spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 140

Nama PSGC Ciamis Masuk Daftar Klub Nunggak Gaji, Manajemen: Kami Selalu Tertib Bayar Gaji

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Manager PSGC Ciamis, Erwan Darmawan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Manajemen PSGC Ciamis angkat bicara usai nama klub berjuluk Laskar Singacala tersebut tercantum dalam daftar 28 klub yang mencoreng dunia sepak bola terkait isu tunggakan gaji pemain.

Manager PSGC Ciamis, Erwan Darmawan, mengaku terkejut melihat kemunculan nama dan logo timnya di dalam daftar tersebut. Pihak manajemen bakal mendalami informasi liar yang beredar, termasuk menguji validitas serta melacak sumber informasi primernya.

Baca Juga: Perlakuan Khusus I League kepada Persib Bandung dan Borneo FC

“Kita akan mempelajari informasi itu, validitasnya, validasinya,” ujar Erwan Darmawan di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (1/9/2026).

Unggahan visual akun media sosial @kumparanbola memuat narasi “Daftar Klub Nunggak Gaji”. Rilis tersebut memasukkan 28 klub sepak bola nasional, dengan menempatkan PSGC Ciamis pada urutan ke-24.

Daftar tersebut menyeret jajaran klub seperti PSM Makassar, PSBS Biak, Semen Padang, Persiku Kudus, PSIS Semarang, PSMS Medan, Persibo Bojonegoro, Persitara Jakarta Utara, RANS FC, Persikota Tangerang, Persinab Nabire, Sriwijaya FC, Perserang Serang, Persikas Subang, Persikasi Bekasi, Persida Sidoarjo, PS Siak, Garuda United, PSM Madiun, Depok Raya FC, Persipa Pati, Persewar Waropen, Persikab Bandung, PSGC Ciamis, Persikabo 1973, PS Gunung Jati Cirebon, Persipa Pati, hingga Pinrang City.

Keterangan dalam gambar mengklaim angka tunggakan gaji menembus Rp14,8 miliar yang melibatkan total 303 pemain. Gambar tersebut mencantumkan nama Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) sebagai penyedia data.

Manajemen Tegaskan PSGC Ciamis Selalu Tertib Bayar Gaji

Erwan menegaskan bahwa PSGC Ciamis selalu memegang komitmen tinggi dalam memenuhi kewajiban finansial kepada para pemain. Manajemen bahkan menetapkan prosedur ketat tiap kali memasuki jadwal pembayaran gaji bulanan.

“PSGC merasa paling tertib untuk bayar gaji. Kita selalu diingatkan, tiap tanggal 1 CEO kita pasti menelepon kita untuk membayar gaji,” katanya.

Erwan turut mempertanyakan identitas pemain yang mengklaim belum menerima hak finansialnya. Hingga detik ini, pihak PSGC Ciamis belum pernah menerima surat teguran maupun pemberitahuan resmi dari pihak berwenang mengenai keluhan gaji.

“Dan siapa pemainnya yang belum dibayar, selama ini tidak ada teguran, tidak ada pemberitahuan ke kita. Kita juga merasa terkejut dengan adanya pencantuman logo kita termasuk di 28 klub tersebut. Aneh,” tegasnya.

Menyikapi polemik ini, Erwan memastikan manajemen akan menelusuri pengunggah daftar tersebut beserta muara datanya. Pihaknya akan melayangkan klarifikasi guna membongkar alasan pencantuman nama PSGC Ciamis.

“Kita akan meneliti dulu akunnya, kemudian sumbernya, kemudian juga kita akan klarifikasi. Saya rasa PSSI juga, Ilegue juga tidak akan diam ketika klub ini masih bermasalah dengan tunggakan gaji. Kita sekarang era modern, era serba diketahui oleh federasi kita,” katanya.

Persiapan Tim Mengarungi Kompetisi Tetap Berjalan

Meski isu miring menerpa, Erwan menjamin persiapan skuat PSGC Ciamis menghadapi kompetisi mendatang tetap berjalan mulus. Pembentukan komposisi pemain kini telah menembus angka 90 persen.

“Kita siap. Komposisi pemain sudah hampir 90 persen. Insyaallah semua ini tinggal mematangkan, mungkin mematangkan strategi pelatih dan komunikasi antar pemain,” ujarnya.

Di luar latihan tim, manajemen PSGC Ciamis masih mematangkan kesepakatan kontrak dengan sejumlah pemain anyar. Manajemen tengah merampungkan negosiasi bersama pemain asal Korea Selatan yang telah menyatakan komitmennya.

“Intinya dia sudah setuju akan main di sini, tetapi ada beberapa poin di kontrak yang masih kita diskusikan. Mudah-mudahan malam ini kita bisa deal,” pungkas Erwan.

(Mia)

Harga Pangan Naik, Pemkot Bandung Gelar Bazar Murah hingga Salurkan Bantuan

0
Kenaikan harga pangan
Wali Kota Bandung M Farhan. (Foto: Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Harga sejumlah komoditas pangan di Kota Bandung mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan, sementara produksi belum mengalami peningkatan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan dampak terhadap masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas sayuran dan ayam potong.

“Harga pangan naik karena permintaan meningkat, sementara jumlah produksi tidak meningkat, baik produksi sayuran maupun terutama ayam potong,” kata Farhan di Pasar Kosambi Bandung, Selasa (1/9/2026).

BACA JUGA: Farhan Bongkar Tata Kelola Keuangan Perumda Tirtawening, Tiga Divisi Punya Rekening Sendiri

Untuk meredam dampak kenaikan harga, Pemkot Bandung bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) tengah menyalurkan bantuan pangan nasional ke sembilan kecamatan.

Selain itu, Pemkot Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menggelar bazar pasar murah sebagai bagian dari upaya mengendalikan inflasi akibat kenaikan harga pangan.

Farhan menegaskan, upaya pemerintah tidak hanya berfokus pada pengendalian harga, tetapi juga memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan di seluruh pasar Kota Bandung.

“Yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung adalah memastikan barangnya ada di setiap pasar. Distribusinya harus ada di setiap pasar dan memastikan barangnya juga berkualitas,” katanya.

Menurut Farhan, harga pangan tetap bergerak mengikuti mekanisme pasar. Namun, pemerintah melakukan intervensi untuk membantu menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program.

“Bahwa harga naik mengikuti mekanisme pasar, itu sedang kita kendalikan melalui bazar pasar murah dan bantuan pangan nasional,” ucapnya.

Pemkot Bandung memperkirakan kondisi pasokan pangan akan kembali membaik pada Oktober 2026. Perkiraan tersebut seiring dengan datangnya masa panen raya yang diharapkan dapat meningkatkan pasokan ke pasar-pasar Kota Bandung.

“Menurut perkiraan kami, Oktober akan ada panen raya. Mudah-mudahan suplai ke pasar-pasar Kota Bandung kembali normal,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Pemkot Depok Buka Peluang Kerja ke Jepang untuk Posisi Truck Driver dan Taxi Driver

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Pemkot Depok Wali Kota Depok Supian Suri bersama unsur Disnaker Kota Depok saat mengunjungi LPK Koba Mirai Japan, Selasa (01/09/26).

DEPOK,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membuka peluang emas bagi warga masyarakat yang sedang memburu kesempatan karir. Melalui kolaborasi bersama lembaga pelatihan kerja, warga Depok kini mengantongi kesempatan emas untuk mengukir karir profesional di Jepang.

Pihak penyelenggara mengkhususkan lowongan kerja ke Jepang ini bagi warga yang berminat mengisi profesi pengemudi. Dua posisi strategis yang siap menampung para tenaga kerja yakni sopir truk (truck driver) dan sopir taksi (taxi driver).

Baca Juga: DPR Resmi Setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia

Pemkot Depok mengeksekusi program penempatan tenaga kerja ini melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok bersama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Koba Mirai Japan. Langkah kemitraan ini menjadi terobosan nyata dalam memperluas jangkauan warga terhadap pasar kerja internasional.

Kepala Disnaker Kota Depok Nessi Annisa Handari menyambut hangat kehadiran program penempatan luar negeri ini. Pihaknya menegaskan kesiapan penuh dalam memfasilitasi warga yang ingin menimba pengalaman sekaligus meraih rezeki di Negeri Sakura.

Nessi menegaskan bahwa pembukaan lowongan kerja ke Jepang ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas lapangan kerja. Program ini menyajikan alternatif karir yang sangat menjanjikan bagi para pencari kerja.

“Upaya ini tentu untuk menurunkan angka pengangguran di Kota Depok,” ujarnya usai memimpin kunjungan ke LPK Koba Mirai Japan di Jalan Proklamasi, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (1/9/2026).

Target 1.000 Tenaga Kerja dan Kuota Pendaftaran

Dalam realisasinya, program internasional ini mengusung target yang cukup masif. Nessi memaparkan bahwa pihaknya membidik sebanyak 1.000 warga Depok untuk terserap dalam program ini selama kurun waktu lima tahun ke depan.

Guna mencapai target tersebut, Pemerintah menyiapkan alokasi kuota sebanyak 200 peserta pada setiap tahunnya. Pihak panitia bakal membuka proses pendaftaran secara bertahap.

Nessi menilai peluang lowongan kerja ke Jepang ini menawarkan prospek masa depan yang cerah bagi warga Depok. Selain memperluas akses lapangan kerja, program ini sanggup mendongkrak tingkat kesejahteraan ekonomi para peserta dan keluarganya.

“Harapannya ini dapat menekan angka pengangguran di Kota Depok. Kami akan terus mendukung dan memantau program ini,” ungkapnya.

Cara Mengakses Informasi Pendaftaran Resmi

Bagi warga Kota Depok yang berminat menangkap peluang lowongan kerja ke Jepang ini, rincian persyaratan dan tata cara pendaftaran dapat warga akses langsung melalui saluran resmi Pemkot Depok.

Masyarakat juga bisa memantau pembaruan informasi secara berkala melalui akun media sosial resmi Disnaker Kota Depok. Pihak dinas mengimbau warga untuk terus mengawal informasi resmi agar tidak melewatkan tahapan pendaftaran yang bergulir secara bertahap.

(Jingga Sonjaya)

PGRI Jabar Kecam Keras Tindakan Oknum Wartawan di SDN 2 Sukaraja Sukabumi

0
oknum wartawan sukabuami
Ketua PGRI Jawa Barat H Akhmad Juhana mengecam keras tindakan oknum wartawan yang melakukan intimidasi di SD N 2 Sukaraja Sukabumi. (Foto: Abdul Latif)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman pembentukan karakter anak mendadak tercoreng oleh aksi premanisme. Seorang oknum wartawan berinisial AS (46) mengamuk di SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, di hadapan para siswa yang sedang menikmati jam istirahat.

Aksi arogan yang sempat terekam dan viral di media sosial ini karena masalah sepele. Pelaku membentak tenaga pengajar serta merampas ponsel guru secara paksa hanya karena menagih uang berlangganan media bulanan sebesar Rp100.000. Padahal dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) saat itu belum cair.

Reaksi Keras dan Sikap Tegas PGRI Jawa Barat

Insiden tersebut memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak, termasuk Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Barat. Ketua PGRI Jawa Barat, H. Akhmad Juhana, menegaskan bahwa intimidasi di lingkungan sekolah tidak dapat ditoleransi.

BACA JUGA: PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN 2 Sukaraja Sukabumi

“Kami merasa miris ketika oknum wartawan melakukan tindakan intimidasi terhadap guru pada saat siswa sedang istirahat. Jika ada persoalan, selayaknya selesaikan dengan cara yang baik, bukan dengan arogansi dan provokasi,” ujar Akhmad Juhana di Gedung PGRI Kabupaten Tasikmalaya, Senin (1/9/2026).

Solidaritas serupa juga diikuti oleh pengurus PGRI dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, termasuk Ketua PGRI Kabupaten Tasikmalaya, H. Undang Arifin, bersama jajarannya. Mereka berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas di jalur hukum demi menjaga sekolah tetap menjadi zona steril yang ramah, aman, dan edukatif.

Hasil Tes Urine: Pelaku Positif Amfetamin

Jajaran Polsek Sukaraja Resor Sukabumi Kota bergerak cepat menangkap pelaku setelah menerima laporan dari pihak sekolah. Berdasarkan tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi, pelaku terbukti positif mengonsumsi amfetamin (sabu-sabu).

BACA JUGA: Sebulan Ungkap 7 Kasus Narkoba, Polres Ciamis Sita 36,67 Gram Sabu

Saat ini, AS telah meringkuk di Mapolsek Sukaraja dan dijerat pasal berlapis Pasal 483 KUHP dengan ancaman hukuman penjara hingga 4 tahun dan Pasal 448 jo Pasal 126 KUHP dengan ancaman kurungan 1 tahun.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), turut menerjunkan tim hukum khusus untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan adil. Kasus ini harus menjadi momentum penting untuk memberantas segala bentuk premanisme di lingkungan pendidikan serta mengembalikan marwah dan rasa aman para pendidik.

(Abdul Latif)

Disdamkar Bekasi Ingatkan Bahaya Gas Bocor yang Terakumulasi di Dalam Rumah

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Pemkab Bekasi Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Bekasi melakukan sosialisasi pencegahan bahaya kebocoran tabung gas di halaman Kantor Kecamatan Karangbahagia.

BEKASI,FOKUSJabar.id: Peristiwa kebocoran gas elpiji di dalam rumah menjadi salah satu ancaman serius yang wajib memicu kewaspadaan tinggi. Ketika gas yang merembes keluar dari tabung tidak segera terurai, risiko kebakaran hingga ledakan besar mengintai penghuni rumah.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bekasi mengimbau warga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Risiko bahaya meningkat drastis jika kebocoran melanda ruangan tertutup tanpa sirkulasi udara yang memadai.

Baca Juga: Jelang Porprov Jabar 2026, Pemkab Bekasi Koordinasi dengan KONI dan Cabor

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya, meluruskan anggapan keliru mengenai fenomena “tabung gas meledak” yang kerap beredar di masyarakat. Ledakan dahsyat muncul sewaktu gas elpiji yang keluar mengendap di dalam ruangan lalu tersambar sumber pemantik api.

“Bukan tabung gasnya yang meledak. Gas yang keluar akibat kebocoran bisa terakumulasi di dalam ruangan. Ketika ada pemantik, misalnya api atau percikan listrik, maka dapat terjadi ledakan,” jelas Adeng, Selasa (1/9/2026).

Langkah Penting Mengatasi Kebocoran Gas Elpiji

Guna menekan risiko ledakan, Adeng meminta warga memastikan area dapur memiliki saluran ventilasi udara yang mencukupi. Kehadiran jendela, lubang angin, hingga exhaust fan membantu mengalirkan gas keluar sehingga tidak mengumpul di ruangan saat terjadi kebocoran gas elpiji.

Selain mengatur ventilasi, warga wajib mengenali tindakan penyelamatan yang tepat sewaktu mencium bau menyengat. Penghuni rumah harus menghindari tindakan menekan sakelar listrik atau mengoperasikan alat elektronik karena memicu percikan api.

Penggunaan kipas angin pun menjadi pantangan besar saat kecurigaan kebocoran gas elpiji muncul. Adeng mengingatkan warga untuk menahan diri dari menyalakan kompor atau menyalakan lampu saat mendeteksi bau gas.

“Ketika mencium bau gas, jangan langsung menyalakan listrik atau api. Ruangan juga harus memiliki akses udara dan akses penyelamatan yang memadai. Jangan sampai hanya ada satu pintu, sehingga ketika terjadi keadaan darurat masyarakat kesulitan untuk menyelamatkan diri,” katanya.

Pencegahan Dini dan Edukasi Penanganan di Rumah Tangga

Adeng menekankan pentingnya mendesain jalur evakuasi yang aman di area rumah. Bangunan hunian idealnya memiliki akses udara sekaligus pintu keluar yang memadai agar keluarga terhindar dari jebakan asap atau kobaran api saat kondisi darurat.

Di sisi lain, Disdamkar Kabupaten Bekasi terus menggencarkan sosialisasi penanganan kebakaran. Kasie Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha Disdamkar Kabupaten Bekasi, Syam, menyebutkan bahwa edukasi ini menyasar langsung kelompok keluarga di pemukiman warga.

“Edukasi ini terus kami sampaikan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebocoran gas. Prinsipnya, utamakan keselamatan, jangan panik, dan hindari tindakan yang dapat menimbulkan percikan atau api,” ujar Syam.

Syam mengajak warga rutin mengecek kondisi kelayakan tabung, regulator, serta selang sebelum memasak di dapur. Langkah sederhana ini terbukti ampuh mencegah bahaya kebocoran gas elpiji sejak dini.

“Jika masyarakat memahami mengenai penanganan kebocoran gas ini dapat mendorong terciptanya lingkungan rumah tangga yang lebih aman sekaligus menekan potensi terjadinya kebakaran,” terangnya.

(Jingga Sonjaya)

DPR Resmi Setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia

0
NASIONAL, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Kabar Bisnis Destry Damayanti, Aida S. Budiman, dan Solikin M. Juhro.

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memberi lampu hijau kepada Gubernur BI Destry Damayanti untuk memimpin Bank Indonesia periode 2026-2031. Ketetapan tersebut lahir melalui Rapat Paripurna DPR RI ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin langsung Rapat Paripurna yang mengesahkan jajaran baru pimpinan bank sentral. Selain posisi pimpinan tertinggi, DPR juga memberikan persetujuan kepada Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI.

Baca Juga: Jelang Porprov Jabar 2026, Pemkab Bekasi Koordinasi dengan KONI dan Cabor

Persetujuan paripurna ini melengkapi proses seleksi ketat di Komisi XI DPR RI. Sebelumnya, Komisi XI menggelar fit and proper test terhadap para calon pimpinan BI pada Rabu (26/8/2026) dan Kamis (27/8/2026).

Destry dan Aida menjalani uji kelayakan pada Rabu (26/8/2026) sebagai calon tunggal berdasarkan Surat Presiden (Surpres). Pada Kamis (27/8/2026), Komisi XI menguji Solikin M. Juhro dan M. Anwar Basori untuk posisi Deputi Gubernur BI.

Proses Ketuk Palu Paripurna DPR RI

Usai menuntaskan seluruh rangkaian uji kelayakan, Komisi XI menyepakati Gubernur BI Destry Damayanti, Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior, serta Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur. Hasil keputusan komisi langsung meluncur ke Rapat Paripurna DPR untuk mengantongi pengesahan akhir.

Puan Maharani meminta persetujuan seluruh anggota dewan yang hadir atas laporan Komisi XI mengenai hasil pengujian calon pimpinan BI.

“Apakah Laporan Komisi XI DPR RI terhadap hasil uji kelayakan Calon Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia tersebut dapat disetujui?” tanya Puan, Selasa (1/9/2026).

Seluruh anggota DPR menjawab setuju secara serentak. Puan lalu mengetuk palu sidang sebagai penanda sahnya persetujuan DPR RI bagi jajaran pimpinan baru Bank Indonesia periode 2026-2031.

Destry Damayanti Mengukir Sejarah Baru di Bank Indonesia

Melalui keputusan resmi ini, Destry menggantikan posisi Perry Warjiyo. Sebelum naik jabatan, Destry mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Pengangkatan ini sekaligus membawa nama Gubernur BI Destry Damayanti sebagai perempuan pertama yang menakhodai Bank Indonesia.

Usai mengantongi dukungan penuh parlemen, Destry memasang target optimistis. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu menyentuh angka 6 persen pada 2027, melampaui perkiraan awal di rentang 5,1–5,9 persen.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meyakini susunan pimpinan baru bakal membawa kinerja bank sentral lebih terarah.

“Dengan terpilihnya calon Gubernur, calon Deputi Gubernur Senior, calon Deputi Gubernur Bank Indonesia yang sudah dipilih dan ditetapkan tersebut, diharapkan dapat mendorong Bank Indonesia bekerja lebih fokus dan terarah,” pungkas Misbakhun.

Puan Maharani turut menitipkan harapan agar jajaran pimpinan baru mampu menjaga stabilitas keuangan negara secara penuh integritas.

“Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh integritas dan kebijaksanaan, serta memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kebijakan moneter, menjaga stabilitas keuangan, dan mendukung perkembangan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” pungkasnya.

(Jingga/Berbagai Sumber)

Jelang Porprov Jabar 2026, Pemkab Bekasi Koordinasi dengan KONI dan Cabor

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Cabang olahraga ski air dan wakeboard Kabupaten Bekasi menyumbangkan tiga medali emas di ajang Porprov XIV Jabar 2022 yang digelar di Waduk Saguling Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat.

BEKASI,FOKUSJabar.id: Kabupaten Bekasi terus memantapkan kesiapan guna berlaga dalam Porprov Jabar 2026. Menjelang ajang olahraga bergengsi tingkat Jawa Barat tersebut, pihak terkait mematangkan berbagai kebutuhan kontingen secara bertahap.

Langkah persiapan ini mencakup pembinaan atlet, kesiapsiagaan tiap cabang olahraga, serta pemenuhan fasilitas pendukung kontingen. Pemkab Bekasi mengambil langkah cepat agar para atlet mampu mengikuti seluruh nomor pertandingan dengan performa maksimal.

Baca Juga: 427 Siswa Ikuti MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi bersama jajaran pengurus cabang olahraga memimpin pematangan prestasi para atlet muda.

Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) mengambil peran strategis melalui koordinasi intensif serta penyediaan fasilitas sesuai kewenangan pemerintah daerah.

Kepala Disbudpora Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, menilai Porprov Jabar 2026 menjadi tolok ukur penting untuk melihat perkembangan olahraga daerah. Ajang ini memberi panggung bagi para atlet untuk menunjukkan buah latihan keras bersama KONI dan cabang olahraga.

“Porprov ini menjadi momentum penting bagi kita untuk melihat sejauh mana perkembangan prestasi olahraga. Pembinaan atlet KONI bersama cabang olahraga. Pemerintah daerah tentunya memberikan dukungan dan fasilitasi sesuai dengan kemampuan dan kewenangan pemerintah milikii. Kita tentu berharap semua daerah menjalankan pertandingan dengan sportif,” ujar Iman, Selasa (1/9/2026).

Sinergi Lintas Sektor Jelang Porprov Jabar 2026

Iman menggarisbawahi bahwa kesuksesan kontingen membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Kesiapan atlet dan pengurus cabang olahraga wajib berjalan sejajar dengan dukungan pemerintah daerah, pelatih, ofisial, hingga partisipasi warga masyarakat.

Pada gelaran Porprov Jabar 2026, Kontingen Kabupaten Bekasi bakal menerjunkan atlet-atlet potensial ke beberapa lokasi pertandingan, termasuk Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Bogor.

Guna menjamin seluruh rencana berjalan mulus, Disbudpora Kabupaten Bekasi membina komunikasi berkelanjutan bersama KONI Kabupaten Bekasi.

Dukungan tersebut mencakup penyediaan kebutuhan teknis serta fasilitas pemda yang terus bergulir secara bertahap.

“Kita terus membangun koordinasi dengan KONI. Prinsipnya, pemerintah daerah akan memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan dan ketentuan yang ada. Harapannya, seluruh proses persiapan dapat berjalan dengan baik sehingga atlet bisa fokus menghadapi pertandingan,” katanya.

Membangun Ekosistem Olahraga Berkelanjutan

Iman menegaskan bahwa Porprov Jabar 2026 tidak sekadar menjadi ajang perburuan medali. Keikutsertaan Kabupaten Bekasi membawa misi jangka panjang untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, ia meminta KONI dan cabang olahraga melanjutkan proses pembinaan atlet secara konsisten meski kompetisi telah usai demi menjaga regenerasi atlet daerah.

“Prestasi olahraga tentu membutuhkan proses yang panjang. Tidak hanya mempersiapkan menjelang pertandingan, tetapi juga melalui pembinaan yang berkelanjutan. Karena itu, peran KONI dan cabang olahraga sangat penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas atlet,” jelasnya.

Iman mengimbau semua pihak untuk menjaga sportivitas dan kondusivitas selama seluruh rangkaian pertandingan Porprov Jabar 2026 berlangsung.

“Kami berharap seluruh persiapan dapat berjalan lancar. Yang paling penting, atlet dapat bertanding dengan maksimal, menjunjung sportivitas, dan membawa nama baik Kabupaten Bekasi. Tentu kami juga mengajak masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan kepada para atlet,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)