spot_imgspot_img
Kamis 2 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 138

5 Hari Operasi, P3DW Kota Banjar Menjaring 1.249 Kendaraan 

0
banjar@fokusjabar.id
Petugas sedang memeriksa kelengkapan kendaraan. (Agus Purwadi/fokusjabar.id).

BANJAR, FOKUSJabar.id: Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kota Banjar. Melaksanakan Operasi Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2026 selama lima hari, mulai 09 Februari 2026 hingga 13 Februari 2026.

Kegiatan pada 09–11 Februari 2026 di gelar di sejumlah titik, yakni Hari Pertama di Alfamart Gardu. Kedua di Balai Benih Kota Banjar, dan Hari Ketiga di Jalan Letjen Suwarto. Selanjutnya pada 12–13 Februari 2026, operasi di lanjutkan di wilayah Parungsari dan Rest Area Dobo.

Selama lima hari pelaksanaan, petugas berhasil memberhentikan sebanyak 1.249 kendaraan bermotor. Terdiri dari 974 kendaraan roda dua (R2) dan 275 kendaraan roda empat (R4).

Baca Juga: Warga Banjar Sambut Bulan Suci Ramadan dengan Pawai Tarhib

Dari hasil pemeriksaan tersebut, tercatat 94 pemilik kendaraan R2 dan 24 pemilik kendaraan R4. Menandatangani Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar Pajak Kendaraan Bermotor.

Selain itu, pihak Kepolisian juga melakukan penindakan penilangan dengan rincian. 16 pelanggaran STNK, 5 pelanggaran SIM, serta 32 unit kendaraan roda dua yang di lakukan penindakan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 27 wajib pajak kendaraan R2 dan 7 wajib pajak kendaraan R4. Langsung melakukan pembayaran pajak di lokasi pemeriksaan.

Kepala P3DW Kota Banjar, Beni Suranta, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya. Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Baca Juga: Ngariung Bareng Polisi, Ojol Banjar Siap Jadi Mitra Jaga Kamtibmas

“Operasi ini bukan semata – mata penindakan, tetapi juga bentuk edukasi kepada masyarakat agar lebih tertib administrasi. Dan memahami pentingnya pajak kendaraan bagi pembangunan daerah,” ujarnya Sabtu (14/2/2026). 

Ia berharap melalui kegiatan ini, tingkat kepatuhan wajib pajak di Kota Banjar terus meningkat. Sehingga dapat mendukung optimalisasi pendapatan daerah serta pelayanan publik yang lebih baik ke depannya.

“Total penerimaan selama lima hari kegiatan mencapai Rp24.192.300,” pungkasnya..

(Agus Purwadi) 

Mengenang Dr. Oni Syahroni, Sang Pejuang Pendidikan dari Tasikmalaya

0
tasikmalaya@fokusjabar.id
Dr. Oni Syahroni

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kota Tasikmalaya di rundung duka mendalam. Sabtu, (14/2026) menjadi hari yang tidak terlupakan bagi keluarga besar Muhammadiyah. 

Dr. Oni Syahroni, sosok intelektual sekaligus Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, berpulang ke hadapan Sang Khalik tepat saat menjalankan tugas mulianya.

​Peristiwa ini meninggalkan kesan mendalam, bagaimana tidak, beliau menghembuskan napas terakhir setelah mendedikasikan kata-kata terakhirnya untuk generasi muda.

Baca Juga: 613 Atlet Ramaikan Tasik Series Beraksi Championship 2026 di GOR Mayasari

​Detik-Detik Mengharukan

​Suasana khidmat pelantikan Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya di Grand Metro seketika berubah menjadi kepanikan yang menyayat hati. 

Dr. Oni, yang juga merupakan mantan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS), baru saja menaiki podium untuk memberikan sambutan.

​Baru beberapa kalimat pembuka yang sarat semangat terlontar, suara beliau perlahan melemah. Tak berselang lama, tubuh sang tokoh pejuang pendidikan ini ambruk di atas podium. 

Para hadirin yang awalnya mengira beliau hanya jeda sejenak, langsung tersentak saat menyadari situasi darurat tersebut.

​Panitia dan tamu undangan bergerak cepat mengevakuasi Dr. Oni ke RS TMC Tasikmalaya. Meski tim medis telah berupaya maksimal memberikan pertolongan intensif, takdir berkata lain.

Dr. Oni Syahroni dinyatakan meninggal dunia, meninggalkan warisan pengabdian yang tak ternilai harganya.

​Sosok Dr. Oni Syahroni bukan sekadar nama dalam struktur organisasi. Di mata kolega dan mahasiswanya, beliau adalah akademisi yang berintegritas.

​Perannya sebagai mantan Wakil Rektor UMTAS membuktikan dedikasinya yang tanpa batas bagi kemajuan pendidikan di wilayah Priangan Timur.

​Almarhum juga dikenal sebagai pribadi yang berwibawa namun tetap rendah hati (humble). Beliau selalu menjadi rujukan bagi pemuda Muhammadiyah dalam merumuskan pemikiran dan strategi dakwah.

​”Beliau adalah teladan nyata tentang pengabdian. Meninggal dunia saat sedang memberikan pesan-pesan kebaikan adalah sebuah akhir yang dicita-citakan banyak pejuang dakwah.” kata warga Muhammadiyah yang hadir.

Warisan Nilai dan Doa bagi Almarhum

Baca Juga: KADIN Kota Tasikmalaya Dorong RDTR Jelas, TEF 2026 Bahas Arah Ekonomi dan Investasi

​Kepergian beliau menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa usia adalah rahasia Ilahi.

Dr. Oni Syahroni wafat saat sedang menanam benih semangat bagi para pemuda. Ucapan belasungkawa kini terus mengalir dari berbagai tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, hingga aktivis organisasi di Kota Tasikmalaya.

​Kita kehilangan seorang penggerak, namun nilai-nilai perjuangan yang beliau tanamkan akan tetap hidup di hati para kader dan setiap sudut kampus yang pernah beliau besarkan. Selamat jalan, Dr. Oni Syahroni. Dedikasimu abadi.

(Abdul Latif)

Prabowo-Gibran 2029, IPO: 3 Parpol Bisa Angkat Kaki

0
Prabowo 2029 fokusjabar.id
Prabowo-Gibran (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengungkap alasan Partai Demokrat, PKS dan Golkar tak buru-buru menyatakan dukungan terhadap Prabowo Subianto menjabat dua periode.

Menurunya, Demokrat, PKS dan Golkar masih melihat/menunggu nama calon pendamping Prabowo pada Pilpres 2029.

BACA JUGA:

Bursa Capres 2029 Mulai Menghangat, Dedi Mulyadi Masuk Radar Nasional

“Sepertinya, Demokrat, PKS dan Golkar masih melihat apakah masih ada kecenderungan Prabowo bersama Gibran atau tidak,” kata Dedi dikutip jpnn.com, Sabtu (14/2/2026).

Partai Demokrat, PKS dan Golkar bisa saja tak bersama Prabowo apabila berpasangan dengan Gibran pada Pilpres 2029.

“Jika Gibran masih bersama Prabowo, ada peluang ketiga Parpol tersebut memiliki pilihan lain,” ungkapnya.

Dedi menganggap, peluang Gibran kembali bersama Prabowo pada Pilpres 2029 tetap terbuka lebar. Sebab, Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) akan terjun mengurusi kontestasi 2029 agar Gibran bisa mendampingi Prabowo.

“Peluang Gibran maju kembali dengan Prabowo masih ada. Terlebih Jokowi sepertinya masih berada di lingkaran mereka dan sangat interventif,” ungkapnya.

Tiga partai di parlemen pendukung pemerintah telah secara blak-blakan mendorong Prabowo menjabat Presiden RI selama dua periode.

Namun, beberapa di antaranya memilih fokus membantu Prabowo menyelesaikan masa kerja dan belum menyatakan dukungan buat eks Danjen Kopassus itu.

BACA JUGA:

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Turunkan Biaya Haji Lewat Pembangunan Kampung Haji

Partai yang terang-terangan mendukung Prabowo menjabat dua periode Presiden RI ialah PAN, PKB dan Gerindra.

Sementara itu, partai seperti Golkar, Demokrat dan PKS tak terbuka menyatakan dukungan bagi Prabowo menjabat dua periode.

Golkar, Demokrat dan PKS memilih fokus untuk membantu Prabowo menyelesaikan kerja sampai 2029 ketimbang berbicara politik praktis.

(Bambang Fouristian)

Warga Banjar Sambut Bulan Suci Ramadan dengan Pawai Tarhib

0
pawai Tarhib fokusjabar.id
Wali Kota Banjar Sudarsono melepas para peserta pawai Tarhib (foto: Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Ribuan warga Banjar Jawa Barat (Jabar) mengikuti pawai Tarhib menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Sabtu (14/2/2026).

Dengan suka cita mereka menyambut bulan yang penuh berkah. Pawai Tarhib dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat.

BACA JUGA:

Setahun Kepemimpinan Sudarsono–Supriana, Aliansi Pemuda Nilai Banjar “Stagnan”

Peserta pawai Tarhib di ikuti berbagai kalangan. Mulai dari PNS, tokoh agama, para santri dan Ormas Islam.

Mereka semua berkonvoi mengelilingi jalan protokol untuk menyiarkan kegembiraan dalam menyambut bulan yang suci penuh berkah dan magfiroh.

Wali Kota Banjar, Sudarsono mengatakan, pawai Tarhib sebagai bentuk keceriaan umat muslim dalam menyambut bulan suci ramadan.

Menurutnya, ibadah pada bulan ramadan pahala yang di berikan Allah SWT berlipat ganda.

“Bulan Ramadan ini sangat ditunggu-tunggu oleh semua umat Islam di dunia. Tak terkecuali masyarakat Kota Banjar,” kata Sudarsono.

Dia berharap, masyarakat berlomba untuk meraih pahala dan menjaga kondusivitas selama bulan puasa.

“Alhamdulillah, warga sangat antusias. Ini merupakan bentuk kegembiraan menyambut datangnya bulan suci ramadan,” terang Sudarsono.

BACA JUGA:

Ketua GPI Soroti Kinerja Kejari Kota Banjar Terkait Dugaan Korupsi

Ketua Panitia PHBI Kota Banjar, Ahmad Fikri Firdaus menegaskan, kegiatan pawai ini untuk mensyiarkan dan sebagai luapan rasa kegembiraan dengan datangnya bulan suci ramadan.

Umat Islam harus lebih meningkatkan ibadah. Terutama pada bulan ramadan. Pasalnya pahala yang di berikan berlipat ganda.

“Kita semua harus menjaga kondusivitas. Terutama pada bulan ramadan,” pesannya.

Salah satu peserta pawai, Yeni mengaku bersyukur masih di beri umur dan bertemu kembali dengan bulan suci ramadan.

Bulan suci ramadan menurutnya akan di manfaatkan untuk berbuat kebaikan.

Keikutsertaan dirinya dalam pawai ini merupakan luapan rasa syukur dan menyambut datangnya bulan suci ramadan.

“Saya bersyukur karena tahun ini masih bertemu dengan bulan suci ramadan,” singkat Yeni.

(Agus Purwadi)

JNE Dukung Prestasi Olahraga Nasional Hingga Level Asia

0
JNE prestasi olahraga fokusjabar.id
Tim Futsal Cosmo JNE FC, raih prestasi gemilang hingga tingkat Asia (foto: ist JNE)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Perusahaan ekspedisi terbesar JNE membuktikan komitmennya dalam memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Salah satunya  melalui dukungan nyata di bidang olahraga Nasional.

Sebagai sponsor utama, JNE memberikan apresiasi bonus berupa uang tunai puluhan juta rupiah kepada para pemain dan official Cosmo JNE FC yang berprestasi di level Asia.

BACA JUGA:

Ulang Tahun ke-35, JNE “Bergerak Bersama” Pelanggan dan Karyawan Hadirkan Inovasi & Apresiasi

Penghargaan tersebut di berikan atas keberhasilan olahraga Timnas Futsal Indonesia yang sukses meraih medali emas pada SEA Games di Thailand.

Timnas Futsal Indonesia U-16 berhasil meraih medali emas pada ajang ASEAN U-16 Boys Futsal Championship 2025, Timnas Futsal Indonesia U-19 meraih medali perak pada ASEAN U-19 Boys Futsal Championship 2025 dan menembus babak final AFC Futsal Asia Cup 2026.

Seremonial penyerahan bonus di laksanakan di Cielo Sky Lounge, Harris Hotel Pontianak.

Deretan nama yang menerima apresiasi. Di antaranya, Dewa Rizki Amanda, Israr Megantara, Rizki Xavier, dan Reza Gunawan yang sukses tampil impresif di Tim Senior level Asia.

BACA JUGA:

JNE Ajak Pebisnis Tasikmalaya Tumbuh Bersama Lewat JLC Member Gathering

Selain itu, apresiasi di berikan kepada Coach Muhammad Lili Alfisyahrin (Alfi) yang membawa tim U-16 meraih juara.

Selain itu, Andi Umay, Reivan Revian Epoy dan Coach Ade Lesmana yang sukses membawa tim U-19 menjadi juara kedua di ajang serupa.

SVP Marketing Group Head JNE, Eri  Palgunadi mengatakan, dukungan ini merupakan bagian dari semangat 35 tahun JNE berkiprah dalam melayani pengiriman masyarakat Indonesia.

“JNE terus bergerak bersama dan mendukung kemajuan anak bangsa. Khususnya melalui Futsal yang merupakan olahraga populer di semua kalangan,” ungkap Eri.

Ia menjelaskan, sebagai perusahaan logistik terbesar asli Indonesia, JNE secara konsisten mendukung pengembangan Futsal nasional.

Hal itu sebagai bagian dari komitmen dalam mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi serta memperkuat ekosistem olahraga yang kompetitif di Tanah Air.

BACA JUGA:

JNE Raih Penghargaan Best CMO Award 2025 dari Warta Ekonomi

“Dukungan ini sejalan dengan semangat tagline kita Connecting Happiness. Semangat melayani dengan hati yang telah terjaga selama lebih dari 35 tahun inilah yang menjadi landasan JNE untuk terus menghadirkan kontribusi positif yang berdampak langsung pada prestasi olahraga tanah air,” ujarnya.

Manager Cosmo JNE FC Caisar Silitonga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas peran dan dukungan dari JNE sebagai sponsor utama yang terus mendampingi langkah tim Cosmo JNE dalam setiap melakoni pertandingan.

“Fokus tim ke depan, tertuju pada pertandingan di GOR Ahmad Yani Pontianak. Kami menargetkan untuk menyabet gelar juara dalam ajang Futsal Nation Cup 2026. Kemudian akan berlanjut dengan ambisi besar memenangkan kasta tertinggi liga Futsal tanah air, Pro Futsal League Indonesia 2026,” tegas Caisar.

Dia menambahkan, performa solid yang di tunjukkan saat ini merupakan buah dari latihan keras dan kekompakan tim yang terjaga dengan baik.

“Kami minta doa dan dukungan dari seluruh Ksatria dan Srikandi JNE serta seluruh masyarakat Indonesia agar tim futsal Cosmo JNE FC terus berprestasi dan mengharumkan bangsa. Sekaligus memberikan yang terbaik dalam setiap kompetensi,” tutupnya.

(Seda)

Pemkot Bandung Soroti Penipuan Transfer Booking Hotel Lewat Kontak Palsu

0
Pemkot Bandung Booking Hotel fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: Freepik)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait keamanan pemesanan hotel secara online.

Imbauan tersebut di sampaikan setelah di temukan dugaan penyalahgunaan informasi digital pada sejumlah hotel yang muncul di mesin pencarian.

BACA JUGA:

Stabilkan Harga Pangan Jelang Ramadan, DKPP Kota Bandung Kembali Gelar GMP

Kasus tersebut menunjukkan adanya celah yang di manfaatkan pihak tidak bertanggung jawab dengan mengubah data kontak hotel di platform Google.

Kondisi tersebut berpotensi menyesatkan calon tamu yang ingin melakukan reservasi.

Pemkot Bandung menilai kewaspadaan publik perlu di tingkatkan. Terutama karena transaksi pemesanan kamar kini semakin banyak di lakukan melalui jalur daring.

Modus yang teridentifikasi adalah perubahan tautan kontak hotel yang di arahkan ke aplikasi WhatsApp.

Akibatnya, komunikasi calon pelanggan tidak lagi terhubung dengan pihak hotel resmi.

Dalam beberapa percakapan, calon tamu di duga di minta melakukan pembayaran melalui transfer ke rekening tertentu yang bukan milik pengelola hotel. Cara ini di nilai berisiko menimbulkan kerugian finansial.

Menanggapi situasi tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meminta masyarakat tidak gegabah sebelum memastikan kebenaran kontak yang di gunakan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat melakukan pemesanan hotel secara daring. Pastikan berkomunikasi melalui kontak resmi hotel. Untuk sementara waktu, masyarakat dapat menggunakan platform Online Travel Agent atau menghubungi langsung nomor telpon lokal hotel yang bersangkutan,” pesan Farhan.

Saat ini, Pemkot Bandung menyatakan proses pemulihan dan penelusuran masih berlangsung. Langkah ini di lakukan untuk mengembalikan informasi kontak hotel ke kondisi normal sekaligus mencegah penyalahgunaan lanjutan.

Pemerintah Daerah juga meminta pengelola hotel segera memeriksa data kontak yang muncul di mesin pencarian agar tidak ada informasi yang telah di ubah tanpa sepengetahuan mereka.

BACA JUGA:

Wali Kota Bandung Soroti Kesenjangan Sosial Saat Lantik Ratusan Pejabat

Selain itu, pihak hotel di imbau menyampaikan pemberitahuan melalui kanal resmi masing-masing. Sehingga calon tamu tidak terjebak dalam komunikasi dengan nomor palsu.

Masyarakat pun di minta tidak langsung melakukan transfer pembayaran jika menerima arahan dari nomor yang mencurigakan serta melakukan verifikasi ulang melalui saluran resmi.

Imbauan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan agar warga terhindar dari penipuan digital yang memanfaatkan peretasan informasi kontak dalam layanan pemesanan hotel.

(Jingga Sonjaya)

Ramadan sebagai Ruang Interaksi Sosial Lintas Agama di Masyarakat

0
ramadan fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: Freepik)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ramadan selalu menghadirkan perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Terutama di wilayah yang mayoritas penduduknya menjalankan ibadah puasa.

Aktivitas harian, suasana kota hingga kebiasaan makan ikut bergeser mengikuti ritme bulan suci.

BACA JUGA:

Tradisi Yusheng dalam Perayaan Imlek dan Simbol Keberuntungan

Namun, Ramadan tidak hanya di rasakan oleh umat Muslim. Dalam lingkungan yang beragam, bulan ini juga menjadi bagian dari pengalaman sosial bagi warga non-Muslim yang hidup berdampingan di tengah masyarakat yang berpuasa.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa Ramadan bukan hanya soal ibadah personal. Tetapi juga membentuk ruang kebersamaan yang melibatkan banyak lapisan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Di sejumlah daerah, tradisi berbagi takjil menjelang berbuka puasa sering menjadi contoh nyata interaksi lintas agama.

Kegiatan ini tidak selalu terbatas pada umat Muslim. Karena warga non-Muslim juga kerap terlibat dalam proses berbagi makanan.

Partisipasi tersebut menunjukkan adanya solidaritas sosial yang tumbuh dari kebiasaan hidup bersama.

Ramadan menjadi momen di mana nilai berbagi lebih menonjol dan di rasakan sebagai tradisi komunitas.

Selain di Indonesia, pengalaman serupa juga terjadi di berbagai negara dengan mayoritas Muslim.

Sebagian warga non-Muslim memilih mencoba berpuasa sebagai bentuk penghormatan terhadap lingkungan tempat mereka tinggal.

Bagi beberapa orang, menjalani puasa memberikan perspektif baru tentang makna Ramadan. Baik dari sisi kebiasaan hidup maupun pemahaman terhadap tradisi masyarakat sekitar.

Meski demikian, banyak non-Muslim yang tidak ikut berpuasa tetap beradaptasi dengan cara lain.

Bentuk penghormatan sering terlihat melalui sikap menjaga etika di ruang publik. Seperti lebih berhati-hati saat makan atau minum di siang hari.

Ramadan juga semakin di kenal sebagai momen yang inklusif melalui kegiatan berbuka puasa bersama yang terbuka untuk semua kalangan.

Acara semacam ini menghadirkan ruang perjumpaan yang hangat tanpa memandang latar belakang agama.

BACA JUGA:

Dompet Tipis? Ini Strategi Liburan Saat Long Weekend 14–17 Februari

Kebersamaan tersebut memperkuat hubungan sosial antarwarga, sekaligus memperlihatkan bahwa tradisi keagamaan dapat berdampak luas dalam kehidupan masyarakat majemuk.

Pada akhirnya, Ramadan tidak hanya membentuk suasana spiritual bagi umat Muslim. Tetapi juga memengaruhi dinamika sosial di lingkungan yang lebih luas.

Pengalaman non-Muslim selama Ramadan menjadi gambaran bagaimana masyarakat yang beragam dapat saling menyesuaikan, menghormati dan menemukan ruang kebersamaan dalam tradisi yang di jalankan bersama.

(Jingga Sonjaya)