spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 155

Pemilu 2029, Partai Demokrat Pangandaran Optimis Pecah Telur

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Ketua DPC Partai Demokrat Pangandaran, Tarsuli.(fokusjabar.id/Sajidin)

‎PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: DPC Partai Demokrat Kabupaten Pangandaran memasang target meraih dua kursi DPRD pada Pemilu 2029. Target tersebut sebagai upaya partai untuk ‘pecah telur’ di Kabupaten Pangandaran.

‎Ketua DPC Partai Demokrat Pangandaran, Tarsuli, mengatakan pihaknya optimistis tantangan itu dapat direalisasikan pada Pemilu 2029 mendatang.

‎”Untuk 2029 kami di Pangandaran mudah-mudahan menghasilkan pecah telur di Pangandaran. Targetnya minimal dua kursi,” kata Tarsuli Sabtu, (29/8/2026).

Baca Juga: Mahasiswa KKN Unigal Pacu Ekonomi Warga Masawah Pangandaran Lewat Tanaman Hias

‎Tarsuli menegaskan target tersebut bukan sekadar harapan. Dia optimistis Partai Demokrat mampu mencetak dua kursi di DPRD Kabupaten Pangandaran pada Pemilu 2029.

‎”Insyaallah optimis, mungkin 2029 kami di Pangandaran bisa mencetak minimal dua,” katanya.

‎Selain mengejar target elektoral, Tarsuli mengatakan Partai Demokrat Pangandaran juga ingin ikut mendorong pembangunan daerah. 

‎Menurutnya, partai akan tetap bergandengan tangan dengan pemerintah daerah untuk membangun Kabupaten Pangandaran.

‎”Juga ikut mendorong dan membantu jalannya pemerintahan di Pangandaran. Kita tetap bergandengan tangan untuk membangun Pangandaran,” tuturnya.

‎Dia berharap langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan Pangandaran yang semakin maju.

‎”Untuk suksesnya, untuk kebersamaannya Kabupaten Pangandaran, sesuai dengan semboyan yang dikatakan Ibu Bupati, Pangandaran itu melesat, melaju dengan cepat,” pungkasnya.

‎Sebelumnya, Target itu di sampaikan langsung Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto saat menghadiri kegiatan ‘Gerakan Langit Biru’ di Pantai Batuhiu, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga: Wakil Bupati Pangandaran Kepincut Partai Demokrat?

‎Seperti di ketahui, partai berlambang mercy ini pernah memiliki 1 kursi di DPRD Pangandaran periode 2014-2019. Namun pada Pemilu 2019 dan 2024, Demokrat Pangandaran tidak mendapatkan kursi sama sekali.

‎Anton mengaku optimis Demokrat Pangandaran akan kembali duduk di legislatif pada 2029.

‎”Insyaallah untuk Kabupaten Pangandaran, akan pecah telor di tahun 2029 nanti. Doakan saja,” ucap Anton kepada wartawan.

(Sajidin)

BGN Kembalikan Uang Negara Rp311 Milyar dari SPPG Fiktif

0
BGN SPPG Fiktif fokusjabar.id
foto: ilustrasi

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) mengembalikan uang negara sebesar Rp 311 milyar dari sejumlah temuan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) fiktif.

Menurutnya, pada tahun 2026 BGN telah melakukan sejumlah pengurangan sekolah dan siswa penerima manfaat program MBG dan menyelidiki SPPG yang tidak beroperasi.

BACA JUGA:

BGN Masih Moratorium, Sudaryono: Pemilik SPPG Harap Sabar

Berdasarkan hasil temuan, terdapat sebanyak 414 SPPG yang sudah mendapat anggaran, namun belum beroperasi.

“Uangnya sudah kita ambil, kita kembalikan ke kas negara Rp 311 milyar. Jadi ini kita sisir semua. Insyaallah so far so good lah ya, manageable gitu,” kata Mas Dar.

Sudaryono menyebut, selain menemukan SPPG yang belum beroperasi, BGN juga menemukan adanya 6 juta penerima MBG yang terhitung dua kali atau double.

“Jadi ada dobel-dobel itu semua kita sisir, itu ada sekitar 6 jutaan,” ujarnya.

Pihaknya juga memastikan sebanyak 80 sekolah di keluarkan dalam daftar penerima program MBG.

Ia menjelaskan, Lembaga pendidikan yang tidak akan menerima MBG merupakan sejumlah swasta elit atau sekolah orang kaya dan sekolah asrama.

“Kita sudah sisir. Beberapa sekolah swasta yang memang swasta elit, saya kira tidak membutuhkan MBG. Nah itu juga beberapa sudah ada berapa ya, 80-an sekolah gitu se-Indonesia, yang kemudian sekolah swasta khususnya,” ucapnya.

Sudaryono mencontohkan, salah satu sekolah yang tidak akan mendapatkan program MBG seperti Taruna Nusantara dan Kemala Bhayangkari.

Hal tersebut di lakukan karena, sekolah tersebut sudah memiliki program sendiri.

BACA JUGA:

Pemerintah Ogah Terburu-buru Membuka SPPG Baru

BGN juga sudah melakukan pengecekan terhadap sejumlah sekolah swasta yang tidak akan mendapatkan program MBG.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, BGN masih melakukan moratorium penerbitan izin SPPG atau dapur MBG baru.

Sudaryono meminta bersabar kepada para pihak yang sudah membangun SPPG.

Dia mengatakan, ada sejumlah mitra SPPG yang sudah di tagih bank karena meminjam modal untuk pembangunan dapur.

“Jadi memang banyak yang sudah bangun dapur, utang ke bank, di kejar-kejar bank. Izinkan kami kasih waktu sedikit lagi untuk kemudian kami bereskan,” tegas Mas Dar.

Sudaryono menyebut, saat ini jumlah SPPG yang sudah beroperasi sebanyak 27.485. Saat ini pihaknya tengah fokus menyisir  melakukan penertiban untuk memastikan tata kelolanya baik dan sesuai dengan SOP.

Dia meminta waktu sampai Oktober untuk menyelesaikan permasalahan MBG. Termasuk dengan penertiban SPPG.

“Jadi kami izinkan di September kalau sudah jelas peraturannya, fix dari Kementerian Keuangan dan K/L yang berhubungan ini secara aturan beres semua. Jadi tidak ada lagi aturan yang kita langgar yang itu kemudian membuat masalah di kemudian hari,” ujar Sudaryono.

(Bambang Fouristian)

Persib vs Manila Digger, Teja Paku Alam: Saya Siap

0
Teja Paku Alam fokusjabar.id
Teja Paku Alam (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Penjaga gawang Persib Bandung, Teja Paku Alam menegaskan, dia dan kolega berada dalam kondisi siap menghadapi laga pembuka AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027 kontra Manila Digger FC.

Menurut Teja Paku Alam, persiapan intensif sekitar 10 hari menjadi modal penting tim kebanggaan Bobotoh untuk mengunci tiket ke fase grup kompetisi ACL Two.

BACA JUGA:

Penyerang Persib Mariano Peralta Waspada Kekuatan Manila Digger

Laga Persib Bandung kontra Manila Digger di gelar di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Senin (31/8/2026) malam.

Teja Oaku Alam menilai, seluruh program latihan yang di berikan tim pelatih selama masa persiapan berjalan dengan baik dan mampu di jalani dengan fokus serta intensitas tinggi.

“Sesi latihan selama 10 hari berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Selain menggenjot kondisi fisik dan kesiapan taktik, pelatih Igor Tolic juga melakukan analisis terhadap kekuatan calon lawannya.

Menurut Teja, Manila Digger bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Terutama karena memiliki pemain-pemain dengan kecepatan dan kondisi fisik yang baik.

“Mereka tim yang bagus dan punya fisikal yang cepat. Itu semua harus kita waspadai,” ungkap Teja.

Kewaspadaan itu semakin penting karena Maung Bandung sudah memiliki pengalaman menghadapi Manila Digger pada musim sebelumnya.

Pengalaman tersebut membuat tim pelatih memiliki gambaran mengenai karakter permainan lawan yang perlu di antisipasi.

BACA JUGA:

Pelatih Persib Igor Tolic Waspadai Serangan Balik Manila Digger

Dalam persiapannya, jajaran pelatih telah memberikan sejumlah rekaman pertandingan Manila Digger kepada para pemain.

Melalui sesi team meeting, lini pertahanan Persib mendapatkan gambaran mengenai pola permainan dan sumber ancaman utama dari tim asal Filipina tersebut.

Teja menyebut, salah satu hal yang menjadi perhatian khusus adalah kemampuan Manila Digger melancarkan serangan balik dengan cepat.

Karena itu, di tuntut untuk tetap disiplin ketika membangun serangan agar tidak memberikan ruang bagi lawan untuk melakukan counter attack.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, penyerang anyar Persib Bandung, Mariano Peralta memastikan timnya berada dalam kondisi siap tempur menghadapi Manila Digger.

Dia mengungkapkan, tim pelatih telah menggembleng fisik dan taktik melalui porsi latihan intensitas tinggi selama beberapa hari untuk mendulang hasil maksimal.

“Persiapannya sangat baik. Kami sudah menjalani beberapa hari latihan yang cukup intens. Kami tahu pertandingan kontra Manila Digger sangat penting,” kata Mariano Peralta.

Pemain asal Argentina ini memasang kewaspadaan tinggi terhadap kekuatan lawan. Menurutnya, Manila Digger bukanlah tim yang bisa di pandang sebelah mata.

BACA JUGA:

Igor Tolic Ungkap Kondisi Tim Persib Bandung

Apalagi klub asal Filipina tersebut memikul ambisi besar untuk melangkah lebih jauh di kompetisi antarklub Asia.

“Kami tahu mereka adalah tim yang bagus. Pertandingan nanti akan sangat sulit. Selain itu, mereka juga memiliki kesempatan untuk lolos ke Champions (ACL Two),” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Polres Ciamis Bekuk Pengedar Minuman Keras

0
Polres Ciamis Minuman Keras fokusjabar.id
Polres Ciamis sita puluhan botol Minuman Keras

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Polres Ciamis Polda Jawa Barat secara intensif terus meningkatkan kegiatan preventif melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai langkah nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kegiatan tersebut di fokuskan pada upaya mengantisipasi tindak kriminalitas C3 (Curat, Curas dan Curanmor), sekaligus menekan peredaran narkoba, Minuman Keras (Miras) dan obat-obatan terlarang yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas.

BACA JUGA:

Budaya Korve Ciamis Raih 3 Terbaik Regional Jawa-Bali

Kapolres Ciamis, AKBP Eko Iskandar menegaskan, KRYD sebagai bentuk kehadiran Polri dalam menciptakan rasa aman serta menjaga lingkungan masyarakat tetap aman dan kondusif bebas dari peredaran Narkoba.

Kegiatan di mulai pukul 21.00-23.00 WIB, personel Polres Ciamis melaksanakan KRYD secara terpadu di sejumlah wilayahuang di pimpin Kasat Intelkam dengan melibatkan KBO Sat Intelkam, personel Sat Intelkam, gabungan piket fungsi serta Tim Maung Galuh Polres Ciamis.

“Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap potensi gangguan kamtibmas serta melakukan tindakan kepolisian terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.

Menurut Eko, KRYD merupakan salah satu langkah preventif dan represif yang di lakukan secara terukur untuk mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas karena peredaran minuman keras dan barang-barang terlarang lainnya perlu terus di tekan karena dapat menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya gangguan keamanan maupun tindak kriminalitas di tengah masyarakat.

“Kami akan terus meningkatkan kegiatan kepolisian. Khususnya pada waktu dan lokasi yang memiliki potensi kerawanan. Sasaran kami tidak hanya mengantisipasi C3, tetapi juga menekan peredaran minuman keras, narkoba dan obat-obatan terlarang. Ini merupakan bagian dari komitmen Polres Ciamis untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ucapnya.

Eko melanjutkan, dari hasil pelaksanaan KRYD, petugas berhasil mengamankan 30 botol minuman keras serta mengamankan seorang laki-laki (RL) yang di duga sebagai pengedar warga Kecamatan Ciamis.

“Selanjutnya di lakukan penanganan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

BACA JUGA:

Satreskrim Polres Ciamis Gerak Cepat Sambangi Balita Kurang Gizi di Tambaksari

Eko menjelaskan, kegiatan KRYD juga menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memberikan efek pencegahan terhadap peredaran minuman keras dan berbagai barang terlarang.

Sehingga  dengan di laksanakannya kegiatan secara rutin dan berkelanjutan, Kepolisian berharap potensi gangguan keamanan yang berawal dari penyalahgunaan maupun peredaran barang-barang tersebut dapat di minimalisir.

Selain melakukan penindakan terhadap temuan di lapangan, personel Polres Ciamis juga terus mengedepankan pendekatan preventif melalui pemantauan wilayah dan komunikasi dengan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing serta segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Budaya Korve Ciamis Raih 3 Terbaik Regional Jawa-Bali

0
Budaya Korve Ciamis fokusjabar.id
Bupati Ciamis menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri RI pada malam penganugerahan di Bali

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Budaya korve atau kerja bakti yang terus di gelorakan di Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Konsistensi tersebut kini berbuah prestasi. Di mana Pemerintah Kabupaten Ciamis meraih penghargaan Kabupaten Terbaik ke-3 Regional Jawa-Bali kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.

BACA JUGA:

Satreskrim Polres Ciamis Gerak Cepat Sambangi Balita Kurang Gizi di Tambaksari

Penghargaan tersebut di raih dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch Dua Tahun 2026.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya menerima langsung penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian pada malam penganugerahan yang digelar di Bali, Jumat (28/8/2026) malam.

Capaian ini menjadi pengakuan atas komitmen dan kerja nyata Pemkab Ciamis dalam membangun tata kelola sampah yang sehat, terpadu dan berkelanjutan. Termasuk melalui gerakan kebersihan yang telah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat.

Selama ini, kegiatan korve rutin tidak hanya di lakukan oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan perkantoran. Gerakan tersebut juga melibatkan pemerintah kecamatan, desa hingga masyarakat di berbagai lingkungan permukiman dan fasilitas umum.

Budaya gotong royong menjaga kebersihan itu sejalan dengan arahan Mendagri, Tito Karnavian yang menekankan pentingnya membangun gerakan bersama dalam menangani persoalan sampah.

Menurut Tito, persoalan sampah harus di tangani sejak dari hulu dengan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir atau TPA.

Selain itu, pemerintah daerah juga perlu terus mendorong tumbuhnya kebiasaan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Metode yang paling utama adalah bagaimana kita mengurangi sampah untuk sampai ke TPA. Yaitu yang berbasis hulu di rumah-rumah. Beberapa daerah banyak melakukan itu. Ada juga yang berbasis hilir, di olah menjadi tenaga listrik atau briket,” tegas Tito.

Ia pun mengajak seluruh kepala daerah untuk berani membuat kebijakan serta membangun budaya bersih-bersih secara konsisten.

Kegiatan korve dapat menjadi gerakan sederhana yang memberikan dampak besar apabila di lakukan secara rutin oleh seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.

BACA JUGA:

Ratusan Warga Wanasigra Ciamis Serbu Makam Syeh Padamatan, Tradisi Merlawu Rasa Lebaran

“Ini sebetulnya gerakan. Misalnya setelah apel, entah hari Jumat atau Senin, korve dulu di lingkungan masing-masing. Kalau itu di perintahkan kepada seluruh jajaran. Mulai dari dinas, kecamatan, hingga desa untuk rutin bersih-bersih, lama-lama akan menjadi kebiasaan dan budaya yang memicu perubahan signifikan,” ujarnya.

Apa yang di sampaikan Mendagri tersebut telah lama di terapkan di Kabupaten Ciamis.

Gerakan korve yang di lakukan secara rutin menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan sekaligus memperkuat semangat gotong royong masyarakat Tatar Galuh.

Kini, konsistensi menjaga lingkungan itu mendapat pengakuan melalui penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik ke-3 Regional Jawa-Bali dalam kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.

Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch Dua Tahun 2026 merupakan hasil kerja sama Kementerian Dalam Negeri dan Tempo.

Selain kategori lingkungan, penghargaan juga di berikan pada kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah, Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan serta Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan.

Prestasi tersebut di harapkan menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat Ciamis untuk terus mempertahankan budaya korve dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sebab, kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama yang perlu terus tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari.

(Mia)

PM Gatra: Pemekaran Kabupaten Garut Tingkatkan Kesejahteraan

0
PM Gatra pemekaran kabupaten garut fokusjabar.id
Waketum) PM Gatra Bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya, Aep Saepudin

GARUT, FOKUSJabar.id: Wakil Ketua Umum (Waketum) Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) Bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya, Aep Saepudin hadir dalam acara penutupan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kampung Tagog RW17 Desa/Kecamatan Lewigoong, Jumat (28/8/2026) malam.

Dia mewakili Ketum PM Gatra, Holil Aksan Umarzen yang berhalangan hadir karena ada agenda lain yang tak bisa di wakilkan di luar kota.

BACA JUGA:

Wanoja Gatra: NU Rumah Spiritual, Sosial dan Pemberdayaan

Pihaknya mengapresiasi jajaran panita Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Desa/Kecamatan Leuwigoong yang bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas dan bekerja tuntas sehingga seluruh rangkaian acara HUT ke-81 Kemerdekaan berjalan sukses tanpa ekses.

“Terima kasih telah mengundang kami. Mohon maaf Ketum PM Gatra tak bisa hadir karena ada agenda lain,” kata Aep Saepudin.

Pada kesempatan itu, Dia menjelaskan bahwa Kabupaten Garut dengan luas wilayah yang cukup besar dan memiliki 42 kecamatan sudah sangat layak di mekarkan.

Hal itu perlu di lakukan sebagai salah satu solusi untuk memudahkan pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, aspirasi pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Garut Utara pertama kali di deklarasikan 12 Februari 2012 di Komplek Pemakaman Sunan Cipancar Kecamatan Balubur Limbangan.

Berkat kerja keras dan kerja sama dari semua pihak, 1 Oktober 2019 di paripurnakan oleh DPRD dan Bupati menjadi Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB).

Selanjutnya pada tahun 2022 di paripurnakan Gubernur bersama DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar). Kini sudah di ajukan ke pemerintah pusat melalui Kemendagri, DPR RI dan DPD RI.

Pemekaran Garut Utara tinggal menunggu pengesyahan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Design Pemerintahan Daerah oleh DPR RI.

Karena itu, tidak ada alasan Presiden Prabowo Subianto tidak mencabut moratorium. Selain merupakan aspirasi masyarakat serta janji politik Prabowo-Gibran.

Guru PKn di SMA Al Madinah Cibatu dan SMKN 1 Garut ini menjelaskan, wilayah cakupan CDOB Kabupaten Garut Utara 11 Kecamatan dan 116 Desa.

Ke-11 kecamatan tersebut, Leuwigoong, Kadungora, Leles, Cibiuk, Balubur Limbangan, Selaawi, Kersamanah, Malangbong, Cibatu, Sukawening dan Kecamatan Karangtengah.

“Mudah-mudahan tahun 2027 CDPOB Kabupaten Garut Utara di sahkan. Mohon doa dan dukungan dari tokoh masyarakat, alim ulama, pemuda, Ormas, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan pimpinan pondok pesantren,” ungkap Aep Saepudin.

BACA JUGA:

Disdukcapil Garut Musnahkan 13.849 Keping e-KTP

Camat Leuwigoong, Dedeh Rosadah mengucapkan terima kasih kepada rengrengan panitia PHBN, Ketua RW17, Kepala Desa dan seluruh masyarakat yang telah memberikan bantuan moril dan materil peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Mudah-mudahan pemekaran Desa Sindang Rahayu dan perjuangan PM Gatra bisa terlaksana pada tahun 2027,” singkat Camat.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, kedaulatan dan gotong royong.

Kemerdekaan adalah hasil perjuangan para pahlawan. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga NKRI dan mewujudkan kesejahteraan rakyat demi Indonesia Emas 2045.

Pemekaran daerah bertujuan untuk mendekatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jika di lakukan berdasarkan kajian akademik, kesiapan SDM dan kemampuan fiskal, pemekaran akan berdampak positif. Namun jika di paksakan tanpa perencanaan, justru akan membebani APBN dan menimbulkan masalah baru.

Jadi pemekaran harus untuk rakyat, bukan untuk kepentingan politik.

(Bambang Fouristian)

Jogging Track Dadaha Ditertibkan, Pedagang Tasikmalaya Bakal Dipusatkan di Belakang GGM

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Rekayasa lalu lintas di kawasan komplek olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya, untuk kelancaran lalu lintas sekaligus pemerataan titik-titik keramaian pengunjung (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menata ulang kawasan olahraga Dadaha secara intensif, Jumat (28/8/2026). Langkah tegas ini menyasar keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar yang memicu kesan kumuh serta mengganggu aktivitas warga.

Ketua Satgas Penataan Dadaha sekaligus Asisten Daerah III Pemkot Tasikmalaya, Asep Maman Permana, menegaskan komitmen Pemkot untuk mengembalikan fungsi utama Dadaha sebagai pusat olahraga dan rekreasi keluarga.

Baca Juga: Tabungan Pelajar di Priangan Timur Tembus Rp5,5 Miliar, OJK Tasikmalaya Ungkap Capaian Terbarunya

“Kawasan Dadaha terlihat sangat kumuh dan semrawut, serta kurang nyaman untuk berolahraga karena banyak pedagang yang berada di area jogging track, maupun parkir yang tidak tertata dengan rapi,” ungkap Asep.

Asep menyebut penertiban ini merupakan tindak lanjut atas banyaknya aspirasi masyarakat yang menginginkan ruang publik yang bersih, aman, dan representatif.

“Pemkot menata mulai dari lintasan jogging track, parkir hingga rekayasa lalu lintas demi menghadirkan kawasan Dadaha yang nyaman, indah serta tertib,” tambahnya.

Opsi Relokasi Terbatas, Pedagang Dipusatkan di Belakang GGM

Mengenai nasib para pedagang, Asep menjelaskan bahwa keterbatasan lahan menjadi tantangan utama untuk menyediakan tempat relokasi baru. Meski begitu, Pemkot tetap mengupayakan solusi agar roda ekonomi pedagang tetap berjalan tanpa mengganggu hak pengguna fasilitas olahraga.

“Saat ini belum ada ruang untuk relokasi, karena saat ini solusi yang kami ambil adalah untuk penataan terlebih dahulu kawasan jantung Kota ini,” tegas Asep.

Sebagai langkah awal, petugas mengosongkan area jogging track dan mengarahkan pemusatan aktivitas pedagang ke area belakang Gedung Olah Raga (GOR) Generasi Muda (GGM).

Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Selama 30 Hari

Selain menata pedagang, Satgas Penataan Dadaha menerapkan rekayasa arus lalu lintas di sekitar kawasan. Tujuannya untuk mengurai kemacetan sekaligus meratakan pusat keramaian.

“Rekayasa lalu lintas ini masih dalam masa uji coba selama 30 hari ke depan. Kami ingin melihat dampaknya dulu. Kalau memang memberikan manfaat bagi kenyamanan masyarakat dan aktivitas bisnis di Dadaha, maka akan kita lanjutkan untuk dipermanenkan,” terangnya.

Asep mengajak seluruh lapisan masyarakat, pedagang, dan pengelola parkir untuk mendukung penuh kebijakan ini. Pihaknya meyakini kawasan yang tertib akan mendatangkan lebih banyak pengunjung dan membawa dampak ekonomi positif bagi semua pihak.

(Seda)