spot_imgspot_img
Kamis 2 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 141

China Buka Suara Soal Rencana Pertemuan Trump dan Xi Jinping

0
pertemuan China fokusjabar.id
(foto: Xinhua News)

CHINA, FOKUSJabar.id: Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan China kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul konfirmasi terkait rencana pertemuan dua pemimpin negara tersebut.

Isu ini mencuat di tengah dinamika global yang terus berkembang, ketika komunikasi tingkat tinggi antara Washington dan Beijing di nilai penting untuk menjaga stabilitas hubungan bilateral.

BACA JUGA:

Duh! 250 Restoran dan Kafe di Singapura Tutup Tiap Bulan

Pemerintah China menyatakan, pihaknya mengetahui adanya keinginan Presiden AS, Donald Trump untuk bertemu langsung dengan Presiden Xi Jinping pada April 2026 mendatang.

Pernyataan tersebut di sampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing.

Lin menjelaskan, rencana itu berkaitan dengan percakapan telpon yang sebelumnya di lakukan oleh Trump dan Xi dalam beberapa hari terakhir.

Dalam komunikasi tersebut, Trump “sekali lagi menyatakan keinginannya untuk mengunjungi China pada bulan April” guna membahas sejumlah agenda penting bersama Xi Jinping.

China juga menyebut bahwa Presiden Xi telah memperbarui undangannya kepada Trump untuk melakukan kunjungan resmi ke Beijing.

Meski demikian, Lin menegaskan bahwa rincian jadwal dan kepastian tanggal pertemuan masih dalam tahap pembicaraan, karena kedua pihak terus berkoordinasi.

Percakapan telpon pada 4 Februari 2026 itu tidak hanya membahas rencana kunjungan. Namun juga menyentuh isu geopolitik yang sensitif. Termasuk hubungan lintas Selat Taiwan serta kerja sama ekonomi.

BACA JUGA:

Indonesia–Australia Teken Traktat Keamanan Baru, Perkuat Stabilitas Indo-Pasifik

Xi menekankan kembali posisi China mengenai kedaulatan dan integritas wilayahnya. Sementara Trump menyampaikan pentingnya dialog yang konstruktif dalam menjaga hubungan kawasan.

Rencana pertemuan ini di nilai menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk meredakan ketegangan setelah beberapa periode penuh perselisihan terkait perdagangan dan isu strategis lainnya.

Jika kunjungan tersebut benar-benar terealisasi. Pertemuan Trump dan Xi di perkirakan akan menjadi salah satu agenda diplomatik paling menonjol tahun ini dengan dampak besar bagi arah hubungan AS–China ke depan.

(Jingga Sonjaya)

Bupati Garut Tabur Bunga di Makam Bupati ke-20 Momon Gandasasmita

0
Bupati Garut Tabur Bunga fokusjabar.id
Bupati Garut Tabur Bunga di makam Bupati ke-20

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin berserta rombongan melanjutkan ziarah ke makam Bupati ke-20, Momon Gandasasmita di Pasirlingga, Desa Jati, Jumat (13/2/2026).

Sebelumnya berziarah ke makam Bupati Garut ke-22, H. Dede Satibi di Makam Besar Pasawahan, Jalan KH. Mashduqi Kelurahan Pananjung Kecamatan Tarogong Kaler.

BACA JUGA:

Bupati Garut Ziarah ke Makam Bupati ke-22 H. Dede Satibi

Menurut Syakur, ziarah tersebut bukan sekadar seremoni. Namun untuk mendoakan dan mengingat kembali jasa para pendahulu.

Dia mengagumi sosok almarhum Momon Gandasasmita terkait etos kerjanya yang sangat luar biasa.

Dia menyebut, dedikasi bekerjanya nyaris tanpa henti demi masyarakat sebagai standar tinggi bagi pejabat pemerintahan saat ini.

“Ini adalah amanah yang kita terima untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu. Tentu saja apa yang tadi kita lakukan karena mereka memberikan contoh,” katanya.

Putri pertama almarhum Momon Gandasasmita, Mita Permata Sari mengaku terharu. Bagaimana tidak, ziarah ini merupakan kegiatan perdana yang di lakukan secara resmi oleh Pemda sejak kepulangan almarhum.

“Izinkan saya mewakili keluarga juga menyampaikan bahwa walaupun kami putra-putri dari almarhum berkarier dan berkegiatan di Kota Bandung, tapi kami tetap melanjutkan, meneruskan, mengurus peninggalan almarhum. Yaitu, Sekolah Tinggi Hukum Garut,” jelas Mita.

BACA JUGA:

Bupati Garut Pimpin Gerakan Ngariksa Hate di Jalan Ibrahim Adjie

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menekankan bahwa ziarah ini memiliki empat esensi utama bagi dirinya dan jajaran pemerintahan.

Pertama, ziarah ini adalah pengingat diri bahwa kita semua akan berpulang. Bagaimana kita di kenang nantinya sangat bergantung pada apa yang kita kerjakan semasa hidup.

Kedua, mendoakan almarhum H. Dede Satibi dan para Bupati terdahulu agar di tempatkan di sisi Allah SWT.

Ketiga, kita merefleksikan hal-hal baik yang sudah almarhum lakukan untuk masyarakat Garut.

Terakhir, ini adalah bentuk komitmen untuk meneruskan perjuangan dan keteladanan almarhum. Terutama dalam menyeimbangkan pengabdian di pemerintahan.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Ziarah ke Makam Bupati ke-22 H. Dede Satibi

0
Bupati Garut ziarah fokusjabar.id
Bupati Garut Ziarah ke Makam Bupati ke-22 H. Dede Satibi

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin ziarah khidmat ke makam Bupati ke-22, H. Dede Satibi, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Makam Besar Pasawahan, Jalan KH. Mashduqi Kelurahan Pananjung Kecamatan Tarogong Kaler menjadi momentum refleksi atas sinergi dan estafet kepemimpinan.

BACA JUGA:

Bupati Garut Pimpin Gerakan Ngariksa Hate di Jalan Ibrahim Adjie

Ziarah ke makam Bupati Garut ke-22 meruapakan rangkaian peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213.

Abdusy Syakur Amin di dampingi Sekda (Nurdin Yana), Ketua DPRD, Aris Munandar dan para Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.

Rombongan Pemda di sambut hangat istri almarhum, Hj. Ida Sri Indriati beserta keluarga besar dan jajaran Pimpinan Manajemen Al Mashduqi Islamic School Garut.

Bupati Garut Ziarah fokusjabar.id
Tabur Bunga

Prosesi ziarah di awali dengan penyampaian biografi singkat H. Dede Satibi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Garut, Totong.

Dia menyampaikan kiprah almarhum sewaktu menjabat Bupati ke-22. Di antaranya, membangun Sarana Olahraga Merdeka Kerkhof dan menginisiasi pembangunan sarana olahraga kebanggaan masyarakat Garut (SOR RAA. Adiwijaya).

“Beliau juga mengusung program keterbukaan informasi publik melalui acara interaktif/talkshow yang melibatkan unsur kepemimpinan daerah sebagai sarana untuk menyerap aspirasi dan dialog langsung di radio pemerintah dan swasta,” ungkap Totong.

Menurut Totong, almarhum tidak hanya memimpin Garut sebagai kepala daerah. Namun juga membangun fondasi pendidikan melalui pendirian Al Mashduqi Islamic Boarding School Garut sebagai bentuk dedikasi terhadap pembinaan generasi muda.

“Al Mashduqi Islamic Boarding School Garut menjadi sebuah institusi yang kini menjadi salah satu pilar pendidikan Islam di Kota Intan,” ujarnya.

BACA JUGA:

Bupati Garut Mapag Gumiwang Ci Garut dan Ziarah Leluhur

Mewakili pihak keluarga, H. Arif Bakhtiar mengapresiasi atas kunjungan tersebut.

“Bertepatan dengan hari Jumat Sayyidul Ayyam, Saya mewakili Ibunda kami tercinta, Ibu Hj. Ida Sri Indriani beserta keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian dan penghormatan kepada almarhum,” katanya.

“Ini merupakan tempat lahir sekaligus tempat peristirahatan terakhir Bapak H. Dede Satibi. Mudah-mudahan kegiatan hari ini Allah SWT catat sebagai bagian dari amal sholeh kita semua” Dia menambahkan.

Pihak keluarga dan seluruh santri murid Al Mashduqi mendoakan jajaran pemerintahan di beri kesehatan serta kemudahan dalam mengemban amanah mulia.

“Kami berdoa semoga pak Bupati beserta jajaran senantiasa di berikan kesehatan dan kemudahan dalam mengemban amanah mulia. Sehingga cita-cita mewujudkan Garut hebat dapat tercapai,” ujarnya.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menekankan bahwa ziarah ini memiliki empat esensi utama bagi dirinya dan jajaran pemerintahan.

Pertama, ziarah ini adalah pengingat diri bahwa kita semua akan berpulang. Bagaimana kita di kenang nantinya sangat bergantung pada apa yang kita kerjakan semasa hidup.

Kedua, mendoakan almarhum H. Dede Satibi dan para Bupati terdahulu agar di tempatkan di sisi Allah SWT.

Ketiga, kita merefleksikan hal-hal baik yang sudah almarhum lakukan untuk masyarakat Garut.

Terakhir, ini adalah bentuk komitmen untuk meneruskan perjuangan dan keteladanan almarhum. Terutama dalam menyeimbangkan pengabdian di pemerintahan.

BACA JUGA:

Bupati Garut Perintahkan Kades Transparan dan Ikuti Arahan Pusat

Rangkaian ziarah di lanjutkan dengan pembacaan doa oleh Wakil Ketua MUI  Kabupaten Garut, KH. Abdul Muis Hamzah. Selanjutnya di tutup dengan prosesi tabur bunga dan air di pusara almarhum oleh Bupati Syakur Amin dan para tamu undangan lainnya.

Kegiatan ziarah tersebt menjadi salah satu rangkaian agenda penting HJG ke-213. Yakni, menjadi pengingat bahwa sejarah kepemimpinan Garut di bangun oleh dedikasi para pendahulu yang tidak hanya berkontribusi dalam tata kelola pemerintahan. Namun juga dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

(Bambang Fouristian)

Stabilkan Harga Pangan Jelang Ramadan, DKPP Kota Bandung Kembali Gelar GMP

0
bandung@fokusjabar.id
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Ramadan guna menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok. (Fokusjabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id:Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Ramadan guna menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok.

Tahun ini, kegiatan tersebut di jadwalkan berlangsung sedikitnya 32 kali dan masih berpeluang bertambah sesuai kebutuhan di lapangan.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan GPM di fokuskan pada komoditas yang tengah mengalami kenaikan harga seperti telur, daging ayam, dan cabai. Komoditas tersebut di prioritaskan agar gejolak harga di pasaran dapat di tekan melalui intervensi subsidi.

Baca Juga: Menjaga Suara yang Tak Lekang Waktu: Radio Antik Hidup Kembali dalam Bandung Kota Cerita

“Kalau yang sedang naik itu harga untuk tiga komoditas, misalnya telur, ayam, cabai, hanya itu sebetulnya yang harus di tampilkan. Di sini harganya itu dapat subsidi, jadi pemerintah mensubsidi harga pangan,”kata Gin Gin di pada kegiatan GPM di Kantor DKPP Jalan Arjuna Kota Bandung Jumat (13/2/2026).

Gin Gin menyebut, saat ini harga telur di pasaran berada di kisaran Rp30.000–Rp31.000 per kilogram. Melalui GPM, telur di jual Rp27.000 per kilogram karena pemerintah menanggung sebagian biaya distribusi.

“Jadi kami fasilitasi untuk biaya angkutannya. Yang kedua, kami membeli langsung dari distributor, produsen, bahkan ke petaninya langsung, sehingga harganya bisa di tekan. Termasuk dari sisi kualitas, bahkan kami sangat selektif melakukan pemeriksaan keamanannya,” katanya.

Menjamin Ketersediaan Bahan Pangan

Selain menjaga keterjangkauan harga, GPM menjadi salah satu upaya pemerintah buat menjamin ketersediaan bahan pangan menjelang bulan Ramadan. Dengan demikian, potensi kelangkaan bahan pangan yang dapat berdampak pada kenaikan harga bisa di cegah.

“Makanya hari ini GPM di lakukan serentak di tingkat nasional, itu dalam upaya menghadapi Ramadan. Nanti juga kami ada meeting zoom bersama daerah lain untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan buat menghadapi bulan puasa,ucapnya.

Meski menitikberatkan pada komoditas yang mengalami kenaikan harga, berbagai bahan pangan lain tetap tersedia dengan harga Rp1.000–Rp2.000 lebih murah dari pasaran. Produk hasil program Buruan SAE juga turut di jual sebagai bentuk edukasi urban farming kepada masyarakat.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Soroti Kesenjangan Sosial Saat Lantik Ratusan Pejabat

“Nah, itu juga kelebihan GPM di Kota Bandung, makanya tahun lalu kami mendapatkan penghargaan. Jadi kami selalu mengolaborasikan kegiatan GPM dengan berbagai kegiatan, termasuk kami tampilkan produk-produk hasil dari Buruan SAE,”ungkapnya.

Gin Gin menambahkan, dari target 32 kali pelaksanaan GPM yang di biayai APBD, hingga Februari sudah di gelar empat kali dan enam kali lagi di siapkan sebelum Idul fitri. Dalam kondisi tertentu, satu kecamatan bisa mendapatkan dua hingga tiga kali pelaksanaan.

“Kadang-kadang karena situasi tertentu, di satu kecamatan itu bisa lebih ada dua atau tiga kali GPM. Yang 32 kali itu GPM dari APBD, biasanya ada juga support yang meminta kami menyelenggarakan GPM, jadi setahun itu bisa lebih dari 32 kali di adakan GPM,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Masjid Raya Darussalam Ciamis Dibangun Sebagai Pusat Peradaban Santri

0
ciamis@fokusjabar.id
Pembangunan Masjid Raya Darussalam Ciamis resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam, Jumat (13/09/2026).

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pembangunan Masjid Raya Darussalam Ciamis resmi di mulai melalui prosesi peletakan batu pertama di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam, Jumat (13/2/2026). 

Momen ini menjadi kelanjutan dari gerakan wakaf yang telah bergulir sejak Juni 2025 bersamaan dengan peresmian Pusat Wakaf Darussalam (Puswada).

Kegiatan berlangsung khidmat dan di hadiri Sekretaris Daerah Ciamis Dr. H. Andang Firman Triyadi, MT., Ketua DPRD Ciamis H. Nanang Permana, Asisten Daerah III Pemkab Ciamis Drs. H. Wawan Ruhyat, M.M.

Baca Juga: Bupati Ciamis Soroti Akuntabilitas Keuangan di Kecamatan Purwadadi

Kepala Kemenag Ciamis, H. Asep Lukman Hakim, Ketua Baznas Ciamis H. Lili Miftah, Ketua DMI Ciamis, Drs. Syarief Nurhidayat, para ulama, tokoh masyarakat, pengurus pesantren, santri serta tamu undangan.

Pimpinan Ponpes Darussalam sekaligus Direktur Utama Puswada, KH. Fadlil Yani Ainusyamsi (Ang Icep), menuturkan pembangunan masjid tidak sekadar menambah fasilitas ibadah, melainkan bagian dari pembentukan kawasan pesantren yang berorientasi pada pembinaan umat.

“Masjid ini bukan hanya tempat shalat. Kami ingin Darussalam menjadi pusat pendidikan, pembinaan akhlak, dan penguatan kegiatan keagamaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masjid akan berdiri di atas lahan sekitar 420 bata atau kurang lebih 5.880 meter persegi dengan ukuran bangunan utama 40 x 40 meter. 

“Area dalam masjid di rancang seluas sekitar 36 x 28 meter dan di lengkapi halaman luas untuk menampung jamaah pada kegiatan besar keagamaan,” ungkapnya.

Kebutuhan Anggaran Pembangunan

Ia juga menyampaikan untuk kebutuhan anggaran pembangunan di perkirakan mencapai Rp8,5 miliar. Namun pihak pesantren tidak menetapkan batas waktu penyelesaian karena pembangunan akan menyesuaikan kemampuan dan partisipasi masyarakat.

“Kita tidak mengejar waktu tertentu. Yang penting langkah awal sudah di mulai. Insya Allah pembangunan berjalan seiring dukungan umat,” kata Ang Icep.

Ia mengajak alumni, pengusaha, majelis taklim, serta masyarakat luas untuk terlibat melalui wakaf dan infak. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama pembangunan masjid.

Turut hadir Sekretaris Daerah Ciamis, Andang Firman Triyadi menegaskan pembangunan masjid bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi pembinaan umat.

“Masjid tidak hanya tempat salat. Rasulullah SAW membangun Masjid Nabawi sebagai langkah awal membangun peradaban Madinah. Masjid Raya Darussalam harus kita proyeksikan menjadi pusat ibadah, tempat santri belajar, ruang diskusi masyarakat, bahkan solusi persoalan sosial,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan masjid dapat menjadi laboratorium pembelajaran Islam sekaligus ruang pembinaan masyarakat lintas kalangan, termasuk bagi musafir dan generasi muda. Menurutnya, membangun rumah Allah merupakan investasi spiritual yang tidak pernah merugi.

“Jika kita bergotong royong, insyaallah pembangunan tidak akan lama. Ini ladang amal bagi umat yang di beri kesempatan membangun rumah Allah,” ungkapnya.

Sampaikan Rasa Syukur

Sementara itu pimpinan proyek pembangunan, Ahmad Agung (Abah), dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perbankan, orang tua santri hingga para mujahid wakaf.

“Hari ini kita bukan sekadar meletakkan batu. Kita sedang menanam fondasi iman dan persaudaraan. Masjid ini di harapkan menjadi tempat lahirnya generasi berilmu sekaligus berakhlak,” tuturnya.

Baca Juga: Bupati Ciamis Ingatkan Bahaya Potong BPNT

Ia menambahkan, keberadaan masjid nantinya akan di fungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan, pembelajaran Al-Qur’an, pembinaan pemuda, serta aktivitas sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, setiap bentuk partisipasi masyarakat memiliki nilai ibadah jangka panjang. Wakaf, kata dia, bukan di lihat dari besar kecilnya nominal, melainkan keikhlasan dan kebermanfaatannya.

“Setiap rupiah yang di infakkan adalah investasi akhirat. Semoga Allah mengganti dengan keberkahan dan pahala yang terus mengalir,” ucapnya.

Pesantren berharap Masjid Raya Darussalam ke depan mampu menjadi pusat kegiatan umat di wilayah Ciamis, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai penggerak pendidikan Islam, dakwah, dan kepedulian sosial masyarakat.

(Mia)

‎Bikin Geger Warga Pangandaran, Sepucuk Surat Ditemukan Sebelum Suharman Meninggal Dunia

0
pangandaran@fokusjabar.id
Sepucuk Surat dari Suharman (istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sepucuk kertas berisi perpisahan di temukan sebelum Suhadman (50) meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar di sebuah saung di Dusun Babakanjaya Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

‎Isi surat tersebut di tulis menggunakan bahasa daerah (Sunda). Dalam surat itu dia menyampaikan permohonan maaf kepada saudaranya yang telah banyak di repotkan olehnya. Dia juga menitipkan anaknya bernama Epul serta istri tercintanya. 

‎Saking sayangnya kepada sang istri, Suhadman menitipkan pesan jika istrinya tidak boleh melihat langsung kondisi kematiannya yang mengenaskan itu.

Baca Juga: Pejabat Pangandaran Diduga Terlibat Praktik Investasi Bodong, Masyarakat Dorong APH Tindak Tegas

‎”Pamajikan bejaan tapi ulah datang, Abi karunya (kasih tahu istri tapi jangan suruh datang, saya kasihan),” tulis Suhadman di dalam isi wasiatnya kepada saudaranya.

‎Selain itu, Suhadman juga meminta saudaranya agar uang material di serahkan kepada istrinya untuk bayar hutang dan pindah kontrakan.

‎”Penta ka nu beunghar Rp20 juta bikeun ka pamajikan jang mayar hutang sesana sok keur usaha. Hampura abi nu loba dosa (minta sama orang kaya Rp20 juta kemudian kasihkan kepada istri untuk bayar hutang, sisanya untuk buka usaha. Maafin saya yang banyak dosa),” ucapnya.

‎Suhadman juga meminta agar kematiannya jangan di lakukan acara pengajian. Hal ini menurutnya akan menjadi beban keluarga.

‎‎”Tong di tahlilan bisi jadi hutang (jangan di lakukan tahlilan/pengajian takut jadi hutang,” ujarnya.

Isi Surat Suhadman

‎Selain itu, Suhadman juga menuliskan pesan mendalam kepada anak dan istrinya. 

‎”Hampura bapak. Epul kudu nurut ka mamang, ulah siga bapak. Mah (istrinya ) hampura Aa can bisa nyenengkeun. Kade inget omongan Aa mah, bere mamang Rp2 juta jang modal. Nitip (maaf bapak, Epul harus berbakti sama paman, jangan seperti bapak. Mah hampura Aa belum bisa membahagiakan. Jangan lupa pesen Aa mah, kasih mamang Rp2 juta buat modal. Titip,” pungkasnya.

Baca Juga: Di Usia 70 Tahun, Pasutri Cimerak Pangandarn Bertahan Hidup dari Sapu Lidi Rp1.800

‎Diketahui, Peristiwa tersebut sempat mengegerkan warga setempat. Kejadian ini terjadi pada pukul Jumat, (13/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. 

‎Surat tersebut pertama kali di temukan oleh Saudaranya, Supardi. Dan benar, ketika di temukan, Suhadman sudah meninggal dunia. 

‎Namun meski demikian, pihak keluarga menolak untuk di autopsi dan sudah menerima dengan iklas atas kejadian ini. Hal ini tertulis dari surat pernyataan yang Supardi buat lengkap dengan tanda tangan di atas materai.

(Sajidin)

Duh! 250 Restoran dan Kafe di Singapura Tutup Tiap Bulan

0
Restoran Singapura fokusjabar.id
(foto: web)

SINGAPURA, FOKUSJabar.id: Industri makanan dan minuman (F dan B) di Singapura tengah menghadapi tekanan berat. Bagaimana tidak, ratusan restoran dan kafe tutup setiap bulan.

Penyebabnya karena kenaikan sewa, biaya tenaga kerja hingga persaingan yang semakin ketat.

BACA JUGA:

Nama Tokoh Dunia di Dokumen Epstein Kembali Disorot

Mengutip VnExpress, data Accounting and Corporate Regulatory Authority mencatat sebanyak 3.148 bisnis makanan menghentikan operasionalnya pada 2025.

Kondisi tersebut meningkat dari tahun sebelumnya (2024) yakni 3.047 bisnis. Angka tersebut setara dengan rata-rata sekitar 250 restoran tutup setiap bulan.

Gelombang penutupan tersebut turut menyeret sejumlah nama restoran besar. Ka-Soh, restoran Cantonese legendaris berusia 86 tahun di Greenwood Avenue, menutup pintunya pada 28 September setelah menghadapi kenaikan sewa hingga 30 persen.

Selanjutnya, Relish, restoran kasual di Cluny Court berencana tutup pada 29 Maret setelah 19 tahun beroperasi.

Selain itu, restoran fine dining Ibid di North Canal Road yang di kelola Woo Wai Leong, pemenang ajang MasterChef Asia 2015 juga di jadwalkan menghentikan operasionalnya.

“Kami sudah bekerja sangat keras selama bertahun-tahun. Nmaun rasanya kami sudah tidak sanggup lagi,” ucap pemilik Ka-Soh, Cedric Tang di kutip bisnis.com, Jumat (12/2/2026).

Menurut Tang, untuk menutup kenaikan sewa dari sekitar S$12.000 atau sekitar Rp160 juta menjadi S$15.000 (Rp 200 juta) per bulan, Dia harus menjual tambahan 300 mangkuk mi sup ikan setiap bulan.

Namun menaikkan harga bukan pilihan bagi bisnis warisan seperti Ka-Soh karena mereka ingin tetap terjangkau bagi pelanggan lama.

Ketua Singapore Tenants United for Fairness (SGTUFF), Terence Yow menyebut, mayoritas penyewa melaporkan kenaikan sewa yang signifikan.

“Di dalam komunitas kami, mayoritas penyewa melaporkan kenaikan sewa antara 20-49 persen,”  ungkap Yow.

BACA JUGA:

Comeback BTS 2026, Musik dan Budaya Menyatu di Jantung Kota Seoul

Para ahli properti menilai, sewa bukan satu-satunya masalah. Ethan Hsu dari Knight Frank Singapore mengatakan, banyak kontrak sewa di perbarui setelah periode Covid-19 dan biaya konstruksi serta perawatan ikut meningkat.

“Banyak orang terpaku pada anggapan bahwa pemilik properti serakah, dan narasi itu memang menarik. Namun kenyataannya, sewa hanyalah salah satu komponen dari berbagai biaya yang harus di tanggung penyewa,” jelas Hsu.

Selain sewa, biaya tenaga kerja menjadi beban besar. Restoran kesulitan mencari koki dan staf dapur. Sementara pemain besar mampu menawarkan gaji jauh lebih tinggi.

Asosiasi Restoran Singapura bahkan menyebut terjadi krisis tenaga kerja yang serius.

Di sisi lain, jumlah restoran justru terus bertambah. Data menunjukkan hampir 23.600 gerai makanan beroperasi di Singapura tahun lalu. Persaingan semakin ketat karena pemain baru terus bermunculan.

Deputi Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong mengungkapkan, membuka restoran itu mudah. Namun menjalankan restoran dengan baik adalah hal yang berbeda.

Menurut Dia, mempertahankan bisnis agar tetap untung membutuhkan manajemen yang kuat, konsistensi kualitas makanan dan layanan serta kemampuan membedakan diri di tengah persaingan.

Data menunjukkan, lebih dari 60 persen restoran yang tutup pada 2025. Mereka baru beroperasi kurang dari lima tahun. Bahkan, sekitar 82 persen di antaranya belum pernah membukukan keuntungan sejak pertama kali buka.

Pengamat industri menyebut, banyak pelaku usaha baru terlalu mengandalkan semangat dan impian tanpa perencanaan model bisnis yang matang.

Persaingan yang padat, pelanggan yang semakin selektif serta warga Singapura yang kini sering makan di luar negeri turut memengaruhi permintaan.

Ke depan, pelaku usaha yang ingin bertahan perlu menjaga efisiensi operasional, memastikan biaya sewa tidak melebihi 20 persen dari total pengeluaran.

Selain itu, memanfaatkan teknologi dan layanan pesan antar untuk memperluas pasar.

(Bambang Fouristian)