spot_imgspot_img
Sabtu 4 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 165

PSGC Ciamis Punya Bintang Muda, Ini Sosoknya

0
ciamis@fokusjabar.id
Izmir Emirullah Yandrika

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Promosi PSGC Ciamis ke Liga 2 Tahun 2026 turut melambungkan nama salah satu pemain mudanya, Izmir Emirullah Yandrika menyabet predikat Best Player Young U-20. Pemuda asal Desa Imbanagara ini menjadi simbol kebangkitan talenta lokal Tatar Galuh.

Di balik kesuksesan tersebut, Izmir ternyata masih aktif sebagai mahasiswa semester 4 Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Ia harus membagi waktu antara perkuliahan dan latihan sepak bola profesional.

Kerja kerasnya berbuah hasil. Sepanjang musim Liga 3, Izmir beberapa kali di percaya pelatih turun sebagai starter dan perlahan menjadi bagian penting dalam pola permainan tim. Ia mengaku sangat bersyukur bisa ikut mengantarkan PSGC ke Liga 2.

Baca Juga: SSB Putra Nusantara Benteng Jadi Harapan Baru Pembinaan Sepak Bola Anak Ciamis

“Alhamdulillah Izmir pribadi bisa membawa PSGC ke Liga 2 dan juga menjadi best player young, kedepannya semoga Izmir dan PSGC bisa kerja sama lagi,” tuturnya saat di wawancarai seusai konvoi bersama pemain PSGC, di Pendopo Bupati, Senin (09/02/2026). 

Namun menurutnya, perjalanan justru baru di mulai. Kompetisi Liga 2 akan menghadirkan persaingan jauh lebih berat, terutama bagi pemain muda.

“Pemain muda harus bisa bersaing dengan pemain senior yang pengalamannya tinggi. Itu tantangan terbesar buat saya,” katanya.

Izmir menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas latihan. Ia bertekad membuktikan mampu kembali tampil di Liga 2 musim depan.

“Insyaallah saya ingin membuktikan bisa kembali di percaya bermain bersama PSGC di Liga 2 musim depan,” tegasnya.

Baca Juga: Laga Penuh Drama di Sriwedari, PSGC Ciamis Pastikan Promosi Liga 2

Kebanggaan Masyarakat Ciamis

Selain itu, ia juga berharap dapat terus di percaya membela PSGC dan berkembang bersama tim kebanggaan masyarakat Ciamis tersebut.

“Semoga bisa kerja sama lagi dengan PSGC dan ke depan ingin meraih prestasi lebih tinggi,” ucapnya.

Meski namanya mulai di kenal, Izmir menegaskan dia tetap ingin menjaga sikap.

“Alhamdulillah, Izmir juga sangat bersyukur tapi harus tetap rendah hati dan jangan cepat merasa puas, tidak boleh sombong tentunya masih banyak target yang harus di capai ,” pungkasnya.

(Mia)

Konvoi Kemenangan Warnai Kedatangan PSGC Ciamis Usai Lolos Liga 2

0
Konvoi Kemenangan Warnai Kedatangan PSGC Ciamis Usai Lolos Liga 2
Konvoi Kemenangan Warnai Kedatangan PSGC Ciamis Usai Lolos Liga 2

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Keberhasilan PSGC Ciamis menembus kompetisi Liga 2 memicu gelombang euforia di Kabupaten Ciamis. Ribuan warga dan suporter tumpah ruah menyambut kedatangan Laskar Singacala di Stasiun Ciamis sejak Senin pagi (9/2/2026).

Begitu tiba, para pemain, pelatih, dan oficial PSGC langsung bergabung dalam konvoi kemenangan bersama suporter dan masyarakat. Rombongan bergerak menuju Pendopo Bupati Ciamis sebagai titik akhir perayaan.

Baca Juga: HPN 2026, PWI Ciamis Siapkan Aksi Nyata Peduli Lingkungan

Sepanjang rute, suasana meriah terasa kental. Yel-yel dukungan menggema, bendera PSGC berkibar di berbagai sudut jalan, sementara warga dengan antusias menyapa dan mengabadikan momen bersejarah tersebut.

Setibanya di Pendopo Bupati Ciamis, jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama masyarakat kembali menyambut PSGC dengan penuh kebanggaan. Momen tersebut menjadi simbol kegembiraan kolektif atas pencapaian klub kebanggaan Tatar Galuh di level sepak bola nasional.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen tim PSGC. Ia menyebut para pemain sebagai pahlawan olahraga yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Ciamis.

“Para pemain PSGC adalah pahlawan sepak bola Ciamis. Mereka membawa nama daerah ini bersinar di tingkat nasional,” ujar Herdiat.

Ia mengapresiasi kerja keras, semangat juang, serta kekompakan pemain, pelatih, dan manajemen tim yang terus berjuang hingga berhasil naik ke level kompetisi yang lebih tinggi.

“Prestasi ini lahir dari proses panjang dan penuh tantangan, bukan sesuatu yang instan,” ucapnya.

Herdiat menegaskan, pencapaian tersebut menuntut pengorbanan besar, mulai dari tenaga, waktu, hingga pikiran seluruh elemen tim.

“Keberhasilan ini mencerminkan komitmen dan kerja keras yang luar biasa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Herdiat menyebut keberhasilan PSGC menembus Liga 2 menjawab penantian panjang masyarakat Ciamis yang selama ini setia mendukung kebangkitan sepak bola daerah.

“Dukungan sponsor dan semua pihak sangat menentukan. Semoga sinergi ini terus terjaga demi kemajuan sepak bola Ciamis ke depan,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Wali Kota Bandung Minta BPBD dan Damkar Lebih Sensitif Tangani Bencana

0
Bandung@FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan pentingnya kecepatan dan kepekaan aparat dalam merespons setiap bencana yang terjadi di wilayah Kota Bandung. Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) selalu siaga melayani masyarakat dalam situasi darurat.

Farhan menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh menunggu dan harus dilakukan secara cepat, tepat, serta penuh empati terhadap kondisi warga terdampak.

Baca Juga: Hampir Separuh Pelajar Bandung Terindikasi Gangguan Mental, Pemkot Perkuat Layanan Psikologi

“Saya menekankan kepada BPBD dan Damkarmatan agar benar-benar sensitif. Kemudian dapat bergerak cepat dalam memberikan layanan pada setiap kejadian bencana,” ujar Farhan, Senin (9/2/2026).

Ia menyebut Kota Bandung setiap hari menghadapi beragam potensi kejadian, baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia. Karena itu, sistem respons cepat dan koordinasi lintas sektor memegang peran penting dalam menekan risiko dan dampak bencana.

Menurut Farhan, selama ini BPBD dan Damkarmatan telah menunjukkan kinerja yang baik. Kecepatan respons serta penyelesaian di lapangan menjadi kekuatan utama dalam menjaga keselamatan warga.

“Hingga saat ini, kami masih melihat pelayanan yang sangat baik, dengan respons cepat dan penanganan yang juga cepat,” katanya.

Meski demikian, Farhan menilai masih banyak kejadian di lingkungan masyarakat yang terlambat terdeteksi atau tidak segera dilaporkan. Padahal, kecepatan informasi sangat menentukan efektivitas penanganan darurat.

Peran Aktif Aparat Kewilayahan

Ia menyinggung sejumlah peristiwa yang terjadi belakangan, seperti insiden warga tenggelam di kawasan Binong dan rumah roboh. Hingga kebakaran di wilayah Babakan Ciparay. Menurutnya, rangkaian kejadian tersebut harus menjadi alarm kewaspadaan bagi seluruh jajaran pemerintah.

“Kebakaran di Babakan Ciparay kemarin menjadi peringatan bagi kita semua agar selalu waspada. Kemudian menangani setiap persoalan secara cepat dan tuntas,” ucapnya.

Farhan meminta aparat kewilayahan, mulai dari camat hingga lurah, meningkatkan peran aktif dalam memantau potensi kerawanan di wilayah masing-masing. Serta memperkuat koordinasi dengan BPBD dan Damkarmatan.

“Pendekatan kewilayahan yang intensif akan membantu mendeteksi potensi bencana sejak dini, sehingga dampaknya bisa diminimalkan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Ratusan Member Geruduk Kantor MBAstrack di Pangandaran 

0
Pangandran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana di kantor MBAstrack Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kekecewaan ratusan warga Pangandaran memuncak, mereka mendatangi kantor MBA (MBAstack Limited Company) di Kecamatan Parigi, Senin (9/2/2026), setelah dana yang ditanamkan dalam aplikasi tersebut tak kunjung bisa dicairkan.

Warga yang mayoritas merupakan anggota atau member MBA merasa tertipu. Saat tiba di lokasi, mereka mendapati kantor dalam keadaan tertutup tanpa satu pun pegawai yang dapat dimintai penjelasan. Situasi sempat memanas seiring luapan emosi para korban.

Baca Juga: ‎Investasi Bodong MBAstack Kolaps, Ribuan Member di Pangandaran Gigit Jar

Aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan lokasi. Puluhan personel Polres Pangandaran terjun untuk menenangkan massa dan mencegah tindakan anarkis.

Polisi kemudian mengarahkan ratusan warga bergeser ke kawasan Alun-alun Parigi. Di lokasi tersebut, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari memberikan penjelasan sekaligus mengimbau masyarakat agar menempuh jalur hukum.

AKBP Ikrar menjelaskan bahwa MBA mengklaim bergerak di bidang periklanan, namun di dalam praktiknya terdapat skema rekrutmen anggota dengan kewajiban setoran dana atau deposit.

“Warga datang karena merasa rugi. Perusahaan ini bukan investasi, tetapi ada iuran yang menjadi beban anggota,” kata Ikrar di hadapan massa.

Ia menyebutkan, anggota MBA berasal dari berbagai kecamatan di Pangandaran dan telah menyetorkan dana dengan nominal yang bervariasi. Bahkan, sebagian warga mengaku menyetor dana hingga ratusan juta rupiah.

“Informasi yang kami terima, ada yang mencapai Rp100 juta per orang. Jika menghitung keseluruhan, jumlah kerugiannya sangat besar,” ujarnya.

Kapolres memastikan kepolisian akan menindaklanjuti kasus tersebut. Saat ini, Polres Pangandaran masih melakukan pendataan korban dan membuka layanan pengaduan melalui Satuan Reserse Kriminal untuk menerima laporan resmi dari masyarakat.

(Sajidin)

‎Investasi Bodong MBAstack Kolaps, Ribuan Member di Pangandaran Gigit Jari

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana keresahan member MBAstack di Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Skema investasi yang dijalankan aplikasi MBA (MBAstack Limited Company) resmi runtuh. Sejak awal Februari 2026, ribuan pengguna aplikasi tersebut gagal menarik dana, hingga aparat memastikan platform itu sebagai penipuan.

Para anggota mulai merasakan kejanggalan ketika sistem penarikan dana mendadak terganggu. Pengelola aplikasi lebih dulu mengirim pesan di grup WhatsApp melalui admin bernama Nathalie. Ia menjanjikan penurunan biaya penarikan dari 8 persen menjadi 3 persen yang disebut akan berlaku mulai 9 Februari 2026.

Baca Juga: Keteguhan Ica, Siswi SD di Pangandaran yang Berjualan Demi Keluarga Menyentuh Hati Bupati

Janji itu tak pernah terwujud. Sejak 4 hingga 6 Februari, aplikasi menghentikan sementara layanan penarikan dengan alasan sinkronisasi data bersama bank mitra. Meski saldo pengguna terpotong, dana tidak pernah masuk ke rekening tujuan dan hanya menampilkan status “Dalam Proses”.

Kondisi ini memicu kekecewaan para anggota. Salah satunya, Kholid, mengaku menaruh kepercayaan penuh pada janji pengelola sebelum akhirnya menyadari dana investasinya tak bisa terselamatkan.

“Saldo saya berkurang, tapi uangnya tidak pernah masuk ke rekening. Penarikan selalu mentok di status ‘Dalam Proses’,” ujar Kholid.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pemantauan sejak awal untuk mengantisipasi keresahan warga. Ia menegaskan MBAstack tidak bergerak di bidang investasi, melainkan perusahaan periklanan yang menyalahgunakan sistem rekrutmen berbayar.

Izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Menurutnya, pengelola menarik iuran dengan nilai bervariasi, mulai dari Rp4,5 juta hingga mencapai Rp100 juta per anggota.

“Setiap pihak yang menghimpun dana masyarakat wajib memiliki izin OJK. Jika tidak, itu sudah masuk kategori pelanggaran,” tegas AKBP Ikrar.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran keuntungan instan, terlebih yang hanya mengandalkan aktivitas sederhana seperti menyukai konten digital.

Hingga kini, Polres Pangandaran mencatat sekitar 30 hingga 40 laporan informal dari korban dan jumlah tersebut dalam perkiraan terus bertambah. Polisi telah membuka posko pengaduan untuk menampung laporan resmi masyarakat yang merasakan kerugian.

Selain itu, aparat masih melakukan pengamanan di kantor MBA wilayah Parigi guna mencegah potensi kericuhan akibat emosi massa.

(Sajidin)

Keteguhan Ica, Siswi SD di Pangandaran yang Berjualan Demi Keluarga Menyentuh Hati Bupati

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Bupati Pangandaran Citra Pitriyami saat berbincang-bincang dengan Ica

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Keteguhan hati Khoenunisa (Ica), siswi kelas V SDN 2 Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, menyentuh perhatian banyak pihak. Di usia yang baru menginjak 11 tahun, gadis yang akrab disapa Ica itu memilih berjualan sate totok di lingkungan sekolah demi membantu perekonomian keluarganya.

Setiap hari, Ica memanfaatkan waktu di luar jam pelajaran untuk berjualan. Keputusan itu lahir dari kesadarannya sendiri, bukan karena paksaan siapa pun. Sikap mandiri tersebut akhirnya sampai ke telinga Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga: Bank BJB Salurkan KUR untuk Dongkrak Produktivitas Jagung di Pangandaran

Mendengar kisah Ica, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama jajaran langsung mendatangi SDN 2 Kalipucang pada Senin (9/2/2026). Kehadiran orang nomor satu di Pangandaran itu disambut antusias oleh para siswa. Sorak sorai dan pelukan hangat mengiringi langkah Bupati Citra memasuki halaman sekolah.

Para siswa bergantian menyalami sang bupati, bahkan tak sedikit yang mengajak berfoto bersama. Di tengah keramaian itu, Bupati Citra menyempatkan diri menghampiri Ica dan berbincang secara langsung. Ia kemudian memborong seluruh dagangan sate totok milik Ica dan membagikannya kepada para siswa.

Kepada Bupati Citra, Ica mengaku berjualan atas keinginannya sendiri. Ia ingin membantu sang nenek yang selama ini merawatnya setelah orang tuanya tidak lagi bersamanya.

“Jualan ini kemauan saya sendiri, tidak disuruh siapa-siapa,” ujar Ica polos.

Selain sate totok, Ica juga pernah berjualan mainan anak-anak. Uang hasil jualannya selalu ia serahkan kepada sang nenek. Ia bahkan mengungkapkan hanya memiliki satu setel seragam sekolah yang Ica pakai sehari-hari.

Rasa Bangga dan Hru Bupati Pangandaran

Mendengar hal tersebut, Bupati Citra menyampaikan rasa bangga dan harunya. Menurutnya, keberanian dan kemandirian seperti yang Ica sudah sudah jarang terlihat pada anak seusianya.

“Saya sangat mengapresiasi anak seusia Ica. Kalau orang Sunda bilang, wanter tidak malu dan berani membantu neneknya berjualan,” kata Bupati Citra kepada wartawan.

Ia menilai sosok Ica layak menjadi inspirasi bagi siswa lain karena mampu bertanggung jawab tanpa mengabaikan pendidikan.

“Ica ini contoh nyata. Ia berjualan, tapi tetap sekolah dan tidak mengganggu jam pelajaran,” tambahnya.

Sebagai bentuk perhatian, Bupati Citra mengajak Ica ke Pasar Kalipucang menggunakan mobil dinas untuk membelikan seragam sekolah baru. Ica mendapat pengawalan layaknya anak pejabat, sebuah pengalaman yang membuatnya terharu.

Di tengah momen tersebut, sang nenek mendekat dengan mata berkaca-kaca. Tangis haru tak terbendung melihat cucunya mendapat perhatian dan perlakuan istimewa dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Kisah Ica menjadi pengingat bahwa ketulusan, keberanian, dan tanggung jawab dapat tumbuh dari kesederhanaan.

(Sajidin)

Hampir Separuh Pelajar Bandung Terindikasi Gangguan Mental, Pemkot Perkuat Layanan Psikologi

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Hasil skrining Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Sebanyak 71 Ribu Siswa di Kota Bandung Terindikasi Gangguan Mental

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Hasil skrining kesehatan mental yang dilakukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan kondisi yang memprihatinkan di Kota Bandung. Hampir setengah pelajar yang mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental.

Data pemeriksaan pada periode Agustus hingga Oktober 2025 mencatat, dari 148.239 siswa jenjang SD hingga SMA, sebanyak 71.433 siswa atau sekitar 48,19 persen menunjukkan indikasi gangguan mental dengan tingkat keparahan yang beragam.

Baca Juga: HomPim Play Dago Pakar Hadirkan Konsep Wisata Keluarga Terpadu di Bandung

Menanggapi temuan tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan Pemerintah Kota Bandung langsung mengambil langkah penanganan terpadu bersama pihak sekolah dan tenaga psikolog medis.

“Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan agar setiap kelurahan membuka layanan praktik psikologi klinis melalui 12 puskesmas. Kami sudah melakukan koordinasi untuk menjalankan arahan tersebut,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (9/2/2026).

Farhan menegaskan, penanganan siswa tidak bisa berlangsung secara serampangan. Pemerintah menyiapkan alur penanganan yang bermulai dari lingkungan sekolah melalui asesmen terstruktur.

“Proses awal harus melalui asesmen di sekolah oleh guru Bimbingan Konseling. Karena itu, kami akan memperkuat kapasitas guru BK agar mampu melakukan deteksi dan asesmen awal,” jelasnya.

Komunikasi Intensif dengan Orangtua Siswa

Setelah asesmen awal, sekolah wajib menjalin komunikasi intensif dengan orang tua siswa. Farhan menekankan pentingnya pendekatan yang tepat agar pendampingan berjalan efektif tanpa memicu kepanikan.

“Komunikasi dengan orang tua harus tersampaikan secara hati-hati. Tujuannya agar tidak muncul penolakan atau kekhawatiran berlebihan,” katanya.

Jika asesmen awal menunjukkan indikasi gangguan yang lebih serius, sekolah akan merujuk siswa ke psikolog untuk pemeriksaan lanjutan. Psikolog kemudian menentukan kebutuhan rujukan lanjutan ke psikolog klinis di puskesmas.

“Mekanisme ini khusus bagi siswa karena berkaitan dengan perlindungan anak dan sistem sekolah,” tegas Farhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron menyebutkan bahwa penguatan kesehatan mental pelajar sebenarnya telah berjalan sejak 2025 melalui berbagai program strategis.

Salah satu program yang berjalan adalah penguatan karakter dengan pendekatan bela negara yang melibatkan unsur TNI dan Polri. Program tersebut bertujuan membangun pola pikir positif, kemandirian, rasa tanggung jawab, serta ketahanan mental siswa.

“Program ini kami prioritaskan bagi siswa kelas 9 SMP karena mereka berada pada fase yang paling rentan secara psikologis,” ujar Asep.

Ia menambahkan, Disdik Kota Bandung menggandeng berbagai perangkat daerah dalam upaya ini. Penanganan kesehatan mental siswa berlangsung secara kolaboratif bersama Dinas Kesehatan, DP3A, dan Dinas Sosial.

“Persoalan kesehatan mental anak menyentuh banyak aspek. Karena itu, penanganannya harus lintas sektor dan saling terintegrasi,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)