spot_imgspot_img
Kamis 2 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 133

Dampak Toxic Masculinity dalam Relasi Sosial dan Emosi Pria

0
toxic@fokusjabar.id
(Foto:Web)

GAYA HIDUP, FOKUSJabar.id: Budaya maskulinitas telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial pria di Indonesia. Nilai-nilai seperti ketegasan, tanggung jawab, dan kekuatan sering dipandang sebagai identitas utama laki-laki.

Namun, dalam praktiknya, standar tersebut tidak selalu membawa dampak positif. Ketika maskulinitas di pahami secara sempit dan ekstrem, muncul pola yang di kenal sebagai toxic masculinity.

Fenomena ini merujuk pada tuntutan sosial yang mendorong pria untuk selalu terlihat kuat, dominan. Dan menekan sisi emosionalnya, bahkan ketika hal itu justru membebani diri sendiri.

Dalam berbagai kajian sosial, toxic masculinity kerap muncul lewat stereotip bahwa laki-laki tidak boleh menangis. Tak pantas menunjukkan kelemahan, serta harus selalu tampak tangguh di hadapan orang lain.

Tekanan ini membuat banyak pria merasa harus memenuhi citra tertentu agar di terima lingkungan. Akibatnya, ekspresi emosi dan kerentanan sering di anggap sebagai sesuatu yang memalukan.

Fenomena tersebut juga banyak di temukan dalam kehidupan mahasiswa dan kelompok muda. Di mana standar maskulin tertentu dapat memengaruhi cara mereka bersikap, bergaul, dan menilai diri sendiri.

Bahkan sejak usia dini, pola pikir ini mulai terbentuk melalui pengasuhan dan lingkungan sosial. Anak laki-laki sering di arahkan untuk lebih dominan, sementara kelembutan di anggap tidak sesuai dengan identitas pria.

Dalam Hubungan Sosial

Dampaknya tidak hanya terasa dalam hubungan sosial, tetapi juga pada kesehatan mental. Tekanan untuk selalu kuat dapat memicu stres, kecemasan, hingga perasaan terisolasi.

Dalam beberapa kasus, dorongan untuk mempertahankan citra maskulin juga berkaitan dengan perilaku agresif. Karena emosi yang terpendam tidak tersalurkan secara sehat.

Selain itu, pola maskulinitas toksik dapat memengaruhi relasi interpersonal, seperti munculnya sikap posesif, kontrol berlebihan, atau konflik dalam hubungan.

Para peneliti menilai persoalan ini bukan sekadar masalah individu, melainkan bagian dari budaya patriarkal. Yang masih kuat dan terus di wariskan secara sosial.

Meski begitu, meningkatnya kesadaran tentang kesehatan mental dan kesetaraan gender. Mulai membuka ruang bagi pemahaman maskulinitas yang lebih sehat, inklusif, dan manusiawi.

(Jingga Sonjaya)

Fenomena Thrifting dan Resiko Belanja Impulsif

0
belanja@fokusjabar.id
Pakaian (Web)

GAYA HIDUP, FOKUSJabar.id: Budaya belanja barang bekas atau thrifting semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan anak muda.

Aktivitas ini kini tidak lagi dipandang sekadar alternatif saat kondisi ekonomi terbatas, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern.

Tren tersebut berkembang seiring perubahan cara masyarakat memandang konsumsi. Banyak orang mulai mencari pilihan belanja yang lebih terjangkau, unik, sekaligus di anggap lebih ramah lingkungan di banding membeli produk baru.

Baca Juga: Ramadan sebagai Ruang Interaksi Sosial Lintas Agama di Masyarakat

Fenomena thrifting juga terlihat dari pertumbuhan pasar pakaian second-hand yang terus meningkat secara global. Dalam beberapa tahun ke depan, sektor ini di perkirakan semakin besar, di dorong oleh toko fisik maupun platform digital.

Generasi muda seperti Gen Z dan milenial menjadi kelompok yang paling aktif dalam tren ini. Mereka melihat barang preloved bukan sebagai pilihan terakhir, melainkan sebagai cara menemukan produk yang berbeda dari barang produksi massal.

Selain harga yang relatif lebih murah, thrifting menawarkan pengalaman belanja yang lebih personal. Banyak konsumen menikmati proses berburu barang unik yang tidak mudah di temukan di toko ritel biasa.

Di sejumlah negara, pasar pakaian bekas tumbuh lebih cepat di banding industri pakaian baru. Hal ini menunjukkan bahwa belanja barang second-hand sudah menjadi kebiasaan yang semakin umum, bukan sekadar tren sementara.

Kesadaran terhadap isu lingkungan juga ikut mendorong meningkatnya minat pada thrifting. Membeli barang bekas di nilai dapat memperpanjang usia pakai produk sekaligus mengurangi limbah tekstil yang terus bertambah.

Thrifting Jadi Populer

Namun, perkembangan budaya ini juga membawa sisi lain yang perlu di perhatikan. Ketika thrifting menjadi populer, sebagian orang justru terdorong membeli lebih banyak barang hanya karena murah atau sedang tren.

Kondisi tersebut membuat tujuan awal thrifting sebagai pilihan hemat bisa bergeser menjadi konsumsi impulsif. Belanja berlebihan tetap bisa terjadi meski barang yang di beli merupakan produk bekas.

Baca Juga: Penyesuaian Jam Kerja ASN dan Layanan Publik Saat Bulan Ramadan

Fenomena ini memperlihatkan bahwa thrifting dapat bermakna berbeda bagi setiap orang, tergantung pada kesadaran dan kebutuhan masing-masing konsumen.

Di sisi lain, tren ini juga menciptakan peluang baru dalam ekosistem ekonomi sirkular, di mana barang di gunakan lebih lama dan perputaran produk menjadi lebih berkelanjutan.

Pada akhirnya, budaya thrifting mencerminkan perubahan besar dalam pola konsumsi masyarakat modern, yang menggabungkan aspek ekonomi, gaya hidup, dan kepedulian lingkungan secara bersamaan.

(Jingga Sonjaya)

Waduh! Ada Dua Kasus Bencana Longsor di Pangandaran

0
pangandaran@fokusjabar.id
Kondisi bencana longsor di wilayah Padaherang Kabupaten Pangandaran.(Istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat sebanyak dua kasus bencana tanah longsor sepanjang cuaca ekstrem Minggu, (15/2/2026).

‎Pertama, bencana longsor terjadi di wilayah Desa Bangun Jaya Kecamatan Langkaplancar. Di lokasi ini longsor menimpa tebing setinggi 100 meter.

‎Kepala pelaksana BPBD, Dodo Kusnadi mengatakan, lokasi longsor di wilayah tersebut sangat terjal, sehingga sulit untuk di evakuasi oleh alat berat milik BPBD Pangandaran.

Baca Juga: Longsor di Padaherang Pangandaran, Jalan Penghubung Dua Desa Terputus

‎”Ditanganinya sama Beko besar Dinas PU. Alhamdulillah sekarang sudah selesai di tangani,” ungkap Dodo.

‎Kejadian longsor berikutnya terjadi di Wilayah Padaherang. Menurut Dodo, longsor di wilayah ini bisa di evakuasi oleh Beko milik BPBD Pangandaran. “Insya Alloh bisa kita atasi,” katanya.

‎Meski dua kali di timpa bencana longsor, Dodo menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. “Karena kedua lokasi jauh dari pemukiman,” jelasnya.

‎Kendati demikian, Dodo menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada ketika melakukan sebuah perjalanan. Hal ini karena Kabupaten Pangandaran berpotensi tinggi terjadinya bencana longsor.

Baca Juga: Petani ‘Karbitan’ di Sindangwangi Pangandaran Panen Raya Jagung

‎”Di Kabupaten Pangandaran ini banyak sekali daerah-daerah yang terjal dan kemungkinan besar terjadinya bencana longsor,” ucapnya.

‎Menurut Dodo, Cuaca Ekstrem yang menimpa Jawa Barat, termasuk Pangandaran akan berakhir hingga akhir Februari mendatang.

‎”Menurut BMKG, Cuaca Ekstrem di Jawa Barat berakhir di bulan februari. Kalau di Jawa Tengah berakhir di bulan Maret,” pungkasnya.

(Sajidin)

Dana Pinjaman, 35 Ruas Jalan Rusak Kabupaten Tasikmalaya akan Diperbaiki

0
tasikmalaya@fokusjabar.id
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Di hadapan para masyaikh dan ribuan warga Nahdlatul Ulama, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin berbicara lugas. Ia menjelaskan mengapa dia lebih memilih membenahi jalan di banding program lain yang di anggap lebih populer secara politis.

“Kalau ongkos produksi mahal karena jalan rusak, rakyat yang menanggung. Maka jalannya harus kita perbaiki,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Dari Jalan Rusak ke Harga Pasar

Cecep memaparkan realita di lapangan. Petani dari wilayah selatan harus membayar ongkos angkut mahal karena jalan rusak dan waktu tempuh panjang. Akibatnya, harga jual di pasar ikut tinggi.

Baca Juga: Harlah ke-100, NU Kabupaten Tasikmalaya Tegaskan Arah Perjuangan Abad Kedua

Ia menyebut, dengan perbaikan 35 ruas jalan tahun ini, pemerintah ingin membangun ekosistem ekonomi yang sehat, dari desa hingga pasar.

Perbaikan jalan tersebut terang Cecep, di biayai dari pinjaman daerah untuk 32 ruas, bantuan Provinsi Jawa Barat dua ruas dan Inpres Jalan Daerah satu ruas.

Saat ini kata Cecep, dua proyek besar di jalur Salopa – Cikatomas telah berjalan dengan nilai Rp67,5 miliar.

“Kalau perjalanan cukup tiga jam, BBM lebih hemat, harga jual bisa di tekan. Daya beli naik, kemiskinan turun,” jelasnya.

Pendidikan dan Kesehatan

Meski fokus pada jalan, Cecep menegaskan ia tidak mengabaikan sektor lain. Data menunjukkan sekitar 3.000 ruang kelas SD di Tasikmalaya mengalami kerusakan.

“Saya ingin infrastruktur pendidikan juga di benahi,” katanya.

Di bidang kesehatan, dua rumah sakit baru di siapkan di Ciawi dan Cipatujah. RS di Cipatujah akan di bangun melalui kerja sama dengan Universitas Padjadjaran.

Langkah ini untuk meningkatkan Usia Harapan Hidup yang masih rendah. Warga Taraju hingga Bojonggambir selama ini harus menempuh perjalanan panjang menuju RSUD KHZ Musthafa.

“Walaupun urusan nyawa di tangan Allah, tapi mendekatkan layanan adalah tugas bupati,” tuturnya.

Baca Juga: Mengenang Dr. Oni Syahroni, Sang Pejuang Pendidikan dari Tasikmalaya

Relokasi Anggaran Demi Jalan

Dalam kesempatan itu, Cecep juga mengungkap sejumlah anggaran hibah dan belanja yang di alihkan ke pembangunan jalan.

Termasuk pengadaan kendaraan dinas Rp2 miliar, hotmix depan pendopo lama dan sejumlah kegiatan hibah yang tidak berdampak langsung. Hasilnya, 22 titik jalan kini telah di perbaiki, temasuk ruas Jalan KH. Moh Syabandi Kecamatan Leuwisari, Sariwangi.

“Kami hadir bukan untuk kepentingan dunia, tapi untuk manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tandasnya.

(Farhan Kamil)

Munggahan di Situ Cipanten Pecah Irfan Hakim, Hartono Soekwanto Panji Petualang Bikin Heboh Ribuan Pengunjung

0
Hartono Soekwanto fokusjabar.id
Hartono Soewanto dan Irfan Hakim melepas ikan koi di Situ Cipanten Majalengka. (Anthika Asmara)

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Hartono Soekwanto, Irfan Hakim dan Panji Petualang menyambut bulan suci Ramadhan 2026 di Situ Cipanten Desa Gunungkuning Majalengka, Jawa Barat suasana mendadak pecah dan meriah, Minggu, (15/2/2026). 

Ribuan pengunjung yang tengah memadati objek wisata legendaris ini menjadi heboh dengan kehadiran rombongan pesohor dan pengusaha sukses asal Bandung.

Bukan hanya itu selebgram Oghel Zulfianto dan Adisyah Reza juga ikut ambil bagian memeriahkan munggahan di Situ Cipanten. 

Kehadiran mereka bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan untuk menggelar tradisi munggahan sekaligus melanjutkan aksi pelestarian ekosistem air di Situ Cipanten.

BACA JUGA: Bos Koi, Irfan Hakim Akan Munggahan di Situ Cipanten Majalengka, Kapan?

​Salah satu momen yang paling ditunggu adalah saat Irfan Hakim dan Hartono Soekwanto melepaskan ratusan ekor Ikan Koi berukuran jumbo. Menariknya, ikan-ikan tersebut merupakan koleksi kesayangan pribadi Irfan Hakim.

​Aksi ini merupakan kelanjutan dari kunjungan sebulan lalu, di mana Hartono Soekwanto telah lebih dulu menebar 2.165 ekor Koi kelas premium peranakan Jepang ke dalam jernihnya air Situ Cipanten.

​”Alhamdulillah, kami bisa bersilaturahmi kembali. Kali ini kami datang untuk menyapa masyarakat lebih dekat karena kunjungan sebelumnya sangat singkat. Kita seru-seruan bareng sambil munggahan sebelum puasa,” ujar Irfan Hakim dengan antusias.

​Kualitas Air “Sultan” yang Bikin Koi Bahagia

Ia mengku takjub melihat perkembangan ribuan Koi yang ia tebar bulan lalu. 

Menurutnya, kondisi ikan-ikan Koi tersebut jauh lebih sehat dan cerah dibandingkan jika dipelihara di kolam rumahan.  Situ Cipanten memiliki 7 sumber mata air yang terus mengalir dengan sangat jernih.

Paparan sinar matahari yang cukup membuat warna merah dan putih pada Koi semakin mencolok dan ini sangat bagus bagi perkembangan ikan Koi.

“Kalau di kolam biasa, biaya treatment untuk mendapatkan kualitas air seperti ini sangat mahal. Di sini, alam menyediakannya secara sempurna,” ungkap Hartono Soekwanto.

Tidak kalah menarik, Panji Petualang yang baru pertama kali berkunjung langsung jatuh cinta dengan kejernihan air Situ Cipanten. Saking takjubnya, Panji bahkan sempat “nyebur” ke danau begitu selesai menebar ratusan Ikan Koi tambah.

BACA JUGA: Panji Petualang Takjub pada Hartono Soekwanto, Juara Dunia Koi yang Hidup Menyatu dengan Alam

​Di sela-sela keceriaan tersebut, Panji juga memberikan edukasi dan atraksi mengenai cara menaklukkan ular secara aman, yang membuat ribuan pengunjung terpana sekaligus teredukasi.

​Dukungan dari Kapolres Majalengka

​Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi menambah kemeriahan acara yang datang saat pelepasan ratusan ikan Koi koleksi khusus Irfan Hakim.

Bahkan Ibu Kapolres tersebut ikut bergabung dengan rombongan untuk mengelilingi Situ Cipanten dengan menggunakan perahu. Kehadiran pihak kepolisian memastikan acara berlangsung tertib meski ribuan pengunjung padati Situ Cipanten.

Rombongan Hartono Soekwanto dalam munggahan kali ini terlihat berbeda. Mereka sangat menikmati keakraban dengan alam situ Cipanten tersebut dan meninggalkan kesan luar biasa bagi ribuan pengunjung.

Para pengunjung pun berebut untuk bisa berfoto dengan rombongan Irfan Hakim, Hartono Soekwanto Oghel dan Panji Petualang saat mereka akan kembali pulang setelah puas bermain-main di Situ Cipanten yang sudah melegenda.

Kehadiran para tokoh ini meninggalkan kesan mendalam bahwa menjaga alam bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan edukatif. 

(Abdul Latif)

Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Wali Kota Bandung, 4.106 Titik Penerangan Dibangun

0
Wali Kota Bandung fokusjabar.id
(Foto: dok)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di tandai dengan percepatan pembangunan infrastruktur yang semakin merata di berbagai wilayah kota.

Melalui visi Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju dan Agamis), Pemkot Bandung menempatkan penguatan infrastruktur dasar sebagai prioritas untuk meningkatkan kenyamanan hidup warga.

BACA JUGA:

11 Kelurahan di Bandung Masuk Zona Rentan Pangan, DKPP Fokuskan Intervensi Terarah

Berbagai program di jalankan sepanjang 2025 hingga awal 2026. Mulai dari penerangan jalan, perbaikan ruas jalan, revitalisasi ruang publik hingga penataan utilitas kota.

Dalam program Bandung Caang Utama, Dinas Perhubungan membangun 501 tiang PJU dengan total 4.106 titik Penerangan Jalan Lingkungan yang menjangkau jalan besar, permukiman padat, hingga gang sempit.

Sebagian pembangunan berasal dari aspirasi masyarakat melalui reses DPRD dan Musrenbang. Dengan fokus utama pada lingkungan tempat tinggal warga.

Pemkot juga menghadirkan inovasi Penerangan Jalan Gang untuk gang di bawah dua meter. Dengan percontohan delapan lokasi dan dukungan pemeliharaan 24 jam.

Di sektor jalan, DSDABM memperbaiki 29,52 kilometer ruas jalan pada 2025. Mencakup 266 ruas prioritas seperti Dago, Batu Nunggal, Pahlawan dan Cemara.

Capaian ini mendorong kemantapan jalan Kota Bandung mendekati 90 persen. Sehingga mobilitas warga dan aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar.

Pada bidang drainase, rehabilitasi saluran terealisasi sepanjang 14.657 meter. Sementara pembangunan drainase baru mencapai 1.606 meter. Terutama di kawasan rawan genangan.

Ruang publik pun semakin ramah dengan revitalisasi Taman Lansia, Alun-alun Bandung, Babakan Siliwangi serta penataan kawasan bawah Jembatan Pasupati menjadi zona olahraga komunitas.

Proyek strategis Flyover Nurtanio senilai sekitar Rp62 miliar telah beroperasi sejak Desember 2025 dan di harapkan mampu mengurangi kemacetan serta meningkatkan efisiensi transportasi.

Dalam sektor permukiman, Pemkot menuntaskan perbaikan sekitar 2.100 unit rumah tidak layak huni dengan bantuan Rp25 juta per unit yang tersebar di 25 kecamatan.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Soroti Penipuan Transfer Booking Hotel Lewat Kontak Palsu

Penataan kota juga di perkuat melalui perapihan kabel udara di 47 lokasi sepanjang 23,5 kilometer, memperbaiki estetika dan keselamatan ruang jalan.

Berbagai capaian tersebut menunjukkan Bandung semakin tertata, terang, layak huni dan bergerak menuju target pembangunan berkelanjungan hingga 2029.

(Jingga Sonjaya)

Harga Cabai Merah Domba dan Lokal di Pasar Manis Ciamis Melonjak

0
cabai merah Pasar Manis Ciamis fokusjabar.id
Aktivitas jual beli di Pasar manis Ciamis (foto: Husen Maharja/FOKUSJabar)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Harga cabai rawit merah domba di Pasar Manis Ciamis mengalami kenaikan dari Rp90 ribu menjadi Rp120 ribu per kg.

Selain itu, cabai merah lokal juga mengalami kenaikan dari Rp 50 ribu menjadi Rp80 ribu per kg.

BACA JUGA:

BPBD Mencatat, 3 Kecamatan di Ciamis Diterjang Cuaca Ekstrem

Harga bawang merah juga naik dari 38 ribu menjadi Rp45 ribu per kg.

“Kenaikan harga ketiga komoditas tersebut sudah terjadi dalam beberapa hari ini,” kata pedagang di Pasar Manis Ciamis, Koko, Minggu (15/2/2026).

Menurut Dia, permintaan pasar melonjak menjadi pemicu naiknya harga cabai dan bawang merah.

“Menjelang bulan Ramadan, permintaan komoditas selalu meningkat. Terlebihstok dari bandar cukup sedikit,” ungkapnya.

Meski begitu, harga cabai rawit hijau turun Rp10 ribu per kg. Yakni, dari Rp55 ribu menjadi Rp45 ribu per kg.

“Harga cabai rawit hijau turun Rp10 ribu per kg,” pungkas Koko.

(Husen Maharaja)