spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 156

PM Gatra: Pemekaran Kabupaten Garut Tingkatkan Kesejahteraan

0
PM Gatra pemekaran kabupaten garut fokusjabar.id
Waketum) PM Gatra Bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya, Aep Saepudin

GARUT, FOKUSJabar.id: Wakil Ketua Umum (Waketum) Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) Bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya, Aep Saepudin hadir dalam acara penutupan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kampung Tagog RW17 Desa/Kecamatan Lewigoong, Jumat (28/8/2026) malam.

Dia mewakili Ketum PM Gatra, Holil Aksan Umarzen yang berhalangan hadir karena ada agenda lain yang tak bisa di wakilkan di luar kota.

BACA JUGA:

Wanoja Gatra: NU Rumah Spiritual, Sosial dan Pemberdayaan

Pihaknya mengapresiasi jajaran panita Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Desa/Kecamatan Leuwigoong yang bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas dan bekerja tuntas sehingga seluruh rangkaian acara HUT ke-81 Kemerdekaan berjalan sukses tanpa ekses.

“Terima kasih telah mengundang kami. Mohon maaf Ketum PM Gatra tak bisa hadir karena ada agenda lain,” kata Aep Saepudin.

Pada kesempatan itu, Dia menjelaskan bahwa Kabupaten Garut dengan luas wilayah yang cukup besar dan memiliki 42 kecamatan sudah sangat layak di mekarkan.

Hal itu perlu di lakukan sebagai salah satu solusi untuk memudahkan pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, aspirasi pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Garut Utara pertama kali di deklarasikan 12 Februari 2012 di Komplek Pemakaman Sunan Cipancar Kecamatan Balubur Limbangan.

Berkat kerja keras dan kerja sama dari semua pihak, 1 Oktober 2019 di paripurnakan oleh DPRD dan Bupati menjadi Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB).

Selanjutnya pada tahun 2022 di paripurnakan Gubernur bersama DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar). Kini sudah di ajukan ke pemerintah pusat melalui Kemendagri, DPR RI dan DPD RI.

Pemekaran Garut Utara tinggal menunggu pengesyahan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Design Pemerintahan Daerah oleh DPR RI.

Karena itu, tidak ada alasan Presiden Prabowo Subianto tidak mencabut moratorium. Selain merupakan aspirasi masyarakat serta janji politik Prabowo-Gibran.

Guru PKn di SMA Al Madinah Cibatu dan SMKN 1 Garut ini menjelaskan, wilayah cakupan CDOB Kabupaten Garut Utara 11 Kecamatan dan 116 Desa.

Ke-11 kecamatan tersebut, Leuwigoong, Kadungora, Leles, Cibiuk, Balubur Limbangan, Selaawi, Kersamanah, Malangbong, Cibatu, Sukawening dan Kecamatan Karangtengah.

“Mudah-mudahan tahun 2027 CDPOB Kabupaten Garut Utara di sahkan. Mohon doa dan dukungan dari tokoh masyarakat, alim ulama, pemuda, Ormas, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan pimpinan pondok pesantren,” ungkap Aep Saepudin.

BACA JUGA:

Disdukcapil Garut Musnahkan 13.849 Keping e-KTP

Camat Leuwigoong, Dedeh Rosadah mengucapkan terima kasih kepada rengrengan panitia PHBN, Ketua RW17, Kepala Desa dan seluruh masyarakat yang telah memberikan bantuan moril dan materil peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Mudah-mudahan pemekaran Desa Sindang Rahayu dan perjuangan PM Gatra bisa terlaksana pada tahun 2027,” singkat Camat.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, kedaulatan dan gotong royong.

Kemerdekaan adalah hasil perjuangan para pahlawan. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga NKRI dan mewujudkan kesejahteraan rakyat demi Indonesia Emas 2045.

Pemekaran daerah bertujuan untuk mendekatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jika di lakukan berdasarkan kajian akademik, kesiapan SDM dan kemampuan fiskal, pemekaran akan berdampak positif. Namun jika di paksakan tanpa perencanaan, justru akan membebani APBN dan menimbulkan masalah baru.

Jadi pemekaran harus untuk rakyat, bukan untuk kepentingan politik.

(Bambang Fouristian)

Jogging Track Dadaha Ditertibkan, Pedagang Tasikmalaya Bakal Dipusatkan di Belakang GGM

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Rekayasa lalu lintas di kawasan komplek olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya, untuk kelancaran lalu lintas sekaligus pemerataan titik-titik keramaian pengunjung (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menata ulang kawasan olahraga Dadaha secara intensif, Jumat (28/8/2026). Langkah tegas ini menyasar keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar yang memicu kesan kumuh serta mengganggu aktivitas warga.

Ketua Satgas Penataan Dadaha sekaligus Asisten Daerah III Pemkot Tasikmalaya, Asep Maman Permana, menegaskan komitmen Pemkot untuk mengembalikan fungsi utama Dadaha sebagai pusat olahraga dan rekreasi keluarga.

Baca Juga: Tabungan Pelajar di Priangan Timur Tembus Rp5,5 Miliar, OJK Tasikmalaya Ungkap Capaian Terbarunya

“Kawasan Dadaha terlihat sangat kumuh dan semrawut, serta kurang nyaman untuk berolahraga karena banyak pedagang yang berada di area jogging track, maupun parkir yang tidak tertata dengan rapi,” ungkap Asep.

Asep menyebut penertiban ini merupakan tindak lanjut atas banyaknya aspirasi masyarakat yang menginginkan ruang publik yang bersih, aman, dan representatif.

“Pemkot menata mulai dari lintasan jogging track, parkir hingga rekayasa lalu lintas demi menghadirkan kawasan Dadaha yang nyaman, indah serta tertib,” tambahnya.

Opsi Relokasi Terbatas, Pedagang Dipusatkan di Belakang GGM

Mengenai nasib para pedagang, Asep menjelaskan bahwa keterbatasan lahan menjadi tantangan utama untuk menyediakan tempat relokasi baru. Meski begitu, Pemkot tetap mengupayakan solusi agar roda ekonomi pedagang tetap berjalan tanpa mengganggu hak pengguna fasilitas olahraga.

“Saat ini belum ada ruang untuk relokasi, karena saat ini solusi yang kami ambil adalah untuk penataan terlebih dahulu kawasan jantung Kota ini,” tegas Asep.

Sebagai langkah awal, petugas mengosongkan area jogging track dan mengarahkan pemusatan aktivitas pedagang ke area belakang Gedung Olah Raga (GOR) Generasi Muda (GGM).

Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Selama 30 Hari

Selain menata pedagang, Satgas Penataan Dadaha menerapkan rekayasa arus lalu lintas di sekitar kawasan. Tujuannya untuk mengurai kemacetan sekaligus meratakan pusat keramaian.

“Rekayasa lalu lintas ini masih dalam masa uji coba selama 30 hari ke depan. Kami ingin melihat dampaknya dulu. Kalau memang memberikan manfaat bagi kenyamanan masyarakat dan aktivitas bisnis di Dadaha, maka akan kita lanjutkan untuk dipermanenkan,” terangnya.

Asep mengajak seluruh lapisan masyarakat, pedagang, dan pengelola parkir untuk mendukung penuh kebijakan ini. Pihaknya meyakini kawasan yang tertib akan mendatangkan lebih banyak pengunjung dan membawa dampak ekonomi positif bagi semua pihak.

(Seda)

Tabungan Pelajar di Priangan Timur Tembus Rp5,5 Miliar, OJK Tasikmalaya Ungkap Capaian Terbarunya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kepala Ojk Nofa Hermawati dan Pimpinan Bjb Tasikmalaya juga Ketua FKIJK Fina Petrina Ahmad, berfoto bersama para peserta dalam kegiatan puncak HIM 2026 di Kantor OJK Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Priangan Timur menggelar Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026, Jumat (28/8/2026).

Acara berlabel “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” ini bertujuan memperkuat sinergi antara OJK, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, dan tenaga pendidik guna membangun karakter finansial generasi muda secara bijak.

Baca Juga: Suasana Haru Warnai Momen Lepas Sambut KPLP Lapas Tasikmalaya

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan sejak dini. Di tengah masifnya perkembangan produk dan layanan jasa keuangan.

“Hari Indonesia Menabung bukan sekadar peringatan seremonial. Kita dorong untuk menumbuhkan budaya menabung sekaligus membentuk kemampuan anak-anak dalam mengelola keuangan secara bijak sejak dini,” kata Nofa Hermawati.

Nofa menjelaskan bahwa kebiasaan menabung melatih kesabaran, skala prioritas, serta kemampuan merencanakan masa depan.

Kukuhkan 18 Duta Literasi dan Lepas Armada SiMOLEK

OJK Tasikmalaya melantik 18 pelajar dari tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Tasikmalaya sebagai Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI).

Para siswa pilihan dari sekolah unggulan seperti SMAN 1, SMAN 2, hingga SMKN 1 Tasikmalaya ini bertugas menyebarkan edukasi keuangan kepada rekan sebaya.

“Kami berharap Duta Literasi Keuangan benar-benar menjadi penggerak di sekolahnya, jadi edukasi keuangan dapat tumbuh dari lingkungan sekolah,” tegas Nofa.

Rangkaian acara berlanjut dengan pelepasan armada Mobil Sarana Informasi Mobil Literasi. Kemudian Edukasi Keuangan (SiMOLEK) serta sembilan Mobil Kas Keliling perbankan. Sebanyak 29 industri jasa keuangan turut mengedukasi lebih dari 4.000 siswa di 44 sekolah se-Priangan Timur.

Sinergi berkelanjutan OJK bersama industri jasa keuangan sepanjang Juni 2025 hingga Agustus 2026 mencatatkan capaian positif. Program edukasi berhasil memfasilitasi pembukaan 29 ribu rekening tabungan pelajar dengan nilai total menembus Rp5,5 miliar.

FKIJK Tegaskan Komitmen Kolaborasi Berkelanjutan

Pimpinan Bank bjb Cabang Tasikmalaya sekaligus Ketua FKIJK Priangan Timur, Fina Petrina Ahmad, menyampaikan komitmen penuh seluruh pelaku industri jasa keuangan untuk terus mendukung perluasan akses keuangan bagi pelajar.

“FKIJK Priangan Timur berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi bersama OJK dan seluruh pemangku kepentingan. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan tanggung jawab bersama,” ungkap Fina Petrina.

Fina menambahkan, kolaborasi yang melibatkan Dinas Pendidikan, PGRI, serta jajaran pengurus sekolah ini harapannya mampu menciptakan ekosistem literasi keuangan yang solid. Terlebih membentengi generasi muda dari risiko kejahatan keuangan digital.

(Seda)

Suasana Haru Warnai Momen Lepas Sambut KPLP Lapas Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Dicky Candra Negara, bertukar Cinderamata dengan KPLP lama Yadi Suryaman, dalam acara pisah sambut di Aula Lapas Kelas IIB Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana haru menyelimuti Aula Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Jumat (28/8/2026). Jajaran pimpinan, pegawai, petugas, hingga tamu undangan menghadiri acara lepas sambut Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) dari pejabat lama Yadi Suryaman kepada pejabat baru Dhimas Aditya Naraharyya.

Yadi Suryaman resmi mengakhiri masa bakti sekitar lima tahun di Lapas Tasikmalaya dan akan melanjutkan tugas baru di Lapas Banceuy, Bandung.

Baca Juga: Ratusan Warga Antre Makanan Gratis di Depan BRI Tasikmalaya, Ada Ojol hingga Tukang Becak

Selama memimpin pengamanan di lapas yang padat penghuni tersebut, Yadi terkenal sebagai sosok yang tegas, disiplin, namun tetap bijaksana.

“Lingkungan di Lapas Kelas II B Tasikmalaya ini luar biasa. Kekompakan dan kebersamaannya membuat saya merasa berat untuk meninggalkan tempat ini,” kata Yadi Suryaman dengan nada haru.

Strategi Pengamanan Hati dan Harapan Pembangunan Lapas Cineam

Meskipun kondisi lapas mengalami over kapasitas, Yadi bersyukur situasi keamanan senantiasa terjaga kondusif tanpa gejolak berarti berkat komunikasi yang solid antarpetugas.

“Kuncinya adalah pengamanan hati, bukan hanya pengamanan di balik jeruji. Jika hati sudah terkunci maka akan mudah terkendali,” ujarnya.

Yadi juga menyampaikan harapan besar agar rencana pembangunan gedung lapas baru di wilayah Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, dapat segera terealisasi guna mengatasi kepadatan warga binaan.

“Jika ada kata dan sikap saya yang kurang berkenan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ucap Yadi saat menyampaikan salam perpisahan.

Pesan Kalapas dan Sinergi Bersama Pemerintah Daerah

Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Ismet Sitorus, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi tinggi Yadi Suryaman selama lima tahun terakhir. Ismet sekaligus menitipkan pesan kepada KPLP yang baru, Dhimas Aditya Naraharyya, agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja.

“Saya titip agar program-program pengamanan yang sudah berjalan baik bisa dilanjutkan, dan jika perlu lebih ditingkatkan lagi,” tutur Ismet.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, turut memberikan ucapan selamat bertugas kepada kedua pejabat. Dicky mendorong penguatan sinergi antara pihak lapas dengan pemerintah daerah dan masyarakat luas demi menjaga kondusivitas kota.

“Lapas bukan hanya tempat pembinaan, tapi juga bagian dari menjaga keamanan kota. Sinergi dan komunikasi yang terjalin baik akan membuat tugas-tugas berjalan lancar dan kondusif,” ungkapnya.

(Seda)

Kobaran Api Melalap Hutan Dusun Girimulya Pamarican Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Personel Damkar pos WMK Banjarsari saat berusaha memadamkan api dilahan hutan yang terbakar di wilayah Desa Neglasari Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Lahan hutan seluas 1 hektare di Dusun Girimulya, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mendadak terbakar hebat. Penduduk setempat pertama kali memergoki gejolak api tersebut membubung tinggi di area perbukitan atas permukiman mereka.

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari langsung meluncur ke tempat kejadian usai menerima laporan dari aparat Pemerintah Kecamatan Pamarican.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ciamis Gerak Cepat Sambangi Balita Kurang Gizi di Tambaksari

Langkah sigap petugas berhasil melokalisasi kobaran api sehingga tidak merambat ke kawasan pemukiman warga di sekitarnya.

Empat Personel Terjunkan Armada Tangki Pancar

Kasatpol PP Kabupaten Ciamis Rd. Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan darurat, Jumat (28/8/2026) malam.

“Mendapat laporan itu sebanyak empat personel dengan armada tangki pancar langsung diterjunkan ke lokasi kejadian,” kata Trisyanto, Jumat (28/8/2026).

Petugas belum menghitung total kerugian materi akibat insiden ini karena tim berfokus penuh menuntaskan proses pemadaman di lapangan.

Akses Terhalang, Petugas Padamkan Api Pakai Cara Tradisional

Proses pemadaman menghadapi kendala medan yang cukup berat. Mobil pemadam tidak mampu menembus titik api karena jalur menuju dalam hutan yang sempit dan curam.

Personel Damkar Pos WMK Banjarsari bersama unsur TNI-Polri, relawan, dan warga sekitar terpaksa memanfaatkan peralatan tradisional untuk menghentikan laju amukan api.

“Saat ini api telah berhasil dikuasai dan dipadamkan sementara personel masih bersiaga di mako untuk antisipasi api susulan,” ungkap Trisyanto.

(Husen Maharaja)

Satreskrim Polres Ciamis Gerak Cepat Sambangi Balita Kurang Gizi di Tambaksari

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Balita diduga mengalami gizi buruk saat menerima bantuan dari Satreskrim Polres Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ciamis Polda Jawa Barat kembali menunjukkan kepedulian nyata di tengah masyarakat melalui agenda rutin Jumat Berkah. Personel Satreskrim mendatangi langsung kediaman keluarga balita di Kecamatan Tambaksari yang sempat menjadi sorotan akibat dugaan masalah kecukupan gizi, Jumat (28/8/2026).

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar melalui Kasat Reskrim AKP Carsono menegaskan bahwa jajarannya bergerak cepat memantau kondisi kesehatan balita tersebut sekaligus menyerahkan paket bantuan sosial.

Baca Juga: Ratusan Warga Wanasigra Ciamis Serbu Makam Syeh Padamatan, Tradisi Merlawu Rasa Lebaran

“Pemberian bantuan itu berawal dari adanya informasi mengenai balita di wilayah Tambaksari yang mengalami persoalan kekurangan gizi. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan secara langsung ke lapangan,” kata AKP Carsono.

Hasil Pengecekan Lapangan dan Penyaluran Bantuan

Tim Satreskrim Polres Ciamis berdialog langsung dengan pihak keluarga untuk menggali perkembangan kesehatan serta kebutuhan pokok balita tersebut. Carsono memastikan bahwa kondisi sang balita di lokasi kini telah menunjukkan perubahan yang lebih baik.

“Ternyata setelah kami cek di lapangan, ternyata sudah baik. Kami memberikan bantuan berupa sembako, susu, dan telur, tentunya hal yang berkaitan dengan sembako saja,” ucapnya.

Aksi kemanusiaan ini mengusung komitmen kepemimpinan Kapolres Ciamis melalui konsep AB3, yaitu Ada, Berpikir, Berbuat, dan Bermanfaat.

“Melalui jajaran Satreskrim Polres Ciamis, kami berbuat dan insyaallah bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Carsono.

Pemantauan Medis Secara Berkelanjutan

Kepala Puskesmas Tambaksari, H. Asep Wahyudin, membeberkan bahwa pihak medis telah mengawal perkembangan balita berusia 3 tahun 6 bulan tersebut sejak tahun 2025. Pihak puskesmas rutin memberikan intervensi berupa asupan makanan tambahan.

Memasuki tahun 2026, tim medis merujuk balita tersebut ke RSUD Ciamis karena grafik berat badannya belum menunjukkan kenaikan signifikan.

“Kita lakukan terus intervensi dan juga kita lakukan rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis dan sudah dilaksanakan. Hari Rabu kita datang ke Rumah Sakit Ciamis, sudah diperiksa oleh dokter spesialis anak dan alhamdulillah tidak ada penyakit penyerta karena tidak ada indikasi untuk dirawat,” ungkap Asep.

(Husen Maharaja)

Rayakan HUT ke-20, Mulia Boga Raya Perkuat Kemitraan Strategis Bersama Bel S.A

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Rayakan HUT ke-20, Mulia Boga Raya Perkuat Kemitraan Strategis Bersama Bel S.A. (istimewa)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Anak perusahaan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) yakni PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) merayakan ulang tahun ke-20, Jumat (28/8/2026). Produsen keju Prochiz ini memperingati momen bersejarah tersebut lewat gelaran Partnership Gathering bersama mitra global asal Prancis, Bel S.A. (Bel).

CEO Bel Group, Cécile Béliot, mendatangi langsung lokasi pembangunan fasilitas produksi baru MBR di Kabupaten Sumedang. Kunjungan ini mempertegas komitmen kolaborasi jangka panjang antara Garudafood, MBR, dan pemegang merek The Laughing Cow tersebut.

Baca Juga: Bek Persib Julio Cesar Tebar Sinyal Bahaya untuk Manila Digger FC

Cécile Béliot menilai kemitraan ini memadukan keahlian snacking serta jaringan distribusi nasional Garudafood dengan dominasi pasar MBR dan reputasi Bel yang berpengalaman lebih dari satu abad.

“Hari ini, kita berkumpul bukan hanya sebagai pemegang saham dan mitra bisnis, melainkan sebagai satu keluarga besar yang merayakan hari jadi MBR yang ke-20,” kata Cécile Béliot.

“Kemitraan ini menyatukan kekuatan yang saling melengkapi, yaitu keahlian Garudafood di bidang makanan ringan (snacking) dan jaringan distribusi nasional yang luas, kepemimpinan MBR di pasar keju dan food service di Indonesia, serta keunggulan merek global Bel yang telah teruji lebih dari 100 tahun beserta keahliannya dalam pembuatan keju,” ujarnya.

Sumedang Sambut Baik Investasi dan Potensi Pasar Domestik

Pemerintah Kabupaten Sumedang memberikan apresiasi tinggi atas ekspansi bisnis tersebut. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut positif kehadiran investasi yang mampu mendongkrak ekonomi daerah.

“Investasi merupakan salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumedang,” ucap Dony Ahmad Munir.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang menyambut baik investasi yang masuk dan memberikan nilai tambah bagi daerah. Termasuk melalui kolaborasi Garudafood, MBR, dan Bel,” tutur Dony.

Direktur Utama Garudafood sekaligus Komisaris Utama MBR, Hardianto Atmadja, memandang populasi Indonesia yang menembus 280 juta jiwa sebagai potensi pertumbuhan yang sangat besar bagi Bel Group.

“Kehadiran Bel menunjukkan bahwa Indonesia dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, merupakan pasar strategis dengan potensi pertumbuhan yang besar,” ungkap Hardianto Atmadja.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bel atas kepercayaan yang diberikan dengan memilih Garudafood dan MBR sebagai mitra strategis jangka panjang di Indonesia,” ujar Hardianto.

Inovasi Pabrik Ramah Lingkungan Siap Beroperasi 2028

Sinergi ini menggabungkan pemahaman pasar lokal dengan standar mutu internasional. Direktur Utama MBR Dede Patmawidjaja menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi batu loncatan untuk menembus pasar global.

“Ini bukan sekadar kemitraan bisnis, melainkan kolaborasi strategis antara kekuatan yang saling melengkapi. Yakni keunggulan lokal Prochiz dengan keahlian global Bel,” kata Dede Patmawidjaja.

“Bersama Bel, kami ingin membangun industri keju nasional yang semakin besar, kuat, dan berdaya saing hingga level global,” harapnya.

Pabrik baru MBR di atas lahan 25.000 meter persegi di Sumedang ini akan beroperasi penuh pada 2028. Dengan kapasitas produksi mencapai 60.000 ton per tahun. Fasilitas ini mengusung konsep ramah lingkungan dengan mengalokasikan 30 persen area terbuka hijau serta memasang panel surya berkapasitas 250 kWp.

(Arif)