spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 167

Diduga Lakukan Penipuan, Pendamping PKH Pangandaran Dipanggil Koordinator

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Suasana pemanggilan pendamping PKH.(fokusjabar.id/Sajidin)

‎‎PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pangandaran memanggil pendamping PKH berinisial E, Rabu (26/8/2026). Pemanggilan dilakukan buntut dugaan penipuan terhadap seorang warga dengan kerugian mencapai Rp12 juta.

‎Pertemuan berlangsung di Kantor Koordinator PKH Kabupaten Pangandaran sekitar pukul 08.00 WIB. Turut hadir Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Sosial (Dayalinjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran, Rayi Pasya.

‎Koordinator PKH Kabupaten Pangandaran, Ina Nuraeni, mengatakan dalam pertemuan itu E menyatakan kesediaannya bertanggung jawab penuh atas persoalan yang terjadi.

Baca Juga: Nasabah Mandiri di Kalipucang Pangandaran Gunting Kartu ATM dan Tutup Rekening

‎”Tadi sekitar pukul 08.00 WIB sudah dipanggil. Termasuk dari dinas pun ada perwakilan oleh Pak Rayi Pasya,” ujarnya di ruang kerjanya.

‎Menurut Ina, kesanggupan E dituangkan dalam berita acara. E juga bersedia meminta maaf kepada korban dan mengembalikan seluruh kerugian.

‎”Pada intinya yang bersangkutan siap bertanggung jawab. Itu dituangkan dalam berita acara. E mau meminta maaf kepada korban dan siap bertanggung jawab, termasuk kepada instansi PKH,” kata Ina.

‎E bahkan disebut berencana mengajukan pinjaman ke perbankan untuk mengembalikan uang korban sebesar Rp12 juta.

‎”Hari ini juga katanya mau melakukan pinjaman ke perbankan,” jelasnya.

Ini Alasan Gunakan Uang

‎Ina mengaku belum mengetahui secara pasti alasan E menggunakan uang tersebut. Namun ia menduga uang itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

‎”Kan E ini domisili asli Ciamis, di sini hanya kerja,” paparnya.

‎Terkait isu uang digunakan untuk judi online, Ina mengaku tidak mengetahui. 

‎”Itu mah dulu katanya memang seperti itu, waktu kepemimpinan bukan saya. Kalau sekarang enggak tahu,” ungkapnya.

‎Ina menyebut selama ini kinerja E sebagai pendamping PKH tergolong baik dan laporan hariannya tidak bermasalah. Namun kasus ini tetap menjadi perhatian karena menyangkut nama baik institusi.

‎”Kalau tidak dibereskan, kemungkinan yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi tegas. Kan ada kode etiknya,” tegasnya.

‎Ia akan berkonsultasi dengan pihak provinsi untuk menentukan sanksi terhadap E. “Kalau belum diselesaikan oleh E, apakah dapat SP 2 atau SP 3, tergantung penyelesaiannya,” ucap Ina.

‎Kasus ini bermula dari laporan Maryati (42), warga Kecamatan Pangandaran. Ia mengaku ditawari gadai mobil Timor oleh Samsul. Mobil tersebut disebut milik E yang butuh uang biaya masuk sekolah anaknya.

‎E bersama Samsul dan Asep kemudian datang menemui Maryati. Disepakati nilai gadai Rp12 juta dengan jangka waktu 2 bulan.

Gadai Mobil Rp10 Juta 

‎Namun Maryati baru mengetahui mobil itu masih digadai ke pihak lain senilai Rp10 juta. Ia kemudian menyerahkan Rp10 juta untuk menebus dan Rp2 juta diberikan langsung ke E.

‎”Saya menyerahkan uang Rp10 juta untuk menebus mobil itu. Setelah itu saya memberikan Rp2 juta kepada E, sehingga total uang yang saya keluarkan Rp12 juta,” kata Maryati, Selasa (25/8/2026).

Baca Juga: Pendamping PKH di Pangandaran Dilaporkan IRT

‎Beberapa minggu kemudian, E dan Samsul kembali datang dengan alasan mobil akan ditebus karena ada yang mau beli. Maryati menyerahkan kunci mobil dan E meninggalkan sepeda motor.

‎Hingga kini mobil maupun uang Rp12 juta belum dikembalikan. Merasa dirugikan, Maryati menahan motor Honda Beat milik E dan motor pelat merah sebagai jaminan. 

‎Atas kejadian itu, Maryati bersama suami telah melaporkan E ke Polres Pangandaran.

‎(Sajidin)

Sengketa SDN 026 Bojongloa, Begini Sikap Disdik Kota Bandung

0
Bandung@fokusjabar.id
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menargetkan seluruh siswa SD Negeri 026 Bojongloa mulai belajar di sekolah sementara, SDN 148 Cibaduyut, pada 4 September 2026. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menargetkan seluruh siswa SD Negeri 026 Bojongloa mulai belajar di sekolah sementara, SDN 148 Cibaduyut, pada 4 September 2026.

Persiapan perpindahan dilakukan secara bertahap. Disdik lebih dulu menggelar simulasi dengan mengajak siswa mengenali rute perjalanan dari rumah menuju sekolah sekaligus beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru.

Kepala Disdik Kota Bandung Asep Saeful Ghufron mengatakan, simulasi dilakukan berdasarkan rombongan belajar (rombel). Pekan ini, giliran siswa kelas 5 mengikuti simulasi perjalanan menuju SDN 148 Cibaduyut.

Baca Juga: Satu Nama Sapu Bersih Dukungan 27 DPC, Musda Demokrat Jabar Mengarah ke Aklamasi

“Simulasi pertama, jadi memperkenalkan mulai dari alur. Dia kan rumahnya di sekitar sana, dipastikan tidak menyeberang,” kata Asep di Balai Kota Bandung Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, siswa juga dikenalkan dengan rute yang aman dan didorong untuk berjalan kaki dari rumah menuju sekolah. Selain menjaga kesehatan, langkah itu diharapkan membuat siswa terbiasa dengan perjalanan menuju lokasi belajar yang baru.

“Kita akan mendidik anak-anak itu coba dibiasakan jalan kaki dari rumah ke sekolah. Tidak naik kendaraan, biar sehat juga,” ujarnya.

Tak hanya rute, Disdik juga mengenalkan lingkungan SDN 148 Cibaduyut kepada siswa agar mereka tidak merasa asing saat proses pembelajaran dipindahkan ke sekolah tersebut.

“Kepindahan sementara ke SDN 148 itu kita kenalkan dengan lingkungan yang ada di SDN 148. Itu simulasi dulu, belum kepada fix,” katanya.

Respons Positif Siswa

Asep menyebut, hasil simulasi sejauh ini menunjukkan respons positif dari para siswa. Mereka dinilai menikmati suasana di sekolah yang akan menjadi lokasi belajar sementara tersebut.

“Kalau kita lihat anak-anak senang banget. Suasana tawa. Di lingkungan SDN 148, lingkungannya lebih enak dibandingkan di 026. Halamannya luas, banyak pohon-pohon. Kemarin enjoy banget anak-anak, tawa-ketawa,” ungkapnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan unsur kewilayahan untuk memastikan rute perjalanan siswa dari rumah menuju sekolah.

“Kemarin sudah dipetakan oleh kewilayahan, baik Pak Lurah maupun Pak Camat. Saya sangat berterima kasih kepada jajaran kewilayahan yang mendukung ini,” ucapnya.

Asep menjelaskan, perpindahan sementara dilakukan untuk menjaga kenyamanan sekaligus kondisi psikologis siswa di tengah persoalan hukum yang terjadi di SDN 026 Bojongloa.

Menurut Asep, proses belajar mengajar di SDN 026 tidak dapat dipertahankan dalam kondisi seperti saat ini. Terlebih, persoalan kepemilikan aset sekolah telah memiliki putusan hukum.

“Ini persoalan ini tidak diada-ada, tapi sudah di depan kita. Kita tidak bisa mempertahankan secara tetap berjalan di sekolah SDN 026. Secara hukum sudah clear. Ahli waris yang menang,” katanya.

Bentuk Perlindungan Terhadap Siswa

Asep menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap siswa agar tidak terus berada dalam situasi yang dapat mengganggu kenyamanan dan psikologis mereka.

“Tapi kan tidak nyaman ke anak-anak. Saya kan menyelamatkan anak-anak. Jadi jangan sampai psikologis anak itu terus saja tertekan, sehingga kita evakuasi,” ucapnya.

Lebih lanjut Asepengatakan, target perpindahan seluruh siswa ke SDN 148 Cibaduyut ditetapkan pada 4 September 2026. Namun, pelaksanaan tersebut masih menunggu arahan formal dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Baca Juga: Pemkot Bandung Soroti Perubahan Status Kesejahteraan Desil 5 ke 6

“Mudah-mudahan tadi barusan beliau, Pak Wali, formalnya di tanggal 4 September. Harus sudah didorong semua,” ujarnya.

Meski kegiatan belajar mengajar dipindahkan, SDN 026 Bojongloa tidak akan dikosongkan. Disdik tetap menempatkan penjaga di lokasi serta mempertahankan aset dan barang-barang sekolah.

“SDN 026 tidak dikosongkan, ada penjaga tetap. Masih dikuasai aset itu. Karena barang-barang tidak akan saya keluarkan. Putusan masih non-real, tidak pengosongan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Jembatan Garuda di Pameungpeuk Garut Resmi Beroperasi

0
jembatan garuda garut fokusjabar.id
Jembatan Garuda di Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mendampingi kunjungan kerja Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih dalam rangka meresmikan Jembatan Garuda di Kampung Cikopo, Desa Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk, Rabu (26/8/2026).

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk mempercepat pemerataan infrastruktur dan mendorong kesejahteraan masyarakat di wilayah pelosok.

BACA JUGA:

Bupati Garut Tinjau Pencarian 3 Wisatawan Terseret Arus Pantai Karangpapak

Bupati Garut menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang telah merealisasikan pembangunan jembatan Garuda.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Garut memiliki tantangan tersendiri karena wilayahnya yang luas. Yakni, terdiri dari 42 kecamatan dengan jumlah penduduk sekitar 2,9 juta jiwa serta di aliri lebih dari 115 sungai.

“Sehingga menurut saya bahwa keputusan panglima untuk memenuhi keinginan Pak Presiden Pak Prabowo untuk membangunkan jembatan merupakan sesuatu yang kami butuhkan. Apalagi merupakan jembatan yang membantu akses masyarakat bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Sehingga jembatan ini akan sangat membantu dalam semua aspek kehidupan masyarakat,” kata Bupati.

Ia juga berpesan kepada Pemerintah Desa Pameungpeuk dan masyarakat untuk menjaga serta merawat fasilitas publik tersebut. Dengan begitu, manfaatnya dapat di rasakan dalam jangka panjang.

“Pak Kades titip, jembatan ini di buat dengan jerih payah teman-teman angkatan darat. Tolong di pelihara,” ungkapnya.

Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih menegaskan, Jembatan Garuda di bangun untuk memangkas jarak dan waktu tempuh warga.

Jika sebelumnya warga harus berputar jauh atau menggunakan moda transportasi lain, kini penyeberangan antarwilayah dapat di tempuh dalam waktu sekitar dua menit.

BACA JUGA:

Putri Karlina Dorong Pramuka Dukung Swasembada Pangan

“Alhamdulillah ini pemberian dari programnya bapak Presiden. Mudah-mudahan rakyat bisa menikmatinya. Kita selaku penerus di wilayah, Kodam, Korem Kodim hanya melanjutkan dan membangun untuk masyarakat,” katanya.

Pangdam III/Siliwangi juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan gotong royong masyarakat setempat yang turut bekerja sama dengan para prajurit TNI selama proses pembangunan berlangsung.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Tinjau Pencarian 3 Wisatawan Terseret Arus Pantai Karangpapak

0
bupati garut pantai karangpapak fokusjabar.id
Bupati Garut saat meninjau pencarian korban

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin meninjau langsung lokasi penanganan musibah terseretnya tiga wisatawan di Pantai Karangpapak, Desa Karangpapak, Kecamatan Cikelet, Rabu (26/8/2026).

Turut hadir jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Kodim Garut, Polres Garut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut, Forkopimcam Cikelet, Kepala Satpolairud Pameungpeuk serta Baznas Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda

Kehadiran lintas instansi tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam memaksimalkan upaya pencarian tiga wisatawan yang di laporkan tenggelam.

Bupati Garut menyampaikan duka mendalam dan empati kepada keluarga para korban.

“Kami sangat prihatin dan menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga para korban dapat segera di temukan,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Guna mencegah kejadian serupa berulang, Bupati menginstruksikan jajaran terkait untuk memperketat langkah mitigasi dan pencegahan di kawasan pesisir.

Upaya tersebut mencakup penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), pemenuhan sarana dan peralatan penyelamatan hingga pembenahan sistem penjagaan pantai.

Bupati juga mengimbau wisatawan yang berkunjung ke kawasan pesisir selatan Garut untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi batas jarak aman dari bibir pantai.

Bupati Garut berharap, kerja sama antarinstansi terus di perkuat untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung.

BACA JUGA:

Putri Karlina Dorong Pramuka Dukung Swasembada Pangan

Kehadiran Bupati merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan proses evakuasi, penanganan korban serta evaluasi keselamatan di lokasi wisata berjalan cepat dan tepat.

Pemerintah Kabupaten Garut juga mengimbau masyarakat dan pengelola wisata untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya. Terutama saat musim hujan dan debit air meningkat.

Musibah tersebut menjadi pengingat, wisata boleh, tapi keselamatan nomor satu.

Karena itu, para wisatawan patuhi rambu, jangan berenang di area berbahaya dan ikuti arahan petugas.

Pemkab Garut berkomitmen membenahi sistem pengamanan wisata agar Garut tetap menjadi tujuan wisata yang membanggakan dan aman.

(Bambang Fouristian)

Putri Karlina Dorong Pramuka Dukung Swasembada Pangan

0
putri karlina pramuka fokusjabar.id
Wabup Garut, Putri Karlina

GARUT, FOKUSJabar.id: Wakil Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Putri Karlina menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Lapang Otista Kecamatan Garut Kota, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda

Tema tersebut menekankan peran gerakan Pramuka dalam mendukung ketahanan nasional. Khususnya sektor pangan.

Putri Karlina menyampaikan, keterlibatan anggota Pramuka di perlukan untuk mendukung agenda swasembada pangan.

“Ini hari Peringatan Pramuka ke-65. Teman-teman Pramuka di libatkan supaya punya jiwa untuk bisa menyukseskan swasembada pangan,” ucapnya.

Wakil Bupati juga mengingatkan generasi muda mengenai tantangan global dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Pesan khusus, tantangan kita hari ini makin besar, teknologi berkembang pesat, terus di tambah juga tantangan global. Kemudahan ada tapi kesulitan juga bertambah,” katanya.

Pemkab Garut berharap, para anggota Pramuka dapat membentuk karakter yang kuat, tangguh, adaptif dan mampu menghadapi perubahan zaman.

“Kita berharap adik-adik Pramuka melalui kepramukaannya bisa menjadi sosok anak muda yang lebih kuat dan tangguh menghadapi era perubahan zaman,” pungkas Putri Karlina.

BACA JUGA:

Bupati Garut Apresiasi Open Turnamen Bulu Tangkis Danrem 062/TN Cup III 2026

Pramuka bukan hanya soal tali temali dan baris-berbaris. Saatnya Pramuka turun ke sawah dan ladang.

Dengan semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan,” mari wujudkan swasembada pangan dari bumi perkemahan sampai halaman rumah.

Kegiatan Pramuka dalam mendukung swasembada pangan membuktikan bahwa Pramuka relevan dengan tantangan zaman.

Dari menanam di lahan perkemahan, membuat biopori sampai mengolah pangan lokal. Semua adalah wujud Dasa Darma: cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

(Bambang Fouristian)

Nasabah Mandiri di Kalipucang Pangandaran Gunting Kartu ATM dan Tutup Rekening

0
nasabah bank mandiri pangandaran fokusjabar.id
Irsyad (30), warga Kecamatan Kalipucang, Pangandaran.

‎PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Aksi kekecewaan terhadap Bank Mandiri kembali terjadi. Seorang nasabah, Irsyad (30), warga Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran memilih menggunting kartu ATM dan memindahkan seluruh saldonya ke bank lain.

‎Aksi itu di lakukan Irsyad setelah merasa tidak puas dengan kebijakan dan pelayanan Bank Mandiri belakangan ini.

BACA JUGA:

Pendamping PKH di Pangandaran Dilaporkan IRT

Video saat ia menggunting kartu ATM pun sempat ia abadikan sebagai bentuk protes.

‎Irsyad mengaku sudah menjadi nasabah Bank Mandiri selama hampir 15 tahun. Selama itu, ia merasa nyaman dengan pelayanan bank pelat merah tersebut.

‎Namun belakangan, ia menilai ada sejumlah hal yang membuatnya kecewa.

‎”Pertama bentuknya kekecewaan pribadi sebagai masyarakat. Karena ada pemboikotan lagi, aksi untuk membela masyarakat kecil,” katanya, Rabu (26/8/2026).

‎Ia juga menyoroti soal penindakan rekening yang di duga terkait judi online dan korupsi. Menurutnya, Bank Mandiri seharusnya lebih tegas memblokir rekening-rekening bermasalah tersebut.

‎”Terus kenapa pemerintah, apa dari pihak Bank Mandiri enggak bisa memblokir rekening berbasic judi online, koruptor gitu ya? Nah, yang di pertanyakan kan itu,” katanya.

‎Sebelum menggunting kartu, Irsyad memastikan seluruh saldo di rekeningnya sudah di tarik dan di pindahkan ke bank lain.

‎”Sudah saya tarik semua dan di pindahkan ke bank lain. Ini bentuk kekecewaan saya,” imbuhnya.‎

‎Ia mengaku heran dengan kebijakan yang menurutnya justru merugikan perusahaan sendiri karena persoalan sepele.

‎”Pertamanya nyaman, enak, baiklah pelayanannya baik. Tapi untuk sekarang kenapa Bank Mandiri jadinya kayak gini? Saya yang heran, enggak ada masalah ada masalah sepele bikin dia merugikan perusahaan,” tuturnya.

‎Irsyad juga menyinggung adanya dugaan intervensi dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab terhadap kebijakan internal Bank Mandiri.

BACA JUGA:

JPKP Dampingi Warga Tunggilis Perjuangkan Nasib Petani di Pangandaran 

‎Hingga berita ini di tayangkan, pihak Bank Mandiri belum memberikan keterangan resmi terkait aksi protes nasabah tersebut.

‎Aksi pengguntingan kartu ATM oleh nasabah bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Biasanya aksi ini di lakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan bank yang di anggap merugikan nasabah kecil.

(Sajidin)

Badan Gizi Nasional Ubah Jam Kerja Kepala Dapur

0
Jam Kerja kepala dapur okusjabar.id
Kepala BGN, Sudaryono

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) mengubah aturan jam kerja baru bagi Kepala dapur si seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Indonesia.

Menurutnya, pengawasan kini di lakukan secara ketat. Termasuk melalui pengecekan langsung via konferensi video (zoom) pada jam-jam krusial.

BACA JUGA:

Harga Telur tak Wajar jadi Sorotan Badan Gizi Nasional

Sudaryono menjelaskan, aturan jam kerja telah di tetapkan dalam dua shift utama.

“Jadi jam kerjanya adalah sore hari pukul 17.00 hingga 19.00. Kemudian jam 02.00 hingga pukul 08.00,” kata Sudaryono di kutip JawPos.com, Rabu (26/8/2026).

Mas Dar menyebut, langkah tersebut di ambil untuk memastikan kehadiran personel di saat-saat paling penting dalam proses pengolahan makanan.

Untuk meminimalkan celah kelalaian, BGN menerapkan sistem absensi manual melalui aplikasi Zoom pada pukul 02.00 (di sesuaikan dengan zona waktu masing-masing wilayah).

“Kita Zoom, kita cek orangnya ada nggak, pengawas gizinya ada nggak, kepala dapurnya ada nggak di jam-jam krusial itu,” tegasnya.

Pengawasan ketat ini di lakukan bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi sebelumnya, di temukan adanya kendala pada beberapa titik dapur akibat ketidakhadiran petugas.

“Soalnya ada beberapa dapur, nggak banyak gitu, itu orangnya kagak ada gitu lho. Karena kagak ada, kemudian masaknya asal-asalan,” ungkapnya.

Selain kehadiran personel, aspek Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kualitas bahan baku juga menjadi sorotan utama.

BACA JUGA:

Kepala BGN Sudaryono Optimalkan Anggaran Rp240 Trilyun

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Kepala BGN tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang terbukti melanggar SOP. Terlebih jika pelanggaran tersebut sampai menimbulkan kejadian fatal atau masuk dalam ranah hukum.

Peringatan keras Sudaryono di sampaikan di tengah upaya BGN membenahi tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak penyediaan makanan dalam program MBG.

Sudaryono siap mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran setelah melalui proses pemeriksaan dan investigasi.

Dia mengatakan, pembenahan menjadi salah satu fokus utama sejak dirinya di percaya memimpin BGN. Seluruh aspek pelaksanaan program akan di evaluasi. Mulai dari tata kelola hingga penerapan SOP di lapangan.

“Intinya kita benahi semua. Mulai dari tata kelola hingga SOP. Termasuk rantai pasok dan cara belanja,” ungkapnya.

(Bambang Fouristian)