spot_imgspot_img
Kamis 2 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 134

Tak Terima Perlakuan Oknum Dokter Puskesmas Cisewu, Keluarga Pasien Segera Lapor Bupati Garut

0
Oknum Dokter fokusjabar.id
Puskesmas Cisewu Kabupaten Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Keluarga pasien Puskesmas Cisewu Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) merasa tidak puas dengan pelayanan oknum dokter berinisial Ml yang terkesan arogan dan tidak empati.

Egis Sugestian anak korban mengatakan, oknum dokter tersebut tidak mendengarkan keluhan dan tidak memberikan penjelasan detail tentang kondisi penyakit yang di derita ibunya.

BACA JUGA:

Listrik Sering Padam di Cisompet, Ormas GAS Segera Serbu Perhutani KPH Garut

“Kami tidak di hargai dan tidak percaya dengan penanganan medis yang di berikan,” ungkap Egis yang juga Ketua BPD Cisewu, Minggu (15/2/2026).

Menurut Dia, kejadiannya pada hari Selasa (10/2/2026) lalu. Saat itu, Dia mengantar berobat ibunya ke Puskesmas Cisewu.

Egis menyebut, dokter yang bertugas pada saat itu berbicara dengan nada kurang mengenakan dan terkesan membentak serta tidak menunjukkan sikap empati kepada pasien.

“Seharusnya pasien mendapatkan layanan dengan baik. Ini malah sebaliknya. Terlebih nada bicara ML kurang enak di dengar,” kata Egis kepada FOKUSJabar.

Perlakuan tersebut menimbulkan rasa tekanan dan trauma psikis. Sehingga ogah berobat Kembali ke Puskesmas Cisewu.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga berencana mengajukan keluhan ke Bupati Garut, Absusy Syakur Amin melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Kami akan laporkan kejadian ini ke pak Bupati melalui Dinkes Garut,” tegas Egis.

Pihaknya berharap, kejadian tersebut menjadi perhatian serius dinas terkait. Termasuk Bupati Garut. Dengan begitu, kasus serupa tidak terulang kembali menimpa pasien yang lain.

“Kami ingin kejadian ini ditangani dengan transparansi serta tindakan yang jelas agar pelayanan di Puskesmas Cisewu leboh baik dan professional,” tegas Egis Sugestian.

Selain itu, pihak keluarga pasien meminta oknum dokter tersebut segera minta maaf.

BACA JUGA:

Bupati Garut Ziarah ke Makam Bupati ke-22 H. Dede Satibi

“Saya melakukan protes dan kritik keras hanya untuk kenyamanan dan rasa aman masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis,” pungkasnya.

Hingga berita ini di tayangkan, Kepala Puskesmas Cisewu, Defri Hardeni belum memberikan tanggapan saat di hubungi melalui WhatsApp (WA).

Presiden Prabowo: Program MBG Jangkau 60 Juta Penerima

0
Presiden Prabowo fokusjabar.id
Program MBG

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali keseriusan pemerintah dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Program MBG di pandang sebagai salah satu strategi utama dalam membangun generasi yang sehat, produktif dan mampu bersaing di masa depan.

BACA JUGA:

Netty Prasetiyani Apresiasi Program MBG Presiden Prabowo

Komitmen tersebut di sampaikan Presiden dalam acara peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri, sekaligus groundbreaking 107 SPPG Polri di Palmerah, Jakarta.

Presiden menekankan bahwa program MBG merupakan kebijakan yang lazim di terapkan di berbagai negara. Khususnya negara maju dan demokratis.

“Program semacam ini sesungguhnya bukan pertama kali di laksanakan di Indonesia. Sudah puluhan negara lain melaksanakan. Dan negara-negara yang maju, negara-negara yang demokratis, pasti punya program makan bergizi gratis untuk rakyatnya,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, kebutuhan terhadap MBG mungkin tidak terlalu di rasakan oleh kelompok masyarakat yang hidup berkecukupan. Namun bagi rakyat yang berada dalam kondisi ekonomi rentan, program ini menjadi sangat penting.

Presiden juga mengakui bahwa sejak awal kebijakan ini di luncurkan, MBG sempat menuai kritik dan penolakan dari sejumlah pihak.

Meski demikian, ia menegaskan keyakinannya bahwa program tersebut membawa tujuan yang baik.

“Tapi saya yakin, waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Karang Taruna Desa Sindawangi Pangandaran Sulap Sampah MBG Jadi Rupiah

Lebih jauh, Presiden menjelaskan bahwa salah satu alasan utama lahirnya MBG adalah persoalan stunting yang pernah menyentuh sekitar 25 persen anak Indonesia.

Ia menilai, persoalan tersebut tidak cukup di selesaikan hanya dengan wacana atau diskusi panjang. Melainkan membutuhkan tindakan konkret pemerintah secara langsung.

“Akhirnya saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain. Satu-satu jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah. Langsung kepada anak-anak, ibu-ibu hamil dan orang tua yang tidak berdaya. Termasuk lansia,” ucapnya.

Dalam hal pendanaan, Presiden memastikan program MBG di jalankan melalui efisiensi anggaran, tanpa mengabaikan disiplin fiskal negara.

“APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan. Defisit kita masih di bawah batas yang kita tetapkan sendiri, 3 persen dari PDB. Dan saya bertekad kita akan berusaha sekeras mungkin untuk kita kurangi dari situ,” kata Presiden.

Presiden mengungkapkan, hingga kini MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat dengan dukungan lebih dari 22 ribu SPPG di seluruh Indonesia.

“Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari. Atau sama dengan 10 kali Singapura, tiap hari. Atau dua kali Malaysia, tiap hari,” pungkasnya.

Program MBG di harapkan menjadi fondasi penting dalam mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui generasi yang lebih sehat dan kuat.

(Jingga Sonjaya)

Cetak Lulusan Siap Hadapi Era Digital, Stikom Bandung Wisuda 76 Mahasiswa

0
wisuda Stikom Bandung fokusjabar.id
Stikom Bandung Wisuda 76 Mahasiswa

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom Bandung) menggelar Wisuda Gelombang X di Hotel Papandayan Bandung, Sabtu (14/2/2026).

Sebanyak 76 mahasiswa resmi di kukuhkan sebagai lulusan dalam prosesi akademik yang berlangsung khidmat.

BACA JUGA:

11 Kelurahan di Bandung Masuk Zona Rentan Pangan, DKPP Fokuskan Intervensi Terarah

Prosesi wisuda di pimpin langsung Ketua Stikom Bandung, Dedy Jamaludin dan dihadiri sivitas akademika serta keluarga wisudawan.

Dedy menegaskan, wisuda bukanlah akhir proses belajar, melainkan awal pengabdian lulusan di tengah masyarakat.

Dia mendorong para lulusan agar adaptif terhadap perubahan industri komunikasi yang kian dinamis.

“Gelar akademik harus di iringi etika, integritas dan kemampuan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Lulusan Stikom Bandung di tuntut adaptif dan berdaya saing,” kata Dedy.

Dia menekankan pentingnya penguasaan keterampilan praktis serta literasi digital sebagai bekal menghadapi dunia kerja. Khususnya di sektor komunikasi, media dan industri kreatif.

Wisuda Gelombang X ini menjadi bagian dari komitmen Stikom Bandung dalam mencetak lulusan profesional dan berkarakter, sejalan dengan kebutuhan industri serta perkembangan teknologi informasi.

Anggota Yayasan Nurani Bangsa, Engkus Kuswarno menyampaikan, Stikom Bandung merupakan salah satu institusi pendidikan komunikasi yang memiliki sejarah panjang.

Engkus mengapresiasi upaya perbaikan institusi yang berhasil di lalui hingga wisuda dapat kembali terselenggara.

BACA JUGA:

Stabilkan Harga Pangan Jelang Ramadan, DKPP Kota Bandung Kembali Gelar GMP

“Alhamdulillah, atas doa seluruh civitas akademika dan mahasiswa, Stikom Bandung berhasil melewati masa sulit. Wisuda Gelombang X ini dapat terlaksana,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, orasi ilmiah di sampaikan Anggota DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung. Tema yang di usung, komunikasi politik antara pemerintah dan rakyat di era digital.

Ahmad Doli menilai, respons publik saat ini banyak di salurkan melalui media sosial. Namun, ruang publik digital tersebut kerap lebih menonjolkan vitalitas ketimbang substansi karena di pengaruhi algoritma.

“Jika dulu kampus dan ruang publik menjadi tempat diskusi. Kini media sosial menjadi ruang komunikasi masyarakat,” katanya.

Doli menegaskan, komunikasi yang tidak terjalin dengan baik antara pemerintah dan rakyat berpotensi melahirkan otoritarianisme. Karena itu, pemerintah di nilai perlu melakukan terobosan komunikasi di tengah disrupsi teknologi.

Acara wisuda di tutup dengan doa bersama dan sesi foto wisudawan bersama pimpinan kampus serta keluarga.

(LIN)

Longsor di Padaherang Pangandaran, Jalan Penghubung Dua Desa Terputus

0
pangandaran@fokusjabar.id
Kondisi longsor di wilayah Padaherang Kabupaten Pangandaran.(Istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Pangandaran menyebabkan bencana tanah longsor di wilayah dusun Burujul, Kecamatan Padaherang.

‎Akibatnya, ruas jalan kabupaten yang menghubungkan desa Padaherang dan desa Panyutran terputus, karena tanah longsor menutup seluruh badan jalan.

‎Beruntung dalam kejadian ini tidak memakan korban jiwa, hanya saja akses jalan di dua arah tersebut terpaksa di alihkan sementara ke jalan alternatif.

Baca Juga: Pemkab Pangandaran Siapkan Rekayasa Parkir Pantai Barat

‎Kepala Desa Padaherang, Imang Suwangsa Hendra Komara mengatakan, peristiwa longsor terjadi pada Sabtu malam (14/2/2026) sekitar pukul 19:00 WIB.

‎”Kemarin sore intensitas hujan tinggi sekitar 4 jam lamanya, akhirnya mengakibatkan longsor di wilayah. Tepatnya di dekat kantor desa,” kata Imang di lokasi kejadian Minggu, (15/2/2026). 

‎Menurut Imang, selain curah hujan yang tinggi, pemicu longsor juga di akibatkan karena kontur tanah di wilayah tersebut labil. Hal ini menurutnya sangat mudah tergerus di kala hujan sedang tinggi.

‎”Penyebab utamanya memang air yang kurang menyerap ke tanah, di tambah lagi kontur tanah disini bebatuan, jadi gampang sekali di kikis oleh air,” katanya.

‎Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pangandaran, Dodo Kusnadi mengaku akan membangunkan Bronjong di titik lokasi longsor. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bencana longsor susulan.

Baca Juga: Petani ‘Karbitan’ di Sindangwangi Pangandaran Panen Raya Jagung

‎Dodo menambahkan, mengingat lokasi longsor berdekatan dengan bangunan sekolah dasar. Pihaknya akan meminta bantuan dari provinsi atau pusat.

‎”Kami akan mengusulkan untuk pembangunan Bronjong. Karena di atasnya ada bangunan sekolah dasar. Kami harapkan ada bantuan dari provinsi atau pusat supaya tidak terjadi bencana longsor susulan,” ungkapnya.

Pantauan di lokasi, alat berat dari BPBD Pangandaran mulai mengangkut material tanah longsor memindahkan ke area pinggir jalan.

(Sajidin)

Toko Pakaian di Kota Banjar Kebakaran, Dugaan Korsleting Listrik

0
banjar@fokusjabar.id
Tim Pemadam Kebakaran BPBD Kota Banjar saat menjinakan si jago merah. (Foto: Istimewa)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Sebuah toko pakaian di Dusun Sukamaju, RT 07/RW 05 Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, di laporkan di lalap si jago merah.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.25 itu di duga di picu oleh korsleting listrik.

“Tadi kami mendapatkan laporan ada sebuah bangunan yang terbakar,”ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Ruhimat dalam keterangan resminya, Minggu (15/2/2026) pagi. 

Baca Juga: BCFN Pembuka Jalan, Wali Kota Banjar Dorong Event Bulanan

Dalam keterangan tersebut, Ruhimat menyebutkan pihaknya langsubg bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga bernama Insan Gumilang (38). 

Baca Juga: Hujan Tak Padamkan Semangat, Car Free Night Banjar Berlangsung Meriah

“Alhamdulillah dalam waktu sekitar 10 menit, api berhasil di padamkan,”katanya.

Ia menyebutkan petugas melakukan pemadaman, pendinginan, dan assessment di lokasi. 

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kendala di lapangan pun nihil, sehingga proses penanganan berjalan lancar,”tutupnya.

(Budiana Martin)

Pelatih Bandung bjb Tandamata Ingin Adaptasi Giulia Angelina Lebih Cepat

0
Giulia Angelina fokusjabar.id
Giulia Angelina (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Bandung bjb Tandamata, Risco Herlambang berharap, proses adaptasi Giulia Angelina dapat berjalan cepat pada Proliga 2026.

Mengutip jpnn.com, pemain kelahiran 26 Februari 1997 itu di rekrut sebagai pengganti Sonaly Cidrao yang di nilai tampil kurang konsisten.

BACA JUGA:

Misi Gagal, Bandung bjb Tandamata Dipermalukan Gresik Phonska di Kandang

Dia juga berharap, kehadiran mantan pemain SMI Roma Volley itu mampu mendongkrak produktivitas tim.

Harapan pelatih dan manajemen mulai terlihat setelah pemain bertinggi badan 193 cm tersebut menyumbangkan 25 poin saat Bandung bjb Tandamata menaklukkan Medan Falcons dengan skor 3-1 (24-26, 25-19, 25-18, 25-18).

“Kami masih beradaptasi dengan Giulia Angelina yang baru beberapa hari bergabung bersama kami,” kata Risco.

Menarik untuk ditunggu kiprah Bandung bjb Tandamata sepanjang Proliga 2026.

Harapan penggemar pun meningkat setelah manajemen menduetkan Giulia Angelina dengan kompatriotnya asal Italia, Anastasia Guerra.

Duet dua pemain asal Negeri Pizza itu diharapkan mampu membawa Bandung bjb Tandamata melangkah ke final four Proliga 2026.

Saat ini, peluang Cindy Tiara Berliyan dan kolega untuk menembus empat besar masih belum aman setelah tertahan di posisi keenam klasemen dengan raihan 12 poin.

Pemilik empat gelar juara itu di tuntut menyapu bersih kemenangan pada sisa laga demi memastikan tiket ke final four.

BACA JUGA:

Drama Lima Set, Bandung bjb Tandamata Tekuk JPE di Sijalak Harupat

Harapan besar di sematkan penggemar dan manajemen. mengingat pada edisi 2024 Bandung bjb Tandamata gagal melaju ke final four setelah kalah bersaing dengan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia.

Berikut susunan Skuad Bandung bjb Tandamata:

Cindy Tiara Berliyan (Outside Hitter), Tiara A. Ratna Sanger (Setter), Fitriyani Nurjanah (Setter), Alridhania Risqamara (Setter),  Aulia Suci Nurfadila (Outside Hitter).

Calista Maya (Outside Hitter), Maria Dwiningtyas (Outside Hitter), Novita Anggun (Outside Hitter), Shintia Alliva Mauludina (Middle Blocker).

Maradanti Namira T (Middle Blocker), Wikantyasning Larasati (Middle Blocker), Amelia Kurnia Maharani (Middle Blocker), Wa Ode Ardiana (Opposite), Adventia Kristianingrum (Opposite).

Dinda P. Ivoliana (Libero), Dya Hawa Nur Fitria (Libero), Alifa Zahwa Arifin (Libero), Febby Risca (Libero), Giulia Angelina (Outside Hitter), Anastasia Guerra (Outside Hitter).

(Bambang Fouristian)

Dedi Mulyadi Tak Hadir di Rakorwil III KAHMI Jabar

0
dedi mulyadi@fokusjabar.id
Rakorwil III MW KAHMI Jabar di Kabupaten Indramayu.(Dokumen Pribadi)

INDRAMAYU, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak hadir dalam acara Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil). Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat yang di gelar di Kabupaten Indramayu, Sabtu hingga Minggu (14-15/2/2026).

Sementara, Dedi Mulyadi merupakan Koordinator Presedium Majelis Wilayah (MW) Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat periode 2016-2021.

Tidak hadirnya Dedi Mulyadi di acara Rakorwil, di benarkan oleh salah seorang Presidium MW KAHMI Jabar, Dodi Ferdiana Kusnandar.

Baca Juga: Pembentukan Provinsi Priangan Timur Menggema di Rakorwil KAHMI Jabar

“Iya tidak hadir,” ungkap Dodi Ferdiana Kusnandar saat di konfirmasi FOKUSJabar.id, Minggu (15/2/2026).

Namun acara Rakorwil III MW KAHMI Jabar tersebut. Di hadiri oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia periode 2024-2016, Yuddy Chrisnandi.

Sebelumnya, wacana pembentukan Provinsi Priangan Timur menggema. Di acara Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) III Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat.

Dalam forum Rakorwil MW KAHMI Jabar, menyoroti pentingnya pengawalan gagasan dan deklarasi terkait pembentukan Provinsi Priangan Timur.

“Gagasan dan deklarasi pembentukan Provinsi Priangan Timur. Harus di kawal sampai tuntas,” ungkap Koordinator MD KAHMI Kota Tasikmalaya, Zenzen Jaenudin kepada FOKUSJabar.id, Minggu (15/2/2026).

Tujuan dari pembentukan Provinsi Priangan Timur, lanjut Zenzen, yaitu supaya terwujud pemerataan pelayanan pemerintahan provinsi.

Baca Juga: Rakorwil III KAHMI Jabar, Konsolidasi Strategis Organisasi

“Jadi pelayanannya supaya lebih efektif, dekat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Maka lahirnya Provinsi Priangan Timur untuk serba memudahkan,” jelasnya.

Jadi, kata Zenzen, jika pelayanan bisa lebih baik dan cepat bagi masyarakat. Maka, wacana dan gagasan juga deklarasi pembentukan Provinsi Priangan Timur bagian dari tujuan mensejahterakan rakyatnya.

“Saya kira gagasan juga deklarasi pembentukan Provinsi Priangan Timur sebuah tujuan untuk masyarakat bisa lebih cepat dalam mendapatkan pelayanan,” tegasnya.

(Nanang Yudi)