spot_imgspot_img
Minggu 4 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 137

Tindak Tegas Penebangan Liar, Pemkot Bandung Tanam Kembali Pohon Mahoni di Jalan Riau

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Usai Ditebang Tanpa Izin, Pemerintah Kota Bandung Kembali Tanam 10 Pohon Mahoni di Jalan Riau Rabu (2/9/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bergerak cepat memulihkan kawasan ruang publik di Jalan L.L.R.E. Martadinata atau Jalan Riau. Langkah ini menjadi respon tegas setelah aksi penebangan sejumlah pohon tanpa izin merusak keasrian kawasan tersebut.

Sebagai bentuk pemulihan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung menanam 10 pohon mahoni baru, Rabu (2/9/2026). Bahkan, petugas memilih bibit pohon berusia 5–6 tahun dengan tinggi rata-rata melebihi lima meter agar kawasan tersebut kembali hijau dengan cepat.

Baca Juga: Polres Cimahi Musnahkan Miras, Narkoba, OKT dan Knalpot Brong

Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Kota DPKP Kota Bandung Nana Kurniawan mengonfirmasi bahwa timnya telah menyelesaikan seluruh proses penanaman. Selanjutnya, DPKP akan mengalihkan fokus pada tahap pemeliharaan intensif.

“Alhamdulillah hari ini kita menanam 10 pohon, sudah tertanam dan selesai. Jenisnya pohon mahoni dengan perkiraan usia 5 sampai 6 tahun,” kata Nana di lokasi.

Perawatan Ekstra dan Jaminan Penggantian Pohon


Sebelum menancapkan bibit ke dalam tanah, petugas DPKP terlebih dahulu mengoleskan cairan perawatan khusus pada bagian akar. Langkah tersebut berguna untuk mengantisipasi serangan hama dan jamur yang berpotensi merusak tanaman baru. Selain itu, petugas memasang tiang penyangga agar pohon berdiri kokoh dan mampu beradaptasi secara optimal.

“Treatment dulu akarnya untuk mengantisipasi hama dan jamur. Setelah ditanam juga dipasang penguat akar sebagai bagian dari pemeliharaan pasca penanaman,” katanya.

Meskipun demikian, DPKP mengakui bahwa beberapa faktor alam tetap berpotensi menggagalkan pertumbuhan pohon. Oleh sebab itu, pihaknya menyiagakan tim pemantau berkala dan siap mengganti pohon baru jika ada bibit yang mati.

“Kita tidak bisa menjanjikan tingkat keberhasilannya seratus persen, karena kemungkinan gagal tumbuh tetap ada. Tapi kalau ada yang mati, akan kita ganti dengan yang baru,” ungkapnya.

Tantangan Pengawasan dan Rencana Rehabilitasi Kawasan Lain


Di samping itu, DPKP menerjunkan petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan petugas sektor guna mengawasi berbagai ruas jalan. Namun, Nana mengakui bahwa pengawasan di luar jam kerja menjadi tantangan terberat. Sebab, ulah oknum tidak bertanggung jawab yang merusak pohon biasanya terjadi pada waktu malam atau subuh.

“Kalau pada jam kerja kita ada petugas monitoring. Tapi kejadian-kejadian seperti perusakan biasanya terjadi di luar jam kerja. Karena itu kami juga membutuhkan dukungan masyarakat untuk memberikan informasi,” ucapnya.

Untuk mengatasi celah tersebut, DPKP menjalin koordinasi erat bersama pihak kecamatan, kelurahan, dan warga sekitar. Sebab, laporan dari warga kerap menjadi kunci utama untuk menindak pelaku pengrusakan secara cepat.

“Informasi bisa datang dari mana saja, termasuk masyarakat. Bahkan kadang masyarakat memberikan informasi yang sangat akurat karena berada langsung di lokasi,” katanya.

Sebagai penutup, DPKP juga mencatat beberapa kawasan lain yang mengalami kasus penebangan liar serupa, seperti Dago, Sawunggaling, dan Cijerah. Nantinya, Pemkot Bandung akan menanam kembali pohon-pohon di wilayah tersebut setelah menyelesaikan seluruh prosedur administrasi dan penegakan hukum.

“Intinya kita akan merehabilitasi pohon-pohon yang sudah ditebang. Nanti akan ditanam kembali, tetapi waktunya menyesuaikan prosedur yang harus ditempuh,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Yogi Permadi Terpilih Pimpin Rugby Ciamis, Targetkan Satu Pelatih di Setiap Kecamatan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa Rugby Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Yogi Permadi resmi mengemban amanah baru untuk memimpin Cabang Olahraga Rugby Kabupaten Ciamis periode 2026–2030. Setelah meraih kemenangan secara aklamasi, Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi PDI Perjuangan ini langsung merancang langkah taktis guna memperluas pembinaan atlet.

Adapun proses pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Rugby Ciamis di Wafe Cafe, Kabupaten Ciamis. Kehadiran Yogi sebagai ketua baru membawa semangat segar bagi masa depan cabor ini. Sebab, kepengurusan baru tidak hanya mengemban misi mempertahankan prestasi, tetapi juga wajib memperluas jangkauan pembinaan secara merata.

Baca Juga: Peran Kader PKK Ciamis dalam Penanganan Stunting Jadi Sorotan

Strategi Memasyarakatkan Rugby ke Sekolah dan Kecamatan

Sebagai langkah awal, kepengurusan baru akan memperkenalkan cabor rugby ke lingkungan sekolah.

“Kami akan mempopulerkan rugby dengan menyasar sekolah-sekolah di Ciamis,” ujar Yogi.

Meskipun masyarakat Ciamis belum terbiasa dengan rugby, Yogi optimistis pendekatan sejak usia sekolah sanggup mendongkrak minat para pelajar.

“Para siswa yang memiliki minat dan potensi nantinya akan diarahkan untuk mengikuti pembinaan secara berjenjang. Dengan demikian, regenerasi atlet dapat terus berjalan dan Rugby Ciamis memiliki lebih banyak pilihan pemain untuk menghadapi berbagai kejuaraan,” tuturnya.

Selain itu, Yogi mematok target tinggi terkait pemerataan jumlah instruktur. Bahkan, beliau mencanangkan kehadiran minimal satu pelatih rugby pada setiap kecamatan.

“Kita ingin ada minimal satu pelatih di setiap kecamatan. Dengan begitu pembinaan bisa lebih merata dan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu,” katanya.

Pertahankan Tradisi Medali dan Dukungan Pengprov

Selanjutnya, kepengurusan baru terus memperkuat peran klub serta membina talenta muda. Nantinya, para atlet hasil paringan program sekolah akan menjalani pemusatan latihan demi menghadapi kejuaraan tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Sementara itu, pencapaian Rugby Ciamis pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat menjadi standar tinggi yang wajib terjaga. Sebab, kontingen Rugby Ciamis sukses menyumbangkan medali emas dan perak pada ajang sebelumnya.

“Dukungan ini sangat bermanfaat untuk mempertahankan prestasi rugby Ciamis. Sebelumnya kita telah berhasil menyumbangkan medali emas dan perak di ajang Porprov,” ujarnya.

Di sisi lain, Pengurus Provinsi (Pengprov) Rugby Jawa Barat memberikan dukungan penuh atas hasil Musorkablub ini. Ketua Pengprov Rugby Jawa Barat, Aceng, menegaskan bahwa seluruh proses penetapan ketua sudah sesuai koridor organisasi.

“Hasil sidang pleno menyepakati penetapan Yogi Permadi sebagai ketua terpilih. Keputusan ini sudah sesuai dengan aturan dan amanat organisasi,” ujar Aceng.

Sebagai penutup, Yogi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis, KONI Ciamis, para penasihat, serta tokoh penggerak olahraga lokal seperti M Ijudin dan Sopwan Ismail atas dukungan penuh mereka.

(Mia)

Jembatan Pongpet Pangandaran Ambruk, Dedi Mulyadi Janji Bangun Akses Permanen

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Kepala Desa Margacinta Enceng Anwar Solihin (istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bergerak sangat cepat setelah insiden Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Selanjutnya, beliau langsung mengontak Kepala Desa Margacinta, Enceng Anwar Solihin, via telepon demi memberikan kepastian mengenai proyek jembatan baru.

Melalui percakapan tersebut, Pemprov Jabar mengonfirmasi pengambilalihan penuh seluruh pengerjaan ulang akses jalan vital warga. Bahkan, komunikasi telepon ini berlangsung, Senin (31/8/2026) pukul 12.00 WIB, atau tepat sehari setelah jembatan roboh sewaktu acara peresmian.

Baca Juga: Petani Pangandaran Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Melon

Oleh karena itu, Kepala Desa Margacinta Enceng Anwar Solihin menyambut gembira kabar baik dari Gubernur ini. Sebab, warga setempat memang sudah mengidamkan jembatan permanen yang jauh lebih kokoh sejak lama.

“Beliau menyampaikan, tenang aja wu, kabupaten mah boga duit. Pokoknya ada pembangunan lah,” kata Enceng, Rabu (2/9/2026).

Kebutuhan Akses Vital dan Koordinasi Lanjutan

Selain itu, Enceng menjelaskan bahwa warga memanfaatkan Jembatan Pongpet untuk menopang aktivitas harian yang sangat padat. Sebelum perbaikan jembatan gantung berlangsung, pihak pemerintah desa sebenarnya sudah mengajukan permohonan agar pemerintah daerah maupun provinsi menghadirkan jembatan permanen.

“Jadi sebelum jembatan direhab, desa sudah mengharapkan ada kepedulian dari pemerintah daerah ataupun pemerintah provinsi untuk membangun jembatan permanen. Karena dipandang jembatan gantung itu tingkat kesibukannya cukup tinggi,” ujarnya.

Tidak hanya menerima telepon dari Gubernur, Enceng kemudian mendatangi Pendopo untuk menemui Bupati Pangandaran Citra Pitriyami satu jam setelahnya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Citra mengonfirmasi koordinasinya bersama Gubernur Jawa Barat mengenai masa depan akses jalan warga Margacinta.

“Saya sudah komunikasi dengan Pak Gubernur dan beliau menyampaikan jembatan itu akan dibangun oleh provinsi,” kata Enceng.

Spesifikasi Jembatan Baru dan Harapan Warga

Meskipun belum mengumumkan tahun anggaran secara mendetail, pihak provinsi memastikan pengerjaan proyek akan berjalan secepatnya.

“Tahunnya tidak disebutkan. Pokoknya akan dibangun secepatnya,” katanya.

Saat ini, Pemprov Jabar sedang menerjunkan tim khusus guna meninjau lokasi kejadian. Nantinya, rencana baru ini bukan sekadar memperbaiki struktur lama, melainkan merancang konstruksi permanen berkapasitas besar.

“Kalau dari ukuran mungkin pihak provinsi akan menyesuaikan dengan kelas jalan provinsi,” ujar Enceng.

Bahkan, pemerintah desa beserta warga sangat berharap jembatan baru kelak sanggup menahan beban kendaraan berat.

“Bisa mobil roda enam,” katanya.

Sebagai penutup, Enceng memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian cepat pemerintah provinsi dan daerah terhadap aspirasi masyarakat desa.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Itu yang kami harao dan tunggu-tunggu dari dulu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jembatan Gantung Pongpet mendadak ambruk saat warga dan pejabat menghadiri prosesi peresmian pada Minggu (30/8/2026). Dampaknya, insiden tersebut memicu luka ringan pada beberapa warga serta menjatuhkan Bupati Pangandaran ke area bawah jembatan.

(Sajidin)

Polres Cimahi Musnahkan Miras, Narkoba, OKT dan Knalpot Brong

0
Polres Cimahi Miras fokusjabar.id
Polres Cimahi Musnahkan Miras, Narkoba, OKT hingga Ribuan Knalpot Brong. (Arif)

CIMAHI, FOKUSJabar.id: Polres Cimahi Polda Jabar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat musnahkan belasan ribuan botol minuman keras (miras), ratusan ribu obat keras tertentu (OKT), hingga ribuan knalpot brong.

Pemusnahan barang bukti tersebut di lakukan di Lapangan Mapolres Cimahi, Rabu (2/9/2026), dengan metode yang berbeda-beda di sesuaikan dengan jenis barang buktinya.

BACA JUGA:

Warga Bandung Geger, Jasad Perempuan Muda Ditemukan Terbungkus Kardus

Knalpot brong di hancurkan menggunakan gergaji mesin dan alat berat berupa stum. Kemudian, OKT dan psikotropika di musnahkan dengan cara di blender hingga tidak dapat di gunakan kembali.

Selanjutnya ganja dan tembakau sintetis di musnahkan dengan cara di bakar. Sedangkan ribuan botol miras di hancurkan menggunakan alat berat.

Kapolres Cimahi, AKBP Moh. Faruk Rozi mengatakan, kegiatan ini menjadi bentuk komitmen aparat bersama pemerintah daerah dalam memberantas peredaran narkoba, minuman keras ilegal serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi.

“Kita telah melaksanakan pemusnahan barang bukti terhadap peredaran gelap narkoba, knalpot yang tidak sesuai spesifikasi dan juga minuman beralkohol atau minuman keras ilegal,” katanya.

Dia mengatakan, pemusnahan tersebut merupakan kegiatan kolaboratif yang melibatkan berbagai unsur. Mulai dari pemerintah daerah, TNI, Kejaksaan, Pengadilan hingga BNN.

“Alhamdulillah ini adalah kegiatan gabungan antara Forkopimda. Baik itu dari pemerintah kota, pemerintah kabupaten, kemudian dari TNI, Kejaksaan, Pengadilan, BNN,” ucapnya.

“Ini adalah bentuk kegiatan kolaboratif dan hari ini masyarakat Kota Cimahi maupun masyarakat Bandung Barat menyaksikan bagaimana bentuk komitmen kami. Kegiatan ini adalah bentuk akuntabilitas tugas kami,” Dia menambahkan.

BACA JUGA:

Harga Pangan Naik, Pemkot Bandung Gelar Bazar Murah hingga Salurkan Bantuan

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menegaskan, pihaknya akan terus mendukung upaya pemberantasan peredaran narkotika, minuman keras ilegal dan obat-obatan terlarang di wilayahnya.

“Kami selalu mendukung tentang gerakan ataupun kegiatan khususnya Polres dan Forkopimda dalam penanggulangan terhadap narkotika dan minum-minuman keras,” ujarnya.

Menurutnya, upaya pemberantasan tersebut akan di lakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur terkait.

Pihaknya memastikan aparat tidak akan berhenti melakukan operasi meski para pelaku terus mencari cara untuk mengelabui petugas.

(Arif)

Bupati Garut Dorong Peningkatan Pelayanan KPU

0
bupati garut kpu fokusjabar.id
Serah Terima dan Peresmian Kantor KPU Kabupaten Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menghadiri serah terima dan peresmian Kantor KPU Kabupaten di Jalan Suherman, Kecamatan Tarogong Kaler, Rabu (2/9/2026).

Peresmian tersebut di hadiri Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin, Sekjen KPU beserta Anggota, Plt Kepala Biro Barang dan Jasa BMN, Ketua DPRD Garut, Kapolres Garut, Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, serta Ketua Bawaslu.

BACA JUGA:

Bupati Garut Serahkan SK Kenaikan Pangkat dan Pensiun ASN

Bupati menyampaikan, Kabupaten Garut memiliki populasi mencapai 2,9 juta jiwa dengan luas wilayah sekitar 3.100 kilometer persegi.

Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Termasuk dalam membangun pemerintahan yang berdaulat, berwibawa dan berintegritas melalui proses pemilu.

“Kami sangat optimis dengan hadirnya kantor baru ini, ke depan penyelenggaraan pemilu dapat di siapkan secara lebih profesional, transparan, akuntabel, berintegritas dan senantiasa berpegang teguh pada ketentuan yang berlaku,” kata Bupati Garut.

Menurutnya, KPU memiliki peran vital dan strategis dalam pembangunan bangsa. Karena itu, keberadaan kantor baru di harapkan dapat meningkatkan pelayanan publik, mendorong kinerja instansi serta memperkuat pendidikan politik masyarakat.

Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin mengapresiasi kepada Pemkab Garut atas hibah gedung tersebut.

Ia mengatakan, belum semua KPU di tingkat kabupaten maupun provinsi memiliki gedung kantor mandiri.

“Kami bersungguh-sungguh datang bersama ke Garut untuk menghormati dan menghargai proses ini serta menerima hibah ini dengan penuh rasa tanggung jawab.”

“Garut ini adalah salah satu contoh di mana dukungan baik, kerja sama dan kolaborasi antara KPU dan pemerintah daerah yang tentunya harus terus kita jaga,” ungkap Afifuddin.

BACA JUGA:

PM Gatra: Pemekaran Kabupaten Garut Tingkatkan Kesejahteraan

Ketua KPU Kabupaten Garut, Faiz Burhan mengatakan, peresmian kantor baru tersebut menjadi motivasi dalam meningkatkan pelayanan.

Ia menyebut, jumlah pemilih di Kabupaten Garut pada semester pertama 2026 mencapai 2,9 juta jiwa. Sehingga tantangan penyelenggaraan pemilu ke depan semakin besar.

“Dukungan dari semua pihak, terutama Bapak Bupati Garut yang memberikan dukungan sangat luar biasa. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menyelenggarakan pemilu yang mandiri dan profesional. Baik dari segi perilaku maupun sarana prasarana,” tegas Faiz.

Ia mengajak seluruh jajaran penyelenggara pemilu menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, integritas dan keikhlasan untuk menjaga serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.

(Bambang Fouristian)

BGN Kawal Penanganan 80 Siswa Sidoarjo yang Masih Dirawat

0
bgn siswa sidoarjo fokusjabar.id
foto web

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Badan Gizi Nasional (BGN) menempatkan keselamatan dan kesehatan siswa sebagai prioritas utama dalam penanganan insiden keamanan pangan yang terjadi di MTs dan MA Manbaul Hikam Putat, Tanggulangin, Sidoarjo pada 1 September 2026.

Berdasarkan data terkini, sebanyak 512 siswa telah mendapatkan penanganan. Dari jumlah tersebut, 80 siswa masih menjalani rawat inap, 312 siswa telah di perbolehkan pulang dari rumah sakit dan 120 orang masih dalam tahap observasi.

BACA JUGA:

Tak Penuhi Syarat SLHS, 455 SPPG Ditutup Permanen

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana mengatakan, pihaknya memberikan perhatian serius terhadap kondisi para siswa terdampak serta memastikan penanganan kesehatan terus berjalan.

“Yang utama bagi kami saat ini adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak kita. Untuk itu, BGN akan terus mengawal 80 siswa yang masih menjalani rawat inap serta memastikan mereka mendapatkan penanganan yang di perlukan hingga kondisi mereka kembali sehat dan dapat pulang ke rumah masing-masing,” tegas Ketut, Rabu (2/9/2026).

Ketut menyampaikan, BGN juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat serta pihak-pihak terkait dalam memastikan proses penanganan berjalan secara menyeluruh.

BGN turut menyampaikan keprihatinan kepada para siswa yang terdampak dan keluarga yang saat ini mendampingi mereka.

“BGN menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini. Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Terutama kepada para siswa terdampak dan keluarga yang saat ini mendampingi,” kata Ketut melalui Biro Hukum dan Humas BGN.

Proses investigasi tersebut masih berlangsung dan di lakukan bersamaan dengan pemeriksaan laboratorium.

Hasil pemeriksaan nantinya menjadi bagian penting dalam memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh.

BGN menegaskan, penanganan terhadap siswa terdampak menjadi perhatian utama sembari proses investigasi terus di lakukan secara menyeluruh dan bertanggung jawab.

BACA JUGA:

Kepala BGN Sudaryono Soroti Pungli SPPG, Proses Secara Hukum

“Kami berharap, seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih, kembali berkumpul bersama keluarga dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Keselamatan dan kesehatan setiap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah prioritas kami,” imbuhnya.

BGN memastikan penanganan insiden di lakukan secara serius dan tuntas dengan mengedepankan keselamatan penerima manfaat serta penguatan pengawasan dalam penyelenggaraan Program MBG.

Sebagai informasi, ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo di duga keracunan setelah menyantap menu MBG, Selasa (1/9/2026).

Sejumlah sekolah di sana juga melaporkan anak didiknya juga mengalami gejala keracunan serupa.

Otoritas setempat menyebut, menu MBG itu berasal dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.

(Bambang Fouristian)

Petani Pangandaran Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Melon

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Seorang petani budidaya melon, Iwan,(fkusjabar.id/Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Lahan yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan tanaman sekali dalam setahun kini disulap menjadi lahan produktif dengan budidaya melon. 

‎Pemanfaatan lahan tersebut dilakukan saat musim kemarau di Dusun Sindangsari, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat.

‎Salah seorang petani budidaya melon, Iwan, mengatakan lahan tersebut sebelumnya kurang produktif karena kondisi tanah yang mudah kering. 

Baca Juga: Anggaran Jembatan Pongpet Pangandaran Masih Misteri

‎Kondisi ini justru dimanfaatkan untuk menanam melon yang dinilai cocok dengan karakteristik lahan dan cuaca saat musim kemarau.

‎”Ini lahan yang hanya setahun sekali produktifnya. Karena di sekitar sini enggak ada tanaman yang berhasil, jadi kering. Kita manfaatkan, kasih mulsa, kita olah supaya bisa ditanami untuk musim kering,” kata Iwan di temui di kebun melon Rabu, (2/8/2026).

Tingkat Manis Yang Baik

‎Menurutnya, tanaman melon justru membutuhkan kondisi cuaca panas untuk menghasilkan buah dengan tingkat kemanisan yang baik. 

‎Untuk memenuhi kebutuhan air, pengelola membuat sumur dan menggunakan sistem irigasi tetes atau drip irrigation.

‎”Sangat cocok. Kepenginnya panas, jadi kadar kemanisannya juga dapat. Untuk air kita bikin sumur. Saat ini kita pakai sistem drip, jadi lebih hemat air, tenaga, dan waktu dibandingkan manual pakai kocoran,” ujarnya.

‎Di lahan seluas sekitar 80 bata atau kurang lebih 1.200 meter persegi, terdapat sekitar 1.500 tanaman melon. Beberapa varietas dikembangkan, di antaranya melon jenis Amanda, melon berdaging oranye, serta Honey Globe yang sebelumnya lebih umum dibudidayakan di dalam green house (GH).

‎Khusus Honey Globe, Iwan menyebut budidaya di lahan terbuka tersebut masih menjadi percobaan. Hasilnya, tanaman tersebut ternyata mampu tumbuh dan menghasilkan buah meski dibudidayakan di open field.

Melon Jenis Amanda

‎”Ini Honey Globe. Ini sebenarnya kelas green house, tapi kita coba dibudidayakan di lahan terbuka atau open field. Ternyata jadi,” katanya.

‎Tanaman melon tersebut kini mulai memasuki masa panen. Melon jenis Amanda misalnya, sudah berusia sekitar 62 hari setelah tanam (HST) dan dinilai sudah layak dipanen. Sebagian buah sengaja dibiarkan matang di pohon untuk menjaga kualitas dan daya simpannya.

‎Dari hasil budidaya, satu tanaman menghasilkan rata-rata sekitar 1,5 kilogram melon, meski ada tanaman yang mampu menghasilkan dua buah dengan bobot lebih besar.

‎Untuk harga, melon di tingkat pengecer saat ini berada di kisaran Rp20 ribu per kilogram. Namun, pengelola memilih membuka kebun untuk masyarakat sekitar dengan konsep wisata petik melon.

‎”Harapannya masyarakat bisa langsung petik di kebun dengan harga yang relatif agak murah. Kita bukan merusak harga, tapi perkenalan,” ucap Iwan.

‎Harga khusus bagi pengunjung yang datang langsung ke kebun dipatok sekitar Rp15 ribu per kilogram. Wisata petik melon tersebut rencananya dibuka selama sekitar satu hingga 10 hari selama masa panen.

Prospek Ekonomi Menjanjikan

‎Iwan menilai budidaya melon memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan dibandingkan tanaman padi jika dilihat dari waktu produksinya.

‎”Kalau dari perhitungan, mungkin kalau di jarak waktu kita menang di melon,” katanya.

‎Ke depan, ia berencana mengembangkan budidaya melon dengan memperluas lahan dan membangun green house.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Ambil Alih Jembatan Pongpet Pangandaran, Ini Janjinya

‎”Rencana ada. Kepenginnya begitu, ke depannya pengin punya GH,” ujarnya.

‎Budidaya melon tersebut menjadi salah satu upaya memanfaatkan lahan yang sebelumnya kurang produktif, khususnya saat musim kemarau. 

‎Dengan teknologi irigasi tetes dan pemilihan komoditas yang sesuai, lahan yang mudah kering justru dapat menghasilkan tanaman hortikultura bernilai ekonomi.

(Sajidin)