spot_imgspot_img
Kamis 2 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 139

Penyesuaian Jam Kerja ASN dan Layanan Publik Saat Bulan Ramadan

0
Bulan Ramadan fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: Freepik)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bulan Ramadan selalu membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat. Terutama di kawasan perkotaan.

Aktivitas harian yang biasanya padat sejak pagi kerap bergeser, dengan suasana kota menjadi lebih ramai menjelang sore hingga malam hari.

BACA JUGA:

Aksi Sosial Bank BJB Tasikmalaya, Santunan untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Bulan Ramadan

Perubahan pola ini turut memengaruhi jam operasional berbagai layanan. Mulai dari kantor pemerintahan, pusat administrasi hingga sektor usaha.

banyak pihak menyesuaikan jadwal agar tetap sesuai dengan kebutuhan warga yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Penyesuaian jam kerja selama Ramadan umumnya di lakukan untuk menjaga keseimbangan antara pelayanan publik dan kondisi fisik masyarakat.

Kebijakan tersebut menjadi bentuk adaptasi rutin yang hampir selalu di terapkan setiap tahun.

Di Indonesia, salah satu penyesuaian yang paling terlihat adalah perubahan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejumlah pemerintah daerah mengatur waktu kerja yang lebih singkat di bandingkan hari normal.

Kabupaten Tangerang, misalnya, menetapkan jam kerja ASN selama Ramadan mulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 15.00 WIB pada hari Senin hingga Kamis.

Sementara pada hari Jumat, jam kerja berlangsung hingga pukul 15.30 WIB.

Pengaturan ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mengurangi total jam kerja ASN selama Ramadan menjadi sekitar 32,5 jam per minggu, lebih rendah di banding jadwal reguler.

Selain kantor pemerintahan, beberapa instansi pelayanan publik juga menyesuaikan waktu buka. Jadwal layanan di buat lebih ringkas agar masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan administrasi tanpa harus menunggu terlalu lama.

Di sisi lain, penyesuaian jam operasional juga terjadi di berbagai negara mayoritas muslim.

Uni Emirat Arab menerapkan pengurangan jam kerja harian bagi sektor publik dan swasta. Bahkan memberikan fleksibilitas seperti opsi kerja jarak jauh.

Arab Saudi pun memberlakukan jam kerja yang lebih pendek untuk pegawai pemerintahan. Yakni sekitar lima jam per hari selama Ramadan. Dengan begitu, aktivitas ibadah dapat berjalan lebih nyaman.

BACA JUGA:

Syekh Abdullah Jaber Ingatkan Umat Islam Tasikmalaya Agar Tak Melalaikan Bulan Ramadan

Perubahan ritme kota selama Ramadan tidak hanya terasa di sektor formal. Dunia usaha, terutama pusat kuliner dan toko-toko cenderung lebih aktif pada sore dan malam hari mengikuti waktu berbuka.

Beberapa negara seperti Maldives bahkan menetapkan jam operasional khusus bagi toko dan outlet makanan selama Ramadan. Sehingga kegiatan ekonomi tetap berjalan sesuai pola hidup masyarakat.

Secara keseluruhan, penyesuaian jam operasional selama Ramadan menunjukkan bagaimana kota-kota beradaptasi dengan kebutuhan sosial dan spiritual warganya, sekaligus menjaga agar pelayanan publik dan aktivitas ekonomi tetap berjalan selama bulan suci.

(Jingga Sonjaya)

Makna dan Filosofi Warna Merah dalam Tradisi Tahun Baru Imlek

0
Tahun Baru Imlek fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: Freepik)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, suasana kota maupun rumah-rumah biasanya berubah lebih semarak.

Salah satu ciri yang paling mudah di kenali adalah dominasi warna merah yang terlihat hampir di setiap sudut. Mulai dari pintu rumah hingga pusat perbelanjaan.

BACA JUGA:

Tradisi Yusheng dalam Perayaan Imlek dan Simbol Keberuntungan

Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, merah bukan hanya di pilih karena mencolok dan meriah. Warna ini telah lama di anggap membawa pesan simbolik yang berkaitan dengan harapan baik, kebahagiaan dan keberuntungan saat memasuki tahun yang baru.

Penggunaan merah juga mencerminkan keyakinan budaya yang di wariskan lintas generasi.

Banyak keluarga masih mempertahankan dekorasi berwarna merah sebagai bagian dari persiapan penting sebelum hari perayaan tiba.

Secara historis, warna merah di percaya mampu mengusir energi negatif dan melindungi rumah dari kesialan.

Karena itu, elemen merah menjadi bagian utama dalam berbagai bentuk hiasan dan perlengkapan Imlek.

Selain itu, merah memiliki keterkaitan dengan konsep unsur api dalam ajaran lima unsur atau Wu Xing.

Api melambangkan kehidupan, semangat serta perubahan. Sehingga di anggap selaras dengan momen pergantian tahun.

Dekorasi Imlek kemudian berkembang menjadi simbol visual yang bukan hanya memperindah. Tetapi juga memuat doa dan harapan.

Beberapa bentuk hiasan merah yang paling umum di jumpai antara lain, Lampion merah yang sering di gantung di depan rumah atau ruang publik untuk menghadirkan suasana hangat sekaligus melambangkan terang dan rezeki.

Kuplet merah, berupa tulisan doa atau harapan yang di tempel di sisi pintu sebagai simbol kesehatan dan kesuksesan.

Karakter (fu) yang berarti berkah atau keberuntungan. Kerap di tempel terbalik sebagai simbol bahwa keberuntungan sedang “datang.”

Hiasan kertas bermotif, seperti bunga atau hewan simbolik biasanya di pasang di jendela untuk menambah nuansa keberuntungan.

Keempat elemen tersebut menjadi dekorasi yang paling sering di gunakan karena mudah di kenali sekaligus sarat makna budaya.

Bagi masyarakat yang merayakan, pemasangan dekorasi merah bukan sekadar rutinitas tahunan. Melainkan bentuk penghormatan pada tradisi keluarga.

BACA JUGA:

Dompet Tipis? Ini Strategi Liburan Saat Long Weekend 14–17 Februari

Di ruang-ruang publik, warna merah juga berfungsi memperkuat atmosfer perayaan. Sekaligus menunjukkan identitas budaya yang tetap hidup di tengah modernisasi.

Hingga kini, dekorasi merah dalam Imlek masih di pertahankan karena di anggap mewakili doa kolektif. Yakni, kehidupan yang lebih baik, penuh keberuntungan dan kebahagiaan.

Dengan begitu, warna merah dalam perayaan Imlek bukan hanya soal estetika. Tetapi juga simbol harapan yang terus di wariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

(Jingga Sonjaya)

Tradisi Yusheng dalam Perayaan Imlek dan Simbol Keberuntungan

0
Tradisi Yusheng fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: Asian Inspirations)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan berbagai sajian khas yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai simbolik. Selain kue keranjang dan jeruk mandarin, ada satu hidangan yang sering menjadi sorotan dalam jamuan keluarga. Yakni, Yusheng.

Yusheng di kenal sebagai menu tradisi yang banyak di temukan di komunitas Tionghoa. Khususnya di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura dan Malaysia.

BACA JUGA:

Virgoun Penuhi Panggilan Komnas PA dan Siap Gugat Pengalihan Hak Asuh

Hidangan ini kerap di sajikan dalam acara makan bersama sebagai bagian dari perayaan menyambut tahun baru.

Bagi banyak keluarga, Yusheng bukan sekadar makanan, melainkan simbol harapan. Proses menyantapnya di lakukan dengan cara khusus yang di percaya membawa doa baik. Terutama terkait rezeki, kemakmuran dan keharmonisan.

Secara sederhana, Yusheng dapat di pahami sebagai salad ikan mentah dengan campuran sayuran dan topping. Namun, di balik tampilannya yang berwarna-warni, setiap bahan memiliki makna keberuntungan tersendiri.

Tradisi yang menyertai yusheng di kenal dengan istilah lo hei. Yaitu ritual mengaduk dan mengangkat bahan bersama-sama menggunakan sumpit.

Momen ini biasanya di iringi ucapan harapan positif untuk tahun yang akan di jalani.

Komposisi Yusheng terdiri dari beberapa elemen utama yang umum di gunakan dalam versi tradisional. Di antaranya, ikan mentah seperti salmon atau mackerel sebagai lambang kelimpahan.

Wortel parut yang di kaitkan dengan keberuntungan besar, Lobak putih dan hijau sebagai simbol kemajuan dan rezeki lancar, Pomelo yang melambangkan sukacita dan hoki.

Minyak serta saus plum manis sebagai doa keharmonisan dan rezeki mengalir, Kacang tanah tumbuk dan biji wijen sebagai simbol kekayaan serta usaha berkembang.

Kerupuk renyah yang menggambarkan kemakmuran dan “emas,” Lada serta campuran lima bumbu untuk menarik lebih banyak keberuntungan.

BACA JUGA:

United Day 9, Perayaan 15 Tahun Kolaborasi Supermusic x Hellprint

Seiring waktu, yusheng juga mengalami banyak inovasi. Beberapa restoran menambahkan seafood premium seperti abalon atau memasukkan buah-buahan dan sayuran unik untuk memberi variasi rasa.

Walaupun tampilannya terus berkembang, inti dari Yusheng tetap sama. Yakni sebagai sajian penuh simbol doa baik di awal tahun.

Tradisi lo hei juga menjadi ruang kebersamaan. Karena seluruh anggota keluarga atau tamu ikut terlibat dalam ritual mengaduk bersama.

Melalui perpaduan rasa segar dan makna filosofis, Yusheng menjadi salah satu hidangan yang terus melekat dalam perayaan Imlek dari generasi ke generasi.

Di tengah perubahan zaman, Yusheng tetap hadir sebagai pengingat bahwa makanan dapat menjadi bagian penting dari budaya, harapan serta kebersamaan di tahun yang baru.

(Jingga Sonjaya)

Kasus Tiffany & Co Disegel, Menkeu: Impor Ilegal Akan Ditindak

0
Tiffany & Co fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: tvone news)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Penyegelan sejumlah gerai perhiasan mewah Tiffany & Co di Jakarta menarik perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.

Langkah tersebut di lakukan di tengah meningkatnya pengawasan pemerintah terhadap impor barang bernilai tinggi.

BACA JUGA:

Berani Kejar Jambret, Mahasiswi Ini Dapat Penghargaan Kapolresta Yogyakarta

Kasus tersebut menjadi sorotan karena melibatkan merek internasional ternama yang selama ini di kenal sebagai simbol produk premium.

Otoritas menegaskan bahwa penindakan di lakukan sebagai bagian dari kepatuhan terhadap aturan kepabeanan.

Pemerintah saat ini memang sedang memperketat pengawasan atas arus masuk barang mewah. Terutama untuk memastikan semua prosedur impor di penuhi dan penerimaan negara tetap terjaga.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Jakarta menyegel tiga outlet Tiffany dan Co pada 11 Februari 2026.

Gerai tersebut berada di pusat perbelanjaan Plaza Senayan, Plaza Indonesia dan Pacific Place.

Penyegelan di lakukan karena adanya dugaan ketidaksesuaian administrasi dalam proses impor sejumlah barang mewah yang di pasarkan di toko-toko tersebut.

Petugas mencurigai beberapa produk belum di laporkan secara tepat dalam dokumen kepabeanan.

Dalam proses penindakan, Bea Cukai juga menutup akses terhadap barang-barang bernilai tinggi yang tersimpan di brankas toko.

Langkah tersebut bersifat sementara sambil menunggu penjelasan resmi dari pihak perusahaan.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi aktivitas impor yang melanggar aturan.

“Pokoknya impor yang ilegal pasti akan di tutup dan di segel,” kata Purbaya.

DJBC telah meminta manajemen Tiffany & Co untuk memberikan klarifikasi lengkap mengenai status barang yang di segel. Pemeriksaan juga di lakukan untuk memastikan kewajiban bea masuk serta pungutan negara telah di bayarkan sesuai ketentuan.

BACA JUGA:

Bursa Capres 2029 Mulai Menghangat, Dedi Mulyadi Masuk Radar Nasional

Penertiban ini berlangsung di tengah upaya pemerintah memperkuat pengawasan terhadap peredaran produk impor premium. Langkah tersebut di nilai penting untuk menciptakan perdagangan yang tertib dan transparan.

Bea Cukai juga menekankan bahwa penegakan aturan kepabeanan turut berperan dalam melindungi pelaku usaha domestik. Termasuk UMKM dari persaingan yang tidak sehat akibat barang impor bermasalah.

Dalam tahap lanjutan, petugas akan mencocokkan stok fisik di gerai dengan dokumen impor seperti Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Jika terbukti ada pelanggaran, sanksi administratif hingga penyitaan dapat di terapkan.

Hingga kini, penyegelan masih bersifat sementara sambil menunggu hasil klarifikasi perusahaan.

Bea Cukai menegaskan seluruh proses di lakukan sesuai prosedur hukum untuk memastikan kepatuhan perdagangan barang mewah di Indonesia.

(Jingga Sonjaya)

Singapura Siapkan Chingay Parade 2026 dengan Konsep Arena 360 Derajat

0
Chingay Parade Singapura fokusjabar.id
(foto: chingay.gov.sg)

SINGAPURA, FOKUSJabar.id: Chingay Parade kembali masuk dalam daftar acara budaya terbesar yang akan memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek di Singapura pada 2026.

Parade ini sudah lama di kenal sebagai festival yang menampilkan semangat kebersamaan lintas budaya.

BACA JUGA:

Kontroversi Proxy Kowtow di China Soroti Benturan Tradisi dan Ekonomi Gig Jelang Tahun Baru Imlek

Seiring waktu, Chingay berkembang menjadi salah satu pertunjukan publik paling ikonik di Singapura. Acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga mencerminkan keragaman masyarakat yang hidup berdampingan di negara tersebut.

Pada 2026, Chingay kembali di gelar dengan skala yang besar dan konsep yang lebih modern. Sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu parade multikultural paling di nantikan di kawasan Asia.

Berdasarkan jadwal penyelenggaraan, Chingay Parade 2026 akan berlangsung selama dua malam, 27-28 Februari 2026.

Lokasi utama acara di pusatkan di F1 Pit Building, area yang kerap menjadi tempat berbagai event besar Singapura.

Tahun ini, parade mengangkat tema “WISH” yang menggambarkan harapan serta aspirasi masyarakat dalam menyambut tahun baru.

Tema tersebut d iterjemahkan melalui visual panggung, koreografi hingga elemen artistik parade.

Penyelenggara juga memperkenalkan konsep arena berbentuk lingkaran dengan beberapa tingkat tribun.

Format ini di rancang agar penonton dapat menikmati pertunjukan secara lebih dekat dari berbagai sisi.

Chingay Parade 2026 akan melibatkan lebih dari 3 ribu penampil dari beragam komunitas seni dan budaya. Jumlah ini menjadikannya salah satu kolaborasi terbesar sepanjang sejarah parade tersebut.

Selain pertunjukan panggung, parade juga menghadirkan lima float raksasa yang di rancang bersama warga dari lima distrik berbeda di Singapura.

Float tersebut menjadi bagian penting dari cerita visual yang di bangun sesuai tema acara.

BACA JUGA:

River Hongbao 2026 Rayakan 40 Tahun Festival Imlek Ikonik di Singapura

Sebagai festival multikultural, Chingay selalu menghadirkan pertunjukan yang beragam. Mulai dari tarian tradisional hingga aksi kreatif modern yang mencerminkan identitas masyarakat multietnis.

Parade ini juga di pandang sebagai ruang inklusif. Di mana berbagai kelompok budaya dapat tampil dalam satu panggung besar, memperlihatkan harmoni sosial yang menjadi ciri khas Singapura.

Untuk masyarakat yang ingin menyaksikan langsung, tiket Chingay Parade 2026 biasanya mulai di jual sejak akhir 2025 melalui platform resmi.

Pengunjung juga dapat memanfaatkan program SG Culture Pass untuk membantu pembelian tiket.

Dengan ribuan penampil, float besar serta konsep pertunjukan yang imersif, Chingay Parade 2026 kembali menjadi salah satu puncak perayaan Tahun Baru Imlek yang paling di tunggu di Singapura.

(Jingga Sonjaya)

River Hongbao 2026 Rayakan 40 Tahun Festival Imlek Ikonik di Singapura

0
River Hongbao Singapura fokusjabar.id
River Hongbao (foto: AsiaOne)

SUNGAPURA, FOKUSJabar.id: Perayaan Tahun Baru Imlek di Singapura selalu identik dengan berbagai festival budaya yang meriah. Salah satu agenda yang paling di nantikan adalah River Hongbao yang kembali hadir pada 2026.

Acara ini di kenal sebagai perayaan publik yang mempertemukan tradisi Tionghoa dengan hiburan modern.

Kehadirannya menjadi momen penting bagi warga lokal maupun wisatawan untuk merasakan atmosfer Imlek secara lebih luas.

BACA JUGA:

Duh! 250 Restoran dan Kafe di Singapura Tutup Tiap Bulan

Selain menjadi ajang hiburan, River Hongbao juga mencerminkan cara Singapura merayakan Imlek dalam ruang multikultural dengan nuansa keluarga dan kebersamaan yang kuat.

Pada 2026, festival River Hongbao di gelar di kawasan Gardens by the Bay, salah satu lokasi paling ikonik di negara tersebut.

Acara tersebut berlangsung mulai 15-24 Februari dan dapat di nikmati masyarakat secara gratis setiap malam.

Sorotan utama festival ini adalah deretan instalasi lampion raksasa yang menghiasi area taman. Tahun ini, dekorasi di buat selaras dengan tema Tahun Kuda dalam kalender zodiak China.

Pengunjung tidak hanya di suguhi pemandangan lampu yang spektakuler. Namun juga beragam pertunjukan seni di panggung utama.

Penampilan musik dan tari dari komunitas lokal menjadi bagian dari rangkaian hiburan selama festival berlangsung.

Salah satu agenda yang paling di tunggu adalah pertunjukan kembang api yang di gelar di area The Meadow.

Cahaya yang menghiasi langit malam menambah kemeriahan suasana perayaan.

River Hongbao juga di rancang ramah untuk keluarga. Berbagai wahana carnival di hadirkan. Termasuk atraksi permainan yang cocok untuk anak-anak maupun pengunjung dewasa.

Di sisi kuliner, festival ini menyediakan area Food Street yang menawarkan aneka jajanan khas Imlek serta pilihan makanan dari berbagai tradisi.

Stan makanan menjadi daya tarik tambahan yang selalu ramai di kunjungi.

BACA JUGA:

China Buka Suara Soal Rencana Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Tahun ini, River Hongbao juga memiliki arti khusus karena menandai penyelenggaraan festival yang telah memasuki usia 40 tahun sejak pertama kali di adakan.

Pameran khusus turut di tampilkan untuk memperlihatkan perjalanan panjang acara tersebut.

River Hongbao menjadi bagian penting dari rangkaian besar perayaan Imlek di Singapura, melengkapi dekorasi kota dan berbagai acara budaya lainnya.

Dengan kombinasi lampion, hiburan, kuliner dan suasana kebersamaan, River Hongbao 2026 kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu festival Tahun Baru Imlek terbesar dan paling populer di Singapura.

(Jingga Sonjaya)

613 Atlet Ramaikan Tasik Series Beraksi Championship 2026 di GOR Mayasari

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Ratusan atlet Silat lakoni pertandingan dalam kejuaraan Tasik Series Beraksi Championship 2026 di GOR Mayasari Tasikmalaya fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Sebanyak 613 pesilat dari berbagai perguruan di wilayah Priangan Timur hingga Bandung ambil bagian dalam ajang Tasik Series Beraksi Championship 2026. Kejuaraan pencak silat terbesar di Kota Tasikmalaya itu berlangsung di GOR Mayasari, Kecamatan Bungursari, selama dua hari, Jumat–Sabtu (13–14/2/2026).

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, membuka langsung kejuaraan tersebut. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kadisporabudpar Deddy Mulyana, Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Arif Gunawan, serta Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya Anton Suherlan.

Baca Juga: KADIN Kota Tasikmalaya Dorong RDTR Jelas, TEF 2026 Bahas Arah Ekonomi dan Investasi

Ia menyambut positif penyelenggaraan kejuaraan tersebut karena mampu memperkuat pembinaan atlet sekaligus mengangkat citra Kota Tasikmalaya sebagai kota olahraga.

“Event seperti ini tidak hanya meningkatkan kemampuan dan mental tanding atlet. Namun juga memberi dampak positif bagi UMKM, perhotelan, dan promosi wisata daerah,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Ia menilai konsistensi penyelenggaraan event olahraga akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Selain memacu prestasi atlet, kegiatan tersebut juga menggerakkan sektor usaha lokal.

Ketua Panitia Tasik Series Beraksi Championship 2026, Yudi Rahman, mengungkapkan ajang ini baru pertama kali terselenggara di Tasikmalaya. Meski demikian, antusiasme peserta dan masyarakat tergolong tinggi.

“Sebanyak 613 atlet ikut serta, mulai dari kategori SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Peserta datang dari Priangan Timur dan Bandung,” jelas Yudi.

Persiapam Porprov Jabar

Ia menambahkan, kejuaraan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Wilayah serta Porprov XV Jawa Barat 2026 yang akan berlangsung pada November 2026.

Menurut Yudi, dukungan juga datang dari Kapolda Jawa Barat yang sudah terjadwalkan untuk menyerahkan langsung piala dan hadiah utama pada partai final, Sabtu (14/2/2026).

Panitia berharap ajang ini mampu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang siap bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Sekaligus membawa nama Tasikmalaya semakin terkenal di kancah olahraga pencak silat.

(Seda)