spot_imgspot_img
Jumat 3 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 156

Pemkab Garut Resmi Memulai Program Pengembangan Kapasitas Kehumasan

0
garut@fokusjabar.id
Kegiatan In House Training kehumasan bertajuk *"Garut Government Public Relation (GGPR)"* Tahun 2026, bertempat di Command Center (CC) Kabupaten Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Rabu (11/2/2026).

GARUT, FOKUSJabar.id– Pemerintah Kabupaten Garut resmi memulai program pengembangan kapasitas kehumasan bertajuk Garut Government Public Relation (GGPR) Tahun 2026.

Kegiatan ini di buka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Margiyanto, di Command Center Garut, Rabu (11/2/2026).

Program intensif ini di jadwalkan berlangsung dari Februari hingga Juni 2026. Tujuannya adalah memperkuat kompetensi praktisi humas di lingkungan pemerintah daerah guna memastikan penyebaran informasi pembangunan berjalan lebih efektif dan terukur.

Baca Juga: Garut Siapkan Keju Khas Daerah Lewat Hilirisasi Peternakan Sapi Perah

Strategi Informasi yang Aktual

Dalam sambutannya, Margiyanto menegaskan bahwa fungsi kehumasan bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen krusial bagi setiap instansi pemerintah. GGPR dipandang sebagai langkah strategis untuk menyatukan visi para pelaksana humas di lapangan.

“Ini adalah kegiatan yang sangat positif. Saya berharap dalam pelaksanaannya materi yang di sampaikan bisa lebih dinamis dan aktual, sehingga respons terhadap isu publik menjadi lebih cepat,” ujar Margiyanto.

Ia juga mendorong keterlibatan aktif seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga ke tingkat pemerintah desa. Tujuannya agar ruang diskusi dan distribusi informasi tidak hanya berpusat di kabupaten, tetapi merata hingga ke pelosok.

Skema Pelatihan: Daring dan Konsultasi Khusus

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut, Agus Kurniawan, merinci bahwa GGPR 2026 di rancang sebagai jembatan komunikasi lintas sektor. Program ini mencakup dua pilar utama.

• Tahap Pengenalan: Terdiri dari 15 sesi materi yang di laksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meetings.
• Layanan Helpdesk: Diskominfo menyediakan layanan konsultasi khusus untuk membantu perangkat daerah dalam mengelola isu-isu spesifik secara mendalam.

Baca Juga: Kurang 12 Jam, Polisi Garut Ringkus Pelaku Curas di Cibatu

“Melalui GGPR 2026, kita ingin membentuk citra positif daerah. Harapannya, seluruh program pemerintah dapat terdiseminasi kepada masyarakat secara transparan dan akuntabel,” tutur Agus.

Fokus Awal: Peran Humas Pemda

Hari pertama pelatihan langsung di isi dengan sesi materi GGPR Vol. 1 yang mengangkat tema Peran Humas Pemda. Materi ini di sampaikan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Garut, Dang Sani Imansyah.

Sesi awal ini menjadi fondasi penting bagi para peserta untuk memahami fungsi dasar humas sebelum memasuki materi teknis dan operasional yang lebih kompleks pada pertemuan berikutnya.

(Y.A. Supianto)

Wings Air Resmi Buka Rute Bandung–Yogyakarta

0
bandung@fokusjabar.id
Penerbangan perdana rute Bandung–Yogyakarta International Airport (YIA) resmi mengudara di Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung Rabu (11/2/2026).

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Penerbangan perdana rute Bandung–Yogyakarta International Airport (YIA) resmi mengudara di Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung Rabu (11/2/2026).

Penerbangan perdana tersebut, pesawat Wings Air mengangkut 22 penumpang dari Bandung menuju YIA.

Layanan yang dioperasikan Wings Air ini menandai langkah awal kebangkitan kembali konektivitas udara melalui Bandara Husein Sastranegara setelah sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Dukung Persib di Asia, Pemkot Bandung Kembali Bakal Gelar Nobar

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan, rute baru ini akan beroperasi setiap hari sebagai langkah awal menghidupkan kembali konektivitas udara Kota Bandung.

“Alhamdulillah, kita menyaksikan bersama penerbangan yang sangat lancar membawa 22 penumpang dari Bandung ke YIA. Penerbangan ini akan berlangsung setiap hari,” kata Farhan di Bandara Husein Sastranegara Bandung Rabu (11/2/2026).

Semoga, lanjut Farhan, ini menjadi lanjutan dari kemampuan Pemkot Bandung dalam menangkap permintaan masyarakat yang makin tinggi untuk terbang dari Husein Sastranegara ke berbagai tujuan di Indonesia.

Farhan menjelaskan, saat ini operasional Bandara Husein masih mengikuti ketentuan pemerintah pusat, yakni melayani penerbangan pesawat baling-baling (propeller) dengan rute di dalam Pulau Jawa.

bandung@fokusjabar.id
Penerbangan perdana rute Bandung–Yogyakarta International Airport (YIA) resmi mengudara di Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung Rabu (11/2/2026).

Meski demikian, kesiapan teknis dan operasional bandara dinilai sudah sangat memadai untuk mendukung pengembangan ke depan.

“Alhamdulillah, kesiapan teknis, operasional, dan pengelolaan bandara oleh Angkasa Pura sudah sangat siap. Kota Bandung juga memastikan arus lalu lintas di sekitar bandara berjalan baik,”ungkapnya.

Farhan menyebut, bahwa Potensi Bandara Husein Sastranegara sebenarnya sangat besar. Sebelum pandemi Covid-19 pada 2019, jumlah penumpang bandara ini mencapai 3,8 juta orang per tahun, dengan sekitar 800 ribu di antaranya merupakan penumpang internasional.

“Potensi sebesar itu harus kita kembalikan. Saat ini jumlah penumpang per bulan pada 2025 kemarin masih sekitar 4.000 orang. Artinya, kita masih punya pekerjaan besar untuk mengejar peningkatan signifikan,” ujarnya.

Keputusan Operator Penerbangan

Terkait penambahan rute penerbangan, Farhan menyebut hal tersebut sangat bergantung pada keputusan operator penerbangan swasta serta perizinan dari Kementerian Perhubungan.

Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berharap rute-rute lama dapat kembali dibuka.

“Harapannya seperti dulu lagi. Ada rute ke Medan, Palembang, Lampung, seluruh Jawa, Bali, Balikpapan, hingga Sulawesi Selatan. Dulu ada 11 destinasi domestik dan tiga internasional, yakni Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor,” ucapnya.

Menurut Farhan, upaya menghidupkan kembali rute penerbangan sangat bergantung pada keberhasilan membangun kembali ekosistem penerbangan di Bandung.

Baca Juga: Jamkrida Jabar Gelar Literasi Keuangan Sikapi Lahirnya POJK

“Tugas kami adalah menghidupkan dan menjaga ekosistem. Kalau ekosistemnya hidup, investor swasta akan masuk. Ketika itu terjadi, kami berharap pemerintah pusat dan provinsi bisa menangkap peluang ini bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Husein Sastranegara, Granito Wahyu, mengaku optimistis terhadap kebangkitan aktivitas penerbangan di Kota Bandung.

“Kami berharap konektivitas di Kota Bandung dan Jawa Barat bisa meningkat. Ke depan kami ingin Kota Bandung bisa dilayani pesawat yang lebih besar sehingga konektivitas semakin baik dan berdampak pada peningkatan pariwisata serta nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

(Yusuf Mugni)

Dukung Persib di Asia, Pemkot Bandung Kembali Bakal Gelar Nobar

0
Bandung@FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menunjukkan dukungan kepada Persib Bandung dengan menyiapkan agenda nonton bareng (nobar) bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut di rencanakan di gelar dalam waktu dekat bekerja sama dengan MNC Group sebagai mitra strategis.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan, nobar Persib akan kembali hadir di Kota Bandung setelah sempat beberapa kali sukses di gelar pada musim sebelumnya.

Baca Juga: Jamkrida Jabar Gelar Literasi Keuangan Sikapi Lahirnya POJK

“Insyaallah kita akan bikin nobar di Bandung lagi. Tempatnya sedang di cari karena mitranya baru dapat tadi pagi, dari MNC,” kata Farhan, Rabu (11/2/2026).

Selain menyiapkan fasilitas dukungan bagi suporter, Farhan juga mengaku optimistis terhadap performa Persib di level kompetisi Asia. Ia bahkan memprediksi kemenangan Maung Bandung atas Ratchaburi FC dengan skor meyakinkan.

“Menanglah. Pokoknya jangan nanggung, 2-0,” ucapnya.

Menurutnya, langkah Persib mendatangkan pemain-pemain kelas dunia menjadi sinyal kuat bahwa klub kebanggaan warga Bandung itu kini memiliki orientasi lebih besar. Tidak hanya menargetkan dominasi di kompetisi nasional, tetapi juga membidik prestasi di kancah Asia.

“Sekarang kita sudah mendapatkan pemain-pemain kelas dunia. Orientasinya jelas, untuk mengejar prestasi dan gelar terbaik di level Asia meskipun saat ini masih di level dua. Ini jadi pelajaran bagi kita untuk meningkatkan kemampuan Persib agar tidak hanya dominan secara nasional, tapi juga punya akses dan prestasi di level Asia,” ungkapnya.

Berdaya Saing Internasional

Namun demikian, Farhan mengakui bahwa membangun tim yang benar-benar berdaya saing internasional bukan perkara mudah. Selain membutuhkan konsistensi pembinaan, hal itu juga memerlukan dukungan pembiayaan yang besar.

Baca Juga: Dinilai Membahayakan, Wali Kota Bandung Soroti Bekas Galian Kabel

“Membangunnya memang tidak mudah, biayanya sangat mahal. Oleh karena itu, kami dari Pemerintah Kota Bandung sangat senang kalau sampai Persib bisa menembus level internasional,” katanya.

Farhan berharap, semakin seringnya Persib tampil di kompetisi Asia akan berdampak positif bagi Kota Bandung. Ia ingin Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tidak hanya menjadi tuan rumah pertandingan liga nasional, tetapi juga laga-laga bertaraf internasional.

“Kalau itu terjadi, GBLA sebagai rumah Persib bukan hanya untuk liga nasional, tapi juga untuk laga-laga internasional di level Asia. Ini bukan cuma kebanggaan, tapi juga berdampak besar bagi ekonomi dan pariwisata Kota Bandung,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Jamkrida Jabar Gelar Literasi Keuangan Sikapi Lahirnya POJK

0
jamkrida jabar bandung@fokusjabar.id
Jamkrida Jabar Gelar Literasi Keuangan di Ruang Sangkuriang, Grand Preanger Hotel, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Rabu (11/2/2026).

BANDUNG,FOKUSJabar.id: PT Jamkrida Jabar (Perseroda) menggelar Literasi Keuangan 2026 sebagai upaya memperkuat sinergitas dan kolabolasi. PT Jamkrida Jabar (Perseroda) dengan penerima jaminan (perbankan) serta mitra asuransi jiwa.

Literasi keuangan yang mengangkat tema ‘Penerapan POJK 20 Tahun 2023 dan POJK 11 Tahun 2025. Terkait Dengan Pengelolaan Risiko Jiwa dan Macet pada Lembaga Penjaminan’ di gelar di Ruang Sangkuriang, Grand Preanger Hotel. Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Rabu (11/2/2026).

Direktur Keuangan PT Jamkrida Jabar, Muji Rohmad mengatakan, kegiatan di gelar seiring dengan aturan baru. Yang di keluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni Peraturan OJK Nomor 11 tentang Penyelenggaraan Usaha Lembaga Penjamin.

Baca Juga: Dinilai Membahayakan, Wali Kota Bandung Soroti Bekas Galian Kabel

“Jadi kegiatan literasi keuangan 2026 yang kami gelar ini sebagai upaya menyelaraskan kegiatan usaha penjaminan dengan POJK. Nomor 20 tahun 2023 tentang Produk Asuransi,” kata Muji saat di temui di sela-sela acara, Rabu (11/2/2026).

Yang di kaitkan dengan Kredit, lanjut dia, juga dengan POJK Nomor 11 tahun 2025 tentang tentang. Penyelenggaraan Usaha Lembaga Penjamin yang menggantikan POJK lama yakni POJK 2 Tahun 2017.

Dalam POJK terbaru yakni Nomor 11 tahun 2025, lanjut Muji, poin terbaru yang di terapkan yakni. Lembaga Penjamin tidak bisa lagi menjaminkan risiko jiwa kepada penerima jaminan, yang sebelumnya bisa risiko jiwa maupun risiko wanprestasi (macet).

“Jadi dengan adanya aturan baru yakni POJK Nomor 11 tahun 2025 ini. Kami dari Lembaga Penjamin hanya bisa menjaminkan risiko wanprestasi kepada penerima jaminan atau perbankan,” tuturnya.

Mitra Asuransi Jiwa

Sedangkan, kata dia, resiko jiwa di cover langsung mitra asuransi jiwa. Kalau di POJK yang lama, pihaknya bisa menjamin atau keduanya antara risiko jiwa maupun wanprestasi.

Dengan aturan baru tersebut, kata dia, di butuhkan kesamaan persepsi di antara penerima jaminan, lembaga penjamin serta mitra asuransi jiwa.

Dengan demikian, tidak terjadi tumpang tindih pemahaman di antara Lembaga Penjamin, Penerima Jaminan atau perbankan, serta pihak mitra asuransi.

Baca Juga: DSDA Jabar Imbau Masyarakat tidak Buang Sampah ke Sungai

“Jadi melalui literasi keuangan yang kita gelar hari ini, kami dari lembaga penjamin, lalu penerima jaminan atau perbankan. Maupun mitra asuransi memahami peran masing-masing sehingga saling support dan terjalin ekosistem keuangan lebih baik lagi,” tegasnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan cari solusi terbaik dalam menyikapi hadirnya POJK yang baru ini. Baik dari sisi penerima jaminan.

“Lalu kami di pihak lembaga penjamin dari sisi risiko wanprestasi, maupun mitra asuransi dari sisi jaminan risiko jiwa,” pungkasnya.

(Ageng)

Banjar Buka Keran Investasi, PLTS Rp4,2 Triliun Siap Dibangun

0
banjar@fokusjabar.id
Wali Kota Banjar (kiri) didampingi Ķabag Kesra Sekretariat Daerah Kota Banjar (kanan)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Wali Kota Banjar Sudarsono menegaskan komitmennya untuk menghapus persepsi negatif soal iklim investasi di wilayahnya. 

Dalam satu tahun kepemimpinannya, ia fokus membangun kepercayaan investor agar Banjar tak lagi di anggap sulit di masuki.  

“Selama ini persepsi investor masuk Banjar itu sulit harus di hapuskan. Saya ingin menarik investor ke Banjar. Kita di Banjar ini ingin memastikan ada potensi,” tegas Sudarsono, Rabu (11/2/2026).  

Baca Juga: Kecewa Kinerja Inspektorat, Warga Rejasari Kota Banjar Lapor Polda Jabar

Langkah konkret mulai terlihat. Proyek strategis dari Indonesia Power akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 MW di lahan 130 hektare. 

Nilai investasi mencapai Rp 4,2 triliun dengan target konstruksi di mulai 2027. Proyek ini di harapkan memperkuat ketahanan energi sekaligus menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).  

Selain energi hijau, Pemkot Banjar menyiapkan dua kawasan pengembangan ekonomi yaitu kawasan Ekonomi Kota sebagai pusat kegiatan ekonomi terpadu.  

Kemudian optimalisasi lahan sekitar Terminal untuk kawasan komersial dan jasa. Lokasi ini di lirik merek makanan cepat saji seperti KFC dan McDonald’s, meski masih tahap penjajakan.  

Untuk menarik minat investor, Sudarsono menurunkan harga tanah di area terminal. NJOP yang semula Rp 1,8 juta per meter persegi, di turunkan menjadi Rp 1,035 juta. 

Baca Juga: Oknum ASN Kembalikan Dana BPJS, Wali Kota Banjar Tetap Jatuhkan Sanksi

“Akhirnya setelah saya di lantik, kita turunkan lagi menjadi Rp 1.035.000 per meter untuk tanah yang di terminal,” ujarnya.  

Sudarsono menyadari transformasi ekonomi Banjar di tengah krisis global butuh dukungan semua pihak. Ia menekankan peran media dan publik sebagai mitra kritis sekaligus solusi. 

“Dalam situasi sulit ini, memberikan masukan dan suport, pers harus menjadi solusi untuk bisa lebih baik lagi. Apalagi di tengah krisis keuangan seperti ini. Saya tidak anti kritik,” tuturnya. 

(Budiana Martin)

Dinilai Membahayakan, Wali Kota Bandung Soroti Bekas Galian Kabel

0
Bandung@fokusjabar.id
Kondisi Proyek Galian Kabel di Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa proyek penggalian kabel untuk penurunan jaringan kabel udara ke bawah tanah tetap harus di lanjutkan.

Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan di lapangan masih menyisakan banyak persoalan, terutama terkait kerapihan dan aspek keselamatan.

Menurutnya, penataan jaringan kabel merupakan bagian penting dari upaya memperindah wajah kota sekaligus meningkatkan ketertiban infrastruktur.

Baca Juga: Bidik Emas PON, R. Iman Firmansyah Maju Calon Ketua Umum Perbasi Jabar

Namun, kualitas pengerjaan tidak boleh mengabaikan kenyamanan dan keamanan masyarakat.

“Galian tetap di perlukan karena menurunkan kabel udara memang harus menggali tanah. Tetapi saya harus akui, pengerjaan galiannya masih tidak rapih, meninggalkan bekas pekerjaan yang mengganggu mata bahkan bisa menimbulkan risiko kecelakaan,”kata Farhan Rabu (11/2/2026).

Oleh karna itu, pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap proyek tersebut. Bekas galian, kata dia, harus di rapikan dan di kembalikan seperti kondisi semula agar tidak membahayakan pengguna jalan.

“Kita akan pastikan bahwa pekerjaan galiannya itu rapih dan aman,”katanya.

Farhan memahami bahwa proses penurunan kabel ke bawah tanah memang membutuhkan penggalian. Namun profesionalisme pelaksana proyek harus menjadi prioritas utama.

“Saya mengerti bahwa untuk menurunkan kabel udara ke bawah tanah harus di lakukan penggalian. Tetapi tunjukkan bahwa penanganannya di lakukan secara profesional, tidak asal-asalan,”ucapnya.

Soroti Kondisi Infrastruktur

Selain menyoroti persoalan galian kabel, Farhan juga menyinggung kondisi infrastruktur kota lainnya yang memerlukan perhatian serius.

Ia meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) segera menindaklanjuti berbagai laporan kerusakan yang di terima dari masyarakat.

Baca Juga: DSDA Jabar Imbau Masyarakat tidak Buang Sampah ke Sungai

“Kepada DSDABM, perbaikan jalan berlubang, trotoar rusak, serta drainase harus betul-betul di perhatikan. Saya sudah menerima laporan dari wilayah Cibaduyut terkait persoalan tersebut,” ungkapnya.

Farhan menambahkan, penataan kota tidak hanya berkaitan dengan aspek estetika, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga.

“Seluruh perangkat daerah di minta bekerja cepat, responsif, dan bertanggung jawab dalam menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

3 Pemain Anyar Persib Bandung Berpeluang Debut vs Ratchaburi

0
pemain anyar persib fokusjabar.id
Dion Markx (foto: persib.co.id)

THAILAND, FOKUSJabar.id: Tiga pemain anyar Persib Bandung (Layvin Kurzawa, Dion Markx dan Sergio Castel) berpeluang menjalani debut pada pertandingan melawan Ratchaburi FC, Rabu (11/2/2026) malam.

Laga Ratchaburi FC kontra Persib Bandung merupakan leg pertama babak 16 Besar AFC Champions League Two 2025/2026.

BACA JUGA:

Pelatih Ratchaburi FC Bilang Begini Soal Skuad Persib Bandung

Menurut Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, ketiga pemain anyar tersebut dalam keadaan siap tempur di kandang Ratchaburi FC.

Meki begitu, belum bisa di pastikan akan tampil sebagai starter atau sekadar pengganti.

“Sergio ada di sini bersama kami. Kita lihat saja apakah dia akan bermain nanti malam,” kata Hodak.

Pertandingan melawan Ratchaburi FC sangat penting bagi Persib Bandung untuk memuluskan langkah ke fase berikutnya.

Jika menang di Ratchaburi, Thom Haye dan kawan-kawan berpeluang besar lolos ke perempat final.

Bagaimana tidak, leg kedua bertindak sebagai tuan rumah pada 18 Februari 2026.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka menyebut, Persib Bandung memiliki motivasi berlipat.

“Saya rasa kunjungan Persib ke sini di dorong oleh aspirasi mereka sendiri. Sama seperti aspirasi kami,” kata Srimaka.

Dia juga menilai, Bojan Hodak telah memperkuat skuad secara signifikan.

“Mereka telah memperkuat skuad secara signifikan,” ungkap pelatih Ratchaburi FC.

Karenanya, pertandingan nanti akan sulit meski timnya bermain di depan publik sendiri. Meski begitu, dia tetap ingin meraih kemenangan.

(Bambang Fouristian)