spot_imgspot_img
Minggu 4 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 133

Ombudsman Jabar Bicara Tegas Soal Jembatan Pongpet Pangandaran

0
Jembatan Pongpet Pangandaran fokusjabar.id
Penampakan Jembatan Pongpet Margacinta, Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Robohnya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) sesaat setelah di resmikan Minggu (30/8/2026), tidak seharusnya berhenti pada perdebatan berapa orang yang melintas di atasnya.

‎Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Barat menyoroti persoalan yang lebih mendasar. Yakni, siapa yang memastikan jembatan itu aman dan layak di gunakan masyarakat.

‎BACA JUGA:

Jembatan Pongpet Pangandaran Ambruk, Dedi Mulyadi Janji Bangun Akses Permanen

‎Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jabar, Fitry Agustine menilai, dalam perspektif pelayanan publik keselamatan masyarakat bukan persoalan yang baru di pikirkan setelah fasilitas rusak.

‎”Jangan sampai peristiwa ini hanya berhenti pada kesimpulan bahwa jembatan roboh karena kelebihan kapasitas. Kalau memang demikian, pertanyaan berikutnya justru menjadi lebih penting. Apakah sejak awal kapasitas jembatan telah di ketahui, di sosialisasikan dan di kendalikan penggunaannya? Dan siapa yang memastikan masyarakat dapat menggunakan jembatan tersebut secara aman?,” ujar Fitry.‎

‎Ombudsman Jabar memandang, peristiwa tersebut harus di lihat secara utuh. Bukan hanya saat jembatan dig unakan, tetapi juga proses sebelum di resmikan dan di buka untuk umum.

‎Berdasarkan informasi yang berkembang, Jembatan Pongpet merupakan bagian dari pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang melibatkan Kodim 0625/Pangandaran bersama unsur TNI Angkatan Darat.

‎Fitry menegaskan, ketika fasilitas di bangun untuk masyarakat, rantai tanggung jawabnya harus jelas.

‎”Siapa yang merencanakan, siapa yang melaksanakan, siapa yang mengawasi, siapa yang melakukan pemeriksaan teknis dan siapa yang menyatakan fasilitas tersebut layak di gunakan. Jangan sampai semua pihak hadir pada saat peresmian, tetapi tidak jelas siapa yang bertanggung jawab memastikan keselamatannya,” tegas Fitry.

‎Menurutnya, penyediaan infrastruktur publik tidak berhenti pada selesainya pembangunan. Masih ada proses yang harus di pastikan. Mulai dari pengawasan pembangunan, pemeriksaan kondisi teknis, kapasitas dan daya dukung, prosedur keselamatan hingga mekanisme pengendalian penggunaan.

‎BACA JUGA:

Anggaran Jembatan Pongpet Pangandaran Masih Misteri

‎Ombudsman Jabar juga mendorong penelusuran proses perencanaan. Mulai dari identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan Pemdes dan Pemkab hingga pengawasan jika pembangunan di lakukan di luar mekanisme pemerintah daerah.

‎”Ini bukan soal mencari siapa yang salah terlebih dahulu. Tetapi justru untuk memastikan apakah seluruh proses telah berjalan sebagaimana mestinya. Dari situ baru dapat di lihat, apakah terdapat persoalan dalam perencanaan, koordinasi, pengawasan, pemeriksaan kelayakan maupun pengendalian penggunaan fasilitas publik,” jelas Fitry.

‎Ia menekankan, peristiwa Jembatan Pongpet harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Tidak cukup hanya memperbaiki bagian yang rusak atau mengoperasikannya kembali.

‎”Jangan sampai kita hanya sibuk mencari penyebab setelah jembatan roboh. Tetapi lupa menguji apakah sistem untuk memitigasi kejadian itu sebenarnya sudah bekerja sejak awal. Infrastruktur publik harus memberikan manfaat, tetapi manfaat itu tidak boleh di bayar dengan risiko terhadap keselamatan masyarakat,” katanya.

‎Ombudsman Jabar berharap, ini menjadi pembelajaran bersama. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa cepat proyek di resmikan. Tetapi apakah fasilitas tersebut benar-benar aman, layak dan berkelanjutan.

‎Masyarakat yang menemukan dugaan maladministrasi dapat melapor ke Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jabar via WhatsApp 0811-9863-737 atau email [email protected].

(Sajidin)

Soal Juara Super League, Ini Kata Pemain Anyar Persib Bandung

0
Persib Bandung juara fokusjabar.id
Danijel Loncar

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Setelah menang kontra Manila Digger, Persib Bandung kembali menggelar latihan di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Rabu (2/9/2026).

Babak play-off AFC Champions League Two tersebut di gelar di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Kabupaten Bandung, Senin (31/8/2026).

BACA JUGA:

Persib Bandung Pinjamkan Ramon Tanque ke Chennaiyin FC

Sesi latihan di bagi dua kelompok. Para pemain yang tampil penuh saat membungkam Manila Digger hanya di minta melakukan joging di sekeliling lapangan.

Sementara pilar yang berada di bangku cadangan maupun yang tidak di mainkan tetap mengasah fisik lewat alur game.

Pemain belakang Persib Bandung asal Kroasia, Danijel Loncar mengatakan, fokus utama tim pascalaga adalah mengembalikan kebugaran tubuh.

Pada laga selanjutnya, Maung Bandung akan berhadapan dengan PSM Makassar pada kompetisi Super League di Stadion GBLA, Minggu (6/9/2026).

“Kami akan bekerja keras,” ungkapnya.

Menurut Loncar, target yang di usung pada kompetisi musim 2026/2027 tetap sejajar dengan pencapaian di periode-periode sebelumnya.

“Target kami, tentu seperti musim lalu, seperti tiga musim terakhir, dan melangkah sejauh mungkin di (AFC) Champions League Two,” ungkap Loncar.

Seperti di ketahui, Persib Bandung sukses menyabet gelar juara liga tiga musim berturut-turut. Sehingga mempertahankan takhta kembali menjadi ambisi utama.

Musim ini, Persib harus membagi konsentrasi di empat kompetisi sekaligus. Yakni, Super League, ACL-2, League Cup dan ASEAN Club Championship.

“Kami memiliki kualitas untuk tampil di keempat kompetisi tersebut. Kami akan memberikan yang terbaik untuk bisa mencapai final jika memungkinkan,” tuturnya.

BACA JUGA:

Perlakuan Khusus I League kepada Persib Bandung dan Borneo FC

Meski demikian, Loncar menginstruksikan seluruh rekan setimnya untuk menyalurkan konsentrasi penuh pada agenda terdekat kontra Juku Eja.

“Lawan PSM Makassar adalah pertandingan paling penting di musim ini,” ucapnya.

Misi PSSI

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir membawa misi besar untuk Super League 2026/2027. Misinya, memutus dominasi klub-klub bermodal besar dan menciptakan persaingan yang lebih merata.

Dia menegaskan, Indonesia tidak ingin mengikuti model kompetisi yang hanya di kuasai satu atau dua klub.

Menurutnya, liga akan jauh lebih menarik jika semakin banyak peserta memiliki kekuatan finansial, tata kelola dan kualitas tim yang sehat.

Oleh karena itu, PSSI bersama I League mulai memperketat standar club licensing. Jika sebelumnya hanya ada lima aspek penilaian, kini jumlahnya di tambah menjadi tujuh. Yakni, sporting, infrastruktur, administrasi, legal, keuangan, pemasaran dan sustainability.

Dengan aturan baru tersebut, klub Super League tak cukup hanya membeli pemain bagus dan membangun skuad kompetitif. Mereka juga di tuntut memiliki fondasi bisnis dan manajemen yang sehat.

“Kami ingin melahirkan liga bukan hanya dari aspek komersial. Namun pelan-pelan terus meningkatkan liga.”

(Bambang Fouristian)

Erick Thohir Ingin Persaingan Super League Lebih Merata

0
Erick Thohir fokusjabar.id
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Ketua Umum PSSI, Erick Thohir membawa misi besar untuk Super League 2026/2027. Misinya, memutus dominasi klub-klub bermodal besar dan menciptakan persaingan yang lebih merata.

Dia menegaskan, Indonesia tidak ingin mengikuti model kompetisi yang hanya di kuasai satu atau dua klub.

BACA JUGA:

29 Pemain Persija Jakarta Musim 2026/27

Menurutnya, liga akan jauh lebih menarik jika semakin banyak peserta memiliki kekuatan finansial, tata kelola dan kualitas tim yang sehat.

Oleh karena itu, PSSI bersama I League mulai memperketat standar club licensing. Jika sebelumnya hanya ada lima aspek penilaian, kini jumlahnya di tambah menjadi tujuh. Yakni, sporting, infrastruktur, administrasi, legal, keuangan, pemasaran dan sustainability.

Dengan aturan baru tersebut, klub Super League tak cukup hanya membeli pemain bagus dan membangun skuad kompetitif. Mereka juga di tuntut memiliki fondasi bisnis dan manajemen yang sehat.

“Kami ingin melahirkan liga bukan hanya dari aspek komersial. Namun pelan-pelan terus meningkatkan liga.”

“Jangan hanya meniru. Lami mau ada pemerataan klub. Makin banyak klub yang sehat, liganya makin kompetitif, dan penontonnya makin banyak,” kata Erick di kutip jpnn.com, Kamis (3/9/2026).

Menurut Erick Thohir, Indonesia tidak ingin Super League berubah menjadi kompetisi yang hanya memiliki satu kekuatan dominan.

“Kalau di Indonesia, jangan membangun namanya super club. Tidak seperti di negara-negara tetangga, di Malaysia ada titik-titik, di Brunei hanya satu, di Singapura titik-titik,” ujarnya.

Baginya, kompetisi yang terlalu bergantung pada kekuatan segelintir klub berisiko menciptakan ketimpangan.

Dia juga mengingatkan agar klub tidak terjebak dalam persaingan menghamburkan uang tanpa fondasi bisnis yang kuat.

“Dan jangan terus terjebak glamor-glamor klub yang akhirnya bangkrut. Sudah banyak cerita sepak bola Indonesia klubnya bangkrut,” ungkap Thohir.

Untuk memperkuat fondasi klub, I League juga menaikkan kontribusi kepada peserta Super League menjadi Rp27 milyar, dari sebelumnya Rp19 milyar.

BACA JUGA:

Nama PSGC Ciamis Masuk Daftar Klub Nunggak Gaji, Manajemen: Kami Selalu Tertib Bayar Gaji

Tambahan tersebut di harapkan membantu klub menjaga stabilitas keuangan sekaligus membangun tim yang lebih kompetitif.

Erick menilai, investasi pemilik tetap penting. Namun harus di arahkan untuk membangun ekosistem yang sehat.

Dia menegaskan, olahraga seharusnya di pandang sebagai investasi, bukan sekadar pengeluaran.

“Jadi ada kompetisi yang merata sesama klub. Urusan pemilik klub yang sedang baik mau berinvestasi, itu yang kami harapkan. Saya sebagai Menpora selalu mendorong bahwa olahraga ini bukan biaya. Tapi olahraga ini investasi,” tutup Dia.

(Bambang Fouristian)

SPPG Sindangwangi Pangandaran Belum Libatkan Petani Lokal, 3,5 Ton Melon Terancam Sulit Dipasarkan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Ketua BUMDes Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Padna

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Padaherang menuai sorotan warga. SPPG Sindangwangi belum melibatkan petani dan BUMDes lokal sebagai penyuplai. Bahkan, para produsen buah dan sayur setempat kesulitan mengakses kemitraan katering.

Petani melon Desa Sindangwangi Iwan membeberkan belum adanya koordinasi resmi dari pengelola dapur. Padahal, ia sudah menyiapkan masa panen ratusan tanaman melon dari jauh hari.

Baca Juga: Jembatan Pongpet Pangandaran Ambruk, Dedi Mulyadi Janji Bangun Akses Permanen

“Sementara belum ada pihak yang menghubungi. Walaupun kita di awal tanam kemarin sudah menghubungi Karang Taruna. Bagaimana pemasaran kan harus kita pikirkan juga kemarin tuh. Ternyata sampai sekarang belum ada yang menghubungi,” kata Iwan.

Oleh karena itu, Iwan menyiasati penjualan hasil panen melalui konsep wisata petik buah. Langkah tersebut mencegah potensi pembusukan 3,5 ton buah melon siap panen.

“Ya ada sedikit ketakutan begitu, takut tidak bisa dipasarkan. Makanya saya buka untuk wisata melon biar panenan kita terserap,” ujarnya.

“Ya bisa suplai ke SPPG gitu kan. Semoga ada pihak dari SPPG Sindangwangi yang mau menerima buah melon kita,” harapnya.

Karang Taruna Dorong Pemberdayaan BUMDes dan UMKM

Di samping itu, Ketua Karang Taruna Desa Sindangwangi Padna menyayangkan ketiadaan kolaborasi daerah. Sebab, lembaga BUMDes dan kelompok UMKM pangan lokal terabaikan dari proyek nasional.

“Untuk saat ini memang tidak ada kolaborasi dengan pihak SPPG Sindangwangi. Saya juga menampung keluhan dari teman-teman BUMDes. Sekarang ini tidak dilibatkan untuk penyuplaian kebutuhan bahan baku MBG,” kata Padna.

Selanjutnya, Padna menegaskan pentingnya dampak ekonomi berganda dari pelaksanaan program pemerintah. Sebab, dapur SPPG mestinya menggerakkan roda perekonomian warga desa sekitar.

“Apalagi petani atau kelompok UMKM di Sindangwangi itu tidak dilibatkan. Padahal program pemerintah idealnya melibatkan warga lokal untuk pemberdayaan,” ujarnya.

“Kita Karang Taruna terus berjuang agar BUMDes, petani melon maupun petani timun, dan UMKM lainnya bisa berdaya,” tegasnya.

Warga berharap pengelola SPPG Sindangwangi segera membuka pintu kemitraan lokal. Langkah ini menyerap potensi pertanian ketimun, melon, serta olahan UMKM desa.

(Sajidin)

Lapas Ciamis Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine, Hasil Pemeriksaan Warga Binaan Negatif

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Hasil penggeledahan dari kamar tahanan Lapas Kelas IIB Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Lapas Kelas IIB Ciamis memperketat pengawasan peredaran gelap narkoba di lingkungan blok pemasyarakatan. Pihak lapas menggandeng BNN Kabupaten Ciamis dan Kodim 0613/Ciamis. Bahkan, petugas gabungan menggelar penggeledahan blok serta tes urine, Rabu (2/9/2026).

Kalapas Kelas IIB Ciamis Supriyanto menginstruksikan seluruh jajaran agar bekerja secara profesional. Sebab, pendeteksian dini membutuhkan ketegangan yang terukur tanpa mengabaikan etika.

Baca Juga: Finlandia dan Slovakia Butuh Tenaga Kerja, Warga Ciamis Punya Peluang Kerja ke Luar Negeri

“Saya tekankan kepada seluruh jajaran agar tetap mengedepankan sikap humanis. Kita harus tegas dalam menjaga keamanan dan ketertiban namun tetap menghormati hak dan martabat warga binaan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional dan sesuai prosedur,” katanya.

Pemeriksaan Teliti Blok Hunian dan Tes Urine

Selanjutnya, Ka. KPLP Reza Ikhwan Saputra membagi tim ke beberapa area sasaran. Langkah tersebut memastikan seluruh blok hunian steril dari barang-barang terlarang.

“Laksanakan penggeledahan dengan teliti dan menyeluruh namun tetap kedepankan sikap humanis serta profesional,” ucapnya.

Di samping itu, tim BNNK Ciamis menguji sampel urine milik warga binaan. Sebab, langkah preventif ini efektif memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.

Oleh karena itu, hasil razia tidak menemukan gawai seluler maupun senjata tajam berbahaya. Bahkan, seluruh hasil pengujian sampel menunjukkan respons yang negatif.

Apresiasi Sinergi Antarlembaga

Kemudian, Kasi Adm. Kamtib Yunias William Robinson Sauyai memimpin apel penutup kegiatan. Kolaborasi lintas instansi ini menjaga stabilitas keamanan di dalam lembaga.

“Terima kasih dan apresiasi saya sampaikan kepada seluruh petugas yang telah berkontribusi dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Sinergi dan kerja sama seperti ini menjadi kekuatan kita dalam menjaga keamanan dan ketertiban Lapas,” ujar Robinson.

Lapas Ciamis terus memperketat pengawasan demi mewujudkan area bebas narkoba.

(Husen Maharaja)

Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI, Kajari Kota Tasikmalaya Tekankan Integritas dan Kepercayaan Publik

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Dicky Candra Negara bersama Kajari Kota Tasikmalaya Erny Veronica Maramba, potong kue tart ulang tahun dalam kegiatan tasyakur hari jadi Kejaksaan Ke+81 di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kejari Kota Tasikmalaya menggelar syukuran Hari Lahir Ke-81 Kejaksaan RI. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Utama Kejari Kota Tasikmalaya, Rabu (2/9/2026). Bahkan, acara ini dihadiri Forkopimda, tokoh agama, hingga ormas lokal.

Kajari Kota Tasikmalaya Erny Veronica Maramba memimpin langsung momen evaluasi internal tersebut. Sebab, momentum ini menjadi ajang penguatan komitmen kinerja seluruh pegawai Adhyaksa.

Baca Juga: Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya, Cek Kesehatan Gratis Digelar di Asia Plaza Oktober 2026

“Sesuai tema tahun ini, tugas kami bersama adalah terus merawat dan mengembalikan kepercayaan masyarakat, caranya melalui penegakan hukum yang adil, berintegritas, dan mengedepankan nilai-nilai hati nurani,” ungkap Erny.

Selanjutnya, Erny mewajibkan seluruh jaksa untuk menjunjung tinggi integritas dalam penanganan perkara. Langkah tersebut memastikan hukum berpihak pada rasa keadilan masyarakat.

“Implementasi Integritas dalam setiap jiwa insan-insan Adiyaksa adalah harga mati. Tanpa itu, kepercayaan publik tidak akan pernah pulih. Mari kita buktikan lewat kerja nyata dalam setiap langkah dan tindakkan dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Tantangan Pemulihan Citra dan Edukasi Hukum

Di samping itu, Erny mengakui tantangan institusi dalam mengembalikan kepercayaan publik. Oleh karena itu, seluruh jajaran Adhyaksa harus membuktikan kinerja profesional secara konsisten.

“Ini tentu tantangan bagi insan-insan Adiyaksa untuk terus menunjukkan kinerja yang lebih baik untuk membangun citra baik institusi, insan-insan Adiyaksa harus sadar bahwa masyarakat kita menaruh harapan besar terhadap keadilan dalam penegakan hukum,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara memberikan apresiasi tinggi. Sebab, kejaksaan rutin menggelar ruang edukasi hukum bagi pelajar daerah.

“Ini bukan sekadar peringatan. Ini syukuran dan doa bersama. Sederhana, tapi sangat bermakna. Mudah-mudahan silaturahmi penuh kehangatan seperti ini selalu terus terjaga,” ungkap Dicky Candra.

Aksi Sosial dan Ziarah Taman Makam Pahlawan

Sebelumnya, Kejari Kota Tasikmalaya telah merampungkan serangkaian agenda sosial kemasyarakatan. Bahkan, jajaran pegawai menggelar aksi bakti sosial dan ziarah makam pahlawan.

Kemudian, para pejabat menabur bunga di TMP Kota Tasikmalaya. Langkah ini menjadi simbol penghormatan atas jasa para pendahulu institusi. Peringatan ke-81 ini memperkuat tekad Kejaksaan dalam mengawal kedaulatan hukum.

(Seda)

566 Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, 88 Masih Dirawat

0
NASIONAL, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: ANTARA Badan Gizi Nasional (BGN) suspensi SPPG Tanggulangin setelah 512 orang keracunan. Fokus pada penanganan korban dan investigasi penyebab keracunan.

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guncang Sidoarjo. Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam mendadak mual dan muntah. Bahkan, pembaruan data pemkab mencatat korban telah menembus 566 orang.

Dari total korban, sebanyak 88 santri masih menjalani perawatan rumah sakit. Sementara itu, 478 santri lainnya sudah diperbolehkan pulang usai pulih.

Baca Juga: Jalan Malasari Sepanjang 20 Km Akan Dibangun, Hubungkan Bogor dengan Sukabumi dan Lebak

Deputi Pemantauan BGN Ketut Sumedana mengonfirmasi pendataan awal petugas lapangan. Menurutnya, temuan awal mencatat angka korban yang lebih rendah.

“Berdasarkan data yang kami receipt dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang,” kata Ketut Sumedana, Rabu (2/9/2026).

Selanjutnya, Dinas Kesehatan Sidoarjo mencatat penambahan 35 korban baru yang dievakuasi. Sebab, para santri mengeluhkan simtom pusing, diare, hingga lemas tubuh.

Sumber Menu Makanan dan Sanksi Penutupan SPPG

Para santri mengonsumsi menu nasi putih, telur, tumisan, tempe, dan apel. Bahkan, paket makanan ini berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.

Oleh karena itu, BGN langsung menghentikan operasional dapur SPPG Kalitengah selama 30 hari. Selain itu, BGN mengusulkan pergantian kepala dapur layanan tersebut.

Kepala SPPG Kalitengah Rafli Ridho menyampaikan rasa penyesalan atas insiden tersebut.

“Mohon maaf ya, saya menyesal,” kata Rafli kepada awak media.

Di samping itu, Rafli membeberkan waktu pengolahan masakan dapur produksi. Sebab, petugas mulai memasak sejak pukul 00.00 WIB sebelum mendistribusikannya siang hari.

“Seperti biasa, ya jam 00.00 WIB mulai ngolah,” tuturnya.

“Lima itu ada SDN Kalitengah 1 dan 2,” katanya.

Temuan Satgas MBG Jawa Timur dan Evaluasi Izin

Kemudian, Kepala Satgas MBG Jatim Emil Dardak menemukan kesamaan sumber katering korban. Sebab, beberapa sekolah terdampak memesan makanan dari dapur produksi yang sama.

“Nambahnya itu dari mana? Ya, ada beberapa sekolah yang juga ternyata mengonsumsi dari SPPG yang sama,” penjelasan Emil.

Meskipun demikian, Emil mengingatkan bahaya deviasi SOP distribusi makanan di lapangan. Sebab, kepemilikan sertifikat higiene tidak menjamin keamanan bila makanan basi.

“SLHS ini menilai sistem dan sarpras. Tetapi tetap saja dengan sarpras dan sistem, masih ada ruang kalau misalnya bahan makanannya dari awalnya, atau timing pelaksanaan menyimpang dari SOP yang diverifikasi, itu bisa saja menyebabkan masalah,” jelas Emil.

“Kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin,” kata Emil.

Pemkab Sidoarjo kini memperketat pengawasan operasional seluruh SPPG lokal. Langkah ini mencegah kasus keracunan berulang pada masa mendatang.

(Bergabai Sumber/Jingga Sonjaya)