spot_imgspot_img
Kamis 2 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 135

BPBD Mencatat, 3 Kecamatan di Ciamis Diterjang Cuaca Ekstrem

0
Cuaca Ekstrem Ciamis fokusjabar.id
Rumah warga yang ambruk (foto: dok BPBD)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Cuaca ekstrem menjadi pemicu bencana alam di wilayah Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar).

BPBD Ciamis mencatat, cuaca ekstrem menyebabkan longsor dan rumah ambruk.

BACA JUGA:

PJU Padam di Jalur Cisepet–Jelat, Warga Ciamis Khawatirkan Keselamatan Pengendara

Di wilayah Kecamatan Cipaku telah terjadi tanah longsor. Matrial longsor merusak dapur dan kamar mandi milik Enah (61) di Dusun Cikananga Desa Selamanik.

“TPT yang ada di belakang rumah Mak Enah ambrol menimpa dapur dan kamar. Sehingga mengalami kerusakan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani.

Menurut Ani, cuaca ekstrem juga menerjang wilayah Kelurahan Sindangrasa Kecamatan Ciamis. Di sana, tiga rumah dan satu bangunan tempat usaha di sapu angin kencang.

Bangunan tersebut milik Hasan, Atang, Jamaludin dan Tarna Sutarna yang ada di lingkungan Cibeureum.

“Genting rumah dan bangunan tempat usaha di sapu angin kencang. Sehingga mengalami kerusakan,” ungkap Ani, Minggu (15/2/2026).

Sementara di Kecamatan Cikoneng, dua rumah milik Nono di Dusun Desa dan milik Warkoh di Dusun Carik Desa Nasol ambruk.

Struktur bangunan kedua rumah tersebut sudah lapuk. Sehingga tiidak kuat diterjang cuaca ekstrem.

“Persitiwa longsor dan rumah ambruk tidak menelan korban jiwa maupun luka,” katanya.

BACA JUGA:

Bupati Ciamis Ingatkan Bahaya Potong BPNT

Ani menyebut, kejadian bencana alam tersebut Sabtu (14/2/2026) sore kemarin. Pihaknya sudah melakukan asesmen.

” Para pemilik rumah sudah diberikan bantuan logistik kedaruratan untuk sedikit membantu meringankan beban mereka,” kata Dia.

“Secara bertahap, masyarakat gotong royong membersihkan material longsor dan puing rumah yang ambruk,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

BCFN Pembuka Jalan, Wali Kota Banjar Dorong Event Bulanan

0
BCFN Kota Banjar fokusjabar.id
Wali Kota Banjar Sudarsono sedang berbincang dengan salah satu pedagang di BCFN (foto: Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Banjar Car Free Night (BCFN) di nilai menjadi pembuka jalan bagi kebangkitan ruang publik sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan di Kota Banjar Jawa Barat (Jabar).

Melihat antusiasme masyarakat dan perputaran ekonomi yang signifikan, Wali Kota Banjar, Sudarsono berencana mendorong kegiatan tersebut menjadi agenda rutin bulanan.

BACA JUGA:

Hujan Tak Padamkan Semangat, Car Free Night Banjar Berlangsung Meriah

“Ke depan kita upayakan sebulan sekali. Memang kita mulai di Januari. Alhamdulillah bisa terlaksana lagi di bulan ini. Nanti momentumnya akan kita sesuaikan dengan agenda dan kesiapan,” ujar Sudarsono, Sabtu (14/2/2026) malam.

Menurutnya, keberhasilan BCFN tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Ia mengapresiasi jajaran kepolisian yang menggagas kegiatan tersebut.

Gagasan tersebut selanjutnya di perkuat oleh pemerintah daerah karena melihat respons positif dari masyarakat.

“Saya berterima kasih kepada Pak Kapolres atas gagasannya. Ini saya teruskan karena memang di sambut baik oleh masyarakat. Alhamdulillah kerja sama terus berjalan dan setiap pelaksanaan menjadi bahan evaluasi untuk lebih baik lagi,” katanya.

Dari sisi ekonomi, BCFN memberikan dampak nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Setiap kegiatan mampu melibatkan sekitar 100-150 pelaku UMKM dengan ragam produk. Mulai dari kuliner hingga kerajinan.

Pada dua pelaksanaan awal, transaksi tercatat cukup fantastis. Dalam kondisi cuaca yang mendukung dan antusiasme warga yang tinggi, perputaran uang di sebut mencapai sekitar Rp300 juta dalam satu malam.

BACA JUGA:

Banjar Jadi Pelopor Zona KHAS di Indonesia, BI Tasikmalaya Resmikan di Terminal Tipe A

“Respon masyarakat bagus sekali. Itu bisa sampai Rp300 juta dalam satu malam,” ungkap Sudarsono.

Tak hanya terpusat di satu titik, Pemkot Banjar juga membuka peluang pelaksanaan serupa di wilayah lain. Seperti Langensari, dengan konsep yang bisa di sesuaikan skala dan kebutuhannya.

Langkah tersebut di harapkan memperluas dampak ekonomi serta pemerataan hiburan rakyat.

Sudarsono optimistis, jika di kelola konsisten dan terjadwal, BCFN dapat menjadi agenda unggulan kota yang bukan hanya menghadirkan hiburan. Namun juga memperkuat fondasi ekonomi lokal.

Pemerintah mendorong masyarakat untuk terus mendukung dan meramaikan kegiatan tersebut.

(Agus Purwadi)

Musda Diwarnai Walkout, Epriyanto Kembali Pimpin Perbasi Jabar

0
Epriyanto perbasi jabar fokusjabar.id
Epriyanto Kembali Pimpin Perbasi Jabar

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Epriyanto Kasmuri kembali memimpin Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Barat (Jabar) masa bakti 2026-2030.

Epriyanto terpilih pada gelaran Musyawarah Daerah (Musda) DPD Perbasi Jabar tahun 2026 di Karsa Land, Jalan Raya Tangkubanparahu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (14/2/2026).

BACA JUGA:

Epriyanto Daftar Lagi Ketum Perbasi Jabar, Ini Target PON 2028

Musda berjalan cukup alot dan dinamis. Interupsi terkait laporan pertanggungjawaban, persyaratan pencalonan, penetapan calon ketua umum hingga tata tertib sidang di lakukan peserta Musda dari 27 pengcab Perbasi kota/kabupaten.

Tidak puas dengan jawaban pimpinan sidang, beberapa perwakilan pengcab Perbasi kota/kabupaten meninggalkan ruangan sebelum agenda persidangan musda usai.

“Iya dinamika dalam persidangan musda ini cukup alot. Bahkan ada beberapa pengcab yang walkout. Tapi sebanyak 15 pengcab tetap bertahan mengikuti musda. Sehingga tetap memenuhi kuorum 50 persen plus satu dari total pemilik suara 26 pengcab,” kata Epriyanto.

Karena masih memenuhi kuorum, gelaran musda yang di hadiri perwakilan DPP Perbasi di lanjutkan. Hasilnya, Epriyanto Kasmuri di tetapkan sebagai calon tunggal dan terpilih secara aklamasi untuk kembali memimpin organisasi bola basket di Jabar hingga tahun 2030.

“Alhamdulillah, saya terpilih secara aklamasi oleh rekan-rekan pengcab Perbasi kota dan kabupaten yang tetap mengikuti sidang sampai akhir. Saya memilih dua orang tim formatur dari kepengurusan lama. Yakni Henry Yudi dan Deana Muharama Setiawan untuk menyusun kepengurusan Perbasi Jabar 2026-2030 dalam 14 hari ke depan,” Epriyanto menuturkan.

Dalam memilih personel kepengurusan, Epriyanto mengaku akan melakukan seleksi ketat dengan menempatkan orang sesuai kapabilitasnya.

Dia akan melakukan interview one on one secara langsung dengan setiap kandidat calon pengurus.

BACA JUGA:

Bidik Emas PON, R. Iman Firmansyah Maju Calon Ketua Umum Perbasi Jabar

“Saya ingin jajaran pengurus ke depan bisa lebih solid dan satu visi misi dengan saya sebagai ketua terpilih. Ini saya lakukan karena dalam kepengurusan sebelumnya ternyata ada yang tidak mendukung saya,” dia menjelaskan.

Tak hanya dari sisi kepengurusan, Epriyanto pun memberikan janji kepada semua pengcab di kepemimpinam keduanya. Salah satunya memberikan dua kuota gratis untuk lisensi pelatih atau wasit yang di rekomendasikan pengcab Perbasi kota dan kabupaten.

“Jadi dua kuota lisensi pelatih dan atau wasit ini akan saya berikan gratis kepada masing-masing pengcab. Apakah itu yang mendukung atau memilih saya maupun yang tidak. Sebanyak 27 pengcab Perbasi kota dan kabupaten ini akan saya perlakukan sama dan setara,” tegas Epriyanto.

Selain itu, Epriyanto menjanjikan kerjasama dengan dunia pendidikan dan kesehatan. Dengan demikian, atlet bola basket Jabar tidak hanya fokus dari sisi prestasi tapi juga di dunia pendidikan dengan kesehatan yang terjamin.

Untuk kerjasama di dunia pendidikan, Epriyanto berencana menggandeng sekolah tinggi dan atau universitas. Sedangkan dalam hal kesehatan, pihaknya akan bekerjasama dengan rumah sakit serta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalau program utama saya di kepemimpinan kedua ini adalah penguatan dari program sebelumnya. Bagaimana program yang sudah baik akan kita pertahankan dan tingkatkan. Sedangkan yang belum akan kita evaluasi,” pungkas Epriyanto.

(ageng)

Pembentukan Provinsi Priangan Timur Menggema di Rakorwil KAHMI Jabar

0
priangan timur kahmi jabar@fokusjabar.id
Rakorwil MW KAHMI Jawa Barat yang di laksanakan di Kabupaten Indramayu.(Dokumen Pribadi)

INDRAMAYU, FOKUSJabar.id: Wacana pembentukan Provinsi Priangan Timur menggema di acara Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) III Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat yang di laksanakan di Kabupaten Indramayu, Sabtu (14/2/2026).

Dalam forum Rakorwil MW KAHMI Jabar, menyoroti pentingnya pengawalan gagasan dan deklarasi terkait pembentukan Provinsi Priangan Timur.

“Gagasan dan deklarasi pembentukan Provinsi Priangan Timur, harus di kawal sampai tuntas,” ungkap Koordinator MD KAHMI Kota Tasikmalaya, Zenzen Jaenudin kepada FOKUSJabar.id, Minggu (15/2/2026).

Baca Juga: Rakorwil III KAHMI Jabar, Konsolidasi Strategis Organisasi

Tujuan dari pembentukan Provinsi Priangan Timur, lanjut Zenzen, yaitu supaya terwujud pemerataan pelayanan pemerintahan provinsi.

“Jadi pelayanannya supaya lebih efektif, dekat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Maka lahirnya Provinsi Priangan Timur untuk serba memudahkan,” jelasnya.

Jadi, kata Zenzen, jika pelayanan bisa lebih baik dan cepat bagi masyarakat. Maka, wacana dan gagasan juga deklarasi pembentukan Provinsi Priangan Timur bagian dari tujuan mensejahterakan rakyatnya.

“Saya kira gagasan juga deklarasi pembentukan Provinsi Priangan Timur sebuah tujuan untuk masyarakat bisa lebih cepat dalam mendapatkan pelayanan,” tegasnya.

Hal yang sama juga di sampaikan anggota MD KAHMI Kota Tasikmalaya, Taufiq Rohman, bahwa deklarasi pembentukan Provinsi Priangan Timur adalah sebuah gagasan dengan tujuan keadilan dan kesejahteran masyarakat.

Baca Juga: Bursa Capres 2029 Mulai Menghangat, Dedi Mulyadi Masuk Radar Nasional

“Tentu saya sangat mendukung terhadap gagasan terbentuknya Provinsi Priangan Timur. Tujuannya kan jelas supaya lebih cepat dalam melayani masyarakat Priatim,” tuturnya.

Dengan demikian, Taufiq menambahkan, bahwa gagasan dan deklarasi terbentuknya Provinsi Priangan Timur harus di kawal sampai selesai.

“Mari kita wujudkan gagasan juga deklarasi terbentuknya Provinsi Priangan Timur, semuanya serba mungkin. Yakin Usaha Sampai,” pungkasnya.

(Nanang Yudi)

Puluhan Marching Band Pelajar TK hingga SMA Ramaikan TOMBAC Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Grup Marching Band kategori SD, saat perfomance di depan juri dalam ajang kejuaraan TOMBAC 2026 di Mall Mayasari Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Puluhan grup marching band dari tingkat TK hingga SMA memadati arena lomba dalam ajang Tasik Open Marching Band Championship (TOMBAC) 2026. Panitia menggelar kompetisi regional Priangan Timur itu di Mayasari Plaza, Sabtu (14/2/2026).

Sejak pagi, peserta tampil penuh energi. Anak-anak TK bahkan menunjukkan keberanian dan semangat luar biasa di atas arena. Penampilan mereka memukau ratusan pengunjung pusat perbelanjaan yang menyaksikan langsung setiap atraksi.

Baca Juga: Tokoh Pendidikan Muhammadiyah Tasikmalaya Tutup Usia Saat Hadiri Pelantikan

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman, membuka acara secara resmi. Ketua KONI Kota Tasikmalaya, Anton Suherlan, serta sejumlah pejabat daerah turut menghadiri kegiatan tersebut.

Dorong Prestasi Sekaligus Ekonomi Daerah

Momon Suryaman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya TOMBAC 2026 di Kota Tasikmalaya. Ia menilai event ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi pelajar, tetapi juga berdampak langsung pada pergerakan ekonomi daerah.

“Event seperti ini mendatangkan banyak orang ke Tasikmalaya. Kunjungan peserta dan pendamping tentu menggerakkan sektor UMKM, perhotelan, restoran, dan kuliner,” ujarnya.

Ia mendorong agar kegiatan serupa terselenggara rutin dalam skala lokal, regional, bahkan nasional. Menurutnya, marching band menjadi salah satu ekstrakurikuler yang banyak pelajar minati, sehingga kompetisi ini dapat melahirkan talenta-talenta berprestasi.

Momon juga berpesan kepada para peserta untuk terus berlatih, baik yang meraih juara maupun yang belum berhasil.

“Yang juara harus terus meningkatkan kemampuan. Yang belum berhasil tetap semangat dan disiplin berlatih,” tegasnya.

Latih Disiplin dan Kekompakan

Ketua Pelaksana TOMBAC, Nurrohman, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar lomba memperebutkan trofi. Ia ingin menjadikan TOMBAC sebagai ruang pembinaan karakter.

“Marching band membentuk disiplin, kerja keras, dan kekompakan. Anak-anak belajar tanggung jawab dan gotong royong dalam satu tim,” katanya.

Panitia menyediakan puluhan piala untuk berbagai kategori, mulai dari mayoret, penampilan, street parade, hingga penilaian individu seperti musik, visual, percussion, color guard, dan field commander.

Melalui TOMBAC 2026, Kota Tasikmalaya kembali menegaskan perannya sebagai tuan rumah event kreatif yang mampu mengembangkan bakat pelajar sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

(Seda)

Hujan Tak Padamkan Semangat, Car Free Night Banjar Berlangsung Meriah

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Suasana Car Free Night di Kota Banjar. (Foto: Budiana Martin).

BANJAR,FOKUSJabar.id: Hujan deras yang mengguyur Kota Banjar, Sabtu (14/2/2026) malam, tidak menghentikan langkah warga menuju pusat kota. Mereka tetap memadati kawasan Jalan Letjen Suwarto untuk menikmati gelaran Car Free Night.

Sejak sore, masyarakat berdatangan untuk merasakan suasana bebas kendaraan di jantung kota. Tenda-tenda bazaar UMKM berjajar menawarkan aneka kuliner dan produk kerajinan tangan. Meski hujan turun cukup deras, pengunjung bertahan dan tetap berbelanja.

Baca Juga: Banjar Jadi Pelopor Zona KHAS di Indonesia, BI Tasikmalaya Resmikan di Terminal Tipe A

Panitia juga menghadirkan berbagai layanan publik. Polres Banjar membuka pelayanan pembuatan SKCK dan layanan kesehatan gratis. Selain itu, layanan Samsat keliling hadir melalui kolaborasi dengan BPKPD Kota Banjar.

Ketua Penyelenggara, Agus Agil, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tetap hadir di tengah cuaca kurang bersahabat.

“Kami sangat bersyukur. Hujan tidak mengurangi semangat warga untuk meramaikan Car Free Night ini,” ujarnya.

Menurut Agus, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal agar lebih dikenal masyarakat luas.

Ketua Banjar Creative Hub, Eris Kristian, menilai keberhasilan acara lahir dari sinergi berbagai pihak.

“Kolaborasi komunitas kreatif, pemerintah, dan aparat keamanan mampu menghadirkan ruang publik yang positif dan produktif,” katanya.

Suasana semakin hidup saat musisi lokal naik ke panggung. Alunan dangdut dan penampilan band menghibur pengunjung yang tetap menikmati acara meski rintik hujan masih turun.

Car Free Night malam itu membuktikan bahwa semangat kebersamaan warga Banjar mampu mengalahkan cuaca, sekaligus menghidupkan denyut ekonomi dan kreativitas kota.

(Budiana Martin)

Pemkab Pangandaran Siapkan Rekayasa Parkir Pantai Barat

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: by web.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Perhubungan menyiapkan rekayasa penataan kawasan wisata Pantai Barat Pangandaran guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan pengunjung.

Pemkab menuangkan rencana tersebut dalam surat resmi yang memuat simulasi kebijakan sterilisasi parkir di bahu dan badan jalan kawasan Pantai Barat.

Baca Juga: Petani ‘Karbitan’ di Sindangwangi Pangandaran Panen Raya Jagung

Dinas Perhubungan menjadwalkan simulasi selama dua hari, Senin–Selasa, 16–17 Februari 2025, mulai pukul 06.00 hingga 14.00 WIB. Kepala Dishub Pangandaran, Nana Sukarna, menyampaikan bahwa petugas akan memulai sosialisasi sejak pagi hari sebelum simulasi berjalan penuh.

“Kami berharap simulasi ini tersampaikan dengan baik kepada pelaku usaha maupun wisatawan,” ujar Nana, Sabtu (14/2/2025).

Skema Parkir Baru

Nana menuturkan telah menyusun sejumlah poin penataan untuk mengurangi kepadatan di sepanjang Pantai Barat:

  • Hotel yang memiliki lahan parkir memadai wajib menampung kendaraan tamunya di area masing-masing.
  • Hotel tanpa lahan parkir memadai mengarahkan kendaraan tamu ke Lahan Eks Pasar Wisata.
  • Wisatawan yang tidak menginap hanya boleh menurunkan penumpang di area pantai, lalu memarkir kendaraan di Lahan Eks Pasar Wisata.
  • Bus tidak boleh memasuki ruas Pantai Barat saat jam sibuk dan wajib parkir di Lahan Eks Pasar Wisata.
  • Kendaraan roda dua milik wisatawan akan terarah ke lima kantong parkir resmi, yaitu depan Hotel Grand Palma Horison, Parkir Nanjung Asri, Parkir Nanjung Sari, lahan kosong samping Melia Beach Hotel, dan Pangandaran Skatepark.
  • Kendaraan roda dua milik pelaku usaha akan tertata berdasarkan kelompok di 14 titik lokasi.

Sosialisasi Libatkan Banyak Pihak

Pihaknya melibatkan berbagai unsur dalam sosialisasi, mulai dari SKPD pembina sektor, petugas monitoring Pariwisatan dan Kebudayaan, petugas zonasi dan Satpol PP, hingga media dan influencer lokal. Petugas juga akan memutar pengumuman suara melalui Balawista di sepanjang pantai agar informasi menjangkau wisatawan secara langsung.

Melalui rekayasa ini, Pemkab Pangandaran ingin menciptakan kawasan Pantai Barat yang lebih tertib, aman, dan nyaman, sekaligus memperkuat citra destinasi unggulan Jawa Barat tersebut sebagai tujuan wisata yang ramah pengunjung.

(Sajidin)