acara menghadirkan “BTS Comeback Live: Arirang” di Gwanghwamun Square. Pemilihan lokasi ini menegaskan nilai simbolis acara, mengingat kawasan tersebut memiliki sejarah panjang dan berada di jantung Kota Seoul.

Agenda Interaktif di Berbagai Titik Kota

Selain pertunjukan utama, BTS juga menyiapkan sejumlah agenda interaktif di berbagai titik kota, termasuk Yeouido Han River Park. Pengunjung dapat menikmati seni, musik, dan suasana kota dengan konsep santai namun tetap imersif.

Melalui proyek ini, BTS menegaskan perannya bukan hanya sebagai musisi pop global. Namun juga sebagai duta budaya yang menghubungkan musik dengan identitas kota dan warisan Korea. Pemanfaatan ruang publik menjadi bukti bagaimana seni modern mampu berdialog dengan sejarah dan tradisi.

“The City Arirang Seoul” menampilkan wajah baru hiburan global, di mana konser musik berkembang menjadi pengalaman budaya menyeluruh. Proyek ini juga memperlihatkan potensi kolaborasi antara industri kreatif dan pemerintah kota dalam membangun daya tarik pariwisata berbasis budaya.

Rangkaian acara ini diperkirakan menarik puluhan ribu pengunjung dari dalam dan luar negeri. Dengan konsep inovatif dan berskala besar, BTS kembali menghadirkan standar baru dalam dunia hiburan. Sekaligus memperkuat posisi Seoul sebagai kota budaya global.

(Jingga)

Pasanggiri Jaipongan Jadi Ajang Regenerasi Seni Sunda di Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, berfoto bersama para peserta Pasanggiri Jaipongan Piala Wali Kota Tasikmalaya 2026 di GOR Sukapura Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi se-Jawa Barat, memadati ajang Pasanggiri Jaipongan Piala Wali Kota Tasikmalaya 2026. Perhelatan seni budaya ini menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang regenerasi pelestari Jaipongan di kalangan generasi muda.

Pasanggiri berlangsung di GOR Sukapura, Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, dan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, Sabtu (7/2/2026). Antusiasme peserta dan masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan.

Baca Juga: SBY Pernah Berkunjung ke Sentra Kerajinan Rajapolah Tasikmalaya

Event budaya tingkat Provinsi Jawa Barat ini digagas Komunitas Budaya Jawa Barat Dera Kinarya bersama Wira Pawitra, berkolaborasi dengan Disporabudpar Kota Tasikmalaya. Lebih dari 350 peserta ambil bagian untuk memperebutkan Piala Wali Kota Tasikmalaya.

Panitia menjadwalkan pasanggiri berlangsung dalam dua tahap, yakni 7–8 Februari dan 14–15 Februari 2026, dengan menghadirkan beragam kategori lomba sesuai jenjang usia dan tingkat kemampuan peserta.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menegaskan bahwa Jaipongan merupakan identitas budaya masyarakat Sunda yang harus dijaga dan diwariskan lintas generasi.

“Jaipongan adalah kesenian khas Jawa Barat. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melestarikannya, terutama dengan melibatkan anak-anak dan generasi muda,” ujarnya.

Nilai Religius dan Filosofi Kehidupan

Ia menjelaskan, Jaipongan tidak sekadar seni pertunjukan, tetapi juga mengandung nilai religius dan filosofi kehidupan. Kesenian ini memadukan unsur pencak silat, ketuk tilu, dan wayang golek yang sarat makna.

“Sebagai warga Sunda, kita patut bangga. Jaipongan telah dapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional sejak 2014,” katanya.

Menurutnya, gerakan Jaipongan yang dinamis, energik, dan penuh keceriaan membuat kesenian ini tetap relevan. Terlebih masih menjadi minat bagi berbagai kalangan hingga saat ini.

“Sering menggelar pasanggiri atau sekadar menonton Jaipongan merupakan bentuk nyata pelestarian budaya Jawa Barat,” tuturnya.

Selain menjaga tradisi, Ia menilai kegiatan seni budaya juga berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Event berskala regional ini menarik kunjungan peserta dan penonton dari berbagai daerah.

“Kegiatan seperti ini menggerakkan ekonomi lokal. UMKM, kuliner, penginapan, hingga hotel ikut merasakan manfaatnya,” paparnya.

Ia menambahkan, Tasikmalaya perlu terus mendorong diri sebagai kota penyelenggara berbagai event seni dan budaya. Tentunya tanpa meninggalkan identitasnya sebagai Kota Santri.

“Kota ini harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi berbagai event regional, nasional, bahkan internasional. Dampaknya akan terasa langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui Pasanggiri Jaipongan, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap kecintaan terhadap seni tradisional tumbuh sejak usia dini. Sehingga Jaipongan tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

(Seda)

Aksi Rescue Unik Damkar Garut, Lepaskan Sandal Bocah yang Menjepit Kaki

0
Rescue Unik Damkar Garut fokusjabar.id
Rescue Unik Damkar Garut, Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut berupaya melepaskan sandal yang menyangkut di kaki bocah bernama Zaelani (13), warga Kampung Sukagalih, Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (07/02/2026) sore.

GARUT,FOKUSJabar.id: Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Garut, Sabtu sore (7/2/2026) tidak menghalangi tiga bocah untuk mencari pertolongan ke Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Garut.

Mereka datang bukan untuk melaporkan kebakaran. Melainkan meminta bantuan melepaskan sandal yang menjepit kaki.

Peristiwa tersebut di alami Zaelani (13), warga Kampung Sukagalih Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul.

Saat bersepeda di tengah hujan, sandal yang di kenakannya tersangkut kuat di pergelangan kaki hingga menimbulkan rasa nyeri. Tidak mampu melepaskannya sendiri, Zaelani bersama dua temannya langsung mendatangi Mako Disdamkarmat Garut.

Baca Juga: Buah Cinta SPPG Sukaluyu 2 Garut Siap Manjakan 1.500 Penerima Manfaat MBG

Kepala Disdamkarmat Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, membenarkan kejadian penyelamatan yang tergolong tidak biasa tersebut. Ia menyebut peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.12 WIB ketika hujan masih turun cukup deras.

“Tiga anak datang bersepeda ke Mako. Salah satunya mengeluh kesakitan karena sandal menjepit kaki dan tidak bisa ia lepas,” ujar Eko.

Petugas Regu 1 yang sedang piket langsung bergerak cepat. Dengan teknik penyelamatan yang aman dan hati-hati, petugas berhasil melepaskan sandal yang menjepit kaki Zaelani dalam waktu sekitar delapan menit.

“Alhamdulillah, proses berjalan lancar dan kaki anak tersebut tidak mengalami luka,” katanya.

Eko menegaskan peran pemadam kebakaran saat ini tidak terbatas pada penanganan kebakaran semata. Pihaknya juga menjalankan fungsi penyelamatan untuk berbagai kondisi darurat yang masyarakat alami.

“Kami siaga 24 jam. Bagi anak-anak, kejadian seperti ini bisa sangat mengkhawatirkan. Kami senang bisa membantu dan memastikan mereka aman,” tutupnya.

(Y.A. Supianto)

Pramuka Penegak Pamarican Ciamis Konsolidasi Organisasi Lewat Sidparran 2026

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Katua Kwarran gerakan Pramuka Pamarican Ciamis Baehaqi Efendi saat gelar Sidparran

CIAMIS FOKUSJabar.id: Dewan Kerja Ranting (DKR) Pamarican menggelar Sidang Paripurna Ranting (Sidparran) Tahun 2026 di Aula MAN 4 Ciamis, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Forum ini menjadi ruang konsolidasi Pramuka Penegak dalam merumuskan arah gerak organisasi ke depan.

Sidparran diikuti perwakilan tujuh pangkalan Penegak Gugus Depan, yakni MAN 4 Ciamis, SMK Al-Manar, MA IPHI, SMK Al-Ikhsan, SMA Negeri 1 Pamarican, SMA IT Nurul Huda Margajaya, serta MA Nurul Hidayah Sidamulih.

Baca Juga: Rumah Warga Kawunglarang Ciamis Terancam Longso

DKC Kwarcab Ciamis, Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Pamarican, serta jajaran pengurus DKR Satria Praja Ditakerti Pamarican hadir dalam kegitan ini. Kehadiran unsur pembina dan orang dewasa mencerminkan penerapan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan. Tentunya sekaligus dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.

Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Pamarican, Baehaki Effendi, menegaskan Sidparran memegang peran strategis dalam mengevaluasi program kerja. Sekaligus menyusun gagasan dan rencana kegiatan yang lebih terarah.

“DKR harus mampu mengembangkan program secara kreatif dan inovatif. Tentunya untuk menjawab kebutuhan Pramuka Penegak dan Pandega di Kecamatan Pamarican,” ujar Baehaki, Sabtu (7/2/2026).

Ia menjelaskan, Sidparran tidak sekadar menjadi forum diskusi dan perencanaan. Namun juga momentum memperkuat silaturahmi antarpangkalan, menjaga soliditas organisasi, serta menumbuhkan semangat kolaborasi di kalangan Pramuka Penegak.

“Saya berharap sidang ini melahirkan program kerja yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Kemudian memberi dampak nyata bagi kemajuan Gerakan Pramuka di Pamarican,” katanya.

Baehaki menambahkan, dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Sidparran DKR Pamarican Tahun 2026 dapat menjadi titik awal penguatan peran Pramuka Penegak sebagai agen perubahan, pelopor, sekaligus calon pemimpin masa depan.

“Pramuka Penegak harus siap mengambil peran strategis dan menjadi pemimpin di tengah masyarakat,” tegasnya.

(Husen Maharaja)

Bank BJB Salurkan KUR untuk Dongkrak Produktivitas Jagung di Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Petani Jagung di Pangandaran saat menerima bantuan KUR.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bank BJB memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Pangandaran melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani jagung. Program ini menyasar peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Melalui KUR, Bank BJB membantu petani memenuhi kebutuhan modal pada masa tanam jagung. Pembiayaan mencakup pengadaan benih, pupuk, sarana produksi pertanian, serta biaya operasional selama proses tanam hingga perawatan tanaman.

Skema kredit berbunga ringan dengan persyaratan yang mudah membuat KUR BJB menjadi solusi permodalan bagi petani kecil dan menengah. Akses pembiayaan ini diharapkan mendorong petani meningkatkan skala dan kualitas produksi jagung.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyambut positif program tersebut. Penyaluran KUR sejalan dengan strategi daerah dalam mengembangkan jagung sebagai salah satu komoditas unggulan pertanian. Selain berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani, program ini juga berkontribusi menjaga stabilitas pasokan jagung di wilayah Pangandaran.

Manager Bisnis Komersil dan UMKM Bank BJB, Wisnu Wibowo, menegaskan bahwa penyaluran KUR mencerminkan komitmen perbankan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya sektor pertanian.

“Bank BJB tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan dan monitoring agar pemanfaatan kredit berjalan optimal dan tepat sasaran,” ujar Wisnu, Sabtu (7/2/2026).

Manfaat program ini langsung dirasakan petani. Yusdiana, salah satu penerima KUR, mengaku terbantu dengan kemudahan akses permodalan untuk usaha tani jagungnya.

“Saya berharap KUR BJB terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak petani, sehingga pertanian jagung di Pangandaran bisa berkembang secara berkelanjutan,” katanya.

(Sajidin)

PGRI Banjar Dorong Perlindungan Hukum Guru dari Kriminalisasi

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Ketua PGRI Kota Banjar

BANJAR,FOKUSJabar.id: Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banjar menilai maraknya pelaporan guru ke polisi akibat tindakan pendisiplinan siswa dapat mengancam masa depan pendidikan karakter. Kondisi ini berisiko membuat guru kehilangan keberanian dalam menegakkan aturan di sekolah.

Ketua PGRI Kota Banjar, Encang Zaenal Muarif, menyebut banyak guru akhirnya memilih diam ketika menghadapi pelanggaran siswa karena khawatir berhadapan dengan proses hukum.

Baca Juga: Wamendagri Sinkronisasi Program Strategis Nasional di Kota Banjar 

“Ketika guru menegur demi kedisiplinan lalu dilaporkan orang tua, muncul ketakutan. Jika dibiarkan, guru bisa bersikap masa bodoh. Dampaknya sangat serius, karakter anak-anak justru terabaikan,” ujar Encang, Sabtu (7/2/2026).

Encang menegaskan bahwa negara sebenarnya telah memberi ruang hukum bagi guru dalam menjalankan fungsi pendidikan. Mahkamah Agung telah menegaskan bahwa guru tidak dapat dipidana hanya karena mendisiplinkan siswa.

Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru memberikan kewenangan kepada guru untuk menjatuhkan sanksi mendidik kepada peserta didik yang melanggar norma atau tata tertib sekolah.

Dalam Pasal 39 ayat (1), guru berhak memberikan teguran atau peringatan, baik secara lisan maupun tertulis. Pasal 40 dan 41 bahkan menjamin perlindungan hukum bagi guru dari ancaman, intimidasi, hingga perlakuan tidak adil saat menjalankan tugas profesionalnya.

Implementasi Aturan Belum Optimal

Meski demikian, Encang menilai implementasi aturan tersebut belum berjalan optimal di lapangan. Ia menyebut sebagian aparat penegak hukum masih kurang memahami konteks pendidikan saat menangani laporan terhadap guru.

“Payung hukumnya ada, tetapi belum cukup spesifik. Guru tetap rentan menjadi objek kriminalisasi. Karena itu, kami mendorong lahirnya regulasi yang lebih tegas dan khusus untuk melindungi guru,” katanya.

Di sisi lain, PGRI Kota Banjar juga menyampaikan harapan kepada Kapolres Banjar yang baru, AKBP Didi Dewantoro. Encang berharap kepemimpinan baru mampu membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih erat dengan dunia pendidikan.

“Kami berharap kepolisian dan guru bisa bersinergi membangun pendidikan karakter. Anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan berakhlak,” ucapnya.

Menurut PGRI, pendidikan karakter hanya dapat berjalan efektif jika guru merasa aman dan terlindungi. Guru yang bekerja tanpa rasa takut akan lebih berani menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan etika kepada peserta didik.

(Budiana Martin)